Anda di halaman 1dari 4

INILAH 5 PENYEBAB UTAMA BAU TAK SEDAP PADA VAGINA ANDA

Source : pojoksatu.id

Berbeda dengan beberapa pria yang kadang merasa kurang percaya diri dengan ukuran
penis yang dimiliki. Wanita cenderung merasa sangat resah pada aroma vagina mereka. Beberapa
hasil survey menyatakan bahwa aroma vagina yang kurang sedap kadang membuat wanita sangat
resah. Padahal pada dasarnya tidak ada vagina yang bebas bau. Setiap wanita memiliki aromanya
sendiri dan itu merupakan hal yang wajar atau normal. Bahkan bau atau aroma dari vagina
tersebut dapat berubah di dalam satu siklus mestruasi.

Menurut dr.Vanessa Cullins yang merupakan pakar dalam keluarga berencana di


Amerika, menyatakan bahwa seorang wanita lebih sensitif pada aroma alami yang dimilikinya
dan bukan berarti orang yang ada disekitarnya juga bisa mencium aroma tersebut. Meski setiap
wanita sangat menginginkan aroma vagina yang harum seperti bunga, dr.Cullins menyatakan
bahwa tidak akan bisa vagina kita memiliki aroma seperti bunga. Justru menurut dr.Cullins
vagina yang sehat adalah vagina yang memiliki sedikit aroma. Jadi kalian para wanita sudah
tidak perlu khawatir jika vagina kalian memiliki aroma yang kurang sedap. Jangan takut pula
bila vagina kalian bau setelah melakukan olahraga yang menyebabkan timbulnya keringat.
Karena itu merupakan satu dari beberapa faktor lain yang menyebabkan vagina kalian bau.
Faktor lain penyebab vagina memiliki aroma yang amis adalah infeksi, perubahan hormon, siklus
menstruasi dan perubahan tingkat keasaman vagina.

Jika vagina kalian bau dan disertai dengan gejala lain seperti gatal, nyeri atau keputihan,
hal itu perlu kalian waspadai karena, itu artinya terdapat masalah pada kesehatan daerah
kewanitaan anda. Terdapat beberapa aroma vagina yang harus kalian ketahui dan harus
diwaspadai.

1. Saat vagina kalian berbau amis, itu artinya terdapat bakteri yaitu bakteri vaginosis atau
yang bisa disingkat dengan BV. Dalam kondisi yang normal, vagina di huni oleh bakteri
baik yang tidak menimbulkan penyakit dan berfungsi untuk melindungi vagina dengan
membuat suasana asam.Pada vaginosis bakterialis, jumlah bakteri normal berkurang
sehingga keasaman vagina menurun dan bakteri lain yang memicu penyakit justru
meningkat.Hal inilah yang menyebabkan infeki dan membuat vagina akan mengeluarkan
keputihan abu-abu, berbuih cair dan berbau amis.

Source: http://silviapadasejahtera.blogspot.com

2. Aroma seperti roti yang disebabkan oleh jamur. Wanita yang sehat memiliki jamur dengan
jumlah yang sesuai namun saat jumlah jamur berlebihan di organ vagina maka akan
muncul infeksi yang menyebabkan munculnya cairan vagina seperti keju dan kental.
3. Berbau asam, bau asam kemungkinan besar disebabkan oleh trichomoniasis. Ini
merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa yang mengakibatkan vaginitis.
Biasanya disebabkan karena infeksi menular seksual. Protozoa ini ditularkan melalui
hubungan antara penis. Kadang penyakit ini tidak bergejala namun dapat menular ke
pasangan seksual penderitanya. Vagina akan berbau amis atau busuk yang merupakan
salah satu gejala trikomoniasis.
4. Berbau seperti bawang. Aroma ini disebabkan oleh urine,feses atau dari anus. Namun
setelah 24-48 hari aroma ini dapat hilang dan aroma vagina anda kembali normal.
5. Bau seperti daging busuk. Hal ini disebabkan apabila saat kalian menjalani sebuah operasi
yang menyebabkan tertinggalnya tampon di dalam organ vagina maka akan timbul bau
seperti daging busuk. Jika hal ini terjadi segeralah periksakan diri anda kedokter.

Agar terhindar dari penyakit yang dapat diketahui dari bau vagina dan timbulnya rasa gatal
maka kita selaku wanita wajib menyayangi organ reproduksi kita. Berikut merupakan cara untuk
menyayangi daerah kewanitaan kita:
1. Selalu menjaga kebersihan Miss V. Caranya adalah selalu mengganti celana dalam
minimal dua kali sehari, perhatikan penggunaan pembalut, hindari penggunaan
pembalut seharian penuh tanpa pernah menggantinya. Selain itu setelah BAB atau BAK
hindarilah menyeka dari belakang ke depan agar bakteri tidak masuk ke dalam vagina.
Ingat untuk menyeka dari depan ke belakang. Cara ini juga ampuh untuk mengurangi
risiko infeksi saluran kemih.
2. Perhatikan kelembapan Miss V. Guanakanlah pakaian dalam yang nyaman dan
berbahan katun. Hindari menggunalan celana yang terlalu ketat yang dapat
meningkatkan kelembapan dan memicu infeksi dan tempat berkumpulnya bakteri.

Source: www.popbela.com
3. Berhati-hatilah jika ingin menggunakan pembersih wanita dengan beragam wewangian.
Meskipun beberapa wanita menyatakan bahwa lebih percaya diri setelah
menggunakannya namun perlu diketahui bahwa penggunaan pembersih vagina memili
risiko melemahkan bakteri baik yang ada dalam vagina sehingga memudahkan infeksi
jamur, parasite dan bakteri penyebab penyakit pada vagina lebih mudah terjadi.
Sebaiknya lakukan konsultasi jika mengenai manfaat dan risiko pemakaian cairan
pembersih vagina.

Selain beberapa hal diatas anda juga harus menghindari seks berisiko guna menjaga
kesehatan dan kebersihan daerah kewanitaan. Hal ini karena vagina merupakan organ yang
sangat penting bagi wanita dan perlu dijaga kebersihannya. Cegah vagina bau dengan
menghindari beberapa hal yang dapat memicunya dan jika vagina kalian bau dengan beberapa
gejala seperti gatal, keputihan berlendir dengan jumlah yang banyak, jangan malu atau enggan
untuk berkonsultasi dengan dokter. Jangan anggap sepele vagina bau karena mendiamkannya
tanpa ditangani justru bisa membahayakan kesehatan organ kewanitaan anda.