Anda di halaman 1dari 5

1.

Siswa yang Mengalami Hambatan Kognitif atau Akademik yang


Spesifik
Beberapa sisiwa berkebutuhan khusus bisa saja tidak dilihat tanda hambatan fisik
namun mungkin mengalami hambatan kognitif yang mengganggu kemampuan mereka
mempelajari materi pelajaran atau mengerjakan tugas tertentu dikelas. Siswa semacam itu
mencakup mereka yang mengalami kesulitan belajar, attetion-deficit hyperaktivity disorder
(ADHD), serta gangguan bicara dan komunikasi.

a. Kesulitan belajar

Siswa yang mengalami kesulitan belajar merupakan suatu kategori yang paling banyak
dialamisiswa. Kriteria berikut ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi siswa semacam itu:

 Siswa mengalami hambatan yang signifikan dalam satu atau lebih proses kognitif
tertentu.
 Hambatan kognitif tidak dapat diatribusikan ke hambatan lain, seperti
keterbelakangan mental, gangguan emosi atau perilaku, gangguan visual, atau
kehilangan pendengaran.
 Hambatan kognitif dapat mengganggu prestasi akademik, oleh karena itu sampai
pada taraf tertentu siswa perlu mendapatkan layanan pendidikan khusus.

Karakteristik umum diantara siswa yang mengalami kesulitan belajar juga terdapat lebih
banyak perbedaan satu sama lain dibandingkan kesamaan.mereka biasanya memiliki kekuatan
tapi mungkin mengalami tantangan sebagai berikut:

 Kesulitan mempertahankan atensi ketika menghadapi distraksi


 Keterampilan membaca yang buruk
 Strategi belajar dan memori yang tidak efektif
 Kesulitan menyelesaikan tugas yang melibatkan penalaran abstrak
 Kurangnya pemahaman akan diri dan memiliki motivasi yang rendah
 Keterampilan motorik yang buruk
 Keterampilan sosial yang buruk

Mengadaptasi instruksi bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar harus disesuaikan dengan
kelebihan dan kelemahan spesifik mereka. Meskipun demikian, beberapa strategi seharusnya
berguna:

 Minimalkan stimulus yang potensial mengganggu konsentrasi mereka


 Gunakan berbagai modalitas untuk menyajikan informasi
 Analisislah kesalahan siswa menangkap petunjuk mengenai cara memproses
berbagai kesulitan
 Ajarkan keterampilan dan strategi belajar
 Sediakan alat bantu belajar
b. Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Hampir semua siswa pernah bersikap tidak perhatian, hiperaktif, dan implusi. Namun
mereka yang mengalami Attention-Deficit Hyperactivity Disorder biasanya memperlihatkan
kekurangan luar biasa dalam area ini, sebagaimana tercermin:

 Tidak perhatian (inattention) siswa mengalami kesulitan memusatkan dan


mempertahankan perhatian terhadap tugas yang diberikan.
 Hiperaktif (hyperactivity) siswa yang memiliki energi yang besar sekali.
 Implusif (implusivity) siswa yang mengalami kesulitan mencegah perilaku yang
tidak sesuai.

Karakteristik umum selain sikap tidak perhatian, hiperaktif, dan implusif, siswa yang
diidentifikasi mengalami ADHD juga memperlihatkan karakteristik berikut ini:

 Imajinasi dan kreativitas yang luar biasa


 Kesulitan dalam pemrosesan kognitif dan prestasi sekolah yang buruk
 Masalah perilaku dikelas
 Kesulitan menafsirkan dan menganalisis berbagai situasi sosial
 Memperlihatkan reaksi emosional yang lebih besar dalam interaksi dengan teman
sebaya
 Jarang sekali menjalin hubungan pertemanan
 Memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengomsumsi tembakau dan alkohol
di masa remaja

Mengadaptasi instruksi para peneliti dan praktisi menawarkan beberapa saran untuk
membantu siswa yang mengalami ADHD:

 Modifikasikanlah jadwal siswa dan lingkungan kerja.


 Ajarkan strategi mempertahankan atensi.
 Berikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan energinya yang berlebihan.
 Bantulah bicara dan komunikasi
c. Gangguan Bicara dan Komunikasi

Gangguan dalam bahasa lain dan pemahaman bacaan yang secara signifikan mengganggu
performa siswa dikelas. Contohnya :

 Masalah artikulasi yang persistem


 Gagap
 Pola sintaksis yang abnormal
 Kesulitan memahami pembicaraan orang lain
Karakteristik umum yang kadangkala, meskipun tidak selalu, terlihat di antara siswa yang
mengalami kesulitan bicara dan komunikasi:

 Enggan untuk berbicara


 Malu ketika berbicara
 Mengalami kesulitan membaca dan menulis

Mengadaptasi instruksi biasanya seorang spesialis terlatih akan membantu mereka


memperbaiki atau mengatasi gangguan bicara dan komunikasinya. Meskipun demikian, guru
pendidikan umum juga dapat turut membantu melalui beberapa cara sebagai berikut:

 Doronglah komunikasi lisan yang teratur


 Jadilah pendengar yang sabar
 Mintalah penjelasan ulang ketika suatu pesan yang mereka sampaikan tidak jelas
d. Rekomendasi umum

Selain strategi yang dideskripsikan di bagian sebelumnya, terdapat beberapa rekomendasi


umum yang dapat diterapkan ke banyak siswa yang mengalami kesulitan kognitif dan akademik
yang spesifik:

Berilah dorongan agar berhasil menyelesaikan tugas akademik


Pertimbangkan tingkat keterampilan mereka
Deskripsikan secara jelas harapan mengenai performa akademik
Ambillah langkah untuk meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi
2. Siswa yang Mengalami masalah sosial dan perilaku
Banyak siswa pernah mengalami mesalah sosial, emosi, atau perilaku yang tidak begitu
parah disuatu masa dalam hidupnya, dan khususnya ketika sedang dilanda stres atas perubahan
hidup yang besar dan tidak biasa.

Meskipun demikian, beebrapa siswa memperlihatkan pola perilaku bermasalah yang


konsisten mengganggu kegiatan belajar dan performa mereka kendati guru dan lingkungan
kelasnya kondusif. Dalam pembahasan ini, kami akan meninjau dua kelompok siswa yang
termasuk dalam kategori ini. Mereka yang mengalami masalah emosi dan perilaku serta mereka
yang tergolong dalam gangguan spektrum autisme.

a. Gangguan Emosi dan Perilaku

Siswa yang mengalami gangguan emosi dan perilaku termasuk dalam kategori siswa
berkebutuhan khusus dan karenanya berhak memperoleh layanan pendidikan khusus ketika
masalah mereka memiliki pengaruh negatif yang substansial terhadap kegiatan belajar di kelas.
Gangguan emosial dan perilaku biasanya dapat di golongkan menjadi dua kategori:
 Perilaku ke luar (Externalizing behaviors) memiliki pengaruh langsung maupun
tidak langsung terhadap orang lain.
 Perilaku ke dalam (internalizing behaviors) terutama mempengaruhi siswa yang
mengalami gangguan ini.

Karakteristik umum siswa yang mengalami gangguan emosi dan perilaku cukup berbeda
dalam hal kemampuan dan kepribadiannya banyak dari antara mereka memperlihatkan
karakteristik yang sama sebagai berikut:

 Rasa harga diri yang rendah


 Keterampilan sosial yang buruk
 Kesulitan mencapai dan membina relasi interpersonal secara memuaskan
 Sering tidak masuk sekolah
 Memperlihatkan penurunan prestasi akademik seiring meninkatnya usia
 Kurang menyadari parahnya masalah yang mereka hadapi

Mengadaptasi instruksi intervensi yang efektif harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap
siswa yang unik, tetapi beberapa strategi dapat membawa manfaat bagi banyak siswa seperti ini:

 Perlihatkan minat terhadap kebaikan dan kemajuan siswa.


 Buatlah aktivitas kelas yang relevan dengan minat siswa.
 Berikan kepada siswa pengertian bahwa mereka memiliki kendali atas situasi
yang mereka alami.
 Waspadailah tanda kemungkinan siswa berencana melakukan bunuh diri.
b. Gangguan Spektrum Autisme

Mayoritas gangguan spektrum autisme mungkin disebabkan oleh abnormal di otak.


Karkteristik umum dari gangguan ini ditandai oleh:

 Gangguan dalam kognisi sosial


 Keterampilan sosial
 Interaksi sosial

Karakteristik umum selain sifat yang telah dideskripsikan, siswa yang termasuk dalam
gangguan spektrum autisme memiliki karakteristik sebagai berikut:

 Kesadaran yang luar biasa akan detil pada sebuah objek atau tampilan visual
 Keterampilan berfikir visual spesial yang kuat
 Wawasan yang lemah terhadap pikiran dan perasaannya sendiri
 Kontak mata yang minim dengan teman sebaya
 Kurang atau tidak minat sama sekali mencari penghiburan dari orang lain
 Sikap badan atau gerakan yang abnormal
 Kebutuhan yang kuat akan lingkungan yang dapat diprediksi
Mengadaptasi intruksi banyak dari strategi dikelas yang dideskripsikan yang dapat di
terapkan ke siswa yang mengalami gangguan spektrum autisme. Dua strategi tambahan lain yang
dapat membantu mereka:

 Memaksimalkan prediktibilitas dalam penataan kelas dan jadwal mingguan


 Gunakan pendekatan visual dalam proses belajar mengajar.
c. Rekomendasi Umum

Meskipun penyebab gangguan emosi dan perilaku dan ganggaun spektrum autisme
biasanya sangat berbeda, siswa yang mengalami salah satu dari kedua bentuk gangguan ini dapat
memperoleh manfaat dari berbagai intervensi kelas yang sama. Para peneliti dan pendidik
berpengalaman juga menawarkan saran berikut ini:

Tekanlah berulangkali pentingnya berprilaku sopan di kelas.


Kembangkan kognisi sosial dan keterampilan interpersonal yang efektif.
Tetap gigih, sabar dan arahkan usaha anda pada perbaikan yang perlahan alih
kesuksesan dalam sekejab.
3. Siswa yang mengalami keterlambatan umum dalam fungsi kognitif dan
sosial
para pendidik kadangkala menggunakan istilah pembelajaran yang lambat untuk
mendeskripsikan siswa yang memperoleh skor inteligensi di sekitar 70 dan terlihat mengalami
kesulitan dalam sebagian besar atau bahkan semua mata pelajaran. Siswa yang secara khusus
mengalami kesulitan yang berat dapat diidentifikasi mengidap keterbelakangan mental.

a. Keterbelakangan mental

Siswa yang mengalami keterbelakangan mental memperlihatkan keterlambatan yang


signifikan di sebagian besar aspek perkembangan kognitif dan sosialnya. Secara lebih khusus,
mereka memperlihatkan karakteristik berikut ini:

 Inteligensi umum berada di bawah rata-rata