Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH BANGUNAN DAN PERALATAN PETERNAKAN

PERKANDANGAN UNGGAS

OLEH :
KELAS A
KELOMPOK 6

MUHAMMAD MUSA AS’ARI 200110160168


ALFIAH ALMAS HAMID 200110160177
ARDI WAHYUNI 200110160190
ERLIANI SUCI R.Y. 200110160192
GIRI WAHYU PRADANA 200110160228

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur bagi Allah SWT karena dengan karunia dan hidayah-

Nya, sehingga tugas Makalah Bangunan dan Peralatan Peternakan mengenai

Perkandangan Unggas dapat diselesaikan oleh penyusun dengan baik. Tugas

makalah ini dibuat yang kemudian diajukan untuk memenuhi salah satu tugas

Makalah Bangunan dan Peralatan Peternakan.

Ucapan terima kasih penyusun sampaikan kepada Dr. Ir. H. Denie Heriyadi,

SU. selaku Dosen Makalah Bangunan dan Peralatan Peternakan dan berbagai pihak

terkait yang telah membantu untuk menyelesaikan pembuatan makalah ini.

Sehingga dengan bantuan-bantuan tersebut penyusun berharap makalah ini dapat

bermanfaat bagi pembaca maupun penyusun pada bidang pengetahuan ini.

Penyusun menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam makalah ini,

dari sisi sistematika penulisan maupun dari sisi isi makalah. Berdasarkan hal

tersebut penyusun mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi

perbaikan ke arah yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Sumedang, April 2019

Penyusun
I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bidang peternakan merupakan salah satu bidang yang cukup kompleks

untuk dikerjakan. Di bidang ini terdapat tiga asas utama yaitu breeding, feeding,

dan management. Breeding meliputi kegiatan dalam mengembangbiakan ternak itu

sendiri, feeding tentang bagaimana pengelolaan pakan untuk memenuhi kebutuhan

hidup ternak, dan manajemen adalah segala kegiatan pengelolaan dalam bidang

peternakan itu sendiri.

Management di bidang peternakan memiliki arti yang cukup luas mulai dari

hulu sampai hilir kegiatan peternakan tersebut, salah satunya adalah management

kandang. Kandang merupakan bangunan yang harus ada dalam sebuah kegiatan

peternakan. Kandang juga harus dilengkapi dengan perlengkapannya untuk

menunjang kegiatan peternakan. Kandang serta peralatannya dapat disebut juga

sebagai bangunan dan peralatan peternakan. Dalam menjalankan management

bangunan dan peralatan peternakan hal utama yang harus diperhatikan adalah

komoditas apa yang akan diternakkan agar fungsinya dapat sesuai.

Komoditas di peternakan ada bermacam-macam mulai dari ternak besar

hingga kecil. Salah satu komoditas yang tersebar cukup banyak di Indonesia adalah

unggas. Populasi unggas di Indonesia ini cukup banyak dibandingkan dengan

ternak lainnya, karena selain kebutuhannya yang banyak ternak ini cukup mudah

untuk dikembangbiakkan. Pada komoditas unggas ini sering kita kenal kandang

terbuka (open house) dan tertutup (close house). Komoditas unggas ini walaupun

populasinya cukup banyak namun dalam management-nya harus sangat


diperhatikan karena ternak ini rentan terhadap penyakit. Maka dari itu disusunlah

makalah ini untuk mengetahui bagaimana perkandangan perunggasan agar

memudahkan dalam memanagement komoditas ternak tersebut.

1.2 Identifikasi Masalah

(1) Bagaimana pembuatan kandang ayam broiler (pedaging).

(2) Bagaimana pembuatan kandang ayam layer (petelur).

1.3 Maksud dan Tujuan

(1) Mengetahui pembuatan kandang ayam broiler (pedaging).

(2) Mengetahui pembuatan kandang ayam layer (petelur).


II

PEMBAHASAN

2.1 Sistem Perkandangan Ayam Broiler

Sistem perkandangan ayam broiler adalah salah satu faktor yang paling

penting dan paling utama sebelum melakukan usaha peternakan, untuk menunyjang

keberhasilan dalam suatu usaha pemeliharaan ayam broiler (pedaging). Kandang

adalah satu-satunya tempat tinggal untuk ayam dalam melakukan segala

aktifitasnya seperti Makan, Minum, Buang kotoran dan Bertumbuh kembang.

Sistem perkandangan ayam broiler sangat berperan penting dalam suatu

peternakan. Nyaman dan tidaknya suatu kandang sangat berpengaruh terhadap

ternak dengan baik serta mampu berproduksi dengan optimal.

Kandang yang baik adalah kandang yang bisa memberikan kenyamanan

bagi ayam, mudah dalam tata pelaksanaan dan mampu memberikan produksi yang

optimal serta memenuhi persaratan kesehatan. Kandang merupakan modal awal dan

investasi awal modal tetap yang sangatlah besar nilainya, dalam suatu usaha

peternakan dan pemeliharaan ayam pedaging. Maka sebisa mungkin sejak awal

pembuatan kandang tidak melakukan kesalahan dalam perencanaan pembuatan

kandang, dengan tidak adanya kesalahan dalam kontruksi kandang dapat

menghemat pengeluaran perbaikan kandang. Dalam sistem perkandangan ayam

broiler ada beperapa hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang

ayam broiler (pedaging) yaitu:


1. Arah Kandang Ayam Broiler

Arah kandang harus membujur dari timur ke barat atau sebaliknya searah

dengan pergerakan terbit dan tenggelamnya sinar matahari agar dapat

menghindarkan ayam dari stres karena terkena sinar matahari secara langsung.

2. Pemilihan Kontruksi Kandang Ayam Broiler

Kontruksi kandang yang biasa dibuat di indonesia ada 4 macam yaitu:

a) Tipe kandang ayam broiler darat atau postal

Gambar 1. Tipe Kandang Postal

Kandang jenis ini bisanya dibuat di daerah sejuk yang masih sedikit jumlah

penduduknya sehingga tidak ada halangan angin yang berhembus melalui kandang

Menggunakan alas (litter) sekam atau serutan kayu tergantung ketersediaan di

daerah masing-masing.

Keunggulan kandang ayam broiler darat atau postal adalah:

(1) Dapat memelihara semua jenis ayam boiler ( Hubbard, Cobb, Ross,

Lohmann, Avian, Arbor Acres, Hi-bro dan ISA Vedette ).

(2) Mengurangi problem kaki lecet bagi ayam

(3) Mengurangi kanibalisme

(4) Biaya investasi awal relative lebih murah.


Kelemahan kandang ayam boiler darat atau postal adalah Masalah yang

berhubungan dengan kualitas litter termasuk penyakit coccidiosis, cacing dan lain

sebagenya. Rawan terhadap stress dan kepadatan ayam per m2 rendah.

b) Tipe kandang ayam broiler panggung darat

Gambar 2. Tipe Kandang Broiler Panggung Darat

Jenis kandang yang berdiri tidak langsung di atas tanah tetapi bertumpu

pada kaki kaki yang menyebabkan kandang ini mempunyai kolong. Ventilasi udara

di dapat dari kiri-kanan, depan-belakang dan atas-bawah. Kandang jenis ini banyak

disukai karena membantu ayam agar tidak kepanasan walaupun kandang berada di

daerah panas. Kandang jenis ini juga memerlukan alas (litter) sekam di masa awal

pemeliharaan (14 hari pertama). Seyelah ayam umur 14 hari muli di buang alas

(litter) secara bertahap supaya ayam tidak mengalami setres.


c) Tipe Kandang Broiler Panggung Air

Jenis kandang ini sama dengan kandang panggung tetapi didirikan di atas

kolam atau tambak sehinga sisa pakan dan kotoran ayam bias dimanfaatkan sebagai

pakan ikan, peternak selain mendapatkan hasil dari pemeliharaan ayam, peternak
juga mendapat hasil dari kolam atau tambak di bawah kandangnya dan penyebaran

penyakit relatif rendah.

Gambar 3. Tipe Kandang Broiler Panggung Air

d) Tipe kandang ayam boiler tertutup (closed house)

Gambar 4. Tipe Kandang Broiler Closed House


Kandang yang konstruksinya serupa dengan kandang darat tetapi semua sisi

kandang tertutup kecuali di kedua ujungnya. Ventilasi udara di dapat dari hembusan

angin yang digerakan (disedot) oleh kipas yang berada di salah satu ujungnya

sementara di ujung lainnya diberi kisi-kisi (cooling pad) sehingga angin dapat

berhembus melaluinya. Kisi-kisi dapat dialiri air untuk menurunkan suhu udara

yang berhembus karena tarikan kipas. Jenis kandang seperti ini banyak digunakan

untuk pemeliharaan ayam bibit (parent stock) yang membutuhkan kondisi

pemeliharaan yang sebaik mungkin.


3. Ukuran Kandang dan Jarak Antar Kandang Ayam Broiler

(1) Lebar kandang ideal adalah 6 meter dan maksimal 8 meter. Panjang

tergantung lahan atau disesuaikan dengan kemampuan kerja untuk 1 (satu)

tenaga kerja. Tinggi kandang ideal 2.5-3 meter tergantung bahan atap

yang dipakai.

(2) Pilihlah bahan bangunan yang tidak mudah roboh oleh angin dan bisa

melindungi dari panas dan hujan.

(3) Jarak antar kandang idealnya adalah 20 meter dengan jarak minimum

selebar kandang (diukur dari teritis atau ujung atapsampai ke teritis atau

ujung atap lagi).

(4) Kapasitas kandang harus disesuaikan dengan kemampuan menjual

(sebaiknya menggunakan sistem all in all out).

4. Peralatan Penunjang Produksi Ayam Broiler

Terdapat beberapa peralatan yang harus disediakan untuk menunjang

produksi ayam broiler, dan harus memperhatikan beberapa hal seperti :

1) Dalam pembuatan kandang harus disediakan beberapa peralatan penunjang

produksi yang sangat dibutuhkan dalam sistem perkandangan ayam broiler

dan pemeliharaan ayam boiler (pedaging).

Berikut peralatan-peralatan pendukung produksi kandang :

Sumber air dan peralatannya (pompa air dan toren atau bak penampung air

atau drum penampung air).

2) Daya listrik cukup untuk semua peralatan utama dan lampu yang ada di

lokasi.

3) Tempat pakan dan minum beserta tali dan kawat penggantungnya.


4) Layar penutup kandang baik di bagian luar maupun bagian dalam (layar

dalam).

5) Peralatan pemanas untuk DOC beserta penunjangnya (seng brooder, tali

penggantung dan tempat minyak tanah atau gas).

6) Seketan (pembatas) bambu untuk membagi kandang menjadi beberapa

bagian.

7) Mess karyawan beserta gudang pakan dan peralatan yang layak pakai.

8) Peralatan tambahan lain : alat suntik otomat untuk vaksinasi, alat semprot

yang cukup kuat untuk membersihkan kandang saat istirahat kandang.

2.2 Bangunan dan Perkandangan Ayam Broiler

1. Bahan membuat kandang

Untuk bahan-bahanya bisa menggunakan bilahan bambu, kayu reng, atau

kawat.

2. Ukuran Kandang

Maraknya peternak ayam petelur, juga membuka peluang usaha pembuatan

kandang ayam petelur, berikut ini adalah ukuran kandang ayam yang dapat

dijadikan acuan bagi anda yang ingin membuat kandang ayam petelur.Ukuran-

ukuran kandang ini adalah biasa digunakan oleh para peternak yang sudah lama

menggeluti usaha ternak ayam petelur, Bahkan sebagian dari mereka membuatnya

untuk dijual guna menambah penghasilan.

Pilih salah satu ukuran yang cocok menurut anda, dan jangan lupa jarak

antara bilahan bambu atau kayu dibuat sekitar 5-7 cm, agar kepala ayam bisa masuk

dan sirkulasi udara lancar.


A. Ukuran standar kandang baterai

Ukuran kandang baterai yang dibuat disesuaikan dengan kapasitas

ayam broiler yang dapat diisi, seperti :

a. Panjang 120 cm x lebar 35 cm x tinggi depan 42 cm x tinggi belakang 37

cm, ukuran tersebut bisa disekat menjadi 4 pintu, dengan masing-masing

sekat diisi 2 ekor ayam, jadi kandang ini dapat menampung 8 ekor ayam

dengan posisi kepala berada didalam.

b. Panjang 120 cm x lebar 35 cm x tinggi depan 35 cm x tinggi belakang 28

cm, ukuaran tersebut modelnya sama dengan nomer (1), dapat menampung

8 ekor ayam tapi dengan posisi kepala berada diluar.

c. Panjang 120 cm x lebar 35 cm x tinggi depan 42 cm x tinggi belakang 37

cm, ukuran ini sama dengan ukuran nomer (1) hanya saja model ini disekat

menjadi 6 pintu dan setiap satu pintu diisi satu ekor ayam, sehingga hanya

bisa menampung 6 ekor ayam.

d. Panjang 120 cm x lebar 35 cm x tinggi depan 35 cm x tinggi belakang 28

cm, ukuran ini modelnya sama dengan nomer (3) tapi versi minimalis, dan

dapat menampung 6 ekor ayam.

3. Tempat makan dan minum

Tempelkan tempat makan dan minumnya dibagian depan kandang, dan

untuk tempat makannya taruh dibawah tempat minum, karena apabila tempat

makanya yang diatas, sisa-sisa makanan yang jatuh akan mengotori air minumnya.

Untuk bahan tempat makan dan minumnya bisa menggunakan pipa paralon atau

kayu yang dibuat panjang sesuai ukuran kandang.


4. Lokasi penempatan kandang

Lokasi penempatan kandang juga perlu diperhatikan, yaitu lokasi harus jauh

dari pemukiman, lokasi harus selalu kering, lantai biarkan dari tanah agar

kandungan air dari kotoran bisa meresap. Buatlah kandang tanpa dinding agar bau

serta zat-zat amoniak dari kotoran ayam dapat tertiup angin. Untuk kandang model

baterai dapat dibuat bersusun atau bertingkat maksimal 3-4 tingkat, namun

susunanya jangan dibuat vertikal, tapi kandang yang atasnya disusun lebih

kebelakang agar kotorannya tidak jatuh kekandang yang dibawahnya.

2.3 Model Kandang Ayam Petelur (Ayam Layer)

Informasi ini bagi peternak senior mungkin tidak bermanfaat, namun untuk

peternak pemula saya rasa bisa bemanfaat. Terkdang sebelum memulai usaha

peternkan ayam petelur, para peternak yang belum memiliki pengalaman akan

sedikit bingung mengenai masalah perkandangan yaitu mulai dari bentuk atau

desain kandang, luasan kandang serta periode pemeliharaan yang hasur disesuaikan

dengan desain kandang.

Pada lahan seluas 1 hektar atau 10.000 m² idealnya memuat populasi

20.000-25.000 ekor. Kandang pembesaran yang ideal berukuran panjang 40 m dan

lebar 5 m. Kandang yang tidak terlalu lebar sangat berguna untuk kebutuhan ayam

dalam hal ini kenyamanannya. Hal ini disebabkan semakin lebar kandang maka

ayam akan sulit mendapatkan udara segar karena sirkulasi atau pergerakan udara

yang lambat. Kandang type postal seluas 200 m² (40 x 5 m) cukup optimal untuk

memelihara pullet sejumlah 1600 ekor hingga berumur 112 hari. Sementara itu,

kandang batre yang berukuran sama bisa memuat sekitar 2500 ekor pullet (bisa

lebih hemat tempat sekitar 150%).


A. Berdasarkan Type lantai

Berdasarkan type lantai (postal) kandang terbagi 2 yaitu type lantai tanah

atau disemen (litter) dan kandang panggung (slat). Pemelihan lantai kandang

sebaiknya memperhatikan periode umur ayam. Berikut ini anjuran saya tentang

pemakaian type kandang.

1. Masa starter (0-5 minggu) Menggunakan kandang Litter

2. Masa grower (5-10 minggu) dapat menggunakan kandang litter akan tetapi

lebih baik menggunakan kandang batre (bisa dari bahan kawat atau bamboo)

supaya pertumbuhan ayam lebih seragam.

3. Masa developer (10-16 minggu) lebih baik menggunakan kandang batre

4. Masa layer atau produksi (diatas 16 minggu) menggunakan kandang batre

Sedangkan kepadatan kandang yang disarankan untuk masa starter-

developer untuk type lantai yang menggunakan litter sebagai berikut.

a. Umur 0-7 hari = 40 ekor/m2

b. Umur 8-14 hr =30 ekor/m2

c. Umur 15-28 hr =20 ekor/m2

d. Umur 29-112 hr atau lebih = sebaiknya 6-8 ekor/m2

Pullet yang berumur 91-112 hr sudah dapat dipindahkan ke dalam kandang

batre petelur. 1 kandang batre bisa diisi 1 sampai 2 ekor. Dari pengalaman lapangan

sebaiknya 1 kandang batre diisi 1 ekor. Pembuatan kandang dengan jumlah yang

banyak tentu membutuhkan jumlah yang besar. Namun biaya tersebut bisa tertutup

karena dengan perlakuan seperti ii maka produktifitasnya akan lebih baik, yakni 2-

6% dibandingkan 1 kandang yang berisi 2 ekor. Disamping itu, tingkat kanibalisme

ayam yang menyebabkan kemaian dan afkir ayam yang tidak diperlukan dapat

ditekan. Kandang batre yang idela adalah berukuran panjang 120 cm, lebar 55 cm
dan tinggi 27-32 cm. kandang berukuran seperti ini dapat memuat 6 ekor ayam

petelur. Kadnang batre bisa berukuran sebagai berikut:

1. Batre untuk masa grower berukuran 120 x 35 x 32 cm dapat memuat 12 ekor

ayam

2. Batre untuk masa layer berukuran lebar 120 x panjang 55 x tinggi depan 32

cm x tinggi belakang 27 cm dapat memuat 6 ekor ayam

Kandang ayam petelur dibagi 2 yaitu : kandang terbuka dan kandang

tertutup. Kita yang tinggal di Indonesia harus bersyukur karena iklimnya lebih

menguntungkan disbanding Negara barat. Dengan type kandang terbuka,

produktifitas aym petelur di Indonesia sudah bisa optimal karena intensitas

cahayanya cukup dan temperature udara relative stabil, infestasi pembayatn

kandang terbuka lebih murah jika dibandingakan dengan kandang tertutup.

B. Type kandang terbuka

Type kandang terbuka yang dapay kita temui pada peternakan ayam petelur

di Indonesia umumnya ada 3 bentuk, yaitu type V , type AA dan type W. kandang

type V biasanya berisi 4 atau 6 lajur / kandang. Type AA berisi 8 lajur/kandang dan

type W berisi 8 lajur/ kendang. Kelebihan type V berisi 4 lajur adalah sirkulasi

udara lebih lancar, intensitas cahaya matahari yang masuk lebih optimal dan

produksi telur lebih baik. Kelemahannya, populasi ayam kurang maksimal

dibandingkan tipe V berisi 6 lajur.


Dikandang type V berisi 6 lajur, sirkulasi dan intensitas cahaya matahari

cukup baik tapi kandang tersebut mudah rusak. Selain itu, penanganan

managemennya seperti pemberian pakan , minum serta vaksinasi lebih sulit

dikerjakan karena batre lajur atas sulit dijangkau. Karenanya karyawan yang

bekerja dikandang harus menginjak kandang lajur bawah untuk memberi makan

kandang lajur atas.

Kandang type AA yang berisi 8 lajur memuat populasi lebih banyak dan

intensitas cahaya mataharui yang masuk cukup baik.


Kandang type W juga bisa memuat populasi lebih banyak tetapi sirkulasi

udara di lajur bagian tengah kurang baik. Karena itu, kotoran ayam lebih lama

mongering disbanding ayam type V, sehingga kandungan amoniak cukup tinggi

akibatnya pernafasan ayam terganggu dan mempengaruhi produksi telur.


III

KESIMPULAN

Kesimpulan yang didapat dari penulisan makalah diatas adalah :

(5) Pembuatan kandang ayam broiler (pedaging) harus memperhatikan

beberapa hal seperti arah kandang ayam broiler, pemilihan konstruksi

kandang, ukuran dan jarak antar kandang, dan peralatan penunjang

produksi ayam broiler.

(6) Pembuatan kandang ayam layer (petelur) harus memperhatikan tipe lantai

kandang dan juga tipe kandang serta dalam kandang ayam layer ini harus

disesuaikan dengan periode pemeliharaannya.