Anda di halaman 1dari 11

Nama : Sholana Paleta Pratama

NIM : 20160102160

Assignment OL 11 – SESI 13 (24 – 30 Juni 2019)

SUMBER : BAB I dan BAB III bahan kuliah Perekonomian Indonesia

1. Permintaan agregat (Aggregate demand – AD), yaitu AD = C + I + G + X –


M, adalah yang membeli persediaan agregat (Aggregate supply – AS, yang
diberi notasi Y) dari semua barang dan jasa hasil produksi di sector riil dalam
suatu perekonomian, seperti perekonomian Indonesia. Istilah lain dari Y
adalah Produk Domestik/Nasional Bruto (PDB/PNB).
C adalah pengeluaran belanja oleh semua konsumen. I adalah belanja oleh
para investor di sector riil di dalam negeri. G adalah pengeluaran atau belanja
pemerintah melalui APBN (T – G). X adalah pengeluaran belanja penduduk
dari negara luar terhadap barang dan jasa tersedia di dalam negeri suatu
negara seperti Indonesia. M adalah pengeluaran belanja terhadap barang dan
jasa impor dari negara-negara luar oleh para pelaku C, I, G, X, karena itu pada
AD M diberi tanda negative (-).
Y = AD atau Y = C + I + G + X – M, merupakan keseimbangan di sector riil
atau sector barang & jasa dalam suatu perekonomian seperti perekonomian
Indonesia. Keseimbangan ini disebut IS pada rumus dan kurva yang
menyatakan hubungan suku bunga i dan Y, seperti pada halaman 2-3 bahan
kuliah Perekonomian Indonesia.
a. Berdasarkan rumus dan kurva IS tersebut di atas, beri penjelasan kenapa
kurva IS turun dari kiri atas ke kanan bawah, atau mempunyai kemiringan
(the slope -- ∆i/∆Y) negative, sehingga bila Y↑ maka i↓ atau sebaliknya.

b. Kebijakan ekspansi AD yang terdiri dari kebijakan untuk meningkatkan C,


ekspansi fiscal (G↑), kenaikan I (I↑ dengan parameter d tetap) kenaikan X
(X↑) dan menurunkan atau melarang impor, seperti dalam perekonomian
Indonesia, menyebabkan kenaikan pada rumus dan kurva IS.
Beri penjelasan komponen mana yang naik pada rumus IS.
Serta buat gambar pergeseran kurva IS dari sebelum AD naik (IS0) dan
setelah kenaikan AD (IS1). Kemudian beri penjelasan, apakah pergeseran
kurva IS itu sejajar dan ke kanan atas, yaitu Y↑ pada i tetap atau i↑ pada Y
tetap? Kenapa?

c. Berdasarkan rumus IS tersebut, beri penjelasan penyebab kurva IS


bergeser tidak sejajar ke kanan atas. Kemudian gambar kurva sebelum dan
sesudah bergeser.
Apakah pergeseran kurva IS tersebut menyebabkan Y↑ pada i tetap?
2. Seperti telah dimaklumi dari online sebelumnya, keseimbangan di sector
moneter dan keuangan dalam suatu perekonomian termasuk perekonomian
Indonesia dinyatakan oleh kurva LM.
a. Berdasarkan rumus dan kurva LM tersebut di atas, beri penjelasan kenapa
kurva LM naik dari kiri bawah ke kanan atas, atau mempunyai kemiringan
(the slope -- ∆i/∆Y) adalah positif, yaitu Y↑ maka i↑ atau sebaliknya.
b. Kebijakan ekspansi moneter (Uang Beredar naik dan suku bunga i turun,
karena Uang Primer naik, kredit perbankan naik, suku bunga turun),
seperti dalam perekonomian Indonesia, menyebabkan perubahan naik
pada rumus dan kurva LM.
Beri penjelasan komponen mana yang naik atau turun pada rumus LM.
Serta buat gambar pergeseran kurva LM dari sebelum dan sesudah
kebijakan ekspansi moneter, yaitu dari kurva LM0 ke LM1. Kemudian beri
penjelasan, apakah pergeseran kurva LM itu sejajar dan ke kanan bawah,
yaitu Y↑ pada i tetap atau i↓ pada Y tetap? Kenapa?
c. Dalam rangka mengendalikan kurs (Rp./$) yang melonjak-lonjak ke atas,
Bank Sentral (seperti Bank Indonesia) mengambil kebijakan intervensi
pasar valas dengan menjual US$ ke bank-bank peserta pasar valas. Karena
bank-bank bayar uang domesik (Rp.) ke Bank Sentral, maka Uang Primer
turun dan bank-bank mengalami pengetatan likuiditas uang domestic
(Rp.). Dampak selanjutnya, Uang Beredar turun dan suku bunga i naik.
Beri penjelasan komponen mana yang naik atau turun pada rumus LM.
Serta buat gambar pergeseran kurva LM dari sebelum dan sesudah
kebijakan intervensi pasar valas dimaksud, yaitu dari kurva LMa ke LMb.
Kemudian beri penjelasan, apakah pergeseran kurva LM itu sejajar dan ke
kiri atas, yaitu Y↓ pada i tetap atau i↑ pada Y tetap? Kenapa?
3. Keseimbangan secara simultan di sector riil (IS) dengan di sector moneter dan
keuangan (LM), atau IS = LM, menghasilkan rumus dan kurva AD pada
hubungan tingkat harga (P) dan Y (P-Y). Karena kebijakan ekspansi AD (pada
1.b. di atas) dan kebijakan ekspansi moneter (pada 2.b. di atas), masing-
masing menyebabkan pergeseran kurva IS dan pergeseran kurva LM. Maka,
kebijakan-kebijakan ekspansi itu membuat perubahan pada rumus AD dan
menyebabkan pergeseran kurva AD.
a. Beri penjelasan komponen mana yang naik atau turun pada rumus AD.
Serta buat gambar pergeseran kurva AD dari sebelum dan sesudah
kebijakan ekspansi fiscal dan moneter dimaksud, yaitu dari kurva AD0 ke
AD1. Kemudian beri penjelasan, apakah pergeseran kurva AD itu sejajar
dan ke kanan atas, yaitu Y↑ pada P tetap atau P↑ pada Y tetap? Kenapa?
b. Kebijakan pengendalian kurs dengan intervensi pasar valas seperti
dimaksud pada 2.c. di atas, juga menyebabkan rumus dan kurva AD
mengalami perubahan akibat dari perubahan pada LM.
Beri penjelasan komponen mana yang naik atau turun pada rumus AD.
Serta buat gambar pergeseran kurva AD dari sebelum dan sesudah
kebijakan intervensi pasar valas dimaksud, yaitu dari kurva AD0 ke AD1.
Kemudian beri penjelasan, apakah pergeseran kurva AD itu sejajar dan ke
kanan atas, yaitu Y↑ pada P tetap atau P↑ pada Y tetap? Kenapa?
4. a. Gambar 2 bagian kurva AS (atau kurva Y) pada diagram P–Y, terdiri dari
bagian miring ke atas dari kiri bawah (dengan slope positif) dan bagian
tegak lurus (vertical) pada tingkat Y tanpa pengangguran terpaksa (the full
employment level of Y – the level of Y with no involuntary
unemployment).

b. Tempatkan 2 kurva AD berdasarkan pertanyaan 3.a. di atas, pada diagram


kurva AS yang miring ke atas pada pertanyaan 4.a. di atas.
Beri penjelasan hasil dari perpotongan kurva AS dan AD, tentang
perubahan pada P dan Y.
c. Tempatkan 2 kurva AD berdasarkan pertanyaan 3.a. di atas, pada diagram
kurva AS yang vertical pada pertanyaan 4.a. di atas.
Beri penjelasan hasil dari perpotongan kurva AS dan AD, tentang
perubahan pada P dan Y