Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN

Bidang Keperawatan

Ketua Tim : Melinda


NPM : 1714201110077

Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2019/2020
BAB 1
LATAR BELAKANG

1.1 Pendahuluan
1.2 Tujuan
Untuk memberikan pengetahuan tentang HIV/AIDS

1.3 Sasaran
Remaja dan Mahasiswa/i prodi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin

1.4 Waktu Dan Tempat Kegiatan


Tempat : Aula Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Hari/Tanggal : Selasa/14 Mei 2019
Waktu : 09.00-09.30 WITA

1.5 Jadwal kegiatan


NO WAKTU KEGIATAN
1 09.00-09.05 PEMBUKAAN
-Salam Pembuka
-Penyampaian Tujuan
2 09.05-09.20 PENYAMPAIAN MATERI
-Menyampaikan garis besar materi
“Perawatan Rehabilitasi Napza”

3 09.20-09.25 DISKUSI
-Tanya jawab
4 09.25-09.30 PENUTUP
-Kesimpulan
-Salam
BAB 2
TEMA SAP

Bidang : Keperawatan
Topik : HIV / AIDS
Sub Topik : Konseling HIV / AIDS
Sasaran : Remaja dan Mahasiswa/i S1 perawat universitas muhammadiyah
banjarmasin
Tempat : Aula Kampus 1 Universitas Muhammdiyah Banjarmasin
Hari/Tanggal : Selasa/14 Mei 2019
Waktu : 09.00 WITA-selesai

2.1 Tujuan Instruksional Umum


Pada akhir proses penyluhan dengan harapan sasaran mampu memahami dan
mengenal HIV/ AIDS

2.2 Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan penyuluhan sasaran dapat:
1. Mengenal tanda-tanda HIV /AIDS
2. Mengetahui bahaya HIV/ AIDS
3. Lebih berwaspada untuk tidak terkena HIV/ AIDS
4. memberikan informasi terhadap orang-orang terdekat

2.3 Sasaran
Remaja dan Mahasiswa/i prodi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin

2.4 Pokok Materi (Terlampir)


1. Definisin HIV/ AIDS
2. Gejala HIV /AIDS
3. Perjalanan HIV/ AIDS
4. Penularan dan penyebab HIV/ AIDS
5. Pencegahan HIV/ AIDS
6. HIV/ AIDS

2.5 Media
Leaflet dan LCD
2.6 Metode
Ceramah
Tanya jawab
2.7 Kkriteria Evaluasi
1. Peserta antusias terhadap pelaksanaan kegiatan dan menghadiri
2. Peserta memahami dan aktif bertanya

2.8 Kegiatan
No Waktu Penyuluhan Kegiatan Peserta

1. 5 Menit a. Mengucapkan salam pembukaan Menjawab salam


b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan Mendengarkan
d. Menyebutkan Materi
Memperhatikan

Memperhatikan

2. 15 Menit a. Menjelaskan Tentang definisi


HIV/AIDS
b. memperkenalkan gejala HIV /AIDS Memperhatikan
c. Menjelaskan perjalanan HIV /AIDS Memperhatikan
d. Menjelaskan tentang Proses penularan
dan penyebab HIV/AIDS Memperhatikan
e. Menjeskan tentang cara pencegahan dan Melaksanakan
HIV/AIDS
3. 5 Menit Menyatakan Kepeda Peserta tentang Memperhatikan
Materi yang telah diberikan,
reinforcement kepada peserta

4. 5 menit a. Menyimpulkan materi yang telah Memperhatikan


disampaikan
b. Melakukan evaluasi mengakhiri Mendengarkan
kegiatan
c. Mengucapkan terima kasih dan salam
Menjawab Salam

2.9 Pengorganisasian
Pembicara :
Pembawa acara :
Fasilitator :
BAB 3
ISI MATERI

A. HIV/AIDS
( Human Immunodeficiency Virus/Acquaired Immune Deficiency Síndrome )
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah retrovirus yang
menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia terutama CD4+ Sel T dan
macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah"
dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan
pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan
imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.

Klasifikasi virus
Kelas: Kelas VI (ssRNA-RT)
Famili: Retroviridae
Genus: Lentivirus
Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dengan merusak sel-sel darah putih
(sel T) sebagai penangkal infeksi sehingga lama kelamaan kekebalan dan daya
tahan tubuh berkurang serta mudah terkena penyakit. Virus HIV terdapat di
cairan tubuh dan yang terbukti menularkan adalah darah, sprema/air mani, cairan
vagina dan ASI. Sementara air mata, air ludah, air kencing dan keringat belum
ada laporan menularkan penyakit ini. Bila seseorang dalam darahnya terdapat
virus HIV maka orang tersebut dikatakan positif HIV.
Kerusakan sistem kekebalan tubuh menyebabkan seseorang rentan dan mudah
terjangkit bermacam-macam penyakit. Serangan penyakit yang biasanya tidak
berbahayapun lama kelamaan dapat menyebabkan sakit parah bahkan kematian,
Sehingga AIDS disebut sebagai Syndrome atau kumpulan dari berbagai gejala
penyakit.
Pertama kali HIV ditemukan pada bulan Januari 1983 oleh dr. Luc Montagnier,
dkk, dari Institut Pasteur Perancis. Virus diisolasi dari kelenjar getah bening yang
membengkak pada tubuh penderita HIV/AIDS, sehingga awalnya penyakit ini
disebut Lymphadenopathy Associated Virus (LAV). Kemudian bulan Juli 1984
dr. Robert Gallo dari Lembaga Kanker Nasional (NIC) Amerika juga
menyatakan menemukan virus barudari seseorang yang terinfeksi HIV dengan
menyebutnya Human T-Lymphoytic Virus Type III (HTLV III). Selain itu
ilmuwan J.Levy juga menemukan virus penyebab AIDS yang dinamakan AIDS
Related Virus (ARV). Akhirnya pada bulan Mei 1986, Komisi Taksonomi
Internasional sepakat menyebut nama virus penyebab AIDS dengan Human
Immunodeficiency Virus (HIV). Tetapi sampai saat ini belum diketahui dengan
jelas dari mana dan kapan tepatnya HIV/AIDS muncul. Diperkirakan pada tahun
1970-an di daerah Sub Sahara Afrika HIV sudah berkembang dan meluas.
Perkiraan dibuat berdasar kasus-kasus yang ada di rumah sakit di beberapa
negara bagian Afrika, beberapa contoh darah telah mengandung HIV. Namun
semua ilmuwan setuju bahwa kasus pertamanya adalah laporan dari Gotlieb dkk
di Los Angeles pada 5 Juli 1981. Tak lama kemudian ilmuwan Amerika
mengamati terjadinya penyakit yang sama di kalangan pria homoseksual,
sehingga sampai sekarang masih banyak orang percaya bahwa hanya kaum homo
yang dapat menularkan dan tertular HIV. Hal itu memunculkan pula plesetan
singkatan AIDS dengan Akibat Intim Dengan Sesama. Padahal sudah dibuktikan
AIDS cepat berkembang dikalangan hetereseksual baik laki-laki maupun
perempuan.
Indonesia memiliki potensi terancam epidemi HIV/AIDS karena mempunyai
kondisi-kondisi yang mempermudah penyebaranHIV/AIDS, antaralain :
1. Industri sekskomersial yang luas
2. Prevalensi penyakit kelamin ang tinggi pada kelompok resiko tinggi.
3. Pemakaian kondom rendah
4. Tingginya migrasi
5. Terjadinya hubungansek spremarital
B. Gejala-gejala yang timbul apabila seseorang terinfeksi HIV/AIDS
Tidak ada gejala khusus untuk AIDS karena penyakit ini merupaka kumpulan
gejala dari penyakit yang timbul sebagai akibat menurunnya daya tahan tubuh.
Gejala AIDS timbul 5 - 10 tahun setelah terinfeksi HIV. Yang sering terlihat
gejalanya adalah :
a. Berat badan menurun secara drastis (10% dari BB semula) dalam satu bulan
b. Diare lebih dari satu bulantanpa sebab yang jelas
c. Demam lebih dari 380C selama lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas
d. Rasa lelah berkepanjangan
e. Sesak nafas dan batuk yang berkepanjangan
f. Bercak putih di mulut
g. Bercak merah kebiruan di kulit
h. Terkena Penyakit infeksi lain

C. Perjalanan Infeksi HIV/AIDS


Secara singkat perjalanan HIV/AIDS dapat dibagi dalam empat stadium :
a. Stadium Pertama : HIV
Infeksi dimulai dengan masuknya HIV kedalam tubuh dan diikuti terjadinya
perubahan serologik ketika antibodi terhadap virus berubah dari negatif
menjadi positif. Rentang waktu dari masuknya HIV hingga tes antibodi positif
disebutWindow Period, lamanya 1 - 6 bulan. Pada stadium ini sudah dapat
menularkan bahkan sangat menular.
b. Stadium Dua : Asimptomatik (tanpa gejala)
Asimptomatik berarti bahwa di dalam organ tubuh terdapat HIV tetapi tubuh
tidak menunjukkan gejala sakit. Keadaan ini dapat berlangsung rata-rata 5 -
10 tahun. Fase ini juga menular walau penderita tampak sehat-sehat saja.
c. Stadium Tiga :Pembesaran kelenjar limfe
Fase ini ditandai dengan pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan
merata, tidak hanya muncul pada satu tempat dan berlangsung lebih dari satu
bulan.
d. Stadium Empat : AIDS
Keadaan ini disertai dengan adanya bermacam-macam penyakit antara lain
penyakit konstitusional, penyakit syaraf dan penyakit infeksi sekunder.

D. Penularan HIV/AIDS
1.Melalui darah yang sudah tercemar hiv
Tranfusi darah
Tukar alat tajam
Tukar jarum suntik
Alat tato umum
2.Melalui cairan sperma dan cairan vagina
Hubungan seksual melalui:
Vagina
Dubur
mulut
Hubungan seks :
Dengan lawan jenis
Hubungan seks sejenis
3.Melalui ibu pada bayinya
Saat dikandungan
Saat melahirkan
Saat menyusui

PERILAKU BERESIKO TERTULAR atau PENYEBAB HIV


1.Melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan
2.Melakukan hubungan seksual dengan:
Pelaku hubungan seks
Penjaja seks bebas
Penyala gunaan narkoba
Minuman keras
3.melakukan hubungan seksual tanpa alatpelindung(kondom)
4.minum-minuman keras dan menggunakan narkoba.
5.Menggunakan peralatan tajam seperti, pisau cukur,alat tato,jarum
suntik,dan sejenisnya bekas orang lain.

E. Upaya Pencegahan dari penyakit HIV/AIDS


1. Pencegahan melalui hubungan seksual : A-B-C
a. Abstinensia : tidak melakukan hubungan seksual bagi mereka yang belum
menikah atau jauh dari keluarga
b. Be Faithful : setia terhadap pasangan
c. Condom : gunakan kondom bagi perilaku beresiko
2. Pencegahan melalui darah : skrining darah donor
3. Pencegahan melalui jarum/alat tusuk lainnya
a. Tidak berganti-ganti jarum suntik atau saling meminjamkan alat tusuk.
4. Pencegahan dari ibu HIV kepada bayinya
a. Menyarankan ibu HIV untuk tidak hamil
b. Memberikan pencegahan dengan obat anti retro viral pada ibu hamil dan
bayi.
DAFTAR PUSTAKA

Grimes, E.D, Grimes, R.M, and Hamelik, M, 1991, Ictious Diseases, Mosby Year
Book, Toronto. Nfe

Christine L. Mudge-Grout, 1992, Immunologic Disorders, Mosby Year Book, St.


Louis.

Rampengan dan Laurentz, 1995, Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak, cetakan kedua,
EGC, Jakarta.

Lab/UPF Ilmu Penyakit Dalam, 1994, Pedoman Diagnosis dan Terapi, RSUD Dr.
Soetomo Surabaya.

Lyke, Merchant Evelyn, 1992, Assesing for Nursing Diagnosis ; A Human Needs
Approach,J.B. Lippincott Company, London.

Phipps, Wilma. et al, 1991, Medical Surgical Nursing : Concepts and Clinical
Practice, 4th edition, Mosby Year Book, Toronto