Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Commented [A1]: SUMBER BUKU DAN JURNAL PALING
LAMA TAHUN 2007 DIBAWAH 2007 TIDAK BOLEH

Sindrom nefrotik adalah penyakit glomerular utama yang dikarakteristikan

dengan proteinuria, hipoalbuminemia, edema difusi, kolesterol serum tinggi, dan

hiperlipidemia. Sindrom nefrotik dijumpai di hampir semua gangguan yang

sangat merusak membran kapiler glomerulus sehingga menyebabkan peningkatan

permeabilitas glomerulus yang diikuti dengan bocornya protein ke dalam urine.

Kondisi ini dijumpai di banyak kasus penyakit ginjal dan penyakit sistemik yang

menyebabkan kerusakan glomerulus. Sindrom nefrotik bukanlah penyakit

glomerular yang spesifik, melainkan kumpulan temuan klinis yang disebabkan

oleh kerusakan glomerulus. (Brunner & Suddarth 2013)

Sindrom nefrotik adalah penyakit ginjal dengan proteinuria,

hipoalbuminemia edema, dan nefrotik range proteinuria adalah 3 gram per hari

atau lebih. Pada koleksi urine spot tunggal, itu adalah 2 gram protein per gram

kreatinin urine. Ada beberapa penyebab yang spesifik banyak sindrom nefrotik.

Ini termasuk penyakit ginjal seperti minimal change nephropathy, focal

glomerulosclerosis, and membranous nephropathy. Sindrom nefrotik juga bisa

terjadi akibat penyakit sistemik yang mempengaruhi organ lain selain ginjal,

diabetes melitus, amiloidosis, dan lupus eritematosus. Sindrom nefrotik dapat


mempengaruhi orang dewasa dan anak-anak, dari kedua jenis kelamin dan ras

apapun. Hal itu dapat terjadi dalam bentuk yang khas, atau dalam hubungan

dengan sindrom nefritik. Yang terakhir berkonotasi peradangan glomerulus,

dengan hematuria dan fungsi ginjal terganggu.

Sindrom nefrotik, adalah salah satu penyakit ginjal yang sering dijumpai

pada anak, merupakan suatu kumpulan gejala-gejala klinis yang terdiri dari

proteinuria masif, hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia serta sembab. Yang

dimaksud proteinuria masif adalah apabila didapatkan proteinuria sebesar 50-100

mg/kg berat badan/hari atau lebih. Albumin dalam darah biasanya menurun

hingga kurang dari 2,5 gram/dl. Selain gejala-gejala klinis di atas, kadang-kadang

dijumpai pula hipertensi, hematuri, bahkan kadang-kadang azotemia. Commented [A2]: DI LATAR BELAKANG TIDAK BOLEH
BANYAK PENGERTIAN…BUKAN PENGERTIAN…KALO
PENGERTIAN SEBAIKNYA INI DI BAB 2 SAJA…..DISINI
Sindrom nefrotik merupakan keadaan klinik di mana terjadi sindrom KESIMPULAN PENGERTIAN SAJA..JADI PAKE SINROMA
NEFR MERUPAKAN…DAN ITU HANYA 1 PARAGRAF SAJA

nefrotik. Sindrom nefrotik merupakan keadaan klinik dimana terjadi proteinuria Commented [A3]: SETIAP PARAGRAF HARUS ADA
SESLALU ADA TINJAUAN PUSTAKA/ SUMBERNYA DAPAT
DARIMABA
massif ( > 3,5 g/hari, hipoalbuminemia, udema dan hiperlipidemia, biasanya

kadar BUN normal.

Menurut Robson dari 1400 kasus, beberapa glomerulonefritis primer

merupakan penyebab dari 78 % Sindrom nefrotik pada orang dewasa dan 93 %

pada anak-anak. Dari 22 % dari orang dewasa keadaan ini disebabkan oleh

gangguan sistemik (terutama diabetes, amiloidosis dan thrombosis vena renalis,

gangguan-gangguan sistemik tersebut secara sekunder juga mempengaruhi ginjal

atau mungkin juga akibat respon abnormal terhadap obat-obatan atau allergen-

alergen lainnya. Terdapat keadaan histologist yang ditemukan pada nefrotik


sindrom yang termasuk kategori umum glomerulonefritis, yaitu perubahan

minimal, perubahan membranosa, perubahan proliferates dan campuran

perubahan membranosa dan proliferative glumerulonefritis. Glumerulonefritis

fokal lebih jarang menyebabkan sindromanefrotik.

Glomerulonefritis (GN) perubahan minimal pada lesi yang khas dari


nefrotik syndrome pada anak (69%) dan merupakan penyebab dari 18 % kasus
yang dialami orang dewasa. Glumerulonefritis perubahan minimal ini merupakan
bentuk utama dari dari glumerulonefritis dimana mekanisme patogenetik imun Commented [A4]: SPASI RAPIKAN

tampaknya tidak ikut berperan. Keadaan ini biasanya berhasil di obati dengan
kortikosteroid. Pada sebagian kecil pasien yang tidak memberikan respon
terhadap terapi steroid, maka kadang-kadang penyakit dapat ditekan dengan
menggunakan obat imunosupresif, seperti siklofosfamida (cytoksin) atau
azatioprin (Imuran). Sebagian kecil pasien yang tidak dapat sembuh biasanya
mengalami relaps yang lama, membaik lalu memburuk lagi yang berakhir dengan
uremia.

Glomerulonefritis (GN) perubahan membranosa merupakan penyebab dari


25 % kasus nefrotik sindroma pada orang dewasa dan hanya 2 % pada anak-anak.
Sekitar 95 % pasien ini menderita azotemia dan meninggal akibat uremia dalam
waktu 10 sampai 20 tahun. Perubahan histologis yang terutama adalah penebalan
membran dasar yang dapat terlihat baik oleh mikroskop electron maupun
mikroskop cahaya.

Glomerulonefritis perubahan proliferative dan membranoproliferatif


merupakan penyebab dari 35 % sisa kasus pada orang dewasa yang menderita
nefrotik dindroma dan 22 % pada anak-anak. GN perubahan proliferative
ditrandai oleh hiperselularitas dan sekaligus penebalan membrane dasar. Respon
terhadap terapi pada berbagai jenis glomerulonefritis ini umumnya tidak baik dan
secara progresif terjadi gagal ginjal.

Biopsi studi pada anak dengan sindrom nefrotik telah menunjukkan


sejenis histologi di India dan Turki, dibandingkan dengan apa yang diharapkan di
negara Barat. Pada orang dewasa Pakistan dengan sindrom nefrotik., Spektrum
histologis dari biopsi ginjal ditemukan untuk menjadi serupa dengan yang terlihat
di negara-negara barat. Commented [A5]: DELETE TINDAK PERLU

Di sebagian Afrika dan Timur Tengah (misalnya, Mesir), penyakit


glomerular dapat berhubungan dengan infeksi urogenital schistosomal. Namun,
apa yang disebut “sindrom nefrotik tropis” (misalnya, dari penyakit parasit seperti
malaria atau schistosomiasis). Mungkin tidak menjadi entitas yang benar.

Doe dkk melaporkan penyebab sindrom nefrotik pada anak-anak Afrika


dan tidak menemukan bukti untuk peran mendominasi steroid tahan
glomerulopathies tropis, melainkan biopsi ginjal yang paling sering menunjukkan
temuan histologis khas (glomerulosklerosis fokal dan segmental dan penyakit
perubahan minimal). Commented [A6]: SUMBERNYA DARIMANA DAN
KAPAN…

Sambungan dari sindrom nefrotik terhadap malaria quartan tidak mapan.


Memang, Pakasa dan Sumaili meminta perhatian terhadap penurunan nyata dari
parasit terkait sindrom nefrotik di Kongo. Ada kemungkinan bahwa hubungan
yang dirasakan antara sindrom nefrotik dan infeksi parasit adalah kebetulan,
karena didukung oleh peningkatan berkelanjutan dan mungkin terjadinya penyakit
ginjal kronis di Kongo.
Karena diabetes adalah penyebab utama sindrom nefrotik, Indian
Amerika, Hispanik, dan Afrika-Amerika memiliki insiden yang lebih tinggi
sindrom nefrotik daripada orang kulit putih. HIV nefropati merupakan komplikasi
infeksi HIV yang tidak biasa dalam putih, hal ini terlihat dengan frekuensi yang
lebih besar di Afrika Amerika glomerulosklerosis fokal tampaknya
overrepresented di Afrika-Amerika anak-anak, dibandingkan dengan anak putih,
sebagai penyebab nefrotik. sindrom.

Ada dominasi laki-laki dalam terjadinya sindrom nefrotik, karena ada


untuk penyakit ginjal kronis pada umumnya. Ini overrepresentation pria juga
terlihat di membranous nephropathy paraneoplastic. Namun, nefritis lupus
mempengaruhi kebanyakan wanita.

(Sumber : www.dokterindonesiaonline.com/2012/05/03) Commented [A7]: SUMBER INI DARI BLOGSPOT

Sindrom nefrotik merupakan kelainan ginjal terbanyak dijumpai pada


anak, dengan angka kejadian 15 kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa.
Insidennya sekitar 2-3/100.000 anak per tahun, dan sebagian besar anak sindrom
nefrotik merupakan tipe sensitif terhadap pengobatan steroid yang dimasukkan
sebagai kelainan minimal.

Metode penelitian dekskriptif retrospektif, dengan mengambil data dari


rekam medis pasien sindrom nefrotik selama periode 2001-2007, di bagian ilmu
kesehatan anak RSUP Sanglah Denpasar. Hasil selama periode 6 tahun (2001-
2007), terdapat 68 anak dengan sindrom nefrotik. Usia berkisar dari 6 bulan
sampai dengan 11 tahun (rerata 5,1) laki-laki 50 (73,5%) perempuan 18 ( 26,5%)
dengan rasio 2,7:1

(Sumber : www.saripedriati.org) Commented [A8]: CARI SUMBER YANG DARI JUNRLA


YANG HARUS ADA DAN URUTAN PARAGRAF DI LATAR
BELAKANG INI ADALAH:

1. Ssyndrom nefrotik merupakan……………………………….


2. Komplikasi yang sering terjadi pada sindroma nefrotik……………………
3. Data angka kejadian sindroma nefrotik didunia…………..ambil dari jurnal-
jurnal hasil penelitian…dia,bil pembacaanya pada hasil dan kesimpulannya
4. Data angka kejadian sindroma nefrotik di Indonesia…………..ambil dari
jurnal-jurnal hasil penelitian…dia,bil pembacaanya pada hasil dan
kesimpulannya
5. Data angka kejadian sindroma nefrotik diPalembang…………..ambil dari
jurnal-jurnal hasil penelitian…dia,bil pembacaanya pada hasil dan
kesimpulannya
6. Data suvey pendahuluan di RS Charitas………………
7. Peraan perawat……
8. Kesimpulan…….
9. Maksimal 3 halaman saja

Di Palembang khusunya Rumah Sakit RK.Charitas Palembang penderita


Sindrom Nefrotik dari bulan Januari-Desember tahun 2016 berjumlah 9 penderita.
penderita Sindrom Nefrotik dari bulan Januari-April tahun 2017 berjumlah 4
penderita, khusunya di Paviliun Yoseph I jumlah penderita Sindrom Nefrotik dari
tahun 2016-2017 berjumlah 3 penderita. (Sumber Rekam Medik Rumah Sakit
RK.Charitas)
Dilatarbelakangi dari permasalahan yang telah dijabarkan oleh penulis
sehingga penulis tertarik mempelajari dan mengambil kasus Karya Tulis Ilmiah
yang berjudul Asuhan Keperawatan pada Ny. Y Dengan Gangguan Sistem
Perkemihan: Sindrom Nefrotik di Paviliun Yoseph I Rumah Sakit RK.Charitas
Palembang.

B. Ruang Lingkup Penulisan

Mengingat peran dan fungsi sebagai calon perawat serta karena keterbatasan

waktu yang penulis miliki maka dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini penulis

membatasi ruang lingkup masalah hanya pada Asuhan Keperawatan pada Ny. Y

dengan gangguan sistem Perkemihan: Sindrom Nefrotik. Pengkajian terbatas

hanya pada satu orang pasien saja yang dilakukan selama 3 hari dari tanggal 21

sampai dengan 23 April 2017 di Paviliun Yoseph I Rumah Sakit RK Charitas

Palembang.

C. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan agar penulis menerapkan suatu

konsep tentang Asuhan Keperawatan secara langsung kepada Pasien dengan


gangguan sistem Perkemihan: Sindrom Nefrotik dengan metode pendekatan

proses keperawatan.

2. Tujuan Khusus

Penulis diharapkan mampu :

a. Melakukan pengkajian pada pasien dengan Gangguan Sistem Perkemihan:

Sindrom Nefrotik

b. Merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan Gangguan Sistem Commented [A9]: Dimana kapan pada siapa….

Perkemihan: Sindrom Nefrotik

c. Menyusun rencana keperawatan pada pasien dengan Gangguan Sistem

Perkemihan: Sindrom Nefrotik

d. Melakukan tindakan keperawatan yang telah direncanakan pada pasien

dengan Gangguan Sistem Perkemihan: Sindrom nefrotik

e. Melakukan evaluasi dari hasil tindakan yang dilakukan pada pasien

dengan Gangguan Sistem Perkemihan: Sindrom Nefrotik

D. Metode Penulisan

Metode penulisan yang penulis gunakan dalam penyusunan Karya Tulis

Ilmiah ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang bersifat

menggambarkan suatu keadaan secara objektif selama mengamati pasien dari


pengumpulan data sampai melakukan evaluasi dan selanjutnya disajikan

dalam bentuk narasi. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan cara :

1. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data subyektif dengan

menggunakan pertanyaan terbuka atau tertutup, penulis bertanya langsung

kepada pasien dengan demikian akan memudahkan penulis untuk

mengetahui masalah

2. Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk melengkapi data adalah

inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi.

3. Observasi

Mengadakan pengamatan secara langsung terhadap pasien secara nyata,

selanjutnya penulis melakukan tindakan keperawatan berdasarkan

pengamatan sehingga data yang disajikan relevan.

4. Studi Dokumentasi

Penulis menggunakan berbagai sumber buku sebagai referensi yang

membahas tentang gangguan sistem Perkemihan khususnya Sindrom

Nefrotik.
5. Studi Kepustakaan

Penulis mengumpulkan data dari berbagai referensi yang membahas tentang

gangguan Sindrom Nefrotik yang digunakan dari berbagai sumber referensi

dan internet

E. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan asuhan keperawatan ini terdiri dari lima bab yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, ruang lingkup penulisan,

tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN TEORI

Bab ini menjelaskan tentang konsep dasar medik yang mencakup pengertian,

anatomi fisiologi, patofisiologi, etiologi, tanda dan gejala, pemeriksaan

diagnostik, dan penatalaksanaan medik. Juga terdiri dari konsep dasar

keperawatan yang mencakup pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan,

rencana keperawatan, implementasi, evaluasi keperawatan, discharge planning

serta patoflow diagram teori.

BAB III TINJAUAN KASUS

Bab ini menjelaskan tentang pengkajian keperawatan yang dilakukan secara

langsung terhadap klien meliputi identifikasi, data medik, keadaan umum,

tanda-tanda vital, pengukuran, genogram, kajian pola-pola fungsi kesehatan,


pemeriksaan diagnostik, daftar obat yang diberikan pada pasien. Juga

menjelaskan tentang patoflow diagram kasus, analisa data, diagnosa

keperawatan, rencana keperawatan, pelaksanaan keperawatan, dan evaluasi

keperawatan.

BAB IV PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan tentang analisa, dimana membandingkan isi yang

terdapat pada Bab II dan Bab III. Bab ini membahas kembali mengenai

pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, rencana keperawatan,

pelaksanaan keperawatan, dan evaluasi keperawatan.

BAB V PENUTUP

Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dari penulisan serta saran yang

merupakan tanggapan dari kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN