Anda di halaman 1dari 6

Lampiran 1

BAHAN AJAR

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

3.9. Membedakan dan menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar (kubus,
balok, prisma, dan limas).

3.9.1 Menentukan luas permukaan kubus


3.9.2 Menentukan luas permukaan balok .

4.9. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas permukaan dan volume bangun ruang
sisi datar (kubus, balok, prisma, dan limas) serta gabungannya.

4.9.1 Siswa dapat menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran yang telah
dipelajari dipahami, keterampilan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar
yang dikuasai, contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas, sederhana,
dan sistematis

TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab dalam pembelajaran lingkaran diharapkan :

1. Peserta didik dapat Menentukan luas permukaan kubus dengan baik


2. Peserta didik dapat menentukan luas permukaan balok dengan baik.
3. peserta didik dapat bersikap religius, kritis, tanggungjawab dan kerjasama.

I. DESKRIPSI SINGKAT

Luas permukaan kubus dan balok adalah jumlah luas dari seluruh sisi kubus dan balok itu
sendiri.

Pada bahan ajar kali ini akan dibahas bagaimana menentukan luas permukaan kubus dan balok
dengan menggunakan alat peraga berupa benda nyata.
II. MATERI

Pada saat mempelajari materi menentukan luas permukaan yaitu kubus dan balok,
peserta didik harus dapat mengingat dan memahami kembali materi yang berkaitan dengan luas
bangun datar yaitu luas persegi dan persegi panjang, kemudian materi yang sebelumnya
dipelajari tentang jaring-jaring kubus dan balok.

Pengertian dan Cara Membuat Jaring-jaring Kubus dan Balok


Berikut ini adalah pembahasan tentang cara membuat jaring jaring kubus, cara membuat
jaring jaring balok, pengertian jaring jaring kubus, pengertian jaring jaring balok.

Jaring-jaring Kubus dan Balok


Jika sebuah bangun ruang diiris pada beberapa rusuknya, kemudian kita buka dan
dibentangkan sedemian rupa sehingga menjadi sebuah bangun datar, maka bangun datar tersebut
akan membentuk jaring-jaring bangun ruang.

1. Cara Membuat Jaring-Jaring Kubus


Perhatikan gambar berikut!

Gambar a: Membuat Jaring-jaring Kubus

Jika kubus ABCD.EFGH pada gambar (a) kita iris sepanjang rusuk AE, EF, FB, CG, GH, dan
HD, kemudian kita buka dan bentangkan, maka akan membentuk bangun datar seperti terlihat
pada gambar (b). Bangun datar tersebut merupakan jaring-jaring kubus.
Dapat kamu lihat, bahwa jaring-jaring kubus terdiri dari enam buah persegi yang kongruen (sama
bentuk dan ukurannya).

Jaring-jaring kubus adalah bangun datar dari bukaan bangun ruang menurut rusuknya
dan apabila dipotong menurut rusuk-rusuknya kemudian tiap sisinya direntangkan akan
menghasilkan jaring-jaring kubus juga.
Jika kita lipat kembali pada garis yang menjadi perbatasan dua buah persegi, maka akan
terbentuk kubus ABCD.EFGH. Dengan catatan, tidak ada persegi yang bertumpuk.
ada rusuk yang berbeda maka akan menghasilkan jaring-jaring kubus yang berbeda pula. Coba
kamu iris kembali kubus pada gambar (a) dengan irisan yang berbeda-beda. Berapa banyak
jaring-jaring kubus yang dapat kamu peroleh?

2. Cara Membuat Jaring-jaring Balok


Perhatikan gambar berikut ini!

Gambar b: Membuat Jaring-jaring Balok

Jika balok PQRS.TUVW pada gambar (a) kita iris sepanjang rusuk RV, VU, UQ, SW,
WT, dan TP, kemudian kita buka dan bentangkan, maka akan membentuk jaring-jaring
balok seperti terlihat pada gambar (b).

Jaring-jaring balok merupakan rangkaian bidang datar (sisi-sisi) yang apabila


dipasang atau dirangkaikan akan membentuk sebuah balok.

Apabila rusuk yang kita iris berbeda, maka akan menghasilkan jaring-jaring balok yang
berbeda pula. Dapatkah kamu membentuk jaring-jaring balok yang lainnya?

A. Pengertian Kubus
Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam bidang sisi yang
berbentuk bujur sangkar. Atau kubus adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh enam buah
sisi berbentuk persegi yang kongruen. Kubus memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut, selain
itu juga merupakan bentuk khusus dalam prisma segiempat.
B. Luas Permukaan Kubus
Luas permukaan kubus adalah jumlah luas seluruh permukaan bangun ruang tersebut. Untuk
menentukan luas permukaan kubus perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Banyak bidang pada kubus
b. Bentuk masing-masing bidang
Jaring-jaring kubus merupakan rentangan dari permukaan kubus Sehingga untuk
menghitung luas permukaan kubus sama dengan menghitung luas jaring-jaringnya. Gambar
dibawah ini menunjukkan sebuah kubus yang panjang setiap rusuknya adalah s. Sebuah kubus
memiliki 6 buah sisi yang berbentuk persegi yang berukuran sama, ke enam sisi persegi tersebut
adalah sisi ABCD, ABFE, ADHE, CDHG, BCGF, dan EFGH. Karena panjang setiap rusuk
kubus s dan setiap sisi nya berbentuk persegi yang sama, maka luas setiap sisi kubus = s².
Dengan demikian luas permukaan kubus :
L = 6 × luas persegi

= 6 × (s×s)

L = 6s²

Jadi luas permukaan kubus dapat dituliskan dengan : L = luas permukaan, s = panjang
rusuk kubus
LUAS PERMUKAAN BALOK

Cara menghitung luas permukaan balok sama dengan menghitung luas permukaan kubus,
yaitu dengan menghitung semua luas jaring-jaringnya. Misalkan, rusuk-rusuk pada balok diberi
nama p (panjang), l (lebar), dan t (tinggi) seperti pada gambar. Dengan demikian, luas
permukaan balok tersebut adalah:

Luas permukaan balok = luas persegi panjang 1 + luas persegi panjang 2 + luas
persegipanjang 3 + luas persegi panjang 3 + luas peregi panjang 5 + luas persegi panjang 6

Luas Permukaan Balok = (p x l ) + (p x t) + (l x t) + (p x l) + (l x t) + (p x t)


Luas Permukaan Balok = 2 (pl + lt + pt)

Pada pembelajaran menentukan luas permukaan kubus dan balok, peserta didik
diharapkan berdiskusi dan melakukan beberapa percobaan untuk menentukan luas permukaan
kubus dan balok, serta setelah dapat menentukan luas permukaan kubus dan balok , peserta didik
Beberapa percobaan yang akan dilakukan sudah tertera pada LKPD-2 , sehingga peserta didik
diharapkan dapat melakukan langkah demi langkah sesuai petunjuk pada Lembar kegiatan
peserta didik yang disusun oleh guru. Kemudian peserta didik diharapkan memecahkan masalah
yang ada pada LKPD-1. LKPD-1 dan LKPD-2 termuat ke dalam lampiran 2.