Anda di halaman 1dari 2

RSIA KUSUMA

PRADJA SEMARANG
PROSEDUR PEMBERIAN SITOSTATIKA REJIMEN C.P
(Cyclophosphamide – CIS – Platinum)

NO. NO. REVISI HALAMAN


DOKUMEN

STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan oleh:
OPERASIONAL Direktur RSIA Kusuma Pradja

Dr. MAKMUR SANTOSA; MARS


Pengertian Sitostatika adalah suatu pengobatan untuk mematikan sel – sel
secara fraksional

Tujuan Menghambat / menghentikan pertumbuhan pesat sel – sel maligna

Kebijakan 1. UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan


2. Kebijakan Manajemen RSIA Kusuma Pradja

Prosedur 1. Menjelaskan dan meminta persetujuan tindakan medis


(informed consent)
2. Menghitung luas permukaan tubuh dengan membandingkan
tinggi dan berat badan pasien sesuai tabel
3. Melakukan cuci tangan
4. Menjaga privasi pasien
5. Memakai alat pelindung diri (APD) lengkap
6. Mengatur posisi pasien
7. Memasang dower cathether (DC) jam 22.00
8. Mengevaluasi haluaran urin selama 1 jam (minimal 25 cc).
Bila kurang, lapor ke dokter jaga
9. Memasang infus NaCl mulai jam 04.00
10. Memasang infus NaCl 4 flabot dari jam 04.00 – 07.00
11. Memberikan injeksi uresik dan primperan melalui bolus
intravena jam 07.00
12. Memberikan NaCl flabot ke-5 (40 tpm) dan menyisakan
cairan 150 cc untuk memasukkan obat Platosin sampai dengan
jam 08.00
13. Memberikan obat platosin dosis 75mg/m2 melalui selang infus
NaCl (60 tpm)
14. Memasukkan D5% (40 tpm) jam 08.30 dan menyisakan 150
cc untuk memasukkan endoksan
15. Memasukkan endoksan melalui selang infus D5% (60 tpm)
secara pelan – pelan pada jam 09.00
16. Memasukkan manitol 500 cc ( 40 tpm) bila cairan infus habis
17. Memasukkan cairan RL (20 tpm) apabila cairan manitol habis
18. Melepas infus dan DC apabila cairan RL habis
19. Merapikan alat dan bahan
20. Melepas APD
21. Melakukan cuci tangan
22. Melakukan dokumentasi

Unit Terkait IGD, Apotek, Rawat Inap