Anda di halaman 1dari 10

PENGANTAR PNEUMATIK

TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI


SMK MUHAMMADIYAH 3 JALAKSANA
TUJUAN PEMBELAJARAN

• Siswa dapat Memahami fisika dasar yang berkaitan dengan udara


bertekanan.
• Siswa dapat Menggunakan hukum pascal, boyle-mariotte untuk memahami
karakteristik udara bertekanan.
Dalam dunia industri saat ini kita melihat
sebuah produk pada saat proses produksi
baik pada proses assembling, proses
packing dapat berpindah dari konveyor
satu ke konveyor yang lain dengan sangat
teratur hingga proses produksi berakhir.

Proses yang terjadi diatas menggunakan


mesin dengan media listrik yang
dikombinasikan dengan sistem otomasi
yang menggunakan media udara
bertekanan (Pneumatik) maupun fluida
(hidrolik).
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PNEUMATIK?
Kata Pneumatik berasal dari bahasa Yunani : πνευματικός, pneumatikos
dengan kata dasar "pneu" yang berarti udara tekan dan "matik“ yang berarti ilmu
atau hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu; sehingga arti lengkap pneumatik
adalah ilmu/hal-hal yang berhubungan dengan udara bertekanan atau pengertian
dari Pneumatik adalah sebuah sistem penggerak yang menggunakan tekanan udara
sebagai tenaga penggeraknya.
• Berdasarkan sifatnya, udara mudah kompresibel, dan sistem pneumatic
cenderung menyerap kejutan yang berlebihan, fitur yang berguna dalam beberapa
aplikasi. Kebanyakan sistem pneumatik beroperasi pada tekanan sekitar 6 s.d 9 bar
karena bila tekanan hanya dibawah 6 bar akan menurunkan daya mekanik dari
cylinder kerja pneumatik dan sedangkan bila bertekanan diatas 9 bar akan
berbahaya pada sistem perpipaan atau kompresor.
CARA KERJA PNEUMATIK
PEMBAHASAN CARA KERJA PNEUMATIK
• Udara disedot oleh kompresor dan disimpan pada reservoir air ( tabung udara) hingga
mencapai tekanan kira-kira sekitar 6 – 9 bar.
• Selanjutnya udara bertekanan itu disalurkan ke sirkuit dari pneumatik dengan pertama kali
harus melewati air dryer (pengering udara) untuk menghilangkan kandungan air pada
udara.
• Dilanjutkan menuju ke katup udara (shut up valve), regulator, selenoid valve dan menuju ke
cylinder kerja. gerakan air cylinder ini tergantung dari selenoid.
• Bila selenoid valve menyalurkan udara bertekanan menuju ke inlet dari air cylinder maka
piston akan bergerak maju sedangkan bila selenoid valve menyalurkan udara bertekanan
menuju ke outlet dari air cylinder maka piston akan bergerak mundur.
• Jadi dari selenoid valve inilah penggunaan aplikasi pneumatik bisa juga di kombinasikan
dengan elektrik, seperti PLC ataupun rangkaian kontrol listrik lainnya. Sehingga
mempermudah dalam pengaplikasiannya.
KELEBIHAN SYSTEM PNEUMATIK
• Fluida
(zat yang bisa mengalami perubahan secara terus menerus) kerja
mudah didapat dan ditransfer
• Dapat disimpan dengan baik
• Penurunan tekanan relatif lebih kecil dibandingkan dengan system hidrolik
• Viskositas (gesekan) fluida yang lebih kecil sehingga gesekan dapat
diabaikan
• Aman terhadap kebakaran
• Ketersediaan udara yang tak terbatas
• Fleksibilitas temperature
• Pemindahan daya dan Kecepatan
KEKURANGAN SYSTEM PNEUMATIK
• Gangguan suara yang bising
• Gaya yang ditransfer terbatas
• Dapat terjadi pengembunan
• Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara
• Mudah terjadi kebocoran
• Kesulitan untuk pengaturan posisi yang presisi akibat sifat kompresibilitas
yang dimiliki udara
• Daya yang dihasilkan kecil
• Membutuhkan investasi awal yang cukup besar untuk sistempengadaan dan
pendistribusian udara
SOAL EVALUASI

1. Sebutkan beberapa industri yang menggunakan sistem otomasi industry pada


proses produksinya?
2. Jelaskan kenapa industri saat ini lebih memilih menggunakan system otomasi
produksi yang menggunakan sistem pneumatik dari pada hidrolik!
3. Sebutkan dan jelaskan keuntungan dan kerugian menggunakan system pneumatik!
4. Kenapa sistem pneumatik beroperasi pada tekanan sekitar 6 s.d 9 bar?
5. Jelaskan cara kerja sistem pneumatik?