Anda di halaman 1dari 1

Bagikan di TwitterBagikan di Facebook

Proses lamaran sebelum pernikahan hendaknya menjadi sebuah proses yang penuh
keberkahan. Abi dan Ummi, apa saja cara melamar wanita menurut Islam yang sesuai dengan
anjuran Rasulullah? Simak tata cara melamar wanita menurut Islam di bawah ini, yuk!

1. Meminta Izin pada Wali Sang Wanita yang akan Dilamar

Saat seorang pria ingin melamar wanita, ia harus meminta izin dan pendapat terlebih dahulu.
Jika diizinkan, barulah proses lamaran akan berlanjut pada proses pernikahan antara kedua
calon. Cara melamar wanita adalah dengan menanyakan pendapatnya. Jika ia diam saat
ditanya, artinya ia mengizinkan dan ridha dengan pria yang melamarnya.

Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau menikahkah janda sampai engkau meminta
pendapatnya dan janganlah engkau menikahkan perawan sampai engkau meminta izinnya.”
Para sahabat bertanya, “Bagaimana kita tahu dia mengizinkan?” Beliau pun bersabda, “Dia
diam saja.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

2. Dampingi Wanita Selama Proses Lamaran

Wanita yang baik akan selalu menjaga dirinya. Ia tidak akan berkumpul berduaan dengan pria
mana pun selain suami atau mahramnya. Oleh karena itu, saat melamar wanita, hendaklah
dari pihak keluarga mendampingi wanita untuk proses lamaran sehingga tidak menimbulkan
fitnah. Cara melamar wanita ini terbukti lebih menjaga kemuliaan keduanya sehingga setan
enggan menghampiri.

Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah laki-laki berduaan dengan wanita di tempat yang
sepi dan janganlah wanita bepergian, kecuali dengan mahramnya.” (H.R. Bukhari dan
Muslim)

3. Melihat Wanita yang akan Dilamar

Pihak wanita boleh mengumpulkan informasi mengenai pria yang melamarnya, seperti
tentang latar belakangnya, akhlaknya, juga ibadahnya. Begitu pun sebaliknya, pria yang
melamar boleh melihat wanita yang akan ia lamar. Ini bertujuan agar muncul kebaikan yang
akan makin menguatkan keputusan menikah tersebut.

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Mughirah bin Syu’bah berkeinginan untuk menikahi
seorang perempuan, lalu Rasulullah saw. bersabda, “Pergilah untuk melihat perempuan itu
karena dengan melihat itu akan memberikan jalan untuk dapat lebih membina kerukunan
antara kamu berdua.” Setelah itu, ia melihatnya, kemudian menikahi perempuan itu dan ia
menceritakan kerukunannya dengan perempuan itu. (H.R. Ibnu Majah: disahihkan oleh Ibnu
Hibban dan beberapa hadis sejenis juga ada, misalnya diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Imam
Nasai)

(Bersambung ke part 2)