Anda di halaman 1dari 33

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

BONIKOL BUMBU BALI : ABON IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS


AFFINIS) KAYA REMPAH-REMPAH BUMBU KHAS BALI

BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh:

Ketua Kelompok : Ni Made Inten Kusuma Dewi (1411105039/2014)


Anggota Kelompok : Ni Ketut Nugrahaningari (1201605005/2012)
Ni Luh Ekayani (1201605009/2012)
Luh Gede Krisna Handayani (1306205041/2013)

UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015

i
ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ............................................................................ i


HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................... iii
RINGKASAN .......................................................................................... iv

BAB 1. PENDAHUlLUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 3
1.3 Tujuan ........................................................................................... 3
1.4 Luaran Yang Diharapkan ............................................................... 3
1.5 Manfaat ......................................................................................... 3
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ............................... 4
BAB 3. METODE PELAKSANAAN
3.1 Persiapan Perlengkapan Alat dan Bahan…………………………... 7
3.2 Produksi Bonikol Bumbu Bali……………………………………... 8
3.3 Promosi Bonikol Bumbu Bali…………………………………….... 8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya ............................................................................. 10
4.2 Jadwal Kegiatan ............................................................................. 10

LAMPIRAN - LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing .............. 12
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ........................................... 25
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas .... 28
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan ...................................... 29

iii
RINGKASAN

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki luas


laut dan jumlah pulau yang besar. Salah satu hasil dari kekayaan laut di Indonesia
adalah ikan. Produksi ikan di Indonesia mempunyai banyak hubungan terhadap
bidang lainnya, seperti bidang ekonomi dan kesehatan. Produksi ikan yang banyak
namun tidak termanfaatkan dengan baik akan menjadi sia-sia. Nelayan yang
kurang memiliki akses akan menjual ikannya dengan harga murah. Padahal jika
ikan diolah menjadi produk yang inovatif dan tahan lama seperti abon, maka nilai
ekonominya akan meningkat dan dapat didistribusikan ke masyarakat luas. Pada
bidang kesehatan, salah satu kasus kesehatan akibat rendahnya konsumsi ikan di
masyarakat yaitu belum terpenuhinya kebutuhan protein dalam tubuh, jika
berlanjut dapat menjadi kasus gizi buruk. Pengolahan ikan secara inovatif dan
pendistribusiannya ke masyarakat luas dapat meningkatkan konsumsi protein pada
masyarakat sehingga dapat mencegah kekurangan asupan protein dan
mengantisipasi gizi buruk. Selama ini geliat pembangunan dan usaha untuk
memajukan sektor kelautan, ternyata masih belum optimal. Pengembangan usaha
kelautan dan perikanan memiliki prospek yang baik, dan dapat digunakan untuk
mendorong kemajuan ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Menurut Karyadi (1991), ikan merupakan salah satu sumber daya laut yang
mempunyai protein tinggi dan asam amino essensial yang diperlukan untuk
pertumbuhan dan kecerdasan anak, serta mengandung vitamin A dan B, omega 3
dan omega 6 yang baik untuk kesehatan tubuh. Salah satu hasil laut yang ada di
Indonesia adalah ikan tongkol (Euthynnus affinis).
Ikan harus diolah agar tidak cepat rusak, lebih tahan lama, praktis dan dapat
didistribusikan ke masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas. Salah satu
pengolahan ikan yaitu diolah menjadi abon. Abon memiliki tekstur yang kecil,
lembut, mudah dicerna dan praktis dibawa kemasa saja, sehingga cocok untuk
segala usia dan segala situasi. Dalam pembuatan abon, dilakukan penambahan
rempah-rempah bumbu khas Bali. Penambahan ini mengakibatkan cita rasa dan
aroma yang positif sehingga makanan menjadi lebih disukai. Rempah-rempah
selain memberikan aroma yang khas pada makanan, juga memberikan manfaat
bagi pemakainya, terutama manfaat terhadap kesehatan.
Berdasarkan hal tersebut maka kami berinovasi dengan memproduksi abon
berbahan baku ikan tongkol dan ditambahkan rempah-rempah bumbu Bali. Lauk
siap saji yang bergizi dan memiliki cita rasa khas Bali. Inovasi pangan ini diberi
nama Bonikol Bumbu Bali : Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Kaya
Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali.
Metode pelaksanaan dimulai dari persiapan perlengkapan alat dan bahan,
kemudian produksi Bonikol Bumbu Bali dimulai dengan mencuci, merebus, dan
mengambil daging ikan, lalu dimasak dengan rempah bumbu khas Bali, digoreng,
ditiriskan minyaknya lalu dikemas. Produksinya kami fokuskan pada produksi
rumahan dengan sumbernya berasal dari daerah pesisir di pedesaan yang banyak
terdapat tangkapan ikan tongkol. Pemasaran kami fokuskan di daerah Denpasar,
Badung, Gianyar, dan Tabanan yang merupakan daerah berkembang di Bali, serta
melalui penjualan di media sosial sehingga menjangkau pasaran yang lebih luas.

Kata Kunci : Abon, ikan tongkol, bumbu Bali

iv
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki luas
laut dan jumlah pulau yang besar. Panjang pantai Indonesia mencapai 95.181 km
(World Resources Institute, 1998) dengan luas wilayah laut 5,4 juta km2,
mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta km2. Indonesia sebagai
negara kepulauan dengan 17.500 buah pulau memiliki potensi perikanan
Indonesia mencapai angka 6,4 juta ton per tahun, potensi sumber daya terumbu
karang yang mencapai 85.000 km2, dan potensi kawasan budidaya 24.528.178 ha
(Yonvitner, 2007). Sayangnya kekayaan alam tersebut tidak serta merta
mengangkat perekonomian masyarakat khususnya nelayan. Nelayan di Desa
Seraya Timur, Karangasem, Bali contohnya yang menjual seekor ikan dengan
harga Rp 3.500,- bahkan saat musim panen harganya menjadi Rp 800,- per ekor.
Nilai produksi ikan tangkapan di Bali tahun 2013 sebanyak 1.722.869.829 (Bali
Dalam Angka, 2014), tidak dapat mengubah fakta bahwa mayoritas masyarakat
yang hidup dan berada di kawasan pesisir selalu termarjinalkan dan miskin.
Produksi ikan di Indonesia mempunyai banyak hubungan terhadap bidang
lainnya, seperti bidang ekonomi dan kesehatan. Produksi ikan yang banyak namun
tidak termanfaatkan dengan baik akan menjadi sia-sia. Nelayan yang kurang
memiliki akses pasar akan menjual ikannya dengan harga yang sangat murah.
Padahal jika ikan diolah menjadi produk yang inovatif dan tahan lama seperti
abon, maka nilai ekonominya akan meningkat dan dapat didistribusikan ke
masyarakat luas. Pada bidang kesehatan, salah satu kasus kesehatan akibat
rendahnya konsumsi ikan di masyarakat yaitu belum terpenuhinya kebutuhan
protein dalam tubuh, jika berlanjut dapat menjadi kasus gizi buruk. Pengolahan
ikan secara inovatif dan pendistribusiannya ke masyarakat luas dapat
meningkatkan konsumsi protein pada masyarakat sehingga mencegah kekurangan
asupan protein dan mengantisipasi gizi buruk. Selama ini geliat pembangunan dan
usaha untuk memajukan sektor kelautan, ternyata masih belum optimal.
Pengembangan usaha kelautan dan perikanan memiliki prospek yang baik, dan
dapat digunakan untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Salah satu hasil laut yang ada di Indonesia adalah ikan tongkol. Ikan tongkol
(Euthynnus affinis) adalah jenis ikan laut dari suku Scombridae yang hidup di
perairan dangkal dekat pesisir kawasan Indo-Pasifik Barat. Musim panen ikan
yaitu saat memasuki musim angin timur, yang berlangsung sejak awal September
hingga Desember.
Kandungan gizi pada ikan tongkol (100 gram) antara lain: protein (23,2
gram) dan lemak tidak jenuh (± 2,7 gram). Protein mempunyai fungsi sebagai
komponen pertumbuhan dan pemelihara jaringan tubuh, sebagai pengatur
kelangsungan proses dalam tubuh, dan sumber energi terakhir jika keperluannya
2

tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Apabila seseorang kekurangan
protein akan mengakibatkan proses metabolisme tidak normal (Soediaoetama,
1991). Menurut Karyadi (1991) ikan merupakan salah satu sumber daya laut yang
mempunyai protein tinggi dan asam amino essensialnya yang diperlukan untuk
pertumbuhan dan kecerdasan anak, selain itu ikan juga mengandung vitamin A
dan B, omega 3 dan omega 6 yang baik untuk kesehatan tubuh.
Ikan harus diolah agar tidak cepat rusak, lebih tahan lama, praktis dan dapat
didistribusikan ke masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas. Salah satu
pengolahan ikan yaitu diolah menjadi abon. Abon memiliki tekstur yang kecil,
lembut, mudah dicerna dan praktis dibawa kemasa saja, sehingga cocok untuk
segala usia dan segala situasi. Biasanya abon dimakan bersama nasi, bubur, tipat,
dan campuran makanan lainnya. Abon juga menjadi pilihan bagi konsumen yang
akan bepergian jauh, ibu rumah tangga, dan anak kos karena praktis, murah dan
bergizi.
Selama ini varian abon ikan di pasaran hanya ditambahkan bawang goreng,
sehingga rasanya monoton. Padahal Indonesia memiliki budaya kuliner yang
berbeda di setiap daerah, citarasa nusantara belumlah dijadikan inspirasi. Maka
dalam pembuatan abon ikan ini, dilakukan inovasi berupa penambahan bumbu
khas Bali. Nama Bali selain mendunia, kulinernya juga diminati oleh berbagai
kalangan. Bumbu Bali berisi rempah-rempah yang beraneka ragam, dalam bahasa
Bali disebut base genep yaitu terdiri dari bawang putih, bawang merah, ketumbar,
kemiri, gula merah, dan garam, gula pasir, santan, air asam, minyak goreng,
bawang merah, lengkuas, jahe, kunir, kencur, cabe besar, cabe rawit, terasi,
merica, daun salam, daun jeruk purut, dan serai. Penambahan ini mengakibatkan
cita rasa dan aroma positif sehingga makanan menjadi lebih disukai.
Rempah-rempah selain memberikan aroma yang khas pada makanan, juga
memberikan manfaat bagi pemakainya, terutama manfaat terhadap kesehatan.
Garam dan gula sebagai bahan pengawet alami, Pada pembuatan abon, gula
mengalami reaksi millard, sehingga menimbulkan warna kecoklatan yang dapat
menambah daya tarik suatu produk abon dan memberikan rasa manis. Ketumbar
sebagai penyedap dan membuat masakan gurih, bawang merah berfungsi sebagai
pemberi aroma, bawang putih mengandung zat hara belerang, besi, kalsium, fosfat
disamping lemak, protein, dan karbohidrat. Asam dapat menurunkan pH makanan
sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk, disamping
mengurangi rasa manis, menambah rasa, memperbaiki tekstur, dan sebagai bahan
pengawet. Santan menambah rasa gurih, cita rasa dan nilai gizi abon. Lengkuas
atau laos mengandung minyak atsiri galangol berwarna kuning dan bersifat larut
dalam alkohol dan tidak larut dalam air. Galangol menyebabkan rasa pedas pada
laos, daun salam memberi aroma yang khas pada ikan (Winarno, 1984).
Berdasarkan hal tersebut maka kami berinovasi dengan memproduksi abon
berbahan baku ikan tongkol dan ditambahkan rempah-rempah bumbu Bali. Lauk
siap saji yang bergizi dan memiliki cita rasa khas Bali. Inovasi pangan ini diberi
3

nama Bonikol Bumbu Bali : Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Kaya
Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali. Selain untuk pelengkap hidangan keluarga,
Bonikol Bumbu Bali yang kaya gizi dan bercitarasa khas juga praktis untuk
dikomsumsi oleh masyarakat segala usia. Mulai dari anak-anak yang memerlukan
asupan protein tinggi dalam masa pertumbuhan, anak muda yang suka bepergian,
dan orang tua yang memerlukan lauk bertekstur lembut.
Program ini memanfaatkan ikan tongkol yang pengolahannya masih rendah,
terlebih lagi untuk menangani panen raya ikan, sehingga tangkapan ikan yang
banyak dapat diolah lebih lanjut untuk mengantisipasi anjloknya harga ikan dan
kerusakan akibat penanganan yang kurang tepat. Ikan tongkol diolah menjadi
abon, sehingga lebih awet dan tetap bergizi, ditambah rempah-rempah bumbu
khas Bali untuk memperkaya cita rasa dan sebagai bahan pengawet alami serta
kaya antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.

1.2 Rumusan Masalah


Melihat latar belakang diatas, maka dirumuskan permasalahan antara lain:
1. Bagaimanakah produksi Bonikol Bumbu Bali?
2. Bagaimanakah promosi Bonikol Bumbu Bali?

1.3 Tujuan
Tujuan program ini adalah menghasilkan karya kreatif, inovatif dalam
membuka peluang usaha yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan
studi. Produk tersebut adalah Bonikol Bumbu Bali : Abon Ikan Tongkol
(Euthynnus affinis) Kaya Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali.

1.4 Luaran Yang Diharapkan


Adapun luaran program ini yaitu sebagai berikut:
1. Produk Bonikol Bumbu Bali: Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis)
Kaya Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali.
2. Artikel ilmiah yang akan disampaikan pada laporan akhir.

1.5 Manfaat
Manfaat dari program ini yaitu sebagai berikut:
1. Bagi mahasiswa, adanya bisnis inovasi makanan Bonikol Bumbu Bali dapat
memberikan keuntungan dan melatih keterampilan berwirausaha.
2. Bagi konsumen, Bonikol Bumbu Bali dapat menjadi pilihan lauk siap saji
yang enak, bergizi, praktis dan ekonomis untuk memenuhi kebutuhan protein.
3. Bagi nelayan, adanya usaha Bonikol Bumbu Bali menjadi solusi penyaluran
tangkapan ikan terutama saat panen raya tiba, sehingga mengantisipasi
kerugian akibat harga ikan anjlok dan kerusakan ikan akibat penanganan ikan
yang kurang tepat.
4

BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Bonikol Bumbu Bali : Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Kaya


Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali adalah produk inovasi makanan yang
ditujukan untuk mengatasi permasalahan kurangnya pemanfaatan ikan tongkol
dan kurangnya konsumsi asupan protein di masyarakat. Ikan tongkol yang
biasanya dijual dalam keadaan mentah atau dipindang jika diolah menjadi abon
akan meningkatkan nilai ekonominya. Terlebih lagi saat panen raya, kelebihan
produksi ikan jika tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kerugian bagi
nelayan dan ikan terbuang percuma. Pengolahan ikan menjadi produk yang lebih
awet dilakukan dengan menjadikannya abon, serta dibumbui rempah Bali agar
memberikan cita rasa yang berbeda dari abon kebanyakan di pasaran. Rempah
tersebut juga dapat menjadi sumber anti oksidan dan pengawet alami.

Berikut adalah gambaran umum dari rencana usaha Bonikol Bumbu Bali :
Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Kaya Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali.
a. Sumber Daya Manusia
Pengusul adalah mahasiswa yang berasal dari gabungan beberapa fakultas
atau interdisipliner. Kelompok pengusul saling berkordinasi dan bekerjasama
dalam menyusun proposal dengan mengkolaborasikan masing-masing ilmu yang
dimiliki, begitu pula saat nantinya melakukan persiapan produksi, produksi dan
pemasaran.

b. Peluang Usaha
Banyaknya ikan tongkol tangkapan nelayan di Bali yang kurang diolah lebih
lanjut, kurang sentuhan inovasi, dan nilai tambah ekonomisnya masih rendah
dihadapkan pada kebutuhan masyarakat terhadap pangan bergizi yang tinggi
protein, praktis dan tahan lama merupakan peluang usaha yang menjanjikan bagi
produk Bonikol Bumbu Bali : Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Kaya
Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali.

c. Keunggulan Produk
1) Produk berasal dari ikan hasil tangkapan nelayan dan rempah dari petani
sehingga meningkatkan perekonomian rakyat.
2) Produk abon yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas,
praktis dan mempunyai daya simpan yang relatif lama.
3) Produk abon ikan mengandung protein tinggi dan asam amino essensial yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak, serta mengandung
vitamin A dan B, omega 3 dan omega 6 yang baik untuk kesehatan tubuh
(Karyadi, 1991).
5

4) Kandungan gizi pada ikan tongkol (100 gram) antara lain: protein (23,2 gram)
dan lemak tidak jenuh (± 2,7 gram). Protein mempunyai fungsi yang sangat
penting bagi tubuh diantaranya sebagai komponen pertumbuhan dan
pemelihara jaringan tubuh, sebagai pengatur kelangsungan proses dalam tubuh,
dan sumber energi terakhir jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh
karbohidrat dan lemak (Soediaoetama, 1991).
5) Rempah-rempah (bumbu) yang ditambahkan pada pembuatan abon bertujuan
memberikan rasa dan aroma yang dapat membangkitkan selera makan.
Manfaat lain penggunaan rempah-rempah adalah sebagai pengawet
dikarenakan beberapa rempah-rempah dapat membunuh bakteri.
6) Rempah-rempah bumbu khas Bali selain merupakan bahan utama membuat
cita rasa khas Bali, juga memiliki nilai jual dari segi namanya. Bali terkenal
dengan pariwisata budaya, sehingga produk ini dapat menjadi salah satu
pilihan bagi wisatawan untuk dijadikan makanan oleh-oleh khas Bali.

d. Gambaran Umum Usaha


Nama usaha : Bonikol Bumbu Bali : Abon Ikan Tongkol (Euthynnus
affinis) Kaya Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali
Lokasi produksi : Jl. Gunung Guntur Gang. XX, No. 11 Padangsambian,
Denpasar, Bali

Rencana produksi Bonikol Bumbu Bali : Abon Ikan Tongkol (Euthynnus


affinis) Kaya Rempah-Rempah Bumbu Khas Bali ini difokuskan pada industri
rumahan, dengan tenaga kerja berasal dari anggota kelompok dan 2 orang
pegawai. Bahan baku produksi didapatkan dari nelayan dan petani sehingga dapat
lebih menekan harga produksi.

e. Sasaran Konsumen
Sasaran konsumen yaitu masyarakat umum mulai dari anak-anak, remaja,
dewasa hingga orang tua. Pemasaran produk ini akan dilakukan secara kolektif
dengan menjualnya langsung ke individu, kelompok arisan, pasar, toko-toko,
warung makan, dan tempat pusat oleh-oleh di wilayah Bali. Media sosial juga
digunakan untuk mempermudah dan menggencarkan promosi Bonikol Bumbu
Bali : Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Kaya Rempah-Rempah Bumbu
Khas Bali melalui dunia maya, sehingga dapat menjaring pasar yang lebih luas.
Selain itu pemasaran produk ini juga menggunakan strategi Word of Mouth
Communication (WOMC), menurut Kotler & Keller (2007) mengemukakan
bahwa strategi WOMC atau komunikasi dari mulut ke mulut merupakan proses
komunikasi yang berupa pemberian rekomendasi baik secara individu maupun
kelompok terhadap suatu produk atau jasa yang bertujuan untuk memberikan
informasi secara personal.
6

f. Perolehan Laba
Berdasarkan anggaran biaya yang ditulis pada lampiran 2, dengan
keterangan sebagai berikut :
1. Kapasitas produksi 20 kg ikan tongkol dalam waktu seminggu. Produksi
Bonikol Bumbu Bali dilakukan seminggu 2 kali.
2. Sewa tempat Rp 0 karena tidak memerlukan sewa tempat.
Berikut adalah rincian analisis usaha Bonikol Bumbu Bali:
a. Biaya Produksi (BP)
Total biaya produksi dalam waktu 2 bulan adalah sebanyak :
BP = BT (Biaya Tetap) + BTT (Biaya Tidak Tetap)
BP = Rp 6.236.000 + Rp 3.675.000 = Rp 11.291.000
Keterangan: BT= biaya habis pakai, BTT= peralatan penunjang
b. Hasil Usaha (HU)
HU = Jumlah Produksi x Harga Jual
Produksi Jumlah produksi Harga Pokok Harga Jual Laba
(per unit) selama 1 bulan (Rp) (Rp) (Rp)
50 gr 200 8.500 10.000 1.500
100 gr 100 13.500 17.000 3.500
250 gr 50 23.500 33.000 9.500
TOTAL 350 45.500 60.000 14.500
c. Prediksi laba / rugi
L/R = HU – BP ; karena HU > BP, maka :
L (BS) = Rp 21.000.000 – Rp 11.291.000 = Rp 9.709.000
d. Prediksi jangka waktu modal kembali (JWB)
JWB = (Investasi + BP) : (L x Lama Produksi)
JWB (G) = (Rp 12.491.000 + 11.291.000) : (Rp 9.709.000 x 2) = 1,22 Bulan
e. Break Event Point (BEP)
1. BEP = BP : total produksi BEP (BS)
BEP = Rp 11.291.000 : 700 = Rp 16.130
Titik balik modal akan diperoleh apabila harga jual Bonikol Bumbu Bali
adalah Rp 16.130
2. Benefit Cost (B/C) Ratio
B/C rasio = HU : BP
B/C rasio = Rp. 21.000.000 : 11.291.000 = 1,87
Artinya, dari sebanyak Rp. 11.183.000 biaya yang dikeluarkan akan
diperoleh hasil usaha 1,86 kali lipat sehingga usaha ini layak dijalankan.
f. Return Of Investment (ROI)
ROI = laba : BP x 100%
ROI (G) = (Rp 9.709.000 : Rp 11.291.000) x 100% = 85,98 %
Artinya, dari sebanyak Rp. 11.291.000 biaya yang dikeluarkan akan diperoleh
keuntungan sebesar 85.98 % untuk penggunaan modal usaha yang efektif.
7

BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1 Persiapan Perlengkapan Alat dan Bahan


Perencanaan usaha ini diawali dengan persiapan sarana dan prasarana
penunjang produksi Bonikol. Pesiapan awal adalah menyiapkan alat dan
bahan. Adapun alat yang dibutuhkan yaitu:
a. Mesin peniris minyak abon (Spinner)
b. Dandang kukus stenlis
c. Penggorengan
d. Blender
e. Kompor + Tabung 12,5kg
f. Nampan alumunium untuk tempat ikan tongkol
g. Alat press kemasan (Hand sealer)

Adapun bahan yang dibutuhkan untuk satu resep Bonikol yaitu:


No Bahan Jumlah
1 Ikan tongkol 1 kg
2 Santan 300 ml
3 Gula Merah (yang sudah disisir) 1 sdm
Air Asam (dibuat dari 1 sendok teh asam jawa yang
4 1 sdm
dilarutkan dengan 1,5 sendok makan air putih)
5 Minyak Goreng 200 ml
6 Garam 2 sdt
7 Gula Pasir 2 sdt

Bumbu-Bumbu yang dibutuhkan untuk satu resep Bonikol yaitu:


No Bahan Jumlah
1 Bawang putih 6 siung
2 Bawang merah 10 siung
3 Ketumbar ½ sdm
4 Kemiri 4 butir
5 Lengkuas 2 ruas ibu jari
6 Jahe 2 ruas ibu jari
7 Daun jeruk purut 5 lembar
8 Kencur 1½ ruas ibu jari
9 Cabe rawit 10 gr
10 Cabe besar 50 gr
11 Merica 1½ sdm
12 Terasi 1½ sdm
13 Daun salam 2 lembar
8

14 Kunir 2 ruas ibu jari 2 ruas ibu jari


15 Serai 2 batang
16 Bawang merah goreng 50 gr

3.2 Produksi Bonikol Bumbu Bali


Cara pembuatannya satu resep Bonikol adalah sebagai berikut :
1. Dicuci bersih 1 kg ikan tongkol. Selanjutnya diremas-remas dengan 1
sendok teh garam dan air asam jawa dan didiamkan selama 15 menit. Garam
dan asam berguna untuk menghilangkan bau amis ikan dan juga untuk
mengurangi rasa gatal dari ikan tongkol.
2. Direbus ikan tongkol sampai matang selama 20 menit lalu didinginkan.
3. Dipisahkan daging ikan tongkol dari tulang dan durinya hingga bersih,
kemudian disuwir-suwir agar bentuknya seperti abon pada umumnya.
4. Dihaluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, jahe dan
kunyit, lengkuas, cabai besar, cabai kecir, kunir dan kencur
menggunakan blender.
5. Ditumis semua bumbu yang telah dihaluskan dalam wajan penggorengan
dan ditambahkan terasi, lengkuas, daun salam, daun jeruk purut hingga
muncul aroma harum.
6. Dimasukkan santan kental dan diaduk rata hingga santannya
mendidih.
7. Ditambahkan garam, gula pasir, merica dan gula merah dan diaduk
kembali hingga mengental.
8. Dimasukkan suwiran daging ikan tongkol ke dalam rebusan santan lalu
ditambahkan garam dan diaduk sampai tercampur rata.
9. Ditunggu sampai bumbu meresap dan mulai mengering sambil terus diaduk
10. Penggorengan selesai apabila abon sudah kering, diraba sudah kemersik, dan
berwarna coklat.
11. Jika ingin lebih kering lagi, dapat dilakukan penggorengan sekali lagi agar
mendapatkan hasil pengeringan yang maksimal.

Pembuatan Bonikol ini dengan jumlah 160 kg ikan tongkol menghasilkan


100 kg berat bersih Bonikol Bumbu Bali yang dikemas dalam bentuk produk
dengan ukuran kemasan 50 gr, 100 gr, 250 gr selama 2 bulan pada awal produksi.
Jumlah total produk yang dapat dihasilkan sebesar 700 bungkus Bonikol Bumbu
Bali.

3.3 Promosi Bonikol Bumbu Bali


Pomosi Bonikol Bumbu Bali menggunakan beberapa strategi mulai dari
melakukan pendekatan dengan konsumen dimaksudkan untuk menjalin kemitraan
dengan konsumen agar nantinya konsumen berminat untuk membeli produk.
Strategi promosi Bonikol Bumbu Bali yaitu sebagai berikut:
9

1. Membuat konsep kerja, bagi usaha baru untuk mendapatkan konsumen


yang perlu diprioritaskan adalah pelayanan dan kualitas. Sehingga dalam
produksi dan distribusi ke pasarannya pun kami membuat konsep kerja
agar semua daerah di Bali dapat terjamah produk kami.
2. Membuat brosur dan memasang iklan melalui media cetak dan sosial
media. Desain brosur menggunakan media cetak buat semenarik mungkin
dan penyebaran tahap awal kami lakukan dari daerah Badung, Denpasar,
Gianyar, Tabanan yang merupakan daerah berkembang di Bali.
Menggunakan media sosial untuk promosi produk sehingga jaringan pasar
lebih luas, selain itu dilakukan pula promosi dari mulut ke mulut sehingga
lebih meyakinkan.
3. Mengadakan kerja sama sebagai upaya meningkatkan kualitas dan layanan
yang lebih baik antara distributor ataupun konsumen. Memberikan
pendampingan kepada nelayan untuk memberikan konsultasi gratis selama
masa promosi dengan melibatkan pembimbing. Metode pelaksanaan
menyajikan uraian tentang teknik, cara atau tahapan pekerjaan dalam
menyelesaikan permasalahan dan sekaligus pencapaian tujuan program.
10

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Tabel 4.1 Anggaran Biaya


No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Peralatan penunjang produksi Bonikol Bumbu Bali 3.675.000
2 Bahan habis pakai produksi Bonikol Bumbu Bali 6.236.000
3 Perjalanan selama produksi dan distribusi Bonikol 1.380.000
Bumbu Bali
4 Lain-lain berupa administrasi, publikasi, seminar 1.200.000
dan laporan Bonikol Bumbu Bali
Jumlah 12.491.000

4.2 Jadwal Kegiatan

Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan


No Bulan
Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5
1 Penyiapan Peralatan
Penunjang Usaha
2 Pencetakan Media
Iklan dan Publikasi
3 Pembuatan dan
Pemasaran Bonikol
Bumbu Bali
4 Evaluasi Program
dan Pembuatan
Laporan
11

LAMPIRAN-LAMPIRAN
12

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Ni Made Inten Kusuma Dewi
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan
4 NIM/NIDN 1411105039
5 Tempat Tanggal Lahir Kamasan, 21 Januari 1996
6 E-mail intenkusuma2101@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085739108276
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 4 Dajan SMPN 1 SMAN 1
Peken Tabanan Tabanan
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2002-2008 2008-2011 2011-2014
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Ilmiah /
No Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Seminar

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari Pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 Juara 3 OSN Ekonomi tingkat kab Kab. Tabanan 2012
2 Finalis Economic Quiz Univ. Indonesia 2013
3 Juara 3 Olimpiade Akuntansi POLTEK Bali 2014
4 Rank 6 SGM LKTI tingkat Nasional Universitas Brawijaya 2015

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.

Denpasar, 7 Oktober 2015


Pengusul,

(Ni Made Inten Kusuma Dewi)


13

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Ni Ketut Nugrahaningari
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Antropologi
4 NIM 1201605005
5 Tempat dan Tanggal Lahir Denpasar, 11 April 1995
6 E-mail nugrahaning11ari@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085792934496
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SDN 10 SMPN 2 SMAN 3
Nama-institusi
Padangsambian Denpasar Denpasar
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Waktu dan
No Judul Artikel Ilmiah
Ilmiah/Seminar Tempat
1
2
D. Penghargaan dalam 10 Tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi
atau institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 Juara Harapan II LKTI Politeknik Negeri Bali 2011
Tk. SMA/SMK Se-Bali
2 Juara III Mawapres 2015
Fakultas Sastra dan Universitas Udayana
Budaya

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.

Denpasar, 7 Oktober 2015


Pengusul,

(Ni Ketut Nugrahaningari)


14

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Ni Luh Ekayani


2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Antropologi
4 NIM 1201605009
5 Tempat Tanggal lahir Nongan, 14 Mei 1994
6 Email Ekayani934@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP 087863038572
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 4 SMPN 1 Rendang SMAN 1
Nongan Rendang
Jurusan Bahasa
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Waktu dan
No. Judul Artikel Ilmiah
Ilmiah/Seminar Tempat
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No. Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1
2
3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.

Denpasar, 7 Oktober 2015


Pengusul,

(Ni Luh Ekayani)


15

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Luh Gede Krisna Handayani
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Manajemen
4 NIM 1306205041
5 Tempat Tanggal lahir Munduk Ulan, 24 November 1994
6 Email Krisnazuki1@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 087861928825
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi Negeri 1 Sedang Negeri 2 Negeri 4
Abiansemal Denpasar
Jurusan IPS
Tahun Masuk-Lulus 2003-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan Waktu dan
No. Judul Artikel Ilmiah
Ilmiah/Seminar Tempat
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No. Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 Juara 2 Lomba Karya Tulis HMP Ekstensi FEB 2014
Ilmiah Unud
2 Best Speaker EEC ESF SMFEB Unud 2013
3 Juara 2 Lomba Karya Tulis HMP Ekstensi FEB 2015
Ilmiah Unud

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.
Denpasar, 7 Oktober 2015
Pengusul,

( Luh Gede Krisna Handayani)


16

BIODATA DOSEN PEMBIMBING


A. IDENTITAS DIRI
1 Nama Lengkap Ni Luh Ari Yusasrini, S.TP., M.P
2 Jabatan Fungsional Lektor
3 Jabatan Struktural (kurun -
waktu)
4 NIP/NIDN 197803042008012020 / 0004037802
5 Tempat dan Tanggal Lahir Yehembang Kauh, 4 Maret 1978
6 Alamat Rumah Perum Graha Anyar Blok F No 4, Bukit
Jimbaran
7 No. Telepon/ Fax (0361) 701801
8 No. Hp 081805527898
9 Alamat Kantor Kampus Unud, Bukit Jimbaran
10 No. Telepon/ Fax (0361) 701801
11 Alamat e-mail ari_yusasrini@yahoo.com
12 Lulusan yang telah S-1= 3 orang
dihasilkan
13 Mata Kuliah yang diampu Kimia Organik
(SKS) 1 tahun terakhir Teknologi Hasil Perairan
Pangan dan Gizi
Evaluasi Sensoris
Kimia Analitik
Biokimia Pangan

B. RIWAYAT PENDIDIKAN
Program S-1 S-2
Nama PT Universitas Widya Universitas Gadjah Mada
Mataram Yogyakarta Yogyakarta
Bidang Ilmu Teknologi Pangan Ilmu dan Teknologi Pangan

Tahun Masuk 1996 2003


Tahun Lulus 2001 2005
Judul Skripsi/Tesis Stabilitas Sel Probiotik Peranan Protein Kedelai
pada Tape Ketan Selama Dalam Penghambatan
Penyimpanan Degradasi Protein Otot Tikus
Diabetes Induksi Alloxan
Nama Pembimbing Dr. Ir. Endang Prof. Dr. Ir. Zuheid Noor,
/ Promotor Sutriswati Rahayu M.Sc
Ir. Siti Nur Dr. Ir. Suparmo, M.Sc
Purwandani, M.P.
17

C. PENGALAMAN PENELITIAN (bukan skripsi, tesis, maupun disertasi)


5 Tahun Terakhir

Pendanaan Jumlah
Judul Penelitian
Sumber Jumlah Mahasiswa
No. Tahun (dengan nama tim
(Juta yang
peneliti dan instansi)
Rp) terlibat
1 2010 N.L. Ari Yusasrini dan I DIPA Unud 7,5 -
Wayan Rai Widarta,
Degradasi Karoten pada
Refined Bleached
Deodorized Palm Oil
(RBDPO) Selama
Penggorengan Bahan
Pangan, Jurusan Ilmu dan
Teknologi Pangan, FTP
Unud
2 2010 Putu Ari Sandhi W dan DIPA Unud 7,5 -
N.L. Ari Yusasrini, A.S
Duniaji, Aktivitas
Sacharomyces bayanus
EC 118 pada Perbaikan
Mutu Brem Tradisional
Bali Berbahan Ubi Jalar
Ungu, Jurusan Ilmu dan
Teknologi Pangan, FTP
Unud
3 2011 N.N. Puspawati, N.L Ari DIPA Unud 7,5 -
Yusasrini, K.A.
Nocianitri dan N.Sujaya,
Ketahanan Bakteri Asam
Laktat yang diisolasi dari
Susu Sapi Bali untuk
menghambat
pertumbuhan bakteri
patogen Vibrio Cholera
biotype El Tor dan
Eschericia coli O157,
Jurusan Ilmu dan
Teknologi Pangan, FTP
Unud.
18

4 2011 Putu Ari Sandhi W dan DIPA Unud 7,5 -


N.L. Ari Yusasrini, A.S
Duniaji, Optimalisasi
suhu blansing dan suhu
penggorengan terhadap
karakteristik oil roasted
peanut, Jurusan Ilmu dan
Teknologi Pangan, FTP
Unud.
5 2012 N. L. Ari Yusasrini, DIPA Unud 7,5 -
N.N. Puspawati dan I
Ketut Suter, Inventarisasi
dan Analisis Zat Gizi
Minuman Tradisional
Bali. Penelitian Dosen
Muda, 2012, Jurusan Ilmu
dan Teknologi Pangan,
FTP Unud.
6 2012 I.K. Suter, N.L. Ari DIPA Unud 40 2 orang
Yusasrini, Ni Made Yusa (Desentralisa
dan K.A. Nocianitri, si)
Peningkatan Sifat
Sensorik, Zat Gizi dan
Daya Antioksidan Ledok
Instan dengan
Penambahan Ubi Jalar
Ungu. Hibah Unggulan
Udayana 2012, Jurusan
Ilmu dan Teknologi
Pangan, FTP Unud.
N. L. Ari Yusasrini, DIPA Unud 7,5 -
N.N. Puspawati Analisis
Zat Gizi Minuman
Tradisional Bali.
Penelitian Dosen Muda,
2013, Jurusan Ilmu dan
7 2013
Teknologi Pangan, FTP
Unud.
I.K. Suter, N.L.Ari DIPA Unud 50 2 orang
Yusasrini, Ni Made Yusa (Desentralisa
dan K.A. Nocianitri, si)
Peningkatan Sifat
19

Sensorik, Zat Gizi dan


Daya Antioksidan Ledok
Instan dengan
Penambahan Ubi Jalar
Ungu (tahun kedua : cara
penyimpanan ledok instan
yang ditambahkan ubi 7,5 -
jalar ungu), 2013, Jurusan DIPA-PNBP
Ilmu dan Teknologi
Pangan, FTP Unud.

N.L. Ari Yusasrini, N.N.


Puspawati, Kajian Nilai
Gizi Minuman
Tradisional Bali, 2013
Jurusan Ilmu dan
Teknologi Pangan, FTP
Unud

D. PENGALAMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


5 Tahun Terakhir
Pendanaan Jumlah
Sumber Jumlah Mahasi
Judul Pengabdian (dengan nama
No Tahun (Juta swa
tim pengabdi dan instansi)
Rp) yang
terlibat
1 2013 GAK Diah Puspawati, Putu DIPA BLU 4,0 -
Timur Ina, GA Ekawati, Ni Luh Universitas
Ari Yusasrini, Made Indri Udayana
Hapsari, A., Putu Ari
Sandi,Pelatihan Pengolahan Saos
Cabai di desa Tiyingan Kec.
Banjarangkan. Kabupaten
Klungkung, 2013, Jurusan ITP
FTP Unud.
2 2012 N.L. Ari Yusasrini, I Putu DIPA BLU 4,0 -
Timur Ina, K.A. Nocianitri, I.K. Universitas
Suter, AAI Sri Wiadnyani dan Udayana
Ni Wayan Wisaniyasa, Pelatihan
Pengolahan Buah Stroberi
Menjadi Sirup di Desa
Candikuning, Kabupaten
20

Tabanan, 2012, Jurusan ITP FTP


Unud.
N.L. Ari Yusasrini, P. Ari DIPA BLU 4,0 -
Sandhi W, NN Puspawati, IGK Universitas
Diah Puspawati, I Wayan Rai Udayana
Widarta dan Ni Made Yusa,
Pelatihan Pemanfaatan Ampas
Kelapa menjadi Tepung dan
3 2011 Chip Kelapa di Desa Pengotan,
Kabupaten Bangli, 22 Oktober
2011 Jurusan ITP FTP Unud
A.A.M. Dewi Anggreni, N.L. DIPA BLU 4,0 -
Ari Yusasrini, Pelatihan Universitas
Pembuatan tortila jagung di desa Udayana
Pengotan Bangli, 2011
P. Ari Sandhi W, N.L Ari DIPA BLU 4,0 -
Yusasrini dan NN Puspawati, Universitas
Pelatihan Pembuatan Mie Basah Udayana
dari Campuran Tepung Sagu dan
Tepung Jagung di Desa Taro,
4 2010 Kabupaten Gianyar, 2010,
Jurusan ITP FTP Unud
A.A.M. Dewi Anggreni, N.L. DIPA BLU 4,0 -
Ari Yusasrini, Pelatihan Universitas
Pembuatan Mie Jagung di Desa Udayana
Pengotan Bangli, 2010
5 2009 a. N.N. Puspawati, N.L. Ari DIPA BLU 4,0 -
Yusasrini, Kursus singkat Universitas
pengolahan buah salak Udayana
menjadi dodol salak, 19
Oktober 2009, Jurusan ITP DIPA BLU
FTP Unud Universitas 4,0
b. N.L. Ari Yusasrini dan Putu Udayana
Ari Sandhi W, Kursus
singkat pembuatan abon ikan
tongkol di Desa Medewi
Kecamatan Pekutatan, 28
September 2009, Jurusan ITP
FTP Unud
a. Ni Wayan Wisaniyasa, N.L. DIPA BLU 4,0 -
5 2008
Ari Yusasrini, Usaha – Universitas
21

usaha yang dilakukan dalam Udayana


upaya peningkatan mutu kopi
beras di Desa Pupuan,
Kabupaten Tabanan, 13
Agustus 2008, Jurusan ITP -
FTP Unud
b. Ni Wayan Wisaniyasa, N.L. DIPA BLU
Ari Yusasrini Introduksi dan Universitas 4,0
perbaikan pengolahan bumbu Udayana
kacang tanah di Desa
Timuhun, Kecamatan
Banjarangkan, Kabupaten
Klungkung, 15 September -
2008, Jurusan ITP FTP Unud
c. Ni Wayan Wisaniyasa, N.L.
Ari Yusasrini Introduksi
pemanfaatan wijen sebagai DIPA BLU
sumber kalsium pada Universitas
pengolahan enting kacang Udayana 4,0
tanah di Desa Timuhun, 15
September 2008, Jurusan ITP
FTP Unud
d. Ni Wayan Wisaniyasa, N.L.
Ari Yusasrini Pengenalan DIPA BLU
produk sari kelapa di Desa Universitas
Gumbrih, Kecamatan Udayana
Pekutatan, Kabupaten 4,0
Jembrana, 2008, Jurusan ITP
FTP Unud

E. PENGALAMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH


(dalam makalah seminar/proceedings, artikel di surat kabar 5 tahun
terakhir)

No Tahun Judul Artikel Ilmiah Volume Nama Tempat Publikasi


(dengan seluruh nama /Nomor
penulisnya)
1 2012 I.K. Suter, N.L. Ari Yusasrini, - Poceeding Seminar
Ni Made Yusa dan K.A. Nasional: Peran Teknologi
Nocianitri, Peningkatan Sifat Industri Pertanian Dalam
Sensorik, Zat Gizi dan Daya Pembanguanan
Antioksidan Ledok Instan Agroindustri Yang
22

dengan penambahan Ubi Jalar Berkelanjutan di Indonesia.


Ungu.(Anggota)
2 2011 a. I Wayan Rai Widarta dan Proceeding
N.L. Ari Yusasrini, Change - The 3 rd International
of Chemical Properties and Conference on Biosciences
Carotene Degradation of and Biotechnology
Refined Bleached Deodorized
Palm Oil (RBDPO) during
frying of Tofu (Anggota *)
b. Putu Ari Sandhi W, N.L. Ari
Yusasrini dan A.S Duniaji,
The Effect of Sugar
Concentration and Use of
Saccharomyces bayanus EC
118 on Total Population of
Fungi in Purple Sweet Potato
Brem (Anggota *).

3 2010 N.L. Ari Yusasrini, Zuheid - The 2nd International


Noor dan Suparmo, Effect of Conference on Bioscience
Soybean Protein Diet on Muscle and Biotechnology.
Protein Degradation in Alloxan-
Induced Diabetic Rats (Penulis
Utama) *)

F. PengalamanPenyampaian Makalah Secara Oral pada Pertemuan/


Seminar Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir
No. Nama Pertemuan ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar (dengan seluruh nama Tempat
penulisnya)
1 Seminar Nasional: Peran I.K. Suter, N.L.Ari Yusasrini, Ni Tgl. 2-3
Teknologi Industri Made Yusa dan K.A. Nocianitri, Nopember
Pertanian Dalam Peningkatan Sifat Sensorik, Zat 2012, di
Pembanguanan Gizi dan Daya Antioksidan Ledok Denpasar.
Agroindustri Yang Instan dengan penambahan Ubi
Berkelanjutan di Indonesia. Jalar Ungu.(Anggota)

G. PengalamanPenyampaian Makalah Poster pada Pertemuan/ Seminar


Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir
No. Nama Pertemuan Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
ilmiah/ Seminar (dengan seluruh nama penulisnya) Tempat
rd
1 a. The 3 I Made Sugithadan N.L. Ari Yusasrini, 21-23 Januari
23

International Isolation, Identification and Apllication of 2011


Conference of Lactic Acid Bacteria of Sumbawa Wild Universitas
Indonesian Horse Milk in Dadih Making for Blood Gadjah Mada,
Society for Cholesterol Reducing Effect (Anggota*) Yogyakarta
Lactic Acid
Bacteria (3rd
IC-ISLAB)
I Wayan Rai Widarta dan N.L. Ari 21 – 22
Yusasrini, Change of Chemical Properties September 2011,
and Carotene Degradation of Refined Universitas
Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) Udayana
b. The 3 rd during frying of Tofu (Anggota *) Denpasar Bali
International
Conference on Putu Ari Sandhi W, N.L. Ari Yusasrini
Biosciences dan A.S Duniaji, The Effect of Sugar 21 – 22
and Concentration and Use of Saccharomyces September 2011,
Biotechnology bayanus EC 118 on Total Population of Universitas
Fungi in Purple Sweet Potato Brem Udayana
(Anggota *). Denpasar Bali

3 The 2nd N. L. Ari Yusasrini, Zuheid Noor dan Tgl. 23-24


International Suparmo, Effect of Soybean Protein Diet September 2010,
Conference on on Muscle Protein Degradation in Alloxan- di Denpasar.
Bioscience and Induced Diabetic Rats (Penulis Utama) *)
Biotechnology.

H. Kegiatan dalam Seminar Ilmiah/Lokakarya/Penataran/Workshop/


Pameran yang Melibatkan Dosen Diluar PT Sendiri dalam 3 Tahun
Terakhir

No Nama Kegiatan Tempat dan waktu Kedudukan


(penyaji/peserta)
1 Workshop Penyusunan Instrument Denpasar, 23 Mei Peserta
Evaluasi Proses Pembelajaran 2009
Berbasis Kompetensi
2 Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Bukit Jimbaran, Peserta
14 September 2009
3 Pelatihan Metodologi Penelitian Bukit Jimbaran, Peserta
14 September 2009
4 Lokakarya Penulisan Artikel Bukit Jimbaran, Peserta
Pengabdian Kepada Masyarakat 7 September 2009
5 Dialog Ekonomi Kreatif di Perguruan Denpasar, Peserta
24

Tinggi Oktober 2010


6 Sosialisasi Layanan E-Library Bukit Jimbaran, Peserta
Universitas Udayana 23 Februari 2010
7 Lokakarya Penyusunan Kurikulum Bukit Jimbaran. Peserta
Berbasis Kompetensi 19 Februari 2010
8 Lokakarya Penyusunan Silabus dan Bukit Jimbaran. Peserta
Satuan Acara Perkuliahan 5 Maret 2010
Berdasarkan Kurikulum Berbasis
Kompetensi
9 Workshop “Pengembangan Bukit Jimbaran, Peserta
Kurikulum Berbasis Kompetensi” 14 September 2011
10 Workshop “Penyusunan Road Map Bukit Jimbaran, Peserta
Keilmuan pada Program Studi”, 15 September 2011
Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Udayana (Peserta).
11 Workshop Rencana Strategis Bukit Jimbaran, Peserta
(RENSTRA) dan Penyusunan 21-22 Februari 2013
Instrumen Evaluasi Proses
Pembelajaran Fakultas Teknlogi
Pertanian, Bukit Jimbaran, 21-22
Februari 2013. (Peserta)

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.

Denpasar, 7 Oktober 2015


Pembimbing,

(Ni Luh Ari Yusasrini, S.TP., M.P)


25

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan Penunjang
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Mesin peniris Digunakan untuk
minyak abon meniriskan 1 set 2.000.000 2.000.000
(Spinner) minyak
Dandang Mengukus ikan
2 Buah 85.000 170.000
kukus stenlis tongkol
Wajan alat untuk
1 Set 100.000 100.000
Penggorengan menggoreng
Menghaluskan
Blender 1 Buah 130.000 130.000
bumbu
Kompor + Digunakan untuk
1 Buah 450.000 450.000
Tabung 12,5kg menyalakan api
Nampan Menempatkan
5 buah 35.000 175.000
Alumunium olahan ikan
Alat press Mengepress
1 buah 650.000 650.000
kemasan kemasan
SUB TOTAL (Rp) 3.675.000
2. Bahan Habis Pakai
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Bahan baku
Ikan tongkol 160 kg 14.000 2.320.000
pembuatan abon
Pembentuk cita
Santan 50 liter 10.000 500.000
rasa abon
Pemanis untuk
Gula merah 5 kg 22.000 110.000
abon
Penghilang bau
Asam Jawa 3 kg 5.000 15.000
amis
Minyak Menggoreng
30 liter 12.000 360.000
goreng Bonikol
Pengawet alami
Garam 7 kg 5.000 35.000
ikan
Pengawet alami
Gula pasir 5 kg 12.000 60.000
ikan
Bahan dasar bumbu
Bawang putih 18 kg 20.000 360.000
Bali
Bawang Bahan dasar bumbu 30 kg 30.000 900.000
26

merah Bali
Bahan dasar bumbu
Ketumbar 2 kg 10.000 20.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Kemiri 5 kg 12.000 60.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Lengkuas 5 kg 12.000 60.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Jahe 5 kg 12.000 60.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Kunir 5 kg 11.000 55.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Kencur 5 kg 10.000 50.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Cabe besar 15 kg 24.000 360.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Cabe rawit 5 kg 28.000 130.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Terasi 1 kg 10.000 10.000
Bali
Bahan dasar bumbu
Merica 1 kg 9.000 9.000
Bali
Meningkatkan
Daun salam 2 kg 8.000 16.000
aroma Bonikol
Daun jeruk Meningkatkan
2 kg 8.000 16.000
purut aroma Bonikol
Meningkatkan
Serai 4 kg 10.000 40.000
aroma Bonikol
Plastik
Mengemas Bonikol 1000 lbr 100 100.000
Kemasan
Untuk menunjang
Listrik 2 bulan 500.000 500.000
kegiatan produksi
Tabung gas
Proses pemasakan 1 kali 90.000 90.000
12,5 kg
SUB TOTAL (Rp) 6.236.000
3. Perjalanan
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Perjalanan (Rp)
Ke tempat
Survei 3 kali x
Nelayan untuk
produsen ikan 4 Orang 15.000 180.000
mendapatkan ikan
tongkol
tongkol segar
27

Bensin Ke tempat
16 kali x 1
perjalanan ke Nelayan yang
orang
produsen ikan telah menjadi
15.000 320.000
tongkol yang mitra untuk
telah menjadi membeli ikan
mitra kerja tongkolnnya

Pembelian alat
Bensin pada awal
perjalanan produksi, pada 16 kali x 1
10.000 160.000
pembelian alat minggu-minggu orang
dan bahan berikutnya hanya
membeli bahan

Bensin
16 kali x 3
perjalanan ke Ke tempat
orang
distributor distributor untuk
15.000 720.000
(warung, memasarkan
koperasi,pasar produk
dan swalayan)
SUB TOTAL (Rp) 1.380.000
4. Lain-lain
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Untuk memasarkan
produk Bonikol
Pulsa
Bumbu Bali 1 250.000 250.000
Internet
melalui media
sosial
Untuk pembuatan
250 artikel 2500 625.000
Kertas, ATK, brosur pemasaran
Print dan Untuk pembuatan
2000 buah 100 200.000
Fotocopy stiker produk
Untuk pembuatan
50 foto 4R 2500 125.000
laporan
SUB TOTAL (Rp) 1.200.000.
TOTAL 12.491.000
28

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama / NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


Studi Ilmu Waktu
(jam/
minggu)
1 Ni Made Inten Ilmu dan Pertanian 28 Ketua
Kusuma Dewi Teknologi kelompok;
/1411105039 Pangan Menangani
bidang
produksi,
kualitas produk,
mengkoor divisi
seluruh kegiatan
2 Ni Ketut Antropologi Humaniora 24 Menangani
Nugrahaningari hubungan
/1201605005 dengan
masyarakat,
pemasaran dan
berkoordinasi
dengan
penyuplai ikan
tongkol
3 Ni Luh Ekayani Antropologi Humaniora 24 Menangani
/1201605009 hubungan
dengan
masyarakat,
pemasaran dan
berkoordinasi
dengan
penyuplai
rempah-rempah
bumbu Bali
4 Luh Gede Manajemen Sosial 24 Memanajemen
Krisna Ekonomi usaha,
Handayani / pemasaran dan
1306205041 mengatur
keuangan.
29