Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa seperti yang diamanatkan

dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang selanjutnya diatur dalam Undang-Undang

Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di dalam

Undang-Undang tersebut dikatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan

terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dalam rangka

mencapai tujuan tersebut, maka pemerintah menyelenggarakan pendidikan melalui

sekolah-sekolah formal maupun non formal.

Kurikulum pada dasarnya merupakan suatu perencanaan menyeluruh yang ada

disediakan untuk memberikan kesempatan secara luas bagi peserta didik untuk

belajar. Kurikulum 2013 mengamanatkan tujuan pembelajaran adalah penguasaan

kompetensi peserta didik yang meliputi kompetensi spiritual, sosial, kognitif

(pengetahuan), dan psikomotor (keterampilan). Tujuan pembelajaran inilah yang

menjadi acuan guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Dengan kurikulum

1
itu pada gilirannya tersedia kesempatan dan kemunngkinan terselenggarannya proses

belajar dan mengajar. Dengan kata lain semua proses belajar mengajar atau

pengajaran, atau pembelajaran senantiasa berpedoman pada kurikulum tertentu sesuai

dengan tuntunan lembaga pendidikan sekolah dan kebutuhan masyarakat serta faktor–

faktor lainnya.

Tingkat keberhasilan suatu proses pendidikan dalam suatu sekolah juga sangat

dipengaruhi oleh tenaga pendidikan yang profesional, mengacu pada Undang–

Undang Sistem Pendidikan pasal 42 ayat (1) bahwa “ pendidikan harus memiliki

kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar,

sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemammpuan untuk mewujudkan tujuan

pendidikan nasional”

Matematika sebagai salah satu ilmu eksak dan identik dengan perhitungan.

Perhitungan merupakan ilmu pasti menuntut pemahaman yang sangat jelas karena

ilmu ini tidak dapat berubah – ubah tidak seperti ilmu yang lain seperti halnya ilmu

sosial memilik peluang untuk berubah. Oleh karena itu seorang guru matematika

harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga tidak ada seorang

pun yang merasa tertekan mengikuti pelajaran matematika.

Matematika yakni pelajaran pokok yang selalu ada jenjang pendidikan terhitung

dari TK, SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi, karena dengan pelajaran

matematika peserta didik dilatih berpikir kritis, logis, dan sistematis. Dengan

demikian peserta didik diharapkan untuk dapat mengembangkan kemampuan

intelktualnya. Salah satu ciri kusus matematika diantaranya adalah sifatnya yang

2
menekankan pada proses deduktif yang memerlukan pemahaman logis dan

aksiomatik.1

Proses belajar matematika tidak selamanya berjalan efektif, karena masih ada

beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika

khususnya pada materi lingkaran. Kesulitan belajar matematika terutama disebabkan

oleh sifat khusus dari matematika yang memiliki objek abstrak. Sifat inilah yang

perlu disadari dan dicari jalan keluar sehingga peserta didik dapat mempelajari

matematika dengan mudah dan menyenangkan. Proses belajar mengajar dapat

diartikan sebagai suatu rangkaian interaksi antara peserta didik dan guru dalam

rangka mencapai tujuanya.2

Tenaga pendidik pada saat ini sudah banyak menggunakan beberapa metode yang

di anjurkan dalam kurikulum 2013. Hal ini, bertujuan untuk lebih meningkatkan hasil

belajar yang terjadi di kelas VIII SMP Bani Usman Manunggal. Oleh sebab itu,

diperlukan adanya metode dan strategi pembelajaran baru untuk membuat peserta

didik menjadi lebih fokus sehingga mampu meningkatkan hasil belajar serta

pemahaman dan daya ingat terhadap materi lingkaran.

Belajar matematika bagi para peserta didik merupakan pembentukan pola pikir

dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan

diantara pengertian–pengertian itu. Di SMP Bani Usman Manunggal ini, hasil belajar

1
Asep Jihad.2008.pengembangan kurikulum matematika. Yogyakarta : Multi Pressindo.h.156
2
Makmun Abin symsudin. Psikologi kependidikan.bandung :REMAJA ROSDAKARYA.2007.h.156

3
peserta didik pada materi lingkaran di kelas VIII masih rendah. Hal ini jauh dari hasil

pencapaian KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan di SMP Bani

Usman Manunggal Tangerang yaitu 70. Faktor penyebab rendahnya hasil belajar

matematika pada materi lingkaran pada peserta didik diantaranya Ada beberapa hal

yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik, yaitu diantaranya : besarnya usaha,

intelegensi peserta didik, dan kesempatan yang diberikan kepada anak, sehingga

rendahnya aktivitas (keterlibatan) peserta didik dalam kegiatan belajar, hal ini dapat

ditunjukkan dengan sikap malu atau tidak berani menjawab serta tidak mau bertanya

meskipun dia masih belum memahami, kurangnya minat peserta didik dalam

mengerjakan soal–soal yang ditugaskan guru, dikarenakan peserta didik tidak

ketertarikanya untuk mengerjakan soal, menurunya hasil belajar dan tidak memahami

apa yang dikerjakan, hal ini dapat dilihat dari peserta didik yang belum memahami

soal–soal yang di tanyakan, cenderung sibuk sendiri dalam mengerjakan soal.

Sehingga interaksi dengan teman sebangku atau temean sekelas tidak terjalin dengan

baik, terkadang peserta didik lebih mengerti untuk mengerjakan soal ketika temenya

yang menjelaskannya langsung dari pada guru yang menjelaskan materi tersebut,

sehubungan dengan itu maka penulis mempunyai beberapa alasan untuk terus

mencari cara atau solusi yang baik dan benar dalam mengajarkan pelajaran

matematika pada materi lingkaran ini. Selanjutnya penulis mencoba untuk mengubah

sikap peserta didik yang pasif menjadi pelajar yang aktif. Yang biasanya peserta didik

hanya menunggu perintah guru harus diupayakan mempunyai kreativitas sendiri

dalam menambah informasi yang dibutuhkan misalnya dari internet atau E-book.

4
Peserta didik mencapai hasil belajar maksimal jika rancangan pembelajaran yang

disusun oleh guru akan menuntut peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar.

Rancangan pembelajaran perlu dibimbing oleh guru untuk memfasilitasi kegiatan

belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga peserta didik

dapat terdorong untuk berpikir secara kritis dan rasa ingin tahu. Dengan demikian,

tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran akan tercapai. Oleh

karena itu, guru harus menentukan model pembelajaran yang tepat, salah satunya

dengan pembelajaran metode Student Teams Archievement Division. .

Student Teams Archievement Division (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran

kooperatif yang menempatkan peserta didik dalam kelompok-kelompok belajar yang

beranggotakan 4 sampai 5 orang peserta didik yang memiliki kemampuan, jenis

kelamin dan suku ras yang berbeda. Guru menyajikan materi dan peserta didik

bekerja kelompok mereka masing-masing. Tugas yang diberikan dikerjakan secara

bersama-sama dengan anggota kelompoknya. Apabila ada dari anggota kelompok

yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok yang

lainnya bertanggung jawab untuk memberikan jawaban atau menjelaskannya,

sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.

Berdasarkan uraian tentang upaya meningkatkan hasil belajar matematika pada

materi lingkaran melalui metode Student Teams Archievement Division. penulis

berharap metode tersebut sangat cocok digunakan di kelas VIII SMP Bani Usman

Manunggal Tangerang dimana peserta didik dari hasil belajar yang rendah, sehingga

5
diharapkan dapat memahami bahan pelajaran yang diajarkan dan dapat meningkatkan

hasil belajar matematika pada materi lingkaran serta memupuk keberanian peserta

didik dalam menyampaikan gagasan serta pendapat dalam memecahkan suatu

masalah.

Berdasarkan masalah tersebut, penulis berusaha mengadakan penelitian

pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Student Teams

Archievement Division. Untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa

kelas VIII SMP Bani Usman Manunggal Tangerang dengan judul “Upaya

meningkatkan hasil belajar matematika metode student teams achievement division

(Penelitian Tindakan Kelas pada siswa VIII SMP Bani Usman Manunggal Tangerang

Tahun Pelajaran 2018/2019)

B. Identifikasi Masalah

Pada dasarnya permasalahan yang muncul di kelas VIII SMP Bani Usman

Manunggal Tangerang di antaranya sebagai berikut:

1. Apakah dengan metode ceramah dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar

matematika pada materi lingkaran ?

2. Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi

lingkaran dengan metode Student Teams Archievement Division.?

3. Apakah metode Student Teams Archievement Division dapat meningkatkan

hasil belajar matematika pada materi lingkaran?

6
4. Apakah dengan metode Student Teams Archievement Division dapat

meningkatkan besarnya usaha dan kesempatan yang diberikan kepada anak

sehingga bisa meningkatnya intelegensi peserta didik ?

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang dikemukakan di atas, maka peneliti

hanya membatasi masalah di kelas VIII dalam meningkatkan hasil belajar

matematika pada materi lingkaran dengan metode Student Teams Archievement

Division di SMP Bani Usman Manunggal Tangerang.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas, maka

peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: “Bagaimana meningkatkan hasil

belajar matematika pada materi lingkaran dengan Metode Student Teams

Archievement Division ?”.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini di harapkan memberikan manfaat kepada banyak pihak antara lain

peserta didik, guru dan sekolah juga peneliti berikutnya. Manfaat tersebut

diantaranya:

7
1. Bagi Peserta didik

a) Sebagai subyek yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika di

kelas VIII pada materi lingkaran melalui Metode Student Teams

Archievement Division.

b) Meningkatkan minat peserta didik dalam belajar dan mempelajari

matematika.

c) Meningkatkan motivasi peserta didik dan prestasi hasil belajar.

d) Menghilangkan rasa jenuh pada saat pembelajaran berlangsung.

2. Bagi Guru

a) Bisa menjadi tolak ukur dalam usaha mencapai keberhasilan dan

pengajaran peningkatan hasil belajar matematika pada materi lingkaran

dengan metode Student Teams Archievement Division di kelas VIII SMP

Bani Usman Manuggal tangerang.

b) Memperbaiki pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan

kualitas pembelajaran.

c) Upaya meningkatkan profesionalitas guru, dengan melaksanakan

penelitian tindakan kelas sehingga akan mengetahui kelemahan dan

kekurangan dalam hasil pembelajaran matematika.

d) Membantu guru yang lain untuk meningkatkan hasil belajar peserta

didik dengan metode inkuiri dalam kegiatan pembelajaran.

8
3. Bagi Sekolah

a) Upaya meningkatkan hasil belajar dan prestasi peserta didik di sekolah,

di bidang akademik khususnya mata pelajaran matematika.

b) Sarana untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah

9
10