Anda di halaman 1dari 3

Hand out

Mata Pelajaran : Akuntansi Pajak


Kelas/Semester : XII AK 2 / 1
Nama Sekolah : SMKN 1 Depok

A. Kompetensi Dasar
3.16 Menganalisa Berbagai Data yang Terkait PPN dan PPnBM
4.16 Melakukan Perhitungan PPN dan PPnBM

B. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


1. Pengetahuan
3.16.1 Menelaah peraturan tentang PPN dan PPnBM
3.16.2 Menelaah tarif dasar pengenaan PPN & PPnBM
3.16.3 Menganalisis Dasar Pengenaan Pajak (DPP) untuk PPN dan PPnBM
3.16.4 Mengidentifikasi objek PPN dan PPnBM
3.16.5 Menelaah cara perhitungan PPN dan PPnBM

2. Ketrampilan
Menghitung PPN dan PPnBM dari contoh latihan soal (masalah-masalah)

C. Tujuan Pembelajaran :
1. Pengetahuan
Setelah menggali informasi dan berdiskusi, peserta didik dapat :
3.16.1 Menelaah peraturan tentang PPN dan PPnBM dengan benar dan rasa ingin tahu
3.16.2 Menelaah tarif dasar pengenaan PPN & PPnBM dengan benar dan rasa ingin tahu
3.16.3 Menganalisis Dasar Pengenaan Pajak (DPP) untuk PPN dan PPnBM dengan benar dan rasa ingin tahu
3.16.4 Mengidentifikasi objek PPN dan PPnBM dengan benar dan rasa ingin tahu
3.16.5 Menelaah cara perhitungan PPN dan PPnBM dengan benar dan bertanggungjawab

2. Keterampilan
Setelah pembelajaran tentang peraturan PPN, tarif PPN, dasar pengenaan pajak PPN dan objek PPN, peserta didik
dapat Menghitung PPN dan PPnBM dari contoh latihan soal (masalah-masalah) dengan benar, teliti, disiplin, rasa
ingin tahu dan bertanggung jawab.

Petunjuk Siswa
1. Bacalah indikator dan tujuan untuk pedoman belajar
2. Pelajari dengan seksama uraian dan pemecahannya sehingga Anda benar-benar menguasai materi tersebut
3. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memahami, diskusikan dengan teman Anda atau berkonsultasi dengan guru.
4. Kerjakan semua latihan atau tugas-tugas dengan seksama karena kompetensi Anda akan meningkat melalui proses
internal dalam diri Anda.
5. Jujurlah pada diri sendiri karena keberhasilan Anda ditentukan oleh kompetensi yang Anda miliki, bukan nilai yang
diperoleh

RINGKASAN MATERI
Latar Belakang Pemungutan PPnBM
1. PPN berdampak regresif, yaitu semakin tinggi kemampuan konsumen, semakin ringan beban pajak yang dipikul.
Maka konsumen yang mengkonsumsi BKP yang tergolong mewah dikenakan beban pajak tambahan yaitu PPnBM.
2. Konsumsi BKP yang tergolong mewah bersifat kontraproduktif. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi pola
konsumsi tinggi yang tidak produktif dalam masyarakat.
3. Produsen kecil dan tradisional menghadapi saingan berat dari komoditi impor. Dengan motivasi ini, pengenaan
PPnBM dimaksudkan untuk melindungi produsen kecil dan tradisional atau untuk tujuan proteksi
4. Tuntutan peningkatan penerimaan negara dari tahun ke tahun.

Karakteristik PPnBM
1. PPn BM merupakan pungutan tambahan di samping PPN.
2. PPn BM hanya dikenakan satu kali (yaitu ; pada saat impor atau pada saat penyerahan BKP Mewah oleh Pengusaha
Kena Pajak Pabrikan).
3. PPn BM tidak dapat dikreditkan, sehingga diperlakukan sebagai biaya.
4. Dalam hal BKP Mewah diekspor, PPn BM yang dibayar pada saat perolehannya dapat diminta kembali/direstitusi.

Batasan BKP yang tergolong Mewah :


1. Bahwa barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok
2. Pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu
3. Barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi
4. Barang tersebut dikonsumsikan untuk menunjukkan status

Objek pajak penjualan atas barang mewah :


1. Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Barang
Kena Pajak yang Tergolong Mewah tersebut di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.
2. Impor Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah.

Tarif PPnBM
1. Serendah rendahnya 10% dan setinggi tingginya 200%
(Tarif PPnBM paling rendah 10% dan paling tinggi 75%)
2. Atas ekspor BKP yang tergolong mewah dikenakan pajak dengan tarif 0% (Nol Persen)
3. Kelompok tarif PPnBM ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah melalui menteri keuangan.

Dasar Pengenaan Pajak (DPP)


Dasar Pengenaan Pajak adalah dasar yang dipakai untuk menghitung pajak yang terutang, berupa: Jumlah Harga Jual,
Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Harga Jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena
penyerahan Barang Kena Pajak (BKP), tidak termasuk PPN yang dipungut menurut Undang- Undang PPN dan potongan
harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.

Mekanisme Perhitungan :
Cara menghitung Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang terutang adalah dengan mengalikan Tarif Pajak Penjualan
Atas Barang Mewah dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP).
Rumus yang digunakan :

PPnBM Terutang = Tarif PPnBM x Dasar Pengenaan Pajak

Contoh Soal :
1. Harga mobil termasuk Pajak Pertambahan Nilai (10%) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (30%) sebesar Rp
140.000.000,00
jawab : Jumlah pembayaran Rp 140.000.000,-
PPN 10% X Rp140.000.000 Rp 14.000.000,-
PPN-BM 30% X Rp140.000.000 Rp 42.000.000,-
----------------------+
jumlah yang harus dibayar Rp 196.000.000,-

2. Bpk.Dodi seorang importir mengimpor BKP Barang Mewah dengan tarif 20% seharga Rp100.000.000
hitung :
- PPN dan PPN-BM
- jumlah yang di bayar Bpk.Dodi
jawab :
Jumlah pembayaran Rp 200.000.000,-
PPN 10% X Rp 100.000.000 Rp 10.000.000,-
PPN-BM 20% X Rp 100.000.000 Rp 40.000.000,-
----------------------+
jumlah yang harus dibayar Rp 260.000.000,-
LEMBAR KEGIATAN

A. Soal Pilihan Ganda


1. Pajak Pertambahan Nilai yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 7 dengan Dasar Pengenaan Pajak yang meliputi
a. Harga jual, Harga beli, Penggantian, Nilai lain
b. Harga jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor
c. Harga jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, Nilai lain
d. Nilai Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, DPP lain
e. Nilai Jual, Harga beli, Nilai Impor, Nilai Ekspor, DPP lain

2. Pasal 1 angka 18 UU PPN 1984 merumuskan bahwa Harga Jual adalah


a. Nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atau tidak seharusnya diminta oleh penjual karena
penyerahan BKP, tidak termasuk pajak
b. Nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena
penyerahan BKP, tidak termasuk PPN
c. Nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atau tidak seharusnya diminta oleh penjual karena
penyerahan BKP dan JKP, tidak termasuk pajak
d. Nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atau tidak seharusnya diminta oleh penjual karena
penyerahan BKP dan JKP ,tidak termasuk pajak
e. Nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena
penyerahan BKP, termasuk PPN

3. Tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar 0% (nol persen) diterapkan atas:


a. ekspor Barang Kena Pajak Berwujud; ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud; dan ekspor Jasa Kena
Pajak.
b. ekspor Barang Kena Pajak Berwujud; ekspor Jasa Kena Pajak Tidak Berwujud; dan ekspor Jasa Kena
Pajak.
c. ekspor Barang Kena Pajak Berwujud; ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud; dan impor Jasa Kena
Pajak.
d. ekspor Barang Kena Pajak Berwujud; impor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud; dan impor Jasa Kena
Pajak.
e. impor Barang Kena Pajak Berwujud; ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud; dan ekspor Jasa Kena
Pajak.

4. Bpk. Randi seorang importir mengimpor BKP Barang Mewah dengan tarif 20% seharga Rp300.000.000,-
berapa PPN dan PPnBM yang harus dibayar pak randi ?
a. Rp. 30.000.000,- dan Rp. 60.000.000,- d. Rp. 6.000.000,- dan Rp. 3.000.000,-
b. Rp. 60.000.000,- dan Rp. 30.000.000,- e. Rp. 30.000.000,- dan Rp. 59.000.000,-
c. Rp. 3.000.000,- dan Rp. 6.000.000,-

5. Bpk Karno seorang importir mengimpor BKP Barang Mewah dengan tarif 30% seharga Rp300.000.000,- Jadi
jumlah PPN dan PPnBM yang harus dibayar pak Karno adalah
a. Rp. 170.000.000,-
b. Rp. 150.000.000,-
c. Rp. 140.000.000,-
d. Rp. 130.000.000,-
e. Rp. 120.000.000,-

B. Soal Essay
1. Bpk.Andi seorang importir mengimpor BKP Barang Mewah dengan tarif 20% seharga Rp 200.000.000,- hitung :
- PPN dan PPN-BM
- jumlah yang di bayar Bpk.Andi

2. PT. Cahaya membeli BKP Barang Mewah Langsung dari pabrik seharga Rp 500.000.000 tarif barang Mewah 20%
kemudian barang tersebut dijual lagi seharga Rp 750.000.000 di dalam negeri.
hitunglah :
- PPN dan PPN BM
- Jumlah yang dibayar PT Cahaya
- Jumlah Yang dibayar pembeli