Anda di halaman 1dari 196

PEMESANAN

 TEMPAT  PENERBANGAN  1   i  
 

Hak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Dilindungi Undang-Undang

MILIK  NEGARA  
TIDAK  DIPERDAGANGKAN  

Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka
implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di
bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap
awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa
diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan
perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan
kualitas buku ini.

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


(Pemesanan Tempat Penerbangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi Revisi
Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
2014. viii, ….. hlm. : ilus. ; 25 cm.

Untuk SMK/MAK Kelas XI Semester 1


ISBN ………………………………..

1. PemesananTempatPenerbangan
I. Judul
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

XXX.X

Kontributor Naskah : Andrean Hartanu Wibowo, SST.Par


Penelaah : Sjachrul Firdaus
Penyelia :
Penerbitan :

Cetakan Ke-1, 2014


Disusun dengan huruf Arial , 11 Pt
ii   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

KATA PENGANTAR

Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi
pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar
dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap
mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok
pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran
dirancang mengikuti rumusan tersebut.
Pembelajaran P e m e s a n a n Tempat Penerbangan / Airline Reservation
untuk Kelas XI jenjang Pendidikan Menengah Kejuruan yang disajikan dalam buku ini juga
tunduk pada ketentuan tersebut. P e m e s a n a n Tempat Penerbangan
bukan berisi materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi
pengetahuan peserta didik. Pemesanan Tempat Penerbangan adalah mata pelajaran yang
membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang dimensi pengelolaan
kegiatan/acara, keterampilan dalam menjalankan kegiatan/acara serta sikap dalam
memberikan pelayanan dan bekerjasama dalam tim kerjanya memberikan suatu dasar
bagi pengembangan kompetensi kerja di dunia nyata.
Sebagai pelajaran p e m i n a t a n C 3 yang harus diambil oleh oleh peserta didik paket
keahlian Usaha Perjalanan Wisata yang ingin menyiapkan diri dengan pengetahuan,
keterampilan dan sikap dasar dalam bidang penyelenggaraan kegiatan.. Melalui pengamatan
terhadap kondisi p e l a k s a n a a n k e g i a t a n d i d u n i a k e r j a yang bisa dijumpai saat ini,
peserta didik diajak memahami dan melihat kompleksitas prosedur reservasi dalam dunia
penerbangan yang terjadi saat ini dan tantangannya di masa-masa yang akan datang
seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Pembahasan dilanjutkan dengan
memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berhubungan dengan
informasi layanan reservasi dalam dunia penerbangan.
Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk
mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam
Kurikulum 2013, peserta didik diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain
yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan
menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini
sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-
kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Buku ini merupakan edisi pertama sebagai draft awal dalam penyusunan buku C3
Paket Keahlian Usaha Perjalanan Wisata. Buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan
perbaikan untuk penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca
memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi
PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1   iii  
 

berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita
dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka
mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Sawangan, S e p t e m b e r 2014

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan


iv   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmatnya buku siswa ini bisa tersusun sesuai dengan kurikulum tahun 2013 yang berlaku saat
ini.
Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, kami menyusun buku siswa
dengan judul “Pemesanan Tempat Penerbangan 1” untuk siswa SMK, khususnya di Paket
Keahlian Usaha Perjalanan Wisata (UPW). Diharapkan dengan pendekatan-pendekatan
pembelajaran melalui buku siswa ini dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk
belajar sesuai dengan percepatan pembelajaran masing-masing.
Buku siswa ini kami susun sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar pada kurikulum edisi 2013. Sebagai alat atau sarana pembelajaran, buku siswa berisi
materi, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik
untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Buku siswa ini juga dilengkapi dengan tugas-
tugas individu dan kelompok, serta evaluasi yang bisa dijadikan sebagai alat penilaian
kompetensi siswa.
Kami berharap buku siswa ini bermanfaat bagi peserta didik dan teman-teman guru
yang mengajar di SMK khususnya Program Studi keahlian Pariwisata, sehingga dapat
tercipta Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan
Berbobot.
Terimakasih yang setinggi-tingginya kami haturkan kepada semua pihak yang telah
membantu terselesaikannya buku siswa ini. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat
kami harapkan guna perbaikan kearah sempurnanya buku siswa ini.

Hormat kami,
PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1   v  
 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ iv


DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................................................. viii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1
A. Deskripsi................................................................................................................................ 1
B. Prasyarat ............................................................................................................................... 2
C. Petunjuk Penggunaan .......................................................................................................... 2
D. Tujuan Akhir .......................................................................................................................... 2
E. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ............................................................................. 3
F. Peta Konsep .......................................................................................................................... 5
BAB II GEOGRAFI PENERBANGAN ................................................................................................ 7
A. Kegiatan Belajar 1 : Bandar Udara di Indonesia ................................................................ 7
B. Kegiatan Belajar 2 : Pembagian Wilayah Waktu .............................................................. 21
C. Kegiatan Belajar 3 : Freedom of Air .................................................................................. 28
D. Kegiatan Belajar 4 : Organisasi Dalam Penerbangan ..................................................... 37
E. Kegiatan Belajar 5 : Three Letter Code ............................................................................. 48
F. Kegiatan Belajar 6 : Pengejaan Nama ............................................................................... 78
G. Kegiatan Belajar 7 : Two Letter Code ............................................................................... 84
H. Kegiatan Belajar 8 : Maskapai Penerbangan ................................................................... 90
I. Kegiatan Belajar 9 : Official Airline Guide (OAG) ............................................................ 106
BAB III PENERIMAAN PEMESANAN TEMPAT PENERBANGAN .............................................. 114
A. Kegiatan Belajar 1 : Pengertian Reservasi Penerbangan ............................................. 114
B. Kegiatan Belajar 2 : Jadual Penerbangan ...................................................................... 124
C. Kegiatan Belajar 3 : Kelas (Class) ................................................................................... 131
D. Kegiatan Belajar 4 : Kartu Reservasi (Reservation Card) ............................................. 138
E. Kegiatan Belajar 5 : Langkah – Langkah Reservasi ...................................................... 143
BAB IV RINCIAN PEMESANAN TEMPAT PENERBANGAN ....................................................... 164
A. Kegiatan Belajar 1 : Bagasi Penumpang (Baggage) ..................................................... 164
B. Kegiatan Belajar 2 : Minimum Connecting Time ........................................................... 172
C. Kegiatan Belajar 3 : Jenis Pesawat (Aircraft Code)....................................................... 174
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 184
GLOSARIUM .................................................................................................................................. 185
vi   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Kepadatan runway di bandar udara .................................................................................. 8


Gambar 2 Diagram Lalu Lintas Peawat Domestik ........................................................................... 18
Gambar 3 Diagram Lalu lintas Pesawat Internasional ..................................................................... 18
Gambar 4 Pembagian Waktu di Indonesia ...................................................................................... 22
Gambar 5 Universal Time Coordinated ........................................................................................... 25
Gambar 6 Jalur Penerbangan ......................................................................................................... 29
Gambar 7 Radar Penerbangan Eropa ............................................................................................. 30
Gambar 8 Diagram Freedom Of Air ................................................................................................. 33
Gambar 9 IATA Traffic Conference Areas ....................................................................................... 38
Gambar 10 Sub Area Amerika Utara ............................................................................................... 57
Gambar 11 Sub Area Amerika Tengah ........................................................................................... 58
Gambar 12 Sub Area Amerika Selatan ........................................................................................... 60
Gambar 13 Sub Area Eropa ............................................................................................................ 62
Gambar 14 Sub Area Timur Tengah ............................................................................................... 64
Gambar 15 Sub Area Afrika ............................................................................................................. 65
Gambar 16 Sub Area Asia Selatan .................................................................................................. 68
Gambar 17 Sub Area Asia Tenggara .............................................................................................. 69
Gambar 18 Sub Area Japkor ........................................................................................................... 70
Gambar 19 Sub Area Asia Tenggara .............................................................................................. 71
Gambar 20 Sub Area Asia Selatan .................................................................................................. 72
Gambar 21 Sub Area South West Pasific ........................................................................................ 73
Gambar 22 Indonesia ...................................................................................................................... 74
Gambar 23 Rute Penerbangan Batik Air ......................................................................................... 92
Gambar 24 Rute Penerbangan Lion Air .......................................................................................... 93
Gambar 25 Rute Domestik Garuda Indonesia ................................................................................. 95
Gambar 26 Rute Internasional Garuda Indonesia ........................................................................... 97
Gambar 27 Rute Domestik Sriwijaya Air ......................................................................................... 99
Gambar 28 Cara Membaca Informasi OAG .................................................................................. 106
Gambar 29 Contoh jadual dalam OAG .......................................................................................... 109
Gambar 30 ..................................................................................................................................... 114
Gambar 31 Kegiatan reservasi ...................................................................................................... 119
Gambar 32 Jadual Penerbangan Garuda Indonesia ..................................................................... 125
Gambar 33 Jadual Penerbangan Maskapai Citilink ....................................................................... 126
Gambar 34 ..................................................................................................................................... 139
Gambar 35 ..................................................................................................................................... 146
PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1   vii  
 

Gambar 36 ..................................................................................................................................... 147


Gambar 37 ..................................................................................................................................... 148
Gambar 38 ..................................................................................................................................... 148
Gambar 39 ..................................................................................................................................... 149
Gambar 40 ..................................................................................................................................... 150
Gambar 41 ..................................................................................................................................... 151
Gambar 42 ..................................................................................................................................... 152
Gambar 43 ..................................................................................................................................... 153
Gambar 44 ..................................................................................................................................... 154
Gambar 45 ..................................................................................................................................... 157
Gambar 46 ..................................................................................................................................... 158
Gambar 47 ..................................................................................................................................... 159
Gambar 48 ..................................................................................................................................... 159
Gambar 49 kode CAPTCHA .......................................................................................................... 160
Gambar 50 Rincian Jadwal dan Rincian Penumpang ................................................................... 160
Gambar 51 Detail Kontak dan Rincian Tarif .................................................................................. 161
Gambar 52 Rincian Pembayaran dan Persetujuan Pelanggan ..................................................... 161
Gambar 53 Rincian Perjalanan ...................................................................................................... 162
Gambar 54 Rincian Pembayaran .................................................................................................. 162
Gambar 55 Cabin Baggage ........................................................................................................... 164
Gambar 56 Dimensi Bagasi ........................................................................................................... 168
Gambar 57 Tampilan Jadual Penerbangan ................................................................................... 175
viii   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

DAFTAR TABEL

Table 1 Daftar Bandar Udara di Indonesia ...................................................................................... 10


Table 2 9 Freedom Of Air ................................................................................................................ 31
Table 3 Area 1 ................................................................................................................................. 48
Table 4 Area 2: Europe .................................................................................................................... 49
Table 5 Africa ................................................................................................................................... 50
Table 6 Middle East ......................................................................................................................... 51
Table 7 Area 3: ................................................................................................................................ 52
Table 8 Indonesia ............................................................................................................................ 53
Table 9 South Asian Subcontinent (SASC) ..................................................................................... 54
Table 10 Japan Korea ..................................................................................................................... 55
Table 11 South West Pacific (SWP) ................................................................................................ 55
Table 12 Maskapai Penerbangan Domestik .................................................................................... 84
Table 13 Maskapai Penerbangan Internasional .............................................................................. 85
BAB  I  PENDAHULUAN   1  
 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Deskripsi
Ditengah gejolak ekonomi global, wisatawan nusantara dan ekonomi kreatif kian
berperan sebagai penggerak utama pariwisata nasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif dalam suatu kesempatan memaparkan hasil terbaru International Travel and
Tourism Index yang baru saja dilansir pada World Economic Forum. Daya saing pariwisata
Indonesia kini ada di peringkat 74 dari 139 negara –naik 7 peringkat dibanding survey
sebelumnya tahun 2009— namun tetap tertinggal dibanding Thailand (peringkat 41),
Malaysia (#35) dan Singapura (#10). Survei tersebut juga mengemukakan kekuatan dan
kelemahan pariwisata nasional. Kekuatan tersebut adalah pesona alam, kekayaan budaya
(termasuk di dalamnya produk industri kreatif yang kuat), serta harga yang kompetitif
(value for money). Sementara kelemahan Indonesia, seperti yang sudah banyak diketahui,
adalah buruknya infrastruktur terutama transportasi, masalah keamanan dan masalah
sustainable tourism.
Dalam kesempatan lain di sela-sela kegiatan kerjasama Asia Pasifik, Wakil Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan, perkembangan pariwisata
tahun 2013, wisatwan internasional yang melakukan perjalanan tumbuh sebesar 5%
dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pencapaian 1,087 miliar (tahun 2012 sekitar
1,035 miliar). Pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Pasifik dimana pertumbuhannya
mencapai 6% yakni 248 juta orang ( Tahun 2012 sebanyak 234 juta). Kunjungan
wisatawan internasional ke Indoensia tahun 2013 mencapai 8,8 juta orang yang artinya
baru sekitar 0,008% dari jumlah wisatawan internasional, walaupun peningkatannya di atas
rata-rata dunia, atau rata-rata di kawasan Asia Pasifik yakni 9,42%.
Ia menyatakan, masih banyak tugas Indonesia untuk terus meningkatkan
kunjungan wisatawan, apalagi kalau dilihat dari perkiaran UNWTO yang akan mencapai
1,8 miliar wisatawan para tahun 2030 dan 535 juta di kawasan Asia Pasifik. Salah satu
segmen yang menjadi perhatian adalah pengembangan sistem reservasi.
Berdasarkan pemaparan tersebut, maka industri sistem reservasi menjadi sebuah
bagian dari industry pariwisata yang menjanjikan. Olehnya itu ketersediaan sumber daya
manusia terdidik di bidang ini sangat diperlukan.
Peserta didik di SMK yang mengambil bidang paket keahlian Usaha Perjalanan
Wisata diberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap mengenai industry ini sehingga
memungkinkan mereka untuk mengambil peran yang lebih banyak lagi dalam
2   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

perkembangan industri ini. Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber
belajar untuk mengasah kompetensi yang dimiliki.

B. Prasyarat
Buku Pemesanan Tempat Penerbangan 1 dapat dipelajari oleh semua siswa Usaha
Perjalanan Wisata yang ingin memahami lebih jauh mengenai Mata Pelajaran Pemesanan
Tempat Penerbangan, terkhusus bagi siswa Kelas XI dan XII.
Pemesanan Tempat Penerbangan sebagai bagian Mata Pelajaran Kelompok C2
dan C3 dapat dipelajari secara tersendiri tanpa ada keharusan menyelesaikan materi
lainnya. Akan lebih baik jika siswa sudah menuntaskan materi kepariwisataan dan materi
terkait lainnya untuk mempermudah pemahaman dan mengembangkan kreativitas dan
inovasi dalam mempelajari Pemesanan Tempat Penerbangan.

C. Petunjuk Penggunaan
Dalam mempergunakan buku ini, Anda diminta :
1. Membaca terlebih dahulu peta konsep yang ada
2. Membaca secara berurutan masing-masing kegiatan pembelajaran
3. Bekerja dalam kelompok di setiap bagian yang meminta kerja kelompok
4. Untuk mengerjakan tugas disarankan menggunakan buku tambahan
5. Kerjakanlah semua tugas dengan baik
6. Mintalah masukan dari guru pada bagian yang ditentukan untuk mendapatkan umpan
balik
7. Bacalah dengan seksama rangkuman tiap kegiatan pembelajaran
8. Disarankan membaca buku ini secara keseluruhan untuk lebih memahami content
buku ini

D. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari buku ini Anda diharapkan dapat :
1. Mengidentifikasi sumber informasi produk dan layanan industri
2. Menganalisis sumber informasi dalam teknologi Pemesanan Tempat Penerbangan
dan pemanfaatannya
BAB  I  PENDAHULUAN   3  
 

E. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

BIDANG KEAHLIAN : PARIWISATA


PROGRAM KEAHLIAN : KEPARIWISATAAN
PAKET KEAHLIAN : USAHA PERJALANAN WISATA (UPW)
MATA PELAJARAN : PEMESANAN TEMPAT PENERBANGAN
KELAS : XI

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan mengamalkan 1.1 Menunjukkan keimanan sebagai rasa syukur dan
ajaran agama yang dianutnya keyakinan terhadap kebesaran Sang Pencipta karena
menya dari keteraturan dan kompleksitas alam dan
jagad raya diatur oleh Sang Pencipta
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan alam
semesta dan semua unsur di dalamnya
2. Menghayati dan mengamalkan 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingintahu,
perilaku jujur, disiplin, tanggung objektif, jujur, teliiti, cermat, tekun, hati-hati,
jawab, peduli (gotong royong, bertanggungjawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan
kerjasama, toleran, damai), peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
responsif dan proaktif dan sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
menunjukkan sikap sebagai diskusi dan praktek pemesanan tempat
bagian dari solusi atas berbagai penerbangan (Airline Reservation)
permasalahan bangsa dalam 2.2 Berinteraksi secara harmonis dengan individu dan
berinteraksi secara efektif kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
dengan lingkungan sosial dan implementasi melaksanakan praktek dan melaporkan
alam serta dalam hasil praktek pemesanan tempat penerbangan
menempatkan diri sebagai (Airline Reservation)
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
4   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

3. Memahami, menerapkan dan 3.1 Mengidentifikasikan Informasi Geografi


menganalisis pengetahuan Penerbangan
factual, konseptual, dan 3.2 Mendeskripsikan proses penerimaan pemesanan
procedural berdasarkan rasa tempat jasa penerbangan udara
ingin tahunya tentang ilmu 3.3 Menentukan rincian pemesanan tempat
pengetahuan, teknologi, seni, 3.4 Menentukan pemuktahiran data pemesanan tempat
budaya, dan humaniora dalam (Up date data)
wawasan kemanusiaan, 3.5 Mengidentifikasi informasi mengenai perincian
kebangsaan, kenegaraan, dan pemesanan oleh karyawan lain
peradaban terkait penyebab 3.6 Menentukan saran kepada pelanggan tentang
phenomena dan kejadian pemesanan tempat secara rinci
dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mempresentasikan informasi geografi penerbangan
menyaji dalam ranah konkret 4.2 Memproses penerimaan pemesanan tempat jasa
dan ranah abstrak terkait penerbangan udara
dengan pengembangan dari 4.3 Mencatat rincian pemesanan tempat
yang dipelajarinya di sekolah 4.4 Memuktahirkan data pemesanan tempat (Up date
secara mandiri, bertindak data)
secara efektif dan kreatif dan 4.5 Memberikan informasi mengenai perincian
mampu melaksanakan tugas pemesanan oleh karyawan lain
spesifik di bawah pengawasan 4.6 Memberikan saran kepada pelanggan tentang
langsung pemesanan tempat secara rinci
BAB  I  PENDAHULUAN   5  
 

F. Peta Konsep

Materi

• Bandar Udara di
Indonesia  
• Pembagian Wilayah
Melakukan
Informasi Waktu  
Pemesanan Freedom Of Air  
  Geografi •
Tempat   Organisasi Dalam
Penerbangan •
Penerbangan Penerbangan  
• Three Letter Code  
• Maskapai
Penerbangan  
 

Penerimaan
Materi
Pemesanan
Tempat Jasa • Pengertian Reservasi
Penerbangan   Penerbangan  
Udara • Tugas Bagian
Reservasi  
• Kode Etik Reservasi  
• Data – Data Reservasi  
• Jadual Penerbangan  
• Langkah – Langkah
  Pemesanan Tempat  

Rincian
Pemesanan
Tempat
Penerbangan  
Materi

• Bagasi Penumpang  
• Minimum
Connecting Time  
• Jenis Pesawat  
6   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK

BIDANG STUDI KEAHLIAN : PARIWISATA


PROGRAM STUDI KEAHLIAN : KEPARIWISATAAN
PAKET KEAHLIAN : USAHA PERJALANAN WISATA

KELAS
X XI XII
MATA PELAJARAN 1 2 1 2 1 2
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4
4 Matematika 4 4 4 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 2 2 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2 2 2 2 2
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2
8 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2 2 2 2
9 Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan 3 3 3 3 3 3
Kelompok C (Peminatan)
C1. Dasar Bidang Kejuruan
10 IPA Terapan 2 2 2 2 - -
11 Pengantar Kepariwisataan 2 2 2 2 - -
C2. Dasar Kompetensi Kejuruan
12 Industri Perhotelan 4 4 - - - -
13 Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan Kerja 6 6 - - - -
14 Simulasi Digital 3 3 - - - -
15 Public Relation 7 7 - - - -
C3. Kompetensi Kejuruan
16 Pemesanan Tempat - - 4 4 2 2
17 Menghitung Tarif dan Dokumen Pasasi - - 4 4 6 6
18 Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata - - 4 4 6 6
19 Pemanduan Perjalanan Wisata - - 4 4 6 6
20 Pengelolaan Meeting, Incentive, Conference dan - - 4 4 4 4
Exhibition
TOTAL 48 48 48 48 48 48
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   7  
 

BAB II
GEOGRAFI PENERBANGAN

 
A. Kegiatan Belajar 1 : Bandar Udara di Indonesia
1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan kamu


dapat :
a) Mengidentifikasi Bandar Udara di Indonesia
dengan benar
b) Mengkategorikan Bandar Udara di Indonesia
dengan benar

2. Aktivitas siswa

Bacalah artikel di bawah ini :


Berdasarkan data tahun 2011 dari PT Angkasa Pura II, jumlah kedatangan (arrival)
dan keberangkatan (departure) per hari domestik maupun internasional adalah lebih
kurang 465 kedatangan dan 468 keberangkatan. Jika Bandara Soekarno-Hatta beroperasi
24 jam, berarti terdapat sekitar 20 pesawat yang akan tinggal landas dan mendarat setiap
jamnya (www.sindonews.com)
8   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 1 Kepadatan runway di bandar udara

Diskusikan dalam kelompokmu, saat ini maskapai penerbangan apa saja yang
memiliki jadwal penerbangan di bandara provinsi tempat tinggal kamu sekarang.
Tuliskan hasil diskusi kelompokmu ke dalam tabel di bawah ini kemudian
presentasikan di dalam kelas.

Provinsi Nama Bandar Udara Maskapai Penerbangan

Bandar udara merupakan salah satu infrastruktur penting yang diharapkan dapat
mempercepat pembangunan pariwisata nasional. Bandar udara berfungsi sebagai simpul
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   9  
 

pergerakan penumpang atau barang dari transportasi udara ke transportasi darat atau
sebaliknya.
Meningkatkan pergerakan penumpang dan barang diharapkan dapat menciptakan
peningkatan perekonomian. Pertumbuhan lalu-lintas udara secara langsung berpengaruh
menunjang laju pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan
sarana transportasi yang dapat menjangkau destinasi wisata yang jauh atau sulit dijangkau
oleh transportasi darat.
Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas
tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik
turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda
transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan,
serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. (Undang Undang No. 1 Tentang
Penerbangan dan PM.69 Tahun 2013 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional)
Salah satu peran bandar udara dalam pariwisata khususnya dunia ticketing adalah
sebagai simpul dalam jaringan transportasi udara yang digambarkan sebagai titik lokasi
bandar udara yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan sesuai
hierarki bandar udara.
Penggunaan bandar udara terdiri dari bandar udara internasional dan bandar udara
domestik. Bandar udara Internasional adalah bandar yang ditetapkan sebagai bandar
udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri dan rute penerbangan dari dan ke
luar negeri. Sedangkan bandar udara domestik adalah bandar yang ditetapkan sebagai
bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri.
Bandar udara ditetapkan sebagai bandar udara internasional dengan
mempertimbangkan :
a. Rencana induk nasional bandar udara
b. Pertahanan dan keamanan negara
c. Pertumbuhan dan perkembangan pariwisata
d. Kepentingan dan kemampuan angkutan udara nasional
e. Pengembangan ekonomi nasional dan perdagangan luar negeri
Di bawah ini daftar nama Bandara di Indonesia dilengkapi dengan Three Letter
Code (tiga huruf kode kota) yang sudah tercatat di International Air Transport Association
(IATA), baik untuk penerbangan domestik, penerbangan yang hanya ditempuh oleh jenis
penerbangan perintis maupun penerbangan internasional. Beberapa diantaranya
tidak/belum mempunyai kode kota yang tercatat di IATA sehingga belum mempunyai kode
IATA.
10   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Lengkapilah nama bandar udara yang masih kosong dari kota-kota tersebut.

Table 1 Daftar Bandar Udara di Indonesia

NAMA BANDAR
NO IATA LOKASI
UDARA

1 MLG Abdul Rachman Saleh Malang, Jawa Timur

2 RSK Abresso Ransiki, Manokwari, Papua

3 SRG Achmad Yani Semarang, Jawa Tengah

4 JOG Adi Sutjipto Yogyakarta, DI Yogyakarta

5 SOC Adi Sumarmo Solo, Jawa Tengah

6 AEG Aek Godang Padang Sidempuan, Sumatera Utara

7 ARD Pulau Alor Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur

8 AHI Amahai Amahai, Papua

9 MXB Andi Jemma Masamba, Sulawesi Selatan

10 AGD Anggi Anggi, Manokwari, Papua

11 AAS Apalapsili Apalapsili, Yalimo, Papua

12 ARJ Arso Arso, Keerom, Papua

13 AYW Ayawasi Ayawasi, Maybrat, Papua

14 BXB Babo Babo, Teluk Bintuni, Papua

15 BXD Bade Bade, Merauke, Papua

16 BXM Batom Batom, Jayawijaya, Papua

17 BTW Batulicin Batulicin, Kalimantan Selatan

18 BEJ Berau (Kalimaru) Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur

19 BUW Betoambari Bau Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   11  
 

NAMA BANDAR
NO IATA LOKASI
UDARA

20 GNS Binaka Gunungsitoli, Sumatera Utara

21 BUI Bokondini Bokondini, Tolikara, Papua

22 BJG Bolaang Bolaang Mogondow, Sulawesi Utara

23 BXT Bontang Bontang, Kalimantan Timur

24 LUW Bubung Luwuk, Sulawesi Tengah

25 Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka


TJQ Bulutumbang
Belitung

26 BYQ Bunyu Pulau Bunyu, Kalimantan Timur

27 TSY Cibeureum Tasikmalaya, Jawa Barat

28 CBN Cirebon Cirebon, Jawa Barat

29 MEQ Cut Nyak Dien Meulaboh, Aceh

30 SIQ Dabo Singkep, Riau

31 DOB Dobo Dobo, Kepulauan Aru, Maluku

32 LUV Dumatubin Langgur, Tual, Maluku Tenggara

33 KOE El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur

34 EWI Enarotali Enarotali, Paniai, Papua

35 BIK Frans Kaisiepo Biak, Papua

36 GLX Gamarmalamo Galela, Halmahera Utara

37 LKA Gewayentana Larantuka, Flores Timur

38 AKQ Gunung Batin Astraksetra, Tulang Bawang, Lampung

39 HLP Halim Perdanakusuma Jakarta

40 ABU Haliwen Atambua, Nusa Tenggara Timur


12   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

NAMA BANDAR
NO IATA LOKASI
UDARA

41 BTH Hang Nadim Batam, Riau

42 SMQ Haji Asan Sampit, Kalimantan Tengah

43 UPG Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan

44 BDO Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat

45 ILA Ilaga Ilaga, Papua

46 INX Inanwatan Inanwatan, Sorong Selatan, Papua

47 ENE Ipi Ende, Nusa Tenggara Timur

48 PKN Iskandar Muda Pangkalan Bun, Aceh

49 JKT Jakarta (city) Jakarta

50 RGT Japura Rengat, Riau

51 SOQ Jefman Sorong, Papua

52 FOO Jembruwo Numfor, Biak, Papua

53 SUB Juanda Surabaya, Jawa Timur

54 LBW Juvai Semaring Long Bawan, Kalimantan Timur

55 TRK Juwata Tarakan, Kalimantan Timur

56 KNG Kaimana Kaimana, Papua

57 PSJ Kasiguncu Poso, Sulawesi Tengah

58 KEQ Kebar Kebar, Manokwari, Papua

59 KLQ Keluang Keluang, Sumatera Selatan

60 KEI Kepi Kepi, Merauke, Papua

61 TNJ Kijang Tanjung Pinang, Kepulauan Riau


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   13  
 

NAMA BANDAR
NO IATA LOKASI
UDARA

62 LBJ Komodo Labuhan Bajo, Flores

63 TLI Lalos Toli Toli, Sulawesi Tengah

64 LHI Lereh Lereh, Jayapura, Papua

65 LSX Lhok Sukon Lhok Sukon (Lhoksukon), Aceh

66 LPU Long Apung Long Apung, Malinau, Kalimantan Timur

67 SBG Maimun Saleh Sabang, Aceh

68 MAL Mangole Mangole, Maluku Utara

69 MNA Melangguane Melangguane, Talaut, Sulawesi Utara

70 RDE Merdei Merdei, Teluk Bintuni, Papua

71 PDG Minangkabau Ketaping / Padang, Sumatera Barat

72 MDP Mindiptana Mindiptana, Boven Digoel, Papua

73 ONI Moanamani Moanamani, Dogiyal, Papua

74 MKQ Mopah Merauke, Papua

75 BMU Muhammad Salahuddin Bima, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

76 MPC Muko Muko Bengkulu

77 LII Mulia Mulia, Papua

78 PLW Mutiara Palu, Sulawesi Tengah

79 NBX Nabire Nabire, Papua

80 NAH Naha Naha, Sangihe, Sulawesi Utara

81 NAM Namlea Namlea, Buru, Maluku

82 NPO Nangapinoh Melawi, Kalimantan Barat


14   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

NAMA BANDAR
NO IATA LOKASI
UDARA

83 BJK Nangasuri Benjina, Maluku Tenggara

84 CPF Ngloram Cepu, Jawa Tengah

85 DPS Ngurah Rai Denpasar, Bali

86 NNX Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur

87 OKQ Okaba Okaba, Merauke, Papua

88 OKL Oksibil Oksibil, Pegunungan Bintang Papua

89 DJB Paalmerah Jambi

90 Padangkemiling
BKS Bengkulu
(Fatmawati Soekarno)

91 BJW Padhameleda Bajawa, Nusa Tenggara Timur

92 PGK Pangkalpinang Pangkal Pinang, Bangka-Belitung

93 PSU Pangsuma Putusibau, Kalimantan Barat

94 AMQ Pattimura Ambon, Maluku

95 PDO Pendopo Pendopo, Sumatera Selatan

96 DUM Pinang Kampai Dumai, Riau

97 OTI Pitu Morotai, Maluku

98 KNO Medan, Sumatera Utara

99 PCB Pondok Cabe Jakarta

100 Primapun Primapun

101 TKG Radin Inten II (Branti) Bandar Lampung, Lampung

102 KTG Rahadi Usman Ketapang, Kalimantan Barat

103 NTX Ranai Natuna, Kepulauan Riau


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   15  
 

NAMA BANDAR
NO IATA LOKASI
UDARA

104 MKW Rendani Manokwari, Papua

105 RKO Rokot Sipora, Sumatera Barat

106 MDC Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara

107 SQN Sanana Sanana, Maluku Utara

108 SAE Sangir Sangir, Sulawesi Utara

109 TSX Santan Tanjung Santan, Kalimantan Timur

110 RTG Satartacik Ruteng, Nusa Tenggara Timur

111 SXK Saumlaki Saumlaki, Maluku

112 AMI Selaparang Mataram, Nusa Tenggara Barat

113 SEH Senggeh Senggeh, Papua

114 DJJ Sentani Jayapura, Papua

115 BPN Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur

116 KBU Setagen Kotabaru, Kalimantan Selatan

117 Lubuk Linggau, Musi Rawas, Sumatera


LLG Silampari
Selatan

118 SQT Silangit Siborong-borong, Sumatera Utara

119 CGK Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten

120 SQR Soroako Soroako, Sulawesi Selatan

121 TTE Sultan Babullah Ternate, Maluku

122 Sultan Iskandar Muda


BTJ Banda Aceh, Aceh
(Blang Bintang)

123 Sultan Mahmud


PLM Palembang, Sumatera Selatan
Badaruddin II
16   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

NAMA BANDAR
NO IATA LOKASI
UDARA

124 Sultan Syarif Kasim II


PKU Pekanbaru, Riau
(Simpang Tiga)

125 SWQ Sumbawa Besar Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

126 TJB Sunjai Bati Tanjung Balai, Sumatera Utara

127 PNK Supadio Pontianak, Kalimantan Barat

128 SQG Susilo Sintang, Kalimantan Barat

129 BDJ Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan

130 TAX Taliabu Taliabu, Maluku Utara

131 TMC Tambolaka Waikabubak, Nusa Tenggara Timur

132 MJU Tampa Padang Mamuju, Sulawesi Barat

133 TNB Tanah Grogot Tanah Grogot, Kalimantan Timur

134 TMH Tanah Merah Tanah Merah, Boven Digoel, Papua

135 TXM Teminabuan Teminabuan, Sorong, Papua

136 SRI Temindung Samarinda, Kalimantan Timur

137 TPK Teuku Cut Ali Tapak Tuan, Aceh

138 TIM Timika Tembagapura, Papua

139 PKY Tjilik Riwut (Panarung) Palangkaraya, Kalimantan Tengah

140 FKQ Torea Fak Fak, Papua

141 SUP Trunojoyo Sumenep, Madura

142 CXP Tunggul Wulung Cilacap, Jawa Tengah

143 WET Wagethe Wagethe, Papua

144 MOF Wai Oti Maumere, Nusa Tenggara Timur


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   17  
 

NAMA BANDAR
NO IATA LOKASI
UDARA

145 WGP Waingapu Waingapu, Nusa Tenggara Timur

146 WMX Wamena Wamena, Papua

147 WAR Waris Waris, Papua

148 TJS Warukin Tanjung Selor, Kalimantan Timur

149 WSR Wasior Wasior, Teluk Wondama, Papua

150 KDI Wolter Monginsidi Kendari, Sulawesi Tenggara

TAHUKAH KAMU
Undang-Undang yang mengatur bandar udara adalah Undang Undang No. 1 Tahun 2009
Tentang Penerbangan dan PM.69 Tahun 2013 tentang Tatanan Kebandarudaraan
Nasional

3. Rangkuman
Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas
tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik
turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda
transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan,
serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.
Penggunaan bandar udara terdiri dari bandar udara internasional dan bandar udara
domestik. Bandar udara Internasional adalah bandar yang ditetapkan sebagai bandar
udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri dan rute penerbangan dari dan ke
luar negeri. Sedangkan bandar udara domestik adalah bandar yang ditetapkan sebagai
bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri.

4. Tugas
Perhatikan diagram lalu lintas pesawat domestik dan internasional di bandar udara
Soekarno Hatta di bawah. Diskusikan dalam kelompokmu informasi diagram berikut
kemudian presentasikan hasil diskusi kalian.
18   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Sumber : http://hubud.dephub.go.id
Gambar 2 Diagram Lalu Lintas Peawat Domestik

Sumber : http://hubud.dephub.go.id
Gambar 3 Diagram Lalu lintas Pesawat Internasional
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   19  
 

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami yang dimaksud bandar udara

2 Memahami peran bandar udara

3 Mengetahui bandar - bandar udara di Indonesia

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan
sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang,
bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang
dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas
pokok dan fasilitas penunjang lainnya adalah
a. Bandar Udara
b. Mass Rapid Transit
c. Pelabuhan
d. Stasiun
e. Terminal

2) Bandar yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam
negeri dan rute penerbangan dari dan ke luar negeri adalah
a. Bandar udara Internasional
b. Bandar udara domestik
c. Bandar udara besar
d. Bandar udara kecil
e. Bandar udara regional

3) Bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan
dalam negeri adalah
a. Bandar udara Internasional
b. Bandar udara domestik
c. Bandar udara besar
d. Bandar udara kecil
20   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

e. Bandar udara regional

4) Sebagai simpul dalam jaringan transportasi udara yang digambarkan sebagai titik
lokasi bandar udara yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan
sesuai hierarki bandar udara merupakan
a. Fungsi Bandar Udara
b. Manfaat Bandar Udara
c. Peran Bandar Udara
d. Tugas Bandar Udara
e. Syarat Bandar Udara

5) Berikut ini bukan pertimbangan ditetapkannya Bandar udara sebagai bandar udara
internasional
a. Rencana induk nasional bandar udara
b. Pertahanan dan keamanan negara
c. Pertumbuhan dan perkembangan politik
d. Kepentingan dan kemampuan angkutan udara nasional
e. Pengembangan ekonomi nasional dan perdagangan luar negeri

6) Apa nama bandar udara untuk kota Jakarta?


a. Adi Sumarmo
b. Adi Sucipto
c. Juanda
d. Husein Sastranegara
e. Halim Perdana Kusuma

7) Apa nama bandar udara untuk kota Surabaya?


a. Adi Sumarmo
b. Adi Sucipto
c. Juanda
d. Husein Sastranegara
e. Halim Perdana Kusuma

8) Apa nama bandar udara untuk kota Solo?


a. Adi Sumarmo
b. Adi Sucipto
c. Juanda
d. Husein Sastranegara
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   21  
 

e. Halim Perdana Kusuma

9) Apa nama bandar udara untuk kota Yogyakarta?


a. Adi Sumarmo
b. Adi Sucipto
c. Juanda
d. Husein Sastranegara
e. Halim Perdana Kusuma

10) Apa nama bandar udara untuk kota Bandung?


a. Adi Sumarmo
b. Adi Sucipto
c. Juanda
d. Husein Sastranegara
e. Halim Perdana Kusuma

B. Kegiatan Belajar 2 : Pembagian Wilayah Waktu


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Mengidentifikasi Pembagian Wilayah
Waktu di Indonesia dengan benar
b) Mempresentasikan Pembagian Wilayah
Waktu di Indonesia dengan baik

2. Aktivitas siswa
22   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Amati gambar di bawah ini kemudian lengkapilah tabel di bawah.

Gambar 4 Pembagian Waktu di Indonesia

Waktu Indonesia Barat

Provinsi Ibu kota


No
Aceh Banda Aceh
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
Waktu Indonesia Tengah

Provinsi Ibu kota


No
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   23  
 

Bali Denpasar
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Waktu Indonesia Timur

Provinsi Ibu kota


No
Maluku Ambon
1
2
3
4

Indonesia sering disebut dengan negara kepulauan karena memiliki sekitar 17.504
pulau (menurut data tahun 2004), dari jumlah tersebut, terdapat 5 pulau besar yaitu
Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua.
Letak astronomis Indonesia adalah 6o LU – 11o LS dan antara 95o BT – 141o BT,
pengaruh dari letak garis bujur adalah Indonesia memiliki perbedaan waktu yang dibagi
menjadi tiga daerah yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA)
dan Waktu Indonesia Timur (WIT).
WIB mencakup Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
(GMT+7). WITA mencakup Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Bali, Kalimantan
Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (GMT+8). WIT mencakup Maluku dan
Papua (GMT+9).

Universal Time Coordinated (UTC)


UTC menggantikan Greenwich Mean Time (GMT) sebagai standar waktu dunia.
UTC didasarkan pada pengukuran atom daripada rotasi bumi. Greenwich Mean Time
(GMT) masih standar zona waktu untuk Meridian (Bujur Nol).
24   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Pada 1884 Konferensi Meridian Internasional yang diselenggarakan di Washington,


DC, Amerika Serikat waktu surya rata-rata lokal di Royal Observatory, Greenwich di
Inggris dipilih untuk menentukan Hari Universal. Dihitung dari 0 jam pada tengah malam
rata-rata. Ini menyetujui dengan Greenwich Mean Time (GMT) sipil, yang digunakan di
Inggris sejak 1847.
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   25  
 

Sumber : http://upload.wikimedia.org
Gambar 5 Universal Time Coordinated
26   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

3. Rangkuman
Pengaruh dari letak garis bujur adalah Indonesia memiliki perbedaan waktu yang
dibagi menjadi tiga daerah yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah
(WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Universal Time Coordinated (UTC)
menggantikan Greenwich Mean Time (GMT) sebagai standar waktu dunia. UTC
didasarkan pada pengukuran atom daripada rotasi bumi.

4. Tugas
Diskusikan dalam kelompokmu hubungan antara pembagian wilayah waktu di
Indonesia dengan waktu penerbangan kemudian presentasikan hasil diskusi kelompokmu.

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami pembagian waktu WIB

2 Memahami pembagian waktu WITA

3 Memahami pembagian waktu WIT

4 Memahami pembagian waktu dunia

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Standar waktu dunia yang didasarkan pada pengukuran atom adalah
a. GMT
b. UTC
c. WIB
d. WITA
e. WIT

2) Standar waktu dunia yang didasarkan pada rotasi bumi adalah


a. GMT
b. UTC
c. WIB
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   27  
 

d. WITA
e. WIT

3) Di bawah ini adalah kota yang termasuk ke dalam WIB


a. Denpasar
b. Medan
c. Ternate
d. Tarakan
e. Sorong

4) Di bawah ini adalah kota yang termasuk ke dalam WITA


a. Denpasar
b. Medan
c. Ternate
d. Serang
e. Merauke

5) Di bawah ini adalah kota yang termasuk ke dalam WIT


a. Gorontalo
b. Medan
c. Ternate
d. Banda Aceh
e. Balikpapan

6) Berapakah selisih waktu antara Medan dengan Makassar?


a. Satu Jam
b. Dua Jam
c. Tiga Jam
d. Empat Jam
e. Lima Jam

7) Berapakah selisih waktu antara Palembang dengan Timika?


a. Satu Jam
b. Dua Jam
c. Tiga Jam
d. Empat Jam
e. Lima Jam
28   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

8) Berapakah selisih waktu antara Merauke dengan Manado?


a. Satu Jam
b. Dua Jam
c. Tiga Jam
d. Empat Jam
e. Lima Jam

9) Berapakah selisih waktu antara Jakarta dengan New York?


a. Tujuh Jam
b. Delapan Jam
c. Sembilan Jam
d. Sepuluh Jam
e. Sebelas Jam

10) Berapakah selisih waktu antara Jakarta dengan Amsterdam?


a. Delapan Jam
b. Sembilan Jam
c. Sepuluh Jam
d. Sebelas Jam
e. Dua Belas Jam

C. Kegiatan Belajar 3 : Freedom of Air


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan kamu


dapat :
a) Menjelaskan Freedom Of Air dengan benar
b) Mempresentasikan Freedom Of Air
dengan baik
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   29  
 

2. Aktivitas siswa
Amati gambar di bawah ini :

Sumber : www.internasional.kompas.com
Gambar 6 Jalur Penerbangan

Pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH-17 bernomor ekor 9M-MRD yang


terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, jatuh di sebelah timur Ukraina. Pesawat
jenis Boeing 777-200ER itu dilaporkan jatuh di antara wilayah Rusia dan Ukraina bagian
timur pada Kamis sore, 17 Juli 2014.
Pesawat ini jatuh 50 sampai 80 kilometers (31 hingga 50 mil) sebelum memasuki
ruang udara Rusia. Laporan awal Reuters menyatakan bahwa pemerintah Ukraina
menduga pesawat ini ditembak oleh rudal permukaan-ke-udara “Buk” pada ketinggian
10.000 m (33,000 kaki). Sekitar pukul 15:30 UTC, Malaysian Airlines melaporkan via Twitter
bahwa mereka hilang kontak dengan MH17. (sumber : www.wordpress.com)
30   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Sumber : www.merdeka.com
Gambar 7 Radar Penerbangan Eropa

Merdeka.com - Sebuah peta yang ditayangkan oleh situs Flightradar, Jumat (18/7)
menunjukkan data mencengangkan betapa hampir semua maskapai penerbangan
menghindari wilayah udara Ukraina. Dalam peta tersebut tampak wilayah udara Ukraina
kosong dari lintasan penerbangan.
Dari peta itu, penerbangan dari arah Asia banyak yang memilih wilayah udara di
atas negara-negara kawasan Balkan seperti Rumania dan negara pecahan Yugoslavia.
Sementara banyak pula yang berbelok menghindari wilayah udara Ukraina memilih jalur di
atas Rusia.

Diskusikan dalam kelompokmu, penyebab terjadinya kecelakaan tersebut dan


akibatnya bagi kerjasama kedua negara.
Penyebab

Freedom of Air diartikan sebagai kebebasan udara adalah seperangkat hak


penerbangan komersial yang diberikan oleh suatu negara termasuk hak untuk masuk di
wilayah udara negara lain. Freedom of air ini dirumuskan sebagai akibat dari adanya
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   31  
 

perselisihan tingkat liberalisasi penerbangan di Konvensi Penerbangan Sipil Internasional


1944, yang dikenal sebagai konvensi Chicago. Amerika Serikat telah menyerukan satu set
standar hak udara terpisah yang akan dinegosiasikan antara negara-negara, tetapi
sebagian besar negara-negara lain khawatir bahwa ukuran perusahaan penerbangan AS
akan mendominasi perjalanan udara jika tidak ada aturan ketat. Kebebasan udara adalah
blok bangunan dasar dari jaringan internasional rute penerbangan komersial. Penggunaan
'kebebasan' syarat dan 'benar' memberi hak untuk mengoperasikan layanan penerbangan
internasional hanya dalam lingkup perjanjian multilateral dan bilateral (perjanjian layanan
udara) yang memungkinkan mereka.
Dua freedom yang pertama menyangkut kebebasan melintasnya pesawat
komersial melalui wilayah udara asing dan bandara, kebebasan lainnya adalah tentang
membawa orang, surat atau dokumen dan kargo internasional. Yang pertama melalui
kebebasan kelima secara resmi disebutkan oleh perjanjian internasional, khususnya
Konvensi Chicago. Beberapa kebebasan lain telah ditambahkan, dan meskipun sebagian
besar tidak diakui secara resmi di bawah perjanjian internasional mereka telah disetujui
oleh sejumlah negara. Kebebasan yang lebih rendah bernomor relatif yang universal
sedangkan yang lebih tinggi bernomor yang jarang dan lebih kontroversial. Perjanjian
kawasan udara bebas Liberal sering merupakan bentuk pembatasan perjanjian layanan
udara dan dapat mencakup banyak hal, jika tidak semua kebebasan. Mereka relatif
jarang terjadi tetapi contoh termasuk pasar penerbangan tunggal baru-baru ini di Uni Eropa
dan di antara Australia dan Selandia Baru.
Kebebasan dari udara berlaku untuk penerbangan komersial. 'Kebebasan'
syarat dan 'benar' adalah cara singkat untuk merujuk pada jenis layanan internasional
perizinan antara dua atau lebih negara. Bahkan ketika layanan tersebut diperbolehkan
oleh negara, penerbangan masih menghadapi pembatasan untuk mengakses mereka oleh
ketentuan perjanjian atau karena alasan lain. Tabel berikut ini akan menjelaskan
kesembilan freedom of air tersebut di atas dan contohnya.

Table 2 9 Freedom Of Air

Freedom Penjelasan Contoh

Dari Toronto ke Mexico City dengan


Hak untuk terbang melewati wilayah
I penerbangan Canada terbang diatas
udara negara lain tanpa mendarat.
wilayah Amerika Serikat
32   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Hak untuk mengisis bahan bakar


Dari Toronto ke Mexico City dengan
atau melakukan perbaikan di Negara
maskapai penerbangan milik
II lain/asing tanpa menurunkan
Canada mengisi bahan bakar di
ataupun menaikan penumpang
wilayah Amerika Serikat
maupun barang cargo.

Dari Toronto (Canada) –ke Chicago


Hak untuk terbang dari Negara asal (Amerika Serikat) menggunakan
III
maskapai penerbangan ke Negara maskapai penernbangan milik
lain Canada.

Dari Toronto (Canada) ke Chicago


Hak untuk terbang dari Negara lain ke (Amerika Serikat) Menggunakan
IV
Negara asal maskapai penerbangan. masakapai penerbangan milik
Amerika Serikat.

Hak untuk terbang antara dua


Negara asing/lain dimana Negara Dari Doha (Qatar) ke Bangkok
asal keberangkatan atau Negara (Tahiland) kemudian ke Kuala Lumpur
V
tujuan penerbangan merupakan (Malaysia) menggunakan maskapai
Negara asal maskapai penrbangan Qatar.
penerbangan.

Hak untuk terbang dari satu Negara


Dari Dubai (Emirat Arab) ke Cairo
asing/lain ke Negara asing/lainnya dan
(Mesir) ke Paris (Prancis)
VI melakukan pemberhentian diluar
menggunakan maskapai
alasan tehnik di Negara asal maskapai
penerbangan Milik Mesir.
penerbangan.

Dari Kuala Lumpur (Malaysia) ke


Hak untuk terbang antara dua Negara
Jakarta (Indonesia) menggunakan
VII asing/lain tetapi tidak terbang ke
maskapai penerbangan milik
Negara asal maskapai penerbangan.
Negara Italia.

Dari Chicago (Amerika Serikat) Ke


Hak untuk terbang didalam Negara
New York City (Amerika Serikat) Ke
asing/lain kemudian melanjutkan
VIII Toronto (Canada) menggunakan
penerbangan ke Negara asal
masakapai penerbangan milik
maskapai penerbangan.
negara Canada

hak untuk terbang di dalam Dari Beijing ke Shanghai


IX negeri negara asing tanpa menggunakan maskapai
melanjutkan ke negara sendiri penerbangan Italia

Sumber : Nurul Aini; 2014


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   33  
 

Berikut ini adalah diagram yang menunjukkan Freedom Penerbangan. Lingkaran


warna biru menunjukkan pasar wilayah operasi domestik perusahaan penerbangan dan
lingkaran warna merah atau kuning menunjukkan pasar wilayah operasi luar negeri.

Sumber : www.wikipedia.com
Gambar 8 Diagram Freedom Of Air

Flight Information Region (FIR)


Majalah Detik - Negeri Singapura mengendalikan wilayah udara di seputar Kepri
selama 68 tahun atau tepatnya sejak 1946. International Civil Aviation Organization (ICAO)
adalah pihak yang memandatkan Singapura mengontrol lalu lintas udara di wilayah itu.
Pertimbangannya, negeri jiran tersebut dianggap lebih mumpuni dalam hal kelengkapan
radar maupun alat pemantau keselamatan penerbangan.
34   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Flight information region (FIR) di wilayah udara itu masih dikendalikan Singapura
hingga 2024. Dasarnya adalah keputusan ICAO dalam pertemuan negara-negara anggota
organisasi penerbangan sipil dunia itu yang digelar di Bangkok, Thailand, pada akhir 2013.
“Jika suatu negara mendelegasikan ruang udaranya kepada negara lain,maka
tanggung jawab terhadap pengelolaan ATS tersebut di atas teritori negara yang
bersangkutan, tidak akan mengesampingkan kedaulatan negara yang mendelegasikan.
Dengan kata lain, negara lain yang mengelola hanya terbatas pada permasalahan teknis
dan operasional, dan tidak akan keluar dari konteks keselamatan dan kelancaran arus lalu
lintas yang menggunakan airspace dimaksud. Selanjutnya dibutuhkan suatu perjanjian
antara kedua belah pihak yang berisi persyaratan-persyaratan tentang pelayanan yang
mencakup fasilitas dan tingkat pelayanan yang akan diberikan. Diharapkan negara yang
mendelegasikan dapat menerima ketentuan di atas dan tidak akan merubah ketentuan-
ketentuan yang telah dibuattanpa adanya persetujuan dari negara yang memberikan
pelayanan lalu lintas penerbangan. Keduanya dapat menghentikan kesepakatan yang telah
dicapai sewaktu-waktu.” (Konvensi Chicago Artikel 22,68 dan Annex 11 Paragraf 2.1)

Diskusikan dalam kelompokmu mengenai dampak dari permasalahan diatas,


kemudian presentasikan dalam kelas.
Dampak Rekomendasi

3. Rangkuman
Freedom of Air diartikan sebagai kebebasan udara adalah seperangkat hak
penerbangan komersial yang diberikan oleh suatu Negara termasuk hak untuk masuk di
wilayah udara negara lain.

4. Tugas
Coba anda jelaskan manfaat dari freedom of air bagi negara-negara di dunia.

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   35  
 

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami definisi Freedom Of Air

2 Memahami 9 Freedom Of Air

3 Memahami Flight information region (FIR)

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Seperangkat hak penerbangan komersial yang diberikan oleh suatu negara termasuk
hak untuk masuk di wilayah udara negara lain adalah definisi dari ......
a. Flight information region
b. Flight Radar
c. Flight Attendant
d. Freedom of Air
e. Free Of Charge

2) Freedom Of Air berdasarkan konvensi Chicago memiliki …... tingkatan.


a. 5
b. 6
c. 7
d. 8
e. 9

3) Hak untuk terbang melewati wilayah udara negara lain tanpa mendarat merupakan
freedom of air tingkat ......
a. I
b. III
c. IV
d. VII
e. VIII

4) Hak untuk terbang dari negara asal maskapai penerbangan ke negara lain merupakan
freedom of air tingkat ......
a. I
b. III
36   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

c. IV
d. VII
e. VIII

5) Hak untuk terbang dari negara lain ke negara asal maskapai penerbangan merupakan
freedom of air tingkat ......
a. I
b. III
c. IV
d. VII
e. VIII

6) Hak untuk terbang antara dua negara asing/lain tetapi tidak terbang ke negara asal
maskapai penerbangan merupakan freedom of air tingkat ......
a. I
b. III
c. IV
d. VII
e. VIII

7) Hak untuk terbang didalam negara asing/lain kemudian melanjutkan penerbangan ke


negara asal maskapai penerbangan merupakan freedom of air tingkat ......
a. I
b. III
c. IV
d. VII
e. VIII

8) merupakan diagram freedom of air tingkat ......


a. V
b. VI
c. VII
d. VIII
e. IX

9) Negera tetangga yang masih mengendalikan sebagian wilayah udara di seputar


Kepulauan Riau adalah
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   37  
 

a. Filipina
b. Malaysia
c. Brunai Darussalam
d. Singapura
e. Thailand

10) Pertemuan internasional yang mengatur tentang Flight information region adalah
a. Konvensi APEC
b. Konvensi Asia Afrika
c. Konvensi Chicago
d. Konvensi Jenewa
e. Konvensi Toronto

D. Kegiatan Belajar 4 : Organisasi Dalam Penerbangan


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Menjelaskan Organisasi Dalam
Penerbangan dengan benar
b) Mempresentasikan Organisasi Dalam
Penerbangan dengan baik
38   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

2. Aktivitas siswa
Amati gambar di bawah ini.

Sumber : http://thetourismschool.wordpress.com
Gambar 9 IATA Traffic Conference Areas

Diskusikan dalam kelompok anda alasan IATA membagi dunia menjadi 3 bagian.
Alasan anda

IATA (International Air Transport Association)

International Air Transport Association (Asosiasi


Pengangkutan Udara Internasional; disingkat IATA) adalah sebuah
organisasi perdagangan internasional yang terdiri dari maskapai-
maskapai penerbangan dunia. IATA bermarkas di Montreal,
Kanada. Maskapai-maskapai penerbangan anggotanya diberikan
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   39  
 

kelonggaran khusus sehingga dapat mengkonsultasikan harga antara sesama anggota


melalui organisasi ini. IATA juga bertugas menjalankan peraturan dalam pengiriman
barang-barang berbahaya dan menerbitkan panduan Peraturan Barang-barang Berbahaya
IATA (IATA Dangerous Goods Regulations).
Didirikan pada April 1945 di Havana, Kuba, IATA adalah penerus Asosiasi Lalu
Lintas Udara Internasional (International Air Traffic Association) yang didirikan di Den
Haag pada tahun 1919, tahun saat penerbangan berjadwal internasional yang pertama di
dunia dilaksanakan. Tujuan utamanya adalah untuk membantu maskapai-maskapai
penerbangan untuk bersaing secara sah dan mencapai keseragaman dalam penetapan
harga.
Saat didirikan, IATA beranggotakan 57 anggota dari 31 negara, sebagian besar di
Eropa dan Amerika Utara. IATA kini mempunyai lebih dari 270 anggota dari lebih dari 140
negara di dunia.
IATA membagi wilayah dunia menjadi 3 wilayah, yaitu: Area 1, Area 2 dan Area 3
dan sering disebut juga dengan TC 1, TC 2, dan TC 3. Pembagian wilayah tersebut
berdasarkan penerapan dari airfare dan ketentuan-ketentuan IATA.

Area 1 (TC1) meliputi:


• Seluruh negara di Utara dan Selatan benua Amerika serta pulau-pulau yang
berdekatan dengan benua Amerika.
• Central Amerika
• Greenland
• Bermuda
• West Indies dan pulau-pulau di laut Karibia.
• Kepulauan Hawaii termasuk Midway dan Palmyra.

Area 2 (TC2) meliputi:


• Seluruh negara yang terdapat di benua Eropa serta pulau-pulau yang berdekatan
dengan benua Eropa.
• Sebagian dari negara-negara Federasi Rusia di sebelah barat pegunungan Ural.
• Islandia
• Azores
• Seluruh negara di Afrika dan kepulauan yang berdekatan dengan benua Afrika.
• Sebagian negara-negara di Asia yang terdapat di sebelah barat pegunungan Ural,
termasuk juga Iran.
40   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Area 3 (TC3) meliputi:


• Seluruh negara-negara di Asia termasuk pulau-pulau yang berdekatan dengan benua
Asia, kecuali negara yang termasuk pada area 2 (dua).
• Sebagian negara-negara federasi Rusia di sebelah timur pegunungan Ural.
• Seluruh kepulauan di India Selatan, Australia dan Selandia Baru.
• Kepulauan di lautan Pacific, kecuali yang sudah termasuk dalam Area 1.

Selain pembagian 3 area tersebut, IATA juga membagi masing – masing area
menjadi beberapa sub area, antara lain :

Area 1:
1.1. North America (Canada, USA, Mexico,)
1.2. Central America (Belize, Costa Rica, El Salvador, Guatemala, Honduras, Nicaragua)
1.3. Caribbean Area (Bahamas, Bermuda, Caribbean Islands*, Guyana, French Guiana,
Suriname)
1.4. South America ( Argentina, Bolivia, Brazil, Chile, Colombia, Ecuador, French Guiana,
Guyana, Panama, Paraguay, Peru, Suriname, Uruguay, Venezuela)

Yang termasuk dalam *Caribbean Island antara lain: (Anguilla, Antigua dan
Barbuda, Aruba, Barbados, Cayman Islands, Cuba, Dominica, Dominican Republik,
Grenada, Guadeloupe, Haiti, Jamaica, Martinique, Montserrat, Netherlands Antilles, St Kitts
dan Nevis, St. Lucia, St. Vincent, Trinidad dan Tobago, Virgin Islands.

By Atlantic Subdivisions:
1.1 North Atlantic (Canada, Greenland, Mexico, USA termasuk Alaska, Hawaii, Puerto
Rico dan US Virgin Islands)
1.2 Mid Atlantic (Caribbean Area, Central America, South America kecuali Argentina,
Brazil, Chile, Paraguay, Uruguay)
1.3 South Atlantic, hanya negara-negara ABCPU (Argentina, Brazil, Chile, Paraguay dan
Uruguay)

Area 2
2.1. Europe
Albania Liechtenstein
Algeriua Lithuania
Andorra Luxemburg
Armenia Macedonia
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   41  
 

Austria Malta
Azerbaijan Rep. of Moldova
Belarus Monaco
Belgium Morocco Netherlands
Bosnia Herzegovina Bulgaria Norway
Croatia Poland
Cyprus Portugal
Czech Republik Madeira
Denmark Romania
Estonia Russia in Europe (RU)
Faroe Islands San Marino
Finland Serbia & Montenegro
France Slovakia
Georgia Slovenia
Germany Gibraltar Spain
Greece Sweden
Hungary Switzerland
Iceland Tunisia
Rep. of Ireland Turkey
Italy Ukraine
Latvia United Kingdom

Di Eropa juga terkenal dengan sub grupnya seperti, Scandinavia yang terdiri dari
negara Denmark, Norway dan Sweden.

2.2. Africa, terbagi lagi dalam:


• Central Africa, terdiri dari: Malawi, Zambia, Zimbabwe.
• Eastern Africa, terdiri dari: Burundi, Djibouti, Eritrea, Ethiopia, Kenya, Rwanda,
Somalia, Tanzania, Uganda.
• Southern Africa, terdiri dari: Botswana, Lesotho, Mozambique, South Africa,
Namibia, Swaziland.
• Libya, hanya terdiri dari: Libyan Arab Jamahiriya.
• Indian Ocean Islands, terdiri dari: Comoros, Madagascar, Mauritius, Mayotte,
Reunion, Seychelles.
• Western Africa, terdiri dari: Angola, Benin, Burkina Faso, Cameroon, Cape Verde,
Central African Republic, Chad, Cote d’ Ivoire (Pantai gading), Demokratic Republik
Kongo, Gabon, Gambia, Ghana, Gunea, Bissau, Liberia, Mali, Mauritania, Niger,
Nigeria, Senegal, Sierra Leone, Togo.
42   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

2.3. Middle East


Bahrain Oman
Egypt Qatar
Iran Saudi Arabia
Iraq Sudan
Israel United Arab Emirates
Jordan Syrian Arab Republic
Kuwait Rep. of Yemen
Lebanon

Area 3:
3.1. South East Asia (SEA)
Brunei Darussalam Malaysia
Cambodia Marshall Islands
China (tidak termasuk Hong Kong dan Micronesia
Macao) Mongolia
ChineseTaipe (Taiwan) Myanmar
Christmas Island Northern Mariana Islands
Cocos Islands Palau
Guam Philippines
Hong Kong (Special Administrative Rusia in Asia (XU)
Region, China) Singapore
Indonesia Tajikistan
Kazakhstan Thailand
Kyrgyzstan Timor Leste
Laos Turkmenistan
Macao (Special Administrative Region Uzbekistan
China) Vietnam

3.2. South Asian Subcontinent (SASC)

Afghanistan Maldives
Bangladesh Nepal
Bhutan Pakistan
India Sri Lanka

3.3. Japan Korea, terdiri dari:


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   43  
 

Japan, Democratic Republic of Korea (KORSEL), Republic of Korea (KORUT).

3.4. South West Pacific (SWP)

American Samoa Niue


Australia Papua New Guinea
Cook Islands Samoa
Fiji Solomon Islands
French Polinesia Tonga
Kiribati Tuvalu
Nauru Vanuatu
New Caledonia Wallis & Futuna Islands
New Zealand

ICAO (International Civil Aviation Organization)

Kode bandar udara ICAO adalah kode yang terdiri dari


empat digit alfanumerik yang diberikan kepada setiap
bandar udara di seluruh dunia. Kode ini diatur oleh
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (bahasa
Inggris: International Civil Aviation Organization
disingkat ICAO). Kode ICAO digunakan oleh pengatur
lalu-lintas udara (air traffic control) dan maskapai
penerbangan. Kode ini tidak sama dengan kode bandar udara IATA yang digunakan di
reservasi dan penanganan bagasi. Kode ICAO juga digunakan untuk mengidentifikasi
lokasi lain seperti stasiun cuaca.
Peta dunia pengelompokkan daerah-daerah dunia berdasarkan huruf pertama kode
bandar udara ICAO. Tidak seperti kode IATA, kode ICAO memiliki struktur regional
sehingga tidak akan saling duplikasi dan lebih teratur. Secara umum, digit pertama untuk
mengidentifikasi benua, sebuah negara atau sekelompok negara di dalam benua tersebut.
Digit kedua digunakan untuk mengidentifikasi negara di dalam benua tersebut. Dua digit
terakhir adalah untuk mewakili setiap bandar udara. Ada beberapa pengecualian dimana
pada beberapa negara besar, dimana satu kode pada digit pertama dialokasikan negara
tersebut dan tiga digit terakhir untuk bandar udara di negara itu.
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (bahasa Inggris: International Civil
Aviation Organization, ICAO) adalah sebuah lembaga khusus Perserikatan Bangsa-
Bangsa yang didirikan pada tahun 1944 setelah penandatanganan Konvensi Penerbangan
44   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Sipil Internasional (Chicago Convention). Lembaga ini mengembangkan teknik dan prinsip-
prinsip navigasi udara internasional serta membantu perkembangan perencanaan dan
pengembangan angkutan udara internasional untuk memastikan pertumbuhannya
terencana dan aman.
ICAO bekerja dengan 191 negara anggota Konvensi dan organisasi penerbangan
dunia untuk mengembangkan standar - standar internasional dan Standards and
Recommended Practices (SARPs) yang negara – negara referensikan ketika
mengembangkan peraturan penerbangan sipil nasional mereka.
Dewan ICAO mengadopsi standar dan merekomendasikan praktik mengenai
penerbangan, pencegahan gangguan campur tangan yang ilegal, dan pemberian
kemudahan prosedur lintas negara untuk penerbangan sipil internasional.

3. Rangkuman
International Air Transport Association (IATA) adalah sebuah organisasi
perdagangan internasional yang terdiri dari maskapai-maskapai penerbangan. Selain
IATA, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) adalah sebuah lembaga
Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lembaga ini mengembangkan teknik dan prinsip-prinsip
navigasi udara internasional serta membantu perkembangan perencanaan dan
pengembangan angkutan udara internasional untuk memastikan pertumbuhannya
terncana dan aman.

4. Tugas
Selain IATA dan ICAO, coba anda jelaskan dengan singkat organisasi nasional maupun
internasional yang terkait penerbangan di bawah ini.
Organisasi Penjelasan

UFTA

FATA

ASEANTA
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   45  
 

ASITA

ASTINDO

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :
No Elemen Ya Tidak
1 Menjelaskan organisasi IATA

2 Menjelaskan organisasi ICAO

3 Menjelaskan organisasi lain terkait penerbangan


nasional dan internasional

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Lembaga yang mengembangkan teknik dan prinsip-prinsip navigasi udara internasional
serta membantu perkembangan perencanaan dan pengembangan angkutan udara
internasional untuk memastikan pertumbuhannya terncana dan aman adalah
a. IATA
b. ICAO
c. ILO
d. FAO
e. PBB

2) Organisasi perdagangan internasional yang terdiri dari maskapai-maskapai


penerbangan adalah
a. IATA
b. ICAO
c. ILO
d. FAO
e. PBB
46   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

3) Berikut ini yang bukan termasuk wilayah Area 1 adalah


a. Central Amerika
b. Greenland
c. Kepulauan Hawaii termasuk Midway dan Palmyra.
d. Seluruh kepulauan di India Selatan, Australia dan Selandia Baru.
e. West Indies dan pulau-pulau di laut Karibia.

4) Berikut ini yang bukan termasuk wilayah Area 2 adalah


a. Azores
b. Islandia
c. Sebagian dari negara-negara Federasi Rusia di sebelah timur pegunungan
Ural.
d. Sebagian dari negara-negara Federasi Rusia di sebelah barat pegunungan
Ural.
e. Seluruh negara di Afrika dan kepulauan yang berdekatan dengan benua Afrika.

5) New Zealand dan Papua New Guinea berada di wilayah TC 3 dengan sub area .....
a. Europe
b. Middle East
c. South Asian Subcontinent
d. South East Asia
e. South West Pacific

6) Asosiasi travel agent tingkat dunia adalah


a. ASEANTA
b. ASITA
c. ASTINDO
d. FATA
e. UFTA

7) Asosiasi perjalanan tingkat ASEAN adalah


a. ASEANTA
b. ASITA
c. ASTINDO
d. FATA
e. UFTA

8) Asosiasi pariwisata tingkat ASEAN adalah


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   47  
 

a. ASEANTA
b. ASITA
c. ASTINDO
d. FATA
e. UFTA

9) Asosiasi travel agent Indonesia adalah


a. ASEANTA
b. ASITA
c. ASTINDO
d. FATA
e. UFTA

10) Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia adalah


a. ASEANTA
b. ASITA
c. ASTINDO
d. FATA
e. UFTA
48   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

E. Kegiatan Belajar 5 : Three Letter Code


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Menyebutkan kode kota dengan tepat
b) Menggunakan kode kota dengan tepat

2. Aktivitas siswa
Three letter code atau kode tiga huruf di Indonesia sering disebut dengan Tiga Huruf
Kode Kota. Digunakan untuk menandai sebuah kode kota dalam reservasi pada suatu
maskapai penerbangan. Kode kota ini wajib diketahui oleh tenaga kerja pariwisata yang
bergerak di bidang reservasi. Gunanya untuk mengetahui kode kota keberangkatan dan
kode kota tujuan. Selain untuk menandai kota tujuan dan keberangkatan, kode kota juga
digunakan untuk menandai di kota mana bagasi diturunkan. Kode kota tidak selalu
merupakan penyingkatan huruf nama kota. Terkadang hal ini menjadi kekeliruan
pemahaman. Mungkin disebabkan beberapa kode kota juga dituliskan sebagai
penyingkatan nama kota itu sendiri. Sebagai contoh kota Padang memiliki kode kota dalam
penerbangan, yaitu PDG. Namun lain halnya dengan kota Medan yang memiliki kode kota
MES. Kejadian kekeliruan penyebutan ini sering terjadi karena kesalahan pemahaman
tersebut. Seperti terjadi kode kota untuk tujuan penerbangan ke kota Bandung disebutkan
menjadi BDG, bukan BDO. Di bawah ini daftar tiga huruf kode kota (Three Letter Code)
yang sudah tercatat di International Air Transport Association (IATA), baik untuk
penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.

Table 3 Area 1

Negara Kota Kode

Argentina Buenos Aires BUE

Belize Belize BZE

Bolivia La Paz LPB


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   49  
 

Brazil Sao Paulo SAO

Canada Vancouver YVR

Chile Santiago de Chile SCL

Colombia Bogota BOG

Costa Rica San Jose SJO

Cuba Havana HAV

El Salvador San Salvador SAL

Guatemala Guatemala City GUA

Honduras Tegucigalpa TGU

Mexico Mexico City MEX

Nicaragua Managua MGA

Panama Panama City PTY

Paraguay Asuncion ASU

Peru Lima LIM

Puerto Rico San Juan SJU

Suriname Paramaribo PBM

Uruguay Montevideo MVD

USA Washington DC WAS

Venezuela Caracas CCS

Table 4 Area 2: Europe

Negara Kota Kode

Austria Vienna VIE

Belgium Brussels BRU

Bulgaria Sofia SOF


50   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Denmark Copenhagen CPH

Germany Frankfurt FRA

Spain Barcelona BCN

Spain Madrid MAD

Greece Athen ATH

Tunisia Tunis TUN

Hungary Budapest BUD

Ireland, Rep. of Dublin DUB

Ukraine Kiev IEV

Italy Roma ROM

Latvia Riga RIX

Luxemburg Luxemburg LUX

Morocco Casablanca CAS

Table 5 Africa

Negara Kota Kode

Angola Luanda LAD

Botswana Gaborone GBE

Cameroon Yaounde YAO

Comoros Moroni YVA

Djibouti Djibouti JIB

Ethiopia Adis Ababa ADD

Gabon Libreville LBV

Kenya Nairobi NBO

Democratic Republic Kongo Brazaville BZV


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   51  
 

Libya Tripoli TIP

Malawi Lilongwe LLW

Mauritius Mauritius MRU

Mauritania Nouakchot NKC

Mozambique Maputo MPM

Namibia Windhoek WDH

Nigeria Lagos LOS

Rwanda Kigali KGL

Senegal Dakkar DKR

Somalia Mogadishu MGQ

Cape Town CPT

South Africa Durban DUR

Johannesburg JNB

Tanzania Dar Es Salaam DAR

Kilimanjaro JRO

Zambia Lusaka LUN

Zimbabwe Harare HRE

Table 6 Middle East

Negara Kota Kode

Bahrain Bahrain City BAH

Egypt Cairo CAI

Iran Teheran TEH

Iraq Baghdad BGW

Israel Tel Aviv TLV


52   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Jordan Jordania JOD

Kuwait Kuwait City KWI

Lebanon Beirut BEY

Oman Muscat MCT

Qatar Doha DOH

Jeddah JED

Saudi Arabia Madinah MED

Riyadh RUH

Sudan Khartoum KRT

United Arab Emirates Abu Dhabi AUH

Syrian Arab Republic Damascus DAM

Yemen, Republic of Aden ADE

Table 7 Area 3:
South East Asia (SEA)

Negara Kota Kode

Brunei Darussalam Bandar Seri Begawan BWN

Cambodia Phnompenh PNH

Beijing BJS
China (tidak termasuk Hong
Kong dan Macao)
Shanghai SHA

ChineseTaipe (Taiwan) Taipe TPE

Hong Kong Special Hong Kong HKG


Administrative Region, China

Indonesia Jakarta JKT

Laos Vientiane VTE

Malaysia Kuala Lumpur KUL


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   53  
 

Kuching KCH

Myanmar Yangon RGN

Davao DVO
Philippines
Manila MNL

Singapore Singapore SIN

Bangkok BKK
Thailand
Chiang Mai CNX

Timor Leste Dili DIL

Hanoi HAN
Vietnam
Ho Chi Minh City SGN

Table 8 Indonesia

Propinsi Kota Kode

Aceh Banda Aceh BTJ

Sumatera Utara Medan MES

Sumatera Barat Padang PDG

Jambi Jambi DJB

Bengkulu Bengkulu BKS

Kepulauan Riau Tanjung Pinang TNJ

Bangka Belitung Batam BTH

Sumatera Selatan Palembang PLM

Lampung Bandar Lampung TKG

Banten Cengkareng CGK

Jawa Barat Bandung BDO

DKI Jakarta Jakarta JKT


54   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Semarang SRG
Jawa Tengah
Solo SOC

DI Yogyakarta Yogyakarta JOG

Jawa Timur Surabaya SUB

Bali Denpasar DPS

NTB Mataram AMI

NTT Kupang KOE

Papua Jayapura DJJ

Maluku Ambon AMQ

Maluku Utara Ternate TNE

Gorontalo Gorontalo GTO

Sulawesi Utara Manado MDC

Sulawesi Tengah Palu PLW

Sulawesi Selatan Makassar UPG

Sulawesi Tenggara Kendari KDI

Kalimantan Selatan Banjarmasin BDJ

Balikpapan BPN
Kalimantan Timur
Samarinda SRI

Kalimantan Tengah Palangkaraya PKY

Kalimantan Barat Pontianak PNK

Table 9 South Asian Subcontinent (SASC)

Negara Kota Kode

Afghanistan Kabul KBL

Bangladesh Dhaka DAC


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   55  
 

India Delhi DEL

Jaipur JAI

Mumbay BOM

Nepal Kathmandhu KTM

Pakistan Islamabad ISB

Karachi KHI

Sri Lanka Colombo CMB

Table 10 Japan Korea

Negara Kota Kode

Osaka OSA
Japan
Tokyo TYO

Busan PUS
Korea, Democratic Republic
of (KORSEL) Seoul SEL

Korea, Republic of (KORUT) Pyong Yang PNY

Table 11 South West Pacific (SWP)

Negara Kota Kode

Australia Adelaide ADL

Brisbane BNE

Canberra CBR

Darwin DRW

Hobart HBA

Melbourne MEL

Perth PER

Sydney SYD

Fiji Suva SUV

Nauru Nauru INU


56   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

New Caledonia Noumea NOU

New Zealand Aukland AKL

Christchurc CHC

Wellington WLG

Papua New Guinea Port Moresby POM

Samoa Pago-pago PPG

Solomon Islands Honiara HIR

Tonga Nuku Alofa TBU

Kode kota tidak pernah berubah, walaupun nama kotanya telah mengalami
perubahan. Di bawah ini terdapat contoh, beberapa kota yang telah mengalami perubahan
nama. Sedangkan sandi kotanya tetap, seperti pertama kali ditetapkan. Contohnya adalah
sebagai berikut :

Internasional Domestik

Sandi Sandi
Dulu Saat ini Dulu Saat ini
kota kota

Bombay Mumbay BOM Jogjakarta Yogyakarta JOG

Canton Guangzhou CAN Ujung Pandang Makassar UPG

Leningrad St. Pittersburg LED

Saigon Ho Chi Minh SGN

TAHUKAH ANDA

Beberapa kode kota memiliki perbedaan dengan kode bandar udaranya. Misalnya MES
untuk kota Medan dengan bandar udaranya KNO untuk bandara Kualanamu.
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   57  
 

3. Rangkuman
Three letter code digunakan untuk menandai sebuah kode kota dalam reservasi
pada suatu maskapai penerbangan. Gunanya untuk mengetahui kode kota keberangkatan
dan kode kota tujuan. Selain untuk menandai kota tujuan dan keberangkatan, kode kota
juga digunakan untuk menandai di kota mana bagasi diturunkan. Kode kota tidak selalu
merupakan penyingkatan huruf nama kota.

4. Tugas
Lengkapilah tabel di bawah ini dengan menggunakan berbagai informasi.

Area 1

Gambar 10 Sub Area Amerika Utara

No City Code Country

1 Kanada

5
58   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

10

11

12

13

Gambar 11 Sub Area Amerika Tengah

No City Code Country

4
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   59  
 

10

11

12

13

14
60   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 12 Sub Area Amerika Selatan

No City Code Country

6
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   61  
 

10

11

12

13
62   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Area 2

Gambar 13 Sub Area Eropa

No City Code Country

1 Rusia

9
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   63  
 

10

11

12

13

14

15

16

17

18

20
64   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 14 Sub Area Timur Tengah

No City Code Country

9
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   65  
 

10

11

12

13

Gambar 15 Sub Area Afrika

No City Code Country


66   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

10

11

12

13

14

15

16

17

18

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   67  
 

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43
68   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Area 3

Gambar 16 Sub Area Asia Selatan

No City Code Country

5
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   69  
 

Gambar 17 Sub Area Asia Tenggara

No City Code Country

4
70   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 18 Sub Area Japkor

No City Code Country

1 Korea Utara

5
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   71  
 

Gambar 19 Sub Area Asia Tenggara

No City Code Country

1 Vietnam

10

11
72   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 20 Sub Area Asia Selatan

No City Code Country

5
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   73  
 

Gambar 21 Sub Area South West Pasific

No City Code Country

1 Papua Nugini

7
74   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

10

11

12

13

Sumber : www.indonesia-tourism.com
Gambar 22 Indonesia

No City Code No City Code

1 18

2 19

3 20

4 21

5 22

6 23

7 24
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   75  
 

8 25

9 26

10 27

11 28

12 29

13 30

14 31

15 32

16 33

17

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Menyebutkan kode kota di Indonesia

2 Menyebutkan kode kota di dunia

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Three letter code untuk kota Canberra
a. BJS
b. BOM
c. CBR
d. SEL
e. YVR

2) Three letter code untuk kota Seoul


a. BJS
b. BOM
c. CBR
d. SEL
e. YVR
76   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

3) Three letter code untuk kota Mumbay


a. BJS
b. BOM
c. CBR
d. SEL
e. YVR

4) Three letter code untuk kota Beijing


a. BJS
b. BOM
c. CBR
d. SEL
e. YVR

5) Three letter code untuk kota Vancouver


a. BJS
b. BOM
c. CBR
d. SEL
e. YVR

6) BWN adalah Three letter code dari kota


a. Abu Dhabi
b. Barcelona
c. Brisbane
d. Brunei Darussalam
e. Ho Chi Minh City

7) SGN adalah Three letter code dari kota


a. Abu Dhabi
b. Barcelona
c. Brisbane
d. Brunei Darussalam
e. Ho Chi Minh City

8) AUH adalah Three letter code dari kota


a. Abu Dhabi
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   77  
 

b. Barcelona
c. Brisbane
d. Brunei Darussalam
e. Ho Chi Minh City

9) BNE adalah Three letter code dari kota


a. Abu Dhabi
b. Barcelona
c. Brisbane
d. Brunei Darussalam
e. Ho Chi Minh City

10) BCN adalah Three letter code dari kota


a. Abu Dhabi
b. Barcelona
c. Brisbane
d. Brunei Darussalam
e. Ho Chi Minh City
78   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

F. Kegiatan Belajar 6 : Pengejaan Nama


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Menjelaskan Pengejaan Nama dengan
benar
b) Mempresentasikan Pengejaan Nama
dengan baik

2. Aktivitas siswa

Dengan berpasangan dengan temanmu coba kamu sebutkan sekali saja nama
lengkapmu dan minta temanmu menuliskannya. Lalu cek apakah sudah benar
penulisannya. Mintalah temanmu melakukan hal yang sama kepadamu.

Nama teman

Apabila kamu melakukan reservasi langsung ke maskapai penerbangan melalui


telepon / call center, untuk penyebutan nama dan kode booking dalam abjad/huruf akan
selalu menggunakan ejaan (spell). Maka dari itu kamu diwajibkan dapat menghafalnya
dengan lancar.
Untuk memudahkan pengejaan, agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan nama
penumpang, kota tujuan, alamat dan sebagainya, maka diperlukan sandi yang berlaku dan
telah menjadi kesepakatan di kalangan maskapai penerbangan, travel agent, juga dunia
pariwisata pada umumnya. Huruf-huruf sandi yang dimaksud adalah :

A Alpha

B Beta/Bravo

C Charlie

D Delta

E Echo
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   79  
 

F Fanta/Foxtrot

G Golf

H Hotel

I India

J Juliet

K Kilo

L Lima

M Mama

N November

O Oscar

P Papa

Q Quebec

R Romeo

S Siera

T Tango

U Uniform

V Victor

W Whiskey

X X-ray

Y Yengki

Z Zulu

Penulisan bulan pada reservasi selalu menggunakan 3 (tiga) huruf dengan


huruf kapital, sesuai dengan ejaan dalam bahasa Inggris. Sebagai contoh:

JAN January Januari

FEB February Februari

MAR March Maret

APR April April


80   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

MAY May Mei

JUN June Juni

JUL July Juli

AUG August Agustus

SEP September September

OCT October Oktober

NOV November November

DEC December Desember

Titles
Title termasuk informasi yang sangat penting dalam pemesanan tempat dan
harus diketahui oleh seorang petugas reservasi. Titles menjadi penting dalam
pemesanan tempat karena menunjukkan jenis kelamin penumpang. Akibat kurang teliti
dalam mengisi field Title pada saat melakukan pemesanan tiket pesawat, dapat
berakibat penerbangan calon penumpang terhambat atau bahkan bisa gagal. Selain itu
waktu kita pun tersita untuk mengurus administrasi terkait perubahan tersebut.

Titles Keterangan

Mr Laki-laki dewasa

Mrs Wanita dewasa

Ms Gadis dewasa

Mstr Anak Laki-laki berumur 2 – 12 tahun

Miss Anak perempuan berumur 2 – 12 tahun

Inf Bayi berumur < 24 bulan

Days of Operation

Senin 1 M Mon 1------ M------

Selasa 2 TU Tue -2----- -T-----

Rabu 3 W Wed --3---- --W----

Kamis 4 TH Thu ---4--- ---T---


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   81  
 

Jumat 5 F Fri ----5-- ----F--

Sabtu 6 S Sat -----6- -----S-

Minggu 7 S Sun ------7 ------S

3. Rangkuman
Untuk memudahkan pengejaan, agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan nama
penumpang, kota tujuan, alamat dan sebagainya, maka diperlukan sandi yang berlaku dan
telah menjadi kesepakatan di kalangan maskapai penerbangan, travel agent, juga dunia
pariwisata pada umumnyaPenulisan bulan pada tiket selalu menggunakan 3 (tiga) huruf
dengan huruf kapital, sesuai dengan ejaan dalam bahasa Inggris. Titles menjadi penting
dalam pemesanan tempat karena menunjukkan jenis kelamin penumpang.

4. Tugas
Coba anda jelaskan perbedaan penggunaan title “Miss” menurut reservasi penerbangan
dan menurut tata bahasa inggris.

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Mengeja nama calon penumpang

2 Mengunakan Titles

3 Memahami Days of Operation

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Jika calon penumpang anda adalah sepasang suami istri, maka title untuk keduanya
adalah …..
a. Mr & Miss
b. Mr & Mrs
c. Mr & Ms
d. Mrs & Miss
e. Mrs & Mstr
82   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

2) Jika calon penumpang anda adalah seorang bayi, maka title yang tepat adalah …..
a. Mr
b. Mrs
c. Miss
d. Mstr
e. Inf

3) Pada hari apakah tidak ada penerbangan jika days of operation “12-4567”
a. Senin
b. Selasa
c. Rabu
d. Jum’at
e. Minggu

4) Pada hari apakah tidak ada penerbangan jika days of operation “-234567”
a. Senin
b. Selasa
c. Rabu
d. Jum’at
e. Minggu

5) Pada hari apakah tidak ada penerbangan jika days of operation “1234-67”
a. Senin
b. Selasa
c. Rabu
d. Jum’at
e. Minggu

6) Pada hari apakah tidak ada penerbangan jika days of operation “123-56-”
a. Senin
b. Selasa
c. Rabu
d. Jum’at
e. Minggu

7) Pada hari apakah tidak ada penerbangan jika days of operation “1-3-567”
a. Senin
b. Selasa
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   83  
 

c. Rabu
d. Jum’at
e. Minggu

8) Penulisan bulan Mei pada reservasi


a. MAI
b. MAY
c. MEE
d. MEI
e. MEY

9) Penulisan bulan Agustus pada reservasi


a. AGS
a. AGT
b. AGU
c. AUG
d. AUS

10) Penulisan bulan Desember pada reservasi


a. DSB
b. DEC
c. DEM
d. DBR
e. DES
84   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

G. Kegiatan Belajar 7 : Two Letter Code


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Mengidentifikasikan kode maskapai
penerbangan di Indonesia dengan benar
b) Mempresentasikan kode maskapai
penerbangan di Indonesia dengan baik

2. Uraian Materi
Pemberian kode pesawat pada suatu penerbangan dimaksudkan untuk memberi
identitas pada sebuah perusahaan penerbangan. Kode pesawat ini juga berguna untuk
mengidentifikasi sebuah maskapai penerbangan komersial, yang di dalamnya termasuk
pemesanan, jadwal, tiket, tarif dan lain-lain.
Menurut IATA (International Air Transport Association) untuk maskapai
penerbangan di dunia, standar pemberian kode airlines berupa huruf dalam dua format
(dua digit) yang diikuti tiga digit angka. Dua digit huruf biasanya mengambarkan nama
perusahaan yang mengelola operasional pesawat bersangkutan. Di Indonesia kode-kode
Airline untuk penerbangan sipil ini pada umumnya mengacu pada kode yang dikeluarkan
oleh IATA.

Coba anda perhatikan tabel maskapai penerbangan di Indonesia di bawah ini.


Kemudian dengan berbagai informasi cetak maupun online, lengkapilah kode
maskapainya.

Table 12 Maskapai Penerbangan Domestik

Airline Code Airline

GA Garuda Indonesia

JT Lion Airlines

IW Wing Air

ID Batik Air
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   85  
 

QZ Indonesia Airasia

SJ Sriwijaya Air

Table 13 Maskapai Penerbangan Internasional

Airline Code Airline

AA American Airlines

AC Air Canada

AI Air India LTD

AK Air Asia

AM Aero Mexic

AY Finn Air

AZ Alitalia

BA British Airways

BD BMI/British Midland Airways Limited

BI Royal Brunei Airlines

BR Eva Airways

CA Air China Limited

CI China Airlines

CO Continental Airlines

CZ China XSouthern Airlines

CX Cathay Pacific Airways

DL Delta Air lines INC

EK Emirates

ET Ethiopian Airlines

EY Etikan Airways

GF Gulf Air

HR Hahn Airlines

HY Uzbekistan Airways

IT Kingfisher Ailines
86   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Airline Code Airline

IY Yemenia Yemen Airways

JL Japan Airlines

JQ Jetstar Airways

KE Korean Airlines

KL KLM Royal Dutch Airlines

KU Kuwait Airways Corp

KQ Kenya Airways

LH Lufthansa/Deutsche Lufthansa

MI Silk Air

MH Malaysia Airlines

MS Egypt Air

NH All Nippon Airways

NZ Air New Zealand

OZ Asiana Airlines

PK Pakistan Intl Airlines

PR Philippine Airlines

PX Air Niugini

RJ Royal Jordanian

TK Turkish Airlines

TR Tiger Airways

UA United Airlines

US US Airways

QF Qantas Airways

QR Qatar Airways

SA South African Airways

SK Scandinavian Airlines

SU Aeroflot Russian Airlines


BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   87  
 

Airline Code Airline

SQ Singapore Airlines

SV Saudi Arabian Airlines

TK Turkish Airlines

TR Tiger Airways

UA United Airlines

US US Airways

VF Valuair LTD

VN Vietnam Airlines

ZG Viva Macau Limited

8M Myanmar Airways Intl

3. Rangkuman
Kode pesawat berguna untuk mengidentifikasi sebuah maskapai penerbangan
komersial, yang di dalamnya termasuk pemesanan, jadwal, tiket, tarif dan lain-lain.
Menurut IATA (International Air Transport Association) untuk maskapai penerbangan di
dunia, standar pemberian kode airlines berupa huruf dalam dua format (dua digit).

4. Tugas
Kategorikan kode – kode maskapai penerbangan yang sudah dibahas berdasarkan
sub areanya dalam bentuk tabel – tabel.

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Mengetahui Two Letter Code Domestik

2 Mengetahui Two Letter Code Internasional

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) BA adalah two letter code dari maskapai penerbangan ……
88   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

a. British Airways
b. Cathay Pacific Airways
c. Emirates
d. Gulf Air
e. Japan Airlines

2) CX adalah two letter code dari maskapai penerbangan ……


a. British Airways
b. Cathay Pacific Airways
c. Emirates
d. Gulf Air
e. Japan Airlines

3) EK adalah two letter code dari maskapai penerbangan ……


a. British Airways
b. Cathay Pacific Airways
c. Emirates
d. Gulf Air
e. Japan Airlines

4) GF adalah two letter code dari maskapai penerbangan ……


a. British Airways
b. Cathay Pacific Airways
c. Emirates
d. Gulf Air
e. Japan Airlines

5) JL adalah two letter code dari maskapai penerbangan ……


a. British Airways
b. Cathay Pacific Airways
c. Emirates
d. Gulf Air
e. Japan Airlines

6) Two letter code dari maskapai penerbangan KLM Royal Dutch Airlines adalah
a. KL
b. LH
c. MH
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   89  
 

d. QF
e. SQ

7) Two letter code dari maskapai penerbangan Lufthansa/Deutsche Lufthansa adalah


a. KL
b. LH
c. MH
d. QF
e. SQ

8) Two letter code dari maskapai penerbangan Malaysia Airlines adalah


a. KL
b. LH
c. MH
d. QF
e. SQ

9) Two letter code dari maskapai penerbangan Qantas Airways adalah


a. KL
b. LH
c. MH
d. QF
e. SQ

10) Two letter code dari maskapai penerbangan Singapore Airlines adalah
a. KL
b. LH
c. MH
d. QF
a. SQ
90   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

H. Kegiatan Belajar 8 : Maskapai Penerbangan


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Mengidentifikasikan perusahaan
penerbangan di Indonesia dengan benar
b) Mempresentasikan perusahaan
penerbangan di Indonesia dengan baik

2. Uraian Materi
Rute Penerbangan (Flight Routings)
Berikut ini daftar rute penerbangan yang dilayani oleh masing-masing maskapai
penerbangan nasional.

Air Asia Indonesia

Domestik Internasional
Bali Jepang
Jakarta Singapura
Bandung India
Singapura Malaysia
Yogyakarta Australia
Surabaya Thailand
Lombok Kamboja
Semarang China
Makassar Vietnam
Palembang Taiwan
Balikpapan Myanmar
Solo Hong Kong
Medan Philippines
Pekanbaru Brunei
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   91  
 

Citilink

Domestik Internasional
Balikpapan
Banjarmasin
Batam
Bengkulu
Denpasar
Jambi
Kuala Namu
Kupang
Lombok
Malang
Padang
Palangkaraya
Palembang
Pangkalpinang
Pekanbaru
Semarang
Solo
Surabaya
Tanjung Pandan
Ujung Pandang
Yogjakarta
92   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Batik Air

Gambar 23 Rute Penerbangan Batik Air


Domestik Internasional
Ambon
Balikpapan
Jakarta
Jayapura
Jogjakarta
Kupang
Makassar
Manado
Pekanbaru
Surabaya
Timika
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   93  
 

Lion Air & Wings Air

Gambar 24 Rute Penerbangan Lion Air


Domestik Internasional
Ambon
Balikpapan
Banda Aceh
Banjarmasin
Batam
Bengkulu
Berau
Biak
Denpasar
Dili
Gorontalo
Halim Perdana Kusuma
Jambi
Jayapura
Kendari
94   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Kupang
Lampung
Luwuk
Malang
Manado
Manokwari
Maumere
Medan
Merauke
Padang
Palangkaraya
Palembang
Palu
Pangkalpinang
Pekanbaru
Penang
Pontianak
Semarang
Solo
Sorong
Surabaya
Tanjung Pandan
Tanjung Pinang
Tarakan
Ternate
Timika
Ujungpandang
Waingapu
Yogyakarta
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   95  
 

Garuda Indonesia

Sumber : www.garuda-indonesia.com
Gambar 25 Rute Domestik Garuda Indonesia
Domestik Internasional
Banda Aceh Singapore
Medan Kuala Lumpur
Pekanbaru Bangkok
Jambi Penang
Padang Hongkong
Pangkal Pinang Tokyo (Narita)
Palembang Tokyo (Haneda)
Batam Osaka
Bandar Lampung Seoul
Tanjung Pandan Guangzhou
Tanjung Pinang Beijing
Bengkulu Shanghai
Jakarta Taipei
Bandung Manila
Semarang Ho Chi Minh City
Solo Bandar Seri Begawan
96   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Yogyakarta Jeddah
Malang Abu Dhabi
Surabaya Muscat
Pontianak Perth
Balikpapan Melbourne
Palangkaraya Sydney
Banjarmasin Brisbane
Tarakan Los Angeles
Berau San Fransisco
Denpasar Amsterdam
Lombok London Heathrow1,2
Kupang Frankfurt
Sulawesi Island Zurich
Manado Madrid
Gorontalo Munich
Palu Rome
Makassar Paris
Kendari Manchester
Ternate Athena
Ambon Moscow
Biak Istanbul
Jayapura
Timika
Sorong
Manokwari
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   97  
 

Sumber : www.garuda-indonesia.com
Gambar 26 Rute Internasional Garuda Indonesia

Susi Air

Domestik Internasional
Atambua
Balikpapan
Bandung
Banjarmasin
Biak
Cilacap
Halim Perdana Kusuma
Jambi
Jayapura
Kasonaweja
Kupang
Lewoleba
Malinau
Manokwari
Maumere
98   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Medan
Muarateweh
MukoMuko
Nabire
Nunukan
Padang
Pangandaran
Sabu
Samarinda
Serui
Silangit
Simeulue
Sorong
Tanjung Selor
Tarakan
Wamena
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   99  
 

Sriwijaya Air & Nam Air

Sumber : www.sriwijayaair.com
Gambar 27 Rute Domestik Sriwijaya Air
Domestik Internasional
Ambon Davao
Balikpapan Dhaka
Banda Aceh Kuala Lumpur
Bandung
Banjarmasin
Batam
Bengkulu
Berau
Biak
Denpasar
Dili
Gorontalo
Halim Perdana Kusuma
Ipoh
Jakarta
Jambi
Jayapura
Kendari
Kuala Terengganu
100   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Kupang
Lampung
Luwuk
Malang
Manado
Manokwari
Maumere
Medan
Merauke
Natuna
Padang
Palangkaraya
Palembang
Palu
Pangkalpinang
Pekanbaru
Penang
Pontianak
Samarinda
Semarang
Solo
Sorong
Surabaya
Tanjung Pandan
Tanjung Pinang
Tarakan
Ternate
Timika
Ujungpandang
Waingapu
Yogyakarta

Homebase
Homebase merupakan kota asal suatu maskapai penerbangan. Setiap maskapai
penerbangan akan transit/stopover di banda udara kota asalnya. Misalnya penerbangan
dari kota di negara Australia dengan kota tujuan Singapura, jika menggunakan maskapai
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   101  
 

Garuda Indonesia maka akan transit/stopover. Hal ini dikarenakan Jakarta sebagai
homebase dari maskapai Garuda indonesia.

Low Cost Carrier (LCC)


Apa itu LCC (Low Cost Carrier), low cost carrier adalah penerbangan dengan biaya
rendah atau sebuah maskapai penerbangan yang menyediakan harga tiket pesawat
dengan harga terjangkau dengan mengurangi beberapa layanan umum bagi penumpang
pesawat seperti layanan catering, minimalis reservasi sehingga menekan biaya cost
penerbangan dan harga nya dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
Maskapai penerbangan yang pertama kali menggunakan sistem LCC (Low Cost
Carrier) adalah maskapai penerbangan Southwest Airlines pada tahun 1971.
Low cost carrier melakukan eleminasi layanan maskapai tradisional pada umumnya
dengan tidak memberikan fasilitas catering, meminimalisasi reservasi dengan bantuan
teknologi IT sehingga layanan lebih sederhana dan semakin lebih cepat. Pelayanan yang
diminimize ini berakibat dalam hal penurunan cost, namun factor safety tetap diutamakan
demi keselamatan penumpang sampai pada tujuan.
Ciri-ciri umum maskapai penerbangan yang menerapkan sistem LCC (Low Cost
Carrier):
• Semua penumpangnya adalah kelas ekonomi, dan tidak ada penerbangan kelas
bisnis atau premium.
• Kapasitas penumpangnya lebih banyak daripada kapasitas pesawat dengan
layanan tradisional
• Maskapai penerbangan nya memiliki satu tipe jenis pesawat sehingga
memudahkan training dan meminimize biaya maintenance dan penyediaan spare
part pesawat.
• Maskapai penerbangan menerapkan pola tarif yang sangat murah sampai
memberikan harga discount 90%.
• Maskapai penerbangan nya tidak memberikan layanan catering.
• Kursi yang disediakan maskapai penerbangan tidak melalui boarding pas dan
check in, penumpang yang terlebih dahulu menaiki pesawat dapat memilih duduk
dimana saja di deretan kursi penumpang pesawat.
• Maskapai penerbangan nya melakukan penerbangan pada saat pagi buta atau
malam hari untuk menghindari biaya yang mahal pada layanan bandara pada saat
jam-jam sibuk.
• Rute yang diterbangi maskapai penerbangan sangat sederhana biasanya point ke
point untuk menghindari miss conection di tempat transit.
• Maskapai penerbangan dengan sedikit pesawat di darat lebih banyak mengudara,
jam terbang pesawat tinggi.
102   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

• Menjual tiket langsung (direct sales) tanpa agen.


• Tidak menggunakan tiket konvensional, cukup secarik kertas berupa kupon untuk
mereduksi ongkos cetak tiket.
• Seringkali maskapai penerbangan melakukan promosi besar-besaran.
• Karyawannya melakukan multi role dalam pekerjaannya, seringkali pilot dan
pramugari juga sebagai cleaning services saat ground handling. Disamping itu LCC
(Low Cost Carrier)
• menerapkan sistem outsourching.

TAHUKAH ANDA

Beberapa maskapai penerbangan nasional sudah tidak beroperasi lagi, antara lain : Adam
Air, Batavia Air, Bouraq Air, Mandala Air, Merpati Air, Sempati Air.

3. Rangkuman
Homebase merupakan kota asal suatu maskapai penerbangan. Low cost carrier
adalah penerbangan dengan biaya rendah atau sebuah maskapai penerbangan yang
menyediakan harga tiket pesawat dengan harga terjangkau dengan mengurangi beberapa
layanan umum bagi penumpang pesawat seperti layanan catering, minimalis reservasi
sehingga menekan biaya cost penerbangan dan harga nya dapat dijangkau oleh
masyarakat luas.

4. Tugas
Menggunakan koneksi internet carilah perusahaan – perusahaan penerbangan di
dunia beserta Homebase-nya.

No Maskapai Kode Maskapai Home Base

1 Cathay Pasific CX Hongkong

7
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   103  
 

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami rute penerbangan domestik

2 Memahami Homebase maskapai penerbangan


dunia

3 Memahami penerbangan Low Cost Carrier

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Maskapai penerbangan nasioanal yang melayani penerbangan ke kota Davao
a. Air Asia
b. Citilink
c. Garuda Indonesia
d. Lion Air
e. Sriwijaya Air
104   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

2) Maskapai penerbangan nasioanal yang melayani penerbangan ke kota Abu Dhabi


a. Air Asia
b. Citilink
c. Garuda Indonesia
d. Lion Air
e. Sriwijaya Air

3) Maskapai penerbangan nasioanal yang melayani penerbangan ke kota Dhaka


a. Air Asia
b. Citilink
c. Garuda Indonesia
d. Lion Air
e. Sriwijaya Air

4) Maskapai penerbangan nasioanal yang melayani penerbangan ke Kota Kinabalu


a. Air Asia
b. Citilink
c. Garuda Indonesia
d. Lion Air
e. Sriwijaya Air

5) Homebase dari maskapai CX adalah


a. Amsterdam
b. Dubai
c. Frankfurt
d. Hongkong
e. Singapore

6) Homebase dari maskapai EK adalah


a. Amsterdam
b. Dubai
c. Frankfurt
d. Hongkong
e. Singapore

7) Homebase dari maskapai KL adalah


a. Amsterdam
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   105  
 

b. Dubai
c. Frankfurt
d. Hongkong
e. Singapore

8) Homebase dari maskapai LH adalah


a. Amsterdam
b. Dubai
c. Frankfurt
d. Hongkong
e. Singapore

9) Homebase dari maskapai SQ adalah


a. Amsterdam
b. Dubai
c. Frankfurt
d. Hongkong
e. Singapore

10) Penerbangan dengan biaya rendah sering disebut dengan .....


a. Average Carrier
b. Eco Carrier
c. Low Cost Carrier
d. Premium Carrier
e. Standard Carrier
106   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

I. Kegiatan Belajar 9 : Official Airline Guide (OAG)


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
1) Mengidentifikasikan informasi buku Official
Airline Guide dengan benar
2) Mempresentasikan informasi buku Official
Airline Guide dengan baik

2. Uraian Materi
Perhatikan dan pelajari gambar di bawah ini.

Sumber : http://www.newconcepts.ca
Gambar 28 Cara Membaca Informasi OAG
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   107  
 

Setelah mengamati gambar diatas, diskusikan bersama kelompok anda.


Tuangkan hasil diskusi anda dalam bentuk pertanyaan ke dalam lembar kerja berikut.
Kemudian paparkan dimuka kelas.

Nama Kelompok :

No Daftar Pertanyaan Pembahasan

Salah satu buku referensi yang


digunakan untuk melakukan penghitungan tarif
penerbangan internasional adalah OAG
(Official Airline Guide). Kegunaan OAG sama
dengan timetable dalam penerbangan
domestik, yakni untuk mengetahui waktu
kedatangan dan keberangkatan dari masing-
masing maskapai penerbangan. Yang membedakan pada buku OAG dengan timetable
yang dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan penerbangan adalah terdapatnya
seluruh jadwal penerbangan bagi maskapai penerbangan yang menjadi anggota IATA.
Sebagian besar perusahaan penerbangan yang menjadi anggota IATA memasang jadwal
penerbangan mereka pada buku OAG.

Official Airline Guide berisikan:


a. Merencanakan Penerbangan Anda (Planning Your Flight).
108   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

• Bagaimana cara memahami/ menggunakan jadwal penerbangan yang


tercantum dalam OAG.
• Jadwal Penerbangan dari satu kota ke kota lain di dunia.
• Airline Feature section
b. Informasi-informasi yang diperlukan pada saat anda memilih penerbangan
(Information to help you choose your flight).
• Kode Penerbangan (contoh: Japan Airlines = JL, Garuda Indonesia = GA,
Singapore Airlines = SQ)
• Kode penerbangan untuk perusahaan penerbangan yang melakukan
kerjasama dengan sesamanya dalam jalur penerbangan.
• Nomor kode penerbangan (Contoh: Garuda Indonesia = 126, Singapore
Airlines = 618, Japan Airlines = 131)
• Country Code ( kode negara)
• City/airport code (kode kota)
• Minimum Connecting Time (Waktu terpendek yang diperlukan untuk melakukan
penerbangan lanjutan).
• Flight Routing (Route penerbangan yang ditempuh oleh masing-masing
perusahaan penerbangan).
c. Referensi (Reference).
• Nama & alamat Perusahaan penerbangan di dunia.
• Nomer telepon bebas pulsa untuk perusahaan penerbangan di Amerika
• Kalender
• International Time Calculator
• Kantor OAG dan General Sales Agentnya.
• Customer services & bagaimana cara memasang iklan di OAG.
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   109  
 

Gambar 29 Contoh jadual dalam OAG

Penjelasannya sebagai berikut :

Nomor Keterangan

1 Kota asal keberangkatan (Origin)

2 Kota tujuan (Destination)


110   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

3 Nama Bandar udara kota tujuan

4 Jarak antara kota asal dengan kota tujuan

5 Pembagian waktu dunia kota tujuan

Waktu keberangkatan & Kedatangan (waktu yang tercantum merupakan waktu di


6
kota setempat)

Hari-hari beroperasinya suatu penerbangan, Pada kesempatan kali ini, nama-


7
nama hari menggunakan huruf awal, contoh: M untuk Monday = Senin, dst.

Masa berlakunya jadwal tersebut. Untuk contoh di atas:


8
Hanya berlaku sampai tanggal 10 Februari.

Penerbangan yang dilakukan mengalami transfer connection, yang berarti


9 penumpang mengalami pindah dari satu nomor penerbangan ke nomor
penerbangan yang lain.

“+1” menandakan bahwa waktu yang tertera tersebut, merupakan satu hari
10
berikutnya dari waktu keberangkatan.

Kode bandara keberangkatan, CGK, bandara Soekarno Hatta 2 berarti pesawat


11
berangkat dari bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten pada terminal 2.

Penjelasan dari type aircraft yang digunakan, pada contoh di atas Garuda
12
Indonesia menggunakan jenis Boing 744

13 Nomor penerbangan Garuda Indonesia dan KLM (GA974 dan KL1143)

14 Memiliki 1 X stopover

Kelas yang ada pada penerbangan ini adalah Business Class (C), serta Economy
15
Class (Y)

3. Rangkuman
Salah satu buku referensi yang digunakan untuk melakukan penghitungan tarif
penerbangan internasional adalah OAG (Official Airline Guide). Kegunaan OAG dalam
penerbangan domestik maupun internasional, yakni untuk mengetahui waktu kedatangan
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   111  
 

dan keberangkatan dari masing-masing maskapai penerbangan yang tergabung dalam


IATA.

4. Tugas
Anda diminta mengambil satu jadual di dalam buku OAG, kemudian terjemahkan secara
lisan jadual itu di depan kelas.

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami kegunaan buku OAG

2 Memahami penggunaan buku OAG

3 Menterjemahkan informasi dalam buku OAG

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Buku yang berisi informasi untuk mengetahui waktu kedatangan dan keberangkatan
dari masing-masing maskapai penerbangan dunia adalah
a. Guide Book
b. OAG
c. PAT
d. Timetable
e. Travel Planner

2) Berikut ini bukan informasi yang ada dalam buku OAG


a. Country Code ( kode negara)
b. City/airport code (kode kota)
c. Jadwal Penerbangan dari satu kota ke kota lain di dunia.
d. Nama & alamat perusahaan penerbangan di dunia.
e. Nama & alamat pemilik perusahaan

Soal – soal berikutnya akan menggunakan informasi yang berada dalam gambar di
bawah ini.
112   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

3) Kota asal (Origin) dari informasi OAG tersebut adalah


a. Bandung
b. Banjarmasin
c. Batam
d. Semarang
e. Surabaya

4) Kota tujuan (Destination) dari informasi OAG tersebut yang memiliki connections flight
adalah
a. Bandung
b. Banjarmasin
c. Batam
d. Semarang
e. Surabaya

5) Nomor penerbangan dengan tujuan Bandung dari informasi OAG tersebut adalah
a. 6D933
b. RI364
c. RI360
d. GA301
e. GA152

6) Hari operasi dimana tidak ada penerbangan menuju Bandung adalah


a. Senin
b. Selasa
c. Rabu
BAB  II  GEOGRAFI  PENERBANGAN   113  
 

d. Jum’at
e. Minggu

7) Pukul berapakah keberangkatan paling akhir menuju Banjarmasin ?


a. 10.00
b. 11.00
c. 13.00
d. 12.30
e. 17.05

8) Pukul berapakah keberangkatan paling akhir menuju Batam ?


a. 10.00
b. 11.00
c. 13.00
d. 12.30
e. 17.05

9) Jenis pesawat yang digunakan untuk penerbangan tujuan Bandung adalah


a. F28
b. 73S
c. 734
d. 735
e. 777

10) Kelas yang tersedia untuk penerbangan tujuan Banjarmasi adalah


a. F saja
b. C saja
c. Y saja
d. F, C, Y
e. C, Y
114   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

BAB III

PENERIMAAN PEMESANAN TEMPAT PENERBANGAN

A. Kegiatan Belajar 1 : Pengertian Reservasi Penerbangan


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
1) Memahami pengertian reservasi
penerbangan dengan benar
2) Mempresentasikan pengertian reservasi
penerbangan dengan baik

2. Uraian Materi
Coba anda perhatikan gambar di bawah.

Sumber : https://dailysocial.net
Gambar 30
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   115  
 

Setelah mengamati gambar diatas, diskusikan bersama kelompok anda.


Tuangkan hasil diskusi anda dalam bentuk pertanyaan ke dalam lembar kerja berikut.
Kemudian paparkan dimuka kelas.

Nama Kelompok :

No Daftar Pertanyaan Pembahasan

Reservation berasal dari kata to reserve yang mempunyai arti menyediakan.


Oleh karena itu, reservation yang sudah di bahasa Indonesiakan menjadi reservasi identik
dengan penyediaan suatu tempat atau layanan. Sistem reservasi oleh maskapai
penerbangan berkaitan dengan pengertian ditribusi yang dapat diartikan sebagai upaya
perusahaan dalam mengelola persediaan tempat atau inventory. Sistem pengelolaan
persediaan tempat ini sering disebut dengan berbagai istilah yang berbeda di setiap
maskapai penerbangan, tetapi memiliki fungsi dan pengertian yang relatif sama. Istilah-
istilah itu antara lain reservation control, space control, capacity management, inventory
management, dan revenue management yang mempunyai tugas pokok mengelola
inventory atau persediaan tempat duduk di pesawat agar perusahaan mendapatkan
pendapatan yang optimal dengan cara mendistribusikannya, menjaga agar produk
selalu tersedia serta mengendalikan penjualannya.
Banyak orang sering menyebut reservation ini dengan kata-kata booking. Kata
booking berasal dari kata book atau membukukan. Proses membukukan ini sekilas sama
dengan proses reservation, tetapi pada prinsipnya berbeda. Pada bab ini akan dibahas
khusus pada air reservation, sehingga untuk reservation hotel, pertunjukkan dan lain-lain
akan dibahas pada modul yang relevan dengan hal tersebut.
116   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Pengertian reservation menurut “Approved Agents Handbook” yang diterbitkan


oleh IATA adalah sebagai berikut : Air reservation is defined as the allotment in
advance of seating for a passenger or of space or weight capacity on a flight for the
carriage of the air bagage. Dapat diartikan air reservation adalah suatu permintaan
penyediaan di awal bagi tempat duduk untuk penumpang atau ruang untuk penumpang
atau suatu ruang untuk barang yang dibawa penumpang tersebut. Dari pengertian ini
maka proses reservation berbeda dengan proses pembukuan (booking).
Booking adalah sebuah proses pencatatan dalam buku (pembukuan) data-data
calon penumpang maskapai penerbangan beserta itinerary yang diinginkannya.
Sedangkan reservasion adalah sebuah proses memintakan jatah tempat duduk dari agen
perjalanan kepada airlines. Sebelum diberlakukannya computerized reservation system
(CRS), proses booking dan reservation ini bisa terjadi dalam waktu yang berbeda. Namun
saat ini proses tersebut terjadi dalam waktu yang bersamaan, karena agen perjalanan
bisa memanfaatkan fasilitas CRS untuk melakukan proses reservasi, tidak harus
menghubungi pihak maskapai penerbangan terlebih dahulu.
Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa airline reservation adalah
sebuah sistem penyediaan tempat oleh maskapai penerbangan untuk calon penumpang
dan barang bawaannya beserta permintaan-permintaan (kalau ada) akan fasilitas-fasilitas
tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung.
Industri jasa angkutan penerbangan merupakan suatu usaha atau bisnis yang
melibatkan teknologi tinggi, jangkauan produk yang sangat luas, biaya investasi yang
sangat tinggi, dan mempunyai produk yang mudah rusak dan tidak dapat disimpan lagi
apabila pesawat telah berangkat. Oleh karena itu, bagi maskapai penerbangan peranan
sistem reservation ini merupakan bagian yang mempunyai peranan sangat penting
sebagai salah satu alternatif saluran distribusi dan dalam hal usaha untuk mencapai
penjualan tempat duduk di pesawat secara maksimal dan memberikan pelayanan prima
jasa penerbangan udara bagi calon penumpangnya.

Manfaat reservasi bagi maskapai penerbangan adalah sebagai berikut :


a. Sebagai sarana dalam menjual load factor secara maksimal.
b. Sebagai sarana untuk meningkatkan produksi.
c. Mempermudah dan memperlancar proses penjualan.
d. Dapat mempersiapkan dan memberikan layanan kepada penumpang secara maksimum
e. Efisien.

Manfaat adanya proses reservasi ini tidak hanya dirasakan oleh maskapai
penerbangan saja, melainkan bagi penumpang juga, antara lain :
a. Mempermudah penumpang untuk mengatur atau mempersiapkan keperluan sedini
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   117  
 

mungkin
b. Memberi kepastian rencana perjalanan dari reservasi yang sudah dilakukan
c. Efisien.

Dalam dunia penerbangan dikenal bermacam-macam reservasi, yaitu :


a. Dilihat dari proses pengerjaannya
1) Manual Reservation
2) Computerized Reservation System (CRS)

b. Dilihat dari pengorganisasiannya


1) Local Reservation
2) Flight Control Point
3) Central Reservation Control

c. Dilihat dari jumlah penumpangnya


1) Individual reservation
2) Group reservation

d. Dilihat dari segi salurannya


1) Langsung (direct reservation) tanpa perantara
2) Tidak langsung (indirect reservation) melalui pihak kedua (agen
perjalanan/kantor penerbangan lainnya).

Reservasi dan Tiketing adalah dua proses yang harus dilewati untuk mendapatkan
tiket pesawat terbang, jangan hanya karena ingin mendapatkan tiket pesawat murah atau
promosi kedua hal tersebut kita abaikan. Tidak sedikit kejadian dimana nama penumpang
yang berbeda dengan nama yang tertera ditiket, jadwal keberangkatan yang salah dan lain
sebagainya.
Untuk mengingat kembali agar tidak terjadi kesalahan dalam proses reservasi tiket
pesawat maupun proses tiketing tiket, disini akan dijelaskan hal hal ataupun panduan untuk
proses reservasi dan tiketing tiket pesawat garuda indonesia.
Secara khusus, panduan ini berguna untuk para staff di bagian reservasi dan
tiketing travel agent yang menjual tiket pesawat garuda indonesia dan dikantor penjualan
garuda indonesia sendiri, namun secara umum panduan reservasi dan tiketing ini tentunya
juga sangat berguna untuk para pelanggan garuda indonesia agar kesalahan yang tidak
perlu terjadi dapat diminimalisir.
118   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Untuk dapat diperhatikan dalam proses reservasi dan tiketing tiket pesawat garuda
indonesia bisa kita lihat sebagai berikut:

Panduan Reservasi Tiket Garuda Indonesia


a. Pastikan melakukan booking dengan nama penumpang sesuai dengan nama yang
tertera pada kartu identitas (KTP/Kartu Pelajar untuk penerbangan domestik dan
PASSPORT untuk penerbangan internasional.
b. Pastikan booking segment (Itinerary)sudah sesuai dengan permintaan penumpang.
c. Pastikan agen / penumpang sudah mengetahui batas waktu pembelian ticket yang
diberikan (TIME LIMIT).
d. Pastikan nomor telepon penumpang sudah di setiap kota pemberhentian (stop over
point) yang dapat dihubungi (local Contact ; lebih dikehendaki nomor handphone/mobile
phone penumpang) telah tertera pada PNR dan informasikan kepada penumpang hal
ini untuk memudahkan saat menhubungi penumpang untuk memberitahukan flight
irregularity seperti schedule change,Flight NOOP,dll.dan GARUDA tidak bertanggung
jawab apabila penumpang tidak mencamtumkan local contact yang dapat dihubungi
sehingga mengakibatkan penumpang tertinggal atau tidak bisa melakukan perjalanan.
e. Pastikan setiap PNR memiliki nomor ticket yang benar (SSRTKNE),Garuda akan
membatalkan segment lanjutan yang tidak mempunyai ticket.Seperti contoh rute PKU-
JKT-PKU,yang tercantum hanya ticket PKU-JKT maka Garuda akan membatalkan rute
JKT-PKU yang tidak ada ticket nya.
f. Pastikan permintaan penumpang akan special service requirement (SSR) tercatat
dengan baik dan benar pada PNR sesuai aturan yang berlaku.
g. Pastikan permintaan akan baby bassinet terbukukan dengan baik dan benar.nomor
kursi yang diberikan harus sesuai dengan kursi yang disediakan untuk fasilitas BSCT
tersebut.
h. Pastikan nama penumpang bayi dan usianya sudah dimasukan kedalam PNR pada
SSR INFT.
i. Pastikan nama penumpang anak-anak dan usianya sudah dimasukan kedalam PNR
pada SSR CHLD.
j. Pastikan informasi nomor ticket ada pada PNR,baik pada SSR TKNE,TKT-DATA
STORED (FW*)
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   119  
 

Gambar 31 Kegiatan reservasi

Tugas bagian reservasi dapat dibagi kedalam beberapa bidang, yaitu :


a. Bidang penyediaan tempat
· Mengawasi penjualan seat pada penerbangan termasuk pemesanan dan
pembatalannya.
· Mengusahakan revenue semaksimal mungkin.
b. Bidang permintaan khusus
· Meneruskan permintaan-permintaan khusus penumpang kepada bagian-bagian
yang bersangkutan, seperti permintaan hotel, kendaraan, makanan khusus selama
penerbangan dan lain-lain.
c. Bidang penjualan
· Menyarankan perubahan penerbangan apabila diperlukan sehubungan dengan
kondisi penjualan.
· Membantu ketidakteraturan dalam penjualan dibidang reservasi dan tindakan-
tindakan yang perlu dilaksanakan untuk suatu perbaikan-perbaikan.
· Memberikan laporan kepada bagian penjualan mengenai angka-angka
pengangkutan.
· Membuat rencana untuk masa yang akan datang dengan memperhatikan penjualan
dan analisa pasar
120   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

· Memberikan revenue atau pendapatan setinggi mungkin kepada perusahaan.

Sedangkan Fungsi bagian reservasi adalah :


a. Melaksanakan penyediaan tempat (seat) dan ruang (space) yang diminta oleh agen
perjalanan atau saluran lain.
b. Melaksanakan pengawasan penjualan dengan menghitung penjualan yang akan atau
sudah dilakukan sehingga tidak terjadi kelebihan penjualan (overload/oversales)
c. Mengusahakan revenue setinggi-tingginya dalam pengangkutan dengan menghitung
biaya yang tepat untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin.
d. Meneruskan permintaan khusus kepada pihak-pihak yang bersangkutan, misalnya
STCR, BSCT, XBAG, WCHC, dan permintaan makanan khusus seperti : MOML,
KSML, NSML. LCML

Kode Etik Reservasi


Untuk menjamin kelancaran dalam penanganan reservasi dan untuk
menghindari hal - hal yang dapat merugikan penumpang, maka maskapai
penerbangan membuat ketentuan - ketentuan yang harus dipatuhi bersama oleh
semua pihak yang terlibat dalam kegiatan reservasi tersebut. Beberapa ketentuan
yang harus dipatuhi dalam melakukan proses reservasi ini disebut dengan kode
etik pemesanan tempat. Penguasaan dan penerapan kode etik dalam
melakukan reservasi ini sangatlah penting, agar hasil yang diharapkan dari
proses reservasi itu sesuai dengan keinginan baik maskapai penerbangan, agen
perjalanan dan calon penumpang. Kode etik tersebut yaitu :
a. Senantiasa mentaati prosedur reservation yang telah ditentukan
b. Jangan sekali-kali membuat pembukuan yang sama untuk penumpang yang
sama.
c. Sebelum melakukan reservasi, hendaknya senantiasa menyiapkan semua yang
diperlukan untuk mempermudah penanganan dan penyelesaian reservation,
misalnya: itinerary, minimum connecting time, nomor penerbangan dan lain-lain
yang dianggap perlu.
d. Pelayanan reservasi group (Group Booking) hendaknya tidak dipisah-pisah
menjadi individual booking
e. Ketika terjadi perubahan itinerary, maka pastikan semua space dan
supplementary yang tidak diperlukan lagi dibatalkan bersamaan waktu dan
berlakunya permintaan yang baru.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   121  
 

Selanjutnya apabila kita akan merubah itinerary ataupun untuk melakukan


pembatalan tempat (cancel), maka ada hal-hal juga yang harus kita perhatikan, yaitu:
a. Bilamana seseorang membatalkan tempat, maka tempat tersebut harus dikembalikan
kepada airline.
b. Jika seseorang merubah itinerary-nya, maka perhatikan bahwa semua space dan
supplementary yang tidak diperlukan lagi, dibatalkan bersamaan waktu dan
berlakunya permintaan atau pembukuan yang baru.

3. Rangkuman
Pengertian reservation menurut “Approved Agents Handbook” yang diterbitkan oleh
IATA adalah adalah suatu permintaan penyediaan di awal bagi tempat duduk untuk
penumpang atau ruang untuk penumpang atau suatu ruang untuk barang yang dibawa
penumpang tersebut. Booking adalah sebuah proses pencatatan dalam buku (pembukuan)
data-data calon penumpang maskapai penerbangan beserta itinerary yang diinginkannya.

4. Tugas
Anda diminta membentuk kelompok dan ditugaskan mencari informasi berupa video
pemesanan tiket pesawat (berbagai sumber). Berdasarkan video tersebut, anda diminta
mengamati dan menuliskan data - data apa saja yang harus dikumpulkan seorang petugas
reservasi ketika menerima pemesanan tempat penerbangan.
Hasil diskusi kelompok anda dipresentasikan di depan kelas dengan menayangkan
video yang anda peroleh. Kelompok yang lain diberikan kesempatan bertanya kepada
kelompok yang maju kedepan kelas.

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami pengertian reservasi

2 Memahami manfaat reservasi

3 Memahami macam – macam reservasi

4 Memahami tugas bagian reservasi

5 Memahami fungsi bagian reservasi


122   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

6 Memahami kode etik reservasi

6. Penilaian Diri
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
1) Reservation berasal dari kata to reserve yang mempunyai arti
a. Memeriksa
b. Memiliki
c. Menerima
d. Menolak
e. Menyediakan

2) Sebuah proses pencatatan dalam buku (pembukuan) data-data calon penumpang


maskapai penerbangan beserta itinerary yang diinginkannya disebut
a. Booking
b. Computerized
c. Manual
d. Reserve
e. Tiketing

3) Reservasi jika dilihat dari proses pengerjaannya


a. Central Reservation Control
b. Computerized Reservation System (CRS)
c. Group reservation
d. Reservation Card
e. Tidak langsung (indirect reservation)

4) Reservasi jika dilihat dari pengorganisasiannya


a. Central Reservation Control
b. Computerized Reservation System (CRS)
c. Group reservation
d. Reservation Card
e. Tidak langsung (indirect reservation)

5) Reservasi jika dilihat dari jumlah penumpangnya


a. Central Reservation Control
b. Computerized Reservation System (CRS)
c. Group reservation
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   123  
 

d. Reservation Card
e. Tidak langsung (indirect reservation)

6) Reservasi jika dilihat dari segi salurannya


a. Central Reservation Control
b. Computerized Reservation System (CRS)
c. Group reservation
d. Reservation Card
e. Tidak langsung (indirect reservation)

7) Individual Reservation dan Group Reservation merupakan macam reservasi dilihat


dari …..
a. Jumlah penumpangnya
b. Pelaksanaannya
c. Pengerjaannya
d. Pengorganisasian
e. Segi salurannya

8) Mengawasi penjualan seat pada penerbangan termasuk pemesanan


dan pembatalannya merupakan salah satu dari ...... reservasi.
a. Fungsi
b. Kode etik
c. Macam
d. Manfaat
e. Tugas

9) Melaksanakan penyediaan tempat (seat) dan ruang (space) yang diminta oleh
agen perjalanan atau saluran lain merupakan salah satu dari ...... reservasi.
a. Fungsi
b. Kode etik
c. Macam
d. Manfaat
e. Tugas

10) “Jangan sekali-kali membuat pembukuan yang sama untuk penumpang


yang sama” merupakan poin dalam ...... reservasi.
a. Fungsi
b. Kode etik
124   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

c. Macam
d. Manfaat
e. Tugas

B. Kegiatan Belajar 2 : Jadual Penerbangan


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Mengidentifikasikan jadual penerbangan
dengan benar
b) Menterjemahkan jadual penerbangan
dengan baik

2. Uraian Materi
Di bawah ini terdapat contoh jadual (schedule) yang diterbitkan oleh Garuda
Indonesia yang diambil dari internet. Cara melihat jadual (schedule) di internet sangat
mudah. Pertama kali kita buka website dari masing-masing perusahaan penerbangan yang
kita inginkan. Setelah masuk dalam website, kita dapat memasukan kota keberangkatan
dan kota tujuan. Serta tanggal keberangkatan yang dikehendaki. Pada monitor terdapat
pilihan kita akan melihat schedule atau fare. Jika kita klik pada pilihan schedule, maka
akan muncul pada layar monitor seperti tampilan di bawah ini.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   125  
 

Sumber : garuda-indonesia.com
Gambar 32 Jadual Penerbangan Garuda Indonesia

Penjelasannya sebagai berikut :

Nomor Keterangan

1 Kota asal keberangkatan (Origin)

2 Kota tujuan (Destination)

3 Waktu Keberangkatan

4 Waktu Kedatangan

5 Nomor penerbangan Garuda Indonesia

6 Jumlah pemberhentian (transit / stopover) jika ada


126   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Sumber : citilink.co.id
Gambar 33 Jadual Penerbangan Maskapai Citilink
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   127  
 

Penjelasannya sebagai berikut :

Nomor Keterangan

1 Kota asal keberangkatan (Origin) dan Kota tujuan (Destination)

2 Nomor penerbangan Citilink

3 Waktu Keberangkatan

4 Waktu Kedatangan

Maskapai dan Terminalnya di Bandara Soekarno Hatta (CGK)


Sering kali bagi anda yang baru pertama kali atau bahkan sudah sering kali naik
pesawat di Bandara Soekarno Hatta di buat bingung tentang keberadaan Terminal di
Bandara Soekarno Hatta. Sehingga kami merasa perlu untuk menyampaikan informasi ini :

Untuk Keberangkatan Seluruh Pulau Jawa, Kalimantan, dan


1A
Indonesia Bagian Timur

1B Untuk Keberangkatan Seluruh Pulau Sumatera


Terminal Lion Air
Untuk Keberangkatan Denpasar Bali, Labuan Bajo, dan
3
Lombok

2D Untuk Keberangkatan Singapura, Kuala Lumpur dan Jeddah

Terminal Sriwijaya 1B Untuk seluruh keberangkatan dalam negeri

Air 2E untuk keberangkatan Singapura

Terminal Garuda 2F untuk Seluruh keberangkatan Dalam Negeri

Indonesia 2E untuk Seluruh keberangkatan Luar Negeri

Terminal Citilink 1C untuk Seluruh keberangkatan Dalam Negeri

Terminal Air Asia 3 untuk Seluruh keberangkatan Dalam dan Luar Negeri

Ringkasannya Terminal – Terminal Tersebut :

Terminal 1A Lion Air untuk tujuan Jawa, Kalimantan, dan Indonesia Bagian Timur

Terminal 1B Lion Air untuk tujuan Sumatera.Sriwijaya untuk tujuan dalam negeri
128   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Terminal 1C Citilink Untuk penerbangan Dalam Negeri.

Lion Air International, Value Air, Kuwait Airways, Yemenia Airlines, Royal
Terminal 2D
Brunai Airlines, Emirate Airlines, dan Philipines Airline

Sriwijaya Air International , Garuda Indonesia tujuan Internasional, Saudi


Terminal 2E Arabian, China Airlines, China Southern, Korean Air, KLM Royal Deucth,
dan Mihinlanka

Terminal 2F Garuda Indonesia untuk tujuan dalam negeri

Air Asia, Tiger airways, dan Lion Air khusus Bali, lombok dan Labuan
Terminal 3
Bajo

Terminal Haji Keberangkatan Haji

Sumber http://e-tiketdatatravel.blogspot.com

3. Rangkuman
Cara melihat jadual (schedule) di internet dengan cara membuka website dari
masing-masing perusahaan penerbangan. Jadual (schedule) biasanya memiliki informasi
minimal antara lain : Kota asal keberangkatan (Origin) dan Kota tujuan (Destination),
Nomor penerbangan, Waktu Keberangkatan dan Waktu Kedatangan.

4. Tugas
Carilah contoh jadual penerbangan dari salah satu maskapai penerbangan internasional.
Kemudian presentasikan di depan kelas hasil terjemahanmu.

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami informasi jadual penerbangan

2 Menterjemahkan jadual penerbangan

3 Memahami terminal masing – masing maskapai


penerbangan

6. Tes Formatif
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   129  
 

1) “From Jakarta (JKT)” merupakan informasi mengenai …..


a. Kota asal
b. Kota tujuan
c. Waktu Keberangkatan / Kedatangan
d. Nomor penerbangan
e. Jumlah transit / stopover

2) “To Bali / Denpasar (DPS)” merupakan informasi mengenai …..


a. Kota asal
b. Kota tujuan
c. Waktu Keberangkatan / Kedatangan
d. Nomor penerbangan
e. Jumlah transit / stopover

3) “05.40” merupakan informasi mengenai …..


a. Kota asal
b. Kota tujuan
c. Waktu Keberangkatan / Kedatangan
d. Nomor penerbangan
e. Jumlah transit / stopover

4) “GA400” merupakan informasi mengenai …..


a. Kota asal
b. Kota tujuan
c. Waktu Keberangkatan / Kedatangan
d. Nomor penerbangan
e. Jumlah transit / stopover

5) “Number os stops 1” merupakan informasi mengenai …..


a. Kota asal
b. Kota tujuan
c. Waktu Keberangkatan / Kedatangan
d. Nomor penerbangan
e. Jumlah transit / stopover

6) Pada terminal berapakah Emirates Airlines tujuan luar negeri ?


a. 1A
b. 2D
130   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

c. 2E
d. 2F
e. 3

7) Pada terminal berapakah Lion Air tujuan dalam negeri ?


a. 1A
b. 2D
c. 2E
d. 2F
e. 3

8) Pada terminal berapakah Sriwijaya Air tujuan dalam negeri ?


a. 1B
b. 2D
c. 2E
d. 2F
e. 3

9) Pada terminal berapakah Air Asia tujuan luar negeri ?


a. 1A
b. 2D
c. 2E
d. 2F
e. 3

10) Pada terminal berapakah Garuda Indonesia tujuan luar negeri ?


a. 1A
b. 2D
c. 2E
d. 2F
e. 3
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   131  
 

C. Kegiatan Belajar 3 : Kelas (Class)


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Mengidentifikasikan kelas penerbangan
dengan benar
b) Mempresentasikan kelas penerbangan di
dengan baik

2. Uraian Materi
Coba perhatikan ketiga gambar di bawah ini.
132   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Sumber : http://www.garuda-indonesia.com

Setelah mengamati gambar diatas, diskusikan bersama kelompok anda.


Tuangkan hasil diskusi anda dalam bentuk pertanyaan ke dalam lembar kerja berikut.
Kemudian paparkan dimuka kelas.

Nama Kelompok :

No Daftar Pertanyaan Pembahasan

Class of service
Perbedaan pelayanan dalam pesawat selama penerbangan, ditentukan oleh kelas
yang disediakan oleh suatu maskapai penerbangan, secara umum ada tiga pembagian
kelas yang dikenal yaitu First class (F), Business class (C) dan Economy class (Y). Namun
untuk penerbangan di Indonesia secara umum dikenal dua kelas layanan yaitu busines dan
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   133  
 

economy class saja. Perbedaan keduanya sangat jelas dari harga tiket, layanan check-in,
ruang tunggu, kursi di pesawat serta makanan dan minuman selama penerbangan.

Sub-classes
Pembagian dalam satu class of service menjadi beberapa bagian disebut dengan
sub-classes, misalnya First Class itu diwakili dengan huruf F, R, A, Business Class diwakili
dengan huruf C, D, J dan economy class (Y) dibagi menjadi beberapa sub-classes M, L, K,
N dan seterusnya dengan variasi harga yang berbeda-beda (Y harga tertinggi, sub- class M
lebih rendah dari Y, sub-class L lebih rendah dari M, sub-class K lebih rendah dari L, sub-
class N lebih rendah dari K) tetapi standar pelayanannya sama yaitu economy class. Untuk
dapat memastikannya anda dapat melihat daftar Nett Fares di masing masing Airlines.
Pembagian tersebut adalah sebagai strategi pemasaran dan antisipasi musim saat terjadi
lonjakan permintaan high season dan saat kurangnya permintaan low season dengan
mengatur banyaknya jumlah seat pada sub-class tertentu. Makin tinggi harga tiket dalam
suatu sub-class makin flexible pemberlakuannya, makin lama masa berlakunya dan ada
pembebasan fee tertentu seperti cancellation fee. Demikian juga sebaliknya makin rendah
harga tiket dalam suatu sub-class makin banyak pembatasan / restriksi yang dikenakan,
makin pendek masa berlakunya serta makin banyak fee yang dikenakan untuk melakukan
perubahan ataupun refund.

Contoh kelas tiket pesawat Garuda Indonesia


1. Kelas Bisnis ( terdiri dari sub kelas J, C, D dan W )
2. Kelas Ekonomi ( terdiri dari sub kelas Y, M, L, K, N dan Q )
3. Kelas Promo ( terdiri dari sub kelas B dan V )
Kelas tiket pesawat Batavia Air
1. Kelas Ekonomi Premium ( terdiri dari sub kelas Y, D dan H )
2. Kelas Ekonomi Medium ( terdiri dari sub kelas M, L, B. Q dan V )
3. Kelas Ekonomi Budget ( terdiri dari sub kelas T, S, R, X, N dan P )
4. Kelas Ekonomi Promo ( terdiri dari sub kelas W, Z dan E )
Kelas tiket pesawat Lion Air
1. Kelas Bisnis ( terdiri dari sub kelas C, D dan I )
2. Kelas Ekonomi ( terdiri dari sub kelas Y, A, G, W, S, B, H, K, L, M, N dan Q )
3. Kelas Promo ( terdiri dari sub kelas T, V dan X )

Untuk airlines lainnya seperti Sriwijaya Air, Kartika Airlines, Citilink dan lain lainnya
juga mempunyai kelas kelas seperti diatas. Untuk kelas kelas diatas diurutkan mulai dari
kelas tiket dengan harga tertinggi ke harga terendah.
134   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Kelas pada tiket pesawat menentukan harga dari tiket tersebut, selain itu juga
menentukan masa validitas tiket dan penyedian kursi/seat dipesawat. Untuk masa berlaku
tiket dengan kelas tertentu bisa kita tanyakan langsung ditempat kita membeli tiket, untuk
penyedian kursi/seat dipesawat dalam prakteknya tidak sepenuhnya mengacu kepada
kelas kelas tersebut kecuali untuk kelas Bisnis. Untuk kelas Ekonomi dan Promo bisa saja
kita mendapatkan tempat duduk didepan, tergantung permintaan pada saat melakukan
check in.
Tiap-tiap perusahaan penerbangan, memiliki air fare tersendiri yang ditentukan oleh
berbagai faktor seperti biaya operasional penerbangan dari suatu route, memperluas
segmentasi pasar, juga untuk menghindari kerugian yang diakibatkan adanya bangku
kosong pada saat pesawat lepas landas. Berdasarkan Keputusan Menteri Telekomunikasi
No. 49 tahun 2002 tentang penetapan ”Tarif Batas Atas”. Menyebabkan perusahaan
penerbangan bebas menentukan ”Tarif Batas Bawah”, dengan catatan tetap
memperhatikan faktor keselamatan penumpang.
Sebagai contoh pada perusahaan penerbangan Garuda Indonesia yang merupakan
flag carrier bangsa Indonesia, menetapkan harga sub classes yang digunakan untuk
membagi harga tiket penerbangan domestiknya menjadi:
a. Business Class
b. Economy Class
c. Business normal fare (C)
d. Economy Special excursion fare (Y)
e. Business excursion fare (D)
f. Economy frequent flyer fare (S)
g. Business frequent flyer fare (I)
h. Economy moderate fare (M)
i. Economy budget fare (L)
j. Economy exciting fare (N)

Masing-masing sub classes memiliki ketentuan & keterbatasan, yang berbeda.


Perbedaan- perbedaan tersebut mencakup proses pemesanan tiket, masa berlaku,
cancellation fee pada saat pembatalan & pengubahan jadwal penerbangan, seperti yang
terjadi pada:

Business normal fare (C)


o Fare Basis: COW/CRT
o Validity: 3 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
o Penalties
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   135  
 

o d. Reissue/reroute tidak diperkenankan untuk down selling. Maksud down selling


disini adalah bila penumpang merubah route maupun jadwal, dengan harga baru
yang lebih kecil dari harga semula. Selisih harga tidak dikembalikan.
o Refund (Menguangkan kembali harga tiket yang tidak jadi digunakan) Sebagai
contoh: Pembatalan yang dilakukan dalam waktu lebih dari 48 jam sebelum waktu
keberangkatan, maka penumpang tidak dikenakan potongan biaya apapun. Maka
harga tiket akan dikembalikan utuh sebesar harga yang tercantum pada tiket.(Full-
refund). Sebaliknya akan dikenakan potongan 25% dari harga tiket yang tidak
digunakan, bila pembatalan dilakukan kurang dari 48 jam sebelum waktu
keberangkatan.
o Tidak ada cancellation fee untuk pembatalan reservasi.

Business excursion fare (D)


o Fare Basis: DOW/DE1M
o Validity: 1 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
o Penalties
o Reissue/reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
o Full-refund.
o Jika pembatalan reservasi dilakukan kurang dari 24 jam sebelum
keberangkatan,dikenakan cancellation fee sebesar 25% dari uang yang sudah
dibayarkan.

Business frequent flyer fare (I)


o Fare Basis: IOW/IRT
o Validity: 3 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
o Berlaku bagi pemegang kartu Garuda Frequent Flyer (GFF). GFF adalah kartu yang
diberikan pada penumpang yang menjadi anggota & sering bepergian
denganmenggunakan penerbangan Garuda.
o Penalties
o Reissue/reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
o Full-refund (hanya dikurangi biaya administrasi).
o Tidak ada cancellation fee untuk pembatalan reservasi.

Economy Special excursion fare (Y)


o Fare Basis: YOW/YRT
o Validity: 3 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
o Penalties
o Reissue/reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
136   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

o Full-Refund
o Jika pembatalan dilakukan kurang dari 24 jam sebelum keberangkatan, dikenakan
cancellation fee sebesar 25% dari uang yang sudah dibayarkan.
o Tidak ada cancellation fee untuk pembatalan reservasi.

Economy frequent flyer fare (S)


o Fare Basis: SOW/SRT
o Validity: 3 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
o Berlaku bagi pemegang kartu Garuda Frequent Flyer (GFF).
o Penalties
o Reissue/reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
o Full-refund (hanya dikurangi biaya administrasi).
o Tidak ada cancellation fee untuk pembatalan reservasi

Economy moderate fare (M)


o Fare Basis: MOW/ME2M
o Validity: 2 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
o Penalties
o Reissue/reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
o Full-Refund
o Jika pembatalan dilakukan kurang dari 24 jam sebelum keberangkatan, dikenakan
cancellation fee sebesar 25% dari uang yang sudah dibayarkan.

Economy budget fare (L)


o Fare Basis: LOW/LE1M
o Validity: 1 bulan dari tanggal keberangkatan pertama.
o Penalties
o Reissue/reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
o Full-Refund
o Jika pembatalan dilakukan kurang dari 48 jam sebelum keberangkatan, dikenakan
cancellation fee sebesar 50% dari uang yang sudah dibayarkan.

Economy exciting fare (N)


o Fare Basis: NOW/NE7D
o Validity: 7 hari dari tanggal keberangkatan pertama.
o Penalties
o Reissue/reroute tidak diperkenankan untuk down selling.
o Full-Refund
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   137  
 

o Jika pembatalan dilakukan kurang dari 48 jam sebelum keberangkatan, dikenakan


cancellation fee sebesar 50% dari uang yang sudah dibayarkan.

3. Rangkuman
Kelas pada tiket pesawat menentukan harga dari tiket tersebut, selain itu juga menentukan
masa validitas tiket dan penyedian kursi/seat dipesawat. Tiap-tiap maskapai penerbangan,
memiliki air fare tersendiri yang ditentukan oleh berbagai faktor seperti biaya operasional
penerbangan dari suatu route, memperluas segmentasi pasar, juga untuk menghindari
kerugian yang diakibatkan adanya bangku kosong pada saat pesawat lepas landas.

4. Tugas
Carilah pembagian kelas penerbangan pada maskapai internasional beserta syarat dan
ketentuannya.

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami pembagian kelas dalam penerbangan

2 Memahami pembagian sub kelas dalam


penerbangan

3 Memahami tujuan pembagian kelas dalam


penerbangan

4 Memahami syarat dan ketentuan masing – masing


sub kelas

6. Tes Formatif
Jawablah pertanyaan berikut.
1) Jelaskan pembagian kelas dalam penerbangan.
2) Jelaskan pembagian sub kelas dalam penerbangan
3) Jelaskan tujuan pembagian kelas dalam penerbangan
4) Jelaskan syarat dan ketentuan masing – masing sub kelas dalam penerbangan.
138   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

D. Kegiatan Belajar 4 : Kartu Reservasi (Reservation Card)


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Mengidentifikasikan jadual penerbangan
dengan benar
b) Menterjemahkan jadual penerbangan
dengan baik

2. Uraian Materi
Perhatikan gambar di bawah ini.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   139  
 

Sumber : Dokumentasi Kemendikbud


Gambar 34
140   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Buatlah kelompok kemudian lakukan identifikasi informasi apa saja yang


terdapat dalam gambar di atas. Setelah selaesai berdiskusi dalam kelompok
masing-masing, semua anggota kelompok secara berrgiliran harus menyampaikan
hasil diskusi kelompoknya di hadapan kelompok lain.

NO NAMA KOLOM ISI KETERANGAN

1 Name of Passenger Nama Calon Penumpang Bisa untuk lebih dari 1 orang

Pernahkah kamu melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi


udara ? Pada masa-masa tertentu jumlah penumpang yang menggunakan moda
transportasi udara sangat banyak. Bahkan kadang-kadang jumlah penerbangan yang ada
tidak sebanding dengan jumlah calon penumpang yang akan bepergian. Apakah yang ada
di benak kamu jika jumlah calon penumpang yang ada jauh lebih besar daripada jumlah
kursi pada penerbangan. Tentu saja akan banyak calon penumpang yang tidak
mendapatkan tempat sehingga calon penumpang tersebut tidak dapat berangkat sesuai
waktu yang diinginkan. Untuk menghindari hal-hal seperti ini, seorang calon penumpang
harus melakukan pemesanan tempat sebelum melakukan perjalanan. Dan tentu saja
semakin awal seorang calon penumpang melakukan pemesanan tempat, semakin besar
kemungkinan calon penumpang tersebut mendapat tempat di penerbangan yang
diinginkan.
Seorang calon penumpang yang akan melakukan pemesanan tempat akan
mendatangi biro perjalanan wisata atau maskapai penerbangan. Calon penumpang tersebut
akan diberi pertanyaan-pertanyaan oleh karyawan biro perjalanan wisata atau maskapai
perjalanan. Data-data dari calon penumpang tersebut akan dicatat baik secara manual
maupun komputerisasi. Kartu reservasi dapat digunakan untuk mencatat data-data dari
calon penumpang secara manual.Dalam memproses layanan data reservasi baik di
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   141  
 

maskapai penerbangan maupun di agen perjalanan dapat dilakukan dengan manual mapun
komputerisasi. Proses manual dilakukan ketika terjadi kondisi yang darurat, seperti
aliran listrik padam, terjadi gangguan pada jaringan internet atau gangguan pada
sistem CRS. Format yang bisa digunakan pada proses manual ini antara lain kartu
reservasi (reservation card) atau pencatatan dilakukan dalam buku reservasi.
Data-data yang diperlukan dalam memproses layanan reservasi penerbangan
udara baik manual maupun komputerisasi adalah sebagai berikut :
a. Maskapai penerbangan Carrier serta Nomor penerbangan yang diminta penumpang
b. Kelas pelayanan (Class of service)
c. Tanggal dan waktu keberangkatan
d. Rute keberangkatan, yang meliputi origin point dan destination point.
e. Jumlah tempat duduk (seat) yang diminta
f. Nama calon penumpang
g. Alamat (contact address) calon penumpang
h. Nomer telepon yang bisa dihubungi untuk konfirmasi
i. Keterangan tambahan lain yang dianggap perlu.

Melihat data yang diperlukan dalam proses reservasi di atas, maka tentunya dalam
menerima reservasi atau booking-an dari penumpang, kita harus menanyakan hal-hal
tersebut dengan baik dan jelas, agar kelancaran dalam proses reservation dapat kita capai.
Biasanya semua data yang diperlukan dalam proses reservasi tersebut dimasukkan dalam
sebuah form yang disebut dengan reservation form atau reservation card.

7. Rangkuman
Proses manual dilakukan ketika terjadi kondisi yang darurat, seperti aliran
listrik padam, terjadi gangguan pada jaringan internet atau gangguan pada sistem
CRS. Format yang bisa digunakan pada proses manual ini antara lain kartu reservasi
(reservation card) atau pencatatan dilakukan dalam buku reservasi.

8. Tugas
Desain secara kreatif sebuah kartu reservasi anda yang berisi kolom – kolom
pengisian informasi – informasi.
142   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

9. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami kegunaan kartu reservasi

2 Memahami bagian – bagian pada kartu reservasi

10. Tes Formatif


Lengkapilah tabel yang kosong di bawah ini.

No   Nama  Kolom   Keterangan  

1   Name  of  passenger     Diisikan   nama-­‐nama   orang   yang   akan   bepergian,  


dilakukan  dalam  satu  kode  booking.  

2   Age   Usia   orang   yang   akan   berangkat,   biasanya   untuk   usia  


bayi,   anak-­‐   anak,   maupun   manula   yang   memungkinkan  
untuk  mendapatkan  harga  khusus.    

3   Ticket  Number   Diisikan  nomor  tiket,  bila  tiket  sudah  diissued.  

4   Flight  Number   Nomor  penerbangan  yang  akan  digunakan.  

5   Class   Kelas  yang  dipilih  oleh  penumpang  

6   Travel  Date   Tanggal  keberangkatan  

7   Streches   Diisikan   kota   awal   keberangkatan   –   kota   tujuan.   Origin-­‐  


Destination.  

8   Dep.   Departure  =  Waktu  keberangkatan  pesawat.  

9   Arr.   Arrival  =  Waktu  kedatangan  pesawat.  

10   Reserv.  Status   Reservation   Status,   Diisikan   status   dari   bookingan  


tersebut,  seperti:  OK,  Waiting  list.  

11   PNR   Passenger  Name  Record,  pada  kolom  ini  dapat  diisi  kode  
booking.  

12   Date   Diisikan  Tanggal  pada  saat  proses  pemesanan.  

13   Inform  to   Diisikan   nama   pemesan   tiket.   Atau   kepada   siapa  


informasi  tentang  tiket  ini  harus  ditujukan.  

14   Phone   Diisikan  nomor  telephone  pemesan  tiket.  


BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   143  
 

E. Kegiatan Belajar 5 : Langkah – Langkah Reservasi


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Menjelaskan langkah – langkah reservasi
dengan benar
b) Melakukan langkah – langkah reservasi
dengan baik

2. Uraian Materi
Untuk melakukan reservasi tiket ada 2 sistem reservasi yang bisa digunakan yaitu
reservasi offline dan reservasi online. Untuk tiket pesawat yang tidak online, maka anda
harus melakukan reservasi melalui telepon.

Reservasi Offline
Langkah-langkah melakukan reservasi /booking offline :
• Hubungi telepon Airlines yang anda tuju (daftar no.telp sudah tersedia di menu airlines)
• Sebutkan nama anda dan travel agent anda kepada petugas reservasi
• Informasikan rute tujuan, kelasnya, tanggal & bulan keberangkatan , nama penumpang
yang akan berangkat lalu no telp anda dan no.tel/HP penumpang anda ke petugas
reservasi.
• Setelah itu petugas reservasi akan membacakan reservasi/bookingan anda, jangan lupa
catat dengan baik konfirmasi penerbangan, Time limit dan Kode Booking pada saat
petugas reservasi tersebut membacakan reservasi/bookingan anda.
• Konfirmasikan kembali bookingan yang telah anda booking kepada penumpang kamu
tentang jadwal penerbangannya, kelas dan harga tiketnya apakah sudah sesuai dengan
permintaan penumpang anda setelah itu ingatkan Time limit untuk issued ticketnya.
• Dalam informasikan Time Limit kepada penumpang anda jangan sesuai dengan time
limit yang diberikan oleh Airlines. Contohnya jika Time limit yang diberikan oleh airlines
Tgl 28 Feb 1014 anda harus informasikanTgl 27 Feb 2014 atau jika bookingan tersebut
dilakukan mendadak dan Time limit yang diberikan/ditetapkan oleh Airlines Jam 14.00
hari ini harus issued maka anda harus segera info rmasikan ke penumpang anda
144   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

mohon segera melakukan issued tiket dan beri waktu 15 menit saja kepada penumpang
anda untuk konfirmasikan kembali ke anda issued tiket tersebut.

Reservasi Online
Langkah-langkah cara booking tiket pesawat secara online pada dasarnya sama untuk
semua maskapai penerbangan, yaitu :
a. Akses ke website reservasi airlinenya dan login (jika sudah jadi membernya).
b. Pilih Rute dan tanggal jadual penerbangan, serta cek ketersediaannya.
c. Mengisi data informasi calon penumpang.
d. Informasi detail penerbangan.
e. Pilih metode pembayaran (menggunakan kartu kredit/ATM/Internet Banking)
f. Dapat kode booking.
g. Selanjutnya setelah pelunasan tagihan tiket tadi kita baru bisa cetak tiket pesawatnya.

Secara garis besar langkah-langkah reservasi penerbangan online adalah berikut ini :
Anda bisa memesan penerbangan Anda dari halaman apa pun di situs web. Cari
mesin pemesanan kami (lihat gambar untuk referensi). Untuk memulainya, sediakan saja
detail tanggal penerbangan Anda dan klik tombol Dapatkan Penerbangan.

Langkah 1

Pilih penerbangan dan tarif yang disukai oleh calon penumpang dari yang tersedia.
Anda harus meneliti ulang penerbangan calon penumpang bersama dengan peraturan
biaya dan tarif yang berlaku. Jika calon penumpang setuju, Centang Kotak Centang untuk
menunjukkan bahwa calon penumpang menyetujui peraturan tarif tersebut, dan
klik Lanjutkan.

Langkah 2
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   145  
 

Sesuai dengan hukum internasional, maskapai penerbangan diwajibkan untuk


mengumpulkan informasi penumpang untuk penumpang yang menjadi anggota grup
penerbangan maskapai penerbangan tersebut. Calon penumpang juga diharuskan
memberikan informasi paspor dari semua orang yang melakukan perjalanan dengan grup
anda yang berusia di atas dua (2) tahun. Calon penumpang juga boleh menambah Add-
Ons dalam tahap ini seperti Luggage Upsize, Check-In Peralatan Olah Raga dan Asuransi
Perjalanan. Setelah informasi ini sudah dimasukkan, klik Lanjutkan untuk meneruskan.

Langkah 3

Pilih kursi favorit / kesukaan calon penumpang dengan Pemilih Kursi, atau biar kursi
calon penumpang ditentukan secara otomatis saat check-in.

Langkah 4

Akhirnya, sesuai dengan hukum internasional, maskapai penerbangan diwajibkan


untuk mengumpulkan informasi kontak calon penumpang. Calon penumpang harus
memasukkan detail kartu kredit yang dimiliki untuk membayar penerbangannya. Jika anda
sudah selesai memesan, klik tombol Beli Sekarang. Harap sabar karena mungkin perlu
waktu untuk memproses permintaan kamu selama masa sibuk.
Jika pemesanan anda telah selesai, catat referensi pemesanan anda
dan Cetak salinan dari halaman akhir (berisi rencana perjalanan calon penumpang) untuk
dibawa serta saat check-in. Jika calon penumpang memberikan alamat email, salinan
rencana perjalanan calon penumpang juga akan dikirim ke email calon penumpang.

Cara Booking / Reservasi Online Garuda Indonesia


Langkah 1, Ketikkan URL berikut pada web browser anda https://www.garuda-
indonesia.com. Selanjutnya isilah LOGIN dengan Username yang ada pada tabel user
name Garuda Indonesia berikut PASSWORDNYA, dan klik tombol SIGN. Jika anda
berhasil maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini, berikutnya silahkan klik Menu
146   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

BUAT RESERVASI

Langkah 2, pilih satu dari TIPE PERJALANAN, apakah sekali jalan atau pulang-pergi.
Lengkapi form reservasi dengan memilih KOTA ASAL, dengan cara mengetikkan
ThreeLetter Code- nya, Misalkan Surabaya cukup anda ketik “SUB” maka akan muncul
pilihan “Surabaya”, kemudian lanjutkan dengan KOTA TUJUAN,. Kemudian Pilih Tanggal
Keberangkatan, jangan lupa isi JUMLAH PENUMPANG dan Pilih KELAS YANG
DIINGINKAN, dan berikutnya klik tombol CARI PENERBANGAN.

Gambar 35

Langkah 3, Setelah anda klik tombol CARI maka berikutnya anda diminta untuk memilih
Jam Keberangkatan, dan kelas yang ada dengan memilih salah satu BULATAN, angka
diatas bulatan menunjukkan jumlah seat yang masih tersedia PADA KELAS TERSEBUT
dan harga yang bervariasi, untuk rute transit anda perlu memilih 2 Bulatan atau lebih,
namun perhatikan benar-benar jam penerbangannya. Setelah memilih kelas dan jam
penerbangan, lanjutkan dengan menekan tombol PERIKSA HARGA.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   147  
 

Gambar 36

Langkah 4, Setelah anda menekan TAMPILKAN HARGA, maka HARGA TIKET DAN
PERINCIANNYA akan ditampilkan di kolom sebelah kiri seperti gambar berikut ini, setelah
anda lihat harga dan perinciannya silahkan lanjut dengan menekan tombol LANJUTKAN.
148   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 37

Langkah 5, Berikutnya anda harus melengkapi data penumpang, seperti GELAR, NAMA
dan NOMOR GFF, sedikit penjelasan GFF adalah Garuda Frequent Flyer kolom ini boleh
dikosongkan, karena tidak semua orang memilikinya, NO TELEPON DAN HP
PENUMPANG wajib untuk diisi, kemudian tekan tombol LANJUTKAN.

Gambar 38

Langkah 6, Berikutnya adalah memilih METODE PEMBAYARAN, kemudian beri tanda


CHECK pada kotak persetujuan, namun sebelumnya anda perlu membaca PERATURAN
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   149  
 

yang melekat pada tiket tersebut, setelah itu tekan tombol LANJUTKAN.

Gambar 39

Langkah 7, Setelah lengkap seluruh pengisian Form reservasi maka hasilnya berisi KODE
BOOKING, sampai disini proses booking telah selesai dan anda bisa kembali ke halaman
awal dengan menekan tombol MULAI KEMBALI.

Booking Online Tiket Pesawat Air Asia


Perjalanan dengan transportasi udara melalui bandara pada saat ini sudah bukan
barang mewah lagi. Dengan bertambahnya maskapai penerbangan maka harga tiket
pesawat udara semakin kompetitip. Setiap airlines akan berusaha mencari penumpang
sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan strategi. Salah satu pelayanan airline
kepada penumpang adalah diberikannya kemudahan didalam mencari tiket pesawat
terbang dengan cara booking secara online melalui internet.
Pada kesempatan ini untuk membantu permintaan booking tiket pesawat, kami
sekali lagi akan membantu dengan cara membuat step by step untuk bisa melakukan
booking tiket pesawat secara online pada maskapai penerbangan Air Asiar. untuk
selanjutnya anda bisa melakukan sendiri tanpa bantuan kami lagi.
Berikut ini langkah booking tiket pesawat AirAsia secara Online :

Langkah 1, Buka website Air Asia dan pilih negara serta bahasa Indonesia. Pilih bagian
Book / Penerbangan, kemudian isi data :
150   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 40

a. Pilih pulang pergi atau sekali jalan


b. Berangkat : dengan kota asal/keberangkatan
c. Tiba : dengan kota tujuan
d. Pilih tanggal untuk keberangkatan dan tanggal kembali jika untuk pulang (PP).
e. Isi jumlah penumpang dewasa
f. Bayi : jumlah penumbang bayi (dibawah 2 tahun).
g. Klik tombol Cari

Langkah 2 , Setelah tekan tombol Cari maka akan tampil hasil penerbangan yang anda cari.
Dalam contoh yang kami paparkan tampak ada 3 penerbangan untuk tanggal 20 22 Mei 2008
beserta class yang ada dan harga tiketnya. Kita pilih jam penerbangan yang sesuai dengan kita
dengan klikTamu/Penumpang. Langkah berikutnya klik Lanjutkan.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   151  
 

Gambar 41

Langkah 3 , Kita disuruh mengisi informasi data penumpang.

Langkah 4 , Kita disuruh mengisi biodata lengkap mulai dari nama, alamat dsb.
152   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 42
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   153  
 

Langkah 5 , System pembayaran tiket, kita bisa pilih melalui Kartu Kredit atau bank
langsung (Bank Mandiri). Untuk kode booking sudah tertampil disebelahnya

Gambar 43
154   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 44

Air Asia Group Booking


Sebenarnya untuk travel agent sudah ada fasilitas group booking pada portal
mereka, namun saat ini fasilitas tersebut baru tersedia untuk group booking Airasia dengan
penerbangan selain QZ (QZ adalah sign kode untuk airasia indonesia). Artinya saat ini
fasilitas group booking di portal agent hanya bisa untuk pemesanan rute internasional atau
selain rute domestik indonesia. Untuk pemesanan group rute domestik saat ini bisa
dilakukan melalui telepon atau email ke group desk Airasia. Pemesanan group hanya bisa
dilakukan jika jumlah penumpang lebih dari 10 orang.

Jadwal kerja, Email dan Telepon untuk pemesanan Group Airasia


Untuk mengajukan permohonan group (baik itu oleh travel agent, instansi,
perusahaan atau perorangan) bisa menghubungi nomor telepon petugas group Airasia ke
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   155  
 

+6221- 29 850 850. Selain pemesanan via telepon, Airasia juga menerima group booking
melalui email ke iaa_groupdesk@airasia.com. Harus diingat ya, jam operasional mereka
adalah hari Senin sampai dengan hari Jumat mulai jam 9.00 AM sampai jam 18.00 WIB,
hari Sabtu jam 9.00 AM sampai jam 14.00 WIB dan untuk hari Minggu dan libur nasional
Airasia tidak buka.

Cara pemesanan group booking Airasia


Cara pemesanan group booking Airasia melalui telepon yaitu dengan menelepon ke
nomor diatas, nanti kita akan dilayani oleh salah seorang staff Airasia yang menangani
masalah group. Informasikan kepada mereka rute penerbangan, tanggal keberangkatan
dan jumlah penumpang, mereka akan memberikan penawaran harga kepada kita. Jika kita
memesan melalui email, dalam email tersebut tuliskan seperti halnya pada pemesanan
group airasia melalui telepon diatas, pihak group desk Airasia akan memberikan penawaran
harga dengan membalas email kita tersebut.
Setelah penawaran harga diberikan oleh Airasia, jika kita tidak setuju bisa langsung
menolaknya, namun jika setuju sesuai dengan jadwal yang diminta dan setuju dengan
ketentuan pembayaran maka saat itu langsung dilakukan pembayaran service fee
menggunakan kartu kredit. Untuk pembayaran selanjutnya, pihak Airasia akan memberikan
informasi selanjutnya.

Cara pembayaran group booking Airasia


Pembayaran ini adalah pembayaran untuk pelunasan group, jika pihak Airasia tidak
menerima pelunasan dalam waktu yang sudah mereka tentukan, maka airasia berhak
membatalkan pemesanan group dan service fee yang sebelumnya dibayar tidak bisa
dikembalikan.
Pembayaran pelunasan bisa dilakukan dengan kartu kredit maupun tunai. Untuk
pembayaran menggunakan kartu kredit (Mastercard atau Visa) bisa langsung menghubungi
nomor telepon group desk seperti tertulis diatas. Sedangkan untuk pelunasan pembayaran
tunai, kita harus melakukan penyetoran ke nomor rekening Airasia (nomor rekening bisa
ditanyakan ke group desk Airasia) dengan keterangan "GRP TRAVEL ANDA" atau "GRP
PT. ANDA" atau "GRP INSTANSI ANDA". Setelah melakukan setoran tunai, kita lakukan
konfirmasi kepada Airasia dengan mengirimkan email bukti scan slip setoran (biasanya
sebelum jam 14.00 siang).
Sekedar informasi kita semua, jika transaksi harga tiket dalam mata uang asing
(misalnya Ringgit, Dollar Singapore) maka Airasia akan melakukan konversi ke mata uang
Rupiah sesuai dengan konversi rate yang berlaku di Airasia pada saat akan melakukan
pembayaran.
156   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Setelah semua pelunasan selesai, kita akan diminta memberikan daftar nama
penumpang group yang telah fixed, nama nama penumpang group harus kita kirimkan
sebelum batas waktu yang mereka berikan. Setelah semuanya lengkap dan selesai, Airasia
akan mengirimkan itinerary tiket kepada kita yang nantinya berguna untuk proses check in
pada saat jadwal keberangkatan. Airasia juga akan memberitahukan atau mengirimkan
kepada kita syarat dan ketentuan group booking tersebut (berisikan tentang jadwal
pembayaran, perubahan nama, biaya biaya perubahan dan ketentuan group booking
lainnya).

Pesan Tiket Lion Air Via Internet


Sebelumya, orang-orang ketika akan bepergian menggunakan pesawat terbang
maka ia biasanya harus memesan tiket melalui biro perjalanan atau travel agen.
Sekarang ini dijaman serba internet, serba on-line, melakukan pemesanan tiket tak perlu
lagi untuk datang atau menghubungi biro perjalanan atau perwakilan maskapai
penerbangan dikota anda.
Cara melakukan pemesanan tiket pesawat terbang melalui internet ini sangat
mudah dan cepat. Berikut ini cara melakukan pemesanan tiket pesawat secara online,
khususnya LION AIR.

Langkah Pertama. Pastikan komputer/laptop/smartphone anda terhubung dengan jaringan


internet.

Langkah Kedua. Buka alamat web Lion Air http://www2.lionair.co.id/. Silahkan pilih bahasa
dan KLIK. Tersedia dalam bahasa Indonesia, Singapore, Malaysia, Vietnam dan Saudi
Arabia.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   157  
 

Gambar 45

Langkah Ketiga. Pada halaman berikutnya silahkan pilih pemesanan tiket untuk pulang
pergi atau sekali jalan dan tentukan tanggal keberangkatan fixed atau fleksibel. Pilih asal
keberangkatan (depart) dan tujuan tiba anda (arrive). Isikan pula tanggal keberangkatan
anda. Jika pemesanan tiket untuk lebih dari 1 (satu) orang, jangan lupa untuk mengisi
jumlah penumpang dewasa, anak (usia 2-12 tahun) dan bayi (kurang dari 2 tahun).
Selanjutnya klik CARI.
158   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 46

Langkah Keempat. Anda akan berpindah pada halaman berikutnya yang berisi pilihan
jadwal keberangkatan. Sesuaikan waktu/jam pilihan anda, jika beruntung anda bisa
mendapatkan harga promo.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   159  
 

Gambar 47

Kelima. Setelah memilih jadwal keberangkatan, anda diminta untuk memilih menggunakan
atau tidak menggunakan asuransi perjalanan. Pilih Ya jika anda ingin menggunakan
asuransi perjalanan atau pilih Tidak jika anda tidak ingin menggunakan asuransi perjalanan.

Gambar 48

Langkah Keenam. Selanjutnya anda harus mengisi kode CAPTCHA dan klik LANJUTKAN.
160   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 49 kode CAPTCHA

Langkah Ketujuh. Kini muncul halaman baru, silahkan isi detail penumpang(pastikan titel
anda, Tn, Ny, Nn, Dr) dan detail kontak mengenai data diri anda (penumpang). Ingat..!!
Dalam mengisi nama dan alamat harus sesuai dengan kartu identitas penumpang yang
akan terbang, jika tidak sesuai maka tidak dapat ikut dalam penerbangan. Jika anda
membayar dengan kartu kredit, maka pada saat check in dibandara harus membawa kartu
kredit tersebut. Kartu identitas dapat berupa KTP, SIM atau paspor. Pada kolom rincian
pembayaran, pilih salah satu cara pembayaran (melalui ATM, melalui kartu kredit, Direct
Debit BCA), contoh berikut ini menggunakan pembayaran via ATM. Jangan lupa
untuk mencentangkotak pada kolom persetujuan pelanggan. Dalam mengisi formulir ini,
anda hanya diberikan waktu selama 10 (sepuluh) menit. Selanjutnya klik LANJUTKAN.

Gambar 50 Rincian Jadwal dan Rincian Penumpang


BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   161  
 

Gambar 51 Detail Kontak dan Rincian Tarif

Gambar 52 Rincian Pembayaran dan Persetujuan Pelanggan

Langkah Kedelapan. Halaman berikutnya akan menampilkan rincian perjalanan anda.


Dalam rincian pemesanan harap catat kode pesanan, kode pembayaran ATM, kode
pesawat dan jenis pesawatnya dalam detail itenerary. Silahkan klik PRINT jika ingin
mencetaknya, jika sudah selesai klik SELESAI.
162   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Gambar 53 Rincian Perjalanan

Gambar 54 Rincian Pembayaran

Langkah Kesembilan. Selanjutnya silahkan anda melakukan pembayaran melalui ATM


atau menggunakan kartu kredit atau dengan Direct Debit BCA. Anda hanya diberi batas
waktu 3 (tiga) jam untuk melakukan pembayaran.

Langkah Kesepuluh. Jika anda sudah melakukan pembayaran via ATM, struk ATM bisa
dijadikan tiket untuk check in dibandara. Simpan struk tersebut, bila perlu fotocopy untuk
menghindari hal yang tidak diinginkan.
BAB  III  PENERIMAAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   163  
 

3. Tugas
Anda diminta kerja berpasangan dan bersama-masa berdiskusi membuat
sebuah skenario (dalam bentuk percakapan bahasa inggris) dengan
memperhatikan saran-saran yang diberikan kepada pelanggan secara terperinci
menyangkut pemesanan tiket. Kemudian menghafalkan percakapan tersebut dan
mempraktekkannya di depan kelas.

4. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami langkah – langkah pemesanan tempat


melalui web

2 Mempraktekkan langkah – langkah reservasi


melalui web

5. Tes Formatif
1) Susunlah langkah – langkah reservasi melalui web maskapai citilink.
2) Susunlah langkah – langkah reservasi melalui web maskapai Sriwijaya Air.
3) Susunlah langkah – langkah reservasi melalui web maskapai internasional KLM.
164   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

BAB IV

RINCIAN PEMESANAN TEMPAT PENERBANGAN

A. Kegiatan Belajar 1 : Bagasi Penumpang (Baggage)


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
a) Mengidentifikasikan informasi bagasi
dengan benar
b) Mempresentasikan informasi bagasi
dengan baik

2. Uraian Materi
Perhatikan gambar di bawah ini.

Sumber : www.garuda-indonesia.com
Gambar 55 Cabin Baggage
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   165  
 

Setelah mengamati gambar diatas, diskusikan bersama kelompok anda.


Tuangkan hasil diskusi anda dalam bentuk pertanyaan ke dalam lembar kerja berikut.
Kemudian paparkan dimuka kelas.

Nama Kelompok :

No Daftar Pertanyaan Pembahasan

Bagasi merupakan barang-barang penumpang atau milik pribadi yang dianggap


perlu atau sesuai untuk dipakai, digunakan untuk alasan kenyamanan atau kemudahan
selama perjalanan. Bagasi mencakup bagasi terdaftar (Checked Baggage) dan bagasi tidak
terdaftar (Unchecked Baggage), kecuali dinyatakan lain. Barang-barang seperti obat-
obatan, uang, perhiasan, nego kertas, surat berharga, barang-barang berharga dan
dokumen tidak akan dimasukkan dalam bagasi terdaftar, tapi harus dilakukan oleh
penumpang setiap saat. Sarankan kepada penumpang Anda untuk mengepak barang-
barang penumpang di bagasi yang tepat untuk menghindari kerusakan isi. Semua bagasi
terdaftar harus di rontgen. Anda ingatkan penumpang Anda untuk melampirkan kartu nama,
alamat dan nomor telepon (dalam bahasa Inggris), karena ini akan sangat membantu untuk
identifikasi dalam kasus bagasi penumpang hilang selama perjalanan. Biasanya maskapai
penerbangan menawarkan nametags kosong secara cuma-cuma di konter check-in.
166   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

a. Bagasi Terdaftar (Checked Baggage)

1) Bagasi Bebas Biaya (Allowance)


Perhatikan tabel berikut untuk ketentuan bagasi bebas biaya yang diberikan oleh
Garuda Indonesia. Anda dapat menikmati pembebasan biaya bagasi tambahan jika
Anda adalah anggota Program Frequent Flyer dari SkyTeam.

Penumpang Jumlah/Konsep Ukuran


Kelas
Berdasarkan (Jumlah Atau Bagian
(First, Business, Or Economy)
Umur Atau Berat)

First 40 kg

Dewasa Business 30 kg

Economy 20 kg

First 40 kg

Anak-anak Business 30 kg

Economy 20 kg

First 20 kg

Business / Economy 10 kg
Bayi

Bayi yang tidak memiliki kursi mendapat tambahan 10 kg selain


kereta dorong, kereta lipat, keranjang bayi, atau tempat duduk
bayi yang dapat dibawa ke dalam kabin penumpang, tergantung
pada ruang yang tersedia.
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   167  
 

Bagasi Tambahan Untuk Anggota Garudamiles (Grup Atau Individu) :


• Silver Card : max 5 kg
• Gold Card/EC Plus Card : max 15 kg
• Platinum Card/GIC Card : max 20 kg

Bagasi tambahan untuk FFP skyteam. Anggota skyteam elite dan elite plus
berhak atas tambahan fba di setiap anggota penerbanganskyteam :
Bagasi tambahan untuk ffp skyteam.
Anggota skyteam elite dan elite plus berhak atas tambahan fba di setiap anggota
penerbangan skyteam:
Skyteam elite : ekstra 10 kg (konsep berat) / 1 pc (konsep jumlah)
Skyteam elite plus : extra 20 kg (konsep berat) / 1 pc (konsep berat)

Sumber : www.garuda-indonesia.com

Jika dalam sebuah perjalanan penumpang terbang dengan kelas Bisnis dan Kelas
Ekonomi, pembebasan biaya bagasi yang berlaku sesuai dengan ketentuan masing-masing
kelas penerbangan tersebut.
Untuk perjalanan yang melibatkan beberapa maskapai penerbangan, kebijakan
bagasi diatur oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) Resolusi 302. Jika di
dalam jadwal perjalanan Anda terdapat penerbangan dengan maskapai lain, bagasi yang
ditampilkan pada tiket mungkin berbeda dengan bagasi yang diberikan. Silakan hubungi
maskapai terkait untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan bagasi mereka.

Kelebihan Bagasi (Excess Baggage)


Untuk menghindari biaya tambahan karena kelebihan bagasi, tas yang melalui
pemeriksaan seharusnya :
• 23 kg atau kurang
• Tidak melebihi 158 cm untuk ukuran panjang + lebar + tinggi

Batasan Ukuran dan Berat (Size and Weight Restriction)


Anda akan diminta untuk mengemas kembali bagasi Anda jika melebihi 32 kg.
Silakan hubungi kantor Garuda Indonesia setempat sebelum Anda melakukan perjalanan
jika Anda ingin membawa tas dengan berat di atas 32 kg.

Bagasi Kabin/Tidak Terdaftar (Carry On/Unchecked Baggage)


Barang/benda yang dibawa penumpang ke kabin merupakan tanggungjawab
penumpang dan harus dibawah pengawasan pribadi. Berdasarkan kebijakan bagasi kabin
168   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Garuda Indonesia, setiap penumpang diizinkan membawa bagasi kabin dengan ketentuan
sebagai berikut :
Satu tas tidak melebihi 115 cm linear (P56 cm + T36 cm + L23 cm) dan berat 7 kg

Untuk penumpang Kelas Ekonomi dengan pesawat Bombardier CRJ1000ER :


Satu tas tidak melebihi 92 cm linear (P41 cm + T34 cm + L17 cm) dan berat 7 kg
Barang/benda seperti obat-obatan, uang, perhiasan, surat berharga, telepon seluler
dan dokumen (dokumen kertas dan elektronik dalam USB dan EHD) sebaiknya tidak
dimasukkan kedalam bagasi yang melalui pemeriksaan.
Penumpang diperkenankan membawa barang-barang di dalam daftar berikut yang
dikategorikan sebagai bagasi bebas biaya:
• Laptop
• Sebuah tas tangan, buku saku atau dompet
• Sebuah mantel atau selimut
• Sebuah payung atau tongkat
• Sebuah kamera kecil atau teropong
• Buku bacaan sewajarnya
• Keranjang bayi
• Sebuah kursi roda lipat untuk penumpang berkebutuhan khusus

Sumber : blog.edreams.com
Gambar 56 Dimensi Bagasi
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   169  
 

Bagasi Khusus (Special Baggage) antara lain :

Peralatan Olahraga (Sporting Equipment)


Ketika Anda terbang bersama Garuda Indonesia, Anda dapat membawa peralatan
olahraga di dalam perjalanan Anda, walaupun Anda akan dikenakan biaya tambahan
bagasi untuk peralatan yang kelebihan ukuran atau berat tersebut. Lakukan pemesanan
untuk bagasi khusus sekurangnya 48 jam sebelum waktu keberangkatan, dan pastikan
bahwa pemesanan Anda telah dikonfirmasi.
Peralatan olahraga akan dihitung kedalam biaya bagasi. Beberapa contoh peralatan
olahtaga antara lain;
a) Papan surfing : Papan surfing dengan panjang < 300 cm atau berat < 23 kg termasuk
ke dalam bagasi bebas biaya. Mohon diingat bahwa terdapat pengecualian untuk
pesawat CRJ 1000 & ATR72-600. Ukuran papan surfing yang termasuk dalam bagasi
normal pada dua pesawat tersebut adalah < 230 cm < 23 kg untuk pesawat CRJ 1000
dan <160 cm <23 kg untuk pesawat ATR72-600.
b) Wind, Wave/Kite & Body Board : Body board dengan panjang < 200 cm atau < 23 kg
dengan tinggi 158 cm/62 inch (p+l+t) akan dihitung kedalam biaya bagasi. Mohon
diingat bahwa terdapat pengecualian untuk pesawat ATR72-600. Ukuran body boards
yang termasuk dalam bagasi normal pada pesawat tersebut adalah < 160 cm < 23 kg.
c) Sepeda : Garuda Indonesia menilai bahwa kotak karton sepeda dengan dimensi 177 x
23 x 102 cm sebagai satu-satunya pengepakan sepeda yang dapat diterima. Sebuah
kotak akan melindungi sepeda dan bagasi penumpang lain.
d) Peralatan Scuba diving
e) Kayaks & Canoes
f) Peralatan Golf : Tas golf yang berisi beberapa tongkat golf dan sepasang sepatu golf
dihitung sebagai sebuah bagasi dengan total ukuran 62 inch (158 cm), terlepas dari
ukuran sebenernya.
g) Peralatan Ski : Peralatan ski salju biasanya terdiri dari sepasang papan ski, sepasang
tongkat ski dan/atau sepasang sepatu bot. Peralatan ski dihitung sebagai sebuah
bagasi dengan total ukuran 62 inch (158 cm), terlepas dari ukuran sebenarnya.
h) Senjata api & amunisi untuk olahraga menembak dan berburu.

Peralatan olahraga dengan berat lebih dari 23 kg akan dikenakan biaya kelebihan
bagasi. Anda bahkan akan diminta untuk memindahkannya sebagai kargo jika peralatan
tersebut memiliki berat lebih dari 32 kg.
170   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Instrumen Musik (Musical Instrument)


Peralatan musik dengan berat 23 kg akan dikenakan biaya kelebihan bagasi. Anda
bahkan akan diminta untuk memindahkannya sebagai kargo jika peralatan tersebut memiliki
berat lebih dari 32 kg.

Bagasi di Kabin Penumpang (Baggage in the Passenger Cabin)


Penumpang diperbolehkan membawa bagasi jinjing ke kabin penumpang diluar
yang dikenakan biaya bagasi atau bagasi yang sifat, nilai, berat, ukuran dan bentuknya
masuk akal bahwa pemiliknya lebih memilih untuk menjaga sendiri barang/benda tersebut
di tempat yang dekat dengan kursi penumpang masing-masing.
Mengikuti beberapa situasi berikut, dikarenakan sifat barang/benda yang dibawa dan
sesuai dengan standar keselamatan penerbangan, seorang penumpang harus memesan
dan membayar untuk satu atau lebih kursi tambahan untuk membawa barang/benda
tersebut kedalam kabin penumpang.
Barang/benda yang termasuk dalam kategori bagasi yang diizinkan di dalam kabin
penumpang namun bukan bagasi jinjing antara lain:
• Celo
• Pot antik
• Tas keperluan diplomatic
• Kamera film, dll

3. Rangkuman
Bagasi merupakan barang-barang penumpang atau milik pribadi yang dianggap
perlu atau sesuai untuk dipakai, digunakan untuk alasan kenyamanan atau kemudahan
selama perjalanan. Bagasi mencakup bagasi terdaftar (Checked Baggage) dan bagasi
tidak terdaftar (Unchecked Baggage), kecuali dinyatakan lain.

4. Tugas
Susunlah tabel komparasi baik bagasi kabin maupun bagasi terdaftar yang diizinkan oleh
maskapai penerbangan nasional.

Maskapai Bagasi Kabin Bagasi Terdaftar

Air Asia Indonesia 7kg Optional

Batik Air 15kg 10kg

Citilink 7kg 20kg


BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   171  
 

Garuda Indonesia 7kg 20kg

Kal Star Aviation 10kg 20kg

Lion Air 10kg 20kg

Sky Aviation ? 15kg

Sriwijaya Air 7kg 20kg

Wings Air 10kg 15kg

Batavia Air 7kg 20kg

Express Air ? 20kg

Kartika ? ?

Pacific Royale ? ?

Riau Air 7kg 20kg

Susi Air ? ?

TransNusa Air 5kg 20kg

Trigana Air ? ?

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami pengertian bagasi penumpang

2 Memahami jenis-jenis bagasi penumpang

3 Memahami excess baggage


172   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

6. Tes Formatif
1) Berapakah bagasi terdaftar yang diperbolehkan oleh maskapai Garuda Indonesia ?
2) Berapakah bagasi terdaftar yang diperbolehkan oleh maskapai Lion Air ?
3) Berapakah bagasi terdaftar yang diperbolehkan oleh maskapai Sriwijaya Air ?

B. Kegiatan Belajar 2 : Minimum Connecting Time


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini, diharapkan


kamu dapat :
1) Mengidentifikasikan minimum connecting
time penerbangan dengan benar
2) Menyusun minimum connecting time
penerbangan dengan baik

2. Tujuan Pembelajaran
Ada 4 tipe – tipe penerbangan :
a. Non-stop Flight : Suatu penerbangan yang beroperasi antara dua kota dan tidak
berhenti
b. Direct Flight : Suatu penerbangan tidak memerlukan penumpang untuk merubah
pesawat antara kota keberangkatan dan kota tujuan.
c. Connecting Flight : Suatu penerbangan yang beroperasi antara dua kota, dan
membuat perubahan secara online dengan maskapai penerbangan yang sama
atau dengan maskapai penerbangan yang berbeda dalam satu kota atau lebih
d. Change of Equipment / Change Of Gauge : Suatu penerbangan yang beroperasi
antara dua kota dengan berganti pesawat di kota antara

Minimum connecting time adalah waktu tersingkat yang diperlukan untuk melakukan
perpindahan dari satu penerbangan ke penerbangan yang lain dalam rangka melanjutkan
perjalanan menggunakan pesawat terbang atau biasa disebut connecting flight.
Perpindahan yang dilakukan dapat terjadi antar perusahaan penerbangan yang sama
ataupun dengan perusahaan yang berbeda.
MCT (Minimum Connecting Time), disusun dan diatur oleh Manager Passenger
Services Development IATA di Geneva sesuai dengan resolusi IATA 765. Apabila
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   173  
 

perusahaan penerbangan akan mengadakan perubahan ataupun menerapkan suatu


peraturan baru, mereka harus menghubungi IATA melalui koordinator MCT dan harus
sesuai dengan procedure yang tercantum dalam bab 7 dari IATA Airline Coding Directory.
Tabel Minimum connecting time terdapat pada buku Official Airline Guide sekitar
halaman 53. Di tabel tersebut mencantumkan waktu yang digunakan oleh bandara-
bandara seluruh negara di dunia, dalam menerapkan Minimum Connecting Time. Secara
umum, minimum connecting time yang digunakan untuk transfer antar penerbangan
domestik adalah 20 menit. Sedangkan 1 jam untuk kategori-kategori yang lain seperti antar
penerbangan internasional, antara penerbangan domestik dan internasional.
Di bawah minimum Connecting Time untuk kota Jakarta sesuai yang tertera dalam
buku OAG.
HLP (Halim)
Domestik standar (1 Jam)
CGK (Soekarno Hatta)
• Terminal 1
Domestik Standar (1 Jam)
• Terminal 2
Domestik standar (1 Jam)
Domestik ke internasional (2 Jam)
Internasional ke internasional (1 Jam)
• Antar Terminal
Domestik standar (2 Jam)
Domestik to internasional (2 Jam)
Internasional ke domestik (2 Jam)
Internasional ke internasional (2 Jam)

3. Rangkuman
Minimum connecting time adalah waktu tersingkat yang diperlukan untuk melakukan
perpindahan dari satu penerbangan ke penerbangan yang lain dalam rangka melanjutkan
perjalanan menggunakan pesawat terbang atau biasa disebut connecting flight.
Perpindahan yang dilakukan dapat terjadi antar perusahaan penerbangan yang sama
ataupun dengan perusahaan yang berbeda.

4. Tugas
Susunlah suatu rute penerbangan internasional dengan tujuan beberapa kota
kemudian tuliskan ke dalam kartu reservasi. Dalam menyusun rute tersebut anda harus
memperhatikan ketentuan dalam Minimum Connecting Time.
174   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

5. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Memahami definisi Minimum Connecting Time

2 Menyusun rute dengan mempertimbangkan


Minimum Connecting Time

6. Tes Formatif
1) Tuliskan minimum Connecting Time salah satu kota di Indonesia selain Jakarta.
2) Tuliskan minimum Connecting Time salah satu kota di dunia selain Indonesia.

C. Kegiatan Belajar 3 : Jenis Pesawat (Aircraft Code)


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari uraian ini,


diharapkan kamu dapat :
1. Memahami jenis pesawat terbang dalam
suatu reservasi
2. Memberikan informasi kepada pelanggan
tentang jenis pesawat terbang

2. Uraian Materi
Coba kamu amati gambar di bawah ini. Menurut Anda manakah informasi atau keterangan
yang menunjukkan Aircraft Code ?
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   175  
 

Sumber : Dokumentasi Kemendikbud


Gambar 57 Tampilan Jadual Penerbangan

Ada kalanya calon penumpang yang melakukan reservasi menginginkan penerbangan


dengan jenis pesawat tertentu atau sekedar ingin mengetahuinya. Sebagai petugas
reservasi yang handal, kamu harus bisa menjelaskan informasi jenis pesawat yang terkait
dengan reservasi calon penumpang tersebut. Berikut ini merupakan beberapa jenis
pesawat dan kodenya.
Airline Code Type Of Aircraft
AB3 Airbus A300
310 Airbus A310
320 Airbus A320
330 Airbus A330
340 Airbus A340
380 Airbus A380
AB6 Airbus A300-600
727 Boeing 727
737 Boeing 737
733 Boeing 737-300
734 Boeing737-400
735 Boeing 737-500
747 Boeing 747
176   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

743 Boeing 747-300


744 Boeing 747-400
777 Boeing 777
CS2 CASA C-212
CS5 IPTN CASA CN-235
DHT DHC-6 TWIN OTTER
DC9 Douglas DC9
D9S Douglas DC9-30-40-50
M80 Douglas MD-80-81-82-83
D10 Douglas DC-10
M11 Douglas DC-11
F27 Fokker F-27 Friendship
F28 Fokker F-28 Fellowship
F50 Fokker F-50
100 Fokker 100
146 British Aerospace 146
ARJ Avro RJ Series

Berikut detail atau spesifikasi pesawat terbang yang umumnya beroperasi di


Indonesia :

Boeing 777-300ER

LENGTH 73.9 m

WINGSPAN 64.8 m

RANGE 13,520 km
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   177  
 

FIRST/EXEC./ECO. 8/38/268

COCKPIT/CABIN 2/17

MAX. SPEED 1,090 kph

Boeing 747-400

LENGTH 70.6 m

WINGSPAN 64.4 m

RANGE 14,180 km

FIRST/EXEC./ECO. 42/386

COCKPIT/CABIN 2/16

MAX. SPEED 990 kph


178   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Airbus A330-300

LENGTH 63.69 m

WINGSPAN 60.3 m

RANGE 10,800 km

FIRST/EXEC./ECO. 42/215

COCKPIT/CABIN 2/15

MAX. SPEED 913 kph

Airbus A330-200

LENGTH 58.82 m

WINGSPAN 60.3 m
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   179  
 

RANGE 13,400 km

FIRST/EXEC./ECO. 36/186

COCKPIT/CABIN 2/11

MAX. SPEED 913 kph

BOEING 737-800 NG

LENGTH 39.5 m

WINGSPAN 34.3 m

RANGE 5,425 km

FIRST/EXEC./ECO. 12/144

COCKPIT/CABIN 2/6

MAX. SPEED 853 kph


180   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

BOEING 737-300

LENGTH 33.4 m

WINGSPAN 31.1 m

RANGE 3,515 km

FIRST/EXEC./ECO. 16/94

COCKPIT/CABIN 2/5

MAX. SPEED 840 kph

BOEING 737-500

LENGTH 31.01 m

WINGSPAN 28.88 m
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   181  
 

RANGE 3,515 km

FIRST/EXEC./ECO. 12/84

COCKPIT/CABIN 2/5

MAX. SPEED 840 kph

CRJ 1000 NexGen

LENGTH 39.1 m

WINGSPAN 26.2 m

RANGE 2,491 km

FIRST/EXEC./ECO. 12/84

COCKPIT/CABIN 2/3

MAX. SPEED 870 kph


182   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

ATR 72 600

LENGTH 27,166 m

WINGSPAN 27,05 m

RANGE 1,648 km

FIRST/EXEC./ECO. 70

COCKPIT/CABIN 2/2

MAX. SPEED 250 kph

2. Rangkuman
Calon penumpang yang melakukan reservasi perlu diinformasikan mengenai jenis
pesawat yang akan digunakan dalam penerbangannya. Sebagai petugas reservasi yang
handal, kamu harus bisa menjelaskan informasi jenis pesawat yang terkait dengan
reservasi calon penumpang tersebut.

3. Tugas
Anda diminta membentuk kelompok kecil (terdiri dari 2 orang) dan bersama-masa
berdiskusi membuat sebuah skenario (dalam bentuk percakapan bahasa inggris) dengan
memperhatikan saran-saran yang diberikan kepada pelanggan secara terperinci
menyangkut pemesanan tiket. Kemudian menghafalkan percakapan tersebut.
BAB  IV  RINCIAN  PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN   183  
 

4. Penilaian Diri
Anda seharusnya :

No Elemen Ya Tidak

1 Mengetahui Aircraft Code

2 Menjelaskan Aircraft Code

5. Tes Formatif
1) Sebutkan negara asal perusahaan - perusahaan pesawat udara untuk penerbangan
sipil di dunia.
2) Jelaskan aircraft code yang umum digunakan maskapai penerbangan nasional.
184   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

DAFTAR PUSTAKA

Damarjati. 1992. Istilah-Istilah Dunia Pariwisata. Jakarta : Pradnya Paramitha


Depdiknas & IAPSD. 2002. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Usaha Jasa
Pariwisata. Jakarta
Garuda Indonesia. 2001. Timetable Garuda Indonesia. Jakarta
OAG Worldwide Limited. 2007. OAG Official Airline Guides. United Kingdom : OAG
Publishing
PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. 2012. Reservasi Manual. Depok
Wardhani, U.E.,dkk. 2008. Usaha Jasa Pariwisata Jilid 1. Jakarta : Depdiknas
Aini, Nurul. 2014. Modul Pemesanan Tempat / Reservation
http://www.airasia.com diakses Desember 2014
http://www.citilink.co.id diakses Desember 2014
http://www.garuda-indonesia.com diakses Desember 2014
http://hubud.dephub.go.id diakses Desember 2014
http://www.lionair.co.id diakses Desember 2014
https://www.sriwijayaair.co.id diakses Desember 2014
http://www.tigerair.com diakses Desember 2014
GLOSARIUM   185  
 

GLOSARIUM

Abacus Salah satu Global Distribution System (GDS) yang menyediakan


sistem reservasi bagi travel agent dan airlines.
Abreviation Singkatan-singkatan yang digunakan dalam sistem reservasi baik manual
maupun CRS.
Adult Jenis penumpang dewasa (12 tahun ke atas).

AGT Travel Agent

Airlines Perusahaan/Maskapai penerbangan yang melayani penumpang dan barang


bawaannya dan mempunyai sejumlah armada, jadwal penerbanangan, dan harga.
Airport Tax Pajak Bandara yang dibayar penumpang pada saat cetak ticket atau memasuki
Bandara, disebut juga Airport Service Charge, Pasenger Service Charge (PSC)
ARR Arrival = Waktu kedatangan pesawat.

ASAP As Soon As Possible = Harus dilakukan dengan segera.

Booking Proses pencatatan data-data calon penumpang penerbangan

CHD Children = kode untuk penumpang pesawat dengan usia anak-anak.

Children Jenis penumpang anak-anak (2 sampai 12 tahun).

Circle Trip Bentuk perjalanan pergi pulang dengan kota singgah yang berbeda pada saat
pergi dan pulang, sehingga membentuk sebuah lingkaran.
CRS Computerized Reservation System, sebuah sistem yang dapat
menghubungkan secara langsung sebuah perusahaan perjalanan yang menjadi

DAPO agen
Do Allpenjualan
Possible =tiket dengan
Lakukan Airlines.
sepenuhnya.

DEP Departure = Waktu keberangkatan pesawat.

Destination Kota Tujuan

DOI Date Of Issued, Tanggal penerbitan ticket.

DOT Date Of Travel, Tanggal keberangkatan.

FRAG Fragile Baggage = Barang bawaan penumpang yang mudah pecah.

Freedom of Sebuah perjanjian bilateral/multilateral yang berisi tentang hak dan kebebasan
Air untuk terbang diwilayah udara suatu negara.
Global Suatu indikasi untuk rute perjalanan udara internasional yang dijadikan
indicator sebagai dasar penentuan harga tiket.
IATA International of Ait Transport Associasion, perkumpulan atau asosiasi perusahaan
penerbangan seluruh dunia.
186   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Infant Jenis penumpang bayi (dibawah 24 bulan).

INFT Infant = kode untuk penumpang pesawat dengan usia bayi.

Itinerary Suatu rangkaian perjalanan dan informasi mengenai jadwal penerbangan yang
berisi nomer penerbangan, tanggal dan jam penerbangan.
Kode Lihat PNR.
Booking
Load factor Ketersediaan tempat duduk dalam pesawat udara.

Local nomor telepon penumpang baik ditempat asal maupun di tempat tujuan, lebih
Contact diutamakan nomor Handphone.
NOSH No Show = penumpang yang sudah memiliki tiket pesawat, tetapi tidak melakukan
check-in di bandara.
OAG Official Airlines Guide, sebuah buku yang berisi jadwal penerbangan udara
seluruh dunia.
One way Bentuk perjalanan sekali jalan, kota asal keberangkatan berbeda dengan
kota tujuan.
Origin Kota asal

OSI Other Service Information, yaitu informasi pelayanan-pelayanan lain yang


dibutuhkan penumpang selain SSR. Yang termasuk dalam OSI, antara lain :
CAR, HTL, TUR.
Passenger Istilah untuk penumpang pesawat udara.

Pax istilah untuk menyebutkan penumpang.

PNR Passanger Name Record, suatu kode yang muncul setelah proses reservasi
selesai. Umumnya terdiri dari 6 karakter. Bisa berupa campuran dari huruf dan
angka, bisa juga berupa huruf semua. Sering juga disebut dengan kode booking.

Reconfirm istilah untuk merubah status reservasi yang masih booking menjadi pasti.

Reservation Sebuah proses pemesanan tempat duduk di pesawat untuk penumpang


dan barangnya dalam suatu penerbangan. Reservation juga diartikan sebagai
suatu proses pemesanan untuk layanan-layanan tertentu seperti kamar hotel,
pertunjukkan dan lain-lain.
Return Bentuk perjalanan pergi pulang kembali ke kota awal keberangkatan.

Round The Perjalan penerbangan keliling dunia.


World
Schedule Jadwal penerbangan.

SSR Special Service Requirement, yaitu permintaan pelayanan khusus dalam


suatu penerbangan. Contohnya : WCHC, MOML, NSST dan lain-lain.
GLOSARIUM   187  
 

Streeches Rute penerbangan

Ticket Sebuah dokumen perjalanan yang merupakan perjanjian kontrak antara


airlines dan calon penumpang sebagai bukti telah dilakukannya transaksi.

Time Limit batas waktu paling akhir untuk mengkonfirmasi sebuah reservasi. Umumnya pada
jam 12.00 siang.

Time Table Sebuah buku yang berisi jadwal penerbangan yang diterbitkan oleh suatu
maskapai penerbangan.

Traffic Pembagian wilayah dunia yang ditentukan oleh IATA untuk digunakan
Conference sebagai dasar perhitungan harga tiket penerbangan internasional.

UM Unaccompanied Minnor, yaitu anak-anak (CHD) yang melakukan perjalanan


udara tanpa didampingi oleh salah satu orang dewasa.
Waiting List Pemesanan yang masuk ke daftar tunggu sebelum mendapat kepastian.
(WL)
Airfare Harga tiket penerbangan

Basic Fare Harga dasar sebelum ditambah pajak.

Cancell Pembatalan atas pemesanan.

Cancell Fee Biaya pembatalan atas pemesanan yang sudah dibuat.

Confirm (HK) Pemesanan yang sudah mendapat kepastian ( HK )

Endorsable Boleh ganti jadwal penerbangan ke maskapai lain.

E Ticket Ticket Electronic yang berisi data perjalanan penumpang suatu airlines, sudah ada
no ticket dan bisa digunakn untuk chek in baik.
Extend Meperpanjang masa tinggal atau masa berlaku ticket.

Fixed Date Tidak boleh ganti tanggal.

Fixed Flight Tidak boleh ganti jadwal penerbangan dalam maskapai yang sama.

Go Show Penumpang yang datang ke bandara untuk terbang tidak sesui jadwal atau tidak
punya ticket.
Go Show Biaya yang dikenakan kapada penumpang yang goshow.
Fee
Issued Mencetak ticket.

Non Endorse Tidak boleh ganti jadwal penerbangan ke maskapai lain.

Non Extend Tidak bisa diperpanjang. biasanya berlaku untuk ticket promo.
188   PEMESANAN  TEMPAT  PENERBANGAN  1  
 

Non Refund Tidak bisa diuangkan, biasanya berlaku untuk ticket promo.

Non Reroute Tidak bisa ganti rute.

No Show Penumpang yang tidak datang ke bandara untuk terbang sesuai jadwal pesanan.

Open Jaw Perjalanan penerbangan yang didalam nya ada rute yg tidak menggukan
penerbangan.
Rebook Pembukuan ulang.

Reconfirm Menegaskan atau memastikan kembali rencana pejalanan yang sudah di pesan.
(RR)
Refund Menguangkan Kembali, refudn hanya bisa di proses untuk ticket yang masih
berlaku.
Refundable Bisa diuangkan, biasanya berlaku untuk ticket harga normal

Refund Fee Biaya yang dibebankan pada saat menguangkan kembali ticket yang sudah di
cetak.