Anda di halaman 1dari 13

SUPRIYANTI

JAWABAN FORUM DISKUSI MODUL 4 KB 3


1. Tentukan persamaan garis yang melalui titik potong garis 5𝑥 − 2𝑦 + 3 = 0 dan 3𝑥 + 𝑦 −
4 = 0 serta sejajar garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0!
Bagaimana sifat yang terbentuk oleh persamaan garis baru dengan garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0?
Jawab:
Untuk menentukan persamaan garis yang melalui titik potong garis 5𝑥 − 2𝑦 + 3 = 0 dan
3𝑥 + 𝑦 − 4 = 0 serta sejajar garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0, langkah-langkahnya adalah sebagai
berikut.
(i) Mencari titik potong dari garis 5𝑥 − 2𝑦 + 3 = 0 dan 3𝑥 + 𝑦 − 4 = 0
Untuk mencari titik potong kedua garis, maka gunakan eliminasi Gauss sebagai
berikut.
5𝑥 − 2𝑦 + 3 = 0 → 5𝑥 − 2𝑦 = −3…..(i)
3𝑥 + 𝑦 − 4 = 0 → 3𝑥 + 𝑦 = 4….. (ii)
Eliminasi 𝑦
Untuk eliminasi 𝑦 dari persamaan (i) dan (ii), maka perhatikan koefisien pada variabel
𝑦, koefisien dari kedua persamaan haruslah sama. Jika belum sama maka disamakan.
Dari persamaan (i) dan (ii) di atas, akan disamakan angka pada koefisiennya yaitu 2,
maka pada persamaan (ii) harus dikalikan dengan angka 2.
Maka diperoleh
5𝑥 − 2𝑦 = −3
6𝑥 + 2𝑦 = 8
5
11𝑥 = 5 → 𝑥 =
11
5
Kemudian subsitusi 𝑥 = 11 ke salah satu persamaan, misal ke persamaan (i)
5
Diperoleh 5 (11) − 2𝑦 = −3
25 25
− 2𝑦 = −3 ⟺ 2𝑦 = 11 + 3
11
58 58 1 29
2𝑦 = 11 ⟺ 𝑦 = 11 × 2 = 11
Jadi, diperoleh titik potong dari garis 5𝑥 − 2𝑦 + 3 = 0 dan 3𝑥 + 𝑦 − 4 = 0 yaitu
5 29
(11 , 11 )
SUPRIYANTI

(ii) Mencari gradien/kemiringan dari garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0


− 𝑘𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑥 −4 4
𝑚= = =
𝑘𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑦 −3 3
Gradien garis yang diperoleh adalah sebagai 𝑚1 .
4
Jadi 𝑚1 = 3

(iii) Mencari gradien garis yang sejajar dengan garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0


Berdasarkan Teorema, “Misalkan m1 dan m2 adalah kemiringan dari garis g dan h.
Untuk garis g dan h yang tak vertikal pada bidang, g sejajar h jika dan hanya jika
m1 = m2”
Berdasarkan teorema tersebut, maka gradien garis yang sejajar dengan garis 4𝑥 −
4
3𝑦 − 7 = 0 yaitu 𝑚2 = 𝑚1 = 3.

Berdasarkan langkah (i), (ii), dan (iii) di atas, maka persamaan garis yang melalui titik
5 29
potong garis 5𝑥 − 2𝑦 + 3 = 0 dan 3𝑥 + 𝑦 − 4 = 0 yaitu (11 , 11 ) serta sejajar garis
4
4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 dengan gradien garisnya yaitu 𝑚2 = 𝑚1 = 3 dapat ditentukan dengan

rumus 𝑦 − 𝑦1 = 𝑚(𝑥 − 𝑥1 ).
Ingat dengan Teorema, “Jika sebuah garis dengan gradien m memuat titik (𝒙𝟏 , 𝒚𝟏 ),
maka persamaan garis tersebut adalah 𝑦 − 𝒚𝟏 = 𝑚(𝑥 − 𝒙𝟏 )”
5 29 4
Jelas 𝑥1 = 11 , 𝑦1 = 11 dan 𝑚 = 3

Maka diperoleh 𝑦 − 𝑦1 = 𝑚(𝑥 − 𝑥1 )


29 4 5
𝑦 − 11 = 3 (𝑥 − 11)
29 4 20
𝑦 − 11 = 3 𝑥 − 33
4 20 29
𝑦= 𝑥− +
3 33 11
4 20 87
𝑦 = 3 𝑥 − 33 + 33
4 67
𝑦 = 3 𝑥 + 33 (persamaan garis dalam bentuk ekplisit)
4 67
Diperoleh persamaan garisnya yaitu 𝑦 = 3 𝑥 + 33

Dari persamaan tersebut, dapat pula ditulis persamaannya dalam bentuk implisit, sebgai
berikut.
SUPRIYANTI

4 67
𝑦 = 3 𝑥 + 33 (kalikan kedua ruas dengan angka 33)

33𝑦 = 44𝑥 + 67
44𝑥 − 33𝑦 + 67 = 0 (persamaan garis dalam bentuk implisit).
Jadi, persamaan garis yang melalui titik potong garis 5𝑥 − 2𝑦 + 3 = 0 dan 3𝑥 + 𝑦 − 4 = 0
4 67
serta sejajar garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 adalah 𝑦 = 3 𝑥 + 33 (persamaan garis dalam bentuk

ekplisit) atau 44𝑥 − 33𝑦 + 67 = 0 (persamaan garis dalam bentuk implisit).

Bagaimana sifat yang terbentuk oleh persamaan garis baru dengan garis 𝟒𝒙 − 𝟑𝒚 −
𝟕 = 𝟎?
Jika digambarkan hasil persamaan garis yang sejajar dengan garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 sebagai
berikut.

4 67
Keterangan hasil yaitu 𝑦 = 3 𝑥 + 33 dan garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0

Perhatikan pada gambar yang terbentuk, terlihat dengan jelas bahwa kemiringan dari garis
4 67 4
𝑦 = 3 𝑥 + 33 dan garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 adalah sama, yaitu 𝑚 = 3.
4 67
Lebih lanjut jika 𝑦 = 3 𝑥 + 33 dan garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 diperpanjang pada kedua

ujungnya, kedua garis tersebut tidak akan berpotongan.


SUPRIYANTI

Lebih lanjut jika kita buat dua garis yang memotong dua garis sejajar tersebut diperoleh
gambar berikut

Gambar 1
Terlihat garis yang dibuat memotong salah satu garis misalnya, maka jika diperpanjang garis
tersebut juga akan memotong garis yang lainnya.
4 4 67
Kemudian perhatikan grafik dari garis 𝑦 = 3 𝑥 (𝑤𝑎𝑟𝑛𝑎 ℎ𝑖𝑡𝑎𝑚), 𝑦 = 3 𝑥 + 33 (warna biru)

dan garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 (warna merah) berikut.

Gambar 2
4 4 67
Kedudukan ketiga garis garis 𝑦 = 3 𝑥, 𝑦 = 3 𝑥 + 33 dan garis 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 dinamakan

saling sejajar. Jika diperhatikan lebih teliti lagi, grafik 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 bisa dibentuk
SUPRIYANTI

4 7
dengan cara menggeser grafik 𝑥 ke bawah searah sumbu y sebanyak satuan. Sedangkan
3 3
4 67 4
garis dengan persamaan 𝑦 = 3 𝑥 + 33 bisa dibentuk dengan cara menggeser grafik 𝑥 ke
3
67
atas searah sumbu y sebanyak satuan. Dari gambar tersebut, dapat disimpulkan bahwa
33
4 67
persamaan 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 sejajar dengan 𝑦 = 3 𝑥 + 33 karena memiliki koefisien 𝑥 yang

sama.
Berdasarkan gambar dua garis sejajar di atas, maka dapat disimpulkan sifat-sifat garis sejajar
4 67
untuk 𝑦 = 3 𝑥 + 33 dan 4𝑥 − 3𝑦 − 7 = 0 sebagai berikut.

(i) Melalui suatu titik di luar garis hanya dapat ditarik tepat satu garis yang sejajar dengan
garis tersebut.
(ii) Jika suatu garis memotong salah satu dari dua garis sejajar, maka garis tersebut akan
memotong juga garis yang kedua. (Gambar 1)
(iii) Jika sebuah garis sejajar dengan 2 buah garis, maka kedua garis itu juga saling sejajar.
(Gambar 2)

2. Diketahui kurva dengan persamaan 9𝑥 2 + 25𝑦 2 − 36𝑥 + 50𝑦 − 164 = 0.


a. Lukis kurva tersebut dan tentukan titik pusat, titik fokus, titik puncak, garis direktris,
serta sumbu-sumbunya!
Jawab:
SUPRIYANTI

Diperoleh kurva dengan persamaan 9𝑥 2 + 25𝑦 2 − 36𝑥 + 50𝑦 − 164 = 0 berupa ellips
yang sejajar dengan sumbu X (ellips horizontal)

sebelum menentukan titik pusat, titik fokus, titik puncak, garis direktris, serta sumbu-
sumbunya, maka rubah persamaan ellips ke dalam bentuk umum persamaan ellips
dengan prosedur sebagai berikut.
9𝑥 2 + 25𝑦 2 − 36𝑥 + 50𝑦 − 164 = 0
9(𝑥 2 − 4𝑥 ) + 25(𝑦 2 + 2𝑦) − 164 = 0
9((𝑥 − 2)2 − 4) + 25((𝑦 + 1)2 − 1) − 164 = 0
9(𝑥 − 2)2 − 36 + 25(𝑦 + 1)2 − 25 − 164 = 0
9(𝑥 − 2)2 + 25(𝑦 + 1)2 − 225 = 0
9(𝑥 − 2)2 + 25(𝑦 + 1)2 = 225 (bagi kedua ruas dengan 225)
9(𝑥 − 2)2 25(𝑦 + 1)2
+ =1
225 225
(𝑥 − 2)2 (𝑦 + 1)2
+ =1
25 9

Kemudian untuk menentukan titik pusat, titik fokus, titik puncak, garis direktris, serta
sumbu-sumbunya, ingat.
Persamaan umum ellips dengan sumbu mayor sejajar sumbu X dan
(𝒙−𝒑)𝟐 (𝒚−𝒒)𝟐
titik pusat (p, q) 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 + =𝟏
𝒂𝟐 𝒃𝟐

Diperoleh persamaan ellips dari soal. 2 ini yaitu


(𝑥 − 2)2 (𝑦 + 1)2
+ =1
25 9
Berdasarkan definisi persamaan umum ellips di atas,
Diperoleh nilai 𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑝 𝑑𝑎𝑛 𝑞
𝑎2 = 25 → 𝑎 = √25 = 5, 𝑏2 = 9 → 𝑏 = √9 = 3
dan 𝑎2 = 𝑏2 + 𝑐 2 ⟺ 𝑐 = √𝑎2 − 𝑏2 = √25 − 9 = 4
𝑝 = 2 dan 𝑞 = −1
Maka diperoleh
SUPRIYANTI

1) Titik pusat ellips tersebut adalah (2, −1)


2) Titik fokus ellips yaitu
𝐹1 (𝑝 − 𝑐, 𝑞)dan 𝐹2 (𝑝 + 𝑐, 𝑞)
𝐹1 (2 − 4, −1)dan 𝐹2 (2 + 4, −1)
𝐹1 (−2, −1)dan 𝐹2 (6, −1)
3) Titik puncak
Karena a > 𝑏 maka maka ellips ini termasuk ellips horizontal dengan puncak di
(2 ± 𝑎, −1) dan (2, −1 ± 𝑏) maka (2 ± 5, −1) dan (2, −1 ± 3)
Sehingga diperoleh empat titik puncak yaitu
(7, −1), (−3, −1), (2, 2) dan (2, −4)
4) Garis direktris
Garis direktris dari ellips ini yaitu garis dengan persamaan
𝑎2 𝑎2
𝑥=− + 𝑝 dan 𝑥 = +𝑝
𝑐 𝑐
25 25
𝑥=− + 2 dan 𝑥 = +2
4 4
17 33
𝑥=− dan 𝑥 =
4 4
17 33
Jadi, garis direktris dari ellips ini mempunyai persamaan 𝑥 = − dan 𝑥 =
4 4

5) Persamaan sumbu simetri


Karena ellips ini horizontal dan berpusat di (2, −1) maka sumbu simetrinya adalah
garis yang sejajar dengan sumbu X dan melalui pusatnya, yaitu 𝒚 = −𝟏.
6) Panjang sumbu mayor dan panjang sumbu minor
Panjang sumbu mayor = 2𝑎 = 2 (5) = 10
Panjang sumbu minor = 2𝑏 = 2 (3) = 6
7) Panjang latus rektum
2𝑏2 2 .32 18
Panjang latus rektum = = =
𝑎 5 5
SUPRIYANTI

Berikut gambar ellips dengan persamaan 9𝑥 2 + 25𝑦 2 − 36𝑥 + 50𝑦 − 164 = 0


beserta unsur-unsurnya

b. Jika terdapat titik 𝐴(7, 2), tentukan persamaan garis singgung dengan kurva yang
diketahui!

Analisis
Jika kita perhatikan pada gambar di atas, maka titik A(7, 2) adalah titik di luar ellips.
Maka dalam hal ini kita akan mencari persamaan garis singgung dititik A (x 1, y1) yaitu A
(7, 2) yang berada di luar ellips.
Bukti titik A berada di luar ellips dapat ditentukan dengan ketentuan berikut
(𝒙 − 𝒑)𝟐 (𝒚 − 𝒒)𝟐
+ >𝟏
𝒂𝟐 𝒃𝟐
(𝟕 − 𝟐)𝟐 (𝟐 + 𝟏 )𝟐
+ >𝟏
𝟐𝟓 𝟗
𝟐𝟓 𝟗
+ 𝟗 > 𝟏 ⟺ 𝟒 > 𝟏 (terbukti bahwa A(7, 2) terletak di luar ellips)
𝟐𝟓
SUPRIYANTI

Adapun langkah-langkah untuk menentukan persamaan garis singgung dari titik


A (x1, y1) yaitu (7, 2) diluar ellips yang berpusat di (𝑝, 𝑞) yaitu (2, −1) adalah sebagai
berikut.
1) Membuat garis polar dari titik A(7, 2) terhadap ellips
Persamaan garis polar ellips dari titik A (𝑥1 , 𝑦1 ) = (7, 2) adalah terhadap ellips
(𝒙−𝒑)𝟐 (𝒚−𝒒)𝟐 (𝑥−𝑝)(𝑥1 −𝑝) (𝑦−𝑞)(𝑦1−𝑞)
+ =1 adalah + =1
𝒂𝟐 𝒃𝟐 𝑎2 𝑏2
(𝑥−2)2 (𝑦+1)2
diketahui persamaan ellips + = 1 dengan pusat (2, −1)
25 9

Jelas 𝑎 = 5, 𝑏 = 3, 𝑝 = 2, 𝑞 = −1
Maka persamaan garis polar dari titik A (7, 2) pada ellips tersebut adalah
(𝒙−𝒑)(𝒙𝟏−𝒑) (𝒚−𝒒)(𝒚𝟏−𝒒)
+ = 𝟏 …. *
𝟐𝟓 𝟗
Melalui 𝐴(7, 2) jelas 𝑥1 = 7 dan 𝑦1 = 2
(𝑥 − 2)(7 − 2) (𝑦 + 1)(2 + 1)
+ =1
25 9
(𝑥 − 2)5 (𝑦 + 1)3
+ =1
25 9
(𝑥−2) (𝑦+1)
+ = 1 (samakan penyebut pada ruas kiri)
5 3
3(𝑥−2) 5(𝑦+1)
+ =1
15 15
3𝑥−6 5𝑦+5
+ =1
15 15

3𝑥 − 6 + 5𝑦 + 5
=1
15
3𝑥 + 5𝑦 − 1
=1
15
3𝑥 + 5𝑦 − 1 = 15
3𝑥 + 5𝑦 = 16
3𝑥 + 5𝑦 − 16 = 0 (bentuk implisit)
−3𝑥+16
𝑦= (bentuk eksplisit)
5
SUPRIYANTI

2) Mencari koordinat titik singgung garis polar dengan ellips


(𝑥−2)2
Lebih lanjut, kita cari titik singgung yang melalui titik 𝐴(7, 2) pada ellips +
25
(𝑦+1)2 −3𝑥+16
= 1 dengan cara subsitusi garis 𝑦 = ke persamaan ellips sehingga
9 5

diperoleh
−3𝑥 + 16 2 −3𝑥 + 16
9𝑥 2 + 25 ( ) − 36𝑥 + 50 ( ) − 164 = 0
5 5
9𝑥 2 + (−3𝑥 + 16)2 − 36 𝑥 + 10(−3𝑥 + 16) − 164 = 0
9𝑥 2 + 9𝑥 2 − 96𝑥 + 256 − 36𝑥 − 30𝑥 + 160 − 164 = 0
9𝑥 2 + 9𝑥 2 − 96𝑥 − 36𝑥 − 30𝑥 + 256 + 160 − 164 = 0
18𝑥 2 − 162𝑥 + 252 = 0 (bagi kedua ruas dengan 18)
𝑥 2 − 9𝑥 + 14 = 0
(𝑥 − 7)(𝑥 − 2) = 0
𝑥1 = 7 dan 𝑥2 = 2
−3𝑥+16
Subsitusi 𝑥1 = 7 dan 𝑥2 = 2 ke persamaan garis singgung ellips 𝑦 = 5
−3(7)+16 −5
𝑥1 = 7 → 𝑦 = = = −1
5 5

−3(2) + 16 10
𝑥2 = 2 → 𝑦 = = =2
5 5
Diperoleh titik singgung (𝟕, −𝟏) dan (𝟐, 𝟐)
3) Mencari persamaan garis singgung di titik singgung antara garis polar dengan ellips
a. Persamaan garis singgung dengan titik singgung (𝟕, −𝟏)
(𝒙𝟏 = 𝟕 dan 𝒚𝟏 = −𝟏)
(𝒙−𝒑)(𝒙𝟏 −𝒑) (𝒚−𝒒)(𝒚𝟏−𝒒)
+ = 𝟏 ….*
𝟐𝟓 𝟗
(𝑥 − 2)(7 − 2) (𝑦 + 1)(−1 + 1)
+ =1
25 9
(𝑥 − 2)5 (𝑦 + 1)(0)
+ =1
25 9
5𝑥 − 10
=1
25
5𝑥 − 10 = 25 ⟹ 𝑥 = 7
SUPRIYANTI

b. Persamaan garis singgung dengan titik singgung (𝟐, 𝟐)


(𝒙𝟏 = 𝟐 dan 𝒚𝟏 = 𝟐)
(𝒙−𝒑)(𝒙𝟏 −𝒑) (𝒚−𝒒)(𝒚𝟏−𝒒)
+ = 𝟏 ….*
𝟐𝟓 𝟗
(𝑥 − 2)(2 − 2) (𝑦 + 1)(2 + 1)
+ =1
25 9
(𝑥 − 2)(0) (𝑦 + 1)(3)
+ =1
25 9
3𝑦 + 3
=1
9
3𝑦 + 3 = 9
𝑦=2
Jadi, jika terdapat titik A(7, 2), persamaan garis singgung dengan kurva atau ellips
𝟗𝒙𝟐 + 𝟐𝟓𝒚𝟐 − 𝟑𝟔𝒙 + 𝟓𝟎𝒚 − 𝟏𝟔𝟒 = 𝟎 adalah 𝒙 = 𝟕 dan 𝒚 = 𝟐.
Adapun gambar persamaan garis singgungnya sebagai berikut.
SUPRIYANTI

3. Salah satu fokus pada cabang geometri adalah geometri analit di ℝ3. Bagaimana penerapan
materi tersebut pada pembelajaran matematika di sekolah?
Kendala apa saja yang ada dalam penerapan pembelajaran?
Bagaimana solusi untuk meminimalisir kendala yang terjadi?
Jawaban:
Salah satu materi matematika yang diajarkan di sekolah adalah geometri. Penerapan
pembelajaran geometri di sekolah, khususnya SMK adalah pada pembelajaran dimensi tiga.
Geometri dimensi tiga yang dipelajari di tingkat SMK yaitu, unsur-unsur bangun ruang,
menghitung luas dan volume, serta menentukan titik, sudut dan bidang.
Terkait dengan materi geometri yang diajarkan di sekolah tersebut, siswa dihadapkan pada
banyak rumus dan istilah-istilah dan hal-hal yang bersifat abstrak. Namun banyak siswa
yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi geometri dimetnsi tiga karena banyak
hal yang harus dikuasai atau rumus yang harus dihafal. Selain itu, siswa mengalami
kesulitan pada pembelajaran geometri juga dikarenakan siswa tidak hanya dituntut untuk
dapat memahami konsepnya saja melainkan siswa juga harus mampun memvisualisasikan
bangun yang ada pada soal kedalam bentuk tiga dimensi.

Adapun kendala pembelajaran materi geometri di sekolah


Didalam pembelajaran tentulah terdapat beberapa kendala-kendala yang akan dihadapi,
seperti kurang tersedianya bahan ajar dan alat peraga yang dibutuhkan, kurang efisien dalam
proses pembelajaran, kurang memperhatikan waktu yang dibutuhkan serta kemampuan
siswa atau level berpikir siswa yang berbeda-beda dalam menangkap materi geometri
sehingga proses pembelajaran kurang berjalan sesuai dengan target yang diinginkan. Selain
itu ketidaksukaan siswa terhadap mata pelajaran matematika terlebih materi geometri juga
menjadi kendala dalam pembelajaran geometri di sekolah.

Solusi untuk meminimalisir kendala yang terjadi


1) Meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan antara lain sarana dan prasarana
proses pembelajaran atau media pembelajaran.
2) Membuat variasi strategi dan metode pembelajaran sehingga siswa tertarik untuk belajar
matematika dan tidak mudah bosan. Artinya guru dituntuk untuk inovatif.
SUPRIYANTI

3) Menghilangkan fikiran bahwa metematika itu adalah pelajaran yang menakutkan dan
menyulitan.
4) Perlu adanya perubahan paradigma pembelajran geometri dari pembelajaran geometri
untuk semua siswa menjadi pembelajaran geometri oleh semua siswa. yang mana untuk
penerapan paradigma pembelajaran tersebut dibuthkan kesabaran dan kerja keras dari
seorang guru.

Anda mungkin juga menyukai