Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Profil kesehatan kota yang merupakan salah satu produk Sistem Informasi Kesehatan

(SIK) kota yang kelak diharapkan dapat digunakan sebagai sarana penyedia data dan

informasi, sangat penting artinya bagi para pengambil keputusan dan penentu kebijakan.

Sistem Informasi yang baik harus dapat memberikan gambaran situasi yang akurat, tepat

waktu dan sesuai dengan kebutuhan agar penentu kebijakan dapat mengambil keputusan

berlandaskan fakta (evidence based decision making).

Sistem Informasi Kesehatan yang ditampilkan dalam bentuk profil kesehatan Puskesmas

Rambung 2017 saat ini menampilkan berbagai indikator-indikator yang dipergunakan untuk

kebutuhan bahan penilaian tercapai/tidaknya “Kecamatan Sehat”.

Agar didapat keselarasan atau kompatibilitas antar profil-profil kesehatan sebagai dasar

penilaian untuk tingkat administrasi yang lebih tinggi, maka profil kesehatan dalam

penyajiannya, khususnya menyangkut indikator dan sistematika tetap mengacu atau

berpedoman kepada petunjuk yang telah ditetapkan.

1.2 Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum

Tujuan dari penyusunan profil kesehatan Puskesmas Rambung adalah untuk memperoleh

data dan informasi kesehatan serta faktor-faktor kesehatan lainnya, yang dapat dijadikan

sebagai bahan penilaian tercapai tidaknya Kecamatan Sehat, yang kelak dapat dijadikan

dasar pertimbangan untuk menentukan langkah-langkah perencanaan selanjutnya.

1.2.2.Tujuan Khusus

Diperolehnya data/informasi kesehatan di tingkat kecamatan, yang menyangkut data-data

sebagai berikut :

1
1. Data / Informasi Derajat Kesehatan Masyarakat

2. Data / Informasi Perilaku Masyarakat di Bidang Kesehatan

3. Data / Informasi Kesehatan Lingkungan

4. Data / Informasi yang berkaitan dengan pelayanan Kesehatan Masyarakat

5. Data / Informasi Penunjang Lainnnya

1.3. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari penyusunan profil ini adalah sebagai suatu alat yang

dapat dipergunakan untuk mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan ,

sehingga dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam penyusunan langkah-langkah

selanjutnya dalam usaha meningkatkan dan kesinambungan pembangunan kecamatan

khususnya pembangunan dibidang kesehatan.Juga diharapkan dapat dijadikan sebagai

bahan pertimbangan untuk penyusunan profil kesehatan kota,propinsi dan profil kesehatan

Indonesia.

1.4. Sistematika Penyajian

Untuk mempermudah didalam hal pemahaman terhadap profil ini, maka disini

dikemukakan gambaran singkat secara keseluruhan tentang isi dari profil. Adapun isi profil

masing-masing bab adalah :

Bab.I.PENDAHULUAN

Dalam bab ini diuraikan secara singkat tentang latar belakang penyusunan profil, tujuan,

manfaat serta sistematika penyajian profil.

BAB II.GAMBARAN UMUM

Dalam bab inidiuraikan secara singkat tentang, visi, misi Puskesmas Rambung, strategi,

program pembangunan kesehatan serta gambaran umum Puskesmas Rambung Kecamatan

Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi yang terdiri dari keadaan geografi, demografi dan

ekonomi.

2
BAB III.SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Dalam bab ini diuraikan tentang indikator mengenai angka kematian (mortilitas),angka

kesakitan (Morbiditas) dan angka status gizi masyarakat.

BAB IV.SITUASI UPAYA KESEHATAN

Dalam bab ini disajikan tentang pencapaian Indikator Kecamatan Tebing Tinggi Kota

Sehat yang meliputi derajad kesehatan, perilaku hidup bersih sehat masyarakat, akses dan

mutu pelayanan kesehatan, input dan proses pelayanan kesehatan, sumber daya

kesehatan, manajemen dan kontribusi sektor terkait dengan pelayan kesehatan ,

penyelenggaraan pemberantasan penyakit menular, penyelenggaraan kesehatan

lingkungan dan sanitasi dasar, penyelenggaraan promosi kesehatan.

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan kesimpulan dari profil yang disajikan termasuk keberhasilan dan

kegagalan serta saran dalam rangka mengatasi masalah yang ada.

3
BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1.Visi Misi dan Strategi Pembangunan Kesehatan

Visi, Misi dan strategi pembanguan Kesehatan yang dijabarkan oleh Puskesmas

Rambung sebagai UPTD Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi pada dasarnya mendukung

visi, misi dan strategi Pembangunan pemerintah Kota Tebing Tinggi.

2.1.1.VISI

Tercapainya kecamatan sehat dan "Sustainable Development Goals" (SDGs) 2030.

2.1.2.MISI

Untuk mewujudkan visi sebagai langkah penjabarannya, maka Puskesmas Rambung

menyusun dan menetapkan misinya sebagai berikut :

a. Mewujudkan Optimalisasi ketenagaan kesehatan yang ada.

b. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan mudah terjangkau

c. Mewujudkan kesehatan dan kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat

d. Mewujudkan peningkatan pencegahan dan pemberantasan penyakit

e. Mewujudkan peningkatan kesehatan lingkungan yang sehat

f. Mewujudkan peningkatan promosi kesehatan

g. Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat

2.1.3. STRATEGI

Dalam upaya mewujudkan Visi dan Misi diperlukan adanya percepatan karenanya harus

ditempuh melalui strategi :

a. Pembangunan Daerah berwawasan kesehatan ( Paradigma Sehat )

b. Penyelengaraan program berdasarkan lokal spesifik

4
c. Meningkatkan kerjasama secara terpadu dengan lintas sektor terkait dalam

penanganan masalah kesehatan

d. Profesionalisme tenaga kesehatan

2.2 Program Pembangunan Kesehatan Puskesmas Rambung

Menyadari akan keterbatasan sumber daya yang tersedia serta disesuaikan dengan

prioritas masalah yang ditemui dalam masyarakat serta kecendrungan dimasa mendatang,

maka dirumuskan program-program pembangunan di bidang kesehatan yang meliputi :

a. Promosi Kesehatan

b. Kesehatan Lingkungan

c. KIA / KB

d. Perbaikan Gizi

e. Pencegahan Penyakit Menular

f. Pengobatan

g. Pengembangan SP2TP (SIK)

h. Kesehatan Rujukan

i. Peningkatan Sarana dan Prasarana

j. Kesehatan Gigi dan Mulut

k. Usaha Kesehatan Sekolah

l. Kesehatan usila

2.3. Keadaan geografi

Puskesmas Rambung terletak di Kota Tebing Tinggi berada di Kecamatan Tebing Tinggi

Kota yang berbatasan dengan kelurahan Tebing Tinggi,kelurahan Damarsari,kelurahan

Satria dan kelurahan Deblod Sundoro.

5
Wilayah kerja Puskesmas Rambung mencakup 3 kelurahan yaitu:

 Kelurahan Rambung

 Kelurahan Tebing Tinggi Lama

 Kelurahan Badak Bejuang

6
Dengan jumlah penduduk 11.509 jiwa yang terdiri dari berbagai etnis dan latar belakang

sosial budaya dan agama.

2.4. Demografi

Berdasarkan data yang tersedia diperoleh gambaran bahwa jumlah penduduk diwilayah

kerja Puskesmas Rambung pada tahun 2017 sebanyak 11.509 jiwa yang menghuni 3.048

Rumah Tangga (RT), berada dalam wilayah yang mempunyai Luas 1,635 km 2,sehingga

dapat diperkirakan setiap rumah tangga rata-rata dihuni oleh 4 jiwa,dengan kata lain dengan

tingkat kepadatan penduduk 7 jiwa tiap km2. Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2017

sebanyak 5.996 orang dan perempuan sebanyak 5.513 orang dengan sex ratio 108,76

artinya dari 100 orang perempuan terdapat lelaki 108 orang.

2.5. Sosial Ekonomi

Dari data yang tersedia untuk mengetahui keadaan ekonomi hanya dapat dilihat dari

rasio beban tanggungan (Dependency Ratio).Rasio beban tanggungan diukur dengan

membandingkan jumlah penduduk umur (0-14 tahun dan +65 tahun) dengan jumlah

penduduk umur (15-64 tahun).Rasio beban tanggungan di wilayah kerja UPTD Puskesmas

Rambung tahun 2017 adalah sebesar 24 , artinya setiap 100 orang produktif menanggung

beban 24 orang penduduk non produktif.

2.6. Pendidikan

Kualitas pendidikan yang memadai diperlukan penduduk untuk meningkatkan kualitas

hidup. Tingginya permintaan jasa pendidikan menuntut tersedianya penyelenggaran

pendidikan yang makin bermutu baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun

swasta.Tingkat pendidikan penduduk suatu negara menunjukkan kualitas penduduknya,

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah mencanangkan wajar 9 tahun.

7
6,000 5,047

4,000
1,906
2,000 967
437 266 222 544
131
0 Series1

Berdasarkan grafik dapat kita lihat bahwa jenjang pendidikan yang paling banyak di

wilayah kerja UPTD Puskesmas Rambung adalah SMA/MA .

8
BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari kejadian

kematian dalam masyarakat dari waktu kewaktu. Disamping itu kejadian kematian juga

dapat digunakan sebagai indicator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan

program pembangunan kesehatan lainnya. Derajat Kesehatan masyarakat dapat diukur

dengan beberapa indikator diantaranya:

3.1.Mortalitas

3.1.1.Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate)

Pada tahun 2017 jumlah bayi yang dilahirkan hidup sebanyak 228 bayi, dan tidak

ditemukan kematian bayi ,Total kelahiran bayi sebanyak 228 bayi.

3.1.2.Angka Kematian Balita

Angka kematian Balita adalah jumlah kematian yang didapat per 1000 balita yang

ada.Dari data yang diperoleh, tidak ada kematian bayi yang dilaporkan di wilayah kerja

Puskesmas Rambung.

3.1.3.Angka Kematian Ibu

Angka kematian ibu melahirkan berguna untuk menggambarkan tingkat pelayanan

kesehatan terutama ibu hamil, melahirkan dan nifas. Dari data yang diperoleh tidak ada

kematian ibu hamil diwilayah puskesmas Rambung dan juga tidak ada kematian ibu

bersalin.

3.2.Morbiditas (Angka Kesakitan)

Angka Kesakitan di peroleh dari Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP2TP).

Indikator yang digunakan adalah Insiden Rate (IR) dan Prevalensi rate(PR)

9
Gambaran pola penyakit terbesar tahun 2017 di UPTD Puskesmas Rambung

menunjukkan bahwa ISPA masih mendominasi. Berikut ini adalah tabel 10 besar penyakit di

UPTD Puskesmas Rambung tahun 2017.

GRAFIK SEPULUH PENYAKIT TERBESAR DI PUSKESMAS RAMBUNG TAHUN 2017

1600
1397
1400 1298
1200
1000
800
600 509 507
400 257 243 239 190
200 115 69 Series1
0

3.2.1. Malaria

Tidak ditemukannya adanya kasus malaria diwilayah kerja UPTD Puskesmas

Rambung.Wilayah UPTD Puskesmas Rambung bukan termasuk daerah endemis malaria.

3.2.2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue di wilayah UPTD Puskesmas Rambung pada tahun

2017 sebanyak 15 kasusdari 11.509jiwa (103,3per 100.000 penduduk),hal ini meningkat

dibandingkan Tahun 2016sebanyak 9 kasus dari 11.435 jiwa (78,71 per 100.000

penduduk),Tahun 2015 sebanyak 5 kasus dari 11.456 jiwa (43,64 per 100.000 penduduk),

Tahun 2014 sebanyak 9 kasus dari 11.267 jiwa (79,87 per 100.000 penduduk). Tahun 2013

paling banyak yaitu sebanyak 8 .Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu daerah endemis

Demam Berdarah Dengue.Untuk mengatasi hal tersebut telah dilakukan fogging

10
(pengasapan), dan untuk mencegah timbulnya kasus baru dilakukan pemeriksaan jentik

secara berkala.

16
15
14
12
10
9 9
8 8
Series1
6
5
4
2
0
Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

Untuk mengatasi supaya tidak ada penularan penyakit DBD telah dilakukan fogging

(pengasapan), dan langkah preventiv supaya tidak timbulnya kasus baru dilakukan

pemeriksaan jentik secara berkala yang dilakukan oleh kader jumantik bersama-sama

dengan petugas puskesmas Rambung.

11
3.2.3.Angka Kesembuhan Penderita TB Paru Positif

Jumlah kasus TB Paru yang positif tahun 2017 sebanyak 19 kasus (139,02 per 100.000

penduduk ),sedangkan Jumlah kasus Baru TB Paru yang Positif pada tahun 2016 sebanyak

21 kasus (183,64 per 100.000 penduduk) Tahun 2015 sebanyak 17 kasus (148,39 per

100.000 penduduk). Tahun 2014 sebanyak 9 kasus (79,87 per 100.000 penduduk).Dimana

angka kesembuhan sebanyak 100 % (standart SPM untuk Tahun 2016 sebesar 85%),itu

berarti UPTD Puskesmas Rambung sudah mencapai target keberhasilan kesembuhan yang

harus dicapai yaitu sebesar 85%.

3.2.4. Angka Kesakitan Diare

29 28
30
25
25 22
20 20
20 18 17 17
16
14
15 12

10 Series1

Kasus Penyakit Diare sebanyak 238 kasus pada tahun 2017 dan terbanyak di Bulan

Agustus.

3.2.5. Kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP)

Hasil surveilans terhadap kasus AFP, tidak ditemukan adanya kasus.

3.2.6. Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I)

Tahun 2017 tidak ditemukan adanya Kasus PD3I di Puskesmas Rambung.

12
3.2.7. Kasus Filariasis

Tidak ditemukan kasus Filariasis pada tahun 2017.

3.2.8. Kasus Pneumonia

Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus pneumonia.

3.2.9. Kasus Kusta

Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus Kusta

3.3.0. Kasus HIV

Tidak ditemukan adanya kasus HIV.Namun walaupun demikian Puskesmas Rambung

melakukan tindakan preventif dengan cara mensosialisasikan (Pelayanan Kesehatan Peduli

Remaja) PKPR ke seluruh sekolah yang ada di wilayah Puskesmas Rambung dalam hal ini

SMP dan SMA sederajat dibawah program Promosi Kesehatan.

3.3. Status Gizi

Berbagai usaha dalam mengatasi masalah gizi telah dilakukan melalui program Usaha

Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Pemberian

Kapsul vit. A, Pemberian tablet Fe kepada pelajar SLTA/sederajat untuk mengatasi anemia

sedini mungkin. Sebagai Indikator terhadap status gizi bayi dipergunakan Angka Berat

Badan Lahir Rendah (BBLR), Balita di Bawah Garis Merah (BGM).

13
3.3.1. Bayi dengan BBLR

Jumlah bayi lahir tahun 2017sebanyak 228 bayi lahir hidup dan dari jumlah tersebut

kunjungan neonatus 1 kali (KN1) sebanyak 228 bayi (100%) dan kunjungan KN3 sebanyak

221 bayi (96,9 %) dan bayi BBLR sebanyak 4 orang dan sudah dirujuk ke tempat pelayanan

medis yang lebih lengkap.

3.3.2. Ibu hamil dengan KEK

Jumlah Ibu Hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis tahun 2017 ditemukan sebanyak

15 orang dan telah diberikan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan

tentang gizi Ibu hamil tersebut.

3.3.3.Balita diBawah garis Merah

Pengukuran gizi pada balita difokuskan pada tingkat kecukupan gizi yang diukur melalui

berat badan menurut umur (BB/U) dan berat badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) yang

dapat dilihat melalui KMS (Kartu Menuju Sehat)

Hasil pemantauan Status Gizi pada balita, pada tahun 2017 diwilayah Puskesmas

Rambung, jumlah balita yang ada 927 dan balita yang ditimbang 707 (76,2%). Hasil

14
penimbangan balita, dari 707 (76,2%) diantaranya diBawah Garis Merah (BGM) 18 orang

(2,3%) ,tidak ada peningkatan dibanding tahun 2016 balita yang dibawah garis merah.

3.3.4.Cakupan Distribusi Vitamin A

Penanggulangan masalah kekurangan vitamin A dengan pemberian kapsul vitamin A

dosis tinggi pada anak balita dan ibu nifas merupakan program yang masih terus

dilaksanakan, melalui posyandu dan puskesmas. Cakupan pemberian vitamin A pada balita

tahun 2016 sebesar 80,54 %,dan pada tahun 2017 sebesar 76,17 %.

3.3.5.Persentase Ibu Hamil yang Mendapat tablet Besi (Fe)

Upaya penanggulangan kasus anemia gizi dengan pemberian tablet besi diprioritaskan

pada kelompok rawan gizi yaitu ibu hamil.

15
TABEL . Distribusi Fe1 dan Fe3 di wilayah UPTD Puskesmas Rambung

NO TAHUN JUMLAH BUMIL Fe1 %Fe1 Fe3 %Fe3

1 2014 254 254 100 254 100

2 2015 255 248 97,25 231 90,59

3 2016 254 249 98,03 226 88,98

4 2017 249 249 100 249 100

Namun pada Tahun 2017 berdasarkan program dari pemerintah untuk memberikan tablet

Fe kepada Remaja putri sekali seminggu di sekolah-sekolah dimulai dari bulan September

s.d November 2018.

16
BAB IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat

kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan. Berikut ini

diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khususnya pada tahun 2017.

4.1.Pelayanan Kesehatan

Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat penting dalam

memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dengan pemberian pelayanan

kesehatan dasar secara cepat dan tepat, diharapkan sebagian besarmasalah kesehatan

masyarakat sudah dapat diatasi.

Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan

adalah sebagai berikut :

4.1.1.Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Bayi

Diwilayah Puskemas Rambung Tahun 2017 tercatat 249 Ibu hamil, 240 orang ( 96,4%)

diantaranya mendapat pelayanan K4. Sementara itu ditemukan Ibu hamil yang mengalami

resiko tinggi 10 Orang dan yang mendapatkan pelayanan sebesar 20,08%.Proporsi

persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan merupakan salah satu upaya untuk

17
penurunan angka kematian ibu dan bayi. Target persalinan oleh nakes tahun 2017 mengacu

pada SPM adalah 80% .Persalinan oleh tenaga kesehatan berdasarkan data tahun 2017

sebesar 95,8 % sehingga sudah mencapai target.Puskesmas Rambung juga pada tahun

2017 memberikan pelayanan Kesehatan bagi Ibu – ibu yaitu dengan deteksi dini kanker

leher rahim (Pemeriksaan IVA), serta memberikan senam pada Ibu hamil .

4.1.2.Pelayanan Keluarga Berencana

Keberhasilan program KB diukur dengan beberapa indikator, di antaranya proporsi

peserta KB baru menurut metode kontrasepsi, presentase cakupan peserta KB aktif

terhadap PUS, dan persentase peserta KB baru metode kontrasepsi jangka panjang

(MKJP).Tahun 2017 terdapat PUS sebanyak 1844terdiri dari peserta KB baru 382(20,7%)

dari 382 peserta KB Baru yang paling diminati adalah Suntik(47,3%) dan pil 16,8%. Peserta

KB aktif 1.360(73,8 %) dimana yang menggunakan MKJP sebanyak 38 peserta(15%)

sedangkan yang menggunakan non MKJP sebanyak 216 (85%) dan jenis kontrasepsi yang

paling banyak digunakan peserta KB Aktif adalahsuntik (33,1%) dan pil (40,2%).

18
GRAFIK PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT METODE KONTRASEPSI
DIPUSKESMAS RAMBUNG TAHUN 2016

0, 0%
9% 0, 0%
IUD
5,9%
MOP
40%
11,8% MOW
IMPLAN
KONDOM
SUNTIK

33,1% PIL

4.1.3.Pelayanan Imunisasi

Imunisasi merupakan upaya perlindungan yang diberikan kepada kelompok beresiko

tinggi terhadap serangan penyakit khususnya dalam rangka menurunkan angka kesakitan

bayi dan ibu serta menjaga penularannnya, yang pada akhirnya menurunkan angka

kematian bayi dan ibu. Cakupan pelayanan imunisasi dapat diukur dengan presentase desa

yang telah UCI dengan indikator seluruh bayi yang ada 80 % mendapatkan imunisasi

lengkap. Wilayah kerja UPTD Puskesmas Rambung dari kelurahan ada 1 kelurahan yang

sudah UCI yaitu kelurahan Rambung,yang belum UCI Kelurahan Badak Bejuang dan

kelurahan Tebing Tinggi Lama.

19
Polio dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dilakukan pada bulan Oktober dan

November tahun 2017.

4.1.3.a.Cakupan Imunisasi Bumil TT1 dan TT2

Cakupan pemberian Imunisasi TT1 dan TT2 pada Bumil sebesar 4,5%,hal ini disebabkan

tidak tersedianya vaksin.

4.1.3.b.Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap

Bayi lahir hidup sebanyak 228, dan yang mendapatkan Imunisasi Dasar

Lengkapsebanyak 199 bayi (87,28%).

20
4.1.4.Bayi dengan ASI Eksklusive

Air Susu Ibu (ASI) adalah ASIyang diberikan kepada bayi secara terus menerus selama 6

bulan. Untuk Wilayah UPTD Puskesmas Rambung didapatkan data ada 21,5 %yang diberi

ASI Eksklusif.

4.1.5.Kunjungan Neonatal

Dari 228 jumlah bayi yang lahir hidup yang melakukan Kunjungan Neonatal

(KN1)sebanyak 100% sedangkan Kunjungan Neonatal 3 Kali (KN Lengkap) sebesar 96,9%.

4.1.6.Pelayanan Kesehatan Bayi

Dari 228 jumlah bayi yang lahir hidup terdapat 228 bayi (100%) yang menggunakan

pelayanan kesehatan Bayi.

4.1.7.Pelayanan Kesehatan Anak Balita

Dari 677 anak Balita ,yang mendapatkan pelayanan Kesehatan Minimal 8 kali sebanyak

650 bayi (91,2%).

4.1.8.Pelayanan Kesehatan (Penjaringan)siswa SD dan setingkat

Dari 540 jumlah Murid SD dan setingkat ,yang telahmendapat Pelayan kesehatan

(Penjaringan) sebanyak 506 siswa (93,7%).

21
4.1.9.Pelayanan Kesehatan Lansia

Jumlah Lansia yang terdapat diwilayah kerja Puskesmas Rambung sebanyak 2.536 dan

yang mendapatkan pelayanan kesehatan lansia (37,62%).

4.2.Pemanfaatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat adalah salah satu

kepedulian atau prilaku yang harus dimotivasi guna menyiapkan generasi yang tangguh

dimasa mendatang, karena telah mendapatkan solusi masalah kesehatan yang tepat dan

benar.Jumlah masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tahun 2017

ini sebanyak 11.218.

4.2.0.Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas adalah Pelayanan kesehatan gigi

dasar yang ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat di wilayah kerja

Puskesmas Rambung dengan prioritas kelompok masyarakat yang rawan terhadap

penyakit gigi dan mulut.Kegiatan yang dilakukan berupa Pencabutan gigi sulung, gigi

tetap ,pengobatan , pencatatan dan pelaporan , sterilisasi alat, penyuluhan kesehatan

gigi dan mulut dan rujukan kerumah sakit pada kasus yang berat.

22
4.3.KESEHATAN LINGKUNGAN

Untuk menggambarkan keadaan lingkungan akan disajikan indikator-indikator presentasi

rumah sehat dan tempat-tempat umum.

4.3.1.Rumah Sehat

Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu

rumah yang memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana

pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai

dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. Pada tahun 2017 terdapat rumah sehat

94,82%.

4.3.2.Tempat-tempat Umum sehat

Tempat-tempat umum (TTU) merupakan sarana yang dikunjungi oleh banyak orang, dan

dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. TTU yang sehat adalah tempat

umum yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki sarana air bersih, tempat

pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai yang

23
sesuai dan pencahayaan yang baik. Dari beberapa TTU yang diperiksa masih terdapat

beberapa TTU yang masih belum sehat yaitu dari 8 RM ada 3 yang tidak memenuhi syarat

higiene sanitasi.

4.4.PERILAKU MASYARAKAT

Untuk menggambarkan keadaan perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap derajat

kesehatan, akan disajikan indikator Posyandu, presentase rumah tangga berperilaku Hidup

Bersih dan Sehat (PHBS).

4.4.1.Posyandu

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)

dan yang paling dikenal yaitu Posyandu. Posyandu menyelenggarakan beberapa kegiatan.

Posyandu dikelompokkan menjadi 4 tingkat perkembangan yaitu pratama, madya, purnama

dan mandiri.Dari 9 Posyandu diwilayah kerja UPTD Puskesmas Rambung semuanya

termasuk strata Posyandu Purnama (100%)

24
4.4.2.Posbindu

Posbindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular ) adalah kegiatan

monitoring dan deteksi dini faktor risiko PTM terintegrasi (penyakit jantung , diabetes, Paru-

paru, astma dan kanker serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam

rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu .Puskesmas

Rambung memiliki 3 Posbindu dan berada di tiap tiap kelurahan sebanyak satu Posbindu.

4.4.3. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Tingkat kesehatan rumah dan lingkungan antara lain tercermin dari banyaknya rumah

tangga yang telah melaksanakan paling sedikit 7 dari 10 indikator Perilaku Hidup Bersih dan

Sehat (PHBS). Secara keseluruhan jumlah Rumah Tangga 1.764 diperiksa dan jumlah yang

ber-PHBS adalah sebesar 1286 rumah (72,9%).

Untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat di wilayah

25
kerja Puskesmas Rambung , dalam hal ini Puskesmas Rambung mengadakan kegiatan

berupa Penyuluhan mengenai “Bahaya Merokok” kepada masyarakat yang ada di wilayah

puskesmas Rambung.

4.4.4. Ketenagaan di Fasilitas Kesehatan Puskesmas Rambung tahun 2017

Setiap bulan seluruh tenaga yang ada di Puskesmas Rambung bersama dengan Petugas

dari Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi mengadakan Minilokakarya untuk mengevaluasi

kegiatan yang sudah berjalan ,dan setiap kegiatan yang akan dilakukan dibicarakan pada

saat minlok agar dapat berkoordinasi dan bekerjasama dengan sesama petugas agar

kegiatan berjalan dengan sebaik-baiknya.Adapun ketenagaan yang ada di Puskesmas

Rambung Selama tahun 2017 sebagai berikut .

26
No Jabatan Jumlah

1 Kepala Puskesmas 1
2 Kepala Tata Usaha 1
3 Dokter Umum 1
4 Promosi Kesehatan Masyarakat 2
5 Nutrisionis 1
6 Bidan 8
7 Perawat 6
8 Farmasi 1
9 Analis Kesehatan 1
10 Tenaga Administrasi 1
11 Kesehatan Lingkungan 2
12 Bidan Magang 3
Jumlah 28

27
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan telah diuraikan , maka dapat disimpulkan

bahwa :

 Jumlah Penduduk diwilayah Puskesmas Rambung pada tahun 2017 sebanyak

11.509 jiwa.

 Jumlah kelahiran di wilayah Puskesmas Rambung sebanyak 228 dan tidak ada bayi

yang meninggal , tidak ada ditemukan kematian ibu nifas.

 Tidak ada ditemukan bayi dengan Gizi buruk,namun masih ada balita yang

mengalami Gizi kurang (BGM) sebanyak 6 orang(2,0%).

 Pelayanan gizi dengan pemberian Fe pada ibu hamil yakni dari 249 ibu hamil yang

mendapatkan tablet Fe1 sebesar 100% sedangkan tablet Fe3 sebesar 100%.

 Posyandu di wilayah puskesmas Rambung sebanyak 9 posyandu,dan semuanya

posyandu Purnama.

 Upaya dalam rangka meningkatkan status Derajat Kesehatan di Kecamatan Tebing

Tinggi Kota Tahun 2017 cukup baik, karena pada tahun 2017 tidak ada tercatat

angka kematian ibu.

 Cakupan kunjungan Bayi di Puskesmas Rambung mencapai 228 Bayi lahir

hidup,ditemukan ada sebanyak 4 bayi yang lahir dengan Berat Badan Lahir rendah.

 Tahun 2017 di wilayah Puskesmas Rambung tercatat peserta KB Aktif 1.844

Aseptor.Dari jumlah peserta KB Aktif tersebut jenis kontrasepsi suntik 33,1%, lebih

diminati danpil40,2%,Kondom 11,8%,Implan 5,9%,MOW 0,0%,IUD 9,1%,dan yang

paling sedikit adalah MOP 0,0%.

28
 Dari 24 Peserta KB baru,jenis kontrasepsi yang paling diminati adalah 47,3% dan pil

16,8%.

 Angka Pencapaian program imunisasi berdasarkan jenis imunisasi di Puskesmas

Rambung pada tahun 2017 yaitu 228 Bayi dengan cakupan imunisasi BCG sebesar

96,05%.

 Jumlah masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tahun 2017

sebanyak 11.218

 Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Rambung sebanyak 11.509 jiwa dan

ditemukan 19 orang dengan BTA positif, dan angka kesembuhannya sebesar 100%.

5.2.Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas masih ada beberapa hal yang belum mencapai sasaran

yang telah ditetapkan. Sebagai bahan pertimbangan, ada beberapa saran diantaranya:

1.Untuk Meningkatkan Gizi Masyarakat,selain pemberian makanan Tambahan perlu

dilakukan upaya Promotif yaitu berupa sosialisasi kepada masyarakat mengenai Gizi

Makanan, Pemantauan Wilayah Status Gizi Masyarakat, Pemberian vitamin,dll.

2. Meningkatkan kebersihan Lingkungan, baik untuk Rumah Tangga, Tempat-tempat

Umum, Institusi Kesehatan, Sekolah, Tempat–tempat Usaha Makan dan Minuman,

Peternakan,dll

3. Adanya kerjasama antar lintas sektoral, maupun lintas program dalam hal memberikan

data yang sinkron,valid dan akurat sehingga data yang benar dan akurat dapat

memberikan informasi yang benar bagi pengambil keputusan.

4. Memaksimalkan kinerja tenaga surveilans Puskesmas ,Bidan Kelurahan untuk memantau

masalah-masalah kesehatan yang ada dilapangan, seperti apaenemuan kasus DBD,

Kasus TB Positif, Kasus Gizi Buruk, Kasus PD3I, dll agar penanganannya lbih cepat

diatasi.

29
5. Mengoptimalkan pelayanan kesehatan anak sekolah seperti pemeriksaan kesehatan

anak sekolah,mengadakan kegiatan dokter kecil di tiap-tiap sekolah,dll.

6. Agar setiap pemegang program Melakukan pencatatan dan pelaporan yang baik dan

benar tentang data .

7. Peningkatan pelayanan bagi keluarga miskin ,dengan melakukan kunjungan

keperawatan, Pemberian makanan tambahan, dan peningkatan sosialisasi.

8. Meningkatkan kerjasama antar lintas sektoral maupun lintas program terkait sehingga

posyandu yang ada dapat ditingkatkan menjadi Posyandu Mandiri.

9. Memberikan tenaga Medis yaitu dokter Gigi di Puskesmas Rambung, Untuk

meningkatkan pelayanan kesehatan Gigi dan Mulut.

30
31