Anda di halaman 1dari 18

LINGKUNGAN DAN BUDAYA

ORGANISASI
Mata Kuliah Pengantar Manajemen
Kelas D

Dosen Pengampu:

Ahmad Ahsin Kusuma Mawardi

Disusun oleh:

Novi Tasari(160810301025)
Alfira Nora Wahdani(160810301050)
A.Lingkungan dan budaya organisasi
Pengertian lingkungan bisnis
1. Menurut Herry Achmad Buchory dan Djaslim Saladin (2010:46)
mengemukakan bahwa Lingkungan (environment) merupakan salah satu
faktor yang sangat diperhitungkan dalam pengelolaan kegiatan bisnis.
Lingkungan sangat berpengaruh dalam perencanaan strategi bisnis.
2. Menurut Glueck and Jauch dalam penelitian Wispandono (2010:154)
bahwa:
Lingkungan bisnis meliputi faktor-faktor di luar perusahaan yang
dapat menimbulkan peluang atau ancaman bagi perusahaan. Analisis diartikan
sebagai penelusuran peluang atau ancaman sampai ke pangkalnya. Analisis
lingkungan diartikan sebagai proses yang digunakan perencana strategi untuk
memantau sektor lingkungan dalam menentukan peluang atau ancaman
terhadap perusahaan.
3. Menurut Suryana (2006: 106) mengemukakan bahwa lingkungan
usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannnya perusahaan.
Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/ perusahaan adalah
lingkungan internal dan eksternal.
R.A. Supriono dalam buku Herry Achmad Buchory dan Djaslim
Saladin (2010: 46-47) mengemukakan beberapa alasan pentingnya analisis
faktor lingkungan dilakukan, yaitu sebagai berikut:
. lingkungan berubah sangat cepat atau dinamis sehingga para pimpinan
perusahaan perlu mennganalisis dan mendiagnosis perubahan
lingkungan tersebut.
Para pimpinan perlu menyelidiki lingkungan, khususnya untuk:
a. Menentukan apakah faktor-faktor dalam lingkungan saat sekarang
mengancam strategi dan pencapaian tujuan perusahaan.
b. Menentukan apakah faktor-faktor dalam lingkungan saat sekarang
mengancam strategi dan pencapaian tujuan perusahaan.
Perusahaan yang secara sistematis melakukan analisis dan diagnosis
lingkungan umumnya lebih efektif dibandingkan dengan yang tidak
melakukannya.
Tabel Matriks Lingkungan bisnis

N Author Konsep/def Perkembangan Perkembangan indikasi


o inisi dimensi
1 Herry Lingkungan  Pengelolaa  Pemberian nilai
Achmad (environme n kegiatan  Membuat rencana
Buchory nt) bisnis
dan merupakan  Perencana
Djaslim salah satu an strategi
Saladin faktor yang bisnis
(2010:46 sangat
) diperhitung
kan dalam
pengelolaan
kegiatan
bisnis.
Lingkungan
sangat
berpengaru
h dalam
perencanaa
n strategi
bisnis.
2 Glueck Lingkungan  Faktor-  Sosial-
and bisnis faktor
ekonomi,teknologi,p
Jauch meliputi diluar
dalam faktor- perusahaan emerintah,dll
penelitia faktor di  Peluang
n luar  laba
 Ancaman
Wispand perusahaan  Perusahaa  rugi
ono yang n
(2010:15 dapat  PT,CV,FIRMA
 Proses
4) menimbulk  Perencana  Produksi,konsumsi,d
an peluang an strategi
atau istribusi
 Sector
ancaman
lingkungan  Modal,SDM
bagi
perusahaan.  permintaan produk,
Analisis
diartikan biaya.
sebagai
penelusuran
peluang
atau
ancaman
sampai ke
pangkalnya.
Analisis
lingkungan
diartikan
sebagai
proses yang
digunakan
perencana
strategi
untuk
memantau
sektor
lingkungan
dalam
menentukan
peluang
atau
ancaman
terhadap
perusahaan.
3 Suryana lingkungan  Lingkunga  internal,eksternal
(2006: usaha dapat n usaha  penggerak
106) menjadi  Pendorong  pengancam
pendorong  Penghamb  PT,CV,FIRMA
maupun at  modal,tenaga
penghambat  Perusahaa kerja,bahan baku,dll
jalannnya n  pesaing,pemasok,ko
perusahaan.  lingkungan nsumen
Lingkungan internal
yang dapat  lingkungan
mempengar eksternal
uhi
jalannya
usaha/
perusahaan
adalah
lingkungan
internal dan
eksternal.
4 R.A. beberapa  Lingkunga  Internal,eksternal
Supriono alasan n  Tangkas
dalam pentingnya  Cepat  Berubah dan
buku analisis  Dinamis berkembang
Herry faktor  Pimpinan  Direktur
Achmad lingkungan perusahaan  Melakukan
Buchory dilakukan,  Menganali analisis,meneliti
dan yaitu sis  Memeriksa
Djaslim sebagai  Mendiagn  Menelusuri
Saladin berikut: osis  Kerugian
(2010: 1.
 Menyelidi  Pesaing,pemasok,pel
46-47) lingkungan
ki anggan
berubah
 Menganca  Laba
sangat
m strategi  SDM,pemasaran
cepat atau
dinamis  Pencapaia  PT,CV,FIRMA
sehingga n tujuan  Teratur,runtut
para perusahaan  Kesejahteraan
pimpinan  Faktor bersama
perusahaan dalam
perlu lingkungan
menganalisi  Perusahaa
s dan n
mendiagnos  Sistematis
is  Efektif
perubahan
lingkungan
tersebut.
2. Para
pimpinan
perlu
menyelidiki
lingkungan,
khususnya
untuk:
a.
Menentuka
n apakah
faktor-
faktor
dalam
lingkungan
saat
sekarang
mengancam
strategi dan
pencapaian
tujuan
perusahaan.
b.
Menentuka
n apakah
faktor-
faktor
dalam
lingkungan
saat
sekarang
mengancam
strategi dan
pencapaian
tujuan
perusahaan.
3.
Perusahaan
yang secara
sistematis
melakukan
analisis dan
diagnosis.
lingkungan
umumnya
lebih efektif
dibandingk
an dengan
yang tidak
melakukann
ya.

a) MENGAPA TOPIK LINGKUNGAN BISNIS DIBAHAS


Untuk mempengaruhi jalannya usaha baik sebagai pendorong
maupun penghambat perusahaan.
b) APA PENTINGNYA TOPIK LINGKUNGAN BISNIS
DIBAHAS
Memahami bahwa perusahaan didorong dan dihambat oleh
jalannya usaha dalam suatu perusahaan.

c) TUJUAN TOPIK ORGANISASI DIBAHAS


agar kita dapat mendorong jalannya usaha dalam suatu
perusahaan.

2)PENGERTIAN BUDAYA BISNIS


a. Konsep Dasar Budaya Bisnis
1.Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya
organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi
dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
2. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya
organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola
tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
3. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang
dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
4. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh
organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu
beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi.
5. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai
organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan
berperilaku.

Tabel Matriks Budaya Bisnis


No Author Konsep/definisi Perkembangan Perkembanga
dimensi n indikasi
1 Wood, Wallace, budaya organisasi  Sistem  Meto
Zeffane, adalah sistem yang
 Nilai de
Schermerhorn, dipercayai dan nilai yang
 Organi  Harga
Hunt, Osborn dikembangkan oleh
sasi ,kadar
(2001:391), organisasi dimana hal itu
menuntun perilaku dari  Menun  Kelo
anggota organisasi itu tun mpok
sendiri. perilak  Sikap
u  ketua,
 Anggo benda
ta hara,d
organis ll
asi
2 Tosi, Rizzo, budaya organisasi adalah  Cara-  Logis
Carroll seperti cara-cara berpikir, cara  Simp
yang dikutip oleh berperasaan dan bereaksi
berpiki ati,em
Munandar berdasarkan pola-pola
r pati
(2001:263) tertentu yang ada dalam
organisasi atau yang ada  Berper  Meng
pada bagian-bagian asaan adaka
organisasi.  Bereak n
si reaksi
 Pola  Siste
 Organi m
sasi  Kelo
mpok
3 Robbins budaya organisasi  Persep  Tang
(1996:289) adalah suatu persepsi si  Ketua
bersama yang dianut
 Anggo ,wakil
oleh anggota-anggota
ta- .
organisasi itu.
anggot
a
organis
asi
4 Schein (1992:12) budaya organisasi  Pola  Siste
adalah pola dasar yang
 Organi m
diterima oleh organisasi
sasi  Kelo
untuk bertindak dan
mpok
memecahkan masalah,
membentuk karyawan
yang mampu beradaptasi
dengan lingkungan dan
mempersatukan anggota-
anggota organisasi.
5 Cushway dan budaya organisasi  System  cara
Lodge (GE : merupakan sistem nilai menil
Nilai
2000), organisasi dan akan
organis ai
mempengaruhi cara
asi  mem
pekerjaan dilakukan dan
cara para karyawan  Memp mberi
berperilaku. engaru kan
hi penga
 Cara ruh
pekerja  kelom
an pok/i
dilaku ndivi
kan du
 Cara  sikap
karyaw
an
berperi
laku

a) MENGAPA TOPIK BUDAYA BISNIS DIBAHAS


Untuk mempercayai system,nilai,dan pola yang dikembangkan oleh
organisasi dalam bertindak dan memecahkan masalah yang akan
mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara karyawan berperilaku.
b) APA PENTINGNYA TOPIK BUDAYA BISNIS DIBAHAS
memahami dan memecahkan masalah melalui system,nilai,dan pola yang
dikembangkan oleh organisasi dalam mempengaruhi cara pekerjaan
dilakukan dan cara karyawan berperilaku.
c) TUJUAN TOPIK BUDAYA BISNIS DIBAHAS
Agar kita bisa mempengaruhi bagaimana cara pekerjaan dilakukan dan
cara karyawan berperilaku dengan menggunakan sistem,nilai dan pola
yang dikembangkan oleh suatu organisasi dalam bertindak dan
memecahkan masalah.
3) ORGANISASI BISNIS SEBAGAI BAGIAN DARI LINGKUNGAN
Organisasi sebagai sekumpulan orang-orang tidak dapat dilepaskan dari
lingkungan, karena pada dasarnya organisasi juga merupakan bagian dari
lingkungan masyarakat . sebuah organisasi perlu memahami lingkungan apa saja
yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan organisasi.
Misalnya ketika sebuah perusahaan beroperasi didaerah mana dimasyarakatnya
mengalami tingkat tingkat penggangguran yang tinggi, maka organisasi tersebut
perlu memikirkan kenyataan dan kaitannya dengan pencapaian tujuan organisasi.
Apabila tingkat penggangguran tinggi didaerah tersebut, maka bisa dipastikan
bahwa tingkat pendapatan juga akan rendah. Akibatnya, penjualan barang dan jasa
yang ditawarkan oleh organisasi akan mengalami hambatan. kegiatan manajemen
yang akan semestinya mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan yang terkait
dengan organisasi. Lingkungan apa saja yang terkait dengan organisasi ? secara
garis besar lingkungan dapat dibagi menjadi dua yaitu lingkungan internal atau
lingkungan yang terkait dengan eksitensi sebuah organisasi, dan lingkungan
eksternal atau lingkungan yang terkait dengan kegiatan operasional organisasi dan
bagaimana kegiatan operasional ini dapat bertahan. Lingkungan eksternal ini
terbagi menjadi dua,yaitu lingkungan yang terkait langsung dengan kegiatan
organisasi, atau sering kali dinamakan sebagai lingkungan mikro dari organisasi,
dan lingkungan yang tidak terkait secara langsung dengan kegiatan operasional
organisasi atau lingkungan makro dari organisasi. Untuk lingkungan makro
terbagi menjadi dua, yaitu lingkungan lokal dan lingkungan internasional.
Lingkungan Internal Organisasi
Lingkungan internal organisasi adalah berbagai hal atau berbagai pihak yang
terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi, dan mempengaruhi
langsung terhadap setiap program,dan kebijakan. Lingkungan internal organisasi
Terbagi menjadi 4 yaitu:
1) Pemilik organisasi (owners)
Yaitu mereka yang secara historis maupun hukum dinyatakan sebagai
pemilik akibat adanya penyertaan modal, ide, ataupun berdasarkan ketentuan
lainnya dinyatakan sebagai pemilik organisasi.
2)Tim manajemen
Yaitu orang-orang yang merupakan para pemilik organisasi atau
perusahaan dinyatakan atau ditunjuk sebagai pengelola organisasi
dalamaktivitasnya sehari-hari untuk suatu periode tertentu.
3)Para anggota atau para pekerja (employers)
Yaitu unsur sumber daya manusia(SDM) yang sangat dominan dalam
sebuah organisasi.
4)Lingkungan fisik organisasi (physical work environment)
Yaitu lingkungan dimana setiap saat orang-orang dalam organisasi
perusahaan berinteraksi dan memanfaatkannya untuk dapat didaya gunakan.
Seperti sumber daya uang (financial resources), sumber daya alam (natural
resources), maupun sumber daya informasi (informational resources).

Lingkungan Eksternal Organisasi


Lingkungan eksternal organisasi adalah lingkungan yang terkait dengan
kegiatan operasional organisasi dan bagaimana kegiatan operasional ini dapat
bertahan. Dalam kegiatan operasional, perusahaan berhadapan dan berusaha untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan-lingkungannya yang terkait langsung
(lingkungan mikro). lingkungan yang tidak terkait langsung(lingkungan makro)
perusahaan.
Lingkungan mikro memiliki sektor-sektor yang memiliki hubungan kerja
langsung dengan organisasi perusahaan adalah:
a. pelanggan (customer)
yaitu orang atau organisasi didalam lingkungan yang membeli barang atau
jasa dari organisasi.
b. Pesaing (competition)
Yaitu organisasi lain dalam industri atau jenis usaha yang menyediakan
barang atau jasa kepada kelompok pelanggan yang sama.
c. Pemasok (suplier)
Yaitu orang dan organisasi yang menyediakan bahan baku kepada pihak
lain yang menggunakannya untuk menghasilkan suatu produk.
d. Partner strategis (strategic partner)
Yaitu perusahaan lain yang menjalankan bisnis, berbeda dengan
perusahaan kita. Tetapi secara bersama-sama bisa menjadi mitra kita dalam
menjalankan bisnis yang saling mengguntungkan kedua belah pihak.

Lingkungan makro terbagi menjadi 2 yaitu:


1) Lingkungan lokal
a) Para pembuatan peraturan (regulator)Yaitu pihak-pihak yang berkepentingan
dalam menciptakan keadaan dan kegiatan bisnis yangbaik dan aman bagi semua
pihak yang ingin menjalankan bisnis.
b) Pemerintah (goverment)
Yaitu pihak yang atas politik tertentu suatu negara, diangkat dan bertugas
untuk mewujudkan masyarakat kearah yang lebih baik dalam pembangunan di
segala bidang.
c) Masyarakat luas (society)
Yaitu keseluruhan pihak yang tidak termasuk ke dalam lingkungan-
lingkungan yang di atas tadi. Terdapat 2 bagian yaitu:
i. Masyarakat umum yang menjadi pihak yang terkait langsung dengan
kegiatan bisnis yang dijalankan oleh sebuah perusahaan.
ii. Masyarakat umum yang tidak terkait dengan kegiatan perusahaan.

2) Lingkungan internasional
Berupa peraturan internasional (international law), pasar keuangan
internasional (international financial markets), dan kesepakatan antarnegara dalam
suatu kegiatan tertentu.
Pengertian Lingkungan Bisnis Internasional

Lingkungan bisnis internasional adalah seluruh kekuatan yang melingkungi dan


mempengaruhi kehidupan dan perkembangan perusahaan. Lingkungan bisnis
internasional secara umum dapat dibagi tiga, yaitu lingkungan domestik,
lingkungan luar negeri dan lingkungan internasional. Lingkungan domestik
merupakan semua kekuatan yang tidak dapat dikontrol yang berasal dari negara
asal yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan perusahaan. Lingkungan
luar negeri merupakan semua kekuatan yang tidak dapat dikontrol yang berasal
dari luar negeri atau luar negara asal. Sedangkan lingkungan internasional
merupakan interaksi antara kekuatan lingkungan domestik dan lingkungan luar
negeri.
BERBAGAI BENTUK KEGIATAN BISNIS INTERNASIONAL
Hubungan ekonomi atau bisnis internasional yang pertama adalah pengukuran
suatu output atau hasilsuatu negara bersama negara lain. Contohnya negara
Indonesia menjual produk berupa hasil perkebunan, kerajinan atau produk lain
berbrntuk jasa seperti penerbangan,wisata,dan lainnya.
Bentuk kedua
bentuk kedua dalam hubungan ekonomi dapat berupa penyaluran penyaluran dan
pertukaran sarana untuk berproduksi,salah satunya yaitu penyediaan tenaga kerja
dan penyediaan modal atau investasi.Sarana ini bisa disalurkan dari satu negara ke
negara lain.
Hadirnya hubungan ekonomi seperti ini bisa disebabkan oleh beberapa
aspek.penyediaan tenaga kerja dapat terjadikarena alasan gaji yang lebih
tinggi.Kemudian ada aliran dana karena negara yang dijadikan sebagai tempat
penanaman modal dianggap mempunyai prospek lebih bagus dibanding negara
lainnya.
pada masa sekarang,penanaman modal merupakan ikatan yang paling sering
terjadi pada jenis hubungan bisnis kedua ini,termasuk teknologi serta
kewiraswastaannya.Selain penanaman modal,aliran dana juga bisa berbentuk
pinjaman,terutama pinjaman dari negara yang sudah maju ke negara yang
berkembang.
BENTUK KETIGA
Konsepnya tidak jauh berbeda dengan hubungan bisnis perorangan namun
dilakukan antara pihak yang ada disuatunegara dengan pihak lain yang berada dii
negara berbeda.
Meski demikian,hubungan ekonomi atau bisnis ini tetap memberi pengaruh
terhadap besarnya utang maupun piutang sebuah negara.Nilai kenaikan dan
penurunan utang maupun piutang tersebut merupakan konsekuensi atau dampak
dari bentuk jalinan ekonomi lainnya,yaitu jalinan niaga atau perdagangan dan
aspek produksi.
FAKTOR FAKTOR TERKAIT DALAM BISNIS INTERNASIONAL

faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di


antaranya sebagai berikut :

 Faktor Alam/ Potensi Alampendapatan negara


 Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
 Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk
menjual produk tersebut.
 Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga
kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan
hasil produksi dan adanya keterbatasanproduksi.
 Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
 Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari
negara lain.
 Terjadi era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup
sendiri.

BUDAYA ORGANISASI DAN KEGIATAN BISNIS

PENTINGNYA BUDAYA BAGI ORGANISASI BISNIS


Konsep pentingnya budaya bagi organisasi bisnis
1) Edgar H.Schein (1992) mendefinisikan budaya organisasi yaitu:
sebagai sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-
anggotanya untuk membedakan organisasi itu dengan organisasi
lainnya. Schein menjelaskan unsur-unsur budaya organisasi
menyangkut; ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum,
adat istiadat, perilaku/kebiasaan (norma) masyarakat, asumsi dasar,
sistem nilai, pembelajaran/pewarisan dan masalah adaptasi
eksternal dan integrasi internal.
2) Begitupun Stephen Robbins (2006) ia mengajukan beberapa hal
yang menjadi karakteristik budaya organisasi, bahwa (1). budaya
organisasi bisa menjadi pembeda yang jelas antara satu organisasi
dengan organisasi lainnya. (2).Budaya organisasi membawa suatu
rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi/perusahaan.
(3).budaya organisasi mempermudah timbulnya komitmen pada
sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan individual seseorang.
(4). Budaya orgnisasi merupakan perekat sosial yang membantu
mempersatukan organisasi/perusahaan itu dengan memberikan
standa-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan. (5).
Budaya organisasi menjadi sebagai mekanisme pembuat makna dan
kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku para
karyawan sebagai anggota organisasi.

Table matrik pentingnya budaya bagi organisasi bisnis

No author Konsep/definisi Perkembangan dimensi Perkembangan indikasi

1 Edgar budaya organisasi yaitu:  System  cara


H.Schein sebagai sistem makna  Dianut  diikuti
(1992) bersama yang dianut oleh  Anggota  karyawan
anggota- anggotanya  organisasi  kelompok
untuk membedakan
organisasi itu dengan
organisasi lainnya.

2 Stephen mengajukan beberapa hal  Pembeda  Ciri khas


Robbins yang menjadi  Organisasi  Kelompok
(2006) karakteristik budaya  Identitas  Biodata,data diri
organisasi, bahwa (1).  Anggota  Karyawan
budaya organisasi bisa  Mempermudah  Efektif dan efisien
menjadi pembeda yang  Komitmen  Kontrak
jelas antara satu
 Kepentingan  Personal
organisasi dengan
individu  Interaksi
organisasi lainnya.
(2).Budaya organisasi  Perekat social  Menggabungkan
membawa suatu rasa  Mempersatukan  Tolak ukur,pedoman
identitas bagi anggota-  Standar  Tidak kurang atau tidak lebih
anggota  Tepat  Alur,cara
organisasi/perusahaan.
(3).budaya organisasi  Mekanisme  Mengarahkan,membimbing
mempermudah  Memandu  Karakter
timbulnya komitmen  Membentuk sikap  Sikap
pada sesuatu yang lebih  Perilaku
luas daripada
kepentingan individual
seseorang. (4). Budaya
orgnisasi merupakan
perekat sosial yang
membantu
mempersatukan
organisasi/perusahaan itu
dengan memberikan
standa-standar yang tepat
untuk dilakukan oleh
karyawan. (5). Budaya
organisasi menjadi
sebagai mekanisme
pembuat makna dan
kendali yang memandu
dan membentuk sikap
serta perilaku para
karyawan sebagai
anggota organisasi.

A. Mengapa topik pentingnya budaya organisasi dibahas


Karena system makna yang dianut oleh suatu organisasi sebagai pembeda
dengan organisasi lainnya.
B. Apa pentingnya pentingnya budaya organisasi dibahas
Memahami bahwa system yang dianut oleh suatu organisasi berbeda-beda.
C.Tujuan topik pentingnya budaya organisasi
Digunakan sebagai panutan dalam sebuah organisasi yang diatur oleh
sebuah system yang nantinya akan ditaati oleh anggota.
FAKTOR PENENTU TERBENTUKNYA BUDAYA ORGANISASI

 PENDIRIAN
Pendirian bersifat abstrak.Ia terlihat melalui sikap.Pendirian bisa diukur
berdasarkan keteguhan atau kekuatannya teguh sampai tergoyahkan.Sikap
diukur dengan tolak negative,positif,tetap atau berubah.Pemberian bersifat
given dan indegenius.Kalau sikap seseorang berubah,maka perubahan itu
tidak bersumber dari pendirian melainkan factor eksternal.
 SIKAP
Adalah kecenderungan jiwa terhadap sesuatu.ia menunjukkan
arah,potensi,dan dorongan menuju sesuatu itu.
 PERILAKU
Operasionalisasi dari aktualisasi sikap seseorang atau sekelompok dalam
atau terhadap suatu(situasi dan kondisi)
lingkungan(masyarakat,alam,teknologi,organisasi) yang kemudian
diperagakan.Supaya perilaku dapat diamati dan dicermati.

MANAJEMEN BAGI BUDAYA ORGANISASI

Suatu organisasi adalah sebuah platform umum di mana individu bekerja untuk
tujuan bersama. Setiap organisasi memiliki cara kerja yang membentuk sampai
budaya. Budaya organisasi adalah seperangkat norma dan nilai bersama oleh
orang dalam sebuah organisasi. Keyakinan prinsip ideologi dan nilai-nilai
membentuk budaya. Pentingnya budaya organisasi dapat diuraikan sebagai
berikut.

Budaya atau prinsip-prinsip dan norma menentukan cara karyawan berinteraksi


di tempat kerja mereka. Nilai-nilai sehat dan prinsip-prinsip memotivasi karyawan
untuk melakukan dengan cara yang efisien untuk kemajuan organisasi. Jika
pekerja melakukan efisien sumber daya perusahaan dapat dimanfaatkan secara
optimal untuk memberikan hasil terbaik.

Selain itu sikap yang menguntungkan meningkatkan moral para karyawan untuk
bekerja untuk potensi mereka sepenuhnya. Hal ini meningkatkan produktivitas
perusahaan bisnis pada umumnya. Peningkatan produktivitas hasil dalam
mengurangi biaya produksi produk. Jika biaya per unit produk mengurangi bisnis
berada dalam posisi yang lebih baik untuk memasarkan produknya dengan
harga rendah untuk prospeknya. Harga rendah menarik lebih banyak pelanggan
yang meningkatkan penjualan perusahaan menghasilkan lebih banyak
keuntungan. Dengan demikian prinsip-prinsip yang sehat dalam sebuah
organisasi memiliki dampak positif pada pertumbuhan serta profitabilitas
organisasi.

Norma dan prinsip membantu untuk mengembangkan persaingan yang sehat di


tempat kerja dan karyawan bersaing satu sama lain dalam organisasi. Hal ini
pada gilirannya meningkatkan produktivitas secara keseluruhan dan efisiensi
perusahaan. Selain itu persaingan sehat yang memotivasi karyawan untuk
melakukan lebih baik dan mendapatkan promosi.
Norma-norma organisasi membimbing karyawannya untuk bekerja sesuai
kebijakan yang ditetapkan perusahaan. Ini berfungsi sebagai arah bagi karyawan
untuk melakukan tugas-tugas mereka sesuai kebijakan yang telah ditetapkan
dan strategi perusahaan. Ketika pekerja dibimbing ke arah yang benar tujuan
perusahaan tercapai dengan mudah dengan memanfaatkan sumber daya kurang
dalam waktu yang jauh lebih sedikit.

Tidak ada dua perusahaan memiliki ideologi identik. Norma-norma dari setiap
perusahaan adalah unik oleh karena itu menciptakan citra merek yang berbeda
dari perusahaan lain. Ini berjalan jauh dalam mendapatkan pengakuan di antara
pelanggan prospek.

Para pekerja di setiap perusahaan berasal dari berbagai latar belakang. Mereka
berbeda dalam bahasa kebiasaan dll Sebuah ideologi umum menyatukan
karyawan dengan sikap yang berbeda dan memotivasi mereka untuk bekerja
sama untuk kemajuan perusahaan.

Ideologi bekerja dan prinsip-prinsip dalam bisnis perusahaan membantu untuk


mengembangkan hubungan yang kuat antara karyawan. Setiap pekerja memiliki
tugas yang diberikan tertentu tergantung pada kemampuan dan kredensial.
Karya ini tidak diperlakukan sebagai beban dan karyawan menyesuaikan diri
sesuai dengan norma dan nilai perusahaan untuk tampil lebih baik.

Norma dan nilai-nilai membawa karyawan pada platform yang sama untuk
bekerja secara efektif bagi organisasi. Setiap orang dalam organisasi
diperlakukan sama. Ini reposes kepercayaan di kalangan pekerja yang
termotivasi untuk bekerja sebagai tim untuk profitabilitas dan pertumbuhan
perusahaan.

Dengan demikian budaya pentingnya organisasi bervariasi. Sebuah perusahaan


yang memiliki ideologi dan prinsip-prinsip yang lebih baik di tempat kerja tarif
lebih baik daripada perusahaan lain dan berada di depan dalam persaingan.
Selain itu juga membangun citra positif perusahaan di kalangan karyawan serta
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.asikbelajar.com/2015/08/budaya-organisasi-menurut-para-ahli.html
http://matirah.blogspot.co.id/2014/05/manajemen-lingkungan-dan-organisasi.html
http://pencariantugas.blogspot.co.id/2016/01/lingkungan-eksternal-organisasi.html
https://yuliamursyida.wordpress.com/2012/06/01/international-business-4/
http://www.bimbie.com/ekonomi-bisnis-internasional.htm
https://danarajis.wordpress.com/2012/11/18/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-
bisnis-internasional/
http://kelvoy.blogspot.co.id