Anda di halaman 1dari 7

PIDATO: AL-QUR’AN JALAN HIDUPKU

Assalamu’alikum Wr. Wb.

َّْ ‫ت َّأ َ ْع َما ِلنَا َّ َم‬


َّ‫ن‬ َ ‫سنَا َّ َو‬
َِّ ‫س ِيئ َا‬ ِ ُ‫ور َّأ َ ْنف‬
َِّ ‫ن َّش ُُر‬ َّْ ‫الِلِ َّ ِم‬ َّ ‫ست َ ْغ ِف ُر َُّه َّ َونَعُو َّذُ َّ ِب‬
ْ َ‫ست َ ِعينُ َّهُ َّ َون‬ َّ ِ َّ ‫ِإنَّ َّا ْل َح ْم ََّد‬
ْ َ‫لِلِ َّنَ ْح َم ُد َُّه َّ َون‬
ََّّ‫يك َّلَ َّهَُّ َوأَن‬ َّ َّ َّ‫ن َّ َّلََّ ِإلَهََّ َّ ِإل‬
ََّ ‫للاَُّ َو ْح َد َُّه َّ َّلَ َّش َِر‬ َّْ َ ‫ش َه َُّد َّأ‬
ْ َ ‫ِي َّلَ َّهُ َّ َوأ‬
ََّ ‫لَ َّ َهاد‬َّ َ‫ض ِل َّْل َّف‬
ْ ُ‫ن َّي‬ َّ َ‫للاَُّف‬
َّْ ‫لَ َّ ُم ِضلَّ َّلَ َّهُ َّ َو َم‬ َّ َّ ‫َي ْه ِد َِّه‬
‫سولُ َّهَُّأَماَّ َب ْع َُّد‬ ُ ‫ع ْب ُد َُّهَّ َو َر‬
َ َّ‫ُم َحمدًا‬
Kepada Dewan Juri Yang Saya hormati
Hadirin semua yang dirahmati Allah

Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan segala nikmatnya terus menerus, siang dan malam
tanpa perhitungan, yang maha memelihara semua makhluknya. Pemberian-Nya tidak terhitung
dan terkira, tak ada ungkapan syukur yang terucap dari Lisan sang hamba yang lemah ini
melainkan ucapan Al-Hamdulillahi robbil ‘alamin..

Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, Pujaan hati kita, kekasih hati ribuan
juta muslim di dunia, Muhammad bin Abdillah yang berbudi luhur dan mulia nasabnya dengan
semulia-mulia ucapan dan do’a baginya................ Allahumma sholli wasallim wabarik alaih wa’ala
‘alaih.

Hadirin semua yang dirahmati Allah .......


Cukuplah bagi kita sebagai generasi umat Islam saat ini, sebagai Umat Nabi Muhammad yang
teristimewa, meyakini dengan sepenuh hati bahwa Al-Qur’an sebagai sebaik-baik petunjuk hidup,
sumber kebahagiaan dan jalan keselamatan, Meyakini dan meridhoi semua hal-hal yang telah
Allah atur dalam Al-Qur’an yang mulia. Allah berfirman :

-٢- َ‫ْب فِي ِه هدًى ِل ْلمتَّقِين‬


َ ‫ َذلِكَ ْال ِكت َاب لَ َري‬-١- ‫الم‬
1. Alif Lam Mim
2. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,
Kalau kita meyakini Islam sebagai Agama yang benar di sisi Allah Pasti meyakini pula Wahyu
Allah yaitu Al-Qur’an dan meyakini pula Nabi pembawanya Nabi Muhammad SAW, lantas bagi kita
generasi muda penerus perjuangan Islam apa percaya saja sudah cukup bagi kita ?
Nah kali ini saya akan membahas masalah ini ! Perlu diketahui bahwa Tidak diterima Amal saleh
tanpa iman, dan tidak pula dianggap iman tanpa amal saleh. Keduanya kata nabi harus berjalan
seiring. Iman ibarat akar pohon, dan amal saleh adalah buahnya. Buah yang banyak serta manis
adalah bukti dari kesuburan pohon, dan pohon yang kuat menyebabkan terawat-nya buah yang
baik. Oleh karena itu, keimanan dan perbuatan sangat erat hubungannya. kata amal selalu di
sertai penyebutan-nya dengan keimanan dalam sebagian besar ayat-ayat Al-Qur’an. Allah SWT
berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 25 :

‫ت أ َ َّن لَه ْم َجنَّات تَجْ ِري ِمن تَحْ تِ َها األ َ ْن َهار كلَّ َما ر ِزقواْ ِم ْن َها ِمن ث َ َم َرة ِر ْزقا ً قَالواْ هَـ َذا‬ َ ‫َوبَ ِش ِر الَّذِين آ َمنواْ َو‬
َّ ‫ع ِملواْ ال‬
ِ ‫صا ِل َحا‬
-٢٥- َ‫ط َّه َرة َوه ْم فِي َها خَا ِلدون‬ َ ‫الَّذِي ر ِز ْقنَا ِمن قَبْل َوأتواْ بِ ِه متَشَابِها ً َولَه ْم فِي َها أ َ ْز َواج ُّم‬
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan,
bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap
kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan
kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka
(memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.
Nabi juga bersabda yang artinya : “Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak
pula menerima amal perbuatan tanpa iman.” (HR. Ath-Thabrani).

Hadirin yang berbahagia


Setelah Beriman maka ber amal shalih harus berpedoman pada “Al-Qur’an” sebagai jalan hidup,
artinya Al-Qur’an sebagai landasan pertama setiap amal / langkah kita hidup di dunia ini,
mencakup segala hal : Pola berfikir, cara bersikap dan bertingkah laku , amaliah ibadah baik yang
fardhu maupun yang sunnah.
Mari sedikit kita uraikan satu persatu,
Yang Pertama : Pola berfikir yang sehat adalah pola berfikir yang sesuai dengan Al-Qur’an dan
tidak menyimpang dari Al-Qur’an, pola berfikir yang terbimbing oleh Allah melalui guru yang saleh.
Sebagai generasi terpilih Jauhkan diri kita berfikir bebas yang mengarahkan diri kepada
kesesatan, kemusyrikan dan penentangan terhadap Al-Qur’an. Penyakit yang menggejala saat ini
orang tidak pernah menyaring apa-apa yang telah kita terima, lebih-lebih yang suka buka-buka
internet dan bertanya pada mbah google, banyak yang terjerumus pada kesesatan pemikiran,
yang banyak dialami oleh pemuda-pemuda yang notabene baru mendalami Islam.

Seharusnya mereka mempunyai filter yang kuat dan harus pandai meneliti dan mengetahui
sumber situs yang sesuai dengan Al-Qur’an dan ahlus sunnah waljama’ah dan menyaring situs-
situs yang berdalih islam tetapi menghancurkan aqidah umat islam. Lalu filternya apa ? ...............
ya jelas dong filternya harus diperoleh langsung dari guru, ngaji dulu pada guru, kiyai, ulama’ yang
shalih langsung dengan waktu yang cukup sehingga memperoleh bekal ilmu agama yang
menyeluruh, juga suka duduk di majelis ilmu, majelis dzikir maupun majelis sholawat.

Yang Kedua : Cara bersikap dan bertingkah laku yaitu kita sebagai generasi muda menggunakan
pedoman Al-Qur’an dalam bersikap dan bertingkah laku atau dengan kata lain kita memelihara
akhlak yang qur’ani. Nabi kita adalah cerminan ahlaq qur’ani, kemuliaan akhlaknya adalah
pancaran dari nilai-nilai Al-Qur’an yang Mulilia. Kita dengan mengikuti Akhlak nabi berarti kita
berakhlakkan Al-Qur’an. Kita berbakti kepada orangtua, menyayangi keluarga, menghormati
tetangga, mendo’akan sesama muslim adalah akhlak yang diajarkan nabi.
Yang ketiga : memelihara amaliah ibadah baik yang fardhu maupun yang sunnah, keduanya
senantiasa kita jaga secara istiqomah hingga akhir hayat, kita jalankan secara istiqomah karena
Istiqomah lebih baik dari pada seribu karomah “istiqomah khoirum min alfi karomah” dan semua
hanya mengharap ridho Allah SWT.

Kita menjalankan yang wajib itu sudah pasti, betul tidak? ............... tapi memelihara yang sunah ini
kadang terlupakan, padahal yang sunnah-sunnah ini sebagai penutup apabila ada kekurangan
pada ibadah yang fardhu. Para kekasih Allah selalu memelihara yang sunnah dan ia merasa
kesunahan itu wajib baginya.

Apakah kita sudah melaksanakan hal-hal seperti itu hadirin? Jawabnya ya ada pada diri masing-
masing dalam munajat dan tafakur kita nanti... bagi yang mau berfikir.

Hadirin yang berbahagia


Menjadikan Al-Qur’an menjadi jalan hidup juga berarti kita harus senantiasa mempelajari-Nya
tanpa bosan-bosan dan mengamalkannya, belajar mulai dari buaian hingga liang lahat. Dan kita
akan menjadi sebaik-baik manusia “khoirukum man ta’allamal qur’an wa’allamahu” sabaik-baik
kamu adalah orang yang belajar al-qur’an dan mengajarkannya.

Di akhir ceramah ini saya ingin menyimpulkan inti pembahasan ini agar mudah kita ingat.
Menjadikan Al-Qur’an sebagai jalan hidup adalah memelihara amal kebaikan yang diajarkan oleh
Rasulullah secara istiqomah karena Allah yang didahului dengan keimanan, serta memelihara
yang tiga : Menjaga pola berfikir sehat sesuai al-qur’an dan sunnah dengan belajar Ilmu agama
pada guru yang shalaih , berbudi pekerti Al-Qur’an ( yakni akhlak rasul), dan menjaga
keistiqomahan dalam beribadah yang wajib maupun sunnah.

Saya akhiri ceramah ini semoga dapat bermanfaat, kurang lebihnya mohon ma’af, billahitaufiq
walhidayah, Ihdinassirotol mustakim....

Wassalamu’alaikum Wr.Wb
“AL-QUR’AN JALAN HIDUPKU”
· Waktu Ceramah 15 menit
· Tanpa menggunakan teks
· Isi ceramah dilengkapi Al-Qur’an dan Hadist
· Materi Penilaian :
- Bidang Isi dan Bahasa (max 40 min 20)
 Bobot Uraian dan cakupan
 Sistematika Uraian
 Ungkapan Bahasa
 Gaya Bahasa
- Bidang dalil dari Al-Qur’an dan Hadist (max 25 min 10)
 Kebenaran Bacaan
 Kebenaran Terjemah
 Kesesuaian dalil dengan topik dan uraian
- Bideng Retorika / penyampaian(max 35 min 20)
 Vokal, Intonasi dan aksentuasi
 Ekspresi
 Adab
PIDATO: MENJADI PEMIMPIN YANG QUR'ANI
Assalamu’alikum warohmatullah wabarokatuh.
َّ َ‫للاَُّف‬
ََّ‫ل‬ َّْ ‫تَّأ َ ْع َما ِلنَاَّ َم‬
َّ َّ‫نَّ َي ْه ِد َِّه‬ َِّ ‫سيِئ َا‬ َ ‫سنَاَّ َو‬ ِ ُ‫ورَّأ َ ْنف‬
َِّ ‫نَّش ُُر‬ َّ ‫ست َ ْغ ِف ُر َّهَُّ َونَعُو َّذَُّ ِب‬
َّْ ‫الِلَِّ ِم‬ ْ َ‫ست َ ِعينُ َّهَُّ َون‬ َّ ِ َّ‫إِنََّّا ْل َح ْم ََّد‬
ْ َ‫لِلَِّنَحْ َم ُد َّهَُّ َون‬
َّ‫سولُ َّهَُّأَما‬ُ ‫ع ْب ُد َّهَُّ َو َر‬ َ َّ‫حمدًا‬ ََّ ‫يكَّلَ َّهَُّ َوأَنََّّ ُم‬ َّْ َ ‫ش َه َُّدَّأ‬
َّ ََّّ‫نَّلَََّّ ِإ َلهَََّّ ِإل‬
ََّ ‫للاَُّ َوحْ َد َّهَُّ َّلََّش َِر‬ ْ َ ‫ِيَّلَ َّهَُّ َوأ‬
ََّ ‫ض ِل َّْلَّفَلَََّّ َهاد‬
ْ ُ‫نَّي‬َّْ ‫ُم ِضلََّّلَ َّهَُّ َو َم‬
‫بَ ْع َُّد‬
Hadirin semua yang dirahmati Allah

Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan segala nikmatnya terus menerus, siang dan
malam tanpa perhitungan, yang maha terjaga, yang tidak pernah mengantuk dan tidak
tidur, yang maha hidup abadi dan maha memelihara semua makhluk-Nya. Pemberian-Nya
tidak terhitung dan terkira, tak ada ungkapan syukur yang terucap dari Lisan sang hamba
yang lemah ini melainkan ucapan Al-Hamdulillahi robbil ‘alamin..

Sholawat dan salam senantiasa ter-curahkan kepada Nabi kita, Pujaan hati kita, kekasih
hati ribuan juta muslim di dunia, Muhammad bin Abdillah yang berbudi luhur dan mulia
nasabnya dengan semulia-mulia ucapan dan do’a baginya................ Allahumma sholli
wasallim wabarik alaih wa’ala ‘alaih.

Hadirin yang dirahmati Allah.


Manusia terlahir didunia ini dalam keadaan fitroh, ruh-jiwa yang suci, dan ketika sudah
mencapai usia balig diamanahi Allah sebagai pemipin untuk dirinya sendiri karena pada
waktu itu sudah terbebani hukum agama secara penuh yang sebelumnya dibebankan pada
orang tuanya. Dari itu pada hakekatnya semua manusia yang hidup didunia ini adalah
seorang pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri, memenejemen hatinya karena salah
satu tugas seorang pemimpin adalah “memenejemen”. Pemimpin nafs (jiwa), pemimpin
Qolb (hati) itu mengendalikan dan menunggangi hawa nafsu agar pemimpin menguasai
hawa nafsu, bukan hawa nafsu yang menguasai pemimpin atau pemimpin yang
ditunggangi hawa nafsu. Itulah tentang memimpin diri/ nafs yang merupakan pijakan awal
yang harus dilalui sebagai seorang pemimpin yaitu mampu memimpin dirinya sendiri
menuju kesempurnaan jiwanya. Setiap insan adalah pemimpin dan diakhirat nanti harus
mempertanggungjawabkan kepemimpinannya dihadapan Allah SWT. Setelah
pertanggungan jawab dihadapan diri atau manusia ketika didunia.

Pemimpin yang Qur’ani adalah seorang pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai Agung
Al-Qur’an dalam setiap sikap, tindakan maupun kebijakannya. Seorang pemimpin yang
Qur’ani tidak harus melantunkan atau mengucapkan al-Qur’an yang telah dipahaminya
dihadapan orang banyak, tetapi terpancar dari semua pemikiran, sikap dan kebijakannya
yang selalu dilandaskan pada al-Qur’an' sabagai sebuah bentuk keteladanan. Menjadikan
al-Qur’an sebagai landasan pastilah juga mengikuti rasulullah sebagai sang penerima
wahyu, bisa anda cermati bahwa al-Qur’an sendiri memerintahkan untuk ta’at kepada
ajaran sang Rasul (Nabi Muhammad). Pemimpin dengan pengertian diatas dapat dikatakan
sebagai pemimpin yang shalih yaitu pemimpin yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Seorang pemimpin yang Qur’ani harus memiliki kreteria yang telah disifatkan pada Nabi
Muhammad SAW karena beliau adalah teladan pemimpin umat sepanjang zaman, yaitu
sifat sidiq, amanah, tablig dan fatonah.

Hadirin yang berbahagia mari kita uraikan satu persatu :

1.Sidiq
Sidiq maknanya menjunjung tinggi kebenaran.
Seorang pemimpin wajib mentaati kebenaran sampai kapanpun dan dimanapun, lepas dari
sifat ini berarti sudah keluar dari kreteria pemimpin yang Qur’ani. Sifat ini ratusan tahun
yang lalu telah dicontohkan oleh rasulullah dan para sahabat. Lantas bagaimanakah
melihat diri kita, para pemimpin-pemimpin kita Indonesia tercinta ini, sudahkah memiliki sifat
sidiq ini ?
Hadirin jika ada pemimpin yang korupsi berarti dia = ............. Pendusta.
Pantaskah seorang pemimpin berdusta ??
Rosulullah saw pernah berkata : "sesungguhnya orang yang jujur dan membiasakan diri
berlaku jujur maka dicatat di sisi allah sebagai orang yang sangat jujur".

2. Amanah
Amanah artinya dapat dipercaya. jadi maknanya pemimpin yang memiliki sifat amanah
perkataan dan perbuatannya itu selalu dapat dipercaya.
Hadirin yang berbahagia, hakikat amanah itu sebenarnya adalah titipan yang telah
dipercayakan kepadamu, yang mana titipan tersebut suatu saat akan di ambil oleh yang
telah menitipkan nya serta akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban atas hal
yang dititipkan nya itu. semua yang ada pada diri kita adalah amanah mata kita, hidung
kita, mulut kita, kaki kita, tubuh kita semua adalah amanah, masing masing akan dimintai
pertanggungjawaban oleh pemberi amanah yaitu Allah SWT. demikian pula seorang
pemimpin, kepemimpinan adalah amanah yang sangat besar, karena harus
dipertanggungjawabkan dihadapan orang banyak dan kelak diakhirat juga harus
mempertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.
Pemimpin yang amanah pada dirinya akan muncu sifat disiplin dan tanggung jawab,
tanggung jawab terhadap amanah yang telah di bebankan kepadanya. Pemimpin yang
amanah tidak suka ingkar janji atau berbohong, karena ia takut kepada Allah, takut atas
siksa neraka kelak di akhirat. para koruptor mungkin lupa dengan ancaman Allah ini,
sehingga ia berbuat semaunya memenuhi kepentingan nafsunya.

3. Tablig
Tablig secara bahasa berarti menyampaikan yaitu menyampaikan kebenaran, kebenaran
yang pernah diterimanya kepada yang dipimpinnya. Menyampaikan pernyataan sesuai
dengan yang ada, menyampaikan pernyataan dengan benar, menyampaikan keputusan
yang semuanya dilandasi dengan kebenaran. Seorang pemimpin yang qur'ani tidak pernah
menyembunyikan kebenaran yang diterimanya namun berani menyampaikan kepada
masyarakatnya. Bukannya yang benar malah ditutup tutupi sedangkan yang salah
disampaikan. Pemimpin yang mempunyai jiwa qur'ani akan menyampaikan kebenaran-
kebenaran, menyampaikan kebijakan-kebijakan berdasarkan nilai nilai luhur alquran.

4. Fatonah
Secara bahasa berarti cerdas. seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan,
kecerdasan intlektual, emosional, dan kecerdasan sepiritual. Dengan
kecerdasan intlektual seorang pemimpin akan berpikir untuk kemajuan, berpikir jauh
kedepan berdasar tuntutan zaman, tentang teknologi dan membangun peradaban moderen
yang islami. Dengan kecerdasan emosional seorang pemiempin akan memiliki sifat lebih
terbuka dan tidak berfikiran kerdil, mau mendengar dan mempertimbangkan masukan yang
lain, mau melihat kondisi dan situasi, mau merasakan keprihatinan yang lain, serta
senantiasa berfikir dan melakukan tindakan bijaksana.
Dengan kecerdasan Spiritual seorang pemimpin akan bersifat jujur, adil, dan istiqomah
dalam kebaikan, karena pemimpin merasa menyadari tentang pertanggungjawabannya
didunia dan akhirat.

Hadirin yang berbahagia


Wajibkan bagi kita sebagai pemimpin yang qur'ani memiliki ke-empat sifat tersebut yaitu
sidiq, amanah, tablig dan fatonah lengkap dengan pemahaman maksutnya. Dengan sifat-
sifat tersebut pimimpin tidak akan tersangkut kasus korupsi, pemimpin tidak mempunyai
sifat sombong, pemimpin tidak dicela masyarakat karena keburukannya. Denga sifat-sifat
mulia tersebut akan menjilma menjadi pemimpin qur'ani yang dipercaya, dihormati, dicintai,
dan orang-orang akan bersyukur atas kepemimpinannya, yang keberadaannya akan selalu
diharap-harapkan terus.

Hadirin yang berbahagia, demikian apa yang dapat saya sampaikan semoga menjadi
bahan renungan dan motifasi untuk memperbaiki diri kita masing-masing sebagai seorang
pemimpin.
Demikian pidato saya atas kesalahan dan kehilafan saya mohon ma'af sebesar-
besarnya. Ihdinasshirotol Mustaqim....

Wassalamu 'alaikum warohmatullah wabarokatuh.


PIDATO: SHOLAT ITU TANDA SYUKUR
Assalamu’alikum Wr. Wb.
َّْ ‫تَّأ َ ْع َما ِلنَاَّ َم‬
َّ‫ن‬ َِّ ‫س ِيئ َا‬ َ ‫سنَاَّ َو‬ ِ ُ‫ورَّأ َ ْنف‬
َِّ ‫نَّش ُُر‬ َّ ‫ست َ ْغ ِف ُرهََُّّ َونَعُو َّذَُّ ِب‬
َّْ ‫الِلَِّ ِم‬ ْ َ‫ست َ ِعينُ َّهَُّ َون‬ َّ ِ َّ‫ِإنََّّا ْل َح ْم ََّد‬
ْ َ‫لِلَِّنَ ْح َم ُدهََُّّ َون‬
َُّ‫يكَّلَ َّه‬ َّْ َ ‫ش َه َُّدَّأ‬
َّ ََّّ‫نَّ َّلََّ ِإلََّهَََّّ ِإل‬
ََّ ‫للاَُّ َو ْح َد َُّهَّ َّلََّش َِر‬ ْ َ ‫ِيَّلَ َّهَُّ َوأ‬
ََّ ‫لََّ َهاد‬ َّ َ‫ض ِل َّْلَّف‬ َّْ ‫لََّ ُم ِضلََّّلَ َّهَُّ َو َم‬
ْ ُ‫نَّي‬ َّ َ‫للاَُّف‬َّ َّ‫َي ْه ِد َِّه‬
‫سولُ َّهَُّأَماَّبَ ْع َُّد‬ُ ‫ع ْب ُدهََُّّ َو َر‬َ َّ‫َوأَنََّّ ُم َحمدًا‬
Kepada para ‘alim ‘ulama, para kyai yang dirahmati Allah.
Yang kami mulyakan Abah KH. Abdul majid Malik dan Umi’ Hj. Istinadhiroh selaku pengsauh
Pondok Pesantren Sunan Abinawa yang selalu kami harapkan barokah ilmunya.
Kepada dewan juri yang saya hormati, dan tak lupa teman2 senasib seperjuangan yg saya
cintai....
Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan segala nikmatnya terus menerus, siang dan
malam tanpa perhitungan, tak ada ungkapan syukur yang terucap dari Lisan sang hamba yang
lemah ini melainkan ucapan Al-Hamdulillahi robbil ‘alamin..

Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad SAW, Pujaan
dan kekasih hati ribuan juta muslim di dunia, ucapan dan do’a baginya................ Allahumma
sholli wasallim wabarik alaih wa’ala ‘alaih.

Hadirin semua yang dirahmati Allah .......


Sering kita mendengar perkataan para da'i, sholat itu nikmat, sholat itu indah, sejuk tenang,
nyaman dan bahagia .... betulkan demikian? anehnya kenapa malah pada rame-rame
meninggalkannya?? lihat ditempat-tempat keramaian, dan ketika itu waktu sholat jum'at atau
waktu magrib yang waktunya pendek, anehnya ramai sekali orang-orang disitu asik
dengan aktivitasnya masing-masing, jika ditanya apa agamamu jawabnya adalah Islam. Maka
timbul pertanyaan kenapa terjadi seperti itu?

Pertama kali yang harus dipahami dan diinsafi sebagai seorang muslim adalah bahwa dirinya
adalah seorang hamba, seorang hamba yang diciptakan Allah, yang dikaruniai banyak nikmat,
yang tinggal di bumi yang telah diciptakan Allah, mempunyai kewajiban untuk patuh dan tunduk
pada aturan-aturan Allah yang menyejahterakan dan menyelamatkan. Sebagaimana Allah
SWT telah mewajibkan atas hambanya untuk melakukan sholat, zakat, puasa, haji, berbakti
kepada orang tua, menghormati tetangga, menyantuni anak yatim, mengasihi fakir miskin,
memberi pada peminta-minta, nasehat-menasihati dalam menaati kebenaran dan menetapi
kesabaran dan lain-lain, maka ketaatan atas semua itu merupakan hal yang wajib pula.

Hadirin semua yang dirahmati Allah

Apa yang Allah syariat-kan (menjadikan aturan) semua memiliki hikmah kemaslahatan bagi
umat manusia. Dalam hal ini kita coba melihat dalam hal kewajiban shalat, Allah berfirman
"sesungguhnya sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar" dalam tanda kutip
sholat yang diterima Allah, bukan sholat-nya orang-orang yang lalai ketika sholat. Kalau semua
orang Islam memelihara sholat dengan baik maka niscaya kemungkaran akan berkurang
bahkan sirna.

Maka ku serukan: Wahai yang menyandang Islam didadanya :

• Berdirilah untuk sholat sebelum kakimu tidak mampu menahan berat badanmu untuk berdiri
• Ruku'lah bersama orang-orang yang ruku' sebelum tubuh ini tak bisa lagi untuk di tekuk
 Sujudlah merendahkan dirimu dihadapan-Nya Sebelum dirimu tak kuasa untuk
melakukannya.

Sholat adalah tanda syukur, Banyak Sholat = Banyak Syukur. Nabi pernah ditanya Oleh
istrinya, Wahai Rasulullah kenapa baginda banyak sholat di malam hari, bukankah baginda
sudah diampuni dosa-dosa baginda yang telah lalu dan yang akan datang (maksum) ?
Pertanyaan Istri Rasulullah hanya dijawab dengan jawaban sederhana nan penuh keikhlasan :
Sudahkah diri saya ini termasuk hamba yang bersyukur.!
Rasul yang ibadahnya luar biasa seperti itu masih mengatakan demikian, karena hakekat
nikmat yang Allah telah karuniakan, sampai akhir hayat manusia tidak akan cukup untuk
mensyukurinya, dan tidak akan pernah terhitung jumlahnya. Jika kita menengok diri kita, kita
harus insaf bahwa kita termasuk orang-orang yang sering lalai untuk senantiasa bersyukur,
karena kita belum dapat mengikuti cara bagaimana rasulullah bersyukur. Karena kelemahan
dan kelalaian hamba Allah senantiasa mengingatkan dalam Al-Qur'an yang berulangkali "Maka
nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan".
Ingatlah saudaraku se iman sabar dalam kebaikan adalah Penolong, Sabar menjalankan
ketaatan adalah penolong, sholat yang khusu' dan ikhlas adalah Penolong, Penolong diri untuk
selamat di kehidupan dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman: "dan mohonlah pertolongan
(kepada Allah) degan berbuat sabar dan melakukan sholat, dan sesungguhnya (sholat)
sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu' (hatinya tunduk pada Allah)".

Ketahuilah wahai orang yang sok usil yang mengatakan: untuk apa sholat ? Ketahuilah bahwa
sholat itu untuk diri seorang hamba sendiri, karena Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung
tidak butuh akan sholat hambanya. Keagungan dan ke-Maha Besaran Allah tidak bertambah
lantaran ibadah sang hamba dan tidak pula berkurang lantaran hamba tidak mau beribadah
kepada-Nya, apakah seorang hamba itu mau beribadah atau tidak, tidak akan berpengaruh
sama sekali atas kebesaran-Nya.

Karena sangat pentingnya sholat ini Rasulullah SAW bersabda "Amal perbuatan manusia yang
pertama kali akan diminta pertanggung jawaban besok di-akhirat adalah sholat"
Keinsafan diri sebagai hamba yang wajib patuh dan taat pada perintah Allah dan senantiasa
bersyukur atas nikmat dan karunianya adalah pemicu kuat yang membuat orang ringan
menjalankan ketaatan terutama sholat.

Hadirin semua yang dirahmati Allah


Marilah saudaraku, sebagai tanda syukur kita atas karunia Allah yang tak pernah cukup untuk
disyukuri, kita menjalankan sholat dengan baik dan tulus, karena sungguh penyesalan itu
selalu berada di-akhir...... Sadar atas keterpedayaan ketika di dunia atas meninggalkan sholat
atau amal yang Tidak/kurang Ikhlas adalah lebih baik, dan akan terhindar dari penyesalan
Abadi di akhirat. Karena dikisahkan di akhirat banyak orang mencari-cari amalnya ketika
didunia namun ia sedikitpun tidak menjumpainya.... maka janganlah buat diri ini
menyesal selamanya ketika di akhirat.... saudaraku.

Demikian apa yang dapat saya sampaikan semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, kurang
lebihnya mohon maaf, billahitaufiq walhidayah, Ihdinassirotol mustakim....

Wassalamu’alaikum Wr.Wb