Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

A. Landasan
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Pasal 1 butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa
pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan Pasal 4
ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun
kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran,
dan Pasal 12 Ayat (1b) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan
pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat,
dan kemampuannya.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
Pasal 5 s.d Pasal 18 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri
peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan/atau
dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan.
4. Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Tahun 2004 untuk memberi arah pengembangan profesi konseling
di sekolah dan di luar sekolah.

B. Pengertian
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai
bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan
upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan
pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan
belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. Di samping itu, untuk
satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling
ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir. Untuk satuan pendidikan khusus,
pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan
khusus peserta didik.
Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/ dilaksanakan
oleh konselor, dan kegiatan ekstra kurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau
tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangnya. Pengembangan
diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra
kurikuler dapat megembangankan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari
peserta didik.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,
minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi
sekolah/madrasah.
2. Tujuan Khusus
Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam
mengembangkan:
a. Bakat
b. Minat
c. Kreativitas
d. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan
e. Kemampuan kehidupan keagamaan
f. Kemampuan sosial
g. Kemampuan belajar
h. Wawasan dan perencanaan karir
i. Kemampuan pemecahan masalah
j. Kemandirian

D. Ruang Lingkup
Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan
terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan
kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegitan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung
oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua
peserta didik.
Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen:
1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:
a. kehidupan pribadi
b. kemampuan sosial
c. kemampuan belajar
d. wawasan dan perencanaan karir
2. Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan:
a. kepramukaan
b. latihan kepemimpinan, ilmiah remaja, palang merah remaja
c. seni, olahraga, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan

E. Bentuk-Bentuk Pelaksanaan
1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan
khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara
individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:
a. Layanan dan kegiatan pendukung konseling
b. Kegiatan ekstra kurikuler.
2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai
berikut.
a. Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam,
ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan
kesehatan diri.
b. Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti:
pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri,
mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
c. Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti:
berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau
keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.
BAB II
PENGEMBANGAN DIRI
MELALUI PELAYANAN KONSELING

A. Struktur Pelayanan Konseling


Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik
dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta
perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan
peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan,
potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki.
Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang
dihadapi peserta didik.
1. Pengertian Konseling
Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan
maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang
pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan
karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma
yang berlaku.
2. Paradigma, Visi, dan Misi
a. Paradigma
Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai
budaya. Artinya, pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan
teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan
konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.
b. Visi
Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian
dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang
secara optimal, mandiri dan bahagia.
c. Misi
1) Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui
pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa
depan.
2) Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan
kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah, keluarga dan
masyarakat.
3) Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta
didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
3. Bidang Pelayanan Konseling
a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan
kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian
dan kebutuhan dirinya secara realistik.
b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta
didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan
sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga
lingkungan sosial yang lebih luas.
c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti
pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam
memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
4. Fungsi Konseling
1) Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan
lingkungannya.
2) Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau
menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat
perkembangan dirinya.
3) Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang
dialaminya.
4) Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik
memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang
dimilikinya.
5) Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas
hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
5. Prinsip dan Asas Konseling
a. Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang
dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
b. Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan,
kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan,
keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.
6. Jenis Layanan Konseling
a. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan
baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari,
untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta
didik di lingkungan yang baru.
b. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami
berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
c. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik
memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok
belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra
kurikuler.
d. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai
konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam
kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
e. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam
mengentaskan masalah pribadinya.
f. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam
pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar,
karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu
melalui dinamika kelompok.
g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam
pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam
memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam
menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
i. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan
dan memperbaiki hubungan antarmereka.
7. Kegiatan Pendukung
a. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta
didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun
non-tes.
b. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan
pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan,
sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
c. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam
pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data,
kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang
bersifat terbatas dan tertutup.
d. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen
bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua
dan atau keluarganya.
e. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang
dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial,
kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
f. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah
peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
8. Format Kegiatan
a. Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara
perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik
melalui suasana dinamika kelompok.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik
dalam satu kelas.
d. Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah
peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
e. Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan
peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan
kemudahan.
9. Program Pelayanan
1) Jenis Program
a. Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
b. Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
c. Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
d. Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
e. Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada
hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari
program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan
kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
2) Penyusunan Program
a. Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik
(need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
b. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan
dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan
volume/beban tugas konselor. (Lampiran 1 dan Lampiran 2a, 2b, 2c, dan
2d)
B. Perencanaan Kegiatan
1. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah
dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
2. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan jabaran dari
program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-
masing memuat:
1) Sasaran layanan/kegiatan pendukung
2) Substansi layanan/kegiatan pendukung
3) Jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan
4) Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat
5) Waktu dan tempat
(Lampiran 3)
3. Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan
di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab
konselor. (Lampiran 1)
4. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2
(dua) jam pembelajaran.
5. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal
ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah.

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi
secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan
keteladanan.
2. Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan
SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu,
tempat, dan pihak-pihak yang terkait.
3. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling
1) Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:
a. Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk
menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran,
penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang
dapat dilakukan di dalam kelas.
b. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu
dan dilaksanakan secara terjadwal
c. Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan
layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan
rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
2) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:
a. Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan
orientasi, konseling perorangan,, bimbingan kelompok, konseling kelompok,
dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.
b. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam
pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam
kelas.
c. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah
maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan
dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.
4. Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program
(LAPELPROG). (Lampiran 4).
5. Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas
dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan
sekolah/madrasah (Lampiran 5)
6. Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola
dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan
antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan
kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler, serta
mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah.

D. Penilaian Kegiatan
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:
a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan
kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang
dilayani.
b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu
minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan
pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan
terhadap peserta didik.
c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu
(satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan
kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh
dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.
2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap
keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG,
untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.
3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG
(Lampiran 4).
4. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk
setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. (Lampiran 6 dan Lampiran 7)

E. Pelaksana Kegiatan
1. Pelaksana kegiatan pelayanan konseling adalah konselor sekolah/ madrasah.
2. Konselor pelaksana kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah wajib:
a. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional
konseling.
b. Merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihak
terkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/ madrasah, sejawat pendidik, dan
orang tua.
c. Melaksanakan tugas pelayanan profesional konseling yang setiap kali
dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan
sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik.
d. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan kegiatan
pelayanan profesional konseling.
e. Mengembangkan kemampuan profesional konseling secara berkelanjutan.
(Rincian kewajiban konselor Lampiran 8).
3. Beban tugas wajib konselor ekuivalen dengan beban tugas wajib pendidik lainnya di
sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
4. Pelaksana pelayanan konseling
a. Pelaksana pelayanan konseling di SMA/SMK/MA pada dasarnya adalah guru
kelas yang melaksanakan layanan orientasi, informasi, penempatan dan
penyaluran, dan penguasaan konten dengan menginfusikan materi layanan tersebut
ke dalam pembelajaran, serta untuk peserta didik Kelas IV, V, dan VI dapat
diselenggarakan layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan
konseling kelompok.
b. Pada satu SMA/SMK/MA atau sejumlah SMA/SMK/MA dapat diangkat seorang
konselor untuk menyelenggarakan pelayanan konseling.
c. Pada satu SMA/SMK/MA dapat diangkat sejumlah konselor dengan rasio seorang
konselor untuk 150 orang peserta didik.

F. Pengawasan Kegiatan
1. Kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi, dan dibina
melalui kegiatan pengawasan.
2. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara:
a. Interen, oleh kepala sekolah/madrasah.
b. Eksteren, oleh pengawas sekolah/madrasah bidang konseling.
3. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi
kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di
sekolah/madrasah.
4. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
5. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan
mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di
sekolah/madrasah.
BAB III
PENGEMBANGAN DIRI
MELALUI KEGIATAN EKSTRA KURIKULER

A. Struktur Kegiatan Ekstra Kurikuler


1. Pengertian Kegiatan Ekstra Kurikuler
Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan
pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan
kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus
diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan
berkewenangan di sekolah/madrasah.
2. Visi dan Misi
1) Visi
Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat
secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang
berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
2) Misi
1) Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai
dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.
2) Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik
mengespresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau
kelompok.
3. Fungsi Kegiatan Ekstra Kurikuler
1) Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan
kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat
mereka.
2) Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan
dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
3) Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana
rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang
proses perkembangan.
4) Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan
kesiapan karir peserta didik.
4. Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler
a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi,
bakat dan minat peserta didik masing-masing.
b. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan
diikuti secara sukarela peserta didik.
c. Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut
keikutsertaan peserta didik secara penuh.
d. Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai
dan mengembirakan peserta didik.
e. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat
peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
f. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan
untuk kepentingan masyarakat.
5. Jenis kegiatan Ekstra Kurikuler
1) Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS),
Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
(PASKIBRAKA).
2) Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan
keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian.
3) Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga,
seni dan budaya, cinta alam, jurnaistik, teater, keagamaan.
4) Seminar, lokakarya, dan pameran/bazar, dengan substansi antara lain karir,
pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya.
6. Format Kegiatan
1) Individual, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara
perorangan.
2) Kelompok, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-
kelompok peserta didik.
3) Klasikal, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam
satu kelas.
4) Gabungan, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik
antarkelas/antarsekolah/madraasah.
5) Lapangan, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti seorang atau
sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan.

B. Perencanaan Kegiatan
Perencanaan kegiatan ekstra kurikuler mengacu pada jenis-jenis kegiatan yang
memuat unsur-unsur:
1. Sasaran kegiatan
2. Substansi kegiatan
3. Pelaksana kegiatan dan pihak-pihak yang terkait, serta keorganisasiannya
4. Waktu dan tempat
5. Sarana
(Lampiran 10)

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin, spontan dan keteladanan dilaksanakan
secara langsung oleh guru, konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah.
2. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran,
substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pelaksana sebagaimana telah
direncanakan. (Lampiran 11)

D. Penilaian Kegiatan
Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan
kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung
jawab kegiatan.
(Lampiran 12,13, dan14)

E. Pelaksana Kegiatan
Pelaksana kegiatan ekstra kurikuler adalah pendidik dan atau tenaga kependidikan
sesuai dengan kemampuan dan kewenangan pada substansi kegiatan ekstra kurikuler yang
dimaksud.

F. Pengawasan Kegiatan
1. Kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui
kegiatan pengawasan.
2. Pengawasan kegiatan ekstra kurikuler dilakukan secara:
a. Interen, oleh kepala sekolah/madrasah.
b. Eksteren, oleh pihak yang secara struktural/fungsional memiliki kewenangan
membina kegiatan ekstra kurikuler yang dimaksud.
3. Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis, dan ditindaklanjuti untuk peningkatan
mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 : Penugasan Pengasuhan kepada Konselor

PENUGASAN PENGASUHAN PESERTA DIDIK


KEPADA KONSELOR

Nama Madrasah : MA Cikuya


Kelas : X, XI, XII
Tahun Ajaran : 2018/2019
Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
No. Kelas Jumlah Siswa Keterangan
1. X 28 Masuk pagi

2. XI 14 Masuk pagi

3. XII 21 Masuk pagi

Jumlah 63

Cikuya, 20 Juli 2018


Kepala Sekolah/Madrasah

Cecep Kusaeri, S.Ag., M.Pd


NUPTK
Lampiran 2a: Program Tahunan Pelayanan Konseling

PROGRAM TAHUNAN
PELAYANAN KONSELING
Nama Madrasah : MA Cikuya
Kelas : X sd. XII
Tahun Ajaran : 2018/2019
Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
Materi Bidang Pengembangan*)
No Kegiatan
Pribadi Sosial Belajar Karir
1. Layanan Orientasi Obyek-obyek pengembangan Obyek-obyek pengembangan Obyek-obyek pengembangan Obyek-obyek implementasi karir
pribadi hubungan sosial kemampuan belajar
(1) (2) (3) (4)
2. Layanan Informasi Informasi tentang Informasi tentang potensi, Informasi tentang potensi, kemampuan, Informasi tentang potensi, kemampuan, arah
perkembangan, potensi, kemampuan dan kondisi hubungan kegiatan dan hasil belajar dan kondisi karir
kemampuan dan kondisi diri sosial
(5) (6) (7) (8)
3. Layanan Penempatan dan penyaluran Penempatan dan penyaluran untuk Penempatan dan penyaluran untuk Penempatan dan penyaluran untuk
Penempatan/Penyaluran untuk pengembangan pengembangan kemampuan sosial pengembangan kemampuan belajar pengembangan kemampuan karir
kemampuan pribadi
(9) (10) (11) (12)
4. Layanan Penguasaan Kompetensi dan kebiasaan Kompetensi dan kebiasaan dalam Kompetensi dan kebiasaan dalam Kompetensi dan kebiasaan dalam
Konten dalam kehidupan pribadi kehidupan sosial kegiatan serta penguasaan bahan belajar pengembangan karir
(13) (14) (15) (16)
5. Layanan Konseling Masalah pribadi: dalam Masalah pribadi: dalam kehidupan Masalah pribadi: dalam kemampuan, Masalah pribadi: dalam pengembangan karir
Perorangan kehidupan pribadi sosial kegiatan dan hasil belajar
(17) (18) (19) (20)
6. Layanan Bimbingan Topik tentang: Kemampuan Topik tentang: Kemampuan dan Topik tentang: Kemampuan, kegiatan Topik tentang: Kemampuan dan arah karir
Kelompok dan kondisi pribadi kondisi hubungan sosial dan hasil belajar
(21) (22) (23) (24)
7. Layanan Konseling Masalah pribadi: dalam Masalah pribadi: dalam kehidupan Masalah pribadi: dalam kemampuan Masalah pribadi: dalam pengembangan karir
Kelompok kehidupan pribadi sosial kegiatan belajar
(25) (26) (27) (28)
8. Layanan Konsultasi Pemberdayaan pihak tertentu Pemberdayaan pihak tertentu untuk Pemberdayaan pihak tertentu untuk Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat
untuk dapat membantu dapat membantu peserta didik dapat membantu peserta didik dalam membantu peserta didik dalam
peserta didik dalam dalam pengembangan kemampuan pengembangan kemampuan belajar pengembangan karir
pengembangan pribadi sosial
Materi Bidang Pengembangan*)
No Kegiatan
Pribadi Sosial Belajar Karir

(29) (30) (31) (32)


9. Layanan Mediasi Upaya mendamaikan pihak-pihak
--- tertentu (peserta didik) yang berselisih --- ---
(33) (34) (35) (36)
10. Aplikasi Instrumentasi Intrument tes dan non tes untuk Intrument tes dan non tes untuk Intrument tes dan non tes untuk Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan
mengungkapkan kondisi dan mengungkapkan kondisi dan masalah mengungkapkan kondisi dan masalah belajar kondisi dan masalah karir peserta didik
masalah pribadi peserta didik hubungan sosial peserta didik peserta didik

(37) (38) (39) (40)


11. Himpunan Data Data perkembangan, kondisi dan Data perkembangan, kondisi hubungan Data kemampuan, kegiatan dan hasil belajar Data kemampuan, arah dan persiapan karir
lingkungan diri pribadi dan lingkungan sosial
(41) (42) (43) (44)
12. Konferensi Kasus Pembahasan kasus-kasus Pembahasan kasus-kasus masalah Pembahasan kasus-kasus masalah belajar Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu
masalah pribadi tertentu yang sosial tertentu yang dialami peseta tertentu yang dialami peseta didik yang dialami peseta didik
dialami peseta didik didik
(45) (46) (47) (48)
13. Kunjungan Rumah Pertemuan dengan orang tua, Pertemuan dengan orang tua, keluarga, Pertemuan dengan orang tua, keluarga, Pertemuan dengan orang tua, keluarga, peserta
keluarga, peserta didik yang peserta didik yang mengalami masalah peserta didik yang mengalami masalah didik yang mengalami masalah karir
mengalami masalah pribadi sosial belajar

(49) (50) (51) (52)


14. Tampilan Kepustakaan Bacaan dan rekaman tentang Bacaan dan rekaman tentang Bacaan dan rekaman tentang kemampuan Bacaan dan rekaman tentang arah dan kehidupan
perkembangan dan kehidupan perkembangan dan kemampuan sosial dan kegiatan belajar karir
pribadi
(53) (54) (55) (56)
15. Alih Tangan Kasus Pendalaman penanganan masalah Pendalaman penanganan masalah sosial Pendalaman penanganan masalah belajar Pendalaman penanganan masalah karir
pribadi
(57) (58) (59) (60)
Cikuya, Juli 2018
Konselor

Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I


Materi Pengembangan:
(1) Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan pribadi, seperti:
 Fasilitas olah raga; latihan bina raga; bela diri.
 Sanggar seni dan budaya
 Tempat peribadatan
 Rehabilitasi penderita narkoba
(2) Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial, seperti:
 Kegiatan gotong royong
 Perjamuan
 Seminar, lokakarya, diskusi, dan kegiatan kelompok lainnya
 Rapat besar
(3) Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar, seperti
 Lembaga bimbingan belajar
 Fasilitas belajar di sekolah
 Sekolah-sekolah/madrasah lain
 Perguruan tinggi
(4) Layanan Orientasi: Obyek-obyek implementasi karir, seperti:
 Kursus-kursus keterampilan
 Bengkel
 Perusahaan/pabrik, industri
 Kantor
 Perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan
(5) Layanan Informasi: Informasi tentang perkembangan potensi, kemampuan dan kondisi
pribadi, seperti:
 Kecerdasan
 Bakat
 Minat
 Karakteristik pribadi; pemahaman diri
 Tugas perkembangan, tahap perkembangan
 Gejala perkembangan tertentu
 Perbedaan individual
 Keunikan diri
(6) Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan dan kondisi hubungan
sosial, seperti:
 Pemahaman terhadap orang lain
 Kiat berteman
 Hubungan antarremaja
 Hubungan dalam keluarga
 Hubungan dengan guru, orangtua, pimpinan masyarakat
 Data sosiogram
(7) Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan, kegiatan dan hasil belajar,
seperti:
 Kiat belajar
 Kegiatan belajar di dalam kelas
 Belajar kelompok
 Belajar mandiri
 Hasil belajar mata pelajaran
 Persiapan ulangan, ujian UAS dan UAN
(8) Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan, arah dan kondisi karir,
seperti:
 Hubungan antara bakat, minat, pekerjaan, dan pendidikan
 Persyaratan karir
 Pendidikan umum dan pendidikan kejuruan
 Informasi karir/pekerjaan/pendidikan
(9) , (10), (11), dan (12) Layanan Penempatan/Penyaluran: Penempatan dan penyaluran
untuk pengembangan kemampuan pribadi, sosial, belajar, dan karir dapat dilakukan
melalui penempatan di dalam kelas (berkenaan dengan tempat duduk), pada kelompok
belajar; diskusi, magang; krida; latihan keberbakatan//prestasi, kegiatan lapangan,
kepanitiaan, serta kegiatan layanan bimbingan/konseling kelompok. Masing-masing
penempatan/penyaluran itu dapat dimaksudkan untuk mengembangkan satu atau lebih
kemampuan peserta didik: kemampuan pribadi, sosial, belajar, karir.
(13) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi,
seperti:
 Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari: di rumah, di sekolah, di luar rumah/sekolah.
 Menyampaikan kondisi diri sendiri kepada orang lain
 Mengambil keputusan
 Menggunakan waktu senggang
 Memperkuat ibadat keagamaan
 Mengendalikan diri
 Berpikir dan bersikap positif; apresiatif
 Mematuhi peraturan lalu-lintas
(14) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial,
seperti:
 Cara berbicara dengan orang yang berbeda-beda (teman sebaya, orang yang lebih
tua, anggota keluarga)
 Kemampuan pidato
 Menyampaikan pendapat secara lugu (asertive) kepada orang lain
 Mendengar, memahami dan merespon secara tepat dan positif pendapat orang lain
 Melihat kebaikan orang lain dan mengekspresikannya
 Menulis surat persahabatan
 Mengucapkan salam; terima kasih; meminta maaf
 Kemampuan berdiskusi; bermusyawarah
(15) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan dan
penguasaan bahan belajar, seperti:
 Menyusun jadwal belajar
 Bertanya/menjawab di dalam kelas
 Meringkas materi bacaan
 Menyusun kalimat efektif dalam paragraf
 Menyusun laporan kegiatan/tugas pelajaran
 Menyusun makalah
(16) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir,
seperti:
 Menyalurkan bakat, minat, kegemaran yang mengarah ke karir tertentu
 Memelihara perabotan rumah tangga: pakaian, perabot, peralatan listrik
 Memperbaiki peralatan sederhana
 Menyusun lamaran pekerjaan; currikulum vitae
 Mempertimbangkan dan memilih pekerjaan
 Mempertimbangkan dan memilih pendidikan sesuai dengan arah karir
(17), (18), (19), dan (20) Layanan Konseling Perorangan:
Materi yang dibahas dalam layanan konseling perorangan tidak dapat ditetapkan
terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh klien ketika layanan dilaksanakan.
Apapun masalah yang diungkapkan oleh klien (masalah pribadi, sosial, belajar,
ataupun karir), maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling
perorangan. Dalam hal ini konselor dapat memanggil peserta didik (yaitu peserta
didik yang menjadi tanggung jawab asuhannya) untuk diberikan layanan konseling
untuk masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, belajar, atau karir), namun konselor
harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan sendiri oleh peserta didik yang
menerima layanan konseling perorangan.
(22) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan dan kondisi pribadi,
seperti:
 Potensi diri
 Kiat menyalurkan bakat, minat, kegemaran, hobi
 Kebiasaan sehari-hari di rumah; kegiatan rutin, membantu orang tua, belajar
 Sikap terhadap narkoba; KKN; pembunuhan; perkosaan; perang
 Sikap terhadap bencana alam; kecelakaan; HAM; kemiskinan; anak terlantar
 Perbedaan individu
(22) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang Kemampuan dan kondisi hubungan
sosial, seperti:
 Hubungan muda-mudi
 Suasana hubungan di sekolah: antarsiswa, guru-siswa, antarpersonil sekolah
lainnya
 Peristiwa sosial di masyarakat: demo brutal, bentrok antarwarga
 Peranan RT/RW
 Toleransi, solidaritas
(23) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan, kegiatan dan hasil belajar,
seperti:
 Kiat-kiat belajar; belajar sendiri; belajar kelompok
 Sikap terhadap mata pelajaran; tugas/PR; suasana belajar di sekolah, perpustakaan,
laboratorium
 Sikap terhadap hasil ulangan, ujian
 Masalah menyontek dalam ulangan/ujian
 Pemanfaatan buku pelajaran
(24) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang pengembangan karir, seperti:
 Hidup adalah untuk bekerja
 Masa depan kita; masalah pengangguran; lowongan pekerjaan; PHK
 Memilih pekerjaan; memilih pendidikan lanjutan
 Masalah TKI/TKW
(25), (26), (27), dan (28) Layanan Konseling Kelompok:
Seperti untuk layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam konseling
kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh konselor, melainkan akan
dikemukakan oleh masing-masing anggota kelompok. Apapun masalah yang
diungkapkan oleh anggota kelompok tersebut, dan terpilih untuk dibicarakan (apakah
masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir) itulah yang dibahas melalui layanan
konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seorang atau
lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalani
layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, belajar,
atau karir) dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun
konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk
dibahas dalam konseling kelompok.
(29), (30), (31), (32) Layanan Konsultasi:
Seperti untuk layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam layanan
konsultasi tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh konselor, melainkan akan
dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung. Apapun masalah yang
diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (apakah
masalah pribadi, sosial, belajar , atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan
konsultasi. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh
konsulti untuk dibahas dalam layanan konsultasi, namun konselor harus
mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti.
(33), (34), (35), (36) Layanan Mediasi:
Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah sosial. Dalam
hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan sosial di antara pihak-
pihak yang berselisih. Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul
masalah pribadi, masalah belajar, masalah karir, dan masalah sosial lainnya yang perlu
ditangani oleh konselor.
(37), (38), (39), (40) Aplikasi Instrumentasi:
Instrumen tes dan nontes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi, sosial,
belajar, dan karir bentuk dan isinya bermacam-macam, seperti:
 Tes Inteligensi
 Tes Bakat
 Inventori Minat Karir
 Inventori Kreativitas
 Inventori Kepribadian: Self-Esteem; Locus of Control
 Inventori Hubungan Sosial
 Inventori Tahap Perkembangan
 Sosiometri
 Alat Ungkap Masalah: Masalah Belajar, dan Masalah-masalah lainnya
 Tes Hasil Belajar
 Tes Diagnostik
Masing-masing instrumen di atas ada yang mengukur atau mengungkapkan satu atau lebih
kondisi diri peserta didik: kondisi diri pribadi, hubungan sosial, kemampuan belajar, dan
atau arah/kemampuan karir.
(41) Himpunan Data: Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi, seperti:
 Identitas diri
 Potensi dasar: inteligensi, bakat, minat
 Identitas keluarga
 Riwayat kesehatan
 Catatan anekdot (kejadian khusus)
 Masalah diri pribadi
(42) Himpunan Data: Data perkembangan, kondisi hubungan dan lingkungan sosial,
seperti:
 Sosiogram
 Teman dekat
 Data hubungan sosial
 Masalah sosial
(43) Himpunan Data: Data kemampuan, kegiatan dan belajar, seperti:
 Nilai hasil belajar
 Data kegiatan belajar
 Riwayat pendidikan
 Masalah belajar
(44) Himpunan Data: Data kemampuan, arah dan persiapan karir, seperti:
 Pekerjaan orang tua/keluarga
 Bakat-minat karir; jurusan yang diambil
 Masalah karir
(45) Konferensi Kasus: Masalah pribadi, seperti:
 Sering absen; membolos
 Tingkah laku menyimpang; nakal
(46) Konferensi Kasus: Masalah sosial, seperti:
 Suka menyendiri
 Menganggu teman
(47) Konferensi Kasus: Kasus masalah belajar, seperti:
 Menganggu suasana kelas ketika sedang belajar
 Lalai mengerjakan PR
 Nilai pelajaran rendah
 Sulit mengikuti pelajaran
(48) Konferensi Kasus: Masalah karir, seperti:
 Masalah penjurusan
 Pilihan karir
 Kegiatan praktik; magang
(49), (50), (51), (52) Kunjungan Rumah:
Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik
(masalah pribadi, sosial, belajar, dan atau karir) untuk dibicarakan dengan orang tua
dan atau keluarga.
(53) Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang
perkembangan dan kehidupan pribadi, seperti:
 Tahap-tahap perkembangan
 Tugas-tugas perkembangan
 Penampilan dan pengembangan bakat, minat, kegemaran
 Kehidupan keagamaan
 Bahan relaksasi
 Motivasi berprestasi
 Otobiografi: Kisah orang-orang sukses
(54) Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang
kemampuan hubungan sosial, seperti:
 Suasana hubungan “Saya Oke, Kamu juga Oke”
 Kiat bergaul
 Kepemimpinan
 Mengatasi konflik dengan win-win solution
(55) Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang
kemampuan dan kegiatan belajar, seperti:
 Kiat belajar di sekolah
 Panduan menulis makalah
 Bagaimana menyiapkan dari untuk ulangan/ujian
 Belajar secara mandiri
 Belajar kelompok
(56) Tampilan Kepustakaan: Materi becaan, film, rekaman vidio dan audio tentang arah
dan kehidupan karir, misalnya:
 Apa bakat dan karir Anda?
 Informasi karir
 Panduan penjurusan
 Panduan memilih sekolah lanjutan
 Lowongan pekerjaan
 Keselamatan kerja
 Kiat sukses dalam karir
(57) , (58), (59), (60), Alih Tangan Kasus:
Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi, sosial,
belajar, dan atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor, dan
selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang
berkeahlian/berkewenangan.
Lampiran 2 b: Contoh Program Semesteran Pelayanan Konseling

PROGRAM SEMESTERAN
PELAYANAN KONSELING

Nama Madrasah : MA Cikuya


Kelas : X sd. XII
Tahun Ajaran : 2018/2019
Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
Materi Bidang Pengembangan
No Kegiatan Semester I (Juli-Desember 2018) Semester II (Januari-Juni 2019)
Pribadi Sosial Belajar Karir Pribadi Sosial Belajar Karir
1. Layanan Obyek-obyek Obyek-obyek Obyek-obyek Obyek-obyek Obyek-obyek Obyek-obyek Obyek-obyek Obyek-obyek
Orientasi pengembangan pengembangan pengembangan implementasi karir pengembangan pengembangan pengembangan implementasi karir
pribadi hubungan sosial kemampuan pribadi hubungan sosial kemampuan belajar
belajar
(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)
2. Layanan Informasi tentang Informasi tentang Informasi tentang Informasi tentang Informasi tentang Informasi tentang Informasi tentang Informasi tentang
Informasi perkembangan,pot potensi, potensi, potensi, perkembangan,pot potensi, potensi, potensi,
ensi, kemampuan kemampuan dan kemampuan, kemampuan, arah ensi, kemampuan kemampuan dan kemampuan, kemampuan, arah
dan kondisi diri kondisi hubungan kegiatan dan hasil dan kondisi karir dan kondisi diri kondisi hubungan kegiatan dan hasil dan kondisi karir
sosial belajar sosial belajar
(5) (6) (7) (8) (5) (6) (7) (8)
3. Layanan Penempatan dan Penempatan dan Penempatan dan Penempatan dan Penempatan dan Penempatan dan Penempatan dan Penempatan dan
Penempatan/ penyaluran untuk penyaluran untuk penyaluran untuk penyaluran untuk penyaluran untuk penyaluran untuk penyaluran untuk penyaluran untuk
Penyaluran pengembangan pengembangan pengembangan pengembangan pengembangan pengembangan pengembangan pengembangan
kemampuan kemampuan sosial kemampuan kemampuan karir kemampuan kemampuan sosial kemampuan belajar. kemampuan karir
pribadi belajar pribadi
(9) (10) (11) (12) (9) (10) (11) (12)
4. Layanan Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan
Penguasaan kebiasaan dalam kebiasaan dalam kebiasaan dalam kebiasaan dalam kebiasaan dalam kebiasaan dalam kebiasaan dalam kebiasaan dalam
Konten kehidupan pribadi kehidupan sosial kegiatan dan pengembangan kehidupan pribadi kehidupan sosial kegiatan dan pengembangan
penguasaan bahan karir penguasaan bahan karir
belajar belajar
(13) (14) (15) (16) (13) (14) (15) (16)
5. Layanan Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi:
Konseling dalam kehidupan dalam kehidupan dalam dalam dalam kehidupan dalam kehidupan dalam kemampuan dalam
Perorangan pribadi sosial kemampuan pengembangan pribadi sosial kegiatan dan hasil pengembangan
kegiatan dan hasil karir belajar karir
belajar
(17) (18) (19) (20) (17) (18) (19) (20)
6. Layanan Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang:
Bimbingan Kemampuan dan Kemampuan dan Kemampuan, Kemampuan dan Kemampuan dan Kemampuan dan Kemampuan, Kemampuan dan
Kelompok kondisi pribadi kondisi hubungan kegiatan dan hasil arah karir kondisi pribadi kondisi hubungan kegiatan dan hasil arah karir
sosial belajar sosial belajar
(21) (22) (23) (24) (21) (22) (23) (24)
7. Layanan Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi:
Konseling dalam kehidupan dalam kehidupan dalam dalam dalam kehidupan dalam kehidupan dalam kemampuan dalam
Kelompok pribadi sosial. kemampuan pengembangan pribadi sosial kegiatan belajar pengembangan
kegiatan belajar karir karir
(25) (26) (27) (28) (25) (26) (27) (28)
8. Layanan Pemberdayaan Pemberdayaan Pemberdayaan Pemberdayaan Pemberdayaan Pemberdayaan Pemberdayaan Pemberdayaan
Konsultasi pihak tertentu pihak tertentu pihak tertentu pihak tertentu untuk pihak tertentu pihak tertentu pihak tertentu untuk pihak tertentu untuk
untuk dapat untuk dapat untuk dapat dapat membantu untuk dapat untuk dapat dapat membantu dapat membantu
membantu peserta membantu peserta membantu peserta peserta didik dalam membantu peserta membantu peserta peserta didik dalam peserta didik dalam
didik dalam didik dalam didik dalam pengembangan didik dalam didik dalam pengembangan pengembangan
pengembangan pengembangan pengembangan karir pengembangan pengembangan kemampuan belajar karir
pribadi kemampuan sosial kemampuan pribadi kemampuan sosial
belajar
(29) (30) (31) (32) (29) (30) (31) (32)
9. Layanan Upaya Upaya
Mediasi mendamaikan mendamaikan
--- pihak-pihak --- --- --- pihak-pihak --- ---
tertentu (peserta tertentu (peserta
didik) yang didik) yang
berselisih berselisih
(33) (34) (35) (36) (33) (34) (35) (36)
10. Aplikasi Intrument tes dan Intrument tes dan Intrument tes dan Intrument tes dan Intrument tes dan Intrument tes dan Intrument tes dan non Intrument tes dan
Instrumentas non tes untuk non tes untuk non tes untuk non tes untuk non tes untuk non tes untuk tes untuk non tes untuk
i mengungkapkan mengungkapkan mengungkapkan mengungkapkan mengungkapkan mengungkapkan mengungkapkan mengungkapkan
kondisi dan kondisi dan kondisi dan kondisi dan masalah kondisi dan kondisi dan kondisi dan masalah kondisi dan masalah
masalah pribadi masalah hubungan masalah belajar karir peserta didik masalah pribadi masalah hubungan belajar peserta didik karir peserta didik
peserta didik sosial peserta didik peserta didik peserta didik sosial peserta didik
(37) (38) (39) (40) (37) (38) (39) (40)
11. Himpunan Data Data Data kemampuan, Data kemampuan, Data Data Data kemampuan, Data kemampuan,
Data perkembangan, perkembangan, kegiatan dan hasil arah dan persiapan perkembangan, perkembangan, kegiatan dan hasil arah dan persiapan
kondisi dan kondisi hubungan belajar karir kondisi dan kondisi hubungan belajar karir
lingkungan diri dan lingkungan lingkungan diri dan lingkungan
pribadi sosial pribadi sosial
(41) (42) (43) (44) (41) (42) (43) (44)
12. Konferensi Pembahasan Pembahasan Pembahasan Pembahasan kasus- Pembahasan Pembahasan Pembahasan kasus- Pembahasan kasus-
Kasus kasus-kasus kasus-kasus kasus-kasus kasus masalah karir kasus-kasus kasus-kasus kasus masalah kasus masalah karir
masalah pribadi masalah sosial masalah belajar tertentu yang masalah pribadi masalah sosial belajar tertentu tertentu yang
tertentu yang tertentu yang tertentu yang dialami peseta didik tertentu yang tertentu yang yang dialami peseta dialami peseta didik
dialami peseta dialami peseta dialami peseta dialami peseta dialami peseta didik
didik didik didik didik didik
(45) (46) (47) (48) (45) (46) (47) (48)
13. Kunjungan Pertemuan dengan Pertemuan dengan Pertemuan dengan Pertemuan dengan Pertemuan dengan Pertemuan dengan Pertemuan dengan Pertemuan dengan
Rumah orang tua, orang tua, orang tua, orang tua, keluarga, orang tua, orang tua, orang tua, keluarga, orang tua, keluarga,
keluarga, peserta keluarga, peserta keluarga, peserta peserta didik yang keluarga, peserta keluarga, peserta peserta didik yang peserta didik yang
didik yang didik yang didik yang mengalami masalah didik yang didik yang mengalami masalah mengalami masalah
mengalami mengalami mengalami karir. mengalami mengalami
masalah pribadi masalah sosial masalah belajar masalah masalah
(49) (50) (51) (52) (49) (50) (51) (52)
14. Tampilan Bacaan dan Bacaan dan Bacaan dan Bacaan dan Bacaan dan Bacaan dan Bacaan dan Bacaan dan
Kepustakaan rekaman tentang rekaman tentang rekaman tentang rekaman tentang rekaman tentang rekaman tentang rekaman tentang rekaman tentang
perkembangan perkembangan kemampuan dan arah dan kehidupan perkembangan perkembangan kemampuan dan arah dan kehidupan
dan kehidupan dan kemampuan kegiatan belajar karir dan kehidupan dan kemampuan kegiatan belajar karir
pribadi sosial pribadi sosial
(53) (54) (55) (56) (53) (54) (55) (56)
15. Alih Tangan Pendalaman Pendalaman Pendalaman Pendalaman Pendalaman Pendalaman Pendalaman Pendalaman
Kasus penanganan penanganan penanganan penanganan penanganan penanganan penanganan penanganan
masalah pribadi masalah sosial masalah belajar masalah karir masalah pribadi masalah sosial masalah belajar masalah karir
(57) (58) (59) (60) (57) (58) (59) (60)

Cikuya, Juli 2018


Konselor

Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I


Lampiran 2c : Program Bulanan Pelayanan Konseling

PROGRAM BULANAN
PELAYANAN KONSELING

Nama Madrasah : MA Cikuya


Kelas : X sd. XII
Tahun Ajaran : 2018/2019
Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
Materi Bidang Pengembangan
No Kegiatan Semester I (Juli-Desember 2019)
Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Bulan VI
1. Layanan Orientasi Fasilitas olahraga dan Lingkungan sosial Fasilitas perpustakaan; Lingkungan alam Lingkungan sekitar Lingkungan budaya; kerja
rekreasi laboratorium sekolah
(1) (2) (3) (1) (2) (4)
2. Layanan Informasi Penjurusan di SMA Informasi karir terkait Informasi potensi diri Informasi perkembagan Informasi kegiatan belajar Informasi hasil sosiometri
dengan jurusan di SMA diri
(5) dan (8) (8) (5) (5) (7) (6)
3. Layanan Penempatan/ Penempatan/penya-luran Penempatan/penya-luran Penempatan/penya-luran Penempatan/penya- Penempatan/penya- Penempatan/penya-
Penyaluran sesuai kebutuhan siswa sesuai kebutuhan siswa sesuai kebutuhan siswa luran sesuai kebutuhan luran sesuai kebutuhan luran sesuai kebutuhan
siswa siswa siswa
(9,10, 11) (9,10, 11) (9,10, 11) (9,10, 11) (9,10, 11, 12) (9,10, 11, 12)
4. Layanan Penguasaan Kompetensi dan kebiasaan Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan kebiasaan Kompetensi dan kebiasaan Kompetensi dan kebiasaan
Konten kehidupan pribadi/sosial kebiasaan kehidupan kemampuan kebiasaan kegiatan belajar kegiatan belajar kehidupan karir
pribadi/sosial kegiatan belajar
(13, 14) (13, 14) (15) (15) (15) (16)
5. Layanan Konseling Masalah pribadi Masalah pribadi Masalah pribadi Masalah pribadi Masalah pribadi Masalah pribadi
Perorangan
(17, 18, 19, 20) (17, 18, 19, 20) (17, 18, 19, 20) (17, 18, 19, 20) (17, 18, 19, 20) (17, 18, 19, 20)
6. Layanan Bimbingan Topik tentang: Tahun Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang: Kegiatan Topik tentang: Hasil Topik tentang: Arah karir
Kelompok ajaran baru Kemampuan diri Kemampuan sosial belajar belajar

(21, 22, 23) (21) (22) (23) (23) (24)


7. Layanan Konseling Masalah Masalah Masalah Masalah Masalah Masalah
Kelompok pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/
karir karir karir karir karir karir
(25, 26, 27, 28) (25, 26, 27, 28) (25, 26, 27, 28) (25, 26, 27, 28) (25, 26, 27, 28) (25, 26, 27, 28)
8. Layanan Konsultasi Pemberdayaan pihak Pemberdayaan pihak Pemberdayaan pihak Pemberdayaan pihak Pemberdayaan pihak Pemberdayaan pihak
tertentu untuk dapat tertentu untuk dapat tertentu untuk dapat tertentu untuk dapat tertentu untuk dapat tertentu untuk dapat
membantu peserta didik membantu peserta membantu peserta membantu peserta didik membantu peserta didik membantu peserta didik
didik didik
(29, 30, 31, 32) (29, 30, 31, 32) (29, 30, 31, 32) (29, 30, 31, 32) (29, 30, 31, 32) (29, 30, 31, 32)
9. Layanan Mediasi Upaya mendamaikan Upaya mendamaikan Upaya mendamaikan Upaya mendamaikan Upaya mendamaikan Upaya mendamaikan
pihak-pihak tertentu pihak-pihak tertentu pihak-pihak tertentu pihak-pihak tertentu pihak-pihak tertentu pihak-pihak tertentu
(peserta didik) yang (peserta didik) yang (peserta didik) yang (peserta didik) yang (peserta didik) yang (peserta didik) yang
berselisih berselisih berselisih berselisih berselisih berselisih
(31, 34, 35, 36) (31, 34, 35, 36) (31, 34, 35, 36) (31, 34, 35, 36) (31, 34, 35, 36) (31, 34, 35, 36)
10. Aplikasi Intrument tes dan non tes Intrument tes dan non Intrument tes dan non Intrument tes dan non tes Intrument tes dan non tes Intrument tes dan non tes
Instrumentasi untuk mengungkapkan tes untuk tes untuk untuk mengungkapkan untuk mengungkapkan untuk mengungkapkan
kondisi dan masalah mengungkapkan mengungkapkan kondisi dan masalah kondisi dan masalah kondisi dan masalah
peserta didik kondisi dan masalah kondisi dan masalah peserta didik peserta didik peserta didik
peserta didik peserta didik
(37, 38, 39, 40) (37, 38, 39, 40) (37, 38, 39, 40) (37, 38, 39, 40) (37, 38, 39, 40) (37, 38, 39, 40)
11. Himpunan Data Data perkembangan, Data perkembangan, Data perkembangan, Data perkembangan, Data perkembangan, Data perkembangan,
kondisi dan lingkungan kondisi dan lingkungan kondisi dan lingkungan kondisi dan lingkungan kondisi dan lingkungan kondisi dan lingkungan
pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/
karir karir karir karir karir karir
(41,42, 43, 44) (41,42, 43, 44) (41,42, 43, 44) (41,42, 43, 44) (41,42, 43, 44) (41,42, 43, 44)
12. Konferensi Kasus Pembahasan kasus-kasus Pembahasan kasus- Pembahasan kasus- Pembahasan kasus-kasus Pembahasan kasus-kasus Pembahasan kasus-kasus
tertentu yang dialami kasus tertentu yang kasus tertentu yang tertentu yang dialami tertentu yang dialami tertentu yang dialami
peseta didik dialami peseta didik dialami peseta didik peseta didik peseta didik peseta didik
(45, 46, 47, 48) (45, 46, 47, 48) (45, 46, 47, 48) (45, 46, 47, 48) (45, 46, 47, 48) (45, 46, 47, 48)
13. Kunjungan Rumah Pertemuan dengan orang Pertemuan dengan Pertemuan dengan Pertemuan dengan orang Pertemuan dengan orang Pertemuan dengan orang
tua, keluarga peserta orang tua, keluarga orang tua, keluarga tua, keluarga peserta tua, keluarga peserta tua, keluarga peserta
didik yang mengalami peserta didik yang peserta didik yang didik yang mengalami didik yang mengalami didik yang mengalami
masalah mengalami masalah mengalami masalah masalah masalah masalah
pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/
karir. karir. karir. karir. karir. karir.
(49, 50, 51, 52) (49, 50, 51, 52) (49, 50, 51, 52) (49, 50, 51, 52) (49, 50, 51, 52) (49, 50, 51, 52)
14. Tampilan Bacaan dan rekaman Bacaan dan rekaman Bacaan dan rekaman Bacaan dan rekaman Bacaan dan rekaman Bacaan dan rekaman
Kepustakaan tentang perkembangan/ tentang perkembangan/ tentang perkembangan/ tentang perkembangan/ tentang perkembangan/ tentang perkembangan/
kehidupan/kegiatan kehidupan/kegiatan kehidupan/kegiatan kehidupan/kegiatan kehidupan/kegiatan kehidupan/kegiatan
pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/
karir karir karir karir karir karir
(53, 54, 55, 56) (53, 54, 55, 56) (53, 54, 55, 56) (53, 54, 55, 56) (53, 54, 55, 56) (53, 54, 55, 56)
15. Alih tangan Kasus Pendalaman penanganan Pendalaman Pendalaman Pendalaman penanganan Pendalaman penanganan Pendalaman penanganan
masalah penanganan masalah penanganan masalah masalah masalah masalah
pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/ pribadi/sosial/belajar/
karir karir karir karir karir karir
(57, 58, 59, 60) (57, 58, 59, 60) (57, 58, 59, 60) (57, 58, 59, 60) (57, 58, 59, 60) (57, 58, 59, 60)

Cikuya, 15 Juli 2018


Konselor

Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I


PROGRAM MINGGUAN PELAYANAN KONSELING

Nama Madrasah : MA Cikuya


Kelas : X, XI, XII
Bulan : Juli 2018
Minggu : IV (24-29 Juli 2018)
Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
Materi Bidang Pengembangan
No Kegiatan
Pribadi Sosial Belajar Karir
1. Layanan Orientasi - - - -
2. Layanan Informasi - - Penjurusan bagi siswa SMA
(8)
3. Layanan Penempatan/Penyaluran - - - -
4. Layanan Penguasaan Konten - - - -
5. Layanan Konseling Perorangan Masalah Kehidupan pribadi*) Masalah hubungan sosial*) Masalah belajar*) Masalah karir*)
(17) (18) (19) (20)
6. Layanan Bimbingan Kelompok - Teman baru Memasuki tahun ajaran baru
(22) (27)
7. Layanan Konseling Kelompok Masalah kehidupan pribadi*) Masalah hubungan sosial*) Masalah belajar*) Masalah karir*)
(17) (18) (19) (20)
8. Layanan Konsultasi - - - -
9. Layanan Mediasi - - - -
10. Aplikasi Instrumentasi Pengungkapan masalah**) Pengungkapan masalah**) Pengungkapan masalah**) Pengungkapan masalah**)
(37, 38, 39, 40) (37, 38, 39, 40) (37, 38, 39, 40) (37, 38, 39, 40)
11. Himpunan Data
12. Konferensi Kasus - - - -
13. Kunjungan Rumah - - - -
***) ***) ***) ***)
14. Tampilan Kepustakaan
15. Alih Tangan Kasus - - - -
*) Cikuya, 20 Juli 2018
Tergantung pada siswa yang datang/memerlukan layanan
**) Konselor
Dengan menggunakan AUM UMUM
***)
Menggunakan dan menambah koleksi yang ada

Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I


Lampiran 3: Rencana Program Harian Pelayanan Konseling

PROGRAM HARIAN
PELAYANAN KONSELING

Nama Madrasah : MA Cikuya


Kelas : X, XI, XII
Bulan : Juli 2018
Minggu : IV (24-29 Juli 2018)
Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
Satuan Layanan (SATLAN)
Satuan Kegiatan Pendukung (SATKUNG)
Kegiatan
Tanggal/ Jam Sasaran
No. Layanan/ Materi Kegiatan Alat Bantu Tempat Pelaksana Keterangan
Waktu Pemb Kegiatan
Pendukung
24 Juli Aplikasi Pengungkapan masalah AUM Umum Format Ruang kelas XI IPA Konselor Hasil langsung diolah
1. 2
10.00–11.30 intrumentasi umum SLTA 1 melalui program komputer
(37, 38, 39, 40)
24 Juli 20 Kelas Aplikasi Pengungkapan masalah AUM Umum Format Ruang kelas Konselor Hasil langsung diolah
2. 2
11.45–13.15 intrumentasi umum SLTA melalui program komputer
(37, 38, 39, 40)
25 Juli 2006 Kelas Aplikasi Pengungkapan masalah AUM Umum Format Ruang kelas XI IPS 1 Konselor Hasil langsung diolah
3. 2
10.15–11.45 intrumentasi umum SLTA melalui program komputer
(37, 38, 39, 40)
25 Juli 20 Kelas Aplikasi Pengungkapan masalah AUM Umum Format Ruang kelas XI IPS 2 Konselor Hasil langsung diolah
4. 2
11.45–13.15 intrumentasi umum SLTA melalui program komputer
(37, 38, 39, 40)
Kelas Layanan Penjurusan bagi siswa Film tentang kegiatan Kelas XI IPA 1 Konselor Layanan pertama secara
26 Juli 2
5. 2 Informasi SMA praktikum di klasikal
10.00–11.30
laboratorium
(5), (6), (7), (8)
Klp. I/ Layanan Memasuki tahun ajaran KTSP Kelas XI SMA Ruang Perpustakaan Konselor dan Layanan kelompok pertama
26 Juli
6. 2 Bimbingan baru dan buku wajib sekolah Wali kelas XI
16.00- ...
Kelompok IPA 2
(27)
7. 2 Buletin Layanan - Ruang Konseling Konselor -
26 Juli 20
AH Konseling
16.00- ...
Perorangan*)
(19)
8. 27 Juli 20 Klp. II/ Layanan Memasuki tahun ajaran KTSP Kelas XI SMA Ruang Konselor dan Layanan kelompok pertama
Bimbingan baru dan buku wajib Perpustakaan Wali kelas XI
16.00- ... 2 Kelompok sekolah IPA 2
9. Layanan Bakat untuk memasuki KTSP Kelas XI SMA Ruang Konseling Konselor dan Kelompok membahas
28 Juli 20
2 Konseling jurusan IPA *) dan buku wajib Kelompok Wali Kelas XI masalah pribadi seorang
16.00 - ...
Kelompok IPA 1 anggota kelompok
(29)
10. 2 Layanan *) - Ruang Konseling Konselor -
29 Juli 20
Konseling
15.00 - ...
Perorangan *)
(19)
11. 2 Layanan Memasuki tahun ajaran KTSP Kelas XI SMA Ruang Konselor dan Layanan kelompok pertama
29 Juli 20
Bimbingan baru dan buku wajib Perpustakaan Wali kelas XI
16.00 - ...
Kelompok sekolah IPA 1
*) Sudah ada perjanjian terlebih dahulu dan materi layanan dikemukakan pada awal pelaksanaan layanan Cikuya, 20 Juli 2018
Konselor

Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I


Lampiran 4: Lapelprog
LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM
PELAYANAN KONSELING

Nama Madrasah : MA Cikuya


Kelas : X, XI, XII
Bulan : Juli 2018
Minggu : IV (24-29 Juli 2018)
Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
Tanggal Jam Sasaran Kegiatan Evaluasi
No. Materi Kegiatan
Kegiatan Pemb. Kegiatan Layanan/Pendukung Hasil Proses
Aplikasi intrumentasi Pengungkapan masalah  Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan Pengadministrasikan AUM berjalan
24 Juli 2011 umum masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya lancar; lembar jawaban diolah dan
1. 2 Kelas X
10.00–11.30  Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu hasilnya akan disampaikan kepada
kemudian siswa seminggu kemudian

Aplikasi intrumentasi Pengungkapan masalah  Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan Pengadministrasikan AUM berjalan
umum masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya lancar; seorang siswa tidak hadir;
24 Juli 2011
2. 2 Kelas X lembar jawaban diolah dan hasilnya
11.45–13.15
akan disampaikan seminggu
kemudian kepada siswa.

Aplikasi intrumentasi Pengungkapan masalah  Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan Pengadministrasikan AUM berjalan
umum masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya lancar; siswa banyak bertanya;
25 Juli 2011
3.
10.15–11.45
2 Kelas XI  Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu lembar jawaban diolah dan hasilnya
kemudian disampaikan kepada siswa seminggu
kemudian

Aplikasi intrumentasi Pengungkapan masalah  Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan Pengadministrasikan AUM berjalan
umum masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya lancar; seorang siswa terlambat
4.
25 Juli 2011
2 Kelas XI  Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu sehingga diberi waktu tersendiri;
11.45–13.15 kemudian lembar jawaban diolah dan hasilnya
disampaikan kepada siswa seminggu
kemudian.

Layanan Informasi Penjurusan bagi siswa  Laiseg: Siswa memahami arah penjurusan Penyajian disertai diskusi dengan
26 Juli 2011
5. 2 Kelas XII SMA  Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu partisipasi aktif siswa
10.15–11.45
kemudian
Tanggal Jam Sasaran Kegiatan Evaluasi
No. Materi Kegiatan
Kegiatan Pemb. Kegiatan Layanan/Pendukung Hasil Proses
Layanan Bimbingan Memasuki tahun ajaran  Laiseg: Anggota kelompok memahami tuntutan Siswa gembira mengikutinya;
Klp. I/ kelompok baru kekurangan waktu karena hari
26 Juli 2011 kelas baru
6 2
16.00-17.15  Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu semakin sore; kesempatan berikutnya
kemudian membahas topik lain.
Layanan Konseling Kemampuan  Laiseg: Siswa dengan senang hati memahami dan Agak terganggu oleh suasana di luar
perorangan melanjutkan pelajaran berupaya memenuhi tuntutan menjalani kelas XI ruangan konseling; kesempatan
26 Juli 2011
7. 2 IPA di SMA berikutnya membahas masalah siswa
16.00 – 17.30
 Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu lain.
kemudian
Layanan Bimbingan Memasuki tahun ajaran  Laiseg: Anggota kelompok memahami tuntutan Siswa gembira mengikutinya;
27 Juli 2011- Klp. II/ Kelompok baru kelas baru kekurangan waktu karena hari
8. 2
16.00-17.30  Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu semakin sore; kesempatan berikutnya
kemudian membahas topik lain.
Layanan Konseling Bakat untuk memasuki  Laiseg: Siswa tidak perlu ragu tentang kecocokan Anggota kelompok secara aktif
28 Juli 2011 Kelompok jurusan IPA dirinya untuk jurusan IPA memberikan sumbangan yang sangat
9. Klp. I/XI
16.00 – 17.40 2  Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu berarti bagi siswa yang masalahnya
kemudian dibahas. Kesempatan berikutnya
membahas masalah siswa lain.
Layanan Konseling Pindah kelas  Laiseg: Siswa menunda kependahannya serta Agak terganggu oleh suasana di luar
29 Juli 2011 Perorangan memahami dan berupaya memenuhi tuntutan ruangan konseling; perlu bicara
10. 2 menjalani kelas XI IPA di SMA dengan orang tua.
15.00 – 16.30
 Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu
kemudian
Siswa antusias; mereka banyak
Memasuki tahun ajaran  Laiseg: Siswa tidak perlu ragu tentang kecocokan
29 Juli 2011 Layanan Bimbingan menampilkan pengalaman pribadi.
11. Klp. II/XI baru dirinya untuk jurusan IPA
16.00-17.15 2 Kelopmpok Kesempatan berikutnya membahas
 Laijapen: akan dilaksanakan beberapa minggu topik lain.
kemudian
Cikuya, 20 Juli 2018
Konselor

Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I


Lampiran 5
VOLUME KEGIATAN MINGGUAN
PELAYANAN KONSELING

1. Volume kegiatan mingguan konselor disusun dengan memperhatikan:


a. Peserta didik yang diasuh seorang konselor : 150 orang
b. Jumlah jam pembelajaran wajib : Sesuai peraturan yang berlaku
c. Satu kali kegiatan layanan atau pendukung
Konseling ekuivalen dengan : 2 jam pembelajaran
2. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas kegiatan mingguan seorang konselor minimal berupa
9 (sembilan) kali kegiatan (layanan atau pendukung) tiap-tiap satu minggu
3. Semua kegiatan (minimal) mingguan tersebut secara langsung ditujukan kepada seluruh
peserta didik (150 orang) yang diasuh konselor.
4. Semua kegiatan (minimal) mingguan tersebut diselenggarakan di dalam kelas/sewaktu
jam pembelajaran berlangsung dan atau di luar kelas/di luar jam pembelajaran.
5. Kegiatan pelayanan konseling, baik berupa layanan maupun pendukungnya, yang
diselenggarakan di dalam maupun di luar jam pembelajaran dalam satu minggu dihitung
ekuivalensinya dengan jam pembelajaran mingguan.
Lampiran 6: Jenis dan Frekwensi Layanan yang Diterima Peserta Didik

LAYANAN KONSELING
YANG DITERIMA PESERTA DIDIK

Nama Madrasah : MA Cikuya


Semester : II (Januari-Juni 2019)
Kelas : X, XI, XII
Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
Jenis Layanan
No Nama Siswa NIS Penempatan/ Penguasaan Konseling Bimbingan Konseling
Orientasi Informasi Konsultasi Mediasi Jumlah
Penyaluran Konten Perorangan Kelompok Kelompok
1 1 4 1 5 1 2 2 - - 16
2 - 3 2 3 - 1 2 - - 11
3 1 4 1 5 - 2 2 - - 15
4 1 4 - 5 - 2 1 - - 13
5 1 4 - 5 2 2 1 - - 15
6 1 4 1 5 - 2 1 - - 14
7 1 4 1 5 1 2 2 - - 16
8 1 3 2 4 2 2 2 - 16
9 1 4 1 4 - 2 2 - 1 15
10 1 4 1 5 - 2 1 - 1 15
11 1 4 1 5 - 2 1 - - 14
12 1 4 1 5 1 2 2 - - 16
13 1 4 1 5 1 1 2 - - 15
14 1 4 - 5 - 2 2 - - 14
15 - 4 1 5 2 2 2 - - 16
16 1 1 - 5 1 1 1 - - 10
17 1 4 - 5 1 2 2 - - 15
18 1 4 - 5 1 2 1 - 1 15
19 1 4 - 5 2 2 1 - - 15
20 1 4 1 5 1 2 2 - 1 17
21 1 4 2 5 1 2 2 - - 17
22 1 4 1 5 1 1 2 - - 15
23 - 4 1 5 1 2 1 - - 14
24 1 4 1 5 - 2 2 - - 15
25 1 4 - 5 - 2 2 - - 14
26 1 4 1 5 1 2 2 - - 16
27 1 4 1 5 1 2 2 - - 16
28 1 4 1 5 1 1 2 1 - 16
29 1 4 1 5 2 1 2 - - 16
30 1 4 1 5 - 2 1 - - 14
31 1 3 1 3 - 2 1 - - 11
32 1 4 1 5 1 1 1 - - 14
33 1 4 3 5 - 1 2 - - 16
34 1 4 1 5 1 2 2 1 - 17
35 1 3 1 5 1 2 2 - - 15

Cikuya, 20 Juli 2018


Keterangan:
Konselor
 Layanan Orientasi dilaksanakan di luar kelas/lapangan
 Layanan Informasi/Penempatan Penyaluran/Penguasaan Konten dilaksanakan di dalam kelas
 Layanan Bimbingan dan Konseling Perorangan dilaksanakan secara perorangan di luar kelas
 Layanan Bimbingan Kelompok/Bimbingan dan Konseling Kelompok dilaksanakan di luar kelas,
Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
dan dengan pengaturan tertentu dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran di kelas
 Layanan Konsultasi/Mediasi dilakukan di luar kelas
Lampiran 7: Contoh Laporan Nilai Hasil Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling

NILAI HASIL
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Nama Madrasah : MA Cikuya


Semester : II (Januari-Juni 2006)
Kelas :X
Konselor : Yuli Yuliani, S.Pd

No. Nama NIS Nilai Keterangan


1. A -
2. B PK
3. B -
4. A -
5. A -
6. A -
7. A -
8. A -
9. A -
10. A -
11. A -
12. A -
13. A -
14. B -
15. A -
16. B -
17. A -
18. A -
19. A -
20. A -
21. A -
22. B -
23. A -
24. A -
25. A -
26. A -
27. B -
28. A -
29. B -
30. B -
31. B PK
32. A -
33. A -
34. A -
35. A -
36. A -

Keterangan: Cikuya, 20 Juni 2018


 Penilaian difokuskan pada kehadiran siswa dalam pelaksanaan pelayanan Konselor
Bimbingan dan Konseling dan hasil laiseg, laijapen dan laijapang.
 Nilai yang diberikan hanya ada dua kategori: Nilai A berarti memuaskan Nilai
B berarti memadai.
 Kolom keterangan diisi PK (perhatian khusus) apabila siswa yang bersangkutan
masih perlu mendapat perhatian khusus. Yuli Yuliani, S.Pd
 Penilaian ini bersifat pengembangan dan tidak untuk menentukan
kenaikan kelas



Lampiran 8: Rincian Kewajiban Konselor

RINCIAN KEWAJIBAN KONSELOR

Konselor yang bertugas di sekolah/madrasah diwajibkan menguasai dan


menyelenggarakan hal-hal berikut:
1. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional
konseling
1) Konselor menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, yaitu pelayanan dasar,
pelayanan pengembangan, dan pelayanan teraputik.
a. Pelayanan dasar dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang
paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara segar, dan kesehatan,
serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Orang tua dan orang-orang yang dekat
(significant persons) memiliki peranan paling dominan dalam pemenuhan
kebutuhan dasar peserta didik.
b. Pelayanan pengembangan dimaksudkan mengembangkan potensi peserta didik
sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangannya. Dengan pelayanan
pengembangan yang cukup baik peserta didik akan dapat menjalani kehidupan dan
perkembangan dirinya dengan wajar, tanpa beban yang memberatkan,
memperoleh penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki, serta menatap
masa depan dengan cerah. Upaya pendidikan pada umumnya merupakan
pelaksanaan pelayanan pengembangan bagi peserta didik. Di sekolah/madrasah,
konselor, guru, dan tenaga kependidikan memiliki peran dominan dalam
penyelenggaraan pengembangan terhadap peserta didik.
c. Pelayanan teraputik dimaksudkan untuk menangani pemasalahan yang diakibatkan
oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan.
Permasalahan tersebut dapat terkait dengan kehidupan pribadi, kehidupan sosial,
kehidupan keluarga, kegiatan belajar, karir, serta kehidupan keberagamaan. Dalam
upaya menangani permasalahan peserta didik, konselor memiliki peran dominan.
Peran konselor dapat menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar dan
pengembangan.
2) Konselor menguasai spektrum pelayanan profesional konseling, meliputi:
a. Wawasan keilmuan, keterampilan keahlian, kode etik, dan organisasi profesi
konseling.
b. Paradigma, visi dan misi pelayanan konseling
c. Bidang pelayanan konseling
d. Fungsi, prinsip, dan asas konseling
e. Jenis layanan, kegiatan pendukung, dan format pelayanan konseling
f. Operasionalisasi kegiatan konseling terhadap berbagai sasaran pelayanan

2. Merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihak terkait,


terutama peserta didik, pimpinan sekolah/madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua
1) Sejak awal bertugas di sekolah/madrasah, konselor merumuskan secara konkrit dan
jelas tugas dan kewajiban profesionalnya dalam pelayanan konseling, meliputi:
a. Struktur pelayanan konseling
b. Program pelayanan konseling
c. Pengelolaan program pelayanan konseling
d. Evaluasi hasil dan proses pelayanan konseling
e. Tugas dan kewajiban pokok konselor.
2) Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a dijelaskan kepada peserta didik, pimpinan,
dan sejawat pendidik di sekolah/madrasah, dan orang tua secara profesional dan
proporsional.
3. Melaksanakan tugas pelayanan profesional konseling yang setiap kali
dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan
sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik.
1) Unsur-unsur pokok dalam tugas pelayanan konseling di sekolah/madrasah:
a. Jumlah peserta didik yang diasuh seorang konselor 150 orang. Konselor wajib
memberikan pelayanan konseling kepada seluruh peserta didik yang diasuhnya
sesuai kebutuhan dan masalah masing-masing.
b. Program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan kegiatan harian pelayanan
konseling. Program-program ini disusun secara proporsional dan
berkesinambungan antarkelas dan antar jenjang kelas di sekolah/madrasah.
c. SATLAN, SATKUNG, dan LAPELPROG. Seluruh program kegiatan
direncanakan, dilaksanakan, dilaporkan secara tertulis dan didokumentasikan.
d. Pelayanan terhadap masing-masing peserta didik yang diasuh sebanyak minimal
10 (sepuluh) kali kegiatan pelayanan konseling setiap semester. Konselor melayani
seluruh peserta didik asuhannya; tanpa kecuali.
e. Jumlah jam pembelajaran wajib pelayanan konseling seminggu ekuivalen dengan
jam pembelajaran wajib guru. Jumlah jam pembelajaran wajib ini dihitung
perbulan dengan menggunakan Format Perhitungan Jam Kegiatan Pelayanan
Konseling di Sekolah/Madrasah.
2) Tugas yang mengandung unsur-unsur pokok sebagaimana tersebut di atas merupakan
“perjanjian kerja” yang wajib dilaksanakan oleh konselor dan secara berkala
dipertanggungjawabkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.

4. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan pelayanan profesional


konseling
1) Hal-hal berikut ini perlu dicegah untuk tidak terjadi atau tidak dilakukan oleh
konselor:
a. Tercerderainya asas kerahasiaan, karena konselor secara langsung ataupun tidak
langsung mengemukakan hal-hal berkenaan dengan diri peserta didik yang tidak
boleh atau tidak layak diketahui orang lain.
b. Memberikan label kepada peserta didik, baik perorangan maupun kelompok,
dengan cara apapun, yang berkonotasi negatif terhadap peserta didik yang
bersangkutan.
c. Bertindak laksana “polisi sekolah” yang memata-matai ataupun mencari-cari
kesalahan peserta didik, seperti bertindak sebagai piket keamanan, perazzia,
pencari pencuri. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang
terjaring dalam kegiatan “kepolisian sekolah” yang dilakukan oleh pihak lain,
untuk mendapatkan pelayanan konseling.
d. Membuat ataupun menyetujui dibuatnya “surat perjanjian” dengan peserta didik
yang berkonotasi atau berakhir pada sanksi ataupun hukuman tertentu. Dalam hal
ini, konselor dapat menerima peserta didik yang telah membuat perjanjian dengan
pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan konseling agar terhindar dari sanksi
ataupun hukuman sebagaimana dinyatakan dalam “surat perjanjian”.
e. Kondisi tempat ataupun ruang kerja konselor yang dapat mengganggu
kesukarelaan, ketenangan, dan terjaminnnya kerahasiaan peserta didik yang datang
kepada konselor untuk mendapatkan pelayanan konseling.
2) Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a sejak awal disampaikan oleh konselor
kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, sejawat pendidik, dan pimpinan
sekolah/madrasah untuk mendapatkan dukungan dan faslitas dalam mewujudkannya.
5. Mengembangkan kemampuan profesional konseling secara berkelanjutan
1) Pengembangan kemampuan profesional konselor dapat dilaksanakan melalui:
a. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah, baik yang
dilaksanakan secara interen oleh pimpinan sekolah/madrasah, maupun oleh
Pengawas Sekolah Bidang Konseling.
b. Diskusi profesional yang diikuti oleh para konselor sekolah/madrasah (dalam satu
sekolah/madrasah ataupun antarsekolah/madrasah) untuk membahas kasus-kasus
peserta didik.
c. Partisipasi dalam kegiatan keorganisasian profesi konseling
d. Pendidikan dalam-jabatan (seperti penataran) dan pendidikan lanjutan dalam
bidang konseling.
e. Kegiatan dalam rangka kredensialisasi untuk sertifikasi, akreditasi, dan atau lisensi
dalam bidang konseling.
2) Untuk terlaksananya hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a konselor
membicarakannya dengan pimpinan sekolah/madrasah dan pihak-pihak lain
berkenaan dengan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
Lampiran 9a

PERHITUNGAN JAM KEGIATAN


PELAYANAN KONSELING DI SEKOLAH/MADRASAH

Nama Madrasah : MA Cikuya Bulan : Agustus 2019


Kelas : X, XI, XII Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I

Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Jumlah


No Jenis Kegiatan
Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
*) *) *) *) **) **)
1. Layanan Orientasi - - - -
*) *) *) *) **) **)
2. Layanan Informasi 1 2 1 2
*) *) *) *) **) **)
3. Layanan - - - -
Penempatan/Penyaluran
*) *) *) *) **) **)
4. Layanan Penguasaan - - - -
Konten
*) *) *) *) **) **)
5. Layanan Konseling 2 4 2 4
Perorangan
*) *) *) *) **) **)
6. Layanan Bimbingan 3 6 3 6
Kelompok
*) *) *) *) **) **)
7. Layanan Konseling 1 2 1 2
Kelompok
*) *) *) *) **) **)
8. Layanan Konsultasi - - - -
*) *) *) *) **) **)
9. Layanan Mediasi - - - -
*) *) *) *) **) **)
10. Aplikasi Instrumentasi 4 8 4 8
*) *) *) *) **) **)
11. Konferensi Kasus - - - -
*) *) *) *) **) **)
12. Kunjungan Rumah - - - -
Jumlah - - - - - - 11 22 11 22

Rata-rata perminggu: ∑ JP/4 = 22/1 = 22 JP Cikuya, 1 Agustus 2019


Konselor
Keterangan:
--- Kegiatan pendukung Himpuan Data, Tampilan Kepustakaan, dan Alih
Tangan Kasus tidak diperhitungkan ke dalam jam pembelajaran
--- Frek = Frekuensi banyaknya kegiatan layanan/pendukung Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
--- JP = Jam Pembelajaran
--- Ek.Jp = Ekuivalensi Jam Pembelajaran

*) Libur
**) Pekan Orientasi


 
Lampiran 9b

ISIAN FORMAT PERHITUNGAN JAM KEGIATAN


PELAYANAN KONSELING

Nama Madrasah : MA Cikuya Bulan : September 2018


Kelas : X, XI, XII Konselor : Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
Minggu Minggu Minggu Minggu
Jumlah
No. Jenis Kegiatan I II III IV
Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp
1 Layanan Orientasi 1 2 1 2 1 2 1 2 4 8

2 Layanan Informasi 2 4 4 8 2 4 4 8 12 24

3 Layanan Penempatan/Penyaluran 1 2 1 2 - - 3 6 5 10

4 Layanan Penguasaan Konten 3 6 2 4 2 4 3 6 10 20


Layanan Bimbingan dan Konseling
5 2 4 3 6 1 2 1 2 7 14
Perorangan
6 Layanan Bimbingan Kelompok 2 4 2 4 2 4 2 4 8 16
Layanan Bimbingan dan Konseling
7 2 4 2 4 2 4 2 4 8 16
Kelompok
8 Layanan Konsultasi 1 2 - - - - - - 1 2

9 Layanan Mediasi - - - - 1 2 - - 1 2

10 Aplikasi Instrumentasi - - - - - - - - - -

11 Konferensi Kasus - - - - - - - - - -

12 Kunjungan Rumah - - - - - - - - - -

Jumlah 14 28 15 30 11 22 16 32 56 112

Rata-rata per minggu: ∑ 𝐏/𝟒 = 𝟏𝟏𝟐/𝟒 = 𝟐𝟖 𝐉𝐏 Cikuya, 5 September 2018
Konselor
Keterangan:
--- Kegiatan pendukung Himpunan Data, Tampilan Kepustakaan, dan
Alih Tangan Kasus tidak diperhitungkan ke dalam jam pembelajaran
--- Frek = Frekuensi banyaknya kegiatan layanan/pendukung Ruslan Abdul Gani, S.Pd.I
dilaksanakan.
--- JP = Jam Pembelajaran

*) Libur
**) Pekan Orientasi