Anda di halaman 1dari 26

RINGKASAN SEJARAH

PRA SEJARAH-PERANG DUNIA II

Disusun oleh
Nihza Al Lutfi, S.Pd

Historycomunity.blogspot.com
2011-2012
PEMBAGIAN MASA PRA SEJARAH

A. Berdasarkan Keahlian/teknologi
zaman Prasejarah terbagi menjadi zaman batu dan zaman logam
Zaman batu terbagi menjadi 4 masa:
1. Palaeolithikum (Zaman Batu Tua),
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat alat tsb
adalah :
o Kapak Genggam,
o Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi
o Flakes
Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat
dikelompokan menjadi :
o Kebudayaan Pacitan: Manusia pendukung kebudayaan Pacitan : Pithecanthropus
o Kebudayaan Ngandong: Manusia Pendukung kebudayaan Ngandong : Homo Wajakensis dan
Homo soloensis.
2. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri zaman Mesolithikum :
o Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
o Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur)
Kjoken =dapur, moding = sampah)
o Alat-alat zaman Mesolithikum :
 Kapak genggam (peble)
 Kapak pendek (hache Courte)
 Pipisan (batu-batu penggiling)
o Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche ”
Adapun alat-alat tersebut adalah :
 Flaces Ujung mata panah,
 batu penggilingan (pipisan),
 kapak,
 alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
o Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture =
kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)
o Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua -Melanosoid
3. Neolithikum (Zaman Batu Muda)
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Contoh alat tersebut :
o Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di
Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
o Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi
leher. Hanya di temukan di Minahasa
o Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
o Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jAwa
o Pakaian (dari kulit kayu)
o tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)
o Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia
(Khmer –Indochina)
4. Megalithikum (Zaman Batu Besar )
Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :
o Menhir , adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah
nenek moyang
o Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang,
Adapula yang digunakan untuk kuburan
o Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
o Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu
sama lain
o Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat
Zaman Logam terdiri dari:
zaman ini terbagi menjadi 2 zaman yaitu :
1) Zaman Perunggu
Hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia adalah :
o Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi
dan Kepulauan Selayar dan Irian.Kegunaannya sebagi alat perkakas.
o Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera,
Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan
maskawin.
o Bejana Perunggu, bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan di
Madura dan Sumatera
o Arca-arca Perunggu, banyak ditemukan di Bangkinang(Riau), Lumajang (Jatim) dan Bogor
(Jabar)
o Perhiasan: gelang, anting-anting, kalung dan cincin.
Kebudayaan Perunggu sering disebut juga sebagai kebudayaan Dongson-Tonkin Cina karena
disanalah Pusat Kebudayaan Perunggu.
2) Zaman Besi
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan,
pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah :
o Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
o Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
o Mata pisau
o Mata pedang
o Cangkul, dll
Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul(Yogyakarta), Bogor, Besuki dan
Punung (Jawa Timur)
B. Berdasarkan Kehidupan Masyarakat Prasejarah
1) FOOD GATHERING
Ciri zaman ini adalah :
o Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
o Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
o Tempat tinggalnya : gua-gua
o Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa
o Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan Zaman batu tengah
(Mesolithikum)
2) FOOD PRODUCING
Ciri zaman ini adalah :
o Telah mulai menetap
o Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal
o Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
o Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
o Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu
o Alat-alatnya sudah diupam/diasah
Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman
Megalithikum (zaman batu besar)
3) ZAMAN PERUNDAGIAN
Manusia telah pandai membuat alat-alat dari logam dengan keterampilan dan keahlian khusus
o Teknik pembuatan benda dari logam disebut a cire perdue yaitu, dibuat model cetakannya dulu
dari lilin yang ditutup dengan tanah liat kemudian dipanaskan sehingga lilinya mencair. Setelah itu
dituangkan logamnya.
o Tingkat perekonomian masyarakat telah mencapai kemakmuran
o Sudah mengenal bersawah
o Alat-alat yang dihasilkan : kapak corong, nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari logam
o Telah mencapai taraf perkembangan sosial ekonomi yang mantap
C. Berdasarkan Keadaan Geologi
1. Arkaeozoikum
Inilah masa tertua dalam sejarah perkembangan bumi. Pada masa yang berlangsungkira-kira
2.500 juta tahun yang lalu ini, keadaan bumi belum stabil, kulit bumi masih dalam proses
pembentukan, dan udara saat ini masih sangat panas sehingga belum tampak tanda-tanda
kehidupan.
2. Palaeozoikum
Masa ini berlangsung 340 juta tahun yang lalu. Palaeozoikum disebut juga Zaman Primer.
Pada masa ini, terjadi penurunan suhu bumi. Akibatnya, bumi lambat laun menjadi dingin. Sudah
ada tanda-tanda kehidupan yang makin jelas, yakni munculnya makhluk bersel satu seperti bakteri
dan sejenis amfibi dan reptil.
3. Mesozoikum
Masa ini berlangsung 140 juta tahun yang lalu. Mesozoikum disebut juga Zaman Sekunder.
Pada masa ini, kehidupan berkembang dengan sangat cepat. Jumlah ikan, amfibi, dan reptil makin
banyak. Reptil mencapai bentuk yang luar biasa besarnya, seperti Dinosaurus dan Atlantosaurus.
Fosil reptil raksasa ini banyak ditemukan hampir di seluruh dunia. Fosil yang ditemukan antara lain
Dinosaurus panjangnya 12 meter, Atlantosaurus 30 meter. Pada masa ini, burung dan binatang
menyusui sudah ada, namun masih rendah tingkatannya.
4. Kaenozoikum/Neozoikum
Masa ini dikenal juga sebagai masa Neozoikum yang diperkirakan berusia 60 juta tahun yang
lalu. Pada masa ini, keadaan bumi sudah mulai stabil. Kehidupan makin berkembang dan beraneka
ragam.
Masa ini dibagi menjadi dua seperti berikut.
a. Zaman Tersier. Pada masa ini, reptil raksasa lambat laun lenyap, binatang-binatang menyusui
berkembang dengan baik, dan primat sudah ada. Monyet dan kera sudah ditemukan pada masa
ini.
b. Zaman Kuarter. Masa ini berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Tanda-tanda kehidupan manusia
telah ditemukan pada masa ini. Masa ini dibagi ke dalam dua bagian, yaitu:
o Pleistosen yang berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Pada masa ini, kehidupan manusia
mulai ada dan terjadi perubahan suhu yang memengaruhi keadaan kehidupan. Banyak air
yang berubah menjadi es, terutama beberapa daratan yang berdekatan dengan Kutub Utara
tertutup es. Di daerah yang berjauhan dari Kutub, terjadi musim hujan.
o Holosen yang dimulai 20.000 tahun hingga dewasa ini. Pada masa ini, muncul manusia
cerdas (homo sapiens) yang merupakan nenek moyang dari manusia modern.
Jenis Manusia Pra-aksara di Indonesia
1. Meganthropus 2. Pithecanthropus 3. Homo
Persebaran Manusia Purba Di Indonesia Ditinjau Dari
a) Bahasa
Menurut beberapa tokoh seperti:
 Prof. Dr. H. Kern: Indonesia berasal dari Asia yaitu bahasa yang digunakan oleh Indonesia,
polinesia, Melanesia yang berakar dari bahasa Austronesia dari champa
 Van heine Geldern: Indonesia berasal dari asia tengah
 Max Muller : Indonesia berasal dari asia tenggara
 Hogen: percampuran bangsa melayu dan bangsa mongol
 Willem smith: Asia dibagi 3 yaitu Togon, Jerman, Austria. Austria kemudian dibagi 2
austroasia dan Austronesia(Indonesia, Melanesia, polinesia).
 Moh Ali: berasal dari yunan, cina
 Prof. Dr. Krom: berasal dari Cina Tengah
 Mayundar: berasal dari India
 Dr. Brandes: Pulau Formosa, Taiwan
 Moh Yamin: berasal dari Indonesia sendiri
b) Budaya/peninggalan
1. Gelombang 1 (2000 SM)/proto melayu
 Jalur barat
Yunan,cina menuju teluk Tonkin (vietnam), semenanjung Malaya dan Indonesia, Filipina,
Formosa (kapak persegi)
 Jalur timur
Bac son-Hoa Binh (Vietnam) menuju Indonesia, samudera pasifik (kapak lonjong)
Kebudayaan yang dibawa adalah masa neolithikum, suku yang masih dapat dijumpai adalah
Batak, dayak, toraja, papua
2. Gelombang 2 (500 SM)/ Deutro Melayu
Gelombang 2 ini membawa budaya zaman logam (kapak corong, nekara, perhisan
perunggu)
Mereka menjadi suku2 yang ada di Indonesia seperti Jawa, melayu, minang, bugis
Kebudayaan yang bersangkutan dengan budaya Indonesia
1. Kebudayaan Bacson-hoabinh (18000-3000 SM)
Penyerpihan pada satu/ kedua sisi permukaan batu kali yang diupam dan dapat dikepal dengan
tangan.
Bacson berasal dari Vietnam utara yaitu di pegunungan Hoa-binh
Indonesia yang memiliki peninggalan budaya Bacson
 Jawa: Lembah Bengawan Solo
 Sulsel: Cabbenge
2. Kebudayaan dongson (Vietnam) (2500 SM)
Kebuyaan perunggu(Nekara, kapak corong dll)
Contoh daerah di Indonesia jawa, sumatera, bali, nusatenggara, Maluku selatan
3. Kebudayaan Sa-huynh (Vietnam)/ Champa
Kuburan dalam tempayan dan budaya besi
Hindu-Buddha dan Perkembangannya di Indonesia
1. Agama Hindu
Agama Hindu berasal dari India. Agama ini merupakan perpaduan antara agama yang dianut oleh
bangsa Arya dan bangsa Dravida. Bangsa Arya yang berasal dari Asia Tengah berhasil mendesak
bangsa asli India, Dravida. Terjadi pembauran antara bangsa Arya dan bangsa Dravida yang
selanjutnya menurunkan generasi yang disebut bangsa Hindu. Kata hindu berasal dari kata sindhu
(bahasa Sanskerta) yang berarti sungai. Kata ini mengacu pada Sungai Indus yang menjadi sumber air
bagi kehidupan di sekitarnya.
 Kitab Hindu: Weda (terdiri atas empat kitab), Brahmana (merupakan tafsir dari kitab Weda), dan
Upanisad (memuat dasar-dasar filsafat hubungan antara manusia dan TUHAN)
 Dewa-dewa utama dalam ajaran Hindu ialah Dewa Trimurti (kesatuan dari tiga dewa). Ketiga dewa
tersebut ialah:
(1) Dewa Brahma. Brahma bertugas menciptakan alam semesta dan mengatur segala peristiwa di
dunia. Kendaraannya berupa angsa.
(2) Dewa Wisnu. Wisnu bertugas memelihara alam semesta. Kendaraannya berupa seekor burung
garuda.
(3) Dewa Syiwa. Syiwa bertugas sebagai perusak semua yang tidak lagi berguna di alam.
Kendaraannya seekor lembu.
 Dalam masyarakat Hindu, dikenal lima kasta atau kelas, yaitu:
(1) Brahmana: terdiri atas pemimpin agama atau pendeta
(2) Ksatria: terdiri atas para bangsawan, raja dan keturunannya, serta prajuritprajuritnya
(3) Waisya: terdiri atas pengusaha dan pedagang
(4) Sudra: terdiri atas para petani dan pekerja kasar
(5) Paria: terdiri atas gelandangan (orang yang haram untuk disentuh)
 Tempat suci umat Hindu antara lain kota Benares yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya
Dewa Syiwa. Sungai Gangga dianggap keramat dan suci karena air Sungai Gangga dianggap dapat
mensucikan abu jenazah yang dibuang ke dalamnya.
 Hari raya umat Hindu ialah Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Nyepi, dan Siwaratri.
2. Agama Buddha
Agama Buddha juga berasal dari India. Agama ini timbul sebagai reaksi masyarakat terhadap peran
kaum Brahmana yang dianggap terlalu berlebihan dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka.
Agama ini didasarkan pada ajaran Sidharta Gautama. Sidharta Gautama digelari Sang Buddha (orang
yang mendapat pencerahan) karena ia mendapat penerangan yang sempurna setelah bertapa di
tengah hutan.
 Kitab suci agama Buddha ialah Tripitaka (Tiga Keranjang) yang terdiri:
- Vinayapitaka (berisi tentang bermacam-macam aturan hidup dan hukum penentu cara hidup
pemeluknya),
- Sutrantapitaka (berisi tentang pokok-pokok wejangan Sang Buddha), dan
- Abdhidharmapitaka (berisi tentang penjelasan dan kupasan mengenai sosial beragama atau
falsafah agama).
- Hari Raya Umat Buddha Triwaisak, yang merupakan peringatan kelahiran, menerima bodhi, dan
wafatnya Sang Buddha yang bertepatan dengan saat bulan purnama pada bulan Mei.
 Tempattempat suci umat Buddha antara lain Bodh-Gaya, tempat bersemedi Sidharta Gautama.
3. Proses dan Jalur Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
Ada Beberapa Teori:
a. Waisya
Menurut aliran ini, pengaruh Hindu-Buddha masuk karena dibawa oleh para pedagang yang banyak
menikah dengan penduduk asli. Mereka menikah karena harus tinggal untuk waktu minimal 6 bulan
sambil menunggu pergantian musim untuk kembali ke negaranya. Pendapat ini didukung oleh N.J.
Krom dan Purbacaraka.
b. Brahmana
Menurut aliran ini, pengaruh Hindu-Buddha masuk karena dibawa oleh para brahmana yang
mendapat undangan dari para penguasa untuk menobatkan para raja, mempimpin upacara
keagamaan, dan mengajarkan ilmu pengetahuan. Dari istana, agama ini kemudian menyebar ke
seluruh kerajaan. Pendapat ini didukung oleh J.C. van Leur.
c. Ksatria
Menurut aliran ini, pengaruh Hindu-Buddha masuk karena dibawa oleh para ksatria yang kalah
perang di India. Mereka mendirikan koloni di Nusantara dan menyebarkan agama Hindu-Buddha di
Nusantara. Pendapat ini didukung oleh C.C. Berg dan Majumdar.
d. Arus Balik
Menurut aliran ini, pengaruh Hindu-Buddha masuk karena para brahmana, pedagang, juga orang-
orang Indonesia sendiri. Ada yang berdagang, ada pula yang sengaja datang ke India untuk belajar.
Ketika kembali, mereka menyebarkan agama baru yang mereka dapatkan di India. Pendapat ini
didukung oleh George Coedes dan FDK Bosch
4. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha dan Peninggalannya di Indonesia
Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha yang berasal dari India menyebar ke Asia
termasuk Indonesia. Di Indonesia, pengaruh Hindu-Buddha sangat besar sehingga
muncul kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Banyak kerajaan bercorak Hindu-
Buddha di Indonesia. Kerajaan-kerajaan tersebut ialah Kutai, Tarumanegara, Holing,
Sriwijaya, Mataram Kuno, Kanjuruhan, Singosari, Kediri, Sunda, Bali, dan Majapahit.

PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA


1. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia
Ada beberapa teori saluran masuknya islam:
a Perdagangan
b Perkawinan
c Kesenian
d Politik
e Tasawuf
f Pendidikan

2. Walisanga, antara lain


(1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13
dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
(2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau
merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
(3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya.
Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
(4)Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem,
dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.
(5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa
Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan
dengan lingkungan setempat.
(6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara,
dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
(7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni
bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
(8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara
dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
(9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon.
Seorang pemimpin berjiwa besar.

3. Kapan dan dari mana Islam Masuk Indonesia


Teori waktu:
a abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itu mencatat bahwa pada abad ke-
7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra
Utara.
b Abad ke-13 Masehi lebih menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya
kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Pendapat ini berdasarkan catatan perjalanan Marco Polo
yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan
orang-orang yang telah menganut agama Islam. Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialah
ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun
1297.
Teori asal Datang: Gujarat, Arab, Cina, Eropa

4. Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia


Ada banyak kerajaan bercorak Islam yang terdapat mulai dari Sumatra sampai Maluku. Beberapa di
antaranya akan dikemukakan berikut ini: Kerajaan Perlak, Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Aceh,
Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang, Kerajaan Mataram, Kerajaan Banten, Kerajaan Cirebon,
Kerajaan Gowa-Tallo, Kerajaan Ternate dan Tidore

5. Peninggalan-Peninggalan Sejarah Bercorak Islam


a. Peninggalan dalam Bentuk Bangunan
Bangunan yang menjadi ciri khas Islam antara lain ialah masjid, istana/keraton, dan makam (nisan).
1) Masjid (Kubah bersusun)
Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk masjid, dapat kita lihat antara lain pada beberapa masjid
berikut.
(1) Masjid Banten (bangun beratap tumpang)
(2) Masjid Demak (dibangun para wali)
(3) Masjid Kudus (memiliki menara yang bangun dasarnya serupa meru)
(4) Masjid Keraton Surakarta, Yogyakarta, Cirebon (beratap tumpang)
(5) Masjid Agung Pondok Tinggi (beratap tumpang)
(6) Masjid tua di Kotawaringin, Kalimantan Tengah (dibangun ulama penyebar siar pertama di
Kalteng)
(7) Masjid Raya Aceh, Masjid Raya Deli (dibangun zaman Sultan Iskandar Muda)
2) Makam dan Nisan
Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk makam dapat kita lihat antara lain pada beberapa
makam berikut.
(1) Makam Sunan Langkat (di halaman dalam masjid Azisi, Langkat)
(2) Makam Walisongo
(3) Makam Imogiri (Yogyakarta)
(4) Makam Raja Gowa
Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk nisan dapat kita lihat antara lain pada beberapa nisan
berikut.
(1) Di Leran, Gresik (Jawa timur) terdapat batu nisan bertuliskan bahasa dan huruf Arab, yang
memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan bernama Fatimah binti
Maimun yang berangka tahun 475 Hijriah (1082 M);
(2) Di Sumatra (di pantai timur laut Aceh utara) ditemukan batu nisan Sultan Malik alsaleh yang
berangka tahun 696 Hijriah (!297 M);
(3) Di Sulawesi Selatan, ditemukan batu nisan Sultan Hasanuddin;
(4) Di Banjarmasin, ditemukan batu nisan Sultan Suryana Syah; dan
(5) Batu nisan di Troloyo dan Trowulan.
b. Peninggalan dalam Bentuk Karya Seni
 seni ukir,seni pahat, seni pertunjukan, seni lukis, dan seni sastra. Seni ukir dan seni pahat ini
dapat dijumpai pada masjid-masjid di Jepara.
 Seni pertunjukan berupa rebana dan tarian, misalnya tarian Seudati.
 Pada seni aksara, terdapat tulisan berupa huruf arab-melayu, yaitu tulisan arab yang tidak
memakai tanda (harakat, biasa disebut arab gundul). Salah satu peninggalan Islam yang cukup
menarik dalam seni tulis ialah kaligrafi.
 Karya sastra yang dihasilkan cukup beragam. Para seniman muslim menghasilkan beberapa
karya sastra antara lain berupa syair, hikayat, suluk, babad, dan kitab-kitab.
 Syair banyak dihasilkan oleh penyair Islam, Hamzah Fansuri. Karyanya yang terkenal adalah
Syair Dagang, Syair Perahu, Syair Si Burung Pangi, dan Syair Si Dang Fakir.
 Syair-syair sejarah peninggalan Islam antara lain Syair Kompeni Walanda, Syair Perang
Banjarmasin, dan Syair Himop.
 Syair-syair fiksi antara lain Syair Ikan Terumbuk dan Syair Ken Tambunan.
 Hikayat adalah karya sastra yang berisi cerita atau dongeng yang sering dikaitkan dengan tokoh
sejarah.
 Peninggalan Islam berupa hikayat antara lain, Hikayat Raja Raja Pasai, Hikayat Si Miskin
(Hikayat Marakarma), Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Hang Tuah, dan
Hikayat Jauhar Manikam.
 Suluk adalah kitab-kitab yang berisi ajaran-ajaran tasawuf. Peninggalan Islam berupa suluk
antara lain Suluk Wujil, Suluk Sunan Bonang, Suluk Sukarsa, Suluk Syarab al Asyiqin, dan Suluk
Malang Sumirang.
 Babad adalah cerita sejarah tetapi banyak bercampur dengan mitos dan kepercayaan
masyarakat yang kadang tidak masuk akal. Peninggalan Islam berupa babad antara lain Babad
Tanah Jawi, Babad Sejarah Melayu (Salawat Ussalatin), Babad Raja-Raja Riau, Babad Demak,
Babad Cirebon, Babad Gianti.
 Adapun kitab-kitab peninggalan Islam antara lain Kitab Manik Maya, Us-Salatin Kitab Sasana-
Sunu, Kitab Nitisastra, Kitab Nitisruti, serta Sastra Gending karya Sultan Agung.
Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia hingga Terbentuknya
Kekuasaan Kolonial

1. Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia


Para pedagang dari Eropa membawa barang dagangan berupa rempah-rempah dan sutera dari
Laut Tengah. Komoditas tersebut dibawa ke Venesia atau Genoa melalui para pedagang Portugis dan
Spanyol yang aktif berdagang di Laut Tengah. Rempah-rempah dan sutera itu kemudian dibawa ke
pasaran Eropa Barat, seperti Lisabon. Dari Lisabon rempah-rempah dibawa ke Eropa Utara oleh para
pedagang Inggris dan Belanda.
Ramainya perdagangan di Laut Tengah, terganggu selama dan setelah berlangsungnya Perang
Salib (1096 - 1291). Dengan jatuhnya kota Konstantinopel (Byzantium) pada tahun 1453 ke tangan
Turki Usmani, aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus. Sultan Mahmud II,
penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah
kekuasannya. Bangsa Barat menghadapi kendala krisis perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu
bangsa Barat berusaha keras mencari sumbernya dengan melakukan penjelajahan samudra.
Ada beberapa faktor yang mendorong penjelajahan samudra, yaitu:
a. Semangat reconguesta, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di manapun yang
dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib.
b. Semangat gospel, yaitu semangat untuk menyebarkan agama Nasrani.
c. Semangat glory, yaitu semangat memperoleh kejayaan atau daerah jajahan.
d. Semangat gold, yaitu semangat untuk mencari kekayaan/emas.
e. Perkembangan teknologi kemaritiman yang memungkinkan pelayaran dan
f. perdagangan yang lebih luas, termasuk menyeberangi Samudra Atlantik.
g. Adanya sarana pendukung seperti kompas, teropong, mesiu, dan peta yang menggambarkan
secara lengkap dan akurat garis pantai, terusan, dan pelabuhan.
h. Adanya buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan Marco Polo (1271-1292).
i. Perjalanan Ordoric da Pardenone menuju Campa yang sempat singgah di Jawa pada abad ke-14.
Ordoric melaporkan sekilas mengenai kebesaran Majapahit.
j. Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo yang menyatakan bahwa bumi itu bulat seperti
bola, matahari merupakan pusat dari seluruh benda-benda antariksa. Bumi dan bendabenda
antariksa lainnya beredar mengelilingi matahari (teori Heliosentris).
Negara-negara yang memelopori penjelajahan samudra adalah Portugis dan Spanyol, menyusul
Inggris, Belanda, Prancis, Denmark, dan lainnya. Untuk menghindari persaingan antara Portugis dan
Spanyol, maka pada tanggal 7 Juni 1494 lahirlah Perjanjian Tordesillas (Paus membagi daerah
kekuasaan di dunia non-Kristiani menjadi dua bagian dengan batas garis demarkasi/khayal yang
membentang dari kutub Utara ke kutub Selatan. Daerah sebelah Timur : Portugis, sedangkan daerah
sebelah Barat: Spanyol.)
Berikut ini penjelajah-penjelajah yang berasal dari Portugis:
 Bartholomeu Dias
berangkat dari Lisabon (Portugis) pada bulan Agustus 1487. Ketika sampai di ujung Selatan benua
Afrika, kapal Dias terkena badai topan. Setelah badai reda, Dias kembali ke Portugis.Oleh Raja
Portugal Joao II ujung selatan afrika diberi nama Tanjung Harapan (Cape of Good Hope).
 Vasco da Gama
Pada tanggal 8 Juli 1497, Raja Portugis Manuel I memerintahkan Vasco da Gama mengikuti jejak
Dias. Perjalanan Vasco da Gama tiba di Calcuta (India) pada tanggal 22 Mei 1498. Di Calcuta,
Vasco da Gama berupaya mendirikan pos perdagangan. Ia membeli rempah-rempah untuk dikirim
ke Portugis dan sebagian dijual ke negara-negara Eropa lainnya.
 Alfonso d’ Albuquerque
Setelah beberapa lama menduduki Calcuta, orang Portugis sadar bahwa penghasil rempah-rempah
bukan India. Ada tempat lain yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Asia, yaitu
Malaka. Oleh karena itu ekspedisi ke Timur dilanjutkan kembali. Bagi Portugis, cara termudah
menguasai perdagangan di sekitar Malaka adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Oleh
karena itu, dari Calcuta, Portugis mengirimkan ekspedisi ke Malaka di bawah pimpinan Alfonso d’
Albuquerque. Ekspedisi d’ Albuquerque tersebut berhasil menaklukkan Malaka pada
tahun 1511.
Berikut ini para penjelajah Spanyol yang melakukan pelayaran ke timur:
 Christopher Columbus
 Ferdinand Magelhaens (Magellan)
2. Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Eropa
a. Muncul dan Perkembangan VOC
1) Terbentuknya VOC
pada tanggal 20 Maret 1602 Pedagang Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische
Compagnie (VOC) artinya Perserikatan Maskapai Hindia Timur. VOC memiliki wewenang dan
hak-hak antara lain sebagai berikut (hak Oktroi):
 Hak mendata personil atas dasar sumpah setia.
 Hak melakukan peperangan.
 Hak untuk mengadakan perjanjian dengan penguasapenguasa diseluruh Asia.
 Hak membentuk tentara dan mendirikan bentengbenteng.
 Hak mengedarkan mata uang.
 Hak memerintah di negeri jajahan
Gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both (1610-1619). Pada mulanya Ambon di
pilih sebagai pusat kegiatan VOC. Pada periode berikutnya Jayakarta dipilih sebagai pusat
kegiatan VOC.
2) Perkembangan VOC
Orang-orang VOC mulai menampakkan sifatnya yang congkak, kejam, dan ingin menang
sendiri. VOC ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui monopoli perdagangan. VOC
mulai ikut campur dalam berbagai konflik antara penguasa yang satu dengan penguasa yang lain.
Beberapa kerajaan di yang Perubahan sikap VOC itu telah menimbulkan kekecewaan bagi rakyat
dan penguasa di Indonesia. Perubahan sikap itu terutama sekali terjadi pada masa pemerintahan
Gubernur Jenderal VOC yang kedua yaitu Jan Pieterzoon Coen.
Untuk dapat menguasai Jayakarta, JP Coen kemudian membangun benteng-benteng di
sekitar loji VOC, sehingga loji semakin besar. Bahkan pada tahun 1619 VOC menyerbu dan
membakar kota Jayakarta. Di atas reruntuhan kota itu kemudian dibangun kota baru yang
dinamakan Batavia. Dengan dibangunnya benteng-benteng dan loji-loji sebagai pusat kegiatan
VOC, maka jalur-jalur perdagangan di kepulauan Nusantara telah dikendalikan oleh VOC. Untuk
mengendalikan kegiatan monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia bagian timur,
khususnya Maluku, diadakan Pelayaran Hongi

3) Perluasan Kekuasaan VOC di Indonesia


Untuk semakin memperbesar kekuasaanya di Indonesia, VOC melakukan cara-cara politik
devide et impera atau politik adu domba, dan tipu muslihat. Sebagai contoh, kerajaan Mataram
di Jawa yang dikenal sebagai kerajaan yang besar dan kuat pun akhirnya berhasil dikendalikan
VOC. Hal ini terutama terjadi setelah dengan kelicikannya VOC memaksa Paku Buwono II (raja
Mataram) yang sedang dalam keadaan kritis (sakit keras) untuk menandatangani penyerahan
kekuasaan Kerajaan Mataram kepada VOC.
Dengan politik adu dombanya, akhirnya VOC berhasil menanamkan kekuasaanya di
Indonesia. Beberapa kerajaan di Indonesia akhirnya dalam cengkeraman kekuasaan penjajah.

b. Pemerintahan Hindia Belanda I


1) Bubarnya VOC
Kejayaan VOC ternyata tidak bertahan lama. Dalam perkembangannya VOC mengalami
masalah yang besar, yakni kebangkrutan. Kebangkrutan VOC ini terutama sekali terjadi karena
para pegawainya banyak yang melakukan korupsi. Waktu itu VOC sudah sangat merosot, kas
kosong, utang menumpuk dan tidak mampu lagi menciptakan pengawasan dan keamanan atas
wilayah Indonesia. Inilah sebabnya maka pada tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan.
Setelah VOC dibubarkan kekuasaan kolonial di Indonesia diambil alih Pemerintah Belanda.
2) Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
Dengan dibubarkannya VOC, maka mulai terjadi perubahan politik pemerintahan di
Indonesia. Kepulauan Indonesia yang dikuasai VOC, berganti diperintah dan dijajah oleh
pemerintah Belanda. Untuk menjalankan pemerintahan kolonial di Indonesia diangkatlahseorang
gubernur jenderal. Gubernur jenderal ini berkuasa di Indonesia atas nama pemerintahdi negeri
Belanda. Dengan diangkatnya Gubernur Jendral di Indonesia terbentuklah pemerintahan Kolonial
Belanda di Indonesia.
a) Pemerintahan Daendels (1808-1811)
Daendels tiba di Indonesia pada tanggal 1 Januari 1808. Beberapa tindakan itu antara lain
sebagai berikut:
 Meningkatkan usaha pemasukan uang dengan cara pemungutan pajak.
 Meningkatkan penanaman tanaman yang hasilnya laku di ‘pasaran dunia.
 Rakyat masih diharuskan melaksanakan penyerahan wajib hasil pertaniannya.
 Untuk menambah pemasukan dana, juga telah dilakukan penjualan tanah-tanah kepada
pihak swasta.
 Membangun jalan Anyer – Panarukan, Jawa Barat
b) Pemerintahan Janssen (1811)
Sebagai pengganti Danedels dikirimlah Jan Willem Janssen. Ia mulai menjabat
Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Jawa tahun 1811. Ia kemudian memperbaiki keadaan
yang ditinggalkan oleh Daendels. Namun Daerah Kepulauan Maluku sudah berhasil direbut
oleh Inggris. Bahkan secara de facto daerah kekuasaan Hindia Belanda di masa Janssen itu
tinggal daerah-daerah tertentu, misaInya Jawa, Makasar, dan Palembang. Inggris terus
mendesak kekuatan Belanda di Indonesia. Akhirnya Belanda menyerah di Tuntang, Salatiga.
Penyerahah Janssen kepada Inggris secara resmi melalui Kapitulasi Tuntang yang
ditandatangani pada tanggal 18 September 1811.
c) Indonesia di bawah Kekuasaan Inggris (1811 -1816)
Kapitulasi Tuntang tanggal 18 September 1811 secara resmi telah mengakhiri kekuasaan
Belanda di Indonesia. Gubernur Jenderal EIC (East India Company), Lord Minto yang
berkedudukan di India, mengangkat Raffles sebagai penguasa di Indonesia, sebagai Letnan
Gubernur yang berkedudukan di Batavia. Tindakan Raffels yang terkenal adalah dalam bidang
ekonomi, antara lain sebagai berikut:
 Pelaksanaan sistem sewa tanah atau pajak tanah (land rent) yang akan meletakkan dasar
bagi perkembangan sistem perekonomian uang.
 Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi.
 Penghapusan kerja rodi dan perbudakan.
 Penghapusan sistem monopoli.
 Peletakan desa sebagai unit administrasi penjajahan.
Tahun 1816, Raffles telah mengakhiri kekuasaannya di Indonesia.
d) Pelaksanaan Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda II
Setelah kembali ke tangan Belanda, Indonesia dipimpin oleh tiga orang Komisaris Jenderal,
yaitu Elout, Van der Capellen dan Buyskas. Sementara itu kondisi perekonomian Belanda
sedang merosot. Konsep yang diusulkan Van den Bosh itulah yang kemudian dikenal dengan
Cultuurstelsel (Tanam Paksa). Untuk dapat melaksanakan rencana tersebut pada tahun 1830
Van den Bosh diangkat sebagai Gubernur Jenderal baru di Jawa. Setelah sampai di Jawa Van
den Bosh segera mencanangkan sistem dan program Tanam Paksa.
 Tanam Paksa
Sistem Tanam Paksa adalah kebijakan Gubernur Jendral Van den Bosh yang mewajibkan
para petani Jawa untuk menanam tanaman-tanaman yang dapat diekspor ke pasaran dunia.
Jenis tanaman itu antara lain kopi, tebu, tembakau, nila.
Ketentuan-ketentuan Tanam Paksa itu seperti termuat di dalam Staatblat (Lembaran
Negara) Tahun 1834, No. 22. Ketentuan-ketentuan itu sebagai berikut:
 Berdasarkan persetujuan, penduduk menyediakan sebagian dari tanahya untuk
penanaman tanaman yang hasilnya dapat dijual di pasaran dunia.
 Tanah pertanian yang disediakan penduduk untuk tujuan Tanam Paksa tidak boleh
melebihi seperlima dari tanah pertanian yang dimiliki penduduk desa.
 Waktu dan pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman dagangan atau tanaman
ekspor (jenis tanaman untuk Tanam Paksa) tidak boleh melebihi pekerjaan yang
diperlukan untuk menanam padi.
 Tanah yang disediakan untuk tanaman dagangan dibebaskan dari pernbayaran pajak
tanah.
 Hasil tanaman dagangan itu wajib diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda.
 Jika harga atau nilai hasil tanaman dagangan yang ditaksir melebihi pajak tanah yang
harus difbayarkan oleh rakyat, maka ditaksir kelebihannya akan dikembalikan kepada
rakyat.
 Kegagalan panen yang bukan disebabkan oleh kesalahan rakyat petani, menjadi
tanggungan pemerintah.
 Penduduk desa bekerja di tanah-tanah untuk pelaksanaan Tanam Paksa itu di bawah
pengawasan langsung oleh para penguasa pribumi, sedang pegawai-pegawai
Eropamelakukan pengawasan secara umum.
 Pelaksanaan Tanam Paksa
Dalam pelaksanaanya ternyata tanam paksa sangat memberatkan rakyat Indonesia,
sebagai berikut:
 Penanaman tanaman ekspor didasarkan atas dasar paksaan.
 Luas tanah yang dipakai mencapai sepertiga bahkan sampai separuh dari luas tahah
yang dimiliki petani.
 petani dipaksa bekerja lebih konsentrasi pada Tanam Paksa. Akibatnya sawah dan
ladang para petani menjadi terbengkelai.
 Tanah masih dikenai pajak
 Hasil kelebihan panen tanaman ekspor tidak dikembalikan pada rakyat
 kerusakan tanaman dan kegagalan panen dibebankan kepada rakyat.
 Akibat Tanam Paksa
 karena pelaksanaan yang sangat memberatkan ranyat Indonesia, timbulah bahaya
kelaparan dan kematian di berbagai daerah, misalnya di Cirebon (1843 - 1844), Demak
tahun 1849 dan Grobogan pada tahun 1850.
 Bagi Belanda, pelaksanaan Tanam Paksa telah mendatangkan keuntungan yang berlipat
ganda.
 keuntungannya, antara lain dikenalnya jenis tanaman baru seperti kopi dan indigo,
adanya saluran-saluran irigasi, para petani mendapat pengetahuan baru,

3. PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA TERHADAP KEKUASAAN KOLONIAL


a. Perlawanan Berbagai Daerah terhadap Kekuasaan Portugis dan Kekuasaan VOC
o Perlawanan terhadap Portugis
Portugis telah menanamkan kekuasaan di kawasan Malaka dan Maluku. Kalian tentu masih
ingat, bahwa pada tahun 1511 Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerqee berhasil
menguasai Malaka. Dari Malaka Portugis kemudian meluaskan pengaruh dan perdagangannya
ke berbagai wilayah di Indonesia. Mula-mula Alfonso d’Albuquerqee mengirim pasukannya ke
Aceh kemudian ke Maluku.
Pada tahun 1522 Portugis mendirikan benteng pertahanan Saint John di Ternate. Dengan
kedudukan yang semakin kuat ini, Portugis kemudian menguasai (memonopoli) kegiatan
perdagangan rempah-rempah di Maluku. Dominasi perdagangan Portugis di kawasan Malaka
dan Maluku ini sangat merugikan rakyat Indonesia.
 Perlawanan Kesultanan Ternate
Perlawanan Ternate didorong oleh tindakan bangsa Portugis yang sewenang-wenang dan
merugikan rakyat. Perlawanan Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun dari Ternate. Seluruh
rakyat dari Irian sampai ke Jawa diserukan untuk melakukan perlawanan. Sayang sekali Sultan
Hairun ditipu muslihat oleh Portugis dan meninggal pada tahun 1570. Tetapi kecongkakan
Portugis akhirnya menuai balasan dengan keberhasilan Sultan Baabullah dalam mengusir
Portugis dari bumi Maluku tahun 1575. Selanjutnya Portugis menyingkir ke daerah Timor Timur
(Timor Loro Sae).
 Perlawanan Kesultanan Demak
Akibat dominasi Portugis di Malaka telah mendesak dan merugikan kegiatan
perdagangan orang-orang Islam. Oleh karena itu, Sultan Demak R. Patah mengirim
pasukannya di bawah Pati Unus untuk menyerang Portugis di Malaka. Pati Unus melancarkan
serangannya pada tabun 1512 dan 1513. Serangan ini belum berhasil. Kemudian pada tahun
1527, tentara Demak kembali melancarkan serangan terhadap Portugis yang mulai
menanamkan pengaruhnya di Sunda Kelapa. Di bawah pimpinan Fatahillah tentara Demak
berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. Nama Sunda Kelapa kernudian diubah menjadi
Jayakarta.
 Perlawanan Kesultanan Aceh
Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1639) armada kekuatan Aceh telah
disiapkan untuk menyerang kedudukan Portugis di Malaka. Saat itu Aceh telah memiliki
armada laut yang mampu mengangkut 800 prajurit. Pada saat itu wilayah Kerajaan Aceh telah
sampai di Asumatera Timur dan Sumatera Barat. Pada tahun 1629 Aceh mencoba
menaklukkan Portugis. Penyerangan yang dilakukan Aceh ini belum berhasil mendapat
kemenangan. Namun demikian Aceh masih tetap berdiri sebagai kerajaan yang merdeka.
o Perlawanan terhadap VOC
 Perlawanan Kesultanan Mataram
Pada awalnya Mataram dengan Belanda menjalin hubungan baik. Belanda diijinkan mendirikan
benteng (loji) untuk kantor dagang di Jepara. Belanda juga memberikan dua meriam terbaik
untuk kerajaan Mataram. Dalam perkembangannya, terjadi perselisihan antara Mataram-
Belanda. Pada tanggal 8 November 1618 Gubernur Jendral VOC Jan Pieterzoon Coen
memerintahkan Van der Marct menyerang Jepara. Peristiwa tersebut yang memperuncing
perselisihan antara Mataram dengan Belanda. Raja Mataram Sultan Agung segera
mempersiapkan penyerangan terhadap kedudukan VOC di Batavia.
Serangan pertama dilakukan pada tahun 1628. Pasukan Mataram yang dipimpin Tumenggung
Baurekso tiba di Batavia tanggal 22 Agustus 1628. pasukan ini kemudian disusul pasukan
Tumenggung Sura Agul-Agul, yang dibantu dua bersaudara yakni Kiai Dipati Mandurojo dan
Upa Santa. Serangan pertama gagal. Tidak kurang 1000 prajurit Mataram gugur dalam
perlawanan tersebut.
Mataram segera mempersiapkan serangan kedua Kali ini pasukan Mataram dipimpin Kyai
Adipati Juminah, K.A. Puger, dan K.A. Purbaya. Serangan dimulai tanggal 1 Agustus dan
berakhir 1 Oktober 1629. Serangan kedua inipun gagal.
Selain karena faktor kelemahan pada serangan pertama, lumbung padi persediaan makanan
banyak dihancurkan Belanda. Di samping Sultan Agung, perlawanan terhadap kekuasaan
VOC juga dilakukan oleh Pangeran Mangkubumi dan Mas Said.Serangan pertama ini gagal
dikarenakan :
 Mataram kurang teliti memperhitungkan medan pertempuran
 Kekurangan perbekalan
 Kalah persenjataan
 Perlawanan Kesultanan Gowa
raja Gowa, Sultan Hasanuddin mempersiapkan pasukan dengan segala perlengkapan untuk
menghadapi VOC. Beberapa kerajaan sekutu Gowa juga disiapkan. Benteng-benteng
dibangun di sepanjang pantai kerajaan. Sementara itu VOC dalam rangka menerapkan politik
adu domba, telah menjalin hubungan dengan seorang pangeran Bugis, dari Bone bernama La
Tenritatta to’Unru yang lebih terkenal dengan nama Arung Palaka.
Meletuslah perang antara VOC dengan Gowa pada 7 Juli 1667. Tentara VOC dipimpin
Spelman yang diperkuat pengikut Arung Palaka menggempur Gowa. Karena kalah
persenjataan, Benteng pertahanan tentara Gowa di Barombang dapat diduduki oleh pasukan
Arung Palaka. Perselisihan ini diakhiri dengan ditandatanganinya perjanjian Bongaya yang
isinya sebagai berikut.
 Gowa harus mengakui hak monopoli.
 Semua orang Barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah kekuasaan Gowa.
 Gowa harus membayar biaya perang.
 Di Makasar dibangun benteng-benteng VOC
o Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Kekuasaan Hindia Belanda
 Perlawanan Rakyat Maluku (1817)
Perlawanan rakyat Maluku tahun 1817, dipimpin oleh Thomas Matulesi. Ia dijuluki Pattimura.
Tokoh-tokoh dalam pelawanan ini antara lain;: Christina Martha Tiahahu, Anthon Rhebok,
Thomas Pattiwwail, dan Lucas Latumahina.
 Perlawanan Kaum Paderi (1821-1837)
Tokoh Tuanku imam Bonjol
 Perlawanan Pangeran Diponegoro (1825 - 1830)
sebab umum dan sebab khusus. Adapun sebab-sebab umum terjadinya perlawanan
Diponegoro antara lain sebagai berikut:
 Wilayah Kesultanan Mataram semakin sempit dan para raja sebagai penguasa pribumi
mulai kehilangan kedaulatan.
 Belanda ikut campur tangan dalam urusan intern kesultanan, misalnya soal pergantian raja
dan pengangkatan patih.
 Timbulnya kekecewaan di kalangan para ulama, karena masuknya budaya barat yang tidak
sesuai dengan Islam.
 Sebagian bangsawan merasa kecewa karena Belanda tidak mau mengikuti adat istiadat
kraton.
 Sebagian bangsawan kecewa terhadap Belanda karena telah menghapus system
penyewaan tanah oleh para, bangsawan kepada petani (mulai tahun 1824).
 Kehidupan rakyat yang semakin menderita di samping harus kerja paksa masih harus
ditambah beban membayar berbagai macam pajak.
Adapun Peristiwa yang menjadi sebab khusus berkobamya perang Diponegoro adalah
pemasangan patok oleh Belanda untuk pembangunan jalan yang melintasi tanah dan makam
leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Pemasangan patok itu tanpa izin, sehingga sangat
ditentang oleh Pangeran Diponegoro.

Proses kedatangan Jepang ke Indonesia

 10 januari 1942 : Jepang menduduki tarakan, minahasa, Sulawesi, balik papan, dan ambon
 Februari 1942 : menduduki Pontianak, makasar, Banjarmasin, Palembang, dan bali.
 Februari 1942 : menyerang jawa dan menduduki banten, indramayu, kragan.
 5 Maret 1942: menduduki Batavia sebgai pusat belanda
 8 maret 1942: menduduki bandung
 8 maret 1942: belanda menyerah pada jepang di Kalijati subang
3 wilayah bentukan Jepang di Asia Pasifik
1. Jawa-madura dengan pusat di Batavia dibawah Rikugun (AD)
2. Sumatera dan semenanjung Tanah Melayu dengan pusat singapura dibawah Rikugun (AD)
3. Kalimantan, Sulawesi, nusa tenggara, Maluku, irian dibawah Kaigun (AL)

Organisasi Bentukan Jepang


1. Gerakan 3 A:Jepang cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia
2. Seinendan : barisan Pemuda(Pemuda umum non pelajar)
3. Keibodan : Pembantu Polisi(umur 23-35 tahun)
4. Heiho : pembantu prajurit Jepang, tenaga kasar (18-25)
5. Putera : pusat tenaga rakyat
6. Fujinkai : Barisan Wanita (wanita yang berumur 15 tahun ke atas)
7. Syuisyintai : Barisan Pelopor
8. Jawa Hokokai : Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa, (14 Tahun)
9. Peta : Pembela Tanah Air
Jabatan : Daidanco : Komandan bataliyon
Cudanco : Komandan Kompi
Syudanco : komandan Peleton
Budanco : Komandan Regu

Pengaruh /akibat Pendudukan Jepang


 Bidang Politik :
Semua organisasi tidak diperbolehkan kecuali MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia)
 Bidang Ekonomi
Menyengsarakan Rakyat karena Jepang mengeruk bukan hanya hasil bumi tapi juga tenaga Rakyat
 Bidang pendidikan
Pendidikan sangat maju karena jepang memperbolehkan rakyat Indonesia untuk sekolah
 Bidang Bahasa Indonesia
Sangat Pesat karena bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran di
sekolah
 Birokrasi
Indonesia dibentuk sebgai Negara militeris
Dalam susunan pemerintah daerah di Jawa terdiri atas :
 Syu (Karesidenan) yang dipimpin oleh Syucho
 Si (Kotamadya) dipimpin oleh Sicho,
 Ken (Kabupaten) dipimpin oleh Kencho,
 Gun (Kawedanan) dipimpin oleh Guncho,
 Son (Kecamatan) dipimpin oleh Soncho,
 Ku (Desa/Kelurahan) dipimpin oleh Kuncho
 Sosial
Rakyat sangat sengsara karena banyak yang mati kelaparan
 Hankam
RI dibagi menjadi 3 wilayah Militer
 Pemerintahan Militer Angkatan Darat (Tentara ke 16) meliputi jawa dan madura dengan pusat di
Batavia
 Pemerintahan Militer Sumatera (Tentara ke 25) berpusat di Bukit Tinggi
 Pemerintahan Militer Kalimantan (armada selatan kedua) meliputi Kalimantan, Sulawesi, nusa
tenggara, Maluku, irian berpusat di ujung padang

Bentuk-Bentuk Perlawanan Rakyat dan Pergerakan Kebangsaan Indonesia


Melalui MIAI, Gerakan Bawah Tanah, Perjuangan Bersenjata
Adapun bentuk perlawanan terhadap Jepang adalah sebagai berikut:
1. Perjuangan Melalui Organisasi Bikinan Jepang
a. Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) Pada zaman pendudukan Jepang
semua partai politik dibubarkan. Untuk mempropagandakan politik Hakko Ichiu, Jepang
membentuk Gerakan 3A (Gerakan Tiga A) yang dipimpin Mr. Syamsudin. Organisasi ini
dibubarkan karena tidak mendapat simpati rakyat dan kemudian dibentuklah PUTERA (Pusat
Tenaga Rakyat) pada tanggal 1 Maret 1943.
Pemimpin PUTERA yang dikenal dengan Empat Serangkai adalah
 Ir. Soekarno,
 Moh. Hatta,
 Ki Hajar Dewantoro,
 K.H. Mas Mansyur,
Tujuan Jepang membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual
menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh para pemimpin
Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang serta
untuk menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air , anti kolonialisme dan
imperialisme. Dengan demikian PUTERA ini ibarat tombak bermata dua.
Jepang memandang bahwa PUTERA lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia maka pada bulan
April 1944, PUTERA oleh Jepang dibubarkan.
b. Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai)
Setelah PUTERA dibubarkan maka dibentuklah Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat
Jawa). Salah satu bagian Jawa Hokokai adalah Syuisyintai (Barisan Pelopor) yang dipimpin Ir.
Soekarno dengan pemimpin Harian atau Kepala Sekretariatnya adalah Sudiro.
Organisasi ini dimanfaatkan oleh para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan
memperkuat pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.
c. Memanfaatkan Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat)
Badan ini dibentuk pada tanggal 5 September 1943 atas anjuran Jenderal Hideki Tojo (Perdana
Menteri Jepang). Ketuanya Ir. Soekarno, anggotanya berjumlah 23 orang Jepang dan 20 orang
Indonesia. Tugas badan ini adalah member nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan
(penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia). Oleh para pemimpin Indonesia melalui Chuo
Sangi In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo Sangi In
kepada Seiko Shikikan adalah agar dibentuknya Barisan Pelopor untuk mempersatukan seluruh
penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan.
2. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
Selain melalui taktik kerja sama dengan Jepang, para pejuang melakukan perjuangan secara
rahasia (gerakan bawah tanah) atau ilegal. Beberapa contoh perjuangan bawah tanah antara lain
sebagai berikut
a. Gerakan Kelompok Sutan Syahrir
Pengikut dari kelompok ini terutama para pelajar dari kota Jakarta, Surabaya, Cirebon, Garut,
Semarang dan lain-lain. Mereka berjuang dengan cara sembunyi-sembunyi atau dengan strategi
gerakan ”bawah tanah”.
b. Gerakan Kelompok Amir Syarifuddin
Karena sangat keras dalam mengkritik Jepang maka Amir Syarifuddin ditangkap dan dijatuhi
hukuman mati oleh Jepang pada tahun 1944. Atas bantuan Ir. Soekarno, hukumannya diubah
menjadi hukuman seumur hidup akan tetapi setelah Jepang menyerah dan Indonesia merdeka,
ia terbebas dari hukuman.
c. Golongan Persatuan Mahasiswa
Golongan ini sebagian besar berasal dari mahasiswa Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran) di Jalan
Prapatan 10 dan yang terhimpun dalam Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia
(BAPERPI) di Cikini Raya 71. Di antara tokoh BAPERPI yang terkenal adalah Supeno (Ketua),
Burhanuddin Harahap, dan Kusnandar. Kelompok Persatuan Mahasiswa ini anti Jepang dan
sangat dekat dengan jalan pikiran Sutan Syahrir.
d. Kelompok Sukarni
Kelompok ini sangat berperan di sekitar proklamasi kemerdekaan. Tokoh-tokoh yang tergabung
dalam kelompok Sukarni antara lain Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh, dan
Maruto Nitimihardjo
e. Kelompok Pemuda Menteng 31
Kelompok ini dibentuk oleh sejumlah pemuda yang bekerja pada bagian propaganda Jepang
(Sendenbu). Tokoh-tokoh terkenal dari kelompok ini antara lain Sukarni, Chaerul Saleh, A.M.
Hanafi, Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Maruto Nitimihardjo, Khalid Rasjidi dan Djamhari.
f. Golongan Kaigun
Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang. Mereka selalu menggalang dan
membina kemerdekaan dengan berhubungan kepada tokoh-tokoh Angkatan Laut Jepang yang
simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
Walaupun para pejuang terbagi dalam kelompok-kelompok di atas dan menggunakan strategi
perjuangan yang berbeda, akan tetapi mereka memiliki kesamaan tujuan yakni mencapai
kemerdekaan Indonesia.
3. Perjuangan Melalui Perlawanan Bersenjata
Selain perjuangan secara sembunyi-sembunyi (ilegal), para pemimpin berjuang secara terbuka
dengan melakukan perlawanan bersenjata. Perlawanan bersenjata itu dilakukan oleh rakyat
maupun pasukan PETA.
a. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan Rakyat
Perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh rakyat diberbagai daerah, antara lain sebagai
berikut:
o Perlawanan Rakyat di Cot Pleing (10 November 1942)
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil, seorang guru mengaji. Perlawanan di Cot
Pleing, Lhoseumawe, Aceh ini diawali dari serbuan Jepang terhadap masjid di Cot Pleing.
Masjid terbakar dan pasukan Tengku Abdul Jalil banyak yang gugur. Akhirnya Tengku Abdul
Jalil tewas ditembak oleh Jepang.
o Perlawanan Rakyat di Pontianak (16 Oktober 1943)
Oleh suku Dayak, Tokoh perlawanan dari kaum ningrat yakni Utin Patimah.
o Perlawanan Rakyat di Sukamanah, Singaparna, Jawa Barat (25 Februari 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh KH. Zainal Mustafa, seorang pendiri pesantren Sukamanah. KH.
Zainal Mustafa beserta 27 orang pengikutnya dihukum mati oleh Jepang tanggal 25 Oktober
1944.
o Perlawanan Rakyat di Cidempet, Kecamatan Lohbener, Indramayu (30 Juli 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh H. Madriyas, Darini, Surat, Tasiah dan H. Kartiwa. Perlawanan
ini disebabkan oleh cara pengambilan padi milik rakyat yang dilakukan Jepang dengan kejam
o Perlawanan Rakyat di Irian Jaya
Perlawanan terjadi di beberapa daerah di Irian Jaya, antara lain sebagai berikut:
 Perlawanan rakyat di Biak (1944)
 Perlawanan rakyat di Pulau Yapen Selatan
 Perlawanan rakyat di Tanah Besar, daratan Irian (Papua)
b. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan PETA
Perlawanan bersenjata dilakukan oleh pasukan PETA di berbagai daerah, antara lain sebagai
berikut:
o Perlawanan PETA di Blitar (29 Februari 1945)
Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, dan Dr. Ismail.
Perlawanan PETA di Blitar merupakan perlawanan yang terbesar di Jawa. Tetapi dengan tipu
muslihat Jepang melalui Kolonel Katagiri (Komandan pasukan Jepang), pasukan PETA
berhasil ditipu dengan pura-pura diajak berunding. Empat perwira PETA dihukum mati dan
tiga lainnya disiksa sampai mati. Sedangkan Syodanco Supriyadi berhasil meloloskan diri.
o Perlawanan PETA di Meureudu, Aceh (November 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh Perwira Gyugun T. Hamid.
o Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap (April 1945)
Perlawanan ini dipimpin oleh pemimpin regu (Bundanco) Kusaeri bersama rekan-rekannya.
Perlawanan yang direncanakan dimulai tanggal 21 April 1945 diketahui Jepang sehingga
Kusaeri ditangkap pada tanggal 25 April 1945. Kusaeri divonis hukuman mati tetapi tidak
terlaksana karena Jepang terdesak oleh Sekutu.

USAHA PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA


A. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Konflik Antara Indonesia dengan Belanda
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda
sebagai berikut:
1. Kedatangan Tentara Sekutu Diboncengi oleh NICA
Semenjak Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 secara hukum
tidak lagi berkuasa di Indonesia. Pada tanggal 10 September 1945 Panglima Bala Tentara Kerajaan
Jepang di Jawa mengumumkan bahwa pemerintahan akan diserahkan kepada Sekutu dan tidak
kepada pihak Indonesia. Pada tanggal 14 September 1945 Mayor Greenhalgh datang di Jakarta. la
merupakan perwira Sekutu yang pertama kali datang ke Indonesia. Tugas Greenhalgh adalah
mempelajari dan melaporkan keadaan di Indonesia menjelang pendaratan rombongan Sekutu.
Pada tanggal 29 September 1945 pasukan Sekutu mendarat di Indonesia antara lain
bertugas melucuti tentara Jepang. Tugas ini dilaksanakan Komando Pertahanan Sekutu di Asia
Tenggara yang bernama South East Asia Command (SEAC) di bawah pimpinan Lord Louis
Mountbatten yang berpusat di Singapura. Untuk melaksanakan tugas itu, Mountbatten membentuk
suatu komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherland East Indies (AFNEI) di bawah
Letnan Jenderal Sir Philip Christison.
Adapun tugas AFNEI di Indonesia adalah :
a. menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang;
b. membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu;
c. melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk kemudian dipulangkan;
d. menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada
pemerintah sipil; dan
e. menghimpun keterangan dan menuntut penjahat perang.
Pasukan AFNEI mulai mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945 yang terdiri dari
tiga divisi yaitu :
a. Divisi India ke-23, di bawah pimpinan Mayor Jendral D.C. Hawthorn yang bertugas untuk daerah
Jawa Barat;
b. Divisi India ke-5, di bawah pimpinan Mayor Jenderal E.C. Marsergh yang
bertugas untuk daerah Jawa Timur;
c. Divisi India ke-26, di bawah pimpinan Mayor Jenderal H.M. Chambers yang bertugas untuk
daerah Sumatra.
Pasukan-pasukan AFNEI hanya bertugas di Sumatera dan Jawa, sedangkan untuk daerah
Indonesia lainnya diserahkan tugasnya kepada angkatan perang Australia.
Pada mulanya kedatangan Sekutu disambut dengan senang hati oleh bangsa Indonesia. Hal
ini karena mereka mengumandangkan perdamaian. Akan tetapi, setelah diketahui bahwa Sekutu
secara diam-diam membawa orang-orang Netherland Indies Civil Administration (NICA), yakni
pegawai-pegawai sipil Belanda maka bangsa Indonesia curiga dan akhirnya menimbulkan
permusuhan.
2. Kedatangan Belanda (NICA) Berupaya untuk Menegakkan Kembali Kekuasaannya di Indonesia
B. Peran Dunia Internasional dalam Penyelesaian Konflik Indonesia-Belanda
1. Peranan PBB
Pada tanggal 31 Juli 1947 India dan Australia mengajukan masalah Indonesia- Belanda ini
kepada Dewan Keamanan PBB. Dalam Sidang Dewan Keamanan pada tanggal 1 Agustus 1947
dikeluarkan resolusi yang mengajak kedua belah pihak untuk menghentikan tembak menembak,
menyelesaikan pertikaian melalui perwasitan (arbitrase) atau dengan cara damai yang lain.
Pada tanggal 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan PBB menerima usul Amerika Serikat
tentang pembentukan Komisi Jasa-Jasa Baik (Committee of Good Offices) untuk membantu
menyelesaikan pertikaian Indonesia-Belanda. Komisi inilah yang kemudian dikenal dengan Komisi
Tiga Negara (KTN), yang terdiri atas :
a. Australia (diwakili oleh Richard C. Kirby), atas pilihan Indonesia,
b. Belgia (diwakili oleh Paul Van Zeeland), atas pilihan Belanda,
c. Amerika Serikat (diwakili oleh Dr. Frank Porter Graham), atas pilihan Australia dan Belgia.
2. Peranan Konferensi Asia dan Resolusi Dewan Keamanan PBB
Aksi militer Belanda tanggal 21 Juli 1947 terhadap Republik Indonesia menimbulkan reaksi
dunia luar. Inggris dan Amerika Serikat tidak setuju dengan tindakan Belanda itu, tetapi ragu-ragu
turun tangan. Di antara negara yang tampil mendukung Indonesia adalah Autralia dan India.
Pada waktu Belanda melakukan aksi militernya yang kedua yakni pada tanggal 19 Desember
1948, Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru dan Perdana Menteri Birma (Myanmar) U
Aung San memprakarsai Konferensi Asia. Konferensi ini diselanggarakan di New Delhi dari tanggal
20 - 23 Januari 1949 yang dihadiri oleh utusan dari negara-negara Afganistan, Australia, Burma
(Myanmar), Sri Langka, Ethiopia, India, Iran, Iraq, Libanon, Pakistan, Philipina, Saudi Arabia, Suriah
dan Yaman. Hadir sebagai peninjau adalah wakil dari negara-negara Cina, Nepal, Selandia Baru,
dan Muangthai. Wakil-wakil dari Indonesia yang hadir antara lain Mr. A.A. Maramis, Mr. Utojo, Dr.
Surdarsono, H. Rasjidi, dan Dr. Soemitro Djojohadikusumo.
Konferensi Asia tersebut menghasilkan resolusi yang kemudian disampaikan kepada Dewan
Keamanan PBB. Isi resolusinya antara lain sebagai berikut.
a. Pengembalian Pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta.
b. Pembentukan perintah ad interim yang mempunyai kemerdekaan dalam politik luar negeri,
sebelum tanggal 15 Maret 1949;
c. Penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia
d. Penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling lambat pada tanggal 1
Januari 1950.
Pada tanggal 28 Januari 1949 Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang
disampaikan kepada Indonesia dan Belanda sebagai berikut:
a. Mendesak Belanda untuk segera dan sungguh-sungguh menghentikan seluruh operasi militernya
dan mendesak pemerintah RI untuk memerintahkan kesatuan-kesatuan gerilya supaya segera
menghentikan aksi gerilya mereka.
b. Mendesak Belanda untuk membebaskan dengan segera tanpa syarat Presiden dan Wakil
Presiden beserta tawanan politik yang ditahan sejak 17 Desember 1948 di wilayah RI;
c. Pengembalian pemerintahan RI ke Yogyakarta.
d. Menganjurkan agar RI dan Belanda membuka kembali perundingan atas dasar persetujuan
Linggar jati dan Renville, dan terutama berdasarkan pembentukan suatu pemerintah ad interim
federal paling lambat tanggal 15 Maret 1949,
e. Pemilihan untuk Dewan Pembuatan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Serikat selambat-
Iambatnya pada tanggal l Juli 1949.
f. Sebagai tambahan dari putusan Dewan Keamanan, Komisi Tiga Negara diubah menjadi UNCI
(United Nations Commission for Indonesia)
C. Pengaruh Konflik Indonesia-Belanda terhadap Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia
1. Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada Waktu Agresi Militer Belanda pertama
Dalam Agresi Militer pertama ini walaupun Belanda berhasil menduduki beberapa daerah
kekuasaan RI akan tetapi secara politis Republik Indonesia naik kedudukannya di mata dunia.
Negara-negara lain merasa simpati seperti Liga Arab yang sejak 18 November 1946 mengakui
kemerdekaan Indonesia. Dengan adanya agresi militer pertama maka Dewan Keamanan PBB ikut
campur tangan dengan membentuk Komisi Tiga Negara. Melalui serangkaian perundingan yakni
Perundingan Renville dan Perundingan Kaliurang merupakan upaya untuk mengatasi konflik.
Sebagai negara yang cinta damai Indonesia bersedia berunding, namun Belanda menjawab lagi
dengan kekerasan yakni melakukan agresinya yang kedua.
2. Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada Waktu Agresi Militer Belanda Kedua
Pada tanggal18 Desember 1948, pukul 23.30, Dr. Beel mengumumkan sudah tidak terikat
lagi dengan Perundingan Renville. Pada tanggal 19 Desember 1948, pukul 06.00, Belanda
melancarkan agresinya yang kedua dengan menggempur ibu kota RI, Yogyakarta. Dalam peristiwa
ini pimpinan-pimpinan RI ditawan oleh Belanda. Mereka adalah Presiden Soekarno, Wakil Presiden
Moh. Hatta, Syahrir (Penasihat Presiden) dan sejumlah menteri termasuk Menteri Luar Negeri Agus
Salim.
Sebelum pasukan pasukan Belanda tiba, pemerintah RI mengirimkan telegram kepada
Syafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran yang sedang berkunjung ke Sumatera untuk
mendirikan Pemerintah Darurat RI (PDRI). Seandainya Syafruddin tidak dapat menjalankan tugas,
maka Presiden Soekarno menugaskan kepada Dr. Sudarsono, L.N. Palar, dan Mr. A.A. Maramis
yang sedang di New Delhi untuk membentuk Pemerintah Pelarian (Exile Government) di India.
Pada tanggal 19 Desember 1948 Syafruddin Prawiranegara berhasil mendirikan Pemerintah
Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi, Sumatera. Rakyat dan TNI bersatu berjuang
melawan Belanda dengan siasat perang gerilya. TNI di bawah pimpinan Jenderal Sudirman
menyusun kekuatan yang kemudian melancarkan serangan terhadap Belanda. Alat-alat
perhubungan seperti kawat-kawat telepon diputuskan, jalan-jalan kereta api di rusak, jembatan:
dihancurkan agar tidak dapat digunakan Belanda.
Pada tanggal 23 Desember 1948 Pemerintah Darurat RI di Sumatera mengirimkan perintah
Kepada wakil RI di PBB lewat radio yang isinya bahwa pemerintah RI bersedia memerintahkan
penghentian tembak menembak dan memasuki meja perundingan.
Ketika Belanda tidak mengindahkan Resolusi Dewan Keamanan PBB tanggal 28 Januari
1949 tentang penghentian tembak menembak dan mereka yakin bahwa R1 tinggal namanya,
dilancarkanlah Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai bukti bahwa RI masih ada dan TNI masih
kuat. Dalam serangan ini pihak RI berhasil memukul mundur kedudukan Belanda di Yogyakarta
selama 6 jam.
Oleh karena itu pemimpin Sekutu berusaha mempertemukan antara pemimpin Indonesia
dengan Belanda melalui perundingan-perundingan sebagai berikut :
a. Perundingan Linggajati (25 Maret 1947)
Tokoh:
 Belanda : Dr. Van Mook, Prof Schermerhorn, Van Poll
 Indonesia : Sutan Syahrir, Mr. Mohamad Roem, Mr. Soesanto Tirtoprodjo, Dr. A.K. Gani
Isi Perundingan Linggajati
o Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang
meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura.
o Dibentuk Republik Indonesia Serikat.
o Dibentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.
Meskipun isi perundingan Linggajati masih terdapat perbedaan penafsiran antara Indonesia
dengan Belanda, akan tetapi kedudukan Republik Indonesia di mata Internasional kuat karena
Inggris dan Amerika memberikan pengakuan secara de facto.
b. Perundingan Renville (17 Januari 1948)
Tokoh:
 Belanda : Abdul Kadir Widjoyoadmodjo
 Indonesia : Amir Syarifuddin
Isi Perundingan Renville
o Dibentuk Negara Indonesia Serikat (NIS).
o Dibentuk Uni Indonesia-Belanda.
o Wilayah Indonesia diakui berdasarkan Garis demarkasi Van Mook (Agresi Militer Belanda 1)
o RI harus menarik pasukan dari kekuasaan belanda berdasarkan garis demarkasi Van Mook
Akibat
 kabinet Amir Syarifuddin digantikan dengan kabinet Hatta
 wilayah Indonesia semakin sempit
 amir Syarifuddin bergabung dengan FDR (Front Demokrasi Rakyat) bersama Musso yang
akhirnya memberontak bersama PKI di Madiun tahun 1948
c. Persetujuan Roem-Royen (7 Mei 1949)
Tokoh:
 Belanda : Dr. J.H. Van Royen
 Indonesia : Mohamad Roem
Isi
o Pernyataan Mr. Moh Roem(Indonesia):
 Perintah menghentikan perang gerilya,
 Bekerja sama dalam hal mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan
keamanan.
 Turut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag
o Pernyataan Dr. Van Royen
 Menyetujui kembalinya Pemerintah RI keYogyakarta.
 Menjamin penghentian gerakan-gerakan militer dan pembebasan semua tahanan politik.
 Tidak mengakui daerah yang dikuasai RI sebelum tanggal 19 Desember 1948
 Penghentian gerakan Militer
 Menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari Republik Indonesia Serikat
 Segera melaksanakan Konferensi Meja Bundar.
d. Konferensi Meja Bundar (KMB) (23 Agustus -2 November 1949)
Sebelum KMB dilaksanakanlah konferensi inter Indonesia yaitu antara wakil-wakil
Republik Indonesia dengan BFO (Bijjenkomst voor Federaal Overleg) (tanggal 19 - 22 Juli 1949
di Yogyakarta dan pada tanggal 31 Juli - 2 Agustus 1949 di Jakarta) Salah satu keputusan
penting dalam konferensi ini ialah bahwa BFO menyokong tuntutan Republik Indonesia atas
penyerahan kedaulatan tanpa ikatan-ikatan politik ataupun ekonomi.
Tokoh KMB
 Belanda : Van Maarseveen
 Indonesia : Drs. Moh. Hatta
 BFO : Sultan Hamid II
 UNCI : Chritchley.
Isi
o Belanda mengakui kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada akhir bulan
Desember 1949.
o Mengenai Irian Barat penyelesaiannya ditunda satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
o Antara RIS dan kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia - Belanda yang
akan diketuai Ratu Belanda.
o Segera akan dilakukan penarikan mundur seluruh tentara Belanda.
o Pembentukan Angkatan Perang RIS (APRIS) dengan TNI sebagai intinya.
Oleh karena itu pada tanggal 27 Desember 1949 diadakanlah penandatanganan
pengakuan kedaulatan di negeri Belanda. Pihak Belanda ditandatangani oleh Ratu Juliana,
Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautan Mr. AM . J.A Sassen. Sedangkan
delegasi Indonesia dipimpin oleh Drs. Moh. Hatta. Pada waktu yang sama di Jakarta, Sri Sultan
Hamengkubuwono IX dan Wakil Tertinggi Mahkota AH.J. Lovink menandatangani naskah
pengakuan kedaulatan. Dengan diakuinya kedaulatan RI oleh Belanda ini maka Indonesia
berubah bentuk negaranya berubah menjadi negara serikat yakni Republik Indonesia Serikat
(RIS).

Tri Komando Rakyat


(Trikora) yang isinya sebagai berikut.
1) Gagalkan pembentukan “Negara Papua” bikinan Belanda kolonial.
2) Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia.
3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan
bangsa.
Dekrit Presiden Tanggal 5 Juli 1959 dan Pengaruh yang Ditimbulkannya
Pada Pemilu I tahun 1955 rakyat selain memilih anggota DPR juga memilih anggota badan
Konstituante. Badan ini bertugas menyusun Undang-Undang Dasar sebab ketika Indonesia kembali ke
Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945 menggunakan Undang-Undang
Dasar Sementara (1950). Sejak itu pula di negara kita diterapkan Demokrasi Liberal dengan sistem
Kabinet Parlementer. Karena keadaan politik yang tidak stabil maka Presiden Soekarno pada tanggal
21 Februari 1957 mengemukakan konsepnya yang terkenal dengan “Konsepsi Presiden” yang isinya
antara lain sebagai berikut.
1. Sistem Demokrasi Liberal akan diganti dengan Demokrasi Terpimpin.
2. Akan dibentuk “Kabinet Gotong Royong”, yang menteri-menterinya terdiri atas orang-orang dari
empat partai besar ( PNI, Masyumi, NU, dan PKI).
3. Pembentukan Dewan Nasional yang terdiri atas golongan-golongan fungsional dalam masyarakat.
Partai-partai Masyumi, NU, PSII, Katholik, dan PRI menolak konsepsi ini dan berpendapat bahwa
merubah susunan ketatanegaraan secara radikal harus diserahkan kepada konstituante. Karena
keadaan politik semakin hangat maka Presiden Soekarno mengumumkan Keadaan Darurat Perang
bagi seluruh wilayah Indonesia. Gerakan-gerakan di daerah kemudian memuncak dengan
pemberontakan PRRI dan Permesta.
Setelah keadaan aman maka Konstituante mulai bersidang untuk menyusun Undang-Undang
Dasar. Sidang Konstituante ini berlangsung sampai beberapa kali yang memakan waktu kurang lebih
tiga tahun, yakni sejak sidang pertama di Bandung tanggal 10 November 1956 sampai akhir tahun
1958. Akan tetapi siding tersebut tidak membuahkan hasil yakni untuk merumuskan Undang-Undang
Dasar dan hanya merupakan perdebatan sengit. Perdebatan-perdebatan itu semakin memuncak ketika
akan menetapkan dasar negara. Persoalan yang menjadi penyebabnya adalah adanya dua kelompok
yakni kelompok partai-partai Islam yang menghendaki dasar negara Islam dan kelompok partai-partai
non-Islam yang menghendaki dasar negara Pancasila. Kelompok pendukung Pancasila mempunyai
suara lebih besar daripada golongan Islam akan tetapi belum mencapai mayoritas 2/3 suara untuk
mengesahkan suatu keputusan tentang Dasar Negara (pasal 137 UUD S 1950).
Pada tanggal 22 April 1959 di hadapan Konstituante, Presiden Soekarno berpidato yang isinya
menganjurkan untuk kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945. Pihak yang pro dan militer
mendesak kepada Presiden Soekarno untuk segera mengundangkan kembali Undang-Undang Dasar
1945 melalui dekrit. Akhirnya pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Sukarno menyampaikan dekrit kepada
seluruh rakyat Indonesia. Adapun isi Dekrit Presiden tersebut adalah:
1. pembubaran Konstituante,
2. berlakunya kembali UUD 1945, dan tidak berlakunya lagi UUD S 1950, serta
3. pemakluman bahwa pembentukan MPRS dan DPAS akan dilakukan dalam waktu sesingkat-
singkatnya.
Sebagai tindak lanjut dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 maka dibentuklah beberapa lembaga
negara yakni: Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), Dewan Pertimbangan Agung
Sementara (DPAS) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR - GR). Dalam pidato
Presiden Soekarno berpidato pada tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “Penemuan Kembali
Revolusi Kita”. Pidato yang terkenal dengan sebutan “Manifesto Politik Republik Indonesia” (MANIPOL)
ini oleh DPAS dan MPRS dijadikan sebagai Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
Menurut Presiden Soekarno bahwa inti dari Manipol ini adalah Undang- Undang Dasar 1945,
Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia. Kelima
inti manipol ini sering disingkat USDEK.

Peristiwa-Peristiwa Politik Penting Pada Masa Orde Baru


1. TRITURA
a. Pembubaran PKI.
b. Pembersihan kabinet dari unsurunsur G 30 S / PKI.
c. Penurunan harga/perbaikan ekonomi.
2. Surat Perintah Sebelas Maret
Aksi untuk menentang terhadap G 30 S /PKI semakin meluas menyebabkan pemerintah merasa
tertekan. Oleh karena itu setelah melakukan pembicaraan dengan beberapa anggota kabinet dan
perwira ABRI di istana Bogor pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Sukarno akhirnya menyetujui
memberikan perintah kepada Letnan Jenderal Suharto sebagai Panglima Angkatan Darat dan
Pangkopkamtib untuk memulihkan keadaan dan wibawa pemerintah. Surat mandat ini terkenal dengan
nama Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (Supersemar).
3. Sidang Umum MPRS
Sidang Umum IV MPRS yang diselenggarakan pada tanggal 17 Juni 1966 telah menghasilkan
beberapa ketetapan yang dapat memperkokoh tegaknya Orde Baru antara lain sebagai berikut:
1) Ketetapan MPRS No. IX tentang Pengukuhan Surat Perintah Sebelas Maret.
2) Ketetapan MPRS No. XXV tentang Pembubaran PKI dan ormas-ormasnya serta larangan
penyebaran ajaran Marxisme- Komunisme di Indonesia.
3) Ketetapan MPRS No. XXIII tentang Pembaruan Landasan Kebijakan Ekonomi, Keuangan, dan
Pembangunan.
4) Ketetapan MPRS No. XIII tentang Pembentukan Kabinet Ampera yang ditugaskan kepada
Pengemban Tap MPRS No. IX.

4. Politik Luar Negeri


Sebagai wujud dari pelaksanaan politik luar negeri bebas dan aktif pada masa
Orde Baru melakukan langkah- langkah sebagai berikut.
(1) Menghentikan politik konfrontasi dengan Malaysia setelah ditandatanganinya persetujuan untuk
menormalisasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia pada tanggal 11 Agustus 1966. Selanjutnya
sejak 31 Agustus 1967 kedua pemerintah telah membuka hubungan diplomatic pada tingkat Kedutaan
Besar.
(2) Indonesia kembali menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 28
September 1966
setelah meniggalkan PBB sejak 1 Januari 1965. Sebab selama menjadi anggota badan dunia, yakni
sejak 1950-1964, Indonesia telah menarik banyak manfaatnya.
(3) Indonesia ikut memprakarsai terbentuknya sebuah organisasi kerja sama regional di kawasan Asia
Tenggara yang disebut Association of South East Asian Nations (ASEAN) pada tanggal 8 Agustus
1967.

1. Masa kekuasaan Presiden Sukarno dengan melewati masa-masa Demokrasi Liberal dan
Demokrasi Terpimpin atau Masa Orde Lama akhirnya berakhir oleh gelombang aksi mahasiswa
yang tergabung dalam KAMI. Selanjutnya disusul oleh munculnya kesatuankesatuan aksi yang lain
dan menggelorakan demonstrasi yang menuntut Tritura.
2. Masa Orde Baru yang diawali dengan keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Pada
masa ini kekuasaan Presiden Soeharto berlangsung kurang lebih 32 tahun. Waktu yang sangat
lama tersebut disamping berhasil melaksanakan programprogram pembangunannya juga terdapat
penyelewengan- penyelewengan terhadap nilainilai Pancasila dan UUD 1945 disebabkan oleh
adanya tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
3. Situasi politik yang memanas pada tahun 1996 ditambah krisis ekonomi (krisis moneter) pada tahun
1997 maka bergeraklah para mahasiswa untuk menumbangkan kekuasaan Orde Baru yang dimulai
pada bulan Mei 1998. Aksi demonstrasi ini berhasil menggulingkan Orde Baru, maka pada tanggal
21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyerahkan jabatannya kepada Wakil Presiden B.J. Habibie
untuk menggantikan sebagai Presiden RI.
4. Mulai pemerintahan Presiden B.J. Habibie kehidupan politik mengalami perubahan atau reformasi,
salah satunya adalah kebebasan berpolitik. Dalam Pemilihan Umum pertama pada era reformasi
tanggal 7 Juni 1998 terpilihlah K.H. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden dan Megawati Sukarno
Putri sebagai Wakil Presiden.
5. Kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid berakhir pada bulan juli 2001 digantikan Megawati
Soekarnoputri dan Hamzah Haz sebagai wakilnya. Masa kepemimpinan Megawati berakhir hingga
Pemilihan Umum tahun 2004. Terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Umum
tahun 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

PERISTIWA-PERISTIWA PENTING DI DUNIA

1. Revolusi Perancis.
Revolusi Perancis adalah suatu perubahan yang terjadi dalam system kekuasaan pemerintahan
negara dan masyarakat Perancis dari system pemerintahan yang bersifat monarkhi absolut
menjadi system demokrasi. Meletusnya Revolusi Perancis disebabkan oleh beberapa factor, yang
tergolong kedalam sebab umum dan sebab khusus.
a. Sebab Umum
1. Adanya kepincangan dalam kehidupan masyarakat Perancis
Sebelum terjadi Revolusi, masyarakat Perancis terdiri dari tiga golongan, yaitu :
a Golongan I, terdiri dari pimpinan gereja katolik
b Golongan II, terdiri dari kaum bangsawan
c Golongan III, terdiri dari rakyat jelata, dengan perbedaan hak dan kewajiban dari
golongan I dan II.
2. Pengaruh Rasionalisme dan humanisme.
3. Pengaruh Kemerdekaan Amerika Serikat,
b. Sebab Khusus.
Kebencian rakyat terhadap penghamburan uang negara yang dilakukan Marie Antoinette,
permaisuri Raja Louis XVI beserta putra putri istana lainnya.
Revolusi Perancis berlangsung secara bertahap yang diawali dengan penyerbuan benteng Penjara
Bastille, lambang kekuasaan dan kesewenang-wenangan raja pada 14 Juli 1789. Sejak itu
pemerintahan berada dibawah kekuasaan golongan ketiga. Selanjutnya revolusi berlangsung
selama 15 tahun, terbagi kedalam tahap :
 Masa Dewan Konstituante (1789 – 1791)
 Masa Legislatif (1791 – 1792)
 Masa Konvensi Nasional (1792 – 1795)
 Masa Directoire (1795 – 1799)
 Masa Konsulat (1799 – 1804)
Semboyan Revolusi Perancis adalah Liberte (kebebasan), Egalite (persamaan), Fraternite
(persaudaraan) yang diabadikan dalam bentuk benderanya merah-putih-biru dalam posisi vertical.
Lagu kebangsaannya Marseillase, sedangkan 14 Juli diperingati sebagai hari nasional Perancis.
Semboyan Revolusi Perancis membawa pengaruh besar bagi bangsa-bangsa didunia khususnya
dalam bidang politik, ekonomi, dan social.
2. Revolusi Industri
a. Pengertian
Proses perubahan cara pembuatan barang yang semula dikerjakan oleh tenaga manusia diganti
dengan tenaga mesin. Pertama kali terjadi di Inggris pada abad ke 18.
b. Factor pendorong
1. Inggris kaya akan bahan tambang dan industri seperti batu bara, bijih besi, timah, kaolin,
garam dapur, wol.
2. Berkembangnya ilmu pengetahuan yang mendorong munculnya teknologi yang
membantu mempercepat proses produksi.
3. Revolusi Agraria; perubahan asas pemanfaatan tanah di Inggris terjadi karena
keuntungan yang berlebih dari usaha peternakan domba dibandingkan dari lahan
pertanian.
4. Pemerintah membentuk Royal Society for Improving Natural Knowledge yang memberi
kewenangan untuk memberi hak paten bagi setiap penemuan baru.
5. Jajahan Inggris yang sangat banyak dapat dijadikan sebagai sumber bahan mentah dan
pasar bagi industri
6. Liberalisme ekonomi. Ajaran kebebasan dalam bidang perekonomian yang diajarkan oleh
Adam Smith, David Ricardo, dan John Stuart Mill yaitu kesejahteraan umum akan
tercapai apabila setiap orang diberi kebebasan berusaha tanpa turut campur dari pihak
pemerintah.
c. Akibat.
1. Inggris menjadi negara industri
2. Terjadi urbanisasi
3. Munculnya lapisan sosialbaru : golongan buruh dan borjuis
4. Munculnya kerusuhan social
5. Timbulnya kapitalisme modern, yaitu susunan ekonomi yang berpusat pada
keberuntungan perseorangan dimana uang memegang peranan penting.

3. Revolusi Amerika
a. Latar Belakang
 Sebab umum
 Cinta kebebasan dan kemerdekaan
 Liberalism melawan monopoli dan oligopoli dagang
 Pajak tinggi dan tuntutan perwakilan parlemen
 Persamaan nasib dan tujuan
 Sebab khusus
 Kasus belly atau the boston tea party (1774)
Yaitu diawali dengan pembongkaran 3 kapal milik inggris yang memuat the untuk orang
boston (Amerika). Akan tetapi rakyat amerika diharuskan membayar pajak untuk the
tersebut. Mereka menolak dan malam harinya menyamar sebagai Indian dan membuang
the tersebut ke laut.
b. Jalannya revolusi Amerika
 Pada awalnya rakyat amerika terpengaruh oleh tulisan Thomas paine yang berjudul common
sense (pikiran yang sehat) yang tujuan akhirnya adalah kemerdekaan.
 4 juli 1776 Amerika memproklamirkan kemerdekaan (independence day) yang ditulis oleh
Thomas Jefferson
 Untuk mendukung revolusi Amerika, benyamin franklin melakukan diplomasi dengan:
 Prancis, mengirimkan pasukan dibawah jenderal Lafayette tahun 1778
 Spanyol, bergabung dengan Amerika untuk memperoleh kembali florida dan selat
gilbraltar (1779)
 Perdamaian paris (1783)
Diwakili cornwalis inggris menyerah pada George Washington dan jenderal Lafayette
c. Amerika Pasca revolusi
 Doctrin Monroe (America for the Americans) 1823 oleh presiden james Monroe
 Perang saudara (perang budak)
Perang ini merupakan perang antara amerika selatan dan amerika utara yang disebabkan
adanya perbudakan yang sangat kejam di Amerika Selatan. Perbudakan akhirnya
dibubarkan dalam pemerintahan Abraham Lincoln melalui Emancipation proclamation 1
januari 1863).

4. Revolusi Rusia
a. Latar belakang
 Sebab umum
 Pemerintahan Tsar (Nicolas II) yang reaksioner
 Susunan pemerintahan Tsar yang buruk
 Kesenjangan ekonomi yang tinggi
 Kebijakan tanah
 Sebab khusus
 Korban perang yang besar dan bobroknya birokrasi Rusia
 Bahaya kelaparan mengancam seluruh negeri
b. Jalannya revolusi 1917
 Revolusi februari 1917 : kadet, Menshevik, Bolshevik menggulingkan tsar (23 februari 1917)
 Revolusi oktober 1917 : Bolshevik dibawah pimpinan lenin menggulingkan Menshevik yang
dipimpin oleh Kerensky, dengan semboyan perdamaian, roti dan tanah (25 oktober 1917)
c. Pemerintahan lenin
Langkah besar yang diambil ialah:
 Membentuk komintern atau komunis international (1919)
 USSR terbentuk (1922): merubah federasi(serikat) menadi uni (kesatuan)
 Ekonomi komunis (sama rata sama rasa)
d. Pasca lenin
 Setelah lenin tewas digantikan oleh Yosef Stalin
e. Dampak Revolusi Rusia bagi Indonesia
 Muncul ISDV(Indische sociale Democratische vereniging) sebagai pelopor gerakan radikal di
Indonesia
 Muncul PKI sekitar tahun 1920-1926

5. Perang Dunia I.
Perang Dunia I terjadi pada tahun 1914 - 1918 yang merupakan perang antara negara-negara
Eropa. Sebab-sebab terjadinya Perang Dunia I antara lain :
 Sebab umum :
o Terjadinya pertentangan antar negara :
 Pertentangan antara Inggris dengan Jerman akibat persaingan ekonomi, angkatan
perang, dan perebutan daerah jajahan.
 Pertentangan antara Perancis dengan Jerman akibat adanya Revance Idea (semangat
balas dendam) karena Perancis dikalahkan Jerman tahun 1870.
 Pertentangan Rusia dengan Jerman yang disebabkan oleh :
 Jerman tidak bersedia membantu pembangunan Rusia
 Jerman membantu Turki sedangkan Turki adalah musuh Rusia akibat menghalangi
Rusia dalam melaksanakan politik air hanyat di Laut Tengah.
o Politik Aliansi (persekutuan). Negara-negara Eropa mendirikan :
 Triple Alliansi (Driebund) yang terdiri dari Jerman, Italia, dan Austria. Ketiganya disebu
negara Sentral (As) karena terletak di tengah Eropa
 Etente Cordiale , antara Inggris dan Perancis.
 Triple Etente yang terdiri dari Inggris, Perancis, dan Rusia.
o Perlombaan senjata akibat perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berkembang ungkapan “sivice pacem para bellum” (Jika ingin damai bersiaplah untuk
perang). Masing-masing negara saling curiga jika lawan mereka akan melakukan serangan
mendadak, sehingga kaum industrialis diarahkan untuk menciptakan senjata modern untuk
dapat dijual kepada negara-negara yang bermusuhan.
 Sebab Khusus :
Pada tanggal 28 Juni 1914 putra mahkota Austria yang bernama Frans Ferdinand
terbunuh di Serajevo, Bosnia. Pembunuhnya adalah Gabriee Princip, seorang anggota polisi
rahasia dari Serbia. Peristiwa tersebut dijadikan alasan Austria untuk melebarkan daerah
kekuasaannya di Balkan dengan menguasai Serbia.
Austria menyatakan perang terhadap Serbia tanggal 28 Juli 1914. disusul Jerman
menyatakan perang terhadap Rusia tanggal 1 Agustus 1914, kemudian Perancis terhadap
Jerman tanggal 3 Agustus 1914, dan Inggris terhadap Jerman tanggal 4 Agusutus 1914.
 Jalannya Perang :
Negara yang terlibat Perang Dunia I adalah blok sentral (Jerman, Austria, Turki, Italia, dan
Bulgaria) melawan blok sekutu (Perancis, Inggris, Rusia dan Amerika Serikat). Sebelumnya
Amerika Serikat bersikap netral, tetapi akhirnya bergabung dalam blok sekutu dengan alasan :
o Kepentingan ekonomi; Jeraman mengumumkan perang kapal perang tidak terbatas
sehingga banyak kapal dagang Amerika Serikat yang menjadi korban terkena tembakan.
o Kepentingan politik ; Angkatan Laut Amerika Serikat menangkap telegram rahasia Jerman
yang ditujukan pada Mexico agar menyatakan perang terhadap Amerika Serikat.
 Akhir Perang Dunia I.
Perang Dunia I dimenangkan oleh blok sekutu dengan perjanjian Versailles antara
Jerman dengan Sekutu. Tokoh yang menandatangani perjanjian adalah Woodrow Wilson
(USA), Loyd George (Inggris), Clementeau (Perancis), dan Orlando (Italia). Isi perjanjian antara
lain :
o Jerman menyerahkan daerah Elzas dan Lotharingen pada Perancis.
o Jerman mengganti kerugian perang.
o Jerman melepaskan semua daerah jajahan dan diserahkan pada sekutu.
o Kapal-kapal dagang Jerman diserahkan kepada Inggris
o Angkatan perang Jerman diperkecil
Sebab-sebab kekalahan Blok Sentral antara lain :
o Jumlah negara-negara Sekutu lebih banyak, apalagi setelah Amerika Serikat ikut berperang
dipihak Sekutu.
o Terjadi perpecahan di Blok Sentral. Italia yang semula ikut di Blok Sentral ternyata berbalik
menyerang karena menginginkan daerah-daerah yang dikuasai Austria.
o Terjadi pemberontakan rakyat di negera-negara Sentral yang bosan perang dan tidak mau
lagi mendukung pemerintahnya.
 Akibat-akibat Perang Dunia I.
o Ekonomi : perekonomian dunia kacau, banyak negara yang mengubah sistem
perekonomiannya untuk mengatasi kesulitan, seperti :
 Italia dengan sistem Korporasi
 Jerman dengan program empat tahun
 Amerika Serikat dengan program New Deal
 Turki dengan Etatisme
o Politik : terjadi perubahan-perubahan peta politik dunia :
 Kerajaaan-kerajaan besar berubah menjadi republik yang sempit. (Rusia, Austria, Turki,
Hongaria, dan Jerman)
 Muncul negara-negara baru (Polandia, Finlandia, Cekoslowakia, Mesir, Irak, Libanon)
 Negara-negara pemenang perang memperoleh tambahan wilayah :
- Inggris mendapat Israel dan Kamerun
- Perancis mendapat Syria dan Libanon
- Jepang mendapat kepulauan Carolina dan Mariana
 Lahirnya faham-faham baru (Naziisme, Fasisme, dan Komunisme)
o Sosial : kaum buruh mempunyai kedudukan yang penting karena dibutuhkannya produksi
alat-alat perang. Posisi mereka menjadi kuat sehingga memperoleh jaminan hidup yang
lebih baik. Emansipasi wanita semakin kuat, mereka aktif memberikan bantuan, kususnya
dibidang kesehatan.

6. Liga Bangsa-Bangsa
Untuk menciptakan perdamaian, Woodrow Wilson pada tanggal 8 Januari 1918,
mengumumkan 14 pasal perdamaian dunia (Wilson’s Fourteen Points)
Untuk mewujudkan usulan dari Wilson, maka dibentuklah Liga Bangsa-Bangsa yang
berkedudukan di Jenewa (Swiss) dengan tujuan :
 Menjaga perdamaian dunia
 Memajukan hubungan persahabatan antarbangsa
 Memajukan kerjasama internasional dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya
 Menaati hukum dan perjanjian internasional
Badan organisasi dalam LBB adalah :
 Majelis Umum
 Dewan Eksekutif
 Mahkamah Internasional
Tetapi LBB tidak dapat melaksanakan tugasnya sehingga terjadi Perang Dunia II. Hal ini
disebabkan karena :
 Tidak adanya peraturan yang bersifat memaksa.
 Tidak ada alat kekuasaan untuk memberi hukuman bagi pelanggarnya
 LBB lemah terhadap negara-negara Besar
 LBB terseret pada masalah politik

7. Perang Dunia II. (1939 – 1945)


 Sebab-sebab terjadinya perang
o Sebab Umum ;
 Kegagalan LBB
 Politik aliansi(politik mencari kawan)
 Revance Idea (balas dendam) dari pihak yang kalah dalam Perang Dunia I.
 Pertentangan paham antara fasisme dengan liberalisme dan komunisme
 Persaingan negara-negara imperialis
 Perlomban senjata.
o Sebab Khusus ;
 Jerman menyerbu Polandia (1 September 1939)
 Jepang menyerbu Cina (1937)
 Penyerbuan Jepang terhadap Pearl Harbour
 Jalannya Perang.
Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II adalah blok Sekutu (Inggris,
Perancis, Rusia, Amerika Serikat, Cina), dan blok sentral (Jerman, Italia, dan Jepang). Jalannya
perang terjadi di beberapa medan pertempuran, antara lain:
o Medan Eropa Barat.
 Jerman dengan siasat kilat (Blitkrieg) menyerang Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia
dan Luxember.
 Tentara Gabungan Belanda, Belgia dan Perancis yang dipimpin Jenderal Gamelin
dihancurkan Jerman.
 Tentara Inggris yang dipimpin oleh Lord Gort tidak mampu bertahan dan meninggalkan
medan perang Dunquerruer kembali ke Inggris
o Medan Eropa Timur.
 Polandia jatuh ketangan Jerman dibawah pimpinan Von Rundsted
 Jerman menduduki Rumania, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia.
 Rusia menduduki Polandia Timur, Esthonia, Latvia, dan Lithuania.
o Medan Afrika Utara
 Pasukan Italia menduduki Ethiopia dan mendapat serangan dari pasukan Inggris dibawah
komandan Jenderal Cunningham
 Somalia dan Kenya jatuh ketangan Inggris
 Jenderal Erwin Romel yang mendapat julukan singa padang pasir memimpn Korps
Afrika
 Usaha Jerman dan Italia menyerbu Mesir digagalkan pasukan Inggris dibawah komandan
Letnan Jenderal Bernard L Montgomery
 Tentara dari blok sentral terjepit dan menyelamatkan diri ke Eropa dan sebagian lagi
menyerah di Cape Bon pada bulan April 1943.
o Medan Eropa Selatan
Pasukan Amerika Serikat dibawah komandan Jenderal Mark W. Clark mendarat di
Italia dan berhasil merebut Garis Gustaf yaitu garis pertahanan Italia-Jerman, menduduki
kota Roma, dan merebut Garis Gothik di sebelah utara Apenina.
o Perang Pasifik
 Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 8
Desember 1941.
 Serangan Jepang ke Asia: Hongkong (25 Desember 1941), Malaysia (Februari 1942),
Burma (Mei 1942), dan Philipina.
 Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang tanggal 8 Maret 1942
 Akhir Perang Dunia II.
Perang Dunia II dimenangkan oleh Sekutu. Negara Italia adalah negara yang pertama
kali dikalahkan hal ini disebabkan karena adanya golongan antifacis rakyat Italia dibawah
pimpinan Badoglio yang bekerja sama dengan Sekutu. Kemudian Jerman juga menyerah
setelah dijepit Rusia dari Timur dan sekutu dari Barat-Selatan yang menyebabkan Gustav Jodl
dan Laksamana Hans George von Fredeberg menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada bulan
Mei 1945. Sedangkan Jepang menyerah setelah dijatuhkannya bom atom kota Hiroshima (6
Agustus 1945) dengan kata sandi Litle boy dan Nagasaki (9 Agustus 1945) dengan kata sandi
Fat-man.
Sebab-sebab kekalahan blok sentral antara lain :
o tidak memiliki sumber alam yang penting untuk peperangan
o jumlah anggota sekutu lebih banyak dengan daerah jajahan yang banyak dan memiliki
sumber bahan strategis
o masuknya Rusia kedalam blok demokrasi menyebabkan pihak fasis memperoleh lawan
rangkap (komunis dan demokrasi)
o majunya teknologi pihak sekutu
Dan untuk mengakhiri perang tersebut ditandatangani perjanjian, yaitu :
o Perjanjian Postdam yang berisi :
 Jerman dibagi menjadi 2 (dua) Jerman Barat dan Jerman Timur
 Berlin (ibukota) dipecah
 Jerman dikurangi angkatan perangnya
 Daerah Danzig dikuasai Polandia
 Jerman harus membayar kerugian perang.
 Pelaku penjahat perang diadili
o Perjanjian San Fransisco, berisi antara lain :
 Kepulauan Jepang diperintah Amerika Serikat
 Kepulauan Kuril dan Sakalin diserahkan pada Rusia
 Penjahat perang dihukum
 Jepang harus membayar kerugian perang.

 Akibat Perang Dunia II


o Dibidang Politik
 banyak negara-negara di Asia Afrika memperoleh kemerdekaan
 meluasnya Komunisme Internasional yang menimbulkan perubahan perimbangan
kekuatan dunia
 timbulnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Rusia
 politik pecah belah yang dilakukan oleh negara adidaya untuk kepentingan sendiri di
negara lain.
o Dibidang Ekonomi
 perekonomian dunia mengalami kekacauan
 Amerika serikat memberikan bantuan ekonomi melalui berbagai program antara lain:
- Truman Doctrin, bantuan ekonomi kepada Turki dan Yunani.
- Point Four Truman, bantuan ekonomi dan militer (Mutual Security Act) kepada
negara-negara terbelakang, termasuk Jerman dan Jepang yang kalah perang.
- Marshall Plan, bantuan ekonomi, keuangan, dan militer kepada negara-negara Eropa
yang hancur akibat perang.
o Dibidang Sosial
 Golongan cerdik pandai semakin kuat kedudukannya, karena tanpa penemuan mereka
peperangan tidak dapat dimenangkan. Usaha mengadakan dan meningkatkan penelitian
untuk kepentingan manusia terusdilakukan.
 Terbentuknya berbagai badan-badan rehabilitasi sosial untuk:
- menyediakan bahan makanan, perumahan dan kesehatanbagi korban perang
- mengurus para pengungsi
- upaya pengolahan kembali tanah-tanah pertanian yang rusak dan terbengkelai.
 Terbentuknya United Nations Organizatian yang bertujuan menciptakan perdamaian
dunia.
8. Perserikatan Bangsa Bangsa
Dampak dari Perang Dunia II lebih parah dibandingkan Perang Dunia I. untuk mencegah
terjadinya Perang Dunia, 26 negara di Washington menandatangani perjanjian Atlantik (Atlantic
Charter) oleh F.D. Roosevelt (Presiden Amerika Serikat) dan Winston Churcil (Perdana Menteri
Inggris). Isi dari Piagam Atlantik adalah :
 Setiap bangsa berhak menentukan nasib sendiri
 Dibentuk organisasi penjaga perdamaian dunia
 Menolak cara kekerasan dalam menyelesaikan sengketa internasional
Pada tanggal 1 Januari 1942 lahirlah Declaration of the United Nations. Menjelang akhir
Perang Dunia II, pada tanggal 26 Juni 1945 di San Fransisco diadakan Konferensi Dumbarton
Oaks yang dihadiri 50 negara yang menyetujui berdirinya PBB. Pada tanggal 24 Oktober 1945,
lima negara besar (The Big Five) pemenang Perang Dunia II yaitu Amerika Serikat, Inggris,
Perancis, Uni Soviet, dan Cina bersama negara-negara lain menandatangani piagam PBB.
Untuk menjalankan tugasnya, PBB memiliki lembaga-lembaga, yaitu :
 Sidang Umum (General Assembly)
 Dewan Keamanan (Security Council)
 Dewan Ekonomi dan Sosial ( Economic and Social Council )
 Dewan Perwalian (Trusteeship Council )
 Mahkamah Internasional (International Court of Justice)
 Sekretaris Jenderal (General Secretary)
Asas PBB adalah :
 Semua anggota mempunyai persamaan derajat dan kedudukan
 Segenap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama
 Setiap anggota akan menyelesaikan sengketa dengan tidak membahayakan perdamaian
dunia
 Setiap anggota akan membantu PBB sesuai dengan ketentuan
 PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara lain
Tujuan didirikannya PBB adalah:
 Menjamin perdamaian dunia, hak-hak dan kemajuan sosial ekonomi
 Penyelesaian perselisihan dengan jalan damai
 Menghormati kedaulatan negara lain
 Tidak boleh campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain
 Mengadakan tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan perdamaian dunia
Keanggotaan PBB
Keanggotaan PBB terdiri dari anggota asli dan anggota tambahan. Anggota asli adalah 50
negara yang menandatangani Piagam San Fransisco pada tanggal 24 Juli 1945, sedangkan
anggota tambahan adalah negara-negara anggota yang menyusul kemudian setelah memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
 negara merdeka
 cinta damai
 sanggup memenuhi kewajiban sebagaia anggota
 mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB