Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

Kornea merupakan jaringan transparan, yang memiliki ukuran tebal rata-

rata pada orang dewasa 550 mikrometer di sentral, dengan diameter horizontal

sekitar 11,75 mm dan vertikal 10,6 mm. Jika terdapat infiltrat supuratif disertai

defek, diskontinuitas jaringan pada kornea dari epitel hingga stroma dapat

dikatakan sebagai ulkus kornea. Ulkus Kornea dapat disebabkan oleh trauma,

infeksi, penyakit autoimun, dan hilangnya persarafan kornea. Mengetahui

penyebab ulkus kornea menunjang keputusan medis yang tepat sehingga tidak

terjadi komplikasi seperti endoftalmitis, katarak, glaukoma sekunder, dan

perforasi kornea.1

Ulkus kornea (komplikasi dari keratitis) yang disebabkan oleh pemakaian

kontak lensa meningkat dari 0% (1960) menjadi 52% (1990) di Minasota,

Amerika Serikat. Insidensi rata-rata kejadian keratitis bakterial pada pengguna

kontak lensa (pemakaian sehari-hari) adalah 4-21 per 10.000 penduduk.2

Secara umum tatalaksana terbagi menjadi terapi spesifik, terapi non spesifik

dan terapi pembedahan. Terapi spesifik diberikan sesuai dengan organisme

penyebab. Terapi non spesifik dapat diberikan anti nyeri, siklopegik dan

debridement epitel untuk memaksimalkan kerja obat topikal. Terapi pembedahan

umumnya dilakukan bila tidak responsif dengan terapi topikal dan apabila

ditemukan tanda-tanda perforasi.3,4