Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.

S DENGAN
MASALAH UTAMA RESIKO PERFUSI JARINGAN SEREBRAL TIDAK
EFEKTIF DENGAN HIPERTENSI DI DESA KARANGREJA,
KECAMATAN MAOS, KABUPATEN CILACAP

Disusun Oleh:

WINARTI

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

GOMBONG

2018
I. PENGKAJIAN

A. Karakteristik Demografi
1. Identitas diri klien
Nama lengkap : Ny. S
Tempat / tgl lahir : Cilacap, 05 Desember 1962
Jenis kelamin : Perempuan
Status perkawinan : Janda
Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa
Pendidikan terakhir : SMP
Alamat : Dusun Kampung Baru No. 164, RT 03/ RW 02,
Karangreja
2. Keluarga yang bisa dihubungi
Nama : Ny. K
Alamat : Jalan Kamboja No. 145, RT 02/ RW 04, Karangreja
3. Riwayat pekerjaan dan status klien
Pekerjaan saat ini : Dalam keseharian Ny. S biasa berjualan dipasar
dengan menjajakan bebrbagai macam sayuran yang diambil dari para
petani dan pasar induk Ajibarang.
Sumber Pendapatan : Berdagang
4. Aktivitas rekreasi
Hobi : Memasak
Bepergian/wisata :-
Keanggotaan organisasi :-

B. Pola kebiasaan sehari-hari


1. Nutrisi
Frekuensi : Tiga kali
Nafsu makan : Baik
Jenis makanan : Nasi putih, oseng tempe, oseng tahu, sayur
hijau
Alergi terhadap makanan : ikan laut
Pantangan makan :-
2. Eliminasi
Frekuensi BAK : 6 kali sehari
Kebiasaan BAK pada malam hari : 3 kali semalam
Kebiasaan BAK pada siang hari : 3 kali
Keluhan yang berhubungan dengan BAK :-
Frekuensi BAB : 1 kali sehari di pagi hari
Konsistensi : normal
Keluhan yang berhubungan dengan BAB :-
3. Personal Higene
a. Mandi
Frekuensi mandi : 2 kali sehari
Pemakaian sabun (ya/tidak) : ya
b. Oral Hygiene
Frekuensi dan waktu gosok gigi : 1 kali sehari
Penggunaan pasta gigi (ya/tidak) : ya
c. Cuci Rambut
Frekuensi : 2 hari sekali
Penggunaan shampoo : ya
d. Kuku Dan Tangan
Frekuensi gunting kuku : Seminggu sekali
Kebiasaan mencuci tangan : Cuci tangan kadang-kadang
memakai sabun.
4. Istirahat dan tidur
Lama tidur malam : 6 jam
Tidur siang :2 – 3 jam.
5. Kebiasaan mengisi waktu luang
Olahraga : jalan-jalan pagi
Nonton TV :-
Berkebun /memasak : Ya
6. Kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan
Merokok (ya/tidak) : tidak
Minuman keras (ya/tidak) : Tidak
Ketergantungan terhadap obat (ya/tidak) : Tidak ketergantungan dg
obat.
7. Uraian kronologis kegiatan sehari-hari

Jenis Kegiatan Lama waktu untuk setiap


kegiatan
1. Beribadah 15 menit
2. Jalan jalan pagi 3 jam
3. Makan pagi 15 menit
4. Mandi 15 menit
5. Berjualan dan beribadah 8 jam
6. Mandi sore dan beribadah 30 menit
7. Makan sore 15 menit
8. Beribadah 15 menit
9. Istirahat dan tidur siang 3 jam
10. Beribadah 15 menit
11. Tidur malam 8 Jam

C. Status kesehatan
1. Status Kesehatan Saat ini
a. Keluhan utama dalam 1 tahun terakhir
Pusing dan sulit tidur
b. Gejala yang dirasakan
Pusing dan sulit tidur
c. Faktor pencetus
Faktor usia dan pekerjaan
d. Timbulnya keluhan : Setiap hari
e. Waktu timbulnya keluhan : Setiap hari
f. Upaya mengatasi : istirahat
Ny. S mengatakan tidak pernah dirawat di rumah sakit
2. Pengkajian / pemeriksaan fisik

a. Keadaan umum
Kesadaran :CM E4 M6 V5 =15
b. TTV
TD : 170/90mmHg
Nadi : 85 x/menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 36,3 oC
c. BB : 50 Kg / TB : 144 Cm
d. Kepala : Bentuk mesochepal, tampak bersih, tidak terdapat lesi.
e. Mata : Simetris dextra-sinistra, Fungsi penglihatan baik dan tidak
menggunkan alat bantu penglihatan, konjungtiva tidak anemis, sclera
tidak ikterik.
f. Telinga : Simetris, fungsi pendengaran baik, tidak menggunakan alat
bantu pendengaran, tidak ada serumen.
g. Mulut, gigi dan bibir : Mukosa bibir lembab, tidak terdapat stomatitis,
gigi bersih ada yang ompong, tidak ada caries gigi dan lidah tidak
kotor.
h. Dada
1) Jantung :
Inspeksi : Ictus cordis tampak
Palpasi : Ictus cordis teraba.
Perkusi : Redup
Auskultasi : Bunyi S1-S2, Reguler.
2) Paru-paru :
Inspeksi : Tidak terdapat retraksi dinding dada.
Palpasi : Pengembangan paru kanan dan kiri sama.
Perkusi : Sonor
Auskultasi : Tidak terdengar bunyi nafas tambahan.
3) Abdomen
Inspeksi : soepel, tidak ada lesi
Palpasi : Tidak ada nyeri menjalar di pinggang dan
tidak ada massa
Perkusi : Timphani.
Auskultasi : Bising usus 9 x/mnt.
4) Kulit :Turgor kulit lembab, CRT<3 detik, tidak ada tanda- tanda
dehidrasi.
5) Ekstremitas atas : Tidak terdapat oedem, tidak ada lesi, tidak ada
kelemahan anggota gerak kekuatan otot 5/5
6) Ekstremitas bawah : Tidak terdapat oedem, tidak ada lesi, tidak
ada kelemahan anggota gerak ,Kekuatan otot 5/5

D. Hasil pengkajian khusus

1. Masalah Kesehatan Kronis


Ny. S memiliki masalah kesehatan kronis yaitu Hipertensi
2. Fungsi Kognitif
Ny. S fungsi intelektual utuh
3. Status Fungsional
Ny. S memunyai indeks kemandirian mandiri
4. Status Psikologis ( Skala Depresi )
Ny. S mempunyai skala depresi yang normal.

E. Lingkungan tempat tinggal

1. Kebersihan dan kerapihan ruangan


Tempat tinggal Ny. S masih beralasan keramik, setiap hari disapu dengan
sapu

2. Penerangan
Penerangan tempat tinggal Ny. S berasal dari PLN
3. Sirkulasi udara
Tempat tinggal Ny. S memiliki 7 jendela dan sering dibuka
4. Keadaan kamar mandi dan WC
Ny. S mempunyai kamar mandi dan WC dan untuk keperluan MCK Ny.
S.
5. Pembuangan air kotor
Belakang rumah
6. Sumber air minum
Sumur
7. Pembuangan sampah
Di bakar
II. ANALISA DATA

No Data Etiologi Problem


1 DS : Ansietas Insomnia
 Klien mengatakan memiliki
penyakit hipertensi atau
tekanan darah tinggi.
 Klien mengatakan sering
terbangun pada malam hari jika
ingin BAK sampai 3 kali.
 Klien mengatakan tidak pernah
tidur siang, karena tidak bisa
tidur pada saat siang hari.
 Klien mengatakan mengalami
susah tidur, gelisah, tetapi tidak
banyak pikiran.
DO :
 Klien tampak tidak tidur di
waktu siang hari.
 Mata pasien terlihat sayu
karena kurang tidur
TTV :
TD : 189/105mmHg
Nadi : 102 x/menit
RR : 22 x/menit
Suhu : 36,3 oC
2 DS : Gangguan Resiko perfusi
- Klien mengatakan sering
sirkulasi jaringan serebral
pusing, masuk angin dan
tidak efektif
merasa sakit pada bagian
tengkuknya.
- Klien mengatakan rasa nyeri
yang dirasakan terkadang
mengganggu aktivitasnya.
- Klien mengatakan nyeri
dirasakan saat terlalu banyak
melakukan aktivitas (P)
- Nyeri terasa seperti
mencengkram (Q)
- Klien mengatakan nyeri di
tengkuk (R)
- Klien mengatakan skala nyeri 7
(S)
- Nyeri yang dirasakan hilang
timbul selama 20 menit (T)
DO :
- Wajah klien tampak meringis
saat menahan nyeri
- Klien tampak memgang daerah
kepala saat merasa kesakitan
- TTV :
TD : 189/105mmHg
Nadi : 102 x/menit
RR : 22 x/menit
Suhu : 36,3 oC

III. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Resiko perfusi jaringan serebral tidak efektif berhubungan dengan
gangguan sirkulasi
2. Insomnia berhubungan dengan ansietas.

IV. INTERVENSI

No Diagnosa NOC NIC


1. Resiko § Circulation Status  Observasi tanda-tanda
perfusi Setelah dilakukan tindakan vital (tensi, nadi, saturasi,
jaringan keperawatan selama 3 kali RR, suhu, )
 Tinggikan kepala tempat
serebral kunjungan
tidur 15- 30 derajat
tidak diharapkan perfusi jaringan
 Ambulasi sesuai
efektif serebral efektif dengan
kemampuan; hindari
berhubung kriteria hasil:
kelelahan
an dengan  Tekanan darah sistol  Anjurkan teknik relaksasi,
gangguan dalam rentang yang aktivitas
sirkulasi diharapkan Pengalihan untuk
 Tekanan darah diastole
mengurangi nyeri
dalam batas yang  Lakukan tindakan yang
diharapkan nyaman seperti: pijatan
 Heart rate dalam rentang
punggung dan leher,
yang diharapkan
meninggikan kepala
 tidak ada keluhan sakit
tempat tidur
kepala, pusing
 Lakukan terapi
nonfarmakologi untuk
mengendalikan tekanan
darah
2 Insomnia Setelah dilakukankan - Monitor TTV
berhubung tindakan keperawatan - Lakukan
an dengan selama 3 kali kunjungan penyuluhan tentang
ansietas diharapkan masalah tekhnik relaksasi otot
insomnia teratasi dengan progresif kepada klien
kriteria hasil : - Latih klien
1. Mata klien tidak nampak untuk melakukan tekhnik
merah (mengantuk) relaksasi otot progresif
2. Ny. S tidak terbangun - Evaluasi
pada malam hari tekhnik relaksasi otot
3. Melaporkan secara progresif yang dilakukan
verbal bahwa insomnia oleh klien
berkurang.
V. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI HARI PERTAMA

HARI / DIAGNOSA
NO. IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF
TANGGAL KEPERAWATAN
1 Senin/ 17 Resiko perfusi jaringan  Mengobservasi tanda-tanda S :
 Klien mengatakan rasa nyeri
November serebral tidak efektif vital (tensi, nadi, saturasi, RR,
yang dirasakan terkadang
2018 berhubungan dengan suhu,)
 Meninggikan kepala tempat mengganggu aktivitasnya.
gangguan sirkulasi
 Klien mengatakan nyeri
tidur 15- 30 derajat
 Mengambulasi sesuai dirasakan saat terlalu banyak
kemampuan; hindari kelelahan melakukan aktivitas (P)
 Menganjurkan teknik relaksasi,  Nyeri terasa seperti
aktivitas Pengalihan untuk mencengkram (Q)
 Klien mengatakan nyeri di
mengurangi nyeri
 Melakukan tindakan yang tengkuk (R)
 Klien mengatakan skala
nyaman seperti: pijatan
nyeri 7 (S)
punggung dan leher,
 Nyeri yang dirasakan hilang
meninggikan kepala tempat
timbul, selama 20 menit (T)
tidur
O:
 Melakukan terapi
 Ny. N tampak
nonfarmakologi untuk
mempraktekan tekhnik
mengendalikan tekanan darah relaksasi nafas dalam untuk
mengurangi nyeri dan
minum jus tomat
 Pasien minum jus tomat
 Pasien terasa nyaman dan
tenang
 TTV :
TD 183/98 mmHg
N 93 x/menit
RR 21 x/menit
S 36,6 C
A : Masalah Keperawatan
Resiko perfusi jaringan serebral
tidak efektifteratasi sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
 Observasi tanda-tanda vital
(tensi, nadi, saturasi, RR,
suhu)
 Lakukan tindakan yang
nyaman seperti: pijatan
punggung dan leher,
meninggikan kepala tempat
tidur
 Lakukan terapi
nonfarmakologi untuk
mengendalikan tekanan
darah
2 Insomnia berhubungan  Memonitor TTV S:
dengan ansietas  Klien mengatakan senang
 melakukan penyuluhan tentang
diajarkan senam relaksasi
tekhnik relaksasi otot progresif
otot progresif.
kepada klien O:
 Klien nampak
 melatih klien untuk melakukan
mempraktikan relaksasi otot
tekhnik relaksasi otot progresif
progresif sesuai intruksi
 mmengealuasi tekhnik meskipun ada beberapa
relaksasi otot progresif yang gerakan yang kurang tepat.
TD 183/98 mmHg
dilakukan oleh klien N 93 x/menit
RR 21 x/menit
S 36,6 C
A:
 Masalah keperawatan
insomnia teratasi sebagian.
P:
 Monitor TTV
 Lakukan penyuluhan
tentang tekhnik relaksasi
otot progresif kepada klien
 Latih klien untuk melakukan
tekhnik relaksasi otot
progresif
 Evaluasi tekhnik relaksasi
otot progresif yang
dilakukan oleh klien
VI. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI HARI KEDUA

HARI / DIAGNOSA
NO. IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF
TANGGAL KEPERAWATAN
1 Selasa/ 18 Resiko perfusi jaringan  Mengobservasi tanda-tanda S :
 Klien mengatakan nyeri
November serebral tidak efektif vital (tensi, nadi, saturasi, RR,
mulai berkrang dan terasa
2018 berhubungan dengan suhu)
 Melakukan tindakan yang nyaman.
gangguan sirkulasi
 Klien mengatakan nyeri
nyaman seperti: pijatan
dirasakan saat terlalu banyak
punggung dan leher,
melakukan aktivitas (P)
meninggikan kepala tempat
tidur  Nyeri terasa seperti
 Melakukan terapi
mencengkram (Q)
nonfarmakologi untuk  Klien mengatakan nyeri di
mengendalikan tekanan darah tengkuk (R)
 Klien mengatakan skala
nyeri 5 (S)
 Nyeri yang dirasakan hilang
timbul, selama 15 menit (T)
O:
 Ny. N tampak
mempraktekan tekhnik pijat
punggung dan leher untuk
mengurangi nyeri dan
meminum jus tomat untuk
mengurangi tekanan darah
 Klien masih mesara
meringis kesakitan karena
nyeri
 Pasien minum jus tomat
 Pasien terasa nyaman dan
tenang
 TTV :
TD 168/89 mmHg
N 91 x/menit
RR 20 x/menit
S 36,5 C
A : Masalah Keperawatan
Resiko perfusi jaringan serebral
tidak efektif teratasi sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
 Observasi tanda-tanda vital
(tensi, nadi, saturasi, RR,
suhu)
 Lakukan tindakan yang
nyaman seperti: pijatan
punggung dan leher,
meninggikan kepala tempat
tidur
 Lakukan terapi
nonfarmakologi untuk
mengendalikan tekanan
darah
2 Insomnia berhubungan  Memonitor TTV S:
dengan ansietas  Klien mengatakan mulai
 melakukan penyuluhan tentang
bisa tidur dengan pulas tadi
tekhnik relaksasi otot progresif
malam setelah melakukan
kepada klien
senam relaksasi otot
 melatih klien untuk melakukan progresif.
O:
tekhnik relaksasi otot progresif
 Klien nampak
 mmengealuasi tekhnik mempraktikan relaksasi otot
relaksasi otot progresif yang progresif sesuai intruksi
dilakukan oleh klien meskipun masih ada
beberapa gerakan yang
kurang tepat.
 TTV :
TD 168/89 mmHg
N 91 x/menit
RR 20 x/menit
S 36,5 C
A:
 Masalah keperawatan
insomnia teratasi sebagian.
P:
 Monitor TTV
 Lakukan penyuluhan
tentang tekhnik relaksasi
otot progresif kepada klien
 Latih klien untuk melakukan
tekhnik relaksasi otot
progresif
 Evaluasi tekhnik relaksasi
otot progresif yang
dilakukan oleh klien
VII. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI HARI KETIGA

HARI / DIAGNOSA
NO. IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF
TANGGAL KEPERAWATAN
1 Rabu/ 19 Resiko perfusi jaringan  Mengobservasi tanda-tanda S :
 Klien mengatakan nyeri
November serebral tidak efektif vital (tensi, nadi, saturasi, RR,
mulai berkurang dan sudah
2018 berhubungan dengan suhu)
 Melakukan tindakan yang tidak merasa pegal lagi di
gangguan sirkulasi
nyaman seperti: pijatan belakang leher
 Klien mengatakan nyeri
punggung dan leher,
dirasakan saat terlalu banyak
meninggikan kepala tempat
melakukan aktivitas (P)
tidur
 Nyeri terasa seperti
 Melakukan terapi
mencengkram (Q)
nonfarmakologi untuk
 Klien mengatakan nyeri di
mengendalikan tekanan darah
tengkuk (R)
 Klien mengatakan skala
nyeri 3 (S)
 Nyeri yang dirasakan hilang
timbul, selama 1 menit (T)
O:
 Ny. N tampak tidak meringis
kesakitan lagi karena nyeri
kepala
 Pasien minum jus tomat
 Pasien terasa nyaman dan
tenang
 TTV :
TD 142/84 mmHg
N 83 x/menit
RR 20 x/menit
S 36,7 C
A : Masalah Keperawatan
Resiko perfusi jaringan serebral
tidak efektif teratasi
P : Hentikan Intervensi
2 Insomnia berhubungan  Memonitor TTV S:
dengan ansietas  Klien mengatakan bisa tidur
 melakukan penyuluhan tentang
dengan pulas tadi malam
tekhnik relaksasi otot progresif
selama 6 jam setelah
kepada klien
melakukan senam relaksasi
 melatih klien untuk melakukan otot progresif.
tekhnik relaksasi otot progresif O:
 Klien nampak
 mmengealuasi tekhnik mempraktikan relaksasi otot
relaksasi otot progresif yang progresif sesuai intruksi
dilakukan oleh klien meskipun masih ada
beberapa gerakan yang
kurang tepat.
 Klien tidak merasa ngantuk
lagi
 TTV :
TD 148/85 mmHg
N 81 x/menit
RR 20 x/menit
S 36,7 C
A:
 Masalah keperawatan
insomnia teratasi sebagian.
P:
 Monitor TTV
 Lakukan penyuluhan
tentang tekhnik relaksasi
otot progresif kepada klien
 Latih klien untuk melakukan
tekhnik relaksasi otot
progresif
 Evaluasi tekhnik relaksasi
otot progresif yang
dilakukan oleh klien
LAMPIRAN PENGKAJIAN KHUSUS LANJUT USIA

A. MASALAH KESEHATAN KRONIS

T.
Selalu Sering Jarang
No Keluhan yang dirasakan Pernah
3 2 1 0
Fungsi Penglihatan
1 Penglihatan kabur √
A
2 Mata berair √
3 Nyeri pada mata √
Fungsi Pendengaran
B 4 Pendengaran berkurang √
5 Telinga berdenging √
Fungsi pernafasan
Batuk lama disertai keringat
6 √
C malam
7 Sesak nafas √
8 Berdahak/sputum √
Fungsi Jantung
9 Jantung berdebar-debar √
D
10 Cepat lelah √
11 Nyeri dada √
Fungsi Pencernaan
12 Mual/Muntah √
13 Nyeri ulu hati 
Makanan dan minum
E 14 √
banyak/berlebihan
Perubahan kebiasaan BAB
15 √
( diare/sembelit )
Fungsi Pergerakan
16 Nyeri kaki saat berjalan 
F Nyeri pinggang atau tulang
17 √
belakang
18 Nyeri persendian/bengkak √
G Fungsi pernafasan
Lumpuh/kelemahan pada kaki
19 √
dan tangan
20 Kehilangan rasa √
21 Gemetar/tremor √
22 Nyeri/pegal pada daerah √
tengkuk
Fungsi perkemihan
23 BAK banyak √
H
24 Sering BAK pada malam hari
25 Ngompol √
Jumlah 2 3 19

ANALISIS HASIL
Skor < 25 : Tidak ada masalah kesehatan kronis s.d masalah kesehatan
kronis ringan.
Skor 26 – 50 : Masalah kesehatan kronis sedang.
Skor > 51 : Masalah kesehetan kronis berat.

Berdasarkan pengkajian khusus lanjut usia Ny. S mengalami masalah kesehatan


kronis ringan dengan skor 23

B. IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN INTELEKTUAL (SHOTR


PORTABEL MENTAL STATUS QUESTIONER)

No Pertanyaan Jawaban Benar Salah


1 Hari apa sekarang ? Selasa √
2 Tanggal berapa hari ini? 3 √
3 Apa nama tempat ini? Rumah √
4 Dimana alamat anda? Karangreja, Rt 2/ Rw √
4
5 Berapa umur anda? Lupa √
6 Kapan anda lahir? Sudah lama √
7 Siapa presiden indonesia Jokowi √
sekarang?
8 Siapa presiden indonesia SBY 
sebelumnya?
9 Siapa nama ibu anda? Paryam √
10 Kurangi 3 dari 20 & tetap 17,14,12, 8,5,2 √
pengurangan 3 dari setiap angka
baru, semua secara berurutan.

Interpretasi hasil :
a. Salah 0 – 3 : Fungsi intelektual utuh
b. Salah 4 – 5 : Kerusakan intelektual riungan
c. Salah 6 – 8 : Kerusakan intelektual sedang
d. Salah 9 – 10 : Kerusakan intelektual berat

Berdasarkan hasil pengkajian tingkat kerusakan intelektual Ny, S mengalami


kerusakan intelektual ringan dengan jumlah salah 4

C. MODIFIKASI KEMANDIRIAN KATZ

Mandiri Tergantung
No Aktivitas
1 0
Mandi dikamar mandi (menggosok,
1 √
membersihkan dan mengeringkan badan)
Menyiapkan pakaian, membuka dan
2 √
mengenakannya
3 Memakan makanan yang telah disiapkan √
Memelihara kebersihan diri (menyisir, mencuci
4 √
rambut, menggosok gigi)
5 Buang air besar di WC √
6 Dapat mengontrol pengeluaran feses √
7 BAK di kamar mandi √
8 Dapat mengontrol pengeluaran air kemih √
Berjalan di lingkungan tempat tinggal ke luar
9 √
ruangan tanpa alat bantu
Menjalankan ibadah sesuai agama dan
10 √
kepercayaan
11 Melakukan pekerjaan rumah √
12 Berbelanja untuk kebutuhan sendiri dan √
keluarga
13 Mengelola keuangan √
Menggunakan sarana transportasi untuk
14 √
berpergian
15 Menyiapkan obat dan minum obat sesuai aturan √
Merencanakan dan mengambil keputusan untuk
16 √
kepentingan keluarga
17 Melakukan aktifitas di waktu luang √

ANALISIS HASIL
13 – 17 : Mandiri
0 – 12 : Ketergantungan

Hasil kuesioner kemandirian Ny. S mandiri toral dengan skor 17


D. SKALA DEPRESI GERIATRIK

N
Apakah Bapak/Ibu dalam satu minggu terakhir Ya Tidak
O
1 Merasa puas dengan kehidupan yang dijalani?
Banyak meninggalkan kesenangan/minat dan aktivitas
2
anda?
3 Merasa bahwa kehidupan anda hampa?
4 Sering merasa bosan?
5 Penuh pengharapan akan masa depan?
6 Mempunyai semangat yang baik setiap waktu?
Diganggu oleh pikiran-pikiran yang tidak dapat
7
diungkapkan?
8 Merasa bahagia disebagian besar waktu?
9 Merasa takut sesuatu akan terjadi pada anda?
10 Sering kali merasa tidak berdaya?
11 Sering merasa gelisah dan gugup?
Memilih tinggal dirumah dari pada pergi melakukan
12
sesuatu yang bermanfaat?
13 Sering kali merasa khawatir akan masa datang?
Merasa lebih banyak masalah dengan daya ingat
14
dibandingkan dengan orang lain?
15 Berpikir bahwa hidup ini sangat menyenangkan sekarang?
16 Seringkali merasa merana?
17 Merasa kurang bahagia?
18 Sangat khawatir terhadap masa lalu?
19 Merasa bahwa hidup ini sangat menggairahkan?
20 Merasa berat memulai hal yang baru?
21 Merasa dalam keadaan yang penuh semangat?
22 Berpikir bahwa keadaan anda tidak ada harapan?
23 Berpikir bahwa banyak orang lebih baik daripada anda?
24 Seringkali menjadi kesal karena hal sepele?
25 Seringkali merasa menangis?
26 Merasa sulit untuk berkonsentrasi?
27 Menikmati tidur?
28 Memilih menghindar dari perkumpulan sosial?
29 Mudah mengambil keputusan?
30 Mempunyai pikiran yang jernih?
Jumlah item yang terganggu 14 16

ANALISIS HASIL
Terganggu -- > Nilai 1
Normal -- > Nilai 0

Nilai 0 – 5 -- > Normal


Nilai 6 – 15 -- > Depresi ringan sampai sedang
Nilai 16 – 30 -- > Depresi berat

Dari hasil skala depresi geriatrik Ny. S mengalami depresi ringan sampai sedang

E. THE TIMED UP AND GO (TUG) TEST

No LANGKAH
1. Posisi pasien duduk di kursi
2. Minta pasien berdiri dari kursi, berjalan 10 langkah
3. Kembali ke kursi ukur waku dalam detik

ANALISA HASIL
≤ 10 detik : low risk of falling
11 – 19 detik : low to moderate risk for falling
20 – 29 detik : moderate to high risk for falling
≥ 30 detik : impaired mobility and is at high risk of falling