Anda di halaman 1dari 2

RESUME PERKULIAHAN TEORI PERENCANAAN

Diajukan Untuk memenuhi Tugas Mata kuliah Teori Perencanaan


DISUSUN OLEH :
IRHAM ADRIANSYAH TOPPO F231 18 090

*. RATIONAL COMPREHENSIVE PLANNING


Perencanaan rasional (Rational Planning) atau sering disebut perencanaan menyeluruh
(Comprehensive Planning) pada dasarnya merupakan suatu kerangka pendekatan atau metode
pembuatan keputusan yang disusun secara teratur dan logis (Banfield dalam Faludi, 1983, hal 139).

Contoh Kasus model rasional komprehensif :Kepala Desa Bone-Bone ingin membuat dan
menetapkan peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).Bukan hanya masyarakat yang ada di tempat
tersebut yang menolak. Tetapi, pihak Kecamatan dan Kabupaten pun tidak merespon niat baik para
penggagas peraturan tersebut. Pihak kecamatan dan kabupaten tidak merespon hal tersebut dengan
asumsi bahwa susah melarang orang merokok dan hal itu melanggar hak asasi. Sedangkan
masyarakat yang menolak peraturan tersebut mempunyai pemikiran bahwa mereka para
penggagas peraturan telah menodai hak asasi mereka, karena merokok adalah kebiasaan mereka
secara turun-temurun.

*.DISJOINTED INCREMENTAL APPROACH


Pendekatan Perencanaan Terpilah atau Disjointed incremental approach muncul sebagai
tanggapan dari ketidakefektifan perencanaan dengan pendekatan rasional menyeluruh

Contoh kasus dari model incremental : kebijakan penyakit sifilis turunan Bali, pengambilan
keputusan incremental akan menjauhkan gagasan kebijakan keras yang mencoba menghapus
keadaan. Jika intervensi ini diterima secara luas oleh aktivis HIV/AIDS, tenaga kesehatan dan
wanita yang mendatangi klinik sebelum melahirkan para pengambil keputusan kemudian mungkin
mengambil langkah tambahan lain dengan melanjutkan kebijakan yang mengalokasikan beberapa
sumber daya tambahan untuk meningkatkan angka ibu hamil yang mendatangi klinik sebelum
melahirkan. Jika aktivis HIV/AIDS mencegah usaha untuk membajak pelayanan mereka‟, atau
tenaga-tenaga kesehatan tidak akan menerima tambahan beban kerja, para pengambil keputusan
akan memeriksa kembali kemungkinan untuk mengambil langkah tambahan lain, seperti
memperpanjang program khusus pemeriksaan sifilis.
*. MIXSCANNING APPROACH
Scanning berarti usaha mencari, mengumpulkan, memproses, menilai, dan menimbang-nimbang
informasi dalam kaitannya dengan menjatuhkan pilihan tertentu.

Contohnya : Saat kita memutuskan untuk pindah kerja ( resign ), pasti kita akan berpikir jauh,
apakah di tempat kerja yang baru nanti akan lebih baik dari yang sekarang, pastinya kita tidak mau
gegabah dengan mengambil keputusan secara cepat, karena dampaknya pasti aka nada penyesalan
jika nantinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka dari itu kita pasti akan memikirkannya
matang-matang dalam membuat keputusan tersebut.

*.ADVOCACY PLANNING

Perencanaan Ini adalah teori perencanaan yang pluralistik dan inklusif di mana perencana
berusaha untuk mewakili kepentingan berbagai kelompok dalam masyarakat.

Lalu bagaimana dengan advokasi yang dilakukan di kampus, advokasi yang ada di kampus
bisa dilakukan dengan cara mengadvokasikan biaya spp yang dikira masih mahal untuk
mahasiswa ataupun adanya ketidakadilan yang dilakukan oleh pihak kampus kepada para
mahasiswa, baik yang dirasakan oleh seluruh mahasiswa maupun sebagian mahasiswa.

*.STRATEGIC PLANNING
Perencanaa strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan dilaksanakan oleh
organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan kesetiap program jangka
panjang selama beberapa tahun kedepan.

Contoh strategic planning yaitu perencanaaan organisasi kemahasiswaan.

Organisasi kemahasiswaan yang dikelola dengan model manajemen yang modern harus dijalankan
sesuai kaidah-kaidah organisasi modern, yaitu : (1) organisasi bertambah besar; (2) pengelolaan
data semakin cepat; (3) penggunaan staf lebih intensif; (4) kecenderungan spesialisasi; (5) adanya
prinsip-prinsip dan azas organisasi; serta (6) unsur organisasi lebih lengkap. Prinsip dan azas
organisasi modern yang dimaksud, yaitu : (1) perumusan tujuan yang jelas; (2) pembagian kerja;
(3) delegasi kekuasaan; (4) rentang kekuasaan; (5) tingkat pengawasan; (6) kesatuan perintah dan
tanggung jawab; serta (7) koordinasi.

Organasiswaan kemahasiswan harus dikelola dengan model manajemen strategis (strategic


management) dengan dua tujuan, yaitu : (1) agar organisasi mahasiswa dapat terus berkembang;
serta (2) agar menjadi sarana pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan
organisasi bagi mahasiswa.