Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL

Disusun Oleh :
Edo Yogapasha
4.31.17.0.10
TE-2A

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2019
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
 Mengamati sinyal dalam domain waktu dan domain frekuensi dengan menggunakan
library FFT.

I. DASAR TEORI
1.1 Transformasi Fourier
Satu bentuk transformasi yang umum digunakan untuk merubah sinyal dari domain
waktu ke domain frekuensi adalah dengan transformasi Fourier:

Persamaan ini merupakan bentuk transformasi Fourier yang siap dikomputasi secara
langsung dari bentuk sinyal x(t).
Sebagai contoh, anda memiliki sinyal sinus dengan frekuensi 5 Hz dan amplitudo 1
Volt. Dalam domain waktu anda akan melihat seperti pada Gambar 9.1 bagian atas.
Sementara dalam domain frekuensi akan anda dapatkan seperti pada bagian bawah.
Untuk memperoleh hasil seperti gambar tersebut anda dapat memanfaatkan library fft
yang tersedia pada Matlab.

Domain frekuensi dalam Hz


Gambar 9.1. Sinyal sinus dalam domain waktu dan domain frekuensi
1.2 Analisa Spektrum
Salah asatu proses analisa di dalam domain frekuensi bisa dilakukan dengan cara
menghitung frekuensi dari suatu sinyal, dalam hal ini bisa memanfaatkan bentuk
waktu diskrit dari analisa Fourier dapat digunakan, yang kemudian lebih
disempurnakan dengan suatu algoritma yang kita kenal sebagai Fast Fourier transform
(FFT). Secara umum teknik ini merupakan pendekatan yang terbaik untuk
transformasi. Dalam hal ini input sinyal ke window ditetapkan memmiliki panjang
2m. Anda dapat memilih analisis window yang akan digunakan. Output dari syntax
fft(x,n) merupakan sebuah vector komplek, dengan n amplitudo komplek dari 0 Hz
sampai dengan sampling frekuensi yang digunakan.

II. PERANGKAT YANG DIGUNAKAN


 PC multimedia yang sudah dilengkapi dengan OS Windows
 Perangkat Lunak Matlab yang dilengkapi dengan Tool Box DSP

III. LANGKAH PERCOBAAN


4.1. Fenomena Gibb
Kita mulai dengan mencoba memahami suatu masalah yang popular dalam
pengolahan sinyal, yaitu fenomena Gibb. Untuk memahami bagaimana penjelasan
fenomena tersebut, anda ikuti langkah berikut.
1. Bangkitkan sebuah sinyal sinus dengan cara seperti berikut
%File name: fen_Gibb.m
clc;
clf;
t=-3:6/100:3;
N=input(‘Masukan Jumlah Sinyal Yang Dikehendaki = ’);
c0=0.5;
w0=pi; Fs=100;
xN=c0*ones(1,length(t));
for n=1:2:N;
theta=((-1)^((n-1)/2)-1)*pi/2;
xN=xN+2/n/pi*cos(n*w0*t+theta);
end
subplot(211)
plot(t,xN)
title('Phenomena Gibb')
xlabel('Waktu(s)')
ylabel('X(t)')
%Transformasi
xf=fft(xN,512);
w=(0:255)/256*(Fs/2);
subplot(212)
plot(w,abs(xf(1:256)))
title('Sinyal Pada Domain Frekuensi')
xlabel('Frekuensi(Hz)')
ylabel('X(f)')

Masukan jumlah sinyal N = 10

2. Jalankan lagi program anda, dengan cara memberi jumlah masukan sinyal yang
berbeda, misalnya 15, 35 dan 50. Apa yang anda dapatkan?
3. Dari langkah percobaan anda ini, fenomena apa yang didapatkan tentang sinyal
persegi ? Apa kaitannya dengan sinyal sinus? Perhatikan pada gambar hasil
running program akan tampak terjadinya phenomena Gibb.

4.2. Pengamatan Frekuensi


Pada Sinyal Tunggal Disini anda akan mengamati bentuk sinyal dalam domain
waktu dan domain frekuensi dengan memanfaatkan library fft yang ada dalam DSP
Toolbox Matlab. Apabila ada yang kurang jelas dengan perintah yang diberikan dalam
petunjuk, jangan pernah sungkan menanyakan kepada dosen pengajar. Selanjutnya
ikuti langkah berikut.
1. Bangkitkan sinyal sinus yang memiliki frekuensi f = 15 Hz, dan amplitudo 5 Volt.
Fs=100;
t=(1:100)/Fs;
f=15;
A=5 ;
s=A*sin(2*pi*f*t);
subplot(2,1,1)
plot(t,s)
xlabel('Waktu (s)')
2. Lanjutkan langkah ini dengan memanfaatkan fungsi fft untuk mentranformasi
sinyal ke dalam domain frekuensi
S=fft(s,512);
w=(0:255)/256*(Fs/2);
subplot(2,1,2)
plot(w,abs(S(1:256)))
xlabel('Frekuensi (Hz)')
3. Jalankan program anda.
4. Cobalah anda merubah nilai f=10, 20 dan 30 Apa yang anda lihat pada gambar
sinyal anda?
5. Cobalah merubah nilai amplitudo dari 5 volt menjadi 7, 15 atau 20. Apa yang
terjadi pada sinyal anda?

4.3. Pengamatan Frekuensi


Pada Kombinasi 2 Sinyal Anda telah mengetahui cara mengamati sinyal dalam
doain waktu dan frekuensi. Pada percobaan berikut ini anda coba bangkitkan 2 sinyal
sinus dengan frekuensi f1 dan f2. Sementara nilai amplitudo dapat anda lihat pada
listing program berikut ini.
1. Caranya adalah dengan mengetik program berikut ini
clc;clf;
fs=100;
t=(1:400)/fs;
f1=10;
s1=5*sin(2*pi*f1*t);
f2=30;
s2=3*sin(2*pi*f2*t);
s=s1+s2;
subplot(211)
plot(t,s)
title('Dua Sinyal Sinus')
xlabel('Waktu(s)')
ylabel('x(t)')
S=fft(s,512);
w=(0:255)/256*fs/2;
Sab=abs(S);
subplot(212)
plot(w,Sab(1:256))
title('Sinyal pada domain frekuensi')
xlabel('Frekuensi(Hz)')
ylabel('x(f)')
Jalankan program.

2. Ubahlah nilai f2 =20, 35 dan 50, sedangkan f1 dan amplitudo tetap. Apa yang
anda dapatkan dari langkah ini? Plot semua hasil running program.
3. Coba ubah nilai amplitudo pada sinyal pertama menjadi 7 , 10 atau 15, sedangkan
f1 dan f2 tetap seperti program pertama. Apa yang anda dapatkan dari langkah
ini? Plot semua hasil running program anda.

4.4. Pengamatan Frekuensi Pada Kombinasi 4 Sinyal


1. Pada percobaan berikut ini anda coba bangkitkan 4 sinyal sinus dengan
frekuensi f1, f2, f3, dan f4. Sementara nilai amplitudo dapat anda lihat pada
listing program berikut ini. Caranya adalah dengan mengetik program berikut
ini :
clc;clf;
fs=100;
t=(1:100)/fs;
f1=5;
s1=50*sin(2*pi*f1*t);
f2=15;
s2=40*sin(2*pi*f2*t);
f3=25;
s3=30*sin(2*pi*f3*t);
f4=35;
s4=20*sin(2*pi*f4*t);
s=s1+s2+s3+s4;;
subplot(211)
plot(t,s)
title('Empat Sinyal Sinus')
xlabel('Waktu(s)')
ylabel('x(t)')
S=fft(s,512);
w=(0:255)/256*fs/2;
Sab=abs(S);
subplot(212)
plot(w,Sab(1:256))
title('Sinyal pada domain frekuensi')
xlabel('Frekuensi(Hz)')
ylabel('x(f)')

Perhatikan bentuk sinyal yang dihasilkan dari langkah tersebut.


2. Ubah nilai f2 =20, f3 = 30 dan f4 =30, sedangkan amplituda tetap. Apa yang
anda dapatkan dari langkah ini? Plot semua hasil running dari program anda.

4.5. Pengamatan Frekuensi Pada Kombinasi 6 Sinyal


Pada percobaan berikut ini anda coba bangkitkan 4 sinyal sinus dengan
frekuensi f1, f2, f3, f4, f5, dan f6. Sementara nilai amplitudo dapat anda lihat pada
listing program berikut ini. Caranya adalah dengan mengetik program berikut ini
Fs=100;
t=(1:200)/Fs;
f1=2;
s1=20*sin(2*pi*f1*t);
f2=5;
s2=15*sin(2*pi*f2*t);
f3=15;
s3=10*sin(2*pi*f3*t);
f4=20;
s4=7*sin(2*pi*f4*t);
f5=35;
s5=5*sin(2*pi*f5*t);
f6=45;
s6=3*sin(2*pi*f6*t);
s=s1+s2+s3+s4+s5+s6;
subplot(211)
plot(t,s)
title('Enam Sinyal Sinus')
xlabel('Waktu(s)')
ylabel('x(t)')
S=fft(s,512);
w=(0:255)/256*fs/2;
Sab=abs(S);
subplot(212)
plot(w,Sab(1:256))
title('Sinyal pada domain frekuensi')
xlabel('Frekuensi (Hz)')
ylabel('x(f)')
Catat dan amati bentuk sinyal yang dihasilkan dari langkah anda tersebut. Apa yang
anda dapatkan dari langkah ini? Plot semua hasil running dari program anda.
4.6. Pengamatan Frekuensi Pada Sinyal Audio
Disini dicoba untuk melihat sinyal yang lebih real dalam kehidupan kita. Untuk itu
ikuti langkah berikut.
1. Buat program pemanggil file audio *.wav sebagai berikut :
clc;clf;
[y,Fs]=wavread('gundul_pacul.wav');
Fs=16000;
subplot(211)
plot(y(100:10000))
title('Sinyal Audio')
xlabel('Waktu(s)')
ylabel('x(t)')
S=fft(y);
%w=(0:255)/256*fs/2;
Sab=abs(S);
subplot(212)
plot(Sab(100:10000))
% plot(Sab)
title('Sinyal audio domain frekuensi')
xlabel('Frekuensi(Hz)')
ylabel('x(f)')
2. Jalankan program anda.
3. Ubah nilai Fs menjadi 4000, simpan lagi file wav dengan nama ”baru.wav”,
menggunakan perintah wavwrite(y,’baru.wav’) kemudian panggil lagi dan
plot hasil sinyalnya dalam domain waktu dan frekuensi seperti program diatas.

4.7. Pengamatan Frekuensi Pada Sinyal Kotak


1. Buat program untuk merubah sinyal kotak dalam domain waktu, menjadi
sebuah sinyal dalam domain frekuensi seperti yang terlihat pada Gambar 7.
Ketentuan program sebagai berikut : Fs=100, f=5, amplitudo=1.
2. Ubahlah frekuensi berturut-turut 10, 20,30,40 dan 50, dengan Fs dan
amplitudo tetap, kemudian plot semua gambar hasil running program anda.

IV. DATA HASIL PERCOBAAN


NO. PROGRAM HASIL GELOMBANG

1.

Jumlah sinyal = 10
Jumlah sinyal = 15

Jumlah sinyal = 35

Jumlah sinyal = 50
Analisa :

Pada percobaan 4.1 analisa sinyal domain frekuensi dimana dengan fenomena gibb
sebagai deret fourrier yang digunakan untuk fungsi periodic yang terintegralkan.
Percobaan ini dimulai dengan memasukkan nilai input jumlah sinyal yang dikehendaki
yaitu mulai dari nilai 10, 15, 35, dan 50. Adanya perbedaan nilai tersebut berpengaruh
pada sinyal hasil dari fenomena Gibb. Fenomena Gibb merupakan jumlah riak atau
ripple yang terdapat pada sinyal kotak. Sinyal hasil dari fenomena Gibb ini dapat
dilihat pada gambar diatas yaitu semakin besar nilai N atau nilai input jumlah sinyal
yang dikehendaki maka akan menghasilkan sinyal dari fenomena Gibb lebih halus
yang dapat diartikan hanya terdapat sedikit jumlah riak atau ripple pada sinyal kotak
yang dihasilkan. Keterangan Percobaan diatas didapati semakin banyak jumlah
masukan signal maka semakin membentuk persegi. Dan jika sinyal membentuk
persegi maka sinyal mendekati sempurna atau mendekati sinyal aslinya.

2.

Frekuensi = 15 & Amplitudo =5

Frekuensi = 15 & Amplitudo =5

Frekuensi = 10 & Amplitudo =5


Frekuensi = 20 & Amplitudo =5

Frekuensi 30 & Amplitudo =5

Frekuensi = 10 & Amplitudo =7


Frekuensi = 10 & Amplitudo =15

Frekuensi = 10 & Amplitudo =20


Analisa :
Percobaan 4.2 mengenai sinyal domain waktu dan domain frekuensi pada sinyal
tunggal. Pada sinyal domain waktu, sinyal terbentuk dari persamaan sinyal sinus biasa
yang mana menggunakan persamaan s=A*sin(2*pi*f*t) yang telah diketahui nilai
waktu yang digunakan pada variabel t. Sedangkan pada sinyal domain frekuensi
terbentuk dengan menggunakan persamaan fft(x,n) yang mana menghasilkan sinyal
domain frekuensi dengan amplitudo tertinggi terletak sesuai dengan nilai frekuensi
yang digunakan. Sebagai contoh mengunakan frekuensi 35 Hz maka sinyal domain
frekuensi akan menunjukkan amplitudo tertinggi pada nilai frekuensi 35 Hz. Sinyal
domain frekuensi dapat terbentuk menggunakan persamaan Fast Fourier Transform
(FFT) dengan format fft(x,n) yang dapat dilihat pada program diatas.
3.

F1 = 10 & F2 = 30
Amplitudo tetap

F1 = 10 & F2 = 20
Amplitudo tetap

F1 = 10 & F2 = 35
Amplitudo tetap
F1 = 10 & F2 = 50
Amplitudo tetap

F1 & F2 tetap
Amplitudo = 7

F1 & F2 tetap
Amplitudo = 10
F1 & F2 tetap
Amplitudo = 15

Analisa :
Pada percobaan 4.3 merupakan pengamatan frekuensi pada kombinasi 2 sinyal ,
dimana menggunakan 2 frekuensi dan amplitude sebagai masukan , dengan data yang
dimasukan mengubah nilai frekuensi 2 sebesar 20,35,50 serta mengubah nilai
amplitude sebesar 7,10,15 . Membangkitkan dua buah sinyal sinus dengan frekuensi
dan amplitudo yang berbeda akan sangat berpengaruh pada hasil sinyal. Hasil sinyal
pada percobaan 4.3 yang pertama menunjukkan bahwa kedua sinyal sinus membentuk
sebuah kombinasi yang dilihat pada hasil sinyal dan diketahui bahwa amplitudo dari
kedua sinyal berbeda yaitu terdiri dari amplitudo sebesar 5 dan amplitudo yang kedua
sebesar 3 sehingga dapat menghasilkan sinyal seperti pada gambar. Sedangkan sinyal
pada domain frekuensi dapat dilihat dengan menggunakan persamaan Fast Fourier
Transform (FFT) dengan format fft(x,n). Hasil kombinasi kedua sinyal dapat dilihat
bahwa besar nilai frekuensi yang pertama sebesar 10 Hz dan besar nilai frekuensi yang
kedua sebesar 30 Hz. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa antara kedua sinyal
menggunakan amplitudo yang berbeda.
4.

Analisa :
Pada percobaan 4.4 merupakan pengamatan frekuensi pada kombinasi 4 sinyal dimana
menggunakan 4 frekuensi sebagai masukan. Pada percobaan 4.4 yang pertama dapat
dilihat bahwa sinyal domain waktu terdiri dari empat buah sinyal dengan empat besar
nilai amplitudo yang berbeda. Kombinasi keempat sinyal ini dimulai dari besar nilai
amplitudo yang pertama sebesar 50, amplitudo kedua sebesar 40, amplitudo ketiga
sebesar 30, dan amplitudo yang keempat sebesar 20. Keempat nilai tersebut
dikombinasikan menggunakan persamaan s=s1+s2+s3+s4; dan mendapatkan hasil
seperti gambar yang tertera diatas. Kemudian dengan menggunakan persamaan Fast
Fourier Transform (FFT) dengan format fft(x,n) maka akan menghasilkan sebuah
sinyal domain frekuensi yang sebelumnya terbentuk sinyal domain waktu. Pada sinyal
domain frekuensi terlihat bahwa keempat sinyal memiliki empat frekuensi yang
berbeda terdiri dari frekuensi pertama sebesar 5 Hz, frekuensi kedua sebesar 15 Hz,
frekuensi ketiga sebesar 25 Hz, dan frekuensi keempat sebesar 35 Hz. Hal tersebut
dibuktikan dengan melihat sinyal yang memiliki amplitudo tinggi yang ditunjukkan
dengan adanya empat buah sinyal yang memiliki amplitudo tinggi dan menunjukkan
nilai dari frekuensi yang dimasukkan. Sedangkan pada percobaan yang kedua di
percobaan 4.4 ini, hasil dari sinyal domain frekuensi hanya terdapat tiga buah sinyal
dengan amplitudo tinggi dikarenakan besar nilai frekuensi pada frekuensi yang ketiga
dan frekuensi yang keempat memiliki besar yang sama sehingga menghasilkan
layaknya hanya terdiri dari kombinasi tiga buah sinyal.

5.

Analisa :
Percobaan 4.5 ini mengenai sinyal domain waktu dan domain frekuensi menggunakan
kombinasi enam buah sinyal sinus. Keenam sinyal dapat dilihat dari hasil running pada
program diatas. Pada sinyal domain waktu terlihat terdapat enam buah amplitudo yang
berbeda terdiri dari amplitudo pertama sebesar 20, amplitudo kedua sebesar 15,
amplitudo ketiga sebesar 10, amplitudo keempat sebesar 7, amplitudo kelima sebesar
5, dan amplitudo keenam sebesar 3. Dari keenam masukan dapat dikombinasikan
menggunakan persamaan s=s1+s2+s3+s4+s5+s6;. Sedangkan pada sinyal domain
frekuensi dapat dilihat bahwa sinyal yang memiliki amplitudo tinggi terdapat enam
buah sinyal. Enam buah sinyal tersebut masing-masing sinyal menunjukkan besar nilai
frekuensi yang dimasukkan. Sinyal domain frekuensi dibentuk atau dapat dibangkitkan
dengan menggunakan persamaan Fast Fourier Transform (FFT) dengan format
fft(x,n).

6.

Analisa :
Percobaan 4.6 mengenai pengamatan frekuensi pada sinyal audio. Dalam membaca
file audio pada percobaan ini menggunakan persamaan audioread. Hal ini karena versi
matlab yang digunakan 2019a. Kemudian pada menggunakan Fs sebesar 16000 Hz.
Sinyal dapat dibangkitkan menggunakan persamaan plot. Dalam membangkitkan
sinyal domain frekuensi menggunakan persamaan Fast Fourier Transform (FFT)
dengan format fft(x,n). Sedangkan pada percobaan kedua pada 4.6 dengan
menambahkan wavwrite(y,’baru.wav’) pada program. Sebelumnya dengan
memasukkan audio yang sama akan tetapi dengan nama yang berbeda yaitu baru.wav.
persamaan wavwrite digunakan untuk memanggil dan menyimpan audio yang berada
didalamnya. Antara kedua percobaan tersebut menghasilkan sinyal output yang sama
karena keduanya menggunakan audio yang sama.

7.
Analisa :
Percobaan 4.7 ini mengenai pengamatan sinyal domain waktu dan domain frekuensi
pada sinyal kotak. Sinyal kotak dapat dibangkitkan dengan menggunakan persamaan
SQUARE. Kemudian sinyal kotak dibangkitkan sinyal domain frekuensi
menggunakan persamaan Fast Fourier Transform (FFT) dengan format fft(x,n). Hasil
dari sinyal domain frekuensi akan menunjukkan frekuensi yang digunakan sebagai
masukan dikarenakan sinyal pada frekuensi tersebut membentuk sinyal yang memiliki
amplitudo tinggi. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan untuk membangkitkan
sinyal maka hasil dari sinyal kotak akan semakin rapat.

V. ANALISA DATA
Seperti biasa diakhir pertemuan anda harus menyelesaikan laporan, dan jangan lupa
menjawab pertanyan berikut :
1. Apa sebenarnya fenomena Gibb itu?
2. Apa hubungan sinyal persegi dengan sinyal sinus?
3. Jika anda hubungkan dengan mata kuliah teknik modulasi digital, coba anda jelaskan
mengapa sinyal persegi tidak langsung digunakan memodulasi carrier?
4. Coba anda buat record suara anda, terserah berupa vokal atau ucapan yang lain, dan
amati bentuk spektrumnya.

Jawaban
1. Fenomena Gibb adalah efek riak yang terjadi pada bagian pojok pada gelombang
kotak Karena deret fourier bersifat infinite atau tak hingga dan kita harus berhenti
di jumlah perulangan tertentu maka terjadi efek osilasi (karena belum tuntas). Efek
gibbs dapat diminimalisasi dengan menambahkan jumlah iterasi atau perulangan.

2. Sinyal persegi terbentuk dari penjumlahan sinyal sinus. Jadi, semakin banyak
sinyal sinus yang dijumlahkan, gelombang yang terbentuk akan semakin
mendekati gelombang persegi.

3. Sinyal persegi tidak langsung digunakan memodulasi carrier karena gelombang


digital memiliki bandwidth yang tidak terbatas, sehingga pada praktisnya maka
media transmisi akan membatasi bandwidth sinyal yang dapat dikirimkan, dengan
membatasi bandwidth maka menyebabkan sinyal terdistorsi, yang dapat
mengakibatkan receiver kesulitan untuk menerjemahkan sinyal yang diterima.

4.
VI. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa :
1. Fenomena Gibb menghasilkan suatu riak atau ripple pada gelombang kotak.
2. Perbandingan domain waktu dan domain frekuensi pada sinyal menunjukkan
bentuk sinyal itu sendiri dan puncak gelombang yang menunjukkan frekuensi
masukannya.
3. Sebuah sinyal kotak tersusun dari sinyal sinus yang sangat banyak.
4. Semakin besar nilai N atau nilai input jumlah sinyal sinus maka akan menghasilkan
sinyal dari fenomena Gibb lebih halus.
5. Persamaan Fast Fourier Transform (FFT) menghasilkan sinyal domain frekuensi.