Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA

PROGRAM IMUNISASI
DI PUSKESMAS TAHAI TAHUN 2019

A. PENDAHULUAN
Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal di
wilayah kecamatan Tahai, maka puskesmas Tahai berkomitmen dengan VISI,
MISI, Tujuan, Motto dan Tata Nilai. VISI dari Puskesmas Tahai adalah
“Mewujudkan Masyarakat Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Tahai”, adapun
MISI Puskesmas Tahai adalah Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, mendorong kemandirian
masyarakat untuk hidup sehat serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam
upaya kesehatan baik promotif, preventif dan kuratif, dan mengembangkan kerja
sama lintas sektoral dengan unsur-unsur terkait dibidang kesehatan guna
memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat di bidang kesehatan. Tujuan
Puskesmas adalah : Mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku hidup sehat
yang meliputi kesadaran, kemauan, dan kemampaun hidup sehat, mewujudkan
masyarakat yang mampu menjangkau pelayanan kesehatn yang bermutu,
mewujudkan masyakat yang hidup dalam dalam lingkungan sehat dan
mewujudkan masyarakat yang memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik
individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Dengan motto dan tata nilai
Puskesmas Tahai:
MOTTO : “ Kesehatan Anda Adalah Kebanggan Kami “

TATA NILAI :

T : Taat → Taat dalam menjalankan tugas

A : Aman → Aman dalam memberikan pelayanan kesehatan

H : Harmonis → Harmonis dalam membina hubungan baik

Dengan rekan kerja dan masyarakat.

A : Adil → Adil dalam memberikan pelayanan kepada

seluruh masyarakat.
I : Inovatif → Memberikan inovasi dalam melakukan

pekerjaan.

J : Jujur → Jujur dalam bekerja

A : Amanah → Amanah dalam menjalani pekerjaan (Profesi)

Y : Yakin → Yakin dalam melakukan tindakan (sesuai

SOP)

A : Antusias → Antusias dalam bekerja dan meningkatkan

kesehatan masyarakat.

B. LATAR BELAKANG

Salah satu ukuran derajat kesehatan adalah menurunnya angka


kematian anak yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
ke-3 Memastikan hidup yang sehat dan memajukan kesejahteraan bagi
semua orang di semua usia. Penyebab tingginya angka kematian bayi salah
satunya karena penyakit – penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3I). Oleh karena itu, program imunisasi merupakan salah satu program
prioritas intervensi kesehatan masyarakat apalagi dikaitkan dengan masa
depan generasi mendatang.

Imunisasi berkembang seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi


.Peningkatan beban penyakit : Penyakit lama muncul kembali dan Penyakit
baru . Kebutuhan menambah vaksin baru sesuai epidemiologi serta komitmen
global
Jenis-jenis imunisasi : Imunisasi Wajib
 diwajibkan pemerintah kepada seseorang  utk melindungi ybs dan
masyarakat , Imunisasi Pilihan
  diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya
Imunisasi Rutin
Imunisasi Dasar pada Bayi, Imunisasi Lanjutan pada: Batita, Wanita Usia
Subur
Dan Anak Usia Sekolah
Imunisasi Tambahan
Backlog Fighting, Crash Program , PIN, Sub PIN, Catch up Campaign
Campak, ORI
Imunisasi Khusus
Meningitis Meningokokus , Yellow Fever, Anti Rabies (VAR),
Penyelenggaraan Imunisasi Wajib dilakukan dengan Perencanaan
logistik, penentuan jumlah sasaran, pendanaan  dilakukan secara bottom
up.
Tanggung jawab penyediaan Logistik Vaksin untuk Imunisasi Wajib:
Pemerintah, ADS, SB, Emergency kit, Peralatan Cold Chain, dokumen RR
Pemerintah dan Pemerintah Daerah, Penyediaan unit logistik dan perumatan
vaksin  Pemerintah Daerah . Distribusi vaksin dan logistik lainnya: ke
Provinsi oleh Pemerintah, selanjutnya oleh Pemerintah Daerah secara
berjenjang.
Ketenagaan: Tenaga pengelola: program, cold chain, vaksin, logistik
lainnya  Disediakan Pemerintah Daerah, sesuai dengan kualifikasi tertentu.
Kegiatan pelatihan tenaga pengelola dan pelaksana dilakukan oleh
Pemerintah dan Pemerintah Daerah
Tempat pelayanan imunisasi: posyandu, puskesmas, sekolah, rumah
sakit, klinik, dll untuk Biaya operasional  tanggung jawab Pemerintah
Daerah Kab/Kota. Penggerakan masyarakat  tanggung jawab Pemerintah
Daerah
Pengelolaan limbah tanggung jawab Puskesmas atau RS penyelenggara
imunisasi
Pemantauan dan Evaluasi: tanggung jwb bersama Pemerintah dan
Pemerintah Daerah, scr berkala, berkesinambungan dan berjenjang, melalui:
Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), Data Quality Self Assessment (DQS),
Effective Vaccine Management (EVM),Supervisi Suportif, RR KIPI, RR
Cakupan Imunisasi.
Pelaksana Pelayanan Imunisasi: Imunisasi dapat dilakukan oleh:
Dokter spesialis, Dokter , Bidan, Perawat, Tenaga terlatih . Harus ada
standar pelayanan, SOP maupun standar profesi . Adanya komunikasi
informasi dan edukasi (KIE) lengkap tentang imunisasi sebelum pelaksanaan
imunisasi oleh tenaga kesehatan pelaksana pelayanan
Pemantauan dan Penanggulangan KIPI, harus dilakukan koordinasi
antara pelaksana program imunisasi dengan Badan POM  secara
berjenjang . Pembentukan Komnas PP KIPI dan Komda PP KIPI,
Keanggotaan terdiri atas unsur-unsur perwakilan para ahli yang terkait ,
Pembiayaan operasional dibebankan pada APBN dan APBD
Tugas dan fungsinya dan Tata cara pelaporan dan investigasi KIPI
serta Biaya perawatan KIPI dengan diberikan pengobatan & perawatan
selama proses investigasi berlangsung. Bila ditetapkan berkaitan dengan
vaksin  penerima vaksin tetap mendapatkan pengobatan & perawatan .
Biaya diatas dibebankan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah

Peran Serta Masyarakat, Masyarakat termasuk swasta diharapkan


berperan serta dalam pelaksanaan imunisasi bekerja sama dengan
Pemerintah dan Pemerintah Daerah, melalui: penggerakkan masyarakat;
sosialisasi imunisasi; dukungan fasilitasi penyelenggaraan imunisasi; relawan
sebagai kader; dan/atau turut serta melakukan pemantauan penyelenggaraan
imunisasi.

C. TUJUAN :

1. TUJUAN UMUM

Menurunkan angka PD3I (penyakit – penyakit yang dapat dicegah dengan


imunisasi)

2. TUJUAN KHUSUS

a. Pelaksanaan imunisasi rutin pada bayi untuk pencapaian IDL dengan


imunisasi HB0, BCG, Polio 4 kali, DPT HB Hib 3 kali dan MR
b. Pelaksanaan imunisasi tambahan DPT HB Hib 4 dan MR 2
c. Tercapainya UCI desa dan kecamatan
d. Terlaksananya program iminisasi IPV sebagai kelengkapan BOPV
e. Terlaksananya BIAS
f. Terlaksananya imunisasi pada WUS termasuk Bumil T2 Plus
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Kegiatan Pokok
Kegiatan Pokok yang dilaksanakan dalam rangka menunjang SDGs melalui
Upaya penurunan angka PD3I yaitu :
a. Pemberian imunisasi rutin pada Bayi
b. Pemberian imunisasi tambahan pada Batita
c. Pemberian imunisasi IPV sesuai dengan prioritas
d. Pemberian imunisasi pada WUS termasuk ibu hamil
e. BIAS
f. DOFU (Droup out Follow Up)
g. Validasi Data
h. Penanganan KIPI
i. Pencatatan dan pelaporan

2. Rincian Kegiatan
a. Pemberian imunisasi rutin pada Bayi, ImunisaSI tambahan pada balita,
imunisasi WUS dan Bumil : 1keg x 12 posy x 1 hr 2 org
b. BIAS : 2 keg x 19 sek x1 hr x 3 orng
c. DOFU (Droup out Follow Up) : 8 desa x 1 kl x 2 orng
d. Penanganan KIPI : JKN, APBD Daerah dan Propinsi
e. Pencatatan dan pelaporan : Tanpa anggaran

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Pelayanan di Puskesmas
2. Pelayanan di Posyandu
3. Kunjungan Rumah
4. Penyuluhan
5. Pertemuan
6. Pemeriksaan

F. SASARAN
Adapun sasaran dari kegiatan Program Imunisasi bayi, Batita, Anak Sekolah,
WUS

G. RENCANA KEGIATAN
Rencana Kegiatan Progam Imunisasi adalah sebagai berikut :
BULAN
No Jenis kegiatan Ket
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Pemberian imunisasi
rutin pada Bayi,
Pemberian imunisasi
1. tambahan pada x x x x x x x x x x x x
Batita, Pemberian
imunisasi pada WUS
termasuk ibu hamil
2. BIAS x x
DOFU (Droup out
3. x x x x x x x x x x x
Follow Up)
4. Penanganan KIPI x x x x x x x x x x x x

H. JADWAL

Ada Dalam Lampiran

I. BIAYA

Kegiatan dibebankan pada anggaran APBN BOK Tahun 2019

J. KELUARAN/HARAPAN

a. Semua bayi mendapat imunisasi dasar lengkap dengan cakupan minimal


95%
b. Semua batita mendapatkan imunisasi tambahan dengan cakupan minimal
95%
c. Semua bayi yang lahir bulan april dst mendapat IPV sebelum umur 1
tahun
d. Semua ibu hamil terskrining TT dan mendapat imunisasi sesuai
kebutuhan
e. Semua murid SD kelas 1 mendapat imunisasi MR, DT kelas 2 dan 5
mendapat imunisasi Td
f. Mengurangi angka droup out menjadi ±5 %
g. Terlaksananya Skrining imunisasi TT WUS pada daerah dengan
pemetaan resiko tinggi
h. Terlaksanakannya Validasi Data dan data menjadi valid
i. Semua KIPI tertangani
j. Pencatatan dan pelaporan yang akurat
k. Semua KIPI dilakukan pelacakan
l. Adanya kesesuaian data dengan RCA (Rapid Confidence Assesment)

K. PERAN LINTAS PROGRAM

Sebagai penunjang keberhasilan kegiatan KIA


1. PROMKES : Mempromosikan semua kegiatan Imunisasi
2. GIZI : Penunjang pelaksanaan pelayanan Imunisasi
3. P2PL : Berperan dalam penunjang pelaksanaan kesehatan
Balita dengan imunisasi
4. SANITARIAN : Berkontribusi terhadap kesehatan lingkungan yang
mendukung program Imunisasi
5. SURVELENCE : Sebagai penanggung jawab dalam melakukan
pelacakan kasus kasus PD3I

L. PERAN LINTAS SEKTOR

Sebagai penggerak masyarakat/ sasaran dalam pelaksanaan kegiatan


program Imunisasi