Anda di halaman 1dari 17

UNDANG – UNDANG PEMILIHAN UMUM RAYA PRESIDEN

MAHASISWA
POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA

TIM PENYUSUN :
DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN


SURAKARTA
2018
LEMBAR PENGESAHAN

Undang-Undang Pemilihan Umum Presiden Mahasiswa Politeknik Kesehatan


Kementerian Kesehatan Surakarta yang disebut juga UU Pemira yang disusun oleh Dewan
Perwakilan Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta ini telah
disahkan pada :

Surakarta,27 Maret 2018

Ketua Dewan Perwakilian Mahasiswa

Politeknik Kesehatan Surakarta

Ahmad Syaifuddin
NIM P27226016051

Mengetahui.,
Pembantu Direktur III

Poltekkes Kemenkes Surakarta

M.Mudatsir Syatibi, Dipl.PT.,S.Psi., M.Kes


NIP : 19581024 198303 1 001

Menyetujui.,

Direktur

Politeknik Kesehatan Surakarta

Satino,
BAB S.KM,M.ScN
I
NIP.19610102 198903 1 001
KETETAPAN

DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA

No. 05 TAHUN 2017

TENTANG

UNDANG-UNDANG PEMILIHAN UMUM RAYA PRESIDEN MAHASISWA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA

Menimbang :

1. Bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan


Surakarta memiliki tugas membuat aturan tentang penyelenggaraan Pemilihan Umum
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
2. Bahwa perlu ditetapkannya peraturan Pemilihan Umum untuk melaksanakan
Pemilihan Umum Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta 2018.
Mengingat :

1. UU no.15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pemilu.

2. UU no. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu

3. Undang- Undang Dasar Keluarga Mahasiswa. BAB IX pasal 25 Tentang pemilihan


presiden Badan Eksekutif Mahasiswa.
Memperhatikan :

1. Pendapat-pendapat yang berkembang dalam pembahasan Pemilihan Umum.


2. Pendapat-pendapat yang berkembang dalam pendapat mahasiswa terkait Undang-
Undang Pemilu.
Memutuskan dan Menetapkan :

UNDANG-UNDANG PEMILIHAN UMUM RAYA PRESIDEN MAHASISWA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA NO. 05
TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM RAYA PRESIDEN MAHASISWA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
(1) DPM adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian
Kesehatan Surakarta.
(2) BEM adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian
Kesehatan Surakarta.
(3) BPM adalah Badan Perwakilan Mahasiswa Jurusan Politeknik Kesehatan Kementerian
Kesehatan Surakarta.
(4) HMJ adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan Politeknik Kesehatan Kementerian
Kesehatan Surakarta.
(5) Presiden mahasiswa adalah pemimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(6) Pemilihan umum raya presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian
Kesehatan Surakarta adalah serangkaian kegiatan untuk memilih presiden mahasiswa
di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta serta sarana pelaksanaan
kedaulautan mahasiswa.
(7) Pemilihan umum raya dilaksanakan oleh perangkat pemilihan umum raya dan
dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
(8) Komisi Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut dengan KPU adalah Komisi yang
dibentuk DPM Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta yang bertugas
untuk menyelenggarakan pemilihan umum raya presiden mahasiswa.
(9) Panitia Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut dengan PPU adalah Panitia yang
dibentuk oleh KPU yang bertugas membantu menyelenggarakan pemilihan umum raya
presiden mahasiswa.
(10) Panitia Pengawas Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut dengan PANWASLU
adalah panitia yang dibentuk DPM dan diambil dari anggota DPM yang bertugas untuk
melakukan pengawasan pemilihan umum raya presiden mahasiswa.
(11) Peserta pemilihan umum raya adalah anggota aktif KM Poltikeknik Kesehatan Surakata
yang mempunyai hak memilih sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar
Keluarga Mahasiswa .
(12) Calon presiden mahasiswa adalah mahasiswa yang mencalonkan diri atas nama BEM
atau mencalonkan diri atas nama jurusan dalam pemilihan umum raya Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta dengan memenuhi persyaratan yang
ditentukan oleh KPU.
(13) Tim Sukses yang selanjutnya disebut dengan timses adalah sekelompok mahasiswa
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta yang membantu para calon
selama proses pemilihan umum raya yang terdaftar secara resmi di KPU dan dipimpin
oleh seorang koordinator.
(14) Kampanye pemilihan umum raya adalah kegiatan mensosialisasikan visi, misi, dan
program calon presiden mahasiswa dan/atau informasi lainnya, yang dilaksanakan oleh
calon presiden dan timsesnya dengan tujuan mengenalkan atau meyakinkan peserta
pemilihan umum raya di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(15) Hari Tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas
kampanye Pemilu Raya.
(16) Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disebut dengan TPS adalah tempat yang
digunakan KPU untuk melakukan pemungutan suara dan pemilih untuk menyuarakan
haknya.
(17) Perangkat Pemilihan Umum Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta
dilarang melakukan provokasi yang dapat mempengaruhi dan mencampuri hak dan
kewajiban pemilih.

BAB II
TUJUAN
Pasal 2
Pemilihan umum raya bertujuan untuk memilih presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan
Kementerian Kesehatan Surakarta.

BAB III
KRITERIA DAN SYARAT CALON PRESIDEN MAHASISWA
Pasal 3
Kriteria dan Syarat calon presiden mahasiswa :
(1) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan mengumpulkan fotocopy KTP. Sebanyak 1
lembar.
(3) Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta, dibuktikan dengan
mengumpulkan fotocopy KTM. Sebanyak 1 lembar.
(4) Calon presiden mahasiswa bukan merupakan mahasiswa tingkat awal dan akhir.
(5) Calon presiden mahasiswa yang mencalonkan diri atas nama BEM wajib menyertakan
surat rekomendasi dari BEM sedangkan calon presiden mahasiswa yang mencalonkan
atas nama jurusan wajib menyertakan surat rekomendasi dari jurusan dan disertai 250
Fotocopy KTM.
(6) Calon presiden mahasiswa wajib mengumpulkan bukti berupa surat pernyataan
keaktifannya dalam Lembaga Kemahasiswaan atau UKM di Poltekkes Kemenkes
Surakarta.
(7) Indeks Prestasi Semester sebelumnya minimal 3,00, dibuktikan dengan menyerahkan
fotocopy Kartu Hasil Study (KHS) sebanyak 1 lembar.

BAB IV
PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM
Pasal 4
Pemilihan umum Presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta yang diselenggarakan oleh KPU, dibantu PPU dan diawasi oleh PANWASLU.

BAB V
ASAS PEMILIHAN UMUM RAYA
Pasal 5
Penyelenggaraan pemilihan umum raya didasarkan atas asas-asas sebagai berikut:
(1) Langsung, yaitu setiap pemilih secara langsung dapat memberikan suaranya pada saat
pelaksanaan pemilihan umum raya Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta.
(2) Umum, yaitu penyelenggaraan pemilihan umum raya Politeknik Kesehatan
Kementerian Kesehatan Surakarta memberi kesempatan kepada pemilih untuk terlibat
di dalamnya.
(3) Bebas, yaitu setiap pemilih memiliki kebebasan dalam menggunakan hak pilih dan
dipilih sesuai dengan aspirasi politiknya dalam pemilihan umum raya Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(4) Rahasia, yaitu setiap pemilih dijamin kerahasiaannya dalam menyalurkan aspirasi
politiknya pada pemilihan umum raya Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta.
(5) Kejujuran, yaitu penyelenggaraan pemilihan umum raya Politeknik Kesehatan
Kementerian Kesehatan Surakarta yang dilandasi semangat kejujuran dengan
menjunjung tinggi prinsip keterbukaan.
(6) Keadilan, yaitu penyelenggaraan pemilihan umum raya Politeknik Kesehatan
Kementerian Kesehatan Surakarta dilandasi oleh semangat keadilan untuk memberi
kesempatan yang sama dan proposional terhadap semua pemilih.

BAB VI
MEKANISME PEMILIHAN UMUM RAYA PRESIDEN MAHASISWA
Pasal 6
Mekanisme pemilihan umum raya presiden mahasiswa dilakukan dengan system one man
one vote (yang mana satu pemilih hanya berhak memiliki satu suara atau pilihan dalam
pemilu) dan ditetapkan berdasarkan hasil akumulasi keseluruhan suara pemilih pada tiap-tiap
jurusan.

BAB VII
PERANGKAT PEMILIHAN UMUM RAYA
Bagian pertama
Komisi Pemilihan Umum
Pasal 7
(1) KPU berkedudukan di pusat.
(2) KPU berkoordinasi dengan DPM Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta.
(3) KPU bersifat netral kepada semua pihak yang terkait dalam pemilihan umum calon
Presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(4) Setiap anggota KPU memiliki hak bicara dan hak suara yang sama.
(5) Ketua KPU merupakan perwakilan dari BPM.
(6) Mekanisme pembentukan dan pembubaran anggota KPU ditetapkan dengan Surat
Keputusan DPM Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(7) KPU berhak mendapatkan biaya operasional dari DPM Politeknik Kesehatan
Kementerian Kesehatan Surakarta.

Pasal 8
Pembentukan KPU :
(1) KPU dibentuk maksimal 2 bulan sebelum pemilihan umum raya.
(2) Pembentukan KPU dipimpin oleh DPM yang selanjutnya diserahkan kepada KPU yang
terbentuk.
(3) KPU ditunjuk secara terbuka oleh kuorum.
(4) KPU yang sudah terbentuk langsung mengadakan rapat.
(5) KPU terdiri dari 1 orang perwakilan DPM, 1 orang perwakilan BEM, 1 orang
perwakilan BPM tiap jurusan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta.

Pasal 9
Tugas dan Wewenang KPU :
(1) Merencanakan pelaksanaan pemilihan umum raya presiden mahasiswa.
(2) Membuat tahapan-tahapan pelaksanaan pemilihan umum raya presiden mahasiswa.
(3) Menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan pemilihan umum raya presiden
mahasiswa.
(4) Membentuk PPU dan mengkoordinasikan kegiatan pemilihan umum raya presiden
mahasiswa dengan PPU.
(5) Mengumpulkan dan menyusun secara sistematis bahan-bahan serta hasil pemilihan
umum raya presiden mahasiswa.
(6) Menyelenggarakan seleksi para bakal calon presiden mahasiswa.
(7) Menyelenggarakan proses verifikasi berkas bakal para calon presiden mahasiswa.
(8) Menetapkan nama dan jumlah calon presiden mahasiswa yang akan mengikuti
pemilihan umum raya.
(9) Menetapkan hasil keseluruhan pemilihan umum raya presiden mahasiswa di semua
wilayah pemilu.
(10) Menghitung hasil pemungutan suara untuk presiden mahasiswa yang disaksikan oleh
DPM, BEM dan perwakilan organisasi mahasiswa jurusan.
(11) Melakukan evaluasi atas pelaksanaan pemilihan umum raya presiden mahasiswa
selambat-lambatnya satu minggu setelah pemilihan umum raya presiden mahasiswa
berlangsung, kepada DPM Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.

Pasal 10
Pembubaran KPU secara paksa :
(1) Dalam kondisi atau keadaan tertentu dimana KPU tidak dapat melaksanakan tugas dan
wewenang seperti yang dimaksud pada pasal 9, maka KPU dapat dibubarkan oleh DPM
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(2) Setelah KPU dibubarkan, wewenang selanjutnya diambil alih oleh DPM Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.

Bagian Kedua
Panitia Pemilihan Umum
Pasal 11
(1) Mekanisme perekrutan anggota PPU ditetapkan dengan keputusan KPU.
(2) Struktur keanggotaan PPU ditentukan oleh KPU.
(3) PPU berkoordinasi dengan KPU.
(4) PPU bersifat netral kepada semua pihak yang terkait dalam pemilihan umum calon
Presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(5) Setiap anggota PPU memiliki hak bicara dan hak suara yang sama.
(6) Pembubaran PPU diatur oleh KPU
(7) PPU terdiri dari 2 orang perwakilan HMJ tiap jurusan di Politeknik Kementerian
Kesehatan Surakarta

Pasal 12
Tugas dan Wewenang PPU :
(1) Membantu teknis pelaksanaan pemilihan umum raya presiden mahasiswa disetiap
jurusan.
(2) Berkoordinasi dan bertanggung jawab mengenai teknis pelaksanaan pemilihan umum
raya presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta
kepada KPU.
(3) Mensosialisasikan hasil pemilihan umum raya presiden mahasiswa di setiap jurusan.
Pasal 13
Pembubaran PPU secara paksa :
(1) Dalam kondisi atau keadaan tertentu dimana PPU tidak dapat melaksanakan tugas dan
wewenang seperti yang dimaksud pada pasal 12, maka PPU dapat dibubarkan oleh
KPU Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(2) Setelah PPU dibubarkan maka KPU wajib membentuk PPU baru untuk melanjutkan
tugas dan wewenangnya

Bagian Ketiga
Panitia Pengawas Pemilihan Umum
Pasal 14
(1) PANWASLU adalah anggota DPM yang ditugaskan untuk mengawasi berjalannya
pemilihan umum raya presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian
Kesehatan Surakarta.
(2) Mekanisme pembentukan dan pembubaran anggota PANWASLU ditetapkan dengan
Surat Keputusan DPM Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(3) PANWASLU memiliki hubungan koordinatif dengan KPU.
(4) Setiap anggota PANWASLU memiliki kedudukan dan kewajiban yang sama.
(5) PANWASLU berkewajiban menaati dan mematuhi segala ketentuan yang telah
ditetapkan oleh DPM Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta yang
berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum raya presiden mahasiswa Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta yang berasaskan langsung, umum, bebas,
rahasia, jujur, dan adil.
(6) PANWASLU tidak diperbolehkan melakukan pengawasan yang mengakibatkan
kerancuan arus informasi pemilihan umum raya presiden mahasiswa.
(7) PANWASLU bersifat netral kepada semua pihak yang terkait dalam pemilihan umum
raya presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.
(8) Setiap anggota PANWASLU memiliki hak bicara dan hak suara yang sama.

Pasal 15
Tugas dan wewenang PANWASLU
(1) Melakukan pengawasan terhadap jalannya pemilihan umum presiden mahasiswa secara
objektif.
(2) Mengkoordinasikan pengawasan pemilihan umum Presiden mahasiswa Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta kepada DPM.
(3) PANWASLU berwenang menyampaikan laporan kepada DPM Politeknik Kesehatan
Kementerian Kesehatan Surakarta apabila KPU melakukan pelanggaran terhadap
peraturan pemilihan umum raya presiden mahasiswa.
(4) PANWASLU berwenang menyampaikan laporan kepada KPU apabila calon presiden
mahasiswa, tim sukses, dan atau PPU melakukan pelanggaran terhadap peraturan
pemilihan umum raya.
(5) PANWASLU berwenang menerima laporan pelanggaran pemilihan umum raya
presiden mahasiswa dari calon, tim sukses, dan atau peserta pemilihan umum jika KPU
melakukan pelanggaran.
(6) Menyampaikan hasil pengawasan kepada peserta pemilihan umum raya Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta.

Pasal 16
Pembubaran PANWASLU secara paksa :
(1) Apabila anggota PANWASLU melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku, maka
tugas dan wewenang akan dicabut dan dibubarkan oleh DPM Politeknik Kesehatan
Kementerian Kesehatan Surakarta.
(2) Setelah PANWASLU dibubarkan wewenang selanjutnya diambil alih oleh DPM
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta

Bagian ke empat
Tim Sukses
Pasal 17
(1) Timses ditunjuk langsung oleh calon presiden mahasiswa.
(2) Timses beranggotakan maksimal 5 orang.
(3) Timses wajib mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh KPU.
(4) Timses berhak melakukan suatu kegiatan untuk mendukung calon presiden sesuai
dengan aturan yang berlaku.
(5) Dalam melakukan kegiatannya timses tidak diperbolehkan mengganggu dan atau
membuat kerusuhan dalam jalannya pemilihan calon presiden mahasiswa.
(6) Timses yang mengganggu dan atau membuat kerusuhan dalam jalannya pemilihan
calon presiden mahasiswa maka timses tersebut harus dibubarkan.
(7) Calon presiden mahasiswa harus membentuk timses apabila timsesnya telah
dibubarkan.
(8) Calon presiden mahasiswa berhak mengganti anggota timsesnya.

Bagian Kelima
Saksi
Pasal 18
(1) Saksi berasal dari kuorum.
(2) Saksi adalah perwakilan dari anggota DPM, BEM, KPU, PPU, PANWASLU, Timses
dan Perwakilan BPM serta HMJ Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta.
(3) Saksi bertugas memantau proses perhitungan suara.

BAB VIII
HAK MEMILIH DAN DIPILIH
Pasal 19
Setiap peserta pemilihan umum Presiden mahasiswa mempunyai satu hak suara dan tidak
dapat diwakilkan.

Pasal 20
Setiap mahasiswa yang masih aktif dalam perkuliahan di Politeknik Kesehatan Kementerian
Kesehatan Surakarta berhak untuk dipilih jika telah ditetapkan menjadi kandidat calon
presiden mahasiswa pemilihan umum raya Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta dan telah memenuhi kriteria, persyaratan, serta penyeleksian yang telah disepakati
dan dilakukan.

BAB IX
PEMUNGUTAN DAN PERHITUNGAN SUARA
Pasal 21
Pemungutan suara :
(1) Pemungutan suara para calon presiden mahasiswa dilaksanakan oleh PPU.
(2) Pemungutan suara dilaksanakan di TPS yang ada di setiap kampus.
(3) Tata cara pemungutan suara diatur melalui ketetapan KPU.

Pasal 22
Perhitungan suara :
(1) Perhitungan suara calon presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian
Kesehatan Surakarta dilakukan secara terpusat pada tempat yang telah ditentukan oleh
KPU.
(2) Proses perhitungan suara pemilihan umum raya presiden mahasiswa dihadiri oleh
anggota DPM, BEM, KPU, PPU, PANWASLU, Timses dan Perwakilan BPM serta
HMJ sebagai saksi.
(3) Saksi dapat mengajukan keberatan kepada KPU jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai
dengan peraturan pemilihan umum disertai saksi mata dengan bukti yang jelas.
(4) Penghitungan suara dapat dilakukan apabila telah mencapai dua per tiga dari jumlah
saksi yang telah ditetapkan.
(5) Apabila belum mencapai dua per tiga dari jumlah saksi yang telah ditetapkan maka
penghitungan suara diskorsing 2x5 menit.
(6) Apabila selama waktu skorsing tidak memenuhi dua per tiga dari jumlah saksi yang
telah ditetapkan, maka perhitungan suara dapat dilaksanakan dan dianggap sah.

BAB X
PENETAPAN HASIL PERHITUNGAN SUARA PEMILIHAN UMUM RAYA PRESIDEN
MAHASISWA
Pasal 23
Hasil perhitungan suara pemilihan umum Presiden mahasiswa ditetapkan oleh KPU.

BAB XI
SOSIALISASI HASIL PEMILIHAN UMUM RAYA PRESIDEN MAHASISWA
Pasal 24
Sosialisasi hasil pemilihan umum raya presiden mahasiswa dilakukan oleh PPU.

BAB XII
PENYELESAIAN PELANGGARAN
Pasal 25
Peserta pemilihan umum raya :
(1) Penyelesaian pelanggaran peserta terhadap peraturan pemilihan umum raya
dilaksanakan dalam musyawarah bersama oleh perangkat pemilihan umum dan
perwakilan Lembaga Kemahasiswaan.
(2) Musyawarah bersama diselenggarakan oleh KPU
(3) Musyawarah bersama penyelesaian pelanggaran diselenggarakan jika terdapat laporan
pelanggaran dari peserta atau PANWASLU secara tertulis dan disertai bukti kepada
KPU.

Pasal 26
Perangkat pemilihan umum raya :
(1) Pelanggaran terhadap peraturan pemilihan umum raya yang dilakukan perangkat
pemilihan umum raya presiden mahasiswa diselesaikan oleh DPM dengan cara
berkonsultasi pada pihak kemahasiswaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta
(2) Penyelesaian pelanggaran perangkat pemilihan umum raya dilaksanakan dalam
musyawarah bersama perangkat pemilihan umum raya presiden mahasiswa Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta
(3) Musyawarah bersama diselenggarakan jika terdapat laporan gugatan secara tertulis
dan disertai bukti dari peserta pemilihan umum raya kepada PANWASLU atas
ketetapan KPU selambat-lambatnya 1×24 jam sejak ketetapan KPU ditetapkan.

BAB XIII
KETENTUAN LAIN
Pasal 27
(1) Calon presiden mahasiswa menyertakan surat pernyataan bahwa jika calon tersebut
terpilih menjadi presiden mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan
Surakarta maka, akan mengundurkan diri dari organisasi yang diikuti sebelumnya
selain BEM dan organisasi diluar Politeknik Kesehatan Surakarta dengan jangka waktu
maksimal satu bulan setelah penetapan presiden mahasiswa.
(2) Calon presiden mahasiswa terpilih yang masih memiliki keterikatan dengan Lembaga
Kemahasiswaan selain BEM wajib mengajukan surat pengunduran diri kepada DPM
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta paling lambat 7 hari sebelum
pelantikan.

Pasal 28
(1) Apabila di TPS ternyata terdapat kekeliruan atau hal-hal lain yang menghambat
pemungutan dan perhitungan suara, setelah diadakan penelitian dan pemeriksaan dapat
dilakukan pemungutan dan perhitungan suara ulang di tempat tersebut dengan
memperhatikan ketentuan dan jadwal waktu yang ditetapkan oleh KPU.
(2) Apabila di TPS pada waktu yang telah ditetapkan tidak dapat diselenggarakan
pemungutan suara atau terhenti akibat keadaan yang memaksa, maka pemungutan suara
ulang dilakukan di tempat yang sama setelah keadaan memungkinkan dengan
memperhatikan batas waktu yang telah ditetapkan oleh KPU.

Pasal 29
Pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara ulang atau susulan sebagaimana yang
dimaksud pada pasal 28 dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak waktu
pemungutan dan perhitungan sebelumnya yang telah ditetapkan oleh KPU.

Pasal 30
Masa Tenang adalah masa dimana segala aktivitas kampanye ditiadakan, dan waktu yang
ditentukan telah ditetapkan oleh KPU

Pasal 31
Penyeleksian :
(1) Penyeleksian calon-calon Presiden mahasiswa dilakukan oleh KPU yang berkoordinasi
dengan DPM dan BEM sebagai penentu dan kemahasiswaan sebagai pertimbangan.
(2) Penyeleksian calon–calon Presiden mahasiswa dilakukan maksimal 3 hari oleh KPU
yang berkoordinasi dengan DPM dan BEM dengan memerhatikan jadwal waktu yang
telah dimusyawarahkan kedua pihak sebelum jatuh waktu orasi yang telah ditentukan
KPU.
(3) Pelaksanaan dan metode penyeleksian calon-calon presiden mahasiswa diserahkan
kepada KPU yang berkoordinasi dengan DPM dan BEM.

Pasal 32
Pengajuan banding :
(1) Pemohon pengajuan banding hanya dapat dilakukan oleh calon presiden mahasiswa
(2) Pengajuan banding diajukan kepada PANWASLU.
(3) Pengajuan banding dapat dilakukan apabila merasa dicurangi oleh kandidat lain atau
perangkat pemilihan umum dengan menyertakan tanda bukti berupa tulisan, rekaman,
foto, video beserta saksi kepada PANWASLU.
(4) PANWASLU melakukan rapat dengan perangkat pemilihan umum raya presiden
mahasiswa
(5) Peninjauan kembali dilakukan selambat – lambatnya 7 hari setelah adanya pelaporan.
(6) Hasil peninjauan seperti yang dimaksud dalam ayat 5 harus disampaikan kepada semua
pihak yang terkait
(7) Selanjutnya dilakukan pemungutan dan perhitungan suara ulang jika dianggap perlu
BAB XIV
PENUTUP
Pasal 33
(1) Segala sesuatu yang belum diatur dalam peraturan ini akan diatur kemudian dalam
Peraturan Pelaksana sesuai dengan tugas dan wewenang perangkat pemilihan umum
raya Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta
(2) Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali jika
terdapat kekeliruan didalamnya
(3) Apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan kondisi maka peraturan ini dapat direvisi
atau dirubah