Anda di halaman 1dari 3

Gerak Peluru

College Loan Consolidation Monday, March 23rd, 2015 - Fisika Kuliah


Gerak peluru atau disebut juga sebagai gerak parabolik, merupakan gerak yang terdiri dari
gabungan GLB pada arah sumbu horizontal dan GLBB pada arah sumbu vertikal. Jadi untuk setiap
benda yang diberi kecepatan awal sehingga menempuh lintasan gerak yang arahnya dipengaruhi
oleh gaya gravitasi yang bekerja terhadapnya dan juga dipengaruhi oleh gesekan udara, benda
tersebut disebut mengalami gerak peluru. Misalnya saja seperti bom yang dijatuhkan dari pesawat
terbang, bola yang dilontarkan atau dipukul, misil yang ditembakkan oleh meriam, dan roket yang
sudah kehabisan bakarnya.
Advertisment
Proyeksi Gerak Peluru

Proyeksi Gerak Peluru


Gambar diatas menunjukkan proyeksi gerak peluru pada sumbu horizontal (sumbu x) dan sumbu
vertikal (sumbu y), dengan titik pangkal koordinatnya ada pada titik dimana peluru tersebut mulai
terbang bebas. Pada titik pangkal tersebut ditetapkan t = 0 dengan kecepatan awal yang
digambarkan dengan vektor v0 yang membentuk sudut elevasi θ0terhadap sumbu x.
Persamaan -Persamaan Gerak Peluru

Kecepatan awal diuraikan menjadi komponen horizontal v0x dan voy yang besarnya :

v0x = v0 cos θ , dan


v0y = v0 sin θ

Karena komponen kecepatan horizontal konstan, maka pada setiap saat t akan diperoleh :

vtx = v0x + at = v0x + (0)t = vox = v0 cos θ

dan

x = v0xt + ½at2 = voxt + ½(0)t2 = v0xt

Sementara itu, percepatan vertikal adalah –g sehingga komponen kecepatan vertikal pada saat t
adalah :

vty = voy – gt = vo sin θ – gt


y = voyt – ½gt2
v2ty =v20y – 2gy
Persamaan diatas berlaku jika peluru ditembakkan tepat pada titik awal dari sistem koordinat xy
sehingga x0 = y0 = 0. Tetapi jika peluru tidak ditembakkan tepat pada titik awal koordinat (x 0 ≠ 0 dan
y0 ≠ 0), maka kedua persmaan tersebut menjadi :
x = x0 +v0xt = x0 + (v0 cos θ)t
y = y0 +voyt – ½gt2
Pada titik tertinggi artinya pada posisi y maksimum, maka kecepatannya adalah horizontal sehingga
vty = 0. Sehingga persamaan diatas menjadi :
vty = voy -gt
0 = voy – gt

t=

t=

Persamaan diatas menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian maksimum.
Kemudian subtitusikan ke persamaan (y) sehingga diperoleh persamaan ketinggian maksimum
sebagai berikut :

Subtitusi persamaan (t) ke persamaan (x) akan menghasilkan posisi x pada saat y maksimum, yaitu :

Sedangkan pada titik terjauh dari titik awal artinya posisi x maksimum, maka waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai x maksimum adalah :

t=

Dan posisi terjauh atau x maksimum adalah :


xm = =
http://fisikazone.com/gerak-peluru/