Anda di halaman 1dari 15

M – II

SIFAT FISIK BATUAN

2.1. Tujuan
Tujuan dari praktikum sifat fisik batuan adalah:
1. Mengetahui sifat – sifat fisik dari berbagai macam batuan..
2. Mengetahui cara pengujian batuan dan parameter apa saja untuk meneliti
sifat fisik batuan..
3. Dapat menganalisa sifat – sifat fisik batuan sebelum melakukan uji
selanjutnya.

2.2. Landasan Teori


2.2.1 Batuan
Batuan umumnya diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan
kimia, dengan tekstur partikel unsur dan oleh proses yang membentuknya. Batuan
adalah proses terjadinya secara alamiah. Batuan lebih diklasifikasikan
berdasarkan ukuran partikel yang membentuknya. Transformasi dari satu jenis
batuan yang lain digambarkan oleh model geologi. Pengkelasan ini dibuat dengan
berdasarkan :
1. Kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu
ini.
2. Tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu.
3. Struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
4. Proses pembentukan.
(Anonim, 2014)
Batuan adalah semua material yang membentuk kulit bumi yang dibagi
atas :
– batuan yang terkonsolidasi (consolidated rock),
– batuan yang tidak terkonsolidasi (unconsolidated rock).

II-1
II-2

2.2.2 Sifat Batuan


Sifat batuan yang sebenarnya di alam terbagi menjadi 3 bagian, ketiga sifat
batuan tersebut adalah sebagai berikut ;
1. Heterogen, disebut heterogen karena :
a. Jenis mineral pembentuk batuan yang berbeda.
b. Ukuran dan bentuk partikel atau butir berbeda di dalam batuan.
c. Ukuran, bentuk dan penyebaran pori berbeda di dalam batuan.
2. Diskontinu, dikatakan diskontinu karena adanya bidang-bidang lemah
seperti fault, fissure, crack, joint dimana kekerapan, perluasan dan
orientasi dari bidang-bidang lemah tersebut tidak kontinu.
3. Anisotrop, yaitu mempunyai sifat yang berbeda. Bisa saja jenis batuan
memiliki sifat yang bervariasi. Misalnya sifat batuan seperti porositas,
permeabilitas, kerapatan, kekuatan dan ketahanan dapat memberikan
informasi geoteknis.
2.2.3 Sifat Fisik Batuan
Menentukan sifat fisik batuan di laboratorium terbagi menjadi beberapa
bagian, yaitu :
1. Pembuatan sampel
a.Di laboratorium
Pembuatan sampel di laboratorium dilakukan dari blok batuan yang
diambil dari lapangan dan telah dihancurkan. Kemudian dicampurkan
dengan semen dan dicetak dalam bentuk silinder. Sampel yang
dihasilkan mempunyai diameter pada umumnya antara 50-60 mm dan
tingginya dua kali diameter tersebut. Ukuran sampel dapat lebih kecil
maupun lebih besar dari ukuran yang telah di tentukan tergantung dari
maksud uji.
b.Di lapangan
Hasil pemboran inti ke dalam massa batuan yang akan berupa sampel
inti batuan dapat digunakan untuk uji di laboratorium dengan syarat tinggi
sampel dua kali diameternya. Setiap contoh yang diperoleh kemudian
diukur diameter dan tingginya, kemudian dihitung luas permukaan dan
volumenya.
Setelah penghitungan tinggi, diameter, luas dan volumenya, kemudian
mulai pada tahap pengujian seperti :
II-3

2. Penimbangan berat sampel


a . Berat asli (natural) : Wn
b.Berat kering (sesudah dimasukkan ke dalam oven selama 24 jam
dengan
c. temperatur kurang lebih 100o C) : Wo
d. Berat jenuh (sesudah dijenuhkan dengan air selama 24 jam) : Ww
e. Berat jenuh + berat air + berat bejana : Wb
f. Berat jenuh di dalam air : Ws = (Wa – Wb)
g. Volume sampel tanpa pori-pori : Wo – Ws
h. Volume sampel total : Ww – Ws
Sifat fisik batuan adalah sifat yang terdapat pada suatu batuan setelah
dilakukan pengujian tanpa melakukan pengrusakan. Setelah batuan selesai
dipreparasi kemudian setiap sample yang diperoleh diukur diameter dan tingginya
kemudian dihitung luas permukaan dan volumenya. Adapun sifat fisik pada batuan
meliputi :
1. Bobot Isi
Bobot isi adalah perbandingan antara berat batuan dengan volume batuan.
Bobot isi berdasarkan sifatnya dibagi menjadi 3, yaitu :
a.Bobot isi asli, yaitu perbandingan antara berat batuan asli dengan volume
batuan.
b.Bobot isi jenuh, yaitu perbandingan antara berat batuan jenuh dengan
volume batuan.
c.Bobot isi kering, yaitu perbandingan antara berat batuan kering dengan
volume batuan.
2. Spesific Gravity
Spesific gravity adalah perbandingan antara bobot isi dengan bobot isi air.
Spesific gravity dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
a.Apparent spesific gravity, yaitu perbandingan antara bobot isi kering
batuan dengan bobot isi air.
b.True spesific gravity, yaitu perbandingan antara bobot isi basah batuan
dengan bobot isi air.
3. Kadar Air
Kadar air adalah perbandingan antara berat air yang ada di dalam batuan
dengan berat butiran batuan itu sendiri yang terbagi menjadi :
II-4

a.Kadar air asli, yaitu perbandingan antara berat air asli yang ada dalam
batuan dengan berat butiran batuan itu sendiri dalam %.
b.Kadar air jenuh, yaitu perbandingan antara berat air jenuh yang ada
dalam batuan dengan berat butiran batuan itu sendiri dalam %.
4. Porositas
Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori atau rongga
batuan terhadap volume total batuan yang dinyatakan dalam %.
5. Angka Pori
pori adalah perbandingan antara volume pori-pori dalam batuan dengan
volume batuan.
6. Derajat Kejenuhan
Derajat kejenuhan adalah perbandingan antara kadar air asli dengan kadar
air jenuh yang dinyatakan dalam %.

2.3. Alat dan Bahan


2.3.1 Alat
Dalam pembuatan sampel semen digunakan alat sebagai berikut :
1. Desikator
2. Pemanas (oven) dengan temperatur 105°C s/d 110°C
3. Jangka sorong
4. Neraca O’haus
5. Pompa vacuum
6. Stop wtch
7. Container
2.3.2 Bahan
Bahan yang digunakan pada pengujian sifat fisik batuan ini, yaitu pecahan
batuan dari bongkahan batuan.

2.4 Prosedur
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengujian batuan ini adalah :
1. Sediakan sampel sebanyak 2 – 3 buah
2. Ukur dimensi batuan dengan jangka sorong
3. Timbang berat container kosong dan setelah diisi menggunkan neraca
O’haus dengan ketelitian 0,01 gr
II-5

4. Lakukan penjenuhan sampel secara bertahap yang meliputi, diantaranya :


a. Tahap I : Isi dengan ¼ air dari tinggi sampel yang berada dalam
container dan vakum selama 15 menit.
b. Tahap II : Isi dengan ½ air dari tinggi sampel yang berada dalam
container dan vakum selama 15 menit
c. Tahap III : Isi air setinggi sampel dalam container dan vakum selama
20 menit
5. Jenuhkan sampel dalam tabung vacum dengan daya isap kurang dari
0,008 kgf/cm2 selama 24 jam
6. Angkat batuan dari penjenuhan
7. Tiriskan sampel dari penjenuhan secara perlahan-lahan agar butiran
sampel tidak ikut terbuang
8. Timbang sampel dari hasil penjenuhan
9. Penimbangan dilakukan untuk mengetahui berat jenuh berserta container
10. Lakukan penimbangan berat sampel kering
11. Lakukan penimbangan container kosong tergantung

2.5 Rumus yang Digunakan


1. Bobot Isi Asli

Wn
...…………………………………..(2.1)
Ww-Ws

2. Bobot Isi Kering

Wo
Ww-Ws
.……………………………………(2.2)

3. Bobot Isi Jenuh

Ww
Ww-Ws
….…………………………………(2.3)

4. Apparent Specific Gracity

Wo
/ bobot isi air…………………….(2.4)
Ww-Ws
II-6

5. True Specific Gravity

Wo
Wo-Ws
/ bobot isi air…………………….(2.5)

6. Kadar Air Asli

Wn-Wo
x 100%.........…………………….(2.6)
Wo

7. Saturated Water Content

Ww-Wo
-Wo
x 100%........…………………….(2.7)

8. Derajat Kejenuhan

Wn-Wo
x 100%.........………………….(2.8)
Ww-Wo

9. Porositas

Wn-Wo
n = Ww-Wo x 100%.........……………..(2.9)

10. Void ratoa

n
n = l - n x 100%...........……………...(2.10)
II-7

DIAGRAM ALIRAN UJI SIFAT FISIK BATUAN

Persiapan sampel berupa batu Tandai setiap container agar tidak


Timbang berat suatu container
atau material yang ini di uji sifat tertukar batuannya.
fisiknya.

Isi container dengan air sebanyak ¼,


Timbang berat basah sampel Timbang berat asli batuan
½, dan setinggi containernya pada
dengan containernya. tiap sampel.
dengan containernya.

Lakukan pemvakuman dengan memasukan


sampel ke dalam tanung desikator. Dan Timbang berat kering dan berat
`Tiriskan air yang ada di container lalu
sesuaikan lamanya pemvakuman dengan gantung sampel yang telah di masukan ke dalam oven kurang lebih
volume air dalam container vakumkan 24 jam.

Hasil dari pengujian sifat fisik pada Timbang berat kosong container dari Timbang kering sampel dari oven
batuan. oven
II-8

2.6 Data Hasil Pengujian


Berikut ini merupakan data-data yang didaptkan pada saat proses uji sifat
fisik batuan :
Tabel 2.1
Data Hasil Uji Sifat Fisik
No. Parameter Sample Code
Andesit Gamping Sedimen
1 Natural mass (massa 45,6 gr 50,1 gr 81,6 gr
asli)
2 Saturated mass 46,5 gr 51,2 gr 112,5 gr
(massa jenuh)
3 Submerged mass 13,1 gr 14 gr 18,9 gr
(massa tergantung)
4 Dry mass (massa 44,7 gr 49,8 gr 74,4 gr
kering)
5 Natural density 1,34 gr/cc 1,34 gr/cc 0,871 gr/cc
6 Saturated density 1,39 gr/cc 1,37 gr/cc 1,2 gr/cc
7 Dry density 1,33 gr/cc 1,33 gr/cc 0,794 gr/cc
8 Natural water content 1,56 % 0,6 % 9,677 %
9 Derajat kejenuhan 38,8 % 21,42 % 38,9 %
10 Porositas 5,38% 3,76% 40,7%
11 Void ratio -1,22 -1,36 -1,02
Sumber : Data Hasil Praktikum Geomekanika, 2019

2.7 Pengolahan Data


1. Berikut ini merupakan pengolahan data dari pengujian sifat fisik batuan :
Wn
a. Natural density (Berat isi asli) ( )
Ww-Ws
39,3 gr
Andesit = 49,8 gr - 24,49 gr = 1,35 gr/cc
28,5 gr
Gamping = 54,7 gr - 23,39 gr = 1,34 gr/cc
72,6 gr
Sedimen = 95,3 gr - 42,3 gr = 0,871 gr/cc
Ww
b. Saturated density (Bobot isi jenuh) (Ww-Ws)
49,8 gr
Andesit = 49,8 gr - 24,4 gr = 1,3 gr/cc
54,7 gr
Gamping = 54,7 gr - 23,3 gr = 1,33 gr/cc
95,3 gr
Sedimen = 95,3 gr - 42,3 gr = 1,2 gr/cc
Wo
c. Dry density (Bobot isi kering) ( )
Ww-Ws
38,6 gr
Andesit = 49,8 gr - 24,4 gr = 1,33 gr/cc
II-9

37,6 gr
Gamping = 54,7 gr - 23,3 gr = 1,33 gr/cc
71, 3 gr
Sedimen = 95,3 gr - 42,3 gr = 0,794 gr/cc
Wn - Wo
d. Natural water content (Kadar air asli) ( Wo
x 100%)
39,3 gr - 38,6 gr
Andesit = x 100% = 1,56 %
38,6 gr
38,5 gr - 37,6 gr
Gamping = 37,6 gr
x 100% = 0,6%
72,6 gr - 71,3 gr
Sedimen = 71,3 gr
x 100% = 9,677 %
Wn - Wo
e. Saturated degree (Derajat kejenuhan) (Ww - Wo x100%)
39,3 gr - 38,6 gr
Andesit = 49,8 gr - 38,6 gr x100% = 38,8%
38,5 gr - 37,6 gr
Gamping = 54,7 gr - 37,6 gr x100% = 21,42 %
72,6 gr - 71,32 gr
Sedimen = x100% = 18,9 %
95,5 gr - 71,3 gr
Ww - Wo
f. Porositas ( x100%)
Ww - Ws
49,8 gr - 38,6 gr
Andesit = x100% = 5,38 %
54,7 gr - 24,4 gr
54,7 gr - 37,6 gr
Gamping = x100% = 3,76 %
54,7 gr - 23,3 gr
95,3 gr - 71,3 gr
Sedimen = 95,3 gr - 42,3 gr x100% = 40,7 %

2. Berikut ini merupakan range density yang terdapat pada beberapa jenis
batuan :
a. Andesit = 2,40 – 2,80 g/m3
b. Gamping = 1,93 – 2,90 g/m3
c. Lempung = 1,63 – 2,60 g/m3

2.8 Analisa
Pada pengujian ini pengisian air dan pemvakuman bertujuan untuk
mengeluarkan udara dan mengisinya dengan air atau menggantikan bagian
rongga udara dengan air sehingga sampel yang didapat murni tanpa udara tetapi
pada kenyataannya udara tersebut pasti masih tersisa hanya saja banyaknya
sudah berkurang. Batuan atau sampel pada dasarnya memiliki komponen berupa
air dan udara didalamnya.
II-10

Selain itu banyak tidaknya udara dan air yang terdapat tentunya
bergantung pada jenis sampel dan porositasnya, seperti pada batuan beku yang
proses keterbentukannya berasal dari pembekuan magma porositasnya buruk dan
kekompakannya masif sehingga kemampuan menyarangkan air lebih kecil.
Sedangkan sampel batuan gamping, memiliki tingkat porositas yang cukup tinggi,
mengingat batuan gamping merupakan batuan sedimen kimiawi yang terbentuk di
laut dangkal dengan kata lain sejak awal keterbentukannya pun air sudah terlibat
dalam proses pembentukan batuan gamping dan disisi lain pun batuan sedimen
dikenal dengan batuan yang memiliki pori lebih banyak dibanding batuan beku.
Maka dari itulah pada uji sifat fisik batuan ini tingkat porositas atau kemampuan
suatu batuan untuk menyarangkan air pada batuan gamping lebih tinggi dibanding
dengan batuan andesit.

2.9 Kesimpulan
1. Dengan mengetahui sifat batuan kita dapat memberikan suatu perlakuan
yang disesuaikan dengan kondisi serta sifat fisik dari batuan itu. Jika
dihubungkan dengan percobaan yang telah dilakukan, dengan pengujian
tersebut kita dapat mengetahui besaran nilai – nilai yang menunjukkan sifat
fisik dari batuan itu sendiri pada suatu kondisi tertentu, seperti suatu berat
asli batuan yang merupakan berat dalam keadaan normal, sedangkan
berat jenuh adalah berat keika batuan tersebut diberikan jumlah volume air
yang berlebih seperti pada saat kondisi banjir. Tujuan utama dari
mempelajari sifat fisik pada batuan adalah mengetahui sifat – sifat fisik
terutama yang khas pada batuan.
2. Dengan mengetahui sifat – sifat tersebut, maka ketahanan suatu batuan
dapat diketahui. Dari hasil praktikum yang telah dilakukan kali ini yaitu
tentang sifat fisik batan dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya
yaitu, sifat fisik yang terdapat pada suatu batuan tidak hanya sifat yang
dapat dilihat atau tampak oleh mata saja, melainkan juga sifat yang
berkaitan dengan kemampuan suatu batuan dalam melakukan sesuatu
dengan mengggunakan keadaan fisiknya, seperti kemampuan batu dalam
menyerap atau meloloskan air (permebilitas), yang berhubungan dengan
fisik permukaannya yang berupa pori atau lubang.
II-11
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 2016. “sifat mekanik dan sifat fisik batuan ”.


indogeologi.wordpress.com Diakses tanggal 19 Februari 2019
Pukul 22.30 WIB.

2. Rayihana, Melinda, 2015. “Sifat fisik Batuan”. Academia.edu. Diakses


pada tanggal 19 Februari 2019 Pukul 23.10 WIB.

3. Kurnia, Megadayanti. 2010. “Geomekanik”. Blogs.Unpad.ac.id


Diakses tanggal 19 Februari 2019 Pukul 23.43 WIB
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmannirrahim,
Assalamu‘alaikum, Wr., Wb.,

Alhamdulillah segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,


karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan
Tugas praktikum geomekanika mengenai “Sifat fisik batuan”. Laporan ini disusun
guna untuk memenuhi salah satu tugas dari praktikum geomekanika di
Laboratorium Tambang Universitas Islam Bandung.
Dalam penyusunan tugas praktikum ini penulis banyak mendapat saran,
dorongan, bimbingan serta keterangan-keterangan dari berbagai pihak oleh
karena itu dengan segala hormat dan kerendahan hati perkenankanlah penyusun
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
Dalam penyusunan tugas ini disadari masih terdapat banyak kekurangan
yang dibuat baik disengaja maupun tidak sengaja, dikarenakan keterbatasan ilmu
pengetahuan dan wawasan serta pengalaman yang penulis miliki. Untuk itu mohon
maaf atas segala kekurangan tersebut tidak menutup diri terhadap segala saran
dan kritik serta masukan yang bersifat kontruktif. Akhir kata semoga dapat
bermanfaat bagi penyusun sendiri, institusi pendidikan dan masyarakat luas. Amin.
Wassalamu‘alaikum, Wr., Wb.,

Bandung, 19 Februari 2019


Penulis,

Muhamad Sundayana
100.701.17.097

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................. i


DAFTAR ISI . ........................................................................................ ii
M - II SIFAT FISIK BATUAN ................................................. II-1
2.1 Tujuan Pengujian ............................................................ II-1
2.2 Landasan Teori ............................................................... II-1
2.2.1 Batuan .................................................................... II-1
2.2.2 Sifat Batuan ............................................................ II-2
2.2.3 Sifat Fisik Batuan ................................................... II-2
2.3 Alat dan Bahan................................................................ II-4
2.3.1 Alat ......................................................................... II-4
2.3.2 Bahan ..................................................................... II-4
2.4 Prosedur ......................................................................... II-4
2.5 Rumus yang digunakan ................................................... II-6
2.6 Data hasil pengujian ........................................................ II-8
2.7 Pengolahan data ............................................................. II-8
2.8 Analisa ............................................................................ II-9
2.9 Kesimpulan ................................................................... II-10

DAFTAR PUSTAKA

ii
LAMPIRAN