Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

ANALISA STRUKTUR BANGUNAN HOTEL MALEO II

JL. YOS SUDARSO, KABUPATEN MAMUJU, SULAWESI BARAT

1. Pendahuluan
Industri perhotelan merupakan salah satu aspek yang mempunyai peranan penting dalam
perkembangan kemajuan ekonomi di daerah Mamuju.. Jumlah penduduk yang mengalami
peningkatan berpengaruh pada perkembangan industri perhotelan karena peningkatan jumlah
kunjungan yang akan meningkatkan pula kebutuhan akan jasa akomodasi khususnya hotel
sebagai sarana penunjang.
Bangunan struktur yang terletak di Jalan Jl. Yos Sudarso No.51, Binanga, Kec. Mamuju,
Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat 91511 adalah bangunan yang direncanakan sebagai
gedung perhotelan dan strukturnya didesain dengan sistem konstruksi beton bertulang.
Struktur terdiri atas kolom, balok dan plat lantai yang direncanakan untuk menahan beban
mati (DL), beban hidup (LL), beban angin dan beban gempa. Secara garis besar, bangunan
gedung ini terdiri atas 7 lantai, memiliki ukuran panjang 62,2 meter, dan lebar 15 meter.

1.1. Software Yang Digunakan


Tahap awal perencanaan adalah mempelajari sistem struktur yang dapat dipakai dengan
mengikuti persyaratan-persyaratan yang sesuai dan menentukan pembebanan berdasarkan
data yang kami terima.

Untuk perhitungan elemen balok dan kolom dilakukan dengan software SAP 2000 versi
14 dimana untuk faktor reduksi kekuatan (R = 5.0) diambil sesuai dengan SNI - 1726-2012.

1.2. Aturan – aturan Yang Digunakan

 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung SNI-1726-


2012.
 Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03- 2847-2013.
 Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung RSNI 03-1727-2018.
 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung SNI 03-1729-2015.

Adapun program/ software yang digunakan seperti :


 SAP 2000 v14.1.0 Advanced, Computer and Structure Inc.

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 1


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

1.3. Mutu Bahan Yang Digunakan


Pada perhitungan konstruksi ini digunakan mutu bahan sebagai berikut:

 Beton :
Mutu beton : K-300 (f’c = 25 MPa)
Ec = 4700√(fc') = 2,35.104 MPa.
 Baja Tulangan
Mutu Tulangan >D-12 : BJTD 40 (fy = 400 MPa) fu = 570 MPa
Mutu Tulangan 12 : BJTP 24 (fy = 240 MPa) fu = 390 MPa
Es = 200.000 MPa.

1.4. Kombinasi Pembebanan


Untuk perencanaan elemen kolom, balok sesuai dengan tentang kuat rencana, maka
direncanakan dengan memperhitungkan pengaruh gempa rencana dua arah dan didapatkan
kombinasi pembebanan sebagai berikut :
Untuk perencanaan elemen kolom, balok sesuai dengan SNI 03- 2847-2013 tentang kuat
rencana, maka direncanakan dengan memperhitungkan pengaruh gempa rencana dua arah
dan didapatkan kombinasi pembebanan sebagai berikut :

1. 1.2DL + 1.0LL + 1.0RSx + 0.3RSy


2. 1.2DL + 1LL + 1.0RSx + (-0.3RSy)
3. 1.2DL + 1LL + (- 1.0RSx) + 0.3RSy
4. 1.2DL + 1.0LL + (-1.0RSx) + (-0.3RSy)
5. 1.2DL + 1.0LL + 0.3RSx + 1.0RSy
6. 1.2DL + 1.0LL + 0.3RSx + (-1.0RSy)
7. 1.2DL + 1.0LL + (-0.3RSx) + 1.0RSy

Dimana: DL = Beban mati


LL = Beban hidup
WL = Beban angin
RSx = Gempa arah X
RSy = Gempa arah Y

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 2


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

1.5. Response Spectrum Wilayah Mamuju

Gambar : Lokasi Bangunan Gedung

Grafik Response Spectrum wilayah Mamuju

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 3


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

1.6. Pemodelan Struktur

a. Gambar Denah Lantai 2


1.50 m

B
B9 B10 B10 B10 B10 B10 B10 B10 B10 B10 B11B6
B7 B7 B7 B7 B7 B7 B7 B7 B7 B7 B14
B3 B4 B4 B4 B4 B4 B4 B4 B4 B4 B12
5.70 m

B3 B2 B4 B2 B4 B2 B4 B2 B4 B2 B4 B2 B4 B2 B4 B2 B4 B2 B4 B2
B6
B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 A
7.80 m

B13
B3 B4 B4 B4 B4 B4 B4 B4 B4 B5 B6
2.80 m

B8 B9 B8 B10 B8 B10 B8 B10 B8 B10 B8 B10B8 B10 B8 B10 B8 B10 B8 B10 B8 B15
7.00 m 6.80 m 6.80 m 6.80 m 6.80 m 6.80 m 6.80 m 6.80 m 6.80 m 6.80 m 1.00 m

DENAH LANTAI 2 1 ujung menerus


2 ujung menerus
tertumpu sederhana
kantilever

b. Gambar Potongan A-A

3.4 m
3.40 m

3.40 m
3.40 m

3.40 m
3.40 m

5.00 m

6.00 m

7 m 6.8 m 6.8 m 6.8 m 6.8 m 6.8 m 6.8 m 6.8 m 6.8 m 6.8 m 1m

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 4


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

b. Gambar Potongan B-B

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 5


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

1.7. Pra-eliminari Desain

Adapun dimensi-dimensi elemen struktur yang digunakan :


1.7.1. Balok
Berdasarkan SNI 03-2847-2013 pasal 9.5 perencanaan tinggi minimum dan lebar
balok dapat direncanakan sebagai berikut :

A. BALOK B1
Panjang bentang (L) = 7800mm
 Asumsi satu ujung menerus
𝑙 𝑓𝑦 7800 400
Tinggi minimum (hmin)=18,5 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 409,5753 𝑚𝑚
18,5

Dipakai h = 450 mm
2 2
Lebar balok induk (b) = 3 ℎ = 3 . 450 = 300 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 300 x 450 mm2

B. BALOK B2
Panjang bentang (L) = 5700mm
 Asumsi satu ujung menerus
𝑙 𝑓𝑦 5700 400
Tinggi minimum (hmin)=18,5 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 299,305 𝑚𝑚
18,5

Dipakai h = 300 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 300 = 200 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 200 x 300 mm2

C. BALOK B3
Panjang bentang (L) = 7000mm
 Asumsi satu ujung menerus
𝑙 𝑓𝑦 7000 400
Tinggi minimum (hmin)=18,5 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 367,568 𝑚𝑚
18,5

Dipakai h = 400 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 400 = 267 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 300 x 400 mm2

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 6


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

D. BALOK B4
Panjang bentang (L) = 6800mm
 Asumsi dua ujung menerus
𝑙 𝑓𝑦 6800 400
Tinggi minimum (hmin)=21 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 314,558 𝑚𝑚
21

Dipakai h = 350 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 350 = 233 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 250 x 350 mm2

E. BALOK B5
Panjang bentang (L) = 6800mm
 Asumsi satu ujung menerus
𝑙 𝑓𝑦 6800 400
Tinggi minimum (hmin)=18,5 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 357,065 𝑚𝑚
18,5

Dipakai h = 400 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = ℎ = . 400 = 267 𝑚𝑚
3 3

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 300 x 400 mm2

F. BALOK B6
Panjang bentang (L) = 1000mm
 Asumsi kantilever
𝑙 𝑓𝑦 1000 400
Tinggi minimum (hmin)=8 (0,4 + 700) = 8
(0,4 + 700) = 121,429 𝑚𝑚

Dipakai h = 150 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 150 = 100 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 100 x 150 mm2

G. BALOK B7
Panjang bentang (L) = 1500mm
 Asumsi kantilever
𝑙 𝑓𝑦 1500 400
Tinggi minimum (hmin)=8 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 182,14 𝑚𝑚
8

Dipakai h = 200 mm

2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 200 = 133 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 150 x 200 mm2

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 7


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

H. BALOK B8
Panjang bentang (L) = 2800mm
 Asumsi kantilever
𝑙 𝑓𝑦 2800 400
Tinggi minimum (hmin)=8 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 340 𝑚𝑚
8

Dipakai h = 350 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 350 = 233 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 250 x 350 mm2

I. BALOK B9
Panjang bentang (L) = 7000mm
 Asumsi Tertumpu Sederhana
𝑙 𝑓𝑦 7000 400
Tinggi minimum (hmin)=16 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 425 𝑚𝑚
16

Dipakai h = 450 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = ℎ = . 450 = 300 𝑚𝑚
3 3

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 300 x 450 mm2

J. BALOK B10
Panjang bentang (L) = 6800mm
 Asumsi Tertumpu Sederhana
𝑙 𝑓𝑦 6800 400
Tinggi minimum (hmin)=16 (0,4 + 700) = 16
(0,4 + 700) = 412,857 𝑚𝑚

Dipakai h = 450 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 450 = 300 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 300 x 450 mm2

K. BALOK B11
Panjang bentang (L) = 1000mm
 Asumsi Tertumpu Sederhana
𝑙 𝑓𝑦 1000 400
Tinggi minimum (hmin)=16 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 60,714 𝑚𝑚
16

Dipakai h = 65 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 65 = 43,33 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 45 x 65 mm2

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 8


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

L. BALOK B12
Panjang bentang (L) = 5700mm
 Asumsi Tertumpu Sederhana
𝑙 𝑓𝑦 5700 400
Tinggi minimum (hmin)=16 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 346,071𝑚𝑚
16

Dipakai h = 350 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 350 = 233 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 250 x 350 mm2

M. BALOK B13
Panjang bentang (L) = 7800mm
 Asumsi Tertumpu Sederhana
𝑙 𝑓𝑦 7800 400
Tinggi minimum (hmin)=16 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 473,571𝑚𝑚
16

Dipakai h = 500 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = ℎ = . 500 = 333,33 𝑚𝑚
3 3

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 350 x 500 mm2

N. BALOK B14
Panjang bentang (L) = 1500mm
 Asumsi Tertumpu Sederhana
𝑙 𝑓𝑦 1500 400
Tinggi minimum (hmin)=16 (0,4 + 700) = 16
(0,4 + 700) = 91,071𝑚𝑚

Dipakai h = 95 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 95 = 63,33 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 65 x 95 mm2

O. BALOK B15
Panjang bentang (L) = 2800mm
 Asumsi Tertumpu Sederhana
𝑙 𝑓𝑦 2800 400
Tinggi minimum (hmin)=16 (0,4 + 700) = (0,4 + 700) = 170,071𝑚𝑚
16

Dipakai h = 200 mm
2 2
Lebar balok anak (b) = 3 ℎ = 3 . 200 = 133,33 𝑚𝑚

Jadi dipakai balok : b x h ukuran 150 x 200 mm2

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 9


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

Tabel 1.1 Rekapitulasi Dimensi Balok

Dimensi
Nama Bentang (mm) Asumsi
b (mm) h (mm)
B1 7800 Satu ujung menerus 300 450
B2 5700 Satu ujung menerus 200 300
B3 7000 Satu ujung menerus 300 400
B4 6800 Dua ujung menerus 250 350
B5 6800 Satu ujung menerus 300 400
B6 1000 Kantilever 100 150
B7 1500 Kantilever 150 200
B8 2800 Kantilever 250 350
B9 7000 Tertumpu Sederhana 300 450
B10 6800 Tertumpu Sederhana 300 450
B11 1000 Tertumpu Sederhana 45 65
B12 5700 Tertumpu Sederhana 250 350
B13 7800 Tertumpu Sederhana 350 500
B14 1500 Tertumpu Sederhana 65 95
B15 2800 Tertumpu Sederhana 150 200

Maka Dipakai :

1. Balok Induk dengan ukuran b x h : ( 300 x 450 ) mm2

2. Balok Anak dengan ukuran b x h : ( 250 x 350 ) mm2

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 10


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

1.7.2. Pelat
Taksiran dimensi awal pelat lantai biasanya dipilih pelat terbesar yang dapat mewakili
seluruh pelat. Tebal pelat harus memenuhi syarat ketebalan pelat minimum sesuai SNI 03-
2847-2013 (Pasal 9.5.3.3).

B3 B5

Panel 3 Panel 4

B4 B6 B4 7.80 m

B3 B5
a4
Panel 1 Panel 2
a2 a3 B2 B2 7.80 m

a1 B1

6.80 m 6.80 m

Dengan ukuran balok :

B1 = B3 = 300 x 400 mm2

B2 = B4 = 300 x 450 mm2

Menghitung nilai 𝛽 dimana :

𝑙𝑦 7800
𝛽= = = 1,1471 ≤ 2, 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑡 2 𝑎𝑟𝑎ℎ
𝑙𝑥 6800

Pada perhitungan awal tebal pelat lantai diasumsikan t = 120 mm

Mencari nilai 𝛼𝑚

 Balok tepi melintang (untuk B2 dan B1)


Dimensi balok yang terbesar adalah 300 x 450
Asumsi tebal pelat 120 mm
Lebar efektif bE = bW + (h - t)
= 300 = (450 – 120) = 630 mm
Atau bE = bW + 4t
= 300 + (4 x 120) = 780 mm
KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 11
LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

63 cm

12 cm

45 cm

30 cm 750 cm 30 cm 750 cm
780 cm 780 cm

b 𝑡 𝑡 𝑡 2 b 𝑡 3
1 + ( 𝐸 − 1) ( ) [4 − 6 ( ) + 4 ( ) + ( 𝐸 − 1) ( ) ]
b𝑤 ℎ ℎ ℎ b𝑤 ℎ
K=
b𝐸 𝑡
1 + ( )( )
b𝑤 ℎ

63 12 12 12 2 63 12 3
1 + (30 − 1) ( ) [4 − 6 ( ) + 4 ( ) + (30 − 1) ( ) ]
45 45 45 45
K=
63 12
1 + (30) ( )
45

1 + 0.293 x 2.7053
K= = 1.3868
1 + 1.293

b𝑤 x ℎ3 30 x 453
I𝑏 = K x 12
= 1.3868 x 12
= 315924 𝑐𝑚4

L 780
x 𝑡3 x 123
I𝑠 = 2 = 2 = 56160 𝑐𝑚4
12 12

𝐸𝑐𝑏 x 𝐼𝑏 315924
𝛼𝑚 = = = 5.6254188
𝐸𝑐𝑏 x 𝐼𝑠 56160
𝐼𝑏
karena Ecb = Ecs maka 𝛼𝑚 = 𝐼𝑠

Tabel 𝛼 tiap balok:

Simbol Balok Nilai α


α1 6.452686287
α2 3.322762807
α3 3.811404396
α4 5.625418814

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 12


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

∑ 𝛼𝑖
𝛼𝑚 = = 4.803068076
𝑛

Berdasarkan SNI 03 – 2847 – 2013 (Pasal 9.5.3.3) untuk 𝛼𝑚 > 2,0 , maka tebal
minimum pelat harus memenuhi rumus berikut :

𝑓𝑦
𝐿𝑛 (0,8 + 1400)
ℎ= ≥ 90 𝑚𝑚
36 + 9𝛽

dengan :

𝐿𝑛 = 7800 – 300/2 – 300/2 = 7500

𝑓𝑦 = 400 Mpa

7500
𝛽= = 1,1538
6500

400
6500 x (0,8 + 1400)
ℎ𝑚𝑖𝑛 = = 152,1454 mm ≥ 90 mm (oke)
36 + 9 x 1,1538

Maka digunakan tebal pelat 120 mm.

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 13


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

1.7.3. Kolom
Perencanaan awal dimensi kolom bersifat pendekatan saja, dengan hanya
memperhitungkan beban aksial saja. Beban yang digunakan adalah beban mati dan
beban hidup pada bagian luasan yang membebani kolom yang bersangkutan.

3.4 m 3.4 m

5.7 m

2.85 m

3.9 m

7.8 m

6.8 m 6.8 m

Beban yang dipikul :

 Berat volume beton bertulang = 2400 kg/m3


 Berat beban hidup untuk gedung (Ruang Meeting) = 400 kg/m3
 Berat beban hidup untuk gedung (Perhotelan) = 250 kg/m3
 Beban hidup untuk plat atap = 100 kg/m2
 Berat volume air = 1000 kg/m3
 Berat plafond + ducting = 20 kg/m2
 Berat Finishing plat atap = 63 kg/m2

A. Kolom pada lantai 07 (Direncanakan dimensi 40 x 40 cm2 )


Beban hidup (LL) :
- Beban hidup plat atap : 6,8 . 7,8 . 100 = 5304 kg
- Beban air pada lantai atap (1 cm) : 6,8 . 7,8 . 0,01 . 1000 = 530,4 kg
= 5834,4 kg
Beban mati (DL) :
- Beban kolom lantai 07 : 0,4 . 0,4 . 3,4 .2400 = 1305,6 kg
- Beban plat atap : 0,12 . 6,8 . 7,8 . 2400 = 15275.52 kg
- Berat balok atap
- Arah x (Memanjang) : 0,45 . (6,80 – 0,30) . 2400 = 2106 kg

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 14


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

- Arah y (Melintang) : 0,3 . 0,45 . 7,8 . 2400 = 2527,2 kg


- Berat finishing atap : 6,8 . 7,8 . 63 = 3341,52 kg
- Berat plafond + ducting : 6,8 . 7,8 . 20 = 1060,8 kg
= 25616,64 kg

Menurut SNI 03-2847-2013 hal 65 pasal 9.2.1, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (D)
dan beban hidup (L) paling tidak harus sama dengan :
U = 1,2 D + 1,6 L sehingga :
= 1,2 . 25616,64 + 1,6 . 5834,4 = 40075,008 kg
Pu = U . 9,81
= 40075,008 . 9.81 = 393135,828 N
Menurut SNI-03-2847-2013 hal 75, kuat tekan rencana komponen struktur tidak boleh lebih
besar dari :
Pnmax = 0,85 .  . (0,85 . fc’ . (Ag – Ast) + fy . Ast)
dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,8 untuk aksial lentur komponen struktur dengan tulangan
sengkang biasa,
fc’ = Kuat tekan beton yang disyaratkan = 25 MPa
fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan = 400 MPa
Ag = Luas bruto penampang = 400 x 400 = 160000 mm2
t = Rasio penulangan kolom (0,01 – 0,03), diambil t = 0,02
Ast = Luas tulangan total = t x Ag = 0,02 x 160000 = 3200 mm2

Sehingga :
Pnmax = 0,85 . 0,8 . (0,85 . 25 . (160000 – 3200) + 400 . 3200)
= 3136160,0 N
Syarat :
Pnmax > Pu
3136160,0 N > 393135,828 N ( oke !! )
B. Kolom pada lantai 06 (Direncanakan dimensi 50 x 50 cm2)
Beban hidup (LL) :
- Beban hidup plat atap : 6,8 . 7,8 . 100 = 5304 kg
- Beban hidup : 2 . 6,8 . 7,8 . 300 = 15912 kg
- Beban air pada lantai atap (1 cm) : 6,8 . 7,8 . 0,01 . 1000 = 530,4 kg
= 21746,4 kg

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 15


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

Beban mati (DL) :


- Beban kolom lantai 06 + 07 : 0,5 . 0,5 . 3,4 .2400 + 1305,6 = 3345,6 kg
- Beban plat atap : 0,12 . 6,8 . 7,8 . 2400 = 15275.52 kg
- Berat balok (lantai 06 +atap)
- Arah x (Memanjang) : 2 (0,3 . 0,45 . (6,8 – 0,3) + 2400) = 4212 kg
- Arah y (Melintang) : 2 (0,3 . 0,45 . 7,8 . 2400) = 5054,4 kg
- Berat finishing atap : 6,8 . 7,8 . 63 = 3341,52 kg
- Berat plafond + ducting (lt 06+atap) : 2 . (6,8 . 7,8) . 20 = 212,6 kg
- Berat dinding lt atasnya : 0,2 . (3,4 – 0,45) . (6,8 – 0,45) . 300 = 1132,8 kg
: 0,2 . (3,4 – 0,45) . (7,8 – 0,45) . 300 = 1309,8 kg
= 33671,64 kg

Menurut SNI 03-2847-2013 hal 65 pasal 9.2.1, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (D)
dan beban hidup (L) paling tidak harus sama dengan :
U = 1,2 D + 1,6 L sehingga :
= 1,2 . 33671,64 + 1,6 . 21746,4 = 75200,208 kg
Pu = U . 9,81
= 75200,208 . 9.81 = 737714,0404 N

Menurut SNI-03-2847-2013 hal 75, kuat tekan rancang komponen struktur tidak boleh lebih
besar dari :

Pnmax = 0,85 .  . (0,85 . fc’ . (Ag – Ast) + fy . Ast)

dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,8 untuk aksial lentur komponen struktur dengan tulangan
sengkang biasa,
fc’ = Kuat tekan beton yang disyaratkan = 25 MPa
fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan = 400 MPa
Ag = Luas bruto penampang = 400 x 400 = 160000 mm2
t = Rasio penulangan kolom (0,01 – 0,03), diambil t = 0,02
Ast = Luas tulangan total = t x Ag = 0,02 x 160000 = 3200 mm2

Sehingga :

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 16


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

Pnmax = 0,85 . 0,8 . (0,85 . 25 . (160000 – 3200) + 400 .3200)


= 3136160,0 N
Syarat :

Pnmax > Pu

3136160,0 N > 737714,0404 N ( oke !! )

C. Kolom 05 (Direncanakan dimensi 60 x 60 cm2)


Beban hidup (LL) :
- Beban hidup plat atap : 6,8 . 7,8 . 100 = 5304 kg
- Beban hidup : 3 . (6,8 . 7,8 . 300) = 47736 kg
- Beban air pada lantai atap (1 cm) : 6,8 . 7,8 . 0,01 . 1000 = 530,4 kg
= 53570,4 kg
Catatan : untuk lantai 05 (memikul beban lt 05+06+atap) koef. Reduksi muatan hidup
sebesar = 0,9 sehingga beban hidup total (LL) = 0,9 . 53570,4 = 48213,36 kgvr

Beban mati (DL) :


- Beban kolom lantai 05 + 06 : 0,6 . 0,6 . 3,4 .2400 + 3345,6 = 6283,2 kg
- Beban plat atap : 0,12 . 6,8 . 7,8 . 2400 = 15275.52 kg
- Berat balok (lantai 06 +05+atap)
- Arah x (Memanjang) : 3 . (0,3 . 0,45 . (6,8 – 0,3) . 2400) = 6318 kg
- Arah y (Melintang) : 3 . (0,3 . 0,45 . 7,8 . 2400) = 7581,6 kg
- Berat finishing atap : 6,8 . 7,8 . 63 = 3341,52 kg
- Berat plafond + ducting
(lt 06+05+atap) : 3 . 6,8 . 7,8 . 20 = 3182,4 kg
- Berat dinding lt atasnya : 0,2 . (3,4 – 0,45) . (6,8 – 0,4) . 300 + 1132,8 = 2265,6 kg
: 0,2 . (3,4 – 0,45) . (7,8 – 0,4) . 300 + 1309,8 = 2619,6 kg
= 46867,44kg

Menurut SNI 03-2847-2013 hal 65 pasal 9.2.1, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (D)
dan beban hidup (L) paling tidak harus sama dengan :
U = 1,2 D + 1,6 L sehingga :
= 1,2. 46867,44+ 1,6 . 48213,36 = 133381,776 kg`
Pu = U . 9,81
= 133381,776 . 9.81 = 1308475,2225 N

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 17


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

Menurut SNI-03-2847-2013 hal 75, kuat tekan rancang komponen struktur tidak boleh lebih
besar dari :

Pnmax = 0,85 .  . (0,85 . fc’ . (Ag – Ast) + fy . Ast)

dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,8 untuk aksial lentur komponen struktur dengan tulangan
sengkang biasa,
fc’ = Kuat tekan beton yang disyaratkan = 25 MPa
fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan = 400 MPa
Ag = Luas bruto penampang = 400 . 400 = 160000 mm2
t = Rasio penulangan kolom (0,01 – 0,03), diambil t = 0,02
Ast = Luas tulangan total = t . Ag = 0,02 . 160000 = 3200 mm2

Sehingga :
Pnmax = 0,85 . 0,8 . (0,85 . 25 . (160000 – 3200) + 400 . 3200)
= 3136160 N
Syarat :
Pnmax > Pu
3136160 N > 1308475,2225 N ( oke !! )
D. Kolom pada lantai 04 (Direncanakan dimensi 70 x 70 cm2)
Beban hidup (LL) :
- Beban hidup plat atap : 6,8 . 7,8 . 100 = 5304 kg
- Beban hidup : 4 . (6,8 . 7,8 . 300) = 63648 kg
- Beban air pada lantai atap (1 cm) : 6,8 . 7,8 . 0,01 . 1000 = 530,4 kg
= 69482,4 kg
Catatan : untuk lantai 04 (memikul beban lt 04+05+06+atap) koef. Reduksi muatan hidup sebesar
= 0,9 sehingga beban hidup total (LL) = 0,9 . 69482,4 = 62534,16 kg

Beban mati (DL) :


- Beban kolom lantai 04 + 05 : 0,7 . 0,7 . 3,4 .2400 + 6283,2 = 10281,6 kg
- Beban plat atap : 0,12 . 6,8 . 7,8 . 2400 = 15275,52 kg
- Berat balok (lantai 06 +05+04+atap)
- Arah x (Memanjang) : 4 . (0,3 . 0,45 . (6,8 – 0,3) . 2400) = 8424 kg
- Arah y (Melintang) : 4 . (0,3 . 0,45 . 7,8 . 2400) = 10108,8 kg
KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 18
LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

- Berat finishing atap : 6,8 . 7,8 . 63 = 3341,5 kg


- Berat plafond + ducting
(lt 06+05+04+atap) : 4 . 6,8 . 7,8 . 20 = 4243,2 kg
- Berat dinding lt atasnya : 0,2 . (3,4 – 0,45) . (6,8 – 0,4) . 300 + 2265,6 = 3394,4 kg
: 0,2 . (3,4 – 0,45) . (7,8 – 0,4) . 300 + 2619,6 = 3929,4 kg
= 58997,62 kg

Menurut SNI 03-2847-2013 hal 65 pasal 9.2.1, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (D) dan beban
hidup (L) paling tidak harus sama dengan :

U = 1,2 D + 1,6 L sehingga :

= 1,2 . 58997,62 + 1,6 . 62534,16 = 168071,4048 kg

Pu = U . 9,81

= 168071,4048 . 9.81 = 1648780,48 N

Menurut SNI-03-2847-2013 hal 75, kuat tekan rancang komponen struktur tidak boleh lebih besar

dari :

Pnmax = 0,85 .  . (0,85 . fc’ . (Ag – Ast) + fy . Ast)

dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,8 untuk aksial lentur komponen struktur dengan tulangan sengkang
biasa,
fc’ = Kuat tekan beton yang disyaratkan = 25 MPa
fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan = 400 MPa
Ag = Luas bruto penampang = 400 . 400 = 160000 mm2
t = Rasio penulangan kolom (0,01 – 0,03), diambil t = 0,02
Ast = Luas tulangan total = t . Ag = 0,02 . 160000 = 3200 mm2

Sehingga :

Pnmax = 0,85 . 0,8 . (0,85 . 25 . (160000 – 3200) + 400 . 3200)


= 3136160 N
Syarat :

Pnmax > Pu
3136160 N > 1648780,48 N ( oke !! )

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 19


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

E. Kolom pada lantai 03 (Direncanakan dimensi 75 x 75 cm2)


Beban hidup (LL) :
- Beban hidup plat atap : 6,8 . 7,8 . 100 = 5304 kg
- Beban hidup : 5 . (6,8 . 7,8 . 300) + 12,5 . 1000 = 76148 kg
- Beban air pada lantai atap (1 cm) : 6,8 . 7,8 . 0,01 . 1000 = 530,4 kg
= 81982,4 kg
Catatan : untuk lantai 03 (memikul beban lt 03+04+05+06+atap) koef. Reduksi muatan hidup
sebesar = 0,9 sehingga beban hidup total (LL) = 0,9 . 81982,4 = 73784,16 kg

Beban mati (DL) :


- Beban kolom lantai 03 + 04 : 0,75 . 0,75 . 3,4 .2400 + 10281,6 = 14871,6 kg
- Beban plat atap : 0,12 . 6,8 . 7,8 . 2400 = 15275,52 kg
- Berat balok (lantai 06 +05+04+03+atap)
- Arah x (Memanjang) : 5 . (0,3 . 0,45 . (6,8 – 0,3) . 2400) = 10530 kg
- Arah y (Melintang) : 5 . (0,3 . 0,45 . 7,8 . 2400) = 12636 kg
- Berat finishing atap : 6,8 . 7,8 . 63 = 3341,52 kg
- Berat plafond + ducting
(lt 06+05+04+03+atap) : 5 . 6,8 . 7,8 . 20 = 5304 kg
- Berat dinding lt atasnya : 0,2 . (5 – 0,45) . (5 – 0,4) . 300 + 3394,4 = 4650,2 kg
: 0,2. (5 – 0,45) .(7,8 – 0,4) . 300 + 3929,4 = 5867,7 kg
= 72476,54 kg

Menurut SNI 03-2847-2013 hal 65 pasal 9.2.1, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (D) dan beban
hidup (L) paling tidak harus sama dengan :

U = 1,2 D + 1,6 L sehingga :

= 1,2 . 72476,54 + 1,6 . 73784,16 = 205026,504 kg

Pu = U . 9,81

= 205026,504 . 9.81 = 2011310,0042 N

Menurut SNI-03-2847-2013 hal 75, kuat tekan rancang komponen struktur tidak boleh lebih besar

dari :

Pnmax = 0,85 .  . (0,85 . fc’ . (Ag – Ast) + fy . Ast)

dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,8 untuk aksial lentur komponen struktur dengan tulangan sengkang
biasa,
fc’ = Kuat tekan beton yang disyaratkan = 25 MPa

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 20


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan = 400 MPa


Ag = Luas bruto penampang = 400 . 400 = 160000 mm2

t = Rasio penulangan kolom (0,01 – 0,03), diambil t = 0,02

Ast = Luas tulangan total = t. Ag = 0,02 . 160000 = 3200 mm2

Sehingga :

Pnmax = 0,85 . 0,8 . (0,85 . 25 . (160000 – 3200) + 400 . 32000)


= 3136160 N
Syarat :

Pnmax > Pu
3136160,0 > 2011310,0042 ( oke !! )

F. Kolom pada lantai 02 (Direncanakan dimensi 80 x 80 cm2)


Beban hidup (LL) :
- Beban hidup plat atap : 6,8 . 7,8 . 100 = 5304 kg
- Beban hidup lantai : 6 . (6,8 . 7,8 . 300) + 12,5 . 1000 . 2 = 120472 kg
- Beban air pada lantai atap (1 cm) : 6,8 . 7,8 . 0,01 . 1000 = 530,4 kg
= 126306,4 kg
Catatan : untuk lantai 02 koef. Reduksi muatan hidup sebesar = 0,9 sehingga beban hidup total
(LL) = 0,9 . 126306,4 = 113675,76 kg

Beban mati (DL) :


- Beban kolom lantai 02 + 03 : 0,8 . 0,8 . 5 .2400 + 15504 = 23184 kg
- Beban plat atap : 0,12 . 6,8 . 7,8 . 2400 = 15275,52 kg
- Berat balok (lantai 06 +05+04+03+02+atap)
- Arah x (Memanjang) : 6 . (0,3 . 0,45 . (6,8 – 0,3) . 2400) = 12636 kg
- Arah y (Melintang) : 6 . (0,3 . 0,45 . 7,8 . 2400) = 15163,2 kg
- Berat finishing atap : 6,8 . 7,8 . 63 = 3341,52 kg
- Berat plafond + ducting
(lt 06+05+04+03+02+atap) : 6 . 6,8 . 7,8 . 20 = 6364,8 kg
- Berat dinding lt atasnya : 0,2 . (5 – 0,45) . (6,8 – 0,4) . 300 + 4650,2 = 6397,4 kg
: 0,2. (5 – 0,45) . (7,8 – 0,4) . 300 + 5867,7 = 7887,9 kg
= 90250,34 kg

Menurut SNI 03-2847-2013 hal 65 pasal 9.2.1, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (D) dan beban
hidup (L) paling tidak harus sama dengan :

U = 1,2 D + 1,6 L sehingga :

= 1,2 . 90250,34 + 1,6 . 113675,76 = 290181,624 kg

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 21


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

Pu = U . 9,81

= 290181,624 . 9.81 = 2846681,7314 N

Menurut SNI-03-2847-2013 hal 75, kuat tekan rancang komponen struktur tidak boleh lebih besar

dari :

Pnmax = 0,85 .  . (0,85 . fc’ . (Ag – Ast) + fy . Ast)

dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,8 untuk aksial lentur komponen struktur dengan tulangan sengkang
biasa,
fc’ = Kuat tekan beton yang disyaratkan = 25 MPa
fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan = 400 MPa
Ag = Luas bruto penampang = 400 . 400 = 160000 mm2
t = Rasio penulangan kolom (0,01 – 0,03), diambil t = 0,02
Ast = Luas tulangan total = t. Ag = 0,02 . 160000 = 3200 mm2
Sehingga :

Pnmax = 0,85 . 0,8 . (0,85 . 25 . (160000 – 3200) + 400 . 3200)


= 3136160 N
Syarat :

Pnmax > Pu
3136160 N > 2846681,7314 N ( oke !! )

G. Kolom pada lantai 01 (Direncanakan dimensi 90 x 90 cm2)


Beban hidup (LL) :
- Beban hidup plat atap : 6,8 . 7,8 . 100 = 5304 kg
- Beban hidup lantai : 7 . (6,8 . 7,8 . 300) + 12,5 . 1000 . 2 = 136384 kg
- Beban air pada lantai atap (1 cm) : 6,8 . 7,8 . 0,01 . 1000 = 530,4 kg
= 142218,4 kg
Catatan : untuk lantai 01 koef. Reduksi muatan hidup sebesar = 0,9 sehingga beban hidup
total (LL) = 0,9 . 142218,4 = 127996,56 kg

Beban mati (DL) :


- Beban kolom 01+02 : 0,9 . 0,9 . 6 .2400 + 25224 = 36888 kg
- Beban plat atap : 0,12 . 6,8 . 7,8 . 2400 = 15275,52 kg
- Berat balok (lt 06+05+04+03+02+01+atap)
KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 22
LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

- Arah x (Memanjang) : 7 . (0,3 . 0,45 . (6,8 – 0,3) . 2400) = 12636 kg


- Arah y (Melintang) : 7 . (0,3 . 0,45 . 7,8 . 2400) = 15163 kg
- Berat finishing atap : 6,8 . 7,8 . 63 = 3341,52 kg
- Berat plafond + ducting
(lt 06+05+04+03+02+01+atap) : 7 . 6,8 . 7,8 . 20 = 7425,6 kg
- Berat dinding lt atasnya : 0,2 . (6 – 0,45) .(6,8 – 0,4) . 300 + 6397,4) = 8528,6 kg
: 0,2. (6 – 0,45) .(7,8 – 0,4) . 300 +7887,9) = 10352,1 kg
= 109610,34kg

Menurut SNI 03-2847-2013 hal 65 pasal 9.2.1, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (D)
dan beban hidup (L) paling tidak harus sama dengan :
U = 1,2 D + 1,6 L sehingga :
= 1,2 . 109610,34 + 1,6 . 127996,56 = 336326,904 kg
Pu = U . 9,81
= 336326,904 . 9.81 = 3026942,136 N

Menurut SNI-03-2847-2013 hal 75, kuat tekan rancang komponen struktur tidak boleh lebih
besar
dari :

Pnmax = 0,85 .  . (0,85 . fc’ . (Ag – Ast) + fy . Ast)

dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,8 untuk aksial lentur komponen struktur dengan tulangan
sengkang biasa,
fc’ = Kuat tekan beton yang disyaratkan = 25 MPa
fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan = 400 MPa
Ag = Luas bruto penampang = 400 x 400 = 160000 mm2
t = Rasio penulangan kolom (0,01 – 0,03), diambil t = 0,02
Ast = Luas tulangan total = t. Ag = 0,02 x 160000 = 3200 mm2

Sehingga :
Pnmax = 0,85 . 0,8 . (0,85 . 25 . (160000 – 3200) + 400 . 3200)
= 3136160 N

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 23


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

Syarat :
Pnmax > Pu
3136160 N > 3026942,136 N ( oke !! )

Tabel 1.2 Rekapitulasi Dimensi Kolom

Pu Ag √𝐴𝑔 Dimensi Kolom


Lantai
2
(N) ( mm ) ( mm ) ( mm2 )

K7 393.135,8280 160000 400 400 x 400

K6 737.714,0404 160000 400 500 x 500

K5 1.308.475,2225 160000 400 600 x 600

K4 1.648.780,4800 160000 400 700 x 700

K3 2.011.310,0042 160000 400 750 x 750

K2 2.846.681,7314 160000 400 800 x 800

K1 3.026.942,1360 160000 400 900 x 900

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 24


LAPORAN ANALISA STRUKTUR BANGUNAN

KELOMPOK IV | LAPORAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERHOTELAN 25