Anda di halaman 1dari 232

SKRIPSI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SPASIAL BERBASIS WEB


PADA SEKOLAH PROGRAM ADIWIYATA
(Studi Kasus: Kota Tangerang)

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Disusun Oleh:

GILANG AGUNG NUSANTARA


1112093000058

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2019 M / 1440 H
SKRIPSI

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SPASIAL BERBASIS WEB


PADA SEKOLAH PROGRAM ADIWIYATA
(Studi Kasus: Kota Tangerang)

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Disusun Oleh:

GILANG AGUNG NUSANTARA


1112093000058

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2019 M / 1440 H

ii
LEMBAR PENGESAHAN

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SPASIAL BERBASIS WEB

PADA SEKOLAH PROGRAM ADIWIYATA

(Studi Kasus: Kota Tangerang)

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Disusun Oleh:

GILANG AGUNG NUSANTARA


1112093000058

Menyetujui,

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Zainul Arham, M.Si Eri Rustamaji, MBA


NIP. 19740730 200710 1 002 NIDN. 2002086402

Mengetahui,
Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

A’ang Subiyakto, Ph.D


NIP. 19760219 200710 1 002

iii
PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul Pengembangan Sistem Informasi Spasial Berbasis Web


Pada Sekolah Program Adiwiyata (Studi Kasus : Kota Tangerang) yang ditulis
oleh Gilang Agung Nusantara, NIM. 1112093000058 telah diuji dan dinyatakan
lulus dalam sidang Munaqosah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Senin, 07 Mei 2019. Skripsi ini telah
diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Satu (S1) Program
Studi Sistem Informasi.
Menyetujui,

Penguji I Penguji II

Zulfiandri, MMSI Eva Khuzdaeva, MMSI


NIP. 19700130 200501 1 003 NIDN. 0306108301

Pembimbing I, Pembimbing II,

Zainul Arham, M.Si Eri Rustamaji, MBA


NIP. 19740730 200710 1 002 NIDN. 2002086402

Mengetahui,

Dekan Ketua
Fakultas Sains dan Teknologi Program Studi Sistem Informasi

Prof. Dr. Lily Surayya Eka Putri, M. Env. Stud A’ang Subiyakto, Ph.D
NIP. 19690404 200501 2 005 NIP. 19760219 200710 1 002

iv
PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR

HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN

SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI

ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, 27 Juni 2019

Gilang Agung Nusantara


1112093000058

v
ABSTRAK

GILANG AGUNG NUSANTARA (1112093000058), “Pengembangan Sistem


Informasi Spasial Berbasis Web Pada Sekolah Program Adiwiyata (Studi Kasus:
Kota Tangerang)” di bawah bimbingan ZAINUL ARHAM dan ERI
RUSTAMAJI

Sekolah adiwiyata adalah salah satu program yang akan menciptakan warga
sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus
mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki semangat dan
motivasi yang kuat guna mewujudkan pembangunan. Dalam pelaksanaannya,
terdapat empat aspek yang harus menjadi perhatian sekolah untuk dikelola dengan
cermat dan benar apabila mengembangkan program adiwiyata yakni ; Kebijakan,
Kurikulum, Kegiatan, dan Sarana Prasarana. Dimana aspek tersebut nantinya di
olah menjadi dokumen adiwiyata. Akan tetapi kurangnya aplikasi pendukung,
sistem yang berjalan saat ini dokumen diolah menggunakan aplikasi Macro Excel
dan belum adanya database yang terintegrasi, dan belum tersedianya informasi dan
koordinat sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan Adiwiyata dalam bentuk
digital sehingga mempermudah Dinas Lingkungan Hidup dalam mengawasi
sekolah-sekolah program adiwiyata dan dalam upaya pemerataan program
adiwiyata di wilayah Kota Tangerang. Maka dari itu dibutuhkan aplikasi pendukung
sebagai pengolah data yang dapat menyajikan data dalam bentuk tabel ataupun peta
digital. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk menghasilkan
Sistem Informasi Spasial Sekolah Program Adiwiyata yang mampu menampilkan
data Sekolah Program Adiwiyata di Kota Tangerang. Metodologi penelitian yang
digunakan dalam perancangan sistem ini adalah dengan metode wawancara,
observasi, studi pustaka, dan literature sejenis. Sedangkan metodologi
pengembangan sistemnya menggunakan metode berorientasi objek dengan notasi
UML, menggunakan RAD, PHP sebagai Bahasa pemograman, dan MYSQL
sebagai tools untuk perancangan dan desain (Database Management System). Hasil
dari penelitian ini adalah tersedianya penyimpanan data secara digital dalam
database yang dapat dilihat pada fitur Peta Digital yang sekaligus dapat
memudahkan proses verifikasi dan validasi.

Kata kunci: Sistem Informasi Spasial, Sekolah Program Adiwiyata, Dinas


Lingkungan Hidup, Rapid Application Development, Unified Modelling Language,
ArcGis Online.

V Bab + 186 Halaman + xlvi Halaman + 84 Gambar + 39 Tabel + 4 Simbol +


Pustaka + Lampiran
Pustaka Acuan (24, 2005-2019)

vi
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahirobbil’aalamin, puji syukur yang sebesar-besarnya kehadirat

Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat, hidayah, dan taufiq-Nya, penulis

diberikan nikmat sehat dan ilmu sehingga dapat melaksanakan, dan menyelesaikan

penulisan skripsi dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Berbasis

Web Pada Sekolah Program Adiwiyata (Studi Kasus : Kota Tangerang)”.

Shalawat beriringan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan Nabi

Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, kerabat, serta muslimin, dan muslimat,

semoga kita semua mendapatkan syafa’at dari beliau di akhirat kelak. Amin.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada

seluruh pihak yang telah banyak membantu baik moril dan materil dalam

menyelesaikan laporan ini. Untuk itu perkenankanlah penulis menyampaikan

ungkapan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Agus Salim, M.Si, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi,

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bapak A’ang Subiyakto Ph.D, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi

Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Jakarta.

3. Ibu Nida’ul Hasanati, S.T.,MMSI, selaku Sekretaris Program Studi Sistem

Informasi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta.

vii
4. Bapak Zainul Arham, M.Si selaku dosen pembimbing pertama, dan Bapak

Eri Rustamaji, MBA selaku dosen pembimbing kedua yang telah banyak

membimbing penulis dalam menyusun skripsi ini.

5. Dosen-dosen program studi Sistem Informasi yang telah memberikan

ilmunya selama penulis duduk dibangku kuliah.

6. Bapak Drs.H.Engkos Zarkasyi, M.Si selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup

Kota Tangerang yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penilitian.

7. Bapak Joko selaku Kepala Tim Progam Adiwiyata dan Ibu Annisa yang telah

banyak membantu, dan memberikan informasi yang saya butuhkan,

sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini, serta memberikan masukan

dan saran kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari

sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran agar menjadi

lebih baik lagi yang dapat disampaikan melalui email gilangnstr@mhs.uinjkt.ac.id.

Akhir kata, penulis berharap, insya Allah semoga skripsi ini dapat

bermanfaat bagi diri penulis, serta para pembaca, terutama teman-teman Sistem

Informasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, baik sebagai bahan karya tulis berupa

informasi, perbandingan maupun dasar untuk penelitian materi lebih lanjut.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Jakarta, 27 Juni 2019

Gilang Agung Nusantara


1112093000058

viii
LEMBAR PERSEMBAHAN

Pada kesempatan kali ini, penulis ingin mempersembahkan skripsi ini

kepada seluruh pihak yang telah membantu baik moril dan materil dalam

menyelesaikan skripsi ini, terutama kepada:

1. Orang tua saya yang sangat saya cintai dan sayangi bapak Ayah Abdul Syukur

dan ibu Neneng Sunengsih. Terima kasih banyak atas Doa, motivasi,

arahan, serta kasih sayang yang tidak terhingga sepanjang masa. Semoga

kelak saya mampu membahagiakan dan membuat ayah dan ibu bangga.

2. Kakak dan adiku tercinta A Ima, udhis, Dhiza dan Zahra yang selalu memberi

doa serta motivasi selama pembuatan skripsi.

3. Keluarga SDN Karang Tengah 6, bapak mantan kepsek H.Marjalih, bapak

kepsek haini boy, ibu sul, mak siti, pak akhmad serta dewan guru lainnya yang

sabar memotivasi dan membimbing penulis dalam berbagai hal dari awal

sampai akhir penulisan skripsi.

4. Teman-teman operator sekolah karang tengah, pak asep, pak ifan, pak firman,

pak muha, bang kiki, bang furqon, pak heru, bu nina, bu lesa, sri, jarot, opik ,

bang aryo pak udin satu nasib dan satu perjuangan yang selalu setia menerima

keluh kesah saat penulis mengerjaan skripsi.

5. Anggota PESTA garis keras yaitu Joni, Agung, Lutpi, Meha, Cacing, Acus,

Eko, Padang dan Baok. Semoga selalu kompak .

6. Sahabat-sahabat SI B 2012, dan SI A 2012. Terima kasih untuk

kebersamaan, kerjasama, motivasi, dan selalu mendoakan dalam kebaikan.

Waktu bersama sahabat-sahabat sangatlah berkesan.

ix
7. Keluarga besar Sepakbola Uin Jakarta FORSA, Keluarga Besar SSC Saintek

Sport Club dan Keluarga Besar Futsal HIMSI, Keluarga Besar SSB Cipondoh

Putra, Keluarga bersar Zamrud FC yang telah memberikan banyak kesan dan

warna pada kehidupan penulis.

8. Seluruh pihak yang telah banyak berjasa terhadap proses penyelesaian

skripsi ini yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu namun tidak

mengurangi sedikitpun rasa hormat dan rasa terima kasih.

x
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................. iii


PENGESAHAN UJIAN ....................................................................................... iv
PERNYATAAN ..................................................................................................... v
ABSTRAK ............................................................................................................ vi
KATA PENGANTAR ......................................................................................... vii
LEMBAR PERSEMBAHAN .............................................................................. ix
DAFTAR ISI ......................................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xx
DAFTAR SIMBOL ........................................................................................... xxii
1. BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................... 1

1.2 Identifikasi Masalah ................................................................................. 4

1.3 Rumusan Masalah .................................................................................... 4

1.4 Batasan Masalah ....................................................................................... 5

1.5 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 6

1.6 Manfaat Penelitian .................................................................................... 6

1.7 Metode Penelitian ..................................................................................... 8

1.8 Sistematika Penulisan ............................................................................... 9

2. BAB 2 LANDASAN_TEORI ..................................................................... 11


2.1 Konsep Dasar Pengembangan Sistem Informasi .................................... 11

2.1.1 Pengertian Pengembangan Sistem Informasi ................................. 11

2.1.2 Tujuan Pengembangan Sistem Informasi........................................ 11

2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi ............................................................. 12

2.2.1 Pengertian Sistem............................................................................ 12

2.2.2 Pengertian Data dan Informasi ........................................................ 13

xi
2.2.3 Pengertian Sistem Informasi ........................................................... 14

2.3 Sistem Informasi Geografis .................................................................... 15

2.3.1 Definisi Sistem Informasi Geografis ............................................... 15

2.3.2 Subsistem Pada SIG ........................................................................ 16

2.4 Peta ......................................................................................................... 17

2.4.1 Jenis-jenis Peta ................................................................................ 17

2.4.2 Skala Peta ........................................................................................ 19

2.4.3 Simbolisasi Peta .............................................................................. 20

2.5 Pengertian Program Adiwiyata............................................................... 20

2.5.2 Pengertian Sekolah .......................................................................... 20

2.5.1 Pengertian Adiwiyata ...................................................................... 21

2.5.3 Tujuan Sekolah Program Adiwiyata ............................................... 21

2.5.4 Prinsip Dasar Sekolah Program Adiwiyata ..................................... 21

2.5.5 Komponen Sekolah Program Adiwiyata ......................................... 22

2.5.6 Tahapan Penilaian Program Adiwiyata ........................................... 22

2.6 Metode Pengumpulan Data .................................................................... 26

2.6.1 Observasi ......................................................................................... 26

2.6.2 Wawancara ...................................................................................... 26

2.6.3 Studi Pustaka ................................................................................... 26

2.6.4 Studi Literatur ................................................................................. 27

2.7 Rapid Aplication Development (RAD) .................................................. 27

2.7.1 Tahap RAD ..................................................................................... 27

2.7.2 Keuntungan RAD ............................................................................ 30

xii
2.7.3 Kelemahan RAD ............................................................................. 30

2.8 UML ....................................................................................................... 31

2.8.1 Use Case Diagram ........................................................................... 31

2.8.2 Activity Diagram ............................................................................. 34

2.8.3 Class Diagram ................................................................................. 36

2.8.4 Sequence Diagram ........................................................................... 38

2.9 Normalisasi ............................................................................................. 40

2.9.1 Tahapan Normalisasi ................................................................... 40

2.9 Database ................................................................................................. 46

2.10 Bahasa Pemograman .............................................................................. 48

2.11.1 PHP ................................................................................................. 48

2.11.2 HTML ............................................................................................. 48

2.11.3 MySQL............................................................................................ 48

2.11 Arcgis ..................................................................................................... 49

2.12 Teknik Pengujian Software..................................................................... 50

2.13.1 Black Box ........................................................................................ 51

3. BAB 3 METODOLOGI_PENELITIAN ................................................... 52


3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................ 52

3.2 Data dan Perangkat Penelitian ................................................................ 52

3.3 Metodologi Pengumpulan Data .............................................................. 53

3.3.1 Observasi ......................................................................................... 53

3.3.2 Wawancara ...................................................................................... 54

3.3.3 Studi Pustaka ................................................................................... 54

3.3.3.1 Regulasi ....................................................................................... 54

xiii
3.3.3.2 Standarisasi .................................................................................. 55

3.3.4 Studi Literatur ................................................................................. 55

3.4 Metode Pengembangan Sistem............................................................... 60

3.4.1 Fase Requirement Planning ............................................................ 60

3.4.1.1 Pengumpulan Data dan Syarat-syarat Informasi ......................... 61

3.4.1.2 Analisis Sistem Berjalan ............................................................. 61

3.4.1.3 Identifikasi Masalah Sistem Bejalan ........................................... 61

3.4.1.4 Analisis Sistem Usulan ................................................................ 61

3.4.2 Fase Workshop Design .................................................................... 61

3.4.3 Fase Implementasi ........................................................................... 62

3.5 kerangka Berpikir ................................................................................... 63

4. BAB 4 PEMBAHASAN .............................................................................. 65


4.1 Requirement Planning ............................................................................ 65

4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan ......................................................... 65

4.1.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan ......................................................... 65

4.1.1.2 Visi dan Misi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang ........... 66

4.1.1.3 Tugas Pokok dan Fungsi ............................................................. 67

4.1.1.4 Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup ............................ 68

4.1.2 Analisis Sistem Berjalan ................................................................. 71

4.1.2.1 Narasi Sistem Berjalan ................................................................ 71

4.1.2.2 Analisa Sistem Berjalan ............................................................... 72

4.1.2.3 Identifikasi Masalah .................................................................... 73

4.1.3 Analisis Sistem Usulan ...................................................................... 74

4.1.3.1 Narasi Sistem Usulan ................................................................... 74

xiv
4.2 Workshop Design.................................................................................... 75

4.2.1 Desain Proses .................................................................................. 76

4.2.1.1 Perancangan Use Case Diagram ................................................. 76

4.2.1.2 Perancangan Activity Diagram .................................................. 102

4.2.1.3 Perancangan Sequence Diagram ............................................... 123

4.2.1.4 Class Diagram ............................................................................ 137

4.2.2 Desain Database ............................................................................ 141

4.2.2.1 Normalisasi ................................................................................ 141

4.2.2.2 Skema Database ....................................................................... 146

4.2.2.3 Spesifikasi Database................................................................... 147

4.2.3 Desain Interface ............................................................................... 154

4.2.3.1 Struktur menu ............................................................................ 154

4.2.3.2 User Interface ............................................................................ 159

4.3 Implementation ..................................................................................... 172

4.3.1 Pengembangan Sistem .................................................................. 172

4.3.2 Pengujian ....................................................................................... 173

5. BAB 5 PENUTUP...................................................................................... 182


5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 182

5.2 Saran ..................................................................................................... 182

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 184


LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................... xxv

xv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Grafik Sekolah Mengikuti Program Adiwiyata di Kota Tangerang

2012 – 2017 (Dinas Lingkunga Hidup Kota Tangerang) ....................................... 3

Gambar 2.1 Siklus Metode RAD (Sumber: Kendall, 2010) ................................ 28

Gambar 2.2 Simbol-simbol dalam Sequence Diagram (Kendall, 2010) ............. 39

Gambar 2.3 Tahapan Normalisasi (Kendall, 2010) ............................................. 41

Gambar 2.4 Contoh data SALES-REPORT (Kendall, 2010) .............................. 41

Gambar 2.5 Tahap Normalisasi Pertama (Kendall, 2010) .................................. 43

Gambar 2.6 Tahap Normalisasi Kedua (Kendall, 2010) ..................................... 45

Gambar 2.7 Tahap Normalisasi Ketiga (Kendall, 2010) ..................................... 46

Gambar 2.8 Hierarki Database (Oetomo, 2006) ................................................ 47

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian........................................................................... 64

Gambar 4.1 Struktur Organisasi DLH Kota Tangerang ...................................... 68

Gambar 4.2 Struktur Organisasi Bagian Adiwiyata Kota Tangerang ................. 70

Gambar 4.3 Rich Picture Sistem Berjalan ........................................................... 71

Gambar 4.4 Rich Picture Sistem usulan .............................................................. 74

Gambar 4.5 Usecase Diagram ............................................................................. 81

Gambar 4.6 Activity Diagram Login ................................................................. 102

Gambar 4.7 Activity Diagram Kelola Data User ............................................... 103

Gambar 4.8 Activity Diagram Registrasi ........................................................... 105

Gambar 4.9 Activity Diagram Verifikasi Registrasi.......................................... 106

Gambar 4.10 Activity Diagram Kelola Jadwal .................................................. 107

Gambar 4.11 Activity Diagram Upload Dokumen Adiwiyata .......................... 108

xvi
Gambar 4.12 Activity Diagram Upload Dokumen ............................................ 109

Gambar 4.13 Activity Diagram Verifikasi Dokumen ........................................ 110

Gambar 4.14 Activity Diagram Validasi Dokumen .......................................... 111

Gambar 4.15 Activity Diagram Kelola Tingkat Sekolah................................... 112

Gambar 4.16 Activity Diagram Kelola tingkat adiwiyata ................................. 114

Gambar 4.17 Activity Diagram Kelola UPT ..................................................... 116

Gambar 4.18 Activity Diagram Lihat lokasi sekolah adiwiyata ........................ 117

Gambar 4.19 Activity Diagram Update citra adiwiyata .................................... 118

Gambar 4.20 Activity Diagram Lihat citra adiwiyata ....................................... 119

Gambar 4.21 Activity Diagram Kelola Informasi ............................................. 120

Gambar 4.22 Activity Diagram Lihat Informasi ................................................ 121

Gambar 4.23 Activity Diagram Logout ............................................................. 122

Gambar 4.24 Sequence Diagram Login ............................................................. 123

Gambar 4.25 Sequence Diagram Kelola Data User .......................................... 124

Gambar 4.26 Sequence Diagram Registrasi ...................................................... 125

Gambar 4.27 Sequence Diagram Verifikasi Registrasi ..................................... 125

Gambar 4.28 Sequence Diagram Kelola Jadwal ............................................... 126

Gambar 4.29 Sequence Diagram Lihat Jadwal .................................................. 127

Gambar 4.30 Sequence Diagram Upload Dokumen .......................................... 127

Gambar 4.31 Sequence Diagram Verifikasi Dokumen ..................................... 128

Gambar 4.32 Sequence Diagram Validasi Dokumen ........................................ 129

Gambar 4.33 Sequence Diagram Kelola Tingkat Sekolah ................................ 130

Gambar 4.34 Sequence Diagram Kelola Tingkat Adiwiyata ............................ 131

Gambar 4.35 Sequence Diagram Kelola UPT ................................................... 132

xvii
Gambar 4.36 Sequence Diagram Lihat Lokasi Adiwiyata ................................ 133

Gambar 4.37 Sequence Diagram Update Citra Adiwiyata ................................ 133

Gambar 4.38 Sequence Diagram Lihat Citra Adiwiyata ................................... 134

Gambar 4.39 Sequence Diagram Kelola Informasi ........................................... 135

Gambar 4.40 Sequence Diagram Lihat Informasi ............................................. 136

Gambar 4.41 Sequence Diagram Logout ........................................................... 136

Gambar 4.42 Class Diagram Sistem Informasi Spasial Program Sekolah Adiwiyata

............................................................................................................................. 140

Gambar 4.43 Skema Database ........................................................................... 146

Gambar 4.44 Struktur Menu Admin .................................................................. 154

Gambar 4.45 Struktur Menu Staff Adiwiyata ................................................... 155

Gambar 4.46 Struktur Menu Kasi Perencanaan Lingkungan ............................ 156

Gambar 4.47 Struktur Menu Kabid Tata Lingkungan ....................................... 157

Gambar 4.48 Struktur Menu Sekolah ................................................................ 158

Gambar 4.49 Struktur Menu Publik .................................................................. 159

Gambar 4.50 Desain Interface Login ................................................................. 159

Gambar 4.51 Desain Interface Kelola User....................................................... 160

Gambar 4.52 Desain Interface Kelola User Tambah ........................................ 160

Gambar 4.53 Desain Interface Registrasi .......................................................... 161

Gambar 4.54 Desain Interface Verifikasi Registrasi ......................................... 161

Gambar 4.55 Desain Interface Kelola Jadwal ................................................... 162

Gambar 4.56 Desain Interface Kelola Jadwal Tambah ..................................... 162

Gambar 4.57 Desain Interface Lihat Jadwal ..................................................... 163

Gambar 4.58 Desain interface Upload dokumen tambah .................................. 163

xviii
Gambar 4.59 Desain interface Upload dokumen tambah .................................. 164

Gambar 4.60 Verifikasi dokumen ..................................................................... 164

Gambar 4.61 Desain Interface Validasi Dokumen ............................................ 165

Gambar 4.62 Desain Interface Kelola Tingkat Sekolah ................................... 165

Gambar 4.63 Desain Interface Kelola Tingkat Sekolah ................................... 166

Gambar 4.64 Desain Interface Kelola tingkat adiwiyata ................................... 166

Gambar 4.65 Desain Interface Kelola tingkat adiwiyata Tambah..................... 167

Gambar 4.66 Desain Interface Kelola UPT ....................................................... 167

Gambar 4.67 Desain Interface Kelola UPT Tambah ......................................... 168

Gambar 4.68 Desain Interface Lihat lokasi sekolah program adiwiyata ........... 168

Gambar 4.69 Desain Interface Citra adiwiyata ................................................. 169

Gambar 4.70 Desain Interface Lihat citra ......................................................... 169

Gambar 4.71 Desain Interface Kelola informasi ............................................... 170

Gambar 4.72 Desain Interface Kelola informasi ............................................... 170

Gambar 4.73 Desain Interface Lihat informasi ................................................. 171

Gambar 4.74 Desain Interface Logout .............................................................. 171

xix
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kalender kegiatan Adiwiyata ............................................................... 25

Tabel 2.2 Simbol-simbol Use Case Diagram (Kendall,2010) .............................. 32

Tabel 2.3 Simbol-simbol dalam Activity Diagram (Kendall, 2010) .................... 35

Tabel 2.4 Simbol-simbol dalam Class Diagram (Kendall, 2010) ........................ 37

Tabel 4.1 Identifikasi Actor .................................................................................. 76

Tabel 4.2 Identifikasi Usecase ............................................................................. 77

Tabel 4.3 Use Case Narrative Login .................................................................... 82

Tabel 4.4 Use Case Narrative Kelola Data User .................................................. 83

Tabel 4.5 Use Case Narrative Registrasi Adiwiyata ............................................ 84

Tabel 4.6 Use Case Narrative Verifikasi Registrasi ............................................ 85

Tabel 4.7 Use Case Narrative Kelola Jadwal ...................................................... 87

Tabel 4.8 Use Case Narrative Lihat Jadwal......................................................... 88

Tabel 4.9 Use Case Narrative Upload Dokumen Adiwiyata .............................. 89

Tabel 4.10 Use Case Narrative Verifikasi Dokumen Adiwiyata ......................... 90

Tabel 4.11 Use Case Narrative Validasi Dokumen Adiwiyata ........................... 91

Tabel 4.12 Use Case Narrative Kelola Tingkatan Sekolah ................................. 92

Tabel 4.13 Use Case Narrative Kelola Tingkat Adiwiyata ................................. 93

Tabel 4.14 Use Case Narrative Kelola Data UPT ............................................... 94

Tabel 4.15 Use Case Narrative Lihat Lokasi Sekolah ......................................... 96

Tabel 4.16 Use Case Narrative Update Citra Adiwiyata ..................................... 97

Tabel 4.17 Use Case Narrative Lihat Citra Adiwiyata ........................................ 98

xx
Tabel 4.18 Use Case Narrative Kelola Informasi ................................................ 99

Tabel 4.19 Use Case Narrative Lihat Informasi ................................................ 100

Tabel 4.20 Use Case Narrative Logout............................................................... 101

Tabel 4.21 Objek Potensial Class Diagram ........................................................ 137

Tabel 4.22 Seleksi Daftar Objek Potensial ........................................................ 138

Tabel 4.23 Proposed Objek List ......................................................................... 139

Tabel 4.24 Spesifikasi Database User ................................................................ 147

Tabel 4.25 Spesifikasi Database Tabel Sekolah ................................................. 147

Tabel 4.26 Spesifikasi Database Tabel Jadwal .................................................. 148

Tabel 4.27 Spesifikasi Database Tabel UPT ...................................................... 149

Tabel 4.28 Spesifikasi Database Tabel Tingkat Sekolah ................................... 150

Tabel 4.29 Spesifikasi Database Tabel Tingkat Adiwiyata................................ 150

Tabel 4.30 Spesifikasi Database Tabel Dokumen .............................................. 151

Tabel 4.31 Spesifikasi Database Tabel Citra Adiwiyata .................................... 152

Tabel 4.32 Spesifikasi Database Tabel Informasi .............................................. 153

Tabel 4.33 Tabel Pengujian Black Box............................................................... 173

xxi
DAFTAR SIMBOL

DIAGRAM UML (Unified Modelling Language)

No. Diagram Simbol Nama


1 Usecase Diagram Usecase
(Dennis, Wixom, &
Tegarden, 2012)
Usecase
Aktor

Aktor
Asosiasi Asosiasi

<<extend>> Extend

<<include>> Include

Subject Boundary Subject boundary

2. Activity Diagram Initial node


(Dennis, Wixom, &
Tegarden, 2012)
Fork

xxii
Join

Activity

Decision

Final-flow node

Control Flow

Swimlane

3. Sequence Diagram Boundary


(Sugiarti, 2013)

Control

Entity

xxiii
Aktor

Stimulus

Self stimulus

Message2
4. Class Diagram Class
(Dennis, Wixom, &
Tegarden, 2012)

Association

Generalization

Dependency

Agregation

xxiv
1. BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di Kota Tangerang kebersihan lingkungan merupakan bagian dari proses dan

pencapaian tujuan pembangunan daerah dan nasional karena dengan terciptanya

lingkungan yang sehat dapat turut menciptakan suasana nyaman, aman dan

harmonis, upaya pengelolaan lingkungan di segala bidang merupakan kebijakan

Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan Pembangunan yang Berkelanjutan

(Sustainable Development). Berbagai inovasi pengelolaan lingkungan harus terus

dilakukan agar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan

Kota Tangerang yang lebih bersih, indah, dan bebas polusi. Untuk meningkatkan

pemahaman dan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan harus

dimulai dari usia dini dan dilakukan terus menerus (Badan Pengendalian

Lingkungan Hidup, 2016).

Dunia pendidikan adalah sarana yang paling tepat dalam mengajarkan dan

menerapkan upaya-upaya pengelolaan lingkungan, Dimana yang menjadi sasaran

adalah warga sekolah, mulai dari pendidik, tenaga pendidik, peserta didik dan

komponen lain yang ada disekolah maupun orang tua peserta didik (Badan

Pengendalian Lingkungan Hidup, 2016)

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang merupakan sebuah instansi

pemerintahan yang bergerak pada bagian lingkungan, sejak tahun 2013 Dinas

lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mendorong sekolah-sekolah

1
2

menerapkan Program Adiwiyata di kota Tangerang. Program Adiwiyata merupakan

program yang akan menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang

peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan

sumberdaya manusia yang memiliki semangat dan motivasi yang kuat guna

mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Manfaat yang didapat oleh sekolah

adiwiyata tidak semata hanya mendapatkan penghargaan saja tetapi dapat

meningkatkan standar kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan,

meningkatkan efisiensi penggunaan dana operasional sekolah, menciptakan

kebersamaan warga sekolah, menjadi contoh bagi warga sekitar dan turut

menciptakan kualitas lingkungan.

Mengacu kepada pasal 4 ayat (1) Undang-undang nomor 05 Tahun 2013

tentang sekolah adiwiyata “ Program Adiwiyata diikuti oleh : (1) a) Sekolah Dasar

(SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI); b) Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau

Madrasah Tsanawiyah (MTs); c) Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah

Aliyah (MA); dan d)Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah

Kejuruan (MAK). (2) Sekolah atau madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat 1

berstatus negeri atau swasta yang telah terakreditasi.


3

Sekolah Mengikuti Program Adiwiyata


Kota Tangerang 2012 - 2017
120
105 106
96
90
75
60
45
37
30 32 31
25
15 18
10 8
7 10 10
8
6
0 0 0 0 0
2012 2013 2014 2015 2016 2017

Adiwiyata kota Adiwiyata Provinsi Adiwiyata Nasional Adiwiyata mandiri

Gambar 1.1 Grafik Sekolah Mengikuti Program Adiwiyata di Kota


Tangerang 2012 – 2017 (Dinas Lingkunga Hidup Kota Tangerang)

Program Adiwiyata sendiri terdiri dari 4 tingkatan yaitu : tingkat kota, tingkat

provinsi, tingkat nasional, dan tingkat mandiri, berdasarkan grafik di atas setiap

tahunnya sekolah yang mengikuti program adiwiyata terus mengalami peningkatan

dan sekolah-sekolah yang sudah menjalani program Adiwiyata berlanjut pada

jenjang berikutnya sampai pada tingkatan mandiri dimana sekolah yang sudah

mencapai tingkatan mandiri harus menaungi 10 sekolah di sekitar yang belum

melaksanakan program Adiwiyata tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang mempunyai tugas pokok

merencanakan, melaksanakan, mengarahkan, mengawasi dan mengendalikan

kegiatan dibidang lingkungan berdasarkan kebijakan Pemerintah Daerah,

Sayangnya belum diimbangi dengan akses media informasi, dan belum adanya
4

pemetaan program Adiwiyata tersebut sebagai sarana informasi untuk pemerataan

program Adiwiyata pada setiap wilayah di Kota Tangerang

Berdasarkan uraian di atas maka untuk mendukung proses pendataan dan

mempermudah proses pengawasan sekolah adiwiyata penulis memilih judul:

“Pengembangan Sistem Informasi Spasial Berbasis Web Pada Sekolah

Program Adiwiyata (Studi Kasus : Kota Tangerang )”.

1.2 Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka identifikasi

masalah sebagai berikut.

a. Tidak tersedianya media yang dapat menampilkan informasi dan hasil dari

program adiwiyata pada sekolah dan juga data lokasi sekolah program

adiwiyata di wilayah Kota Tangerang dalam bentuk digital.

b. Belum tersedianya media untuk melakukan proses verifikasi dan proses

validasi pada dokumen program adiwiyata.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan dan permasalahan yang

dihadapi, maka dirumuskan masalah sebagai berikut :

“Bagaimana membangun sistem yang dapat menyimpan data dan

menampilkan informasi Sekolah program Adiwiyata dalam bentuk peta secara

digital di wilayah kota Tangerang ?”


5

1.4 Batasan Masalah

Berdasarkan perumusan masalah sebelumnya, maka batasan masalah yang

dibahas adalah sebagai berikut :

1. Penelitian ini dilakukan pada Satuan Kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH)

Kota Tangerang, proses pendataan hanya dilakukan pada sekolah di wilayah

kota Tangerang

2. Pemeriksaan dokumen Adiwiyata hanya dilakukan pada sekolah yang baru

mengajukan program Adiwiyata pada tingkat kota, sedangkan pada sekolah

yang mengikuti Adiwiyata tingkat provinsi, nasional dan mandiri proses

pemeriksaan dokumen milik pemerintah provinsi dan kementrian dan hanya

melakukan upload sk adiwiyata sebagai pendataan oleh Dinas lingkungan

Hidup Kota Tangerang yang akan di olah menjadi peta digital.

3. Sistem yang dikembangkan tdak meliputi proses perhitungan penilaian pada

dokumen Adiwiyata

4. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data

lokasi sekolah adiwiyata yang merupakan hasil pendataan dari Dinas

Lingkungan Hidup Kota tangerang berbentuk file Ms.Excel.

5. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan yaitu metodologi

berorientasi objek dengan metode Rapid Application Development (RAD)

yang meliputi Fase Requirement Planning, Fase Workshop design, dan Fase

Implementasi. Pada fase implementasi hanya pada tahap pemrograman dan

testing menggunakan blackbox testing.

6. Tools yang digunakan untuk menggambarkan model pengembangan sistem


6

ini menggunakan Unified Modelling Language (UML). Diagram yang

digunakan yaitu Use Case Diagram, Activity diagram, Sequence diagram, dan

Class diagram menggunakan Astah Profesional. Selain itu tools yang

digunakan untuk pengkodean menggunakan XAMPP, bahasa pemrograman

PHP dan database menggunakan MySql. Penelitian ini juga menggunakan

Arcgis Online sebagai peta yang akan digunakan dalam aplikasi.

7. Tidak membahas keamanan jaringan dan keamanan database..

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah menghasilkan Sistem Informasi

Spasial Sekolah Program Adiwiyata Kota Tangerang yang mampu menampilkan

data sekolah adiwiyata di Kota Tangerang. Sedangkan tujuan khusus dari

penelitian ini adalah menghasilkan:

1. Mengembangkan sistem informasi spasial pemetaan sekolah yang sudah

mengikuti program adiwiyata .

2. Mengembangkan sistem informasi yang dapat mengajukan program dan

menyimpan dokumen adiwiyata yang dapat melakukan proses verifikasi dan

validasi dokumen .

1.6 Manfaat Penelitian

Berikut manfaat yang dijabarkan oleh penulis dengan diadakannya penelitian

ini, antara lain:


7

a. Bagi Penulis

1) Untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan strata satu (SI), Sistem

Informasi Fakultas Sains UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2) Untuk mempraktekan secara langsung dan meningkatkan ilmu-ilmu yang telah

didapatkan selama duduk di perkuliahan.

3) Untuk mengetahui kondisi dan masalah sebenarnya yang terjadi di dunia

kerja serta membandingkan teori-teori yang ada dengan masalah yang

sebenarnya.

4) Untuk memperkenalkan gambaran umum perusahaan yang diperlukan

mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.

b. Bagi Universitas

1) Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi pelajaran

yang diperoleh dibangku kuliah dalam menerapkan ilmunya dan sebagai

bahan evaluasi.

2) Memberikan gambaran tentang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi

dunia kerja yang sebenarnya.

3) Dapat meningkatkan kualitas lulusannya melalui pengalaman.

c. Bagi Pemerintah Daerah

Memberikan kemudahan kepada Pemerintah Daerah untuk memperoleh

informasi sekolah yang sudah mengikuti program Adiwiyata di kota Tangerang.

d. Bagi Dinas Lingkungan Hidup

1) Membantu dalam membuat pemetaan data sekolah adiwiyata Kota

Tangerang .
8

2) Memudahkan dalam Mengawasi dan merencanakan pelaksanaan

program sekolah adiwiyata 2017.

1.7 Metode Penelitian

Metodologi ini terdiri dari 2 macam, yaitu metodologi pengumpulan data dan

metodologi pengembangan sistem. Menurut Zaenal A. Hasibuan dalam metodologi

pengumpulan data terdapat beberapa cara, diantaranya yang digunakan dalam

penelitian ini ada empat macam, yaitu:

1. Wawancara

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara

yang berupa tanya jawab peneliti dengan responden (narasumber). Wawancara

tersebut berupa percakapan langsung (face to face) antara dua pihak atau lebih

untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan tujuan untuk memperoleh data

yang dapat menjelaskan ataupun menjawab suatu permasalahan penelitian.

Wawancara merupakan salah satu faktor penting dalam menggali informasi dari

narasumber.

2. Observasi

Metode observasi merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk

mengumpulkan data. Metode observasi ini biasanya digunakan untuk mengetahui

perilaku masyarakat secara detail di lokasi penelitian.


9

3. Studi Pustaka

Studi pustaka adalah mencari referensi yang dapat menguatkan landasan dari

penelitian ini. Studi pustaka dilakukan dengan membaca berbagai buku, jurnal,

berita secara offline maupun secara Online.

4. Study literatur sejenis

Studi literatur sejenis dilaksanakan sebagai bahan untuk perbandingan

berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh orang lain sebelumnya. Dengan

melakukan studi literatur sejenis maka dapat diketahui kekurangan dan kelebihan

dari penelitian sebelumnya, dan dengan itu bisa diambil manfaat atasnya.

Sedangkan untuk metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah

dengan metode Rapid Application Development (RAD), menggunakan Bahasa

pemodelan UML (Unified Modelling Language).

1.8 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika dari penulisan laporan penelitian ini dibagi ke dalam lima

bab yaitu:

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini menerangkan tentang latar belakang, identifikasi

dan rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian,

manfaat penelitian, metode penelitian serta sistematika

penulisan.
10

BAB 2 LANDASAN TEORI

Bab ini menguraikan teori-teori yang mendukung dengan

konsep pengembangan sistem informasi spasial data

sekolah program adiwiyata kota Tangerang.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menguraikan penjelasan metode pengumpulan data

dan metode analisis dan perancangan sistem yang

digunakan untuk menyusun laporan Skripsi ini. Penjelasan

yang terkait merupakan tahap dan kegiatan dalam

penelitian.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi penjelasan dan pembahasan pengembangan

sistem informasi spasial data sekolah program adiwiyata

Kota Tangerang

BAB 5 PENUTUP

Pada bab ini merupakan akhir penulisan, dimana

berdasarkan uraian-uraian yang telah dibahas dituangkan

kedalam suatu bentuk simpulan akhir serta saran-saran

untuk perkembangan penelitian di masa yang akan datang.


2. BAB 2

LANDASAN_TEORI

2.1 Konsep Dasar Pengembangan Sistem Informasi

2.1.1 Pengertian Pengembangan Sistem Informasi

Menurut (Yulianto, et al., 2009), pengembangan sistem informasi ialah satu

set aktivitas, metode, praktik terbaik, siap dikirimkan, dan peralatan terotomasi

yang digunakan oleh stakeholder untuk mengembangkan dan memelihara sistem

informasi dan perangkat lunak. Biasanya pengembangan sistem dilakukan apabila

sistem yang lama sudah tidak bisa mengimbangi/memadai kebutuhan atau pun

perkembangan perusahaan, sehingga terdapat beberapa pendapat tentang definisi

pengembangan sistem

2.1.2 Tujuan Pengembangan Sistem Informasi

Menurut (Yulianto, et al., 2009), adapun tujuan dikembangkannya sistem

diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru, yaitu

meningkatkan:

1. Performance (kinerja), peningkatan terhadap kinerja sistem yang baru sehingga

menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput (jumlah dari pekerjaan

yang dapat dilakukan suatu saat tertentu dan response time (rata-rata waktu yang

tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response

untuk menanggapi pekerjaan tersebut).

2. Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.

3. Economy (ekonomis), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan-

keuntungan/penurunan-penurunan biaya yang terjadi.

11
12

4. Control (pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan

memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan

terjadi.

5. Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi.

6. Services (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi

2.2.1 Pengertian Sistem

Menurut (Yulianto, et al., 2009), sistem ialah interaksi dari elemen-elemen

yang saling berkaitan bekerja sama untuk mencapai tujuan. Elemen-elemen tersebut

ialah elemen sistem konvensional (data, manusia dan prosedur) dan elemen sistem

modern (data, manusia, prosedur, hardware dan software).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem:

1. Merupakan sebuah kumpulan elemen berupa prosedur.

2. Kumpulan elemen tersebut saling terhubung dan terintegrasi.

3. Memiliki fungsi, sasaran dan tujuan.

Karakteristik sistem pada umumnya memiliki input, proses dan output.

Namun lebih lanjut karakteristik sistem adalah sebagai berikut:

1. Komponen Sistem: sebuah sistem memiliki beberapa komponen yang saling

berhubungan dan berinteraksi.

2. Batasan Sistem: merupakan ruang lingkup sistem yang membatasi sistem

dengan lingkungan luar atau sistem yang lainnya.


13

3. Lingkungan Luar Sistem: sesuatu yang terdapat pada luar batasan sistem yang

dapat mempengaruhi sistem.

4. Penghubung Sistem: antara komponen yang satu dengan yang lain terhubung

dengan sebuah media.

5. Masukan Sistem: sesuatu dari luar yang dimasukkan ke dalam sistem, untuk

kemudian diolah.

6. Keluaran Sistem: merupakan hasil atau keluaran dari pengolahan masukan

sistem.

7. Pengolahan Sistem: merupakan proses antara dari masukan sistem hingga

keluaran sistem.

8. Sasaran Sistem: merupakan tujuan atau sasaran sistem tersebut dibangun.

2.2.2 Pengertian Data dan Informasi

"Data items refer to an elementary description of things, events, activities,

and transactions that are recorded, classified, and stored but not organized to

convey any specific meaning. Data items can be numbers, letters, figures, sounds,

or images" (Rainer & Cegielski, 2011).

Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa data merupakan deskripsi

dasar dari sesuatu, peristiwa, aktivitas dan transaksi yang terekam, terklasifikasi

dan tersimpan tapi tidak terorganisir.

Selanjutnya (Rainer & Cegielski, 2011) juga berpendapat, "Information

refers to data that have been organized so that they have meaning and value to the

recipient". Gordon (Saputro, 2010) juga mendefinisikan informasi adalah data


14

yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa

nilai yang dapat dipahami didalam keputusan sekarang maupun masa depan.

Dari pendapat para ahli tersebut, dapat dikatakan bahwa informasi erat

kaitannya dengan data dan dapat disimpulkan bahwa informasi adalah representasi

dari kenyataan yang kemudian diolah menjadi bentuk yang lebih bermanfaat untuk

tujuan tertentu.

Maka jika disimpulkan lebih lanjut maka informasi:

a. Berawal dari data yang merupakan representasi kenyataan.

b. Mengalami proses pengolahan.

c. Memiliki nilai manfaat bagi penggunanya.

d. Dibentuk dengan tujuan tertentu.

2.2.3 Pengertian Sistem Informasi

Saat ini sistem informasi dapat dikatakan sebagai manajemen sistem

informasi, yang merupakan perencanaan pengembangan, manajemen dan

penggunaan dari teknologi informasi untuk menolong manusia dalam berbagai

tugas yang berkaitan dengan pengolahan dan manajemen informasi. Sehingga

penulis katakan bahwa sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari

beberapa komponen yaitu komputer, manusia, teknologi informasi dan prosedur

kerja yang saling terhubung dan terhimpun dalam sebuah organisasi untuk

melaksanakan operasi dan pengolahan data menjadi informasi yang bermanfaat

dalam rangka tercapainya tujuan organisasi.

“… we need to distinguish between management information systems, also

called information systems or IS, and information technology. Management


15

information systems (MIS) deal with the planning for—and the development,

management, and use of—information technology tools to help people perform all

of the tasks related to information processing and management.” (Rainer &

Cegielski, 2011).

Saat ini hampir semua sistem informasi sudah menggunakan teknologi

komputer, sistem informasi ini disebut Computer Based Information System

(CBIS). Pada konsep dasarnya, sistem informasi tidak mengharuskan menggunakan

Teknologi Informasi. Tapi untuk mencapai hasil yang optimal, sebuah sistem

informasi disarankan menggunakan komputer yang sangat handal dalam

pengolahan dan pemrosesan informasi.

2.3 Sistem Informasi Geografis

2.3.1 Definisi Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sebuah sistem atau teknologi

berbasis komputer yang dibangun dengan tujuan untuk mengumpulkan,

menyimpan, mengolah, dan menganalisa, serta menyajikan data-data dan informasi

dari suatu objek atau fenomena yang berkaitan dengan letak atau keberadaannya di

permukaan bumi. Pada dasarnya SIG dapat dirinci menjadi beberapa sub sistem

yang saling berkaitan mencakup input data, manajemen data, pemrosesan atau

analisis data, pelaporan (output), dan hasil Analisa (Ekadinata, et al., 2008).

Sistem informasi geografis adalah sistem yang dapat mendukung (proses)

pengambilan keputusan (terkait aspek) spasial dan mampu mengintegrasikan

deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang


16

ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap akan mencangkup metodologi

dan teknologi yang diperlukan; yaitu, data spasial, perangkat keras, perangkat

lunak dan struktur organisasi (Prahasta, 2009).

Dari semua pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem

Informasi Geografis adalah sistem terkomputerisasi yang dapat menyajikan

informasi geografis serta melakukan transaksi data geografis secara otomatis.

2.3.2 Subsistem Pada SIG

SIG dapat diuraikan menjadi beberapa sub-sistem sebagai berikut

(Prahasta, 2009):

1. Data input
Susbsistem ini bertugas untuk mengumpulkan, mempersiapkan, dan

menyimpan data spasial dan atributnya dari berbagai sumber. Sub-sistem ini

pula yang bertanggungjawab dalam mengonversikan atau

mentransformasikan format-format data asli ke dalam format (native) yang

dapat digunakan oleh perangkat SIG yang bersangkutan.

2. Data Output

Sub-sistem ini bertugas untuk menampilkan atau menghasilkan

keluaran (termasuk mengekspornya ke format yang dikehendaki) seluruh

atau sebagian basis data (spasial) baik dalam bentuk softcopy maupun

hardcopy seperti halnya table, grafik, report, peta dan lain sebagainya.

3. Data Management

Sub-sistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun table-

tabel atribut terkait ke dalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa
17

hingga mudah dipanggil kembali atau di-retrieve (di-load ke memori), di-

update dan di-edit.

4. Data Manipulation & analysis

Sub-sistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat

dihasilkan oleh SIG. Selain itu, sub-sistem ini juga melakukan

manipulasi (evaluasi dan penggunaan fungsi- fungsi dan operasi

matematis & logika) dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi

yang diharapkan.

2.4 Peta

Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi

lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan

keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan (Bakosurtanal, 2005)

Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang diperkecil, dituangkan

dalam selembar kertas atau media lain dalam bentuk dua dimensional. Melalui

sebuah peta kita akan mudah melakukan pengamatan terhadap permukaan bumi

yang luas, terutama dalam hal waktu dan biaya (Miswar, 2012)

2.4.1 Jenis-jenis Peta

Berdasarkan isinya, peta bisa dikelompokkan ke dalam 2 jenis yaitu:

1. Peta Umum

Peta umum merupakan peta yang berisikan semua kenampakan bumi

secara umum, baik kenampakan alami maupun kenampakan buatan manusia.

jenis-jenis peta umum yaitu:


18

a Peta topografi: merupakan peta yang hanya menggambarkan suatu

wilayah tertentu di permukaan bumi.

b Peta kartografi: merupakan peta yang menggambarkan sebagian

permukaan bumi

c Peta Dunia: merupakan peta yang menggambarkan seluruh permukaan

bola bumi.

2. Peta Khusus

Peta dibuat untuk tujuan tertentu disebut juga peta tematik.

Berdasarkan sifat nilai datanya dibedakan menjadi 2 yaitu :

a. Peta kuantitatif : Merupakan peta yang akan menjawab lokasi

keberadaan suatu objek beserta nilai objek tersebut.

b. Peta Kualitatif : Merupakan peta yang menunjukkan keberadaan suatu

objek di lokasi tertentu.

Berdasarkan sifat datanya :

1. Peta Stasioner

Merupakan peta dengan sifat data yang menggambarkan permukaan bumi

yang memiliki sifat tetap ataus tabil. Contoh nya peta jalur pegunungan.

2. Peta Dinamis

Merupakan peta yang menggambarkan keadaan permukaan bumi yang selalu

berubah-ubah atau tidak stabil. Contohnya peta jaringan jalan atau peta

kepadatan penduduk.
19

2.4.2 Skala Peta

Skala peta, dapat diartikan sebagai perbandingan (rasio) antara jarak dua

titik pada peta dan jarak sesungguhnya kedua titik tersebut di permukaan bumi atau

di lapangan, dan pada satuan yang sama. Skala peta adalah informasi yang mutlak

harus dicantumkan agar pemakai dapat mengukur jarak sesungguhnya pada peta.

Misalnya peta skala 1:250.000 artinya jarak 1 cm di peta sama dengan jarak 250.000

cm di lapangan (jarak horizontal). Skala pada peta dapat ditulis dengan dua cara

yaitu dengan cara menulis skala angka atau skala garis, tentang macam-macam

skala peta ini akan dibahas terpisah pada postingan yang lain (Gunawan, 2007)

1. Skala numeris

Digambarkan dalam bentuk 1 : 50.000 (numeric skala) atau 1/50.000. Artinya

1 satuan panjang di peta sama dengan 50.000 satuan panjang di lapangan

misalkan 1 cm di peta sama dengan 50.000 cm (0.5 km) di lapangan.

2. Skala dengan kalimat

Biasanya digunakan untuk peta-peta buatan Inggris atau negara-negara bekas

jajahan.

3. Skala grafis

Skala yang menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang

menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak tertentu.

Macam - macam peta berdasarkan skala dapat dibedakan menjadi:

1. Peta skala besar

Memiliki skala antara 1: 5.000 sampai 1: 250.000.

2. Peta skala sedang


20

Memiliki skala antara 1: 250.000 sampai 1: 500.000.

3. Peta skala kecil

Memiliki skala antara 1: 500.000 sampai 1: 1.000.000.

2.4.3 Simbolisasi Peta

Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada

permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya. Simbol peta dapat

diklasifikasikan menurut bentuk dan sifatnya (Miswar, 2012):

1. Simbol Titik

Kenampakan-kenampakan geografi yang tidak memiiki dimensi (0) seperti

titik ketinggian, lokasi kota, mercusuar, lokasi tambang, dinyatakan dengan

simbol titik.

2. Simbol Garis

Kenampakan-kenampakan geografis yang berdimensi satu (1D) seperti jalan,

sungai, jalan KA, arah angin, dinyatakan dalam simbol garis.

3. Simbol Area

Kenampakan-kenampakan geografis yang berdimensi dua (2D) seperti area

perkebunan, wilayah administrasi, dinyatakan dalam simbol area.

2.5 Pengertian Program Adiwiyata

2.5.2 Pengertian Sekolah

Menurut Daryanto (Daryanto, 2001), sekolah adalah bangunan atau

lembaga untuk belajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran, sekolah

sebagai suatu sistem sosial dibatasi oleh sekumpulan elemen kegiatan yang
21

berinteraksi dan membentuk suatu kesatuan sosial sekolah yang demikian bersifat

aktif kreatif artinya sekolah dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi

masyarakat dalam hal ini adalah orang-orang yang terdidik

2.5.1 Pengertian Adiwiyata

Adiwiyata Mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan

ideal, dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta

etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup

kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan (Badan Pengendalian

Lingkungan Hidup, 2016)

2.5.3 Tujuan Sekolah Program Adiwiyata

Tujuan Program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang

bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan

berkelanjutan (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, 2016).

2.5.4 Prinsip Dasar Sekolah Program Adiwiyata

Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut

ini (Kementrian Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup

Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program

Adiwiyata, 2013) :

1. Partisipatif: komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang

meliputi keseluruhan proses perencanaan,pelaksanaan, dan evaluasi sesuai

tanggung jawab dan peran.


22

2. Berkelanjutan: seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus

menerus secara komprehensif.

2.5.5 Komponen Sekolah Program Adiwiyata

Untuk mencapai tujuan Program Adiwiyata, maka di tetapkan 4 (empat)

komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah

adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah :

1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan

2. Pelaksanaan kurikulum Berbasis Lingkungan

3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif

4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan

2.5.6 Tahapan Penilaian Program Adiwiyata

Penilaian Program Adiwiyata dilakukan dengan tahapan (Badan

Pengendalian Lingkungan Hidup, 2016):

A. Sekolah Adiwiyata kabupaten/Kota

1. Sekolah menyampaikan permohonan penilaian sebagai sekolah

adiwiyata kepada tim penilai kabupaten/kota.

2. Calon sekolah adiwiyata menyampaikan dokumen berdasarkan lembar

evaluasi sekolah adiwiyata dengan melampirkan bukti fisik berupa

kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, yang terdiri dari

dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Rencana

Kegiatan dan Aksi Sekolah/Madrasah (RKAS/M).

3. Bagi sekolah yang memenuhi standar administrasi dilakukan verifikasi

dengan menggunakan lembar evaluasi sekolah adiwiyata.


23

4. Tim penilai adiwiyata kabupaten/kota melakukan verifikasi terkait

pencapaian dari 4 (empat) komponen adiwiyata, yaitu:

a. kebijakan berwawasan lingkungan;

b. pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan;

c. kegiatan lingkungan berbasis partisipatif; dan

d. pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

5. Berdasarkan hasil verifikasi, tim penilai adiwiyata kabupaten/kota

menetapkan nilai pencapaian sekolah.

6. Penetapan sekolah sebagai penerima penghargaan sekolah adiwiyata

tingkat kabupaten/kota apabila mencapai nilai paling rendah 56 (lima

puluh enam), yaitu 70% (tujuh puluh perseratus) dari total nilai paling

tinggi 80 (delapan puluh).

7. Sekolah adiwiyata tingkat kabupaten/kota dapat diusulkan untuk ikut

dalam seleksi penerimaan penghargaan sekolah adiwiyata tingkat

provinsi, apabila sudah mencapai nilai paling rendah 64 (enam puluh

empat) yaitu 80% (delapan puluh perseratus) dari total nilai paling

tinggi 80 (delapan puluh).

B. Sekolah Adiwiyata Provinsi

1. Tim penilai adiwiyata provinsi melakukan evaluasi terhadap dokumen

hasil penilaian yang diusulkan oleh kabupaten/kota, dan laporan

kegiatan pembinaan.

2. Calon sekolah adiwiyata tingkat provinsi yang terpilih, dilakukan

verifikasi.
24

3. Berdasarkan hasil verifikasi, Tim penilai adiwiyata provinsi

menetapkan nilai pencapaian sekolah.

4. Penetapan sekolah sebagai penerima penghargaan sekolah adiwiyata

tingkat provinsi apabila mencapai nilai paling rendah 64 (enam puluh

empat), yaitu 80% (delapan puluh perseratus) dari total nilai paling

tinggi 80 (delapan puluh).

5. Sekolah adiwiyata tingkat provinsi dapat diusulkan untuk ikut dalam

seleksi penerimaan penghargaan sekolah adiwiyata tingkat nasional,

apabila sudah mencapai nilai paling rendah 72 (tujuh puluh dua) yaitu

90% (sembilan puluh perseratus) dari total nilai paling tinggi 80

(delapan puluh).

C. Sekolah Adiwiyata Nasional

1. Tim penilai adiwiyata nasional melakukan evaluasi terhadap dokumen

hasil penilaian yang diusulkan oleh provinsi dan laporan kegiatan

pembinaan.

2. Calon sekolah adiwiyata nasional yang terpilih, dilakukan verifikasi.

3. Berdasarkan hasil verifikasi, Tim penilai adiwiyata nasional

menetapkan nilai pencapaian sekolah.

4. Penetapan sekolah sebagai penerima penghargaan sekolah adiwiyata

nasional apabila mencapai nilai paling rendah 72 (tujuh puluh dua),

yaitu 90% (sembilan puluh perseratus) dari total nilai paling tinggi 80

(delapan puluh).

D. Sekolah Adiwiyata Mandiri


25

1. Tim penilai adiwiyata nasional menetapkan sekolah adiwiyata nasional

yang akan dilakukan verifikasi berdasarkan usulan dari provinsi.

2. Sekolah adiwiyata nasional yang terpilih, dilakukan verifikasi.

3. Penetapan sekolah sebagai penerima penghargaan sekolah adiwiyata

mandiri apabila sekolah adiwiyata nasional tersebut telah melakukan

pembinaan terhadap sekolah lain, paling sedikit 10 (sepuluh) sekolah,

dan sekolah yang dibina tersebut telah mendapatkan penghargaan

adiwiyata kabupaten/kota.

4. Sekolah adiwiyata mandiri dapat diusulkan untuk ikut dalam seleksi

penerimaan penghargaan tingkat Asean Eco School.

Tabel 2.1 Kalender kegiatan Adiwiyata


(Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, 2016)

NO KEGIATAN WAKTU

1 Penyempurnaan Panduan Adiwiyata Oktober

2 Sosialisasi Panduan Adiwiyata Nopember

3 Pelatihan / TOT Desember

4 Pembinaan Adiwiyata Januari-Desember

5 Monitoring Januari-Desember

6 Pemberian Penghargaan Maret-Juni

7 Evaluasi Keterlaksaan Program Nopember

Adiwiyata

8 Informasi dan Komunikasi Program Desember

Adiwiyata
26

2.6 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk

memperoleh data yang diperlukan (Nazir, 2009). Metode yang sering digunakan

dalam pengumpulan data diantaranya adalah:

2.6.1 Observasi

Pengumpulan data dengan observasi langsung adalah cara pengambilan

data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk

keperluan tersebut. Pengumpulan datamelalui pengamatan dan pencatatan oleh

pengumpul data terhadap gejala atau peristiwa yang diselidiki pada objek

penelitian (Nazir, 2009)

2.6.2 Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian

dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau

pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang

dinamakan interview guide (panduan wawancara) (Nazir, 2009).

2.6.3 Studi Pustaka

Studi pustaka adalah teknik survei terhadap data yang telah ada dengan

menggali teori-teori yang telah berkembang dalam bidang ilmu yang

berkepentingan, mencari metode-metode serta teknik penelitian baik dalam

mengumpulkan data atau dalam menganalisis data yang telah pernah digunakan

oleh peneliti-peneliti terdahulu (Nazir, 2009).


27

2.6.4 Studi Literatur

Studi literatur merupakan kegiatan menelusuri literature yang ada serta

menelaahnya secara tekun. Dengan mencari sumber data sekunder yang

mendukung penelitian serta mengetahui sampai mana ilmu berhubungan dengan

penelitian yang telah berkembang, kesimpulan dan generalisasi yang pernah

dibuat, sehingga situasi yang diperlukan dapat diperoleh (Nazir, 2009).

2.7 Rapid Aplication Development (RAD)

Metode pengembangan sistem yang akan digunakan oleh penulis adalah

Rapid Application Develoment (RAD). RAD adalah suatu pendekatan berorientasi

objek terhadap pengembangan sistem yang mencakup suatu metode pengembangan

perangkat lunak. RAD bertujuan mempersingkat waktu yang biasanya diperlukan

dalam siklus hidup pengembangan sistem tradisional antara perancangan dan

penerapan suatu sistem informasi (Kendall, 2010).

2.7.1 Tahap RAD

Terdapat tiga fase dalam RAD yang melibatkan penganalisis dan pengguna

dalam tahap penilaian, perancangan dan penerapan (Kendall, 2010). Adapun ketiga

fase tersebut adalah Perencanaan Syarat-Syarat (Requirement Planning), Proses

Desain (Workshop Design) dan Implementasi (Implementation). Berikut ini adalah


28

Workshop design

requirement planning implementation

Mengidentifikasi Bekerja dengan Mengidentifikasi


Membangun
tujuan dan syarat pengguna untuk tujuan dan syarat
sistem
informasi merancang sistem informasi

Gambar 2.1 Siklus Metode RAD (Sumber: Kendall, 2010)

1. Requirement Planning

Dalam fase ini, pengguna dan penganalisis bertemu untuk

mengidentifikasikan tujuan-tujuan aplikasi atau sistem serta untuk

megidentifikasikan syarat-syarat informasi yang ditimbulkan dari tujuan-

tujuan tersebut. Orientasi dalam fase ini adalah menyelesaikan masalah-

masalah perusahaan. Meskipun teknologi informasi dan sistem bisa

mengarahkan sebagian dari sistem yang diajukan, fokusnya akan selalu tetap

pada upaya pencapaian tujuan-tujuan perusahaan (Kendall, 2010).

2. Proses Desain (Workshop Design)

Fase ini adalah fase untuk merancang dan memperbaiki yang dapat

digambarkan sebagai workshop. Penganalisis dan dan pemrogram dapat

bekerja membangun dan menunjukkan representasi visual desain dan pola

kerja kepada pengguna. Proses desain ini dapat dilakukan selama beberapa
29

hari tergantung dari ukuran aplikasi yang akan dikembangkan. Selama

workshop design RAD, pengguna merespon prototype yang ada dan

penganalisis memperbaiki modul-modul yang dirancang berdasarkan respon

pengguna. Apabila seorang pengembangnya merupakan pengembang atau

pengguna yang berpengalaman, Kendall menilai bahwa usaha kreatif ini

mendorong pengembangan sampai tingkat terakselerasi (Kendall, 2010).

3. Implementasi (Implementation)

Pada fase implementasi ini, penganalisis bekerja dengan para

pengguna secara intens selama workshop dan merancang aspek-aspek bisnis

dan nonteknis perusahaan. Segera setelah aspek-aspek ini disetujui dan

sistem-sistem dibangun dan disaring, sistem-sistem baru atau bagian dari

sistem diuji coba dan diperkenalkan kepada organisasi (Kendall, 2010).

Tahap ini terdiri atas dua tahapan, yaitu tahap pengimplementasian

sistem ke dalam bahasa pemrograman (coding) dan tahap black box testing

oleh beberapa owner, analyst dan developer dengan tujuan apakah masih

terdapat kesalahan (error).

a. Pemrograman (Coding)

Tujuan fase konstruksi adalah untuk membangun dan menguji

sebuah sistem fungsional yang memenuhi persyaratan bisnis dan desain

dan untuk mengimplementasi antarmuka sistem yang baru. Aspek

utama dari fase ini ialah pemrograman sistem (Whitten & Bentley,

2007).
30

b. Black Box Testing

Yaitu tahap uji coba terhadap aplikasi atau software yang telah

dibangun. Adapun metode yang digunakan dalam testing ini yaitu

dengan black box testing.

Menurut Pressman (2010), pengujian black box disebut juga

pengujian behavioral, yang berfokus pada kebutuhan fungsional

software. Black box mencoba untuk menemukan kesalahan dalam

kategori berikut : (1) fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang, (2)

kesalahan interface, (3) kesalahan dan struktur data atau akses database

eksternal (4) kesalahan kinerja atau tingkah laku dan (5) inisialisasi dan

kesalahan terminasi.

2.7.2 Keuntungan RAD

Beberapa kelebihan yang dimiliki metode RAD antara lain (Pressman & Maxim,

2015):

a. Siklus dan fase pengembangan sistem yang relatif cepat.

b. Aplikasi dapat terlihat lebih cepat di awal, karena digunakan prototyping

dengan perancangannya menggunakan graphic user interface (GUI).

c. Memiliki fleksibilitas tinggi karena dibangun atas dasar modularisasi

dimana pengembang dapat mendesain ulang modul dan bersifat life cycles.

2.7.3 Kelemahan RAD

Kekurangan penerapan metode RAD adalah sebagai berikut (Kendall, 2010)

a. Dengan metode RAD, penganalisis berusaha mempercepat proyek dengan

terburu-buru.
31

b. Kelemahan yang berkaitan dengan waktu dan perhatian terhadap detail.

Aplikasi dapat diselesaikan secara lebih cepat, tetapi tidak mampu

mengarahkan penekanan terhadap permasalahan-permasalahan

perusahaan yang seharusnya diarahkan.

c. RAD menyulitkan programmer yang tidak berpengalaman menggunakan

perangkat ini di mana programmer dan analyst dituntut untuk menguasai

kemampuan-kemampuan baru sementara pada saat yang sama mereka harus

bekerja mengembangkan sistem.

2.8 UML

Pendekatan UML layak untuk diselidiki dan dipahami, karena

penerimaannya yang luas dan pemakaiannya. UML menyediakan seperangkat alat

standar untuk mendokumentasikan analisis dan perancangan perangkat lunak. Alat

bantu UML mencakup diagram yang memungkinkan orang untuk

memvisualisasikan konstruksi dari sistem berorientasi obyek, mirip dengan cara

satu set cetak biru yang memungkinkan orang untuk memvisualisasikan

pembangunan gedung. Dokumentasi yang Anda buat dengan UML

menyediakan cara yang efektif untuk komunikasi antara tim pengembangan dan

tim bisnis dalam sebuah proyek (Kendall ., 2010).

2.8.1 Use Case Diagram

UML pada dasarnya didasarkan pada teknik analisis berorientasi objek

yang dikenal sebagai use case modeling. Model use case menunjukkan tampilan

sistem dari perspektif pengguna, sehingga menggambarkan apa yang dilakukan

sistem tanpa menjelaskan bagaimana sistem melakukannya. UML dapat digunakan


32

untuk menganalisis model use case, dan untuk mendapatkan objek sistem dan

interaksinya satu sama lain dan dengan pengguna sistem. Dengan menggunakan

teknik UML, Anda menganalisis lebih lanjut objek dan interaksinya untuk

mendapatkan perilaku, atribut, dan hubungan objek. Kasus penggunaan memberi

pengembang pandangan tentang apa yang diinginkan pengguna. Ini bebas dari

teknis atau rincian implementasi Kita bisa memikirkan use case sebagai urutan

transaksi dalam sebuah sistem. Use case model didasarkan pada interaksi dan

hubungan kasus penggunaan individual (Kendall, 2010).

Use Case selalu menggambarkan tiga hal: aktor yang memulai sebuah

acara; acara yang memicu use case; dan use case yang melakukan tindakan yang

dipicu oleh acara tersebut (Kendall, 2010).

Tabel 2.2 Simbol-simbol Use Case Diagram (Kendall,2010)


Simbol Keterangan

Fungsionalitas yang disediakan sistem


sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan
antar unit atau aktor; biasanya dinyatakan
Nama UseCase dengan menggunakan kata kerja di awal
frase nama use case.
Use Case

Orang, proses, atau sistem lain yang


berinteraksi dengan sistem informasi yang
akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol
dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor
Nama aktor
belum tentu merupakan orang; biasanya
Aktor dinyatakan menggunakan kata benda di awal
frase nama aktor.
33

Komunikasi antara aktor dan use case yang


berpartisipasi pada use case atau use case
Asosiasi / association
memiliki interaksi dengan aktor Relasi use
case tambahan ke sebuah use case dimana
use case yang ditambahkan dapat berdiri
sendiri walau tanpa use case tambahan itu;
mirip dengan prinsip inheritance pada
pemrograman berorientasi objek; biasanya
use case tambahan memiliki nama depan
yang sama dengan use case yang
ditambahkan, arah panah menunjuk pada
use case yang dituju contoh :

Extend

Update data dosen

<<extend>>
<<extend>>
34

Relasi use case tambahan ke sebuah use

case dimana use case yang ditambahkan

memerlukan use case ini untuk

Include menjalankan fungsinya atau sebagai syarat

dijalankannya use case ini. Ada dua sudut

pandang yang cukup besar mengenai


<<include>>
include di use case, include berarti use case

yang ditambahkan akan selalu dipanggil

saat use case tambahan dijalankan, contoh :

pendaftaran

<<include>

> Print Kartu anggota

2.8.2 Activity Diagram

Activity Diagram menunjukkan urutan aktivitas dalam suatu proses, termasuk

kegiatan yang berurutan dan parallel, dan keputusan yang dibuat. Activity Diagram

biasanya dibuat untuk satu use case dan mungkin menunjukkan skenario yang berbeda.

Simbol pada Activity Diagram diilustrasikan sebagai berikut (Kendall, 2010)


35

Tabel 2.3 Simbol-simbol dalam Activity Diagram (Kendall, 2010)

Simbol Keterangan
Sebuah persegi panjang dengan bulat
ujung merupakan kegiatan, baik manual,
seperti menandatangani dokumen hukum,
atau otomatis satu, seperti metode atau
program.
Status awal (start) ditampilkan
sebagai lingkaran penuh.
Keadaan terakhir (End) ditampilkan
sebagai lingkaran hitam yang dikelilingi
oleh lingkaran putih
Panah mewakili sebuah peristiwa.
Peristiwa mewakili hal-hal yang terjadi
pada waktu dan tempat tertentu

Berlian mewakili Decisions / keputusan


(juga disebut cabang) atau
penggabungan/Join. Keputusan punya satu
panah pergi ke berlian dan beberapa keluar.
36

Kotak persegi panjang yang panjang


mewakili sebuah bar sinkronisasi. Ini
digunakan untuk menunjukkan aktivitas
paralel, dan mungkin ada satu event masuk
ke bar sinkronisasi dan beberapa event
berjalan dari sana, symbol ini disebut
dengan Fork. Sinkronisasi di mana
beberapa event digabungkan menjadi satu
acara disebut Join
Rectangles mengelilingi simbol lain, yang
disebut swimlanes, menunjukkan partisi
dan digunakan untuk menunjukkan
aktivitas mana yang dilakukan pada
platform mana, seperti browser, server,
atau mainframe komputer; atau untuk
menunjukkan aktivitas yang dilakukan
oleh kelompok pengguna yang berbeda.
Swimlanes adalah zona yang bisa
digambarkan logika sekaligus tanggung
jawab kelas

2.8.3 Class Diagram

Class diwakili oleh persegi panjang pada class diagram. Dalam format yang

paling sederhana, segi empat mungkin hanya mencakup nama kelas, tapi juga

mencakup atribut dan metode. Atribut adalah apa yang diketahui class sebagai

karakteristik objek, dan metode (juga disebut operasi) adalah apa yang kelas tahu

tentang bagaimana melakukan sesuatu.


37

Operasi adalah bagian kecil dari kode yang bekerja dengan atribut.

Diagram kelas mungkin hanya menunjukkan nama kelas; atau nama dan atribut

kelas; atau kelas nama, atribut, dan metode (Kendall, 2010). Berikut ini adalah

symbol-simbol dalam class diagram:

Tabel 2.4 Simbol-simbol dalam Class Diagram (Kendall, 2010)

Simbol Keterangan

Package Package merupakan sebuah bungkusan dari satu atau


lebih kelas.

Operasi Kelas pada struktur sistem

Antar muka / Interface Sama dengan konsep interface dalam pemrograman


berorientasi objek.

Assosisasi Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi


biasanya juga disertai dengan multiplicity
38

Assosisasi Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi


biasanya juga disertai dengan multiplicity

Assosiasi berarah / directed Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu

assosiation digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya juga


disertai dengan multiplicity.

Generalisasi Relasi antar kelas dengan makna generalisasi –


spesialisasi (umum-khusus)

Kebergantungan / defency Relasi antar kelas dengan makna kebergantungan antar


kelas

Agregasi Relasi antar kelas dengan makna semua-bagian (whole-


part)

2.8.4 Sequence Diagram

Sequence Diagram dapat menggambarkan suksesi interaksi antara kelas

atau instance objek. Sequence Diagram sering digunakan untuk menggambarkan

pengolahan yang dijelaskan dalam skenario use case. Dalam prakteknya, Sequence

Diagram berasal dari analisis use case dan digunakan dalam sistem desain untuk

mendapatkan interaksi, hubungan, dan metode objek dalam sistem. Sequence


39

Diagram digunakan untuk menunjukkan keseluruhan pola aktivitas atau interaksi

dalam use case. Setiap skenario use case dapat membuat satu Sequence Diagram,

meskipun Sequence Diagram tidak selalu diciptakan untuk skenario kecil (Kendall,

2010)

Berikut beberapa elemen dari Diagram Sequence dan tampilan stereotipnya

(Sparx Systems Pty.Ltd.,no date):

• Aktor - Sebuah instance dari seorang aktor saat runtime.

• Lifeline - Elemen Objek dengan Lifeline stereotip.

• Batas - Merupakan layar antarmuka pengguna atau perangkat input / output.

• Entity - Unsur yang gigih - biasanya diimplementasikan sebagai tabel atau

elemen database.

• Kontrol - Komponen aktif yang mengontrol pekerjaan apa

yang akan dilakukan, kapan dan bagaimana

Gambar 2.2 Simbol-simbol dalam Sequence Diagram (Kendall, 2010)


40

2.9 Normalisasi

Normalisasi adalah transformasi pandangan pengguna yang kompleks dan

penyimpanan data ke sekumpulan yang lebih kecil, struktur data yang stabil. Selain

menjadi lebih simpel dan stabil, struktur data dinormalisasi agar lebih mudah

dipelihara dibanding struktur data lainnya (Kendall, 2010).

2.9.1 Tahapan Normalisasi

Dimulai dengan tampilan pengguna atau penyimpanan data yang

dikembangkan untuk kamus data, analis untuk menormalkan struktur data ada

dalam tiga tahap. Setiap langkah melibatkan sebuah prosedur penting, yang

menyederhanakan struktur data. Relasi yang berasal dari tampilan pengguna atau

penyimpanan data kemungkinan besar tidak akan dikenali. Itu tahap pertama dari

proses ini mencakup menghapus semua kelompok yang berulang dan

mengidentifikasi kunci utama. Untuk melakukannya, relasi perlu dipecah menjadi

dua atau lebih relasi. Pada titik ini, hubungan Mungkin sudah dari bentuk normal

ketiga, tapi kemungkinan langkah lebih akan diperlukan untuk mengubahnya

hubungan ke bentuk normal ketiga. Langkah kedua memastikan bahwa semua

atribut nonkey sepenuhnya bergantung pada primary key. Semua Sebagian

dependensi dihapus dan ditempatkan dalam relasi lain. Langkah ketiga

menghilangkan ketergantungan transitif. Ketergantungan atransitif adalah satu di

mana Atribut nonkey bergantung pada atribut nonkey lainnya (Kendall, 2010)
41

Gambar 2.3 Tahapan Normalisasi (Kendall, 2010)

1. Bentuk Normal Pertama (1NF)

Langkah pertama dalam menormalisasi sebuah relasi adalah dengan

menghapus kelompok yang berulang (repeating groups). Dalam contoh

kita, relasi SALES- REPORT akan dibagi menjadi dua relasi yang terpisah

Gambar 2.4 Contoh data SALES-REPORT (Kendall, 2010)


42

Gambar atas menunjukkan bagaimana hubungan SALES-REPORT

yang asli dan tidak disengaja dinormalisasi dengan memisahkan relasinya

menjadi dua relasi baru. Perhatikan bahwa hubungan SALESPERSON

berisi kunci utama SALESPERSON-NUMBER dan semua atribut yang

tidak berulang (SALESPERSON-NAME dan SALES-AREA).

Relasi kedua, SALESPERSON-CUSTOMER, berisi primary key

dari relasi SALESPERSON (kunci utama SALESPERSON adalah

SALESPERSON-NUMBER), dan juga semua atribut yang merupakan

bagian dari grup yang berulang (CUSTOMER-NUMBER, CUSTOMER-

NAME, WAREHOUSE-NUMBER, WAREHOUSE-LOCATION, dan

SALES-AMOUNT).

Mengetahui SALESPERSON-NUMBER tidak secara otomatis

berarti itu anda akan tahu CUSTOMER- NAME, SALES-AMOUNT,

WAREHOUSE-LOCATION dan sebagainya. Dalam relasi ini, seseorang

harus menggunakan kunci bersambung (untuk keduanya yaitu

SALESPERSON-NUMBER dan CUSTOMER-NUMBER) untuk

mengakses seluruh informasi. Ini sangat mungkin untuk menuliskan

relasinya seperti berikut:

dan sebagainya. Dalam relasi ini, seseorang harus menggunakan

kunci bersambung (untuk keduanya yaitu SALESPERSON-NUMBER dan

CUSTOMER-NUMBER)

untuk mengakses seluruh informasi. Ini sangat mungkin untuk

menuliskan relasinya seperti berikut:


43

(SALESPERSON NUMBER,
SALESPERSON SALESPERSON-NAME,
SALES AREA)

(SALESPERSON-NUMBER,
CUSTOMER-NUMBER,
SALESPERSON- CUSTOMER-NAME,
CUSTOMER WAREHOUSE-NUMBER,
WAREHOUSE-LOCATION,
SALES-AMOUNT)

Relasi awal SALES-REPORT kini diubah menjadi dua yaitu

SALESPERSON (3NF) and SALESPERSON- CUSTOMER (1NF)

seperti gambar di bawah ini

Gambar 2.5 Tahap Normalisasi Pertama (Kendall, 2010)


44

2. Bentuk Normal Kedua (2NF)

Dalam bentuk normal kedua, semua atribut akan berfungsi secara

fungsional tergantung pada primary key. Oleh karena itu, langkah

selanjutnya adalah menghapus semua ketergantungan sebagian atribut dan

tempatkan mereka dalam relasi lain. Relasi di bawah menunjukkan

bagaimana hubungan SALESPERSON-CUSTOMER dibagi menjadi dua

hubungan baru: SALES and CUSTOMER- WAREHOUSE.

(SALESPERSON-NUMBER,
SALES CUSTOMER-NUMBER, SALES-
AMOUNT)

(CUSTOMER-NUMBER,
CUSTOMER- CUSTOMER-NAME,
WAREHOUSE WAREHOUSE-NUMBER,
WAREHOUSE-LOCATION)
45

Gambar 2.6 Tahap Normalisasi Kedua (Kendall, 2010)

3. Bentuk Normal Ketiga (3NF)


Suatu relasi termasuk ke dalam bentuk normal ketiga jika

semua atribut yang bukan merupakan kunci utama memiliki

ketergantungan fungsional secara penuh kepada kunci utamanya dan

tidak ada yang memiliki ketergantungan transitif dimana atribut bukan

kunci tergantung kepada atribut bukan kunci yang lainnya. Jika dilihat

pada contoh table CUSTOMER-WAREHOUSE maka akan dibagi

menjadi dua table yaitu sebagai berikut:


46

(CUSTOMER-NUMBER,
CUSTOMER CUSTOMER-NAME,
WAREHOUSE-NUMBER)

(WAREHOUSE-NUMBER,
WAREHOUSE WAREHOUSE-
LOCATION)

Gambar 2.7 Tahap Normalisasi Ketiga (Kendall, 2010)

2.9 Database

(Oetomo, 2006), sebagai kumpulan informasi yang terintegrasi,

diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan

kembali. Karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya.

Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang dibutuhkan

dalam sistem sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik.

Desain database perlu dilakukan untuk menghindari pengulangan data.


47

Adapun hierarki database adalah sebagai berikut :

Gambar 2.8 Hierarki Database (Oetomo, 2006)

Dari gambar di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Database yaitu kumpulan dari beberapa file/ tabel yang saling berhubungan

antara file yang satu dengan file yang lain.

2. File yaitu kumpulan dari record yang saling berkaitan dan memiliki format

field yang sama dan sejenis.

3. Record yaitu kumpulan dari field yang menggambarkan suatu unit data

individu tertentu.

4. Field yaitu suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data

nilai record sebuah field.

5. Byte yaitu atribut dari field yang berupa karakter yang membentuk nilai dari

sebuah field.

Bit yaitu bagian terkecil dari data secara keseluruhan yaitu huruf karakter

ASCII (American Standard Code From Information Interchange) nol atau satu yang

merupakan komponen pembentuk byte.


48

2.10 Bahasa Pemograman

2.11.1 PHP

PHP (akronim dari PHP: Hypertext Preprocessor) adalah bahasa

pemrograman yang dirancang untuk membangun aplikasi web. Ketika dipanggil dari

web browser, program yang ditulis dengan PHP dan akan di-parsing di dalam web

server oleh interpreter PHP dan diterjemahkan ke dalam dokumen HTML, yang

selanjutnya akan ditampilkan kembali ke web browser (Raharjo, Heryanto, &

Rosdiana, 2014).

2.11.2 HTML

HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa yang digunakan

untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam

sebuah internet browser. HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas

untuk menampilkan halaman web.

HTML5 adalah standar baru dari HTML. HTML5 didesain untuk memenuhi

hampir semua kebutuhan user tanpa plugin tambahan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut

antara lain menampilkan animasi, menjalankan aplikasi, memutar music dan film.

HTML5 juga cross-platform. Itu artinya dapat dijalankan di berbagai platform dan

device seperti smartphone, tablet, netbook, laptop bahkan smart TV (Hidayatullah &

Kawistara, 2013).

2.11.3 MySQL

MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal dan

banyak digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database

sebagai sumber dan pengelolaan datanya. MySQL bersifat open source dan free (tidak
49

perlu membayar untuk menggunakannya) pada berbagai platform, MySQL

merupakan database yang pertama kali didukung oleh bahasa pemrograman script

untuk internet (PHP dan Perl) (Arief, 2011).

2.11 Arcgis

ESRI (Environmental System Research Institute) yang berpusat

di Redlands, California, adalah salah satu perusahaan yang mapan dalam

pengembangan perangkat lunak untuk GIS. Memulai debutnya dengan produk

ArcInfo 2.0 pada awal 1990 an, ESRI terus memperbaiki produknya

untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dalam pengelolaan sumberdaya alam

dan lingkungan.

Dengan bervariasinya kalangan pengguna GIS, software ArcGIS yang

diproduksi oleh ESRI mencakup penggunaan GIS pada berbagai skala:

1. ArcGIS Desktop, ditujukan untuk pengguna GIS professional

(perorangan maupun institusi)

2. ArcObjects, dibuat untuk para developer yang selalu ingin membuat

inovasi dan pengembangan

3. Server GIS (ArcIMS, ArcSDE, lokal), dibuat bagi pengguna

awam yang mengumpulkan data spasial melalui aplikasi di internet

4. Mobile GIS, diciptakan bagi pengguna GIS yang dinamis, software

ini mengumpulkan data lapangan ArcGIS


50

Desktop adalah jenis produk yang paling banyak digunakan oleh pengguna

GIS. Selanjutnya didalam ArcGIS Desktop terdapat beberapa paket modul dengan

fungsi yang berbeda-beda yaitu:

a. ArcCatalog

b. ArcMap

c. ArcToolbox

d. ArcGlobe

e. ArcScene

f. ArcReader

g. Dekstop Administrato

2.12 Teknik Pengujian Software

Tujuan dari pengujian adalah untuk menemukan kesalahan dan merupakan

sebuah tes yang bagus di mana dalam pengujian ini memiliki kemungkinan besar

untuk menemukan kesalahan. Karena itu seorang perekayasa perangkat lunak

(software engineer) seharusnya merancang dan mengimplementasikan sistem dasar

komputer atau produk dengan “kemampuan uji” pada pikirannya. Pada saat yang

sama, pengujian itu sendiri harus menunjukkan seperangkat karakteristik yang

mencapai tujuan untuk menemukan sebagian besar error dengan usaha yang

minimum. Pada penelitian ini, pengujian yang dipakai adalah metode blackbox

testing.
51

2.13.1 Black Box

Menurut (Pressman & Maxim, 2015), black box testing juga disebut

pengujian tingkah laku, memusat pada kebutuhan fungsional perangkat lunak.

Teknik pengujian black box memungkinkan memperoleh serangkaian kondisi

masukan yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu

program. Beberapa jenis kesalahan yang dapat diidentifikasi adalah fungsi tidak

benar atau hilang, kesalahan antar muka, kesalahan pada struktur data (pengaksesan

basis data), kesalahan performasi, kesalahan inisialisasi dan akhir program.


3. BAB 3

METODOLOGI_PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Berikut merupakan tempat dan waktu penelitian dalam penelitian ini:

Tempat Penelitian : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pada


Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas
Lingkungan Hidup.
Alamat : Jl. Iskandar Muda No. 45 Neglasari 15129
Kota Tangerang
Waktu Penelitian : Oktober 2017 – November 2017

3.2 Data dan Perangkat Penelitian

a. Data Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Data Sekolah Adiwiyata Kota Tangerang 2017

2. Buku Petunjuk Praktis Program Adiwiyata

3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05

Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata

b. Perangkat Penelitian

Perangkat yang digunakan pada penelitian ini adalah:

1. Hardware atau perangkat keras :

a. Satu unit Laptop dengan spesifikasi sebagai berikut :

1). Processor Intel Core i5 – 7200U CPU @ 2.71 GHz

2). RAM 4 GB

52
53

3). VGA Nvidia Geforce 930mx 2GB

2. Software atau perangkat lunak :

a. Sistem Operasi : Windows 10

b. Tools perancangan sistem : Star UML

c. IDE (Integrated Development Environment): XAMPP sebagai

aplikasi server

d. Tools perancangan mock up : Balsamiq Mockups for Windows

3.5.4

e. Sisi server konten:

1. Bahasa Pemrograman : Hypertext Preprocessor (PHP)

2. Database : MySQL

3. Format data : Keyhole Markup Languange (.kml/ .kmz)

f. Sisi web application: Google Chrome

3.3 Metodologi Pengumpulan Data

Dalam penyusunan laporan penelitian ini diperlukan data-data serta

informasi yang lengkap sebagai bahan yang dapat mendukung kebenaran materi

uraian dan pembahasan. Penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data

dalam penyusunan laporan penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, studi pustaka

dan studi literatur. Berikut berikut penjelasanya:

3.3.1 Observasi

Pengumpulan data secara observasi dilakukan dengan mengunjungi

langsung tempat dilaksanakannya penelitian, yaitu Dinas Lingkungan Hidup

(DLH) Kota Tangerang yang dilakukan kurang lebih selama 2 bulan yaitu Oktober
54

2017 sampai November 2017. Peneliti melakukan pengumpulan data dan informasi

Sekolah Program Adiwiyata di Kota Tangerang. Hasil yang dicapai dari

pengumpulan data dan informasi tersebut adalah pengembangan sistem informasi

spasial berbasis web pada sekolah program adiwiyata. Kegiatan pengamatan ini

dilakukan di bawah pengawasan ibu Dra. Eny Nuraeny, M.Si selaku Kepala Bidang

Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup.

3.3.2 Wawancara

Wawancara ini dilakukan secara langsung dengan ibu Dra. Eny Nuraeny,

M.Si selaku Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan

Hidup. Wawancara ini berguna untuk memperoleh data yang diperlukan dalam

pengembangan sistem. Dalam wawancara yang dilakukan diketahui bagaimana alur

sistem informasi itu dilakukan (sistem berjalan).

3.3.3 Studi Pustaka

3.3.3.1 Regulasi

Mengacu kepada pasal 4 ayat (1) Undang-undang nomor 05 Tahun 2013

tentang sekolah adiwiyata “ Program Adiwiyata diikuti oleh : (1) a) Sekolah Dasar

(SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI); b) Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau

Madrasah Tsanawiyah (MTs); c) Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah

Aliyah (MA); dan d)Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah

Kejuruan (MAK). (2) Sekolah atau madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat 1

berstatus negeri atau swasta yang telah terakreditasi. Selain itu, pasal 9 ayat 2

menyebutkan Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan


55

secara berjenjang oleh tim pembina adiwiyata: a). nasional; b). provinsi; dan c.)

kabupaten/kota, sesuai dengan perincian tugasnya.

3.3.3.2 Standarisasi

Menurut Undang-undang nomor 5 tahun 2013 pasal 6 ayat 1 komponen

Adiwiyata meliputi : a). aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, b).

aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan. c). aspek kegiatan sekolah berbasis

partisipatif. d). aspek pengelolaan sarana dan prasarana .

3.3.4 Studi Literatur

Peneliti melakukan pengumpulan data dan membandingkan dengan studi

literatur sejenis yang sudah ada sebagai referensi. Berikut ini adalah penjabaran dari

literatur-literatur sejenis dengan penelitian yang dilakukan :

Tabel 3.1 Studi Literatur

No Judul Tata Cara Penelitian Hasil Sumber


1. Sistem Pendukung 1. Pengumpulan data Hasil dari penelitian Jurusan
Keputusan menggunakan 2 Metode ini adalah sebuah
Informatika,
Menentukan yaitu wawancara sistem yang dapat
Fakultas MIPA,
Kelayakan Program terhadap pihak terkait di menentukan proses
Adiwiyata Pada Badan Pelestarian Program Adiwiyata Universitas
Sekolah Tingkat Lingkungan Hidup dan pada Sekolah tingkat
Jenderal
SMP dengan pengamatan langsung SMP di Kabupaten
Achmad Yani,
Metode Simple (observasi) untuk Bandung
Additive Weighting mengetahui jalannya menggunakan Metode Cimahi Jawa
(SAW) program Adiwiyata. Simple Additive
Barat, 2016
2. pengembangan sistem Weighting. Keluaran
menggunakan Metode dari sistem ini berupa
Simple Additive penilaian kriteria dan
56

Weighting konsep dasar bobot kelayakan


metode SAW mencari Program Adiwiyata
penjumlahaan terbobot Pada sekolah tingkat
dari rating kinerja pada SMP berdasarkan
setiap alternative pada penilaian setiap
semua atribut kriteria Program
Adiwiyata.

2. Sistem Informasi 1. Pengumpulan data Pembuatan sistem Program Studi


menggunakan metode informasi geografis ini
Geografis Pemetaan Teknik
wawancara, studi dilakukan untuk
Sekolah Berbasis Informatika,
pustaka, angket dan memudahkan
Web di Kecamatan kuisioner, kuisioner ini pencarian lokasi Fakultas
diberikan kepada 10 sekolah di kecamatan
Wonodadi Teknologi dan
responden yang akan Wonodadi. Sistem ini
Kabupaten Blitar Informasi,
mencoba sistem dan menampilkan letak
menjawab pertanyaan sekolah dari tingkat Universitas
yang ada dalam angket, sekolah dasar,
Islam Blitar,
tujuannya untuk mencari menengah pertama
2017
tahu tanggapan dan menengah atas.
responden terhadap
sistem yang telah dibuat
2. Pengembangan sistem
menggunakan metode
Data Flow Diagram,
diagram konteks, DFD
Level 1 dan Flowchart
Aplikasi
3. Sistem Informasi 1. Data penelitian yang Hasil penelitian ini Program Studi
diperoleh menggunakan berupa sistem
Pengolahan Nilai Sistem
57

Secara Online beberapa teknik informasi pengolahan Informasi,


pengumpulan data, nilai sekolah secara
Berbasis STIMK Nusa
terdiri dari observasi online (Adiwiyata).
Lingkungan Mandiri, DKI
denganmelakukan sistem informasi
(Adiwiyata) di pengamatan terhadap online ini dapat Jakarta, 2016
aktifitas penilaian dan diakses dimana saja
Kementrian
mengolah datapada calon dan kapan saja, lebih
Lingkungan Hidup
sekolah yang berbasis efektif dan efisien,
lingkungan (Adiwiyata). data tersimpan dengan
Melakukan wawancara aman serta keakuratan
tanya jawab kepada data dalam
pihak terkait yang penyampaian
terlibat dengan sistem. informasi yang berupa
kajian studi pustaka dari laporan
berbagai literatur buku,
jurnal, ebook, melalui
media internet.
2. Pengembangan sistem
menggunakan model
Waterfall meliputi
tahapan analisa
kebutuhan software
dengan mengidentifikasi
dokumen masukan dan
keluaran serta kebutuhan
user interface.
4. Sistem Penilaian 1. penelitian ini Menghasilkan sistem Program Studi
Menuju Sekolah menggunakan 5 usulan penilaian yang cepat Teknik
Adiwiyata sarana dan prasarana dan mempermudah Informatika,
Menggunakan lingkungan sekolah yang pengguna untuk Fakultas
Metode Importance mempunyai nilai pencarian Teknik,
58

Performance terendah, yang pertama permasalahan yang Universitas


Matrix, Oleh yaitu adanya monitoring tepat dengan Nusantara
Shahril Choirul ekosistem menggunakan sistem PGRI Kediri,
Anam (sungai,danau,pantai dll) komputerisasi 2017
sekitar sekolah dengan
presentase 15,3% yang
kedua adalah adanya
pemanfaatan air hujan
yang jatuh dati
atap/talang dengan
presentase 19,23% yang
ketiga adalah pengguna
energi lain selain listrik
dengan presentase 20,2%
yang keempat adalah
adanya kegiatan
observasi dan
pembelajaran dialam
dengan presentase 22,5%
yang kelima adalah
adanya penelitian
sederhana untuk siswa
tentang sumber polusi
dengan presentase
22,74% dari 100
responden.
2. menggunakan metode
Importance Performance
Matrix yang dapat
membantu untuk proses
pegerjaannya. Matrix
59

adalah salah satu metode


yang digunakan untuk
menghitung nilai
penerapan dari sebuah
kusioner untuk
menentukan seberapa
tinggi nilai penerapannya
terhadap sarana dan
prasarana. Dalam
penilaian ini yang di
nilai dalam sistem ini
vadalah Sampah, Energi,
Keanekaragaman hayati,
Air dan Makanan
Minuman.
5. Sistem Informasi 1. Pengumpilan data sistem informasi Jurusan Teknik
Manajemen dilakukan dengan manajemen adiwiyata Informatika,
Adiwiyata Pada observasi langsung pada pada kementerian Teknologi
Kementerian Kementerian lingkungan hidup Informasi,
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup dan republik indonesia Politeknik
Republik Indonesia wawancara terhadap yang dapat membantu Negeri Malang,
pihak terkait sekolah sebagai tolak 2015
2. pengembangan sistem ukur untuk
menggunakan metode mengetahui
Rappid Aplication pencapaian nilai dan
Development RAD jenjang adiwiyata.
Sistem ini dapat
digunakan untuk
jenjang pendidikan
SD, SMP , SMA
sederajat. User dapat
60

mengetahui
pencapaian nilai dan
jenjang adiwiyata
berdasarkan hasil
simulasi adiwiyata
yang mengacu
pada keadaan yang
sebenernya di sekolah
yang melakukan
simulasi adiwiyata.

3.4 Metode Pengembangan Sistem

Proses pengembangan sistem dalam penelitian ini menggunakan metode

Rapid Application Development (RAD).

3.4.1 Fase Requirement Planning

Pada fase ini, peneliti mengidentifikasi kebutuhan sistem yang terkait

dengan pengembangan sistem informasi spasial sekolah program adiwiyata. Tidak

hanya itu, fase ini juga dapat menentukan batasan-batasan untuk sistem yang dibuat,

kendala, serta alternatif masalah. Pada fase ini, peneliti melakukan interaksi secara

langsung pada pihak yang terkait dalam proses dari sistem yang berjalan terutama

dalam hal proses pembuatan sistem informasi spasial Sekolah Program Adiwiyata.

Berikut ini adalah kegiatan yang peneliti lakukan di Requirement Planning :


61

3.4.1.1 Pengumpulan Data dan Syarat-syarat Informasi

Pada tahap ini, peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan

observasi, studi literatur, wawancara dan studi pustaka seperti yang telah

disebutkan di atas. Data tersebut antara lain :

a. Profil Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang

b. Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang

c. Menggambarkan Ruang Lingkup Sistem

3.4.1.2 Analisis Sistem Berjalan

Selanjutnya peneliti menganalisis dan menggambarkan sistem berjalan,

yaitu bagaimana proses pembuatan sistem informasi spasial sekolah program

adiwiyata menggunakan rich picture.

3.4.1.3 Identifikasi Masalah Sistem Bejalan

Peneliti menganalisa dan mengidentifikasi masalah sistem berjalan,

masalah apa saja yang ada dalam proses pembuatan sistem informasi spasial

sekolah program adiwiyata.

3.4.1.4 Analisis Sistem Usulan

Selanjutnya peneliti menganalisa sistem usulan dengan membuat sistem

informasi spasial sekolah program adiwiyata pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH)

Kota Tangerang yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada sistem

berjalan dan digambarkan dalam bentuk rich picture.

3.4.2 Fase Workshop Design

Pada fase ini peneliti melakukan perancangan berorientasi objek (Object-

Oriented) dengan memanfaatkan tools Unified Modeling Language (UML).


62

Adapun dalam fase ini akan dibagai menjadi beberapa tahapan, yaitu desain proses,

desain database, dan desain tampilan (user interface).

Desain proses akan dilakukan dengan pembuatan use case diagram dari

sistem informasi spasial sekolah program adiwiyata yang akan menampilkan tugas-

tugas apa saja yang akan dilakukan dan actor-aktor apa saja yang terlibat, lalu

dilanjutkan dengan narasi use case-nya sebagai penjelas atau penjabaran dari use

case diagram, setelah itu akan dibuat activity diagram dari sistem informasi spasial

sekolah program adiwiyata untuk menunjukkan aliran aktifitas apa saja yang

dilakukan user terhadap sistem dan balasan sistem kepada user, dan setelah itu akan

dibuat class diagram yang berdasarkan pada objek-objek atau class-class potensial

yang ditentukan melalui potensial objek, setelah itu akan dibuat sequence diagram

dari sistem informasi spasial sekolah program adiwiyata yang menjelaskan secara

detail urutan proses yang dilakukan oleh sistem untuk mencapai tujuan dari use

case, interaksi antar class, operasi apa saja yang terlibat, urutan antar operasi dan

informasi yang diperlukan oleh masing-masing operasi.

Tahap berikutnya adalah desain database yang terdiri dari skema database

dan spesifikasi database dari sistem informasi spasial sekolah program adiwiyata.

Selanjutnya setelah ketiga tahap di atas selesai, peneliti akan membuat

rancangan front-end melalui visual User Interface (UI) sebagai gambaran tampilan

sistem informasi spasial sekolah program adiwiyata yang akan dibuat

3.4.3 Fase Implementasi

Pada fase ini aktivitas yang dilakukan adalah pemrograman (coding)

menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML dan CSS serta database


63

menggunakan MySQL dan pengujian aplikasi dengan metode black-box testing.

Dengan selesainya tahap ini, maka berakhirlah pengembangan sistem informasi

spasial sekolah program adiwiyata.

3.5 kerangka Berpikir

Dalam melakukan penelitian ini peneliti melakukan tahapan-tahapan

kegiatan dengan mengikuti rencana kegiatan yang tertuang dalam kerangka

penelitian meliputi metode pengumpulan data dan metode pengembangan sistem

yang dapat dilihat pada gambar 3.5 berikut :


64

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian


4. BAB 4

PEMBAHASAN

4.1 Requirement Planning

Pada fase ini, peneliti memahami mengapa sistem informasi pemetaan

Sekolah Program Adiwiyata ini harus dibangun. Dimulai dengan mencari tahu

gambaran umum dari perusahaan dan memahami permintaan sistem.

4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan

Peneliti mengumpulkan informasi tentang gambaran umum Dinas

Lingkungan Hidup Kota Tangerang untuk kebutuhan perancangan sistem.

4.1.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

Pemerintah Kota Tangerang terbentuk berdasarkan Undang – undang No.2

tahun 1993 tentang pembentukan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II

Tangerang .

Penanganan masalah Lingkungan Hidup yang ada secretariat Pemerintah

Kota Tangerang. Kemudian pada tahun 2000 bagian Lingkungan Hidup di

kembangkan, berubah nomenkelatur menjadi Bapedalda (Badan Pengendalian

Dampak Lingkungan Daerah). Dengan adanya Otonomi Daerah berdasarkan Perda

No. 12 tahun 2000 pada januari 2001 menjadi Dinas Lingkungan Hidup Kota

Tangerang yang merupakan Dinas Teknis pada Pemerintah Kota Tangerang yang

membidangi masalah Lingkungan Hidup secara umum. Sesuai dengan peraturan

Daerah Kota Tangerang Momor 6 tahun 2008 tentang pembentukan dan susunan

organisasi lembaga teknis daerah, Dinas Lingkungan Hidup berubah nomenkelatur

65
66

menjadi Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang mana susunan organisasi dan

tata kerjanya diatur berdasarkan Peraturan Walikota Tangerang Nomor 41 tahun

2008 tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengendalian lingkungan hidup, Badan

Pengendalian Lingkungan hidup berubah nomenkelatur menjadi badan lingkungan

hidup berdasarkan peraturan daerah nomor 82 tahun 2014 tentang susunan organisasi

dan tata kerja (SOTK), dan peraturan walikota tangerang nomor 13 tahun 2015

tentang organisasi perangkat daerah (OPD). Badan lingkungan hidup berubah

nomenkelatur menjadi dinas lingkungan hidup berdasarkan peraturan daerah nomor

8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah dan peraturan

walikota tangerang nomor 68 tahun 2016 tentang kedudukan, susunan organisasi dan

fungsi serta tata kerja dinas lingkungan hidup kota tangerang.

4.1.1.2 Visi dan Misi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang

a. Visi

“TERWUJUDNYA DLH KOTA TANGERANG YANG HANDAL DAN

PROAKTIF DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN

LINGKUNGAN HIDUP”

b. Misi

a) Meningkatkan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

yang terintegrasi

b) Mewujudkan Peningkatan Peran dan Partisipasi Masyarakat.

c) Mewujudkan Penataan dan Penegakkan Hukum Lingkungan.

d) Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Data Serta

Penyediaan Informasi Lingkungan.


67

e) Meningkatkan Pengendalian Pencemaran dan/ atau kerusakan

Lingkungan Hidup dalam rangka pelestarian lingkungan hidup.

4.1.1.3 Tugas Pokok dan Fungsi

a. Tugas

Dinas Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok merumuskan,

menyelenggarakan, membina dan mengevaluasi penyusunan dan pelaksanaan

kebijakan daerah pada bidang urusan lingkungan.

b. Fungsi :

merumuskan kebijakan teknis dalam bidang lingkungan hidup;

1. merumuskan kebijakan teknis dalam bidang lingkungan hidup;

2. penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah dan pelayanan umum

bidang lingkungan hidup;

3. pengawasan dan pembinaan tugas bidang lingkungan hidup;

4. pengelolaan administrasi kesekretariatan; dan

5. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas

dan fungsinya
68

4.1.1.4 Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup

Berikut ini adalah struktur organisasi dari Dinas Lingkungan hidup Kota

tangerang :

Gambar 4.1 Struktur Organisasi DLH Kota Tangerang


(Sumber : DLH Kota Tangerang)

1. Tugas Pokok Kepala Bidang Tata Lingkungan

a) perumusan kebijakan teknis Kajian Dan Informasi Lingkungan Hidup,

Analisis Dampak Lingkungan Hidup, serta Kemitraan dan Peningkatan

Kapasitas Lingkungan Hidup;

b) Perumusan perencanaan lingkungan dan instrument pencegahan pencemaran

dan perusakan lingkungan ;

c) pelaksanaan program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya

alam dan lingkungan hidup;

d) penyusunan, pelaksanaan, pengorganisasian dan evaluasi Standar Operasinal

Prosedur (SOP) kegiatan bidang;


69

e) pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Kajian Dan Informasi Lingkungan

Hidup, Analisis Dampak Lingkungan Hidup, serta Kemitraan dan Peningkatan

Kapasitas Lingkungan Hidup;

f) pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

2. Tugas Pokok Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan

a) penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis pengembangan kemitraan dan

peningkatan kapasitas lingkungan hidup;

b) penyusunan bahan kebijakan pengakuan keberadaan masyarakat hukum adat,

kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan lokal atau

pengetahuan tradisional dan hak MHA terkait dengan Perlindungan dan

Pengelolaan Lingkungan Hidup;

c) penyusunan bahan kebijakan penilaian serta pemberian penghargaan LH

tingkat kabupaten;

d) penyusunan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi pengembangan

kemitraan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup;

e) penyusunan materi penyuluhan lingkungan hidup bagi masyarakat serta

hubungan kerjasama dan pola kemitraan dibidang lingkungan hidup;

f) penyusunan dukungan program pemberian penghargaan tingkat Kota

g) pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Kemitraan dan

Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup;

h) pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.


70

Gambar 4.2 Struktur Organisasi Bagian Adiwiyata Kota Tangerang

3. Tugas Pokok Bagian Program Adiwiyata kabupaten/kota :

a) Mengembangkan/ Melaksanakan program adiwiyata tingkat Kabupaten/Kota

b) Sosialisasi program adiwiyata kepada sekolah

c) Bimbingan teknis kepada sekolah

d) Membuat Pilot project untuk 4 satuan pendidikan yang berbeda (SD, SMP,

SMA, SMK) setiap Kabupaten/Kota

e) Menetapkan penghargaan sekolah ADIWIYATA tingkat Kabupaten/ Kota

f) Melakukan Evaluasi dan pelaporan keterlaksanaan program ADIWIYATA

kepada Bupati/Walikota tembusan kepada Badan Lingkungan Hidup Propinsi .


71

4.1.2 Analisis Sistem Berjalan

Gambar 4.3 Rich Picture Sistem Berjalan

4.1.2.1 Narasi Sistem Berjalan

1. Tenaga Administrasi sekolah melakukan pengajuan untuk mengikuti program

adiwiyata.

2. Staff menerima pengajuan adiwiyata dan memberikan jadwal pembinaan dan

penilaian Adiwiyata

3. Staff dan tim adiwiyata Melakukan pembinaan dilapangan kepada sekolah

yang mengikuti program adiwiyata.


72

4. Setelah dilakukan pembinaan dan di beri waktu untuk melengkapi indikator

atau persyaratan sebagai sekolah adiwiyata, Staff dan tim adiwiyata melakukan

penilaian kepada Sekolah, penilaian sarana prasarana, penilaian dokumen

adiwiyata .

5. Staff mengelola dokumen adiwiyata sekolah

6. Selanjutnya staff dan tim adiwiyata melaporkan dokumen yang sudah diberi

penilaian kepada Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan

7. kepala Seksi Perencanaan lingkungan melakukan verifikasi terhadap dokumen

adiwiyata.

8. kepala Seksi Perencanaan lingkungan memberikan dokumen kepada Kepala

Bidang Tata Lingkungan.

9. Kepala Bidang Tata lingkungan melakukan validasi terhadap dokumen

Adiwiyata.

10. Kepala Bidang Tata Lingkungan menerbitkan SK Sekolah Adiwiyata.

4.1.2.2 Analisa Sistem Berjalan

Kelebihan Sistem Berjalan

a) Pengguna terkait dapat bertanya kepada Tim Adiwiyata perihal

informasi tentang program Adiwiyata secara langsung dan

mendapatkan penjelasan dari Tim Adiwiyata dengan baik dan jelas.

Kekurangan Sistem Bejalan

a) Sekolah harus datang langsung ke tim Adiwiyata untuk melakukan

pengajuan dan melaporkan dokumen program Adiwiyata.


73

b) Segala bentuk verifikasi dan validasi data dilakukan dalam bentuk

dokumen fisik.

4.1.2.3 Identifikasi Masalah

Setelah melihat dari sistem berjalan saat ini, terdapat beberapa masalah

pokok yang dihadapi oleh pihak perusahaan, di antaranya adalah :

1. Belum adanya sistem untuk mepermudah proses pengajuan dan pelaporan

dokumen Adiwiyata yang sudah dilakukan penilaian oleh tim adiwiyata

kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang .

2. Belum adanya informasi tentang penjadwalan pembinaan dan penilaian tim

Adiwiyata kepada pihak sekolah .

3. Belum tersedianya media yang mampu menampilkan data sekolah-sekolah

yang sudah mengikuti Program Adiwiyata.


74

4.1.3 Analisis Sistem Usulan

Gambar 4.4 Rich Picture Sistem usulan

4.1.3.1 Narasi Sistem Usulan

1. Tenaga Administrasi Sekolah dapat melakukan registrasi mengikuti program

adiwiyata

2. Staff Adiwiyata mengelola regisrtasi sekolah untuk mengikuti program

adiwiyata

3. Staff Adiwiyata memberikan jadwal pembinaan dan penilaian kepada sekolah

melalui sistem yang sudah tersedia

4. Tenaga Administrasi Sekolah dapat melihat jadwal pembinaan dan penilaian

program adiwiyata di dalam sistem


75

5. Staff dan tim adiwiyata melakukan pembinaan dengan waktu yg sudah di

jadwalkan pada setiap sekolah

6. Staff dan tim adiwiyata melakukan penilaian ke Sekolah

7. Staff dan tim adiwiyata melakukan upload dokumen Adiwiyata yang sudah

dilakukan penilaian.

8. Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan

dapat membaca data sekolah

9. Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan melakukan verifikasi terhadap

dokumen adiwiyata yang telah tersedia dalam sistem

10. Kepala bidang Tata lingkungan melihat dokumen yang sudah di verifikasi dan

melakukan validasi di dalam sistem.

11. Staff adiwiyata mengupload citra adiwiyata ke dalam sistem

12. Setelah semua data sudah valid sekolah dapat mendownload sk yang sudah

diterbitkan di dalam sistem

13. Staff adiwiyata dapat mengelola informasi di dalam sistem yang sudah tersedia

14. Tenaga Administrasi Sekolah dapat membaca informasi pada sistem

15. Admin dapat mengelola data pengguna

16. Publik dapat melihat informasi

4.2 Workshop Design

Workshop design adalah tahapan dimana peneliti akan memberikan

informasi mengenai rancangan sistem yang diajukan guna menanggulangi

permasalahan-permasalahan sistem yang telah disebutkan sebelumnya.


76

4.2.1 Desain Proses

Pada tahap desain proses akan menjelaskan bagaimana proses perancangan

sistem yang diusulkan dibuat dimulai dari use case diagram yang menjelaskan

aktifitas apa saja yang dilakukan seperti identifikasi aktor, identifikasi use case,

perancangan use case, use case narrative (narasi use case), activity diagram yang

menjelaskan alur sebuah aktivitas pada sistem yang akan diusulkan, class diagram

yang menjelaskan objek-objek apa saja yang terlibat pada sistem dan sequence

diagram yang mengambarkan perilaku user terhadap sistem, berikut adalah

penjelasan tahap-tahap tersebut:

4.2.1.1 Perancangan Use Case Diagram

Use Case Diagram menjelaskan aktivitas apa saja yang dapat sistem lakukan

dan siapa saja user yang terlibat dalam aktivitas tersebut.

a. Identifikasi Actor

Tabel 4.1 Identifikasi Actor

No Aktor Penjelasan

1. Admin Orang yang mempunyai akses di seluruh fitur untuk

menjaga data yang masuk dan keluar.

2. Staff Adiwiyata Orang yang mengelola data lokasi Sekolah Program

Adiwiyata, data tingkatan Adiwiyata, Kelola

informasi, Kelola Pengajuan dan Kelola Dokumen.

3. Kepala Seksi Orang yang membaca data lokasi Sekolah Program

Perencanaan Adiwiyata, membaca informasi serta memiliki akses

Lingkungan untuk melakukan verifikasi terhadap data yang ada.


77

4. Kepala Bidang Orang yang membaca data lokasi Sekolah Program

Tata Lingkungan Adiwiyata, membaca informasi serta memiliki akses

untuk melakukan validasi terhadap data yang telah

diverifikasi sebelumnya.

5. Tenaga yang memiliki akses pengajuan Program Adiwiyata,

Administrasi melihat data lokasi Sekolah Program Adiwiyata,

Sekolah membaca informasi

6. Publik Orang yang hanya memiliki akses untuk melihat

informasi dan data dalam bentuk peta.

b. Identifikasi Usecase

Tabel 4.2 Identifikasi Usecase

No Usecase Penejelasan Aktor

1 Login Use case ini menggambarkan Admin, Staff

kegiatan memasukkan username Adiwiyata, Kepala

dan password untuk masuk ke Seksi Perencanaan

dalam sistem. Lingkungan, Kepala

Bidang Tata

Lingkungan, Sekolah

2 Kelola Data Use case ini menggambarkan Admin

User kegiatan mengelola data

pengguna sistem.
78

3 Registrasi Use case ini menggambarkan Tenaga Administrasi

kegiatan melakukan registrasi Sekolah

untuk mendaptkan user login

4 Verifikasi Use case ini menggambarkan Staff Adiwiyata

Registrasi kegiatan menyetujui

kelengkapan Registrasi sekolah

Program Adiwiyata

5 Kelola Jadwal Use case ini menggambarkan Admin, Staff

kegiatan staff Adiwiyata Adiwiyata

mengelola jadwal pembinaan dan

penilaian kegiatan Adiwiyata

6 Lihat Jadwal Use case ini menggambarkan Sekolah, Staff

kegiatan membaca jadwal Adiwiyata, Kepala

pembinaan dan penilaian Seksi Perencanaan

program Adiwiyata lingkungan, Kepala

Bidang Tata

Lingkungan

7 Upload Use case ini menggambarkan Staff Adiwiyata

Dokumen kegiatan Staff adiwiyata

melakukan upload dokumen

adiwiyata.
79

8 Verifikasi Use case ini menggambarkan Kepala Seksi

Dokumen kegiatan memverifikasi dokumen Perencanaan

adiwiyata lingkungan

9 Validasi Use case ini menggambarkan Kepala Bidang Tata

Dokumen kegiatan memvalidasi dokumen Lingkungan

Adiwiyata

10 Kelola tingkat Use case ini menggambarkan Admin, Staff

sekolah kegiatan mengelola data tingkat Adiwiyata

sekolah

11 Kelola tingkat Use case ini menggambarkan Admin, Staff

adiwiyata kegiatan mengelola data tingkat Adiwiyata

adiwiyata

12 Kelola data Use case ini menggambarkan Admin, Staff

UPT kegiatan mengelola data sekolah Adiwiyata

perUPT

13 Lihat Lokasi Use case ini menggambarkan Sekolah, Staff

Sekolah kegiatan membaca data lokasi Adiwiyata, Kepala

Adiwiyata sekolah adiwiyata. Seksi Perencanaan

lingkungan, Kepala

Bidang Tata

Lingkungan, publik
80

14 Update citra Use case ini menggambarkan Staff Adiwiyata

Adiwiyata kegiatan mengupdate foto

kegiatan adiwiyata

15 Lihat citra Use case ini menggambarkan Sekolah, Staff

Adiwiyata kegiatan membaca kegiatan Adiwiyata, Kepala

sekolah adiwiyata Seksi Perencanaan

lingkungan, Kepala

Bidang Tata

Lingkungan, Publik

16 Kelola Use case ini menggambarkan Admin, Staff

Informasi kegiatan mengelola Informasi. Adiwiyata

17 Lihat Use case ini menggambarkan Sekolah, Staff

Informasi kegiatan membaca Informasi. Adiwiyata, Kepala

Seksi Perencanaan

lingkungan, Kepala

Bidang Tata

Lingkungan, publik

18 Logout Use case ini menggambarkan Admin, Sekolah, Staff

kegiatan keluar dari sistem. Adiwiyata, Kepala

Seksi Perencanaan

Lingkungan, Kepala

Bidang Tata

Lingkungan,
81

c. Use Case Diargam

Gambar 4.5 Usecase Diagram


82

Keterangan Gambar:

Dalam use case diagram di atas, terdapat 6 aktor yang terlibat dalam Sistem

Informasi Spasial Berbasis Web Sekolah program Adiwiyata yang berstudi kasus di

Kota Tangerang yaitu Admin, Staff Adiwiyata, Kepala Bidang Tata lingkungan,

Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan, Sekolah dan Publik. Terdapat 18 use case

dimana setiap user memiliki hak akses yang berbeda-beda seperti digambarkan di

atas

d. Narasi Use Case

Use case narrative merupakan pemaparan tentang kegiatan yang dilakukan

oleh actor dan respon yang diberikan oleh sistem sesuai dengan yang terjadi pada

Sistem Informasi Spasial Berbasis Web Sekolah program Adiwiyata yang berstudi

kasus di Kota Tangerang yang dirancang ini. Table berikut dibawah ini merupakan

use case narrative dari Sistem Informasi Spasial Berbasis Web Sekolah Program

Adiwiyata

1. Use Case Narrative Login

Tabel 4.3 Use Case Narrative Login

Use case name Login


Use case ide 01
Actor Admin, Staff Adiwiyata, Kepala Bidang Tata
Lingkungan, Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan,
Tenaga Administrasi Sekolah
Description Use case ini menggambarkan kegiatan memasukkan
username dan password untuk masuk ke dalam sistem.
Pre Condition -
83

Typical course of events Actor action System response


1. Membuka halaman 2. Menampilkan
Utama halaman utama

3. Memilih menu Login 4. Menampilkan Form


Login
5. Mengisi Username dan

Password

6. Klik tombol Login 7. Menampilkan


Halaman utama jika
username dan
password sesuai
Alternate courses 7. Jika Username dan Password tidak sesuai maka
sistem menampilkan halaman login
Conclusion Use case ini dibuat untuk masuk ke dalam sistem.

Post condition -

2. Use Case Narrative Kelola Data User


Tabel 4.4 Use Case Narrative Kelola Data User

Use case name Kelola Data User

Use case ide 02

Actor Admin

Description Use case ini menggambarkan kegiatan mengelola data


pengguna sistem.
Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response


1. Memilih Menu User 2. Menampilkan data
User
84

3. Memilih tombol tambah 4. Menampilkan form


Input
5. Mengisi data user
6. Klik submit 7. Menyimpan data ke
dalam Database
8.Menampilkan
notifikasi Success
Alternate courses 3a. Klik tombol ubah untuk merubah data user

sebelumnya

3b. Klik tombol hapus untuk menghapus data

data user sebelumnya

8. Jika gagal maka sistem akan menampilkan


notifikasi gagal
Conclusion Use case ini dibuat untuk memfasilitasi user untuk
megelola data user.
Post condition Data user akan disimpan ke dalam Database.

3. Use Case Narrative Registrasi Adiwiyata


Tabel 4.5 Use Case Narrative Registrasi Adiwiyata

Use case name Registrasi Adiwiyata

Use case ide 03

Actor Tenaga Administrasi Sekolah


85

Description Use case ini menggambarkan kegiatan melakukan

registrasi ke dalam sistem untuk mendapatkan akun

Pre Condition -

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu registrasi 2. Menampilkan


halaman registrasi
3. Mengisi form registrasi
4. Klik submit 5. Menyimpan data ke
dalam Database
6. Menampilkan
notifikasi Success
Alternate courses 6. Jika gagal maka sistem menampilkan notifikasi
Gagal
Conclusion Use case ini dibuat untuk melakukan registrasi untuk

mendapatkan akun

Post condition Registrasi di simpan ke database dan selanjutnya akan

di approve oleh Staff Adiwiyata

4. Use Case Narrative Verifikasi Registrasi


Tabel 4.6 Use Case Narrative Verifikasi Registrasi

Use case name Approve Verifikasi Registrasi

Use case ide 04


86

Actor Staff Adiwiyata

Description Use case ini menggambarkan kegiatan menyetujui

registrasi adiwiyata yang dikirim oleh Sekolah

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu sekolah 2. Menampilkan list


Sekolah
3. Memilih tombol detail 4. Menampilkan data
pada sekolah Registrasi sekolah
5. Memilih verifikasi 6. Menyimpan data
7. Menampilkan
notifikasi sukses
Alternate courses 5. Memilih tombol ‘Tolak’ maka sistem akan
menampilkan notifikasi penolakan dan kembali
menampilkan halaman detail
6. Jika gagal maka sistem menampilkan notifikasi
Gagal
Conclusion Use case ini dibuat untuk menyetujui registrasi yang
dikirim oleh sekolah

Post condition Registrasi Adiwiyata yang disetujui dapat login ke

sistem
87

5. Use Case Narrative Kelola Jadwal


Tabel 4.7 Use Case Narrative Kelola Jadwal

Use case name Kelola jadwal

Use case ide 05

Actor Admin, Staff Adiwiyata

Description Use case ini menggambarkan kegiatan mengelola


Jadwal Pembinaan dan Penilaian Adiwiyata

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu Jadwal 2. Menampilkan data

Sekolah

3. memilih tombol tambah 4. menampilkan tombol

Tambah

5. Memilih sekolah dan

mengisi jadwal

6. Klik submit 7. Menampilkan

notifikasi sukses

Alternate courses 5a. Klik tombol ubah untuk merubah jadwal

sebelumnya

5b. Klik tombol hapus untuk menghapus data

Jadwal sebelumnya.
88

Conclusion Use case ini dibuat untuk memfasilitasi user

mengelola jadwal pembinaan dan penilaian

Post condition Data jadwal akan disimpan ke database dan kemudian


ditampilkan

6. Use Case Narrative Lihat Jadwal


Tabel 4.8 Use Case Narrative Lihat Jadwal

Use case name Lihat Jadwal Pembinaan dan Penilaian

Use case ide 06

Actor Sekolah, Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan,

Kepala Bidang Tata Lingkungan

Description Use case ini menggambarkan kegiatan melihat Jadwal

Pembinaan dan Penilaian

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu jadwal 2. Menampilkan jadwal


Alternate courses -

Conclusion Use case ini dibuat untuk melihat data jadwal

pembinaan dan penilaian

Post condition Menampilkan data jadwal pembinaan dan penilaian

untuk dilihat oleh user


89

7. Use Case Narrative Upload Dokumen Adiwiyata

Tabel 4.9 Use Case Narrative Upload Dokumen Adiwiyata

Use case name Upload Dokumen Adiwiyata

Use case ide 07

Actor Staff Adiwiyata

Description Use case ini menggambarkan kegiatan Sekolah dalam


mengupload dokumen Adiwiyata yang sudah di nilai.

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu sekolah 2. Menampilkan

Data sekolah

3. Memilih tombol 4. Menampilkan menu


dokumen
Dokumen

4. Klik tambah 5. Menampilkan form

Tambah

6.Memilih tingkatan

Adiwiyata

7. Mengupload dokumen

dan mengisi form nilai

8. Klik submit 9.Menyimpan data ke

dalam database
90

10.Menampilkan

notifikasi success

Alternate courses 10.Jika gagal maka sistem akan menampilkan

notifikasi gagal

Conclusion Use case ini dibuat untuk menngapload dokumen


adiwiyata sekolah

Post condition Dokumen Sekolah di simpan ke database dan


selanjutnya akan di verifikasi oleh Kasi

8. Use Case Narrative Verifikasi Dokumen Adiwiyata


Tabel 4.10 Use Case Narrative Verifikasi Dokumen Adiwiyata

Use case name Verifikasi Dokumen Adiwiyata

Use case ide 08

Actor Kepala Seksi Perencanaan lingkungan

Description Use case ini menggambarkan kegiatan memverifikasi

dokumen Adiwiyata

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu sekolah 2. Menampilkan data


Sekolah
3. memilih tombol 4. Menampilkan
Dokumen dokumen yang sudah
91

di upload
5. Memilih “Verifikasi” 7. Menampilkan
notifikasi Success
Alternate courses 5. Jika memilih “tolak” maka sistem akan memberi
notifikasi penolakan
Conclusion Use case ini dibuat untuk memfasilitasi user

melakukan verifikasi dokumen

Post condition Data verifikasi dokumen disimpan ke database dan

akan selanjutkan akan di validasi oleh kabid

9. Use Case Narrative Validasi Dokumen Adiwiyata


Tabel 4.11 Use Case Narrative Validasi Dokumen Adiwiyata

Use case name Validasi Dokumen Adiwiyata

Use case ide 09

Actor Kepala Bidang Tata Lingkungan

Description Use case ini menggambarkan kegiatan memvalidasi


dokumen

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu sekolah 2. Menampilkan data


Sekolah

3. memilih tombol 4. Menampilkan


Dokumen dokumen yang sudah
92

di upload

5. Memilih “Validasi” 7. Menampilkan


notifikasi Success

Alternate courses 5. Jika memilih “tolak” maka sistem akan memberi


notifikasi penolakan

Conclusion Use case ini dibuat untuk memfasilitasi user


melakukan validasi dokumen

Post condition Data validasi dokumen disimpan ke database dan akan


di tampilkan

10. Use Case Narrative Kelola Tingkatan Sekolah


Tabel 4.12 Use Case Narrative Kelola Tingkatan Sekolah

Use case name Kelola tingkatan sekolah

Use case ide 10

Actor Admin, Staff Adiwiyata

Description Use case ini menggambarkan kegiatan mengelola


tingkat sekolah

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu tingkat 2. Menampilkan data

Sekolah Tingkat Sekolah

3. Memilih tombol 4. Menampilkan form

“tambah” tambah data


93

5. Mengisi form

6. Klik submit 7. Menyimpan data

8. Menampilkan

Notifikasi Success

Alternate courses 3a. Klik tombol ubah untuk merubah data tingkat

sekolah sebelumnya

3b. Klik tombol hapus untuk menghapus data

tingkat sekolah sebelumnya.

Conclusion Use case ini dibuat untuk memfasilitasi user membuat,


merubah dan menghapus data tingkat sekolah

Post condition Data tingkat sekolah akan disimpan ke database dan


kemudian ditampilkan

11. Use Case Narrative Kelola Tingkat Adiwiyata

Tabel 4.13 Use Case Narrative Kelola Tingkat Adiwiyata

Use case name Kelola tingkatan adiwiyata

Use case ide 11

Actor Admin, Staff Adiwiyata

Description Use case ini menggambarkan kegiatan mengelola


tingkat adiwiyata

Pre Condition Login


94

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu tingkat 2. Menampilkan data

Adiwiyata Tingkat Adiwiyata

3. Memilih tombol 4. Menampilkan form

“tambah” tambah data

5. Mengisi form

6. Klik submit 7. Menyimpan data

8. Menampilkan

Notifikasi Success

Alternate courses 3a. Klik tombol ubah untuk merubah data tingkat

sekolah sebelumnya

3b. Klik tombol hapus untuk menghapus data

tingkat sekolah sebelumnya

Conclusion Use case ini dibuat untuk memfasilitasi user membuat,


merubah dan menghapus data tingkat adiwiyata

Post condition Data tingkat adiwiyata akan disimpan ke database dan


kemudian ditampilkan

12. Use Case Narrative Kelola Data UPT


Tabel 4.14 Use Case Narrative Kelola Data UPT

Use case name Kelola Data UPT

Use case ide 12


95

Actor Admin, Staff Adiwiyata

Description Use case ini menggambarkan kegiatan mengelola data


sekolah perkecamatan

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu data 2. Menampilkan data

UPT UPT

3. Memilih tombol 4. Menampilkan form

“tambah” tambah data

5. Mengisi form

6. Klik submit 7. Menyimpan data

8. Menampilkan

notifikasi Success

Alternate courses 3a. Klik tombol ubah untuk merubah data UPT

sebelumnya

3b. Klik tombol hapus untuk menghapus data

UPT sebelumnya.

Conclusion Use case ini dibuat untuk memfasilitasi user membuat,


merubah dan menghapus data UPT

Post condition Data UPT akan disimpan ke database dan kemudian


ditampilkan
96

13. Use Case Narrative Lihat Lokasi Sekolah


Tabel 4.15 Use Case Narrative Lihat Lokasi Sekolah

Use case name Lihat Lokasi Sekolah Adiwiyata

Use case ide 13

Actor Admin, Staff Adiwiyata, Kepala Bidang Tata

Lingkungan, Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan,

Tenaga Administrasi Sekolah

Description Use case ini menggambarkan kegiatan melihat data

sekolah adiwiyata

Pre Condition -

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu Sekolah 2. Menampilkan data


Adiwiyata sekolah adiwiyata
Alternate courses -

Conclusion Use case ini dibuat untuk melihat peta lokasi sekolah

adiwiyata

Post condition Menampilkan peta lokasi untuk dilihat oleh user


97

14. Use Case Narrative Update Citra Adiwiyata


Tabel 4.16 Use Case Narrative Update Citra Adiwiyata

Use case name Update Data Citra Sekolah

Use case ide 14

Actor Staff Adiwiyata

Description Use case ini menggambarkan kegiatan melakukan


upload kegiatan adiwiyata

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu sekolah 2. Menampilkan

Data sekolah

3. Memilih tombol 4. Menampilkan menu

Citra Citra

5. Klik tambah 6. Menampilkan form

Tambah

7.Memilih kategori

Adiwiyata

8. Mengupload foto

Kegiatan

9. Klik submit 10.Menyimpan data ke

dalam database
98

11.Menampilkan

notifikasi success

Alternate courses 10.Jika gagal maka sistem akan menampilkan

notifikasi gagal

Conclusion Use case ini dibuat untuk mengupdate kondisi Citra


Sekolah

Post condition Data Citra Sekolah di simpan ke database

15. Use Case Narrative Lihat Citra Adiwiyata


Tabel 4.17 Use Case Narrative Lihat Citra Adiwiyata

Use case name Lihat Citra Adiwiyata

Use case ide 15

Actor Admin, Staff Adiwiyata, Kepala Bidang Tata


Lingkungan, Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan,
Tenaga Administrasi Sekolah, Publik

Description Use case ini menggambarkan kegiatan melihat data


Citra Adiwiyata

Pre Condition -

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu citra 2. Menampilkan data

Citra Adiwiyata
99

Alternate courses -

Conclusion Use case ini dibuat untuk menampilkan data Citra


Adiwiyata

Post condition Menampilkan data citra Adiwiyata untuk dilihat oleh


user

16. Use Case Narrative Kelola Informasi


Tabel 4.18 Use Case Narrative Kelola Informasi

Use case name Kelola Informasi

Use case ide 16

Actor Admin, Staff Adiwiyata

Description Use case ini menggambarkan kegiatan mengelola data


Informasi

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu 2. Menampilkan data

Informasi Informasi

3. Memilih tombol 4. Menampilkan form

“tambah” tambah Informasi

5. Mengisi form

6. Klik submit 7.Menyimpan data ke

dalam Database
100

8. Menampilkan

notifikasi Success

Alternate courses 3a. Klik tombol ubah untuk merubah informasi

sebelumnya

3b. Klik tombol hapus untuk menghapus informasi

Sebelumnya.

Conclusion Use case ini dibuat untuk memfasilitasi user membuat,


merubah dan menghapus informasi

Post condition Data informasi akan disimpan ke database dan


kemudian ditampilkan

17. Use Case Narrative Lihat Informasi

Tabel 4.19 Use Case Narrative Lihat Informasi

Use case name Lihat Informasi

Use case ide 17

Actor Kepela Bidang Tata Lingkungan, Kepala Seksi


Perencanaan Lingkungan,Tenaga Administrasi
Sekolah, Publik

Description Use case ini menggambarkan kegiatan Lihat Informasi

Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response

1. Memilih menu 2. Menampilkan data


101

Informasi Informasi

Alternate courses -

Conclusion Use case ini dibuat untuk melihat informasi

Post condition Menampilkan data Informasi untuk dilihat oleh user

18. Use Case Narrative Logut


Tabel 4.20 Use Case Narrative Logout

Use case name Logout

Use case ide 18

Actor Admin, Staff Adiwiyata, Kepala Bidang Tata


Lingkungan, Kepala Seksi Perencanaan Lingkungan,
Tenaga Administrasi Sekolah
Description Use case ini menggambarkan kegiatan keluar dari
sistem.
Pre Condition Login

Typical course of events Actor action System response


1. Memilih menu logout 2.Menampilkan
halaman Login
Alternate courses -

Conclusion Use case ini dibuat untuk melakukan Logout

Post condition User keluar dari system


102

4.2.1.2 Perancangan Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan rangkaian seluruh aktifitas yang terjadi

antara pengguna dengan sistem. Berikut merupakan beberapa activity sistem usulan.

1. Activity Diagram Login

Gambar 4.6 Activity Diagram Login


Aktifitas Login . aktor membuka sistem kemudian sistem akan menampilkan

form login, selanjutnya aktor memasukan username dan password Jika username

dan password yang dimasukkan salah, maka sistem akan menampilkan pesan gagal

dan jika benar, maka akan masuk ke halaman utama.


103

2. Activity Diagram Kelola Data User

Gambar 4.7 Activity Diagram Kelola Data User


104

Aktifitas Kelola User . aktor memilih menu kelola user kemudian sistem

akan menampilkan data user, aktor dapat memilih tambah untuk menambah user

baru Aktor dapat memilih tombol “tambah” untuk menginput data baru. Kemudian

sistem akan menampilkan form input. Aktor kemudian mengisi data dan level user

baru. Setelah tombol simpan maka sistem akan menyimpan data . Kemudian aktor

dapat memilih tombol “Edit” untuk mengubah data user yang terdaftar. Setelah

dipilih edit maka sistem akan menampilkan form untuk mengubah data. Setelah

tombol simpan ditekan maka sistem akan menyimpan perubahan data tersebut.

Kemudian aktor dapat memilih tombol “hapus” untuk menghapus data yang dipilih.

Setelah tombol hapus ditekan maka sistem akan menampilkan popup konfirmasi

hapus yang berisi tombol “Ya” dan “Tidak”. Jika aktor memilih tombol “Ya” maka

sistem akan menghapus data. Jika aktor memilih tombol “Tidak” maka proses akan

dibatalkan.
105

3. Activity Diagram Registrasi

Gambar 4.8 Activity Diagram Registrasi

Aktifitas Registrasi . aktor memilih menu registrasi kemudian sistem

menampilkan halaman registrasi dan menu form registrasi, selanjutnya aktor

melengkapi data registrasi dan sistem akan menyimpan data, jika proses berhasil

sistem akan mengirim email verifikasi kepada aktor dan selanjutnya sistem akan

menampilkan pesan sukses, jika proses gagal sistem akan menampilkan pesan gagal
106

4. Activity Diagram Verifikasi Registrasi

Gambar 4.9 Activity Diagram Verifikasi Registrasi

Aktifitas Verifikasi Dokumen, Pertama aktor memilih menu dokumen

sekolah dan sistem menampilkan data dan dokumen sekolah, kemudian aktor melihat

dokumen sekolah untuk melakukan verifikasi dokumen dan sistem akan

menampilkan pesan konfirmasi, jika aktor melakukan verifikasi maka stasus

dokumen menjadi Y dan jika proses berhasil sistem akan menampilkan pesan sukses,

jika proses gagal sistem akan menampilkan pesan gagal.


107

5. Activity Diagram Kelola Jadwal

Gambar 4.10 Activity Diagram Kelola Jadwal

Aktifitas Jadwal . aktor memilih menu kelola jadwal kemudian sistem akan

menampilkan data sekolah, aktor dapat memilih tambah untuk menambahkan jadwal

kepada sekolah,. Kemudian sistem akan menampilkan form input jadwal. Aktor
108

kemudian mengisi data jadwal pembinaan dan penilaian. Setelah tombol simpan

maka sistem akan menyimpan data . Kemudian aktor dapat memilih tombol “Edit”

untuk mengubah data jadwal yang terdaftar. Setelah dipilih edit maka sistem akan

menampilkan form untuk mengubah data. Setelah tombol simpan ditekan maka

sistem akan menyimpan perubahan data tesebut.

Kemudian aktor dapat memilih tombol “hapus” untuk menghapus data yang dipilih.

Setelah tombol hapus ditekan maka sistem akan menampilkan popup konfirmasi

hapus yang berisi tombol “Ya” dan “Tidak”. Jika aktor memilih tombol “Ya” maka

sistem akan menghapus data. Jika aktor memilih tombol “Tidak” maka proses akan

dibatalkan.

6. Activity Diagram Lihat jadwal

Gambar 4.11 Activity Diagram Upload Dokumen Adiwiyata

Aktifitas Melihat Jadwal, aktor memilih menu jadwal dan sistem akan menampilkan

data jadwal sekolah.


109

7. Activity Diagram Upload dokumen adiwiyata

Gambar 4.12 Activity Diagram Upload Dokumen

Aktifitas Upload Dokumen, Pertama aktor memilih menu update dokumen

dan sistem akan menampilkan halaman upload dokumen, selanjutnya aktor

melakukan upload dokumen yang sudah dilakukan penilaian dan sistem akan

menyimpan dokumen, jika proses berhasil sistem akan menampilkan pesan sukses,

jika proses gagal sistem akan menampilkan pesan gagal.


110

8. Activity Diagram Verifikasi Dokumen

Gambar 4.13 Activity Diagram Verifikasi Dokumen

Aktifitas Verifikasi Dokumen, Pertama aktor memilih menu dokumen

sekolah dan sistem menampilkan data dan dokumen sekolah, kemudian aktor melihat

dokumen sekolah untuk melakukan verifikasi dokumen dan sistem akan

menampilkan pesan konfirmasi, jika aktor melakukan verifikasi maka stasus

dokumen menjadi Y dan jika proses berhasil sistem akan menampilkan pesan sukses,

jika proses gagal sistem akan menampilkan pesan gagal.


111

9. Activity Diagram Validasi Dokumen

Gambar 4.14 Activity Diagram Validasi Dokumen

Aktifitas Validasi Dokumen, Pertama aktor memilih menu dokumen sekolah

dan sistem menampilkan data dan dokumen sekolah, kemudian aktor melihat

dokumen sekolah untuk melakukan validasi dokumen dan sistem akan menampilkan

pesan konfirmasi, jika aktor melakukan validasi maka stasus dokumen menjadi Y

dan jika proses berhasil sistem akan menampilkan pesan sukses, jika proses gagal

sistem akan menampilkan pesan gagal.


112

10. Activity Diagram Kelola Tingkat Sekolah

Gambar 4.15 Activity Diagram Kelola Tingkat Sekolah

Aktifitas Kelola Tingkat Sekolah. aktor memilih menu kelola tingkat sekolah

kemudian sistem akan menampilkan halaman kelola tingkat sekolah, aktor dapat

memilih tambah untuk menambahkan tingkat sekolah,. Kemudian sistem akan


113

menampilkan form input tingkat sekolah. Aktor kemudian mengisi data tingkat

sekolah. Setelah tombol simpan maka sistem akan menyimpan data . Kemudian aktor

dapat memilih tombol “Edit” untuk mengubah data jadwal yang terdaftar. Setelah

dipilih edit maka sistem akan menampilkan form untuk mengubah data. Setelah

tombol simpan ditekan maka sistem akan menyimpan perubahan data tersebut.

Kemudian aktor dapat memilih tombol “hapus” untuk menghapus data yang

dipilih. Setelah tombol hapus ditekan maka sistem akan menampilkan popup

konfirmasi hapus yang berisi tombol “Ya” dan “Tidak”. Jika aktor memilih tombol

“Ya” maka sistem akan menghapus data. Jika aktor memilih tombol “Tidak” maka

proses akan dibatalkan.


114

11. Activity Diagram Kelola tingkat adiwiyata

Gambar 4.16 Activity Diagram Kelola tingkat adiwiyata


115

Aktifitas Kelola Tingkat Adiwiyata. aktor memilih menu kelola tingkat

adiwiyata kemudian sistem akan menampilkan halaman kelola tingkat adiwiyata,

aktor dapat memilih tambah untuk menambahkan tingkat adiwiyata. Kemudian

sistem akan menampilkan form input tingkat sekolah. Aktor kemudian mengisi data

tingkat adiwiyata. Setelah tombol simpan maka sistem akan menyimpan data .

Kemudian aktor dapat memilih tombol “Edit” untuk mengubah data jadwal yang

terdaftar. Setelah dipilih edit maka sistem akan menampilkan form untuk mengubah

data. Setelah tombol simpan ditekan maka sistem akan menyimpan perubahan data

tersebut.

Kemudian aktor dapat memilih tombol “hapus” untuk menghapus data yang

dipilih. Setelah tombol hapus ditekan maka sistem akan menampilkan popup

konfirmasi hapus yang berisi tombol “Ya” dan “Tidak”. Jika aktor memilih tombol

“Ya” maka sistem akan menghapus data. Jika aktor memilih tombol “Tidak” maka

proses akan dibatalkan.


116

12. Activity Diagram Kelola UPT

Gambar 4.17 Activity Diagram Kelola UPT


117

Aktifitas Kelola UPT. aktor memilih menu upt sekolah kemudian sistem akan

menampilkan halaman upt, aktor dapat memilih tambah untuk menambahkan upt,.

Kemudian sistem akan menampilkan form upt. Aktor kemudian mengisi data upt.

Setelah tombol simpan maka sistem akan menyimpan data . Kemudian aktor dapat

memilih tombol “Edit” untuk mengubah data jadwal yang terdaftar. Setelah dipilih

edit maka sistem akan menampilkan form untuk mengubah data. Setelah tombol

simpan ditekan maka sistem akan menyimpan perubahan data tersebut.

Kemudian aktor dapat memilih tombol “hapus” untuk menghapus data yang

dipilih. Setelah tombol hapus ditekan maka sistem akan menampilkan popup

konfirmasi hapus yang berisi tombol “Ya” dan “Tidak”. Jika aktor memilih tombol

“Ya” maka sistem akan menghapus data. Jika aktor memilih tombol “Tidak” maka

proses akan dibatalkan.

13. Activity Diagram Lihat Lokasi sekolah adiwiyata

Gambar 4.18 Activity Diagram Lihat lokasi sekolah adiwiyata


118

Aktifitas Melihat lokasi sekolah adiwiyata, aktor memilih menu tingkatan

sekolah dan sistem akan menampilkan data tingkatan Adiwiyata.

14. Activity Diagram Update citra adiwiyata

Gambar 4.19 Activity Diagram Update citra adiwiyata


119

Aktifitas Update Citra Adiwiyata, Pertama aktor memilih menu update citra

adiwiyata dan sistem akan menampilkan halaman form dan menu upload foto,

selanjutnya aktor melakukan upload foto dan mengisi form dan sistem akan

menyimpan data foto, jika proses berhasil sistem akan menampilkan pesan sukses,

jika proses gagal sistem akan menampilkan pesan gagal.

15. Activity Diagram Lihat citra adiwiyata

Gambar 4.20 Activity Diagram Lihat citra adiwiyata

Aktifitas Melihat citra, aktor memilih menu lihat citra dan sistem akan

menampilkan data citra.


120

16. Activity Diagram Kelola Informasi

Gambar 4.21 Activity Diagram Kelola Informasi


121

Aktifitas Kelola Informasi. aktor memilih menu informasi sekolah kemudian

sistem akan menampilkan halaman informasi, aktor dapat memilih tambah untuk

menambahkan informasi,. Kemudian sistem akan menampilkan form informasi.

Aktor kemudian mengisi data informasi. Setelah tombol simpan maka sistem akan

menyimpan data . Kemudian aktor dapat memilih tombol “Edit” untuk mengubah

data jadwal yang terdaftar. Setelah dipilih edit maka sistem akan menampilkan form

untuk mengubah data. Setelah tombol simpan ditekan maka sistem akan menyimpan

perubahan data tersebut.

Kemudian aktor dapat memilih tombol “hapus” untuk menghapus data yang

dipilih. Setelah tombol hapus ditekan maka sistem akan menampilkan popup

konfirmasi hapus yang berisi tombol “Ya” dan “Tidak”. Jika aktor memilih tombol

“Ya” maka sistem akan menghapus data. Jika aktor memilih tombol “Tidak” maka

proses akan dibatalkan.

17. Activity Diagram Lihat Informasi

Gambar 4.22 Activity Diagram Lihat Informasi


122

Aktifitas Melihat Informasi, aktor memilih menu lihat Informasi dan sistem

akan menampilkan data informasi.

18. Activity Diagram Logout

Gambar 4.23 Activity Diagram Logout

Aktifitas Memilih menu Logout, aktor melakukan logout kemudian sistem

akan menampilkan halaman login.


123

4.2.1.3 Perancangan Sequence Diagram

1. Sequence Diagram Login

Gambar 4.24 Sequence Diagram Login

Sequence Diagram Login pada gambar melibatkan semua aktor.

Sequence ini menggambarkan aliran pesan yang memungkinkan aktor memasuki

halaman utama sistem dengan melakukan Login terlebih dulu. Untuk memulai login,

aktor harus mengisikan username dan password pada form login. Kemudian sistem

akan mengecek kesesuaian data dengan proses query database pada objek user. Jika

data tidak sesuai akan diberikan konfirmasi login gagal dan jika data lengkap akan

diberikan konfirmasi login sukses lalu masuk halaman utama sistem manajemen

pengetahuan.
124

2. Sequence Diagram Data User

Sequence Diagram Kelola Data User pada gambar dilakukan oleh admin.

Gambar 4.25 Sequence Diagram Kelola Data User

Sequence ini menggambarkan bagaimana aktor dapat mengelola data user, aktor

dapat menambah, merubah dan menghapus data user.


125

3. Sequence Diagram Registrasi

Gambar 4.26 Sequence Diagram Registrasi

Sequence Diagram Registrasi pada gambar ini menggambarkan bagaimana

publik melakukan registrasi, yaitu dengan memilih menu registrasi dan mengisi form

registrasi untuk mendapatkan akun.

4. Sequence Diagram Verifikasi registrasi

Gambar 4.27 Sequence Diagram Verifikasi Registrasi


126

Sequence Diagram Verifikasi registrasi pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor melakukan Verifikasi, yaitu dengan memilih menu dokumen

sekolah lalu akan tampil list dokumen sekolah dan melakukan Verifikasi.

5. Sequence Diagram Kelola Jadwal

Gambar 4.28 Sequence Diagram Kelola Jadwal


Sequence Diagram Kelola Jadwal pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor dapat mengelola Jadwal, yaitu dengan memilih menu kelola jadwal

lalu akan tampil list sekolah dan menentukan jadwal.


127

6. Sequence Diagram Lihat Jadwal

Gambar 4.29 Sequence Diagram Lihat Jadwal


Sequence Diagram Lihat Jadwal pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor dapat melihat jadwal, yaitu dengan memilih menu jadwal lalu akan

tampil list jadwal.

7. Sequence Diagram Upload Dokumen

Gambar 4.30 Sequence Diagram Upload Dokumen


128

Sequence Diagram Upload Diagram pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor melakukan upload dokumen adiwiyata, yaitu dengan memilih menu

dokumen sekolah lalu akan tampil menu upload dokumen.

8. Sequence Diagram Verifikasi Dokumen

Gambar 4.31 Sequence Diagram Verifikasi Dokumen


Sequence Diagram Verifikasi Dokumen pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor melakukan Verifikasi, yaitu dengan memilih menu dokumen

sekolah lalu akan tampil list dokumen sekolah dan melakukan Verifikasi.
129

9. Sequence Diagram Validasi Dokumen

Gambar 4.32 Sequence Diagram Validasi Dokumen


Sequence Diagram Validasi Dokumen pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor melakukan Validasi, yaitu dengan memilih menu dokumen sekolah

lalu akan tampil list sekolah dan melakukan validasi.


130

10. Sequence Diagram Kelola Tingkat Sekolah

Gambar 4.33 Sequence Diagram Kelola Tingkat Sekolah


Sequence Diagram Kelola Tingkatan Sekolah pada gambar ini

menggambarkan bagaimana aktor dapat mengelola data Tingkatan Sekolah, yaitu

dengan memilih menu tingkatan sekolah lalu akan tampil list sekolah.
131

11. Sequence Diagram Kelola Tingkat Adiwiyata

Gambar 4.34 Sequence Diagram Kelola Tingkat Adiwiyata

Sequence Diagram Kelola Tingkatan Sekolah pada gambar ini

menggambarkan bagaimana aktor dapat mengelola data Tingkatan Sekolah, yaitu

dengan memilih menu tingkatan sekolah lalu akan tampil list sekolah.
132

12. Sequence Diagram Kelola UPT

Gambar 4.35 Sequence Diagram Kelola UPT


Sequence Diagram Kelola UPT pada gambar ini menggambarkan bagaimana

aktor dapat mengelola data UPT, yaitu dengan memilih menu kelola UPT lalu akan

tampil list sekolah per UPT.


133

13. Sequence Diagram Lihat Lokasi Adiwiyata

Gambar 4.36 Sequence Diagram Lihat Lokasi Adiwiyata


Sequence Diagram Lihagt Lokasi sekolah adiwiyata pada gambar ini

menggambarkan bagaimana aktor dapat melihat lokasi sekolah adiwiyata, yaitu

dengan memilih menu lihat lokasi adiwiyata lalu akan tampil peta lokasi sekolah

adiwiyata.

14. Sequence Diagram Update Citra Adiwiyata

Gambar 4.37 Sequence Diagram Update Citra Adiwiyata


134

Sequence Diagram Update Citra Adiwiyata pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor melakukan update citra adiwiyata, yaitu dengan memilih menu citra

adiwiyata lalu akan tampil form dan menu upload foto citra.

15. Sequence Diagram Lihat Citra Adiwiyata

Gambar 4.38 Sequence Diagram Lihat Citra Adiwiyata

Sequence Diagram Lihat Citra Adiwiyata pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor dapat melihat citra adiwiyata, yaitu dengan memilih menu menu

citra adiwiyata lalu akan tampil data citra adiwiyata.


135

16. Sequence Diagram Kelola informasi

Gambar 4.39 Sequence Diagram Kelola Informasi


Sequence Diagram Kelola Informasi pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor dapat mengelola data informasi, yaitu dengan memilih menu kelola

Informasi lalu akan tampil menu form mengisi Informasi.


136

17. Sequence Diagram Lihat Informasi

Gambar 4.40 Sequence Diagram Lihat Informasi


Sequence Diagram Lihat Informasi pada gambar ini menggambarkan

bagaimana aktor dapat melihat informasi, yaitu dengan memilih menu informasi lalu

akan tampil informasi.

18. Sequence Diagram Logout

Gambar 4.41 Sequence Diagram Logout


137

Sequence Diagram Logout pada gambar ini menggambarkan bagaimana

aktor melakukan Logout, yaitu dengan memilih tombol logout lalu system akan

melakukan logout.

4.2.1.4 Class Diagram

Class Diagram merupakan visualisasi dari struktur objek sistem yang

disarankan. Adapun langkah-langkah menentukan objek yang terlibat adalah sebagai

berikut:

1. Objek Potensial Class Diagram

Tabel 4.21 Objek Potensial Class Diagram

• Admin • Jadwal
• Sekolah • Tingkat Sekolah
• Staff Adiwiyata • Tingkat Adiwiyata
• Kabid Perencanaan Lingkungan • Upt
• Kasi Tata Lingkungan • Verifikasi dokumen
• User • Validasi dokumen
• Publik • Citra Adiwiyata
• Login
• Logout
• Edit Profil
• Dokumen
138

2. Menyeleksi Daftar Objek Potensial yang Diusulkan dari daftar potensial

diatas, maka dilakukan analisis untuk memilih objek.

Tabel 4.22 Seleksi Daftar Objek Potensial

Objek Cek Keterangan

Admin X Bagian dari User

Sekolah Y Bagian dari Sistem

Staff Adiwiyata X Bagian dari User

Kabid Perencanaan Lingkungan X Bagian dari User

Kasi Tata Lingkungan X Bagian dari User

User Y Bagian dari Sistem

Publik X Bagian dari User

Login X Bagian dari User

Logout X Bagian dari User

Edit Profil X Bagian dari User

Dokumen Y Bagian dari Sistem

Jadwal Y Bagian dari Sistem

Tingkat Sekolah Y Bagian dari Sistem

Tingkat Adiwiyata Y Bagian dari Sistem

Upt Y Bagian dari Sistem

Verifikasi dokumen X Bagian dari

Validasi dokumen X Bagian dari

Citra Adiwiyata Y Bagian dari Sistem

Informasi Y Bagian dari Sistem


139

Tabel 4.23 Proposed Objek List

Proposed Objek List

User Tingkat Adiwiyata

Sekolah Upt

Dokumen Citra Adiwiyata

Jadwal Informasi

Tingkat Sekolah

3. Membuat Class Diagram Sistem Informasi Spasial Berbasis Web Program


Sekolah Adiwiyata
140

Gambar 4.42 Class Diagram Sistem Informasi Spasial Program Sekolah Adiwiyata
141

4.2.2 Desain Database

4.2.2.1 Normalisasi

BENTUK UNNORMAL
SEKOLAH

Id Nama Alamat Kode Email Telepon Sk Sk Sk Id Tingkat Id Tingkat Citra Tgl_input Approve Tgl_approve User
Sekolah Sekolah Pos Akreditasi kurikulum Pernyataan tingkat Sekolah Tingkat Adiwiyata Adiwiyata Approve
Kepsek sekolah Adiwiyata
20607159 SDN 1 Jl.Merbabu 1 CILEDUG SD Akre.jpg Kuri.jpg Keps.jpg Sd01 SDN Ko1 Kota sarpras.jpg 21-10- N 21-10-2018 Staff
raya 2018 15:22
15:22
20604358 SMPN Jl.Cipondoh 3 CILEDUG SD rgrre.jpg bfri.jpg Kerg.jpg Smp01 SMPN Nas1 Nasional Lapangan.jpg 21-10- N 21-10-2018 Staff
3 makmur 2018 15:22
15:22

DOKUMEN
Id Tingkat Dokumen Dokumen Doumen Dokumen Approve Verifikasi Validasi Tgl_Input Tgl_Approve Tgl_Verifikasi Tgl_Validasi User User User User
dokumen Adiwiyata Sarpras Kurikulum Partisipasi Kebijakan Input Approve Verifikasi Validasi
1 Kota Dok1.rar Dok2.rar Dok3.rar Dok4.rar N N N 21-10- 21-10-2018 21-10-2018 21-10-2018 Sekolah Staff Kasi Kabid
2018 15:22 15:22 15:22
08:22

JADWAL
Id Jadwal Jadwal Pembinaan Jadwal Penilaian Keterangan Sekolah User Input Tgl_input
1 22 Juli 2018 22 September 2018 08.00 s/d 14.00 SDN 1 Tangerang Staff 21-07-2018 10:22

INFORMASI
Id Informasi Judul Informasi Isi Informasi Tgl_input Tgl_Update User Input
1 Sekolah adiwiyata kota tangerang Pelaksanaan kegiatan adiwiyata 02-02-18 10:22 02-02-18 10:22 Staff

USER

Id User Nama User level Username Password tgl_input tgl_update


1 Staff Adiwiyata Staff StaffAdiwiyata Sdskd7e9o38ry3sfhlsiflhilefsifhli33 03-04-18 10:22 03-04-18 10:22
142

1NF BENTUK NORMAL PERTAMA


SEKOLAH
Id Nama Alamat Kode Email Telepon Sk Sk Sk Id Tingkat Id Tingkat Citra Tgl_input Approve Tgl_approve User
Sekolah Sekolah Pos Akreditasi kurikulum Pernyataan Tingkat Sekolah Tingkat Adiwiyata Adiwiyata Approve
Kepsek sekolah Adiwiyata
20607159 SDN 1 Jl.Merbabu 1 CILEDUG SD Akre.pdf Kuri.pdf Keps.pdf Sd01 SDN Ko1 Kota sarpras.jpg 21-10- N 21-10-2018 Staff
raya 2018 15:22
15:22
20604358 SMPN Jl.Cipondoh 3 CILEDUG SD rgrre.pdf bfri.pdf Kerg.pdf Smp01 SMPN Nas1 Nasional Lapangan.jpg 21-10- N 21-10-2018 Staff
3 makmur 2018 15:22
15:22

SEKOLAH-CITRA ADIWIYATA
Id Nama Alamat Kode Email Telepon Sk Sk Sk Id Tingkat Id Tingkat Citra Tgl_input Approve Tgl_approve User
Sekolah Sekolah Pos Akreditasi kurikulum Pernyataan Tingkat Sekolah Tingkat Adiwiyata Adiwiyata Approve
Kepsek sekolah Adiwiyata adiwiyata

SEKOLAH
Id Nama Alamat Kode Email Telepon Sk Sk Sk Id Tingkat Id Tingkat Tgl_input Approve Tgl_approve User
Sekolah Sekolah Pos Akreditasi kurikulum Pernyataan Tingkat Sekolah Tingkat Adiwiyata Approve
Kepsek sekolah Adiwiyata

CITRA ADIWIYATA

Id citra Id sekolah Foto citra nama citra Kategori citra adiwiyata


adiwiyata

DOKUMEN
Id Tingkat Dokumen Dokumen Doumen Dokumen Approve Verifikasi Validasi Tgl_Input Tgl_Approve Tgl_Verifikasi Tgl_Validasi User User User User
dokumen Adiwiyata Sarpras Kurikulum Partisipasi Kebijakan Input Approve Verifikasi Validasi
1 Kota Dok1.rar Dok2.rar Dok3.rar Dok4.rar N N N 21-10- 21-10-2018 21-10-2018 21-10-2018 Sekolah Staff Kasi Kabid
2018 15:22 15:22 15:22
08:22

JADWAL

Id Jadwal Jadwal Pembinaan Jadwal Penilaian Keterangan Sekolah User Input Tgl_input
1 22 Juli 2018 22 September 2018 08.00 s/d 14.00 SDN 1 Tangerang Staff 21-07-2018 10:22

INFORMASI
Id Informasi Judul Informasi Isi Informasi Tgl_input Tgl_Update User Input
1 Sekolah adiwiyata kota tangerang Pelaksanaan kegiatan adiwiyata 02-02-18 10:22 02-02-18 10:22 Staff
143

USER

Id User Nama User level Username Password tgl_input tgl_update


1 Staff Adiwiyata Staff StaffAdiwiyata Sdskd7e9o38ry3sfhlsiflhilefsifhli33 03-04-18 10:22 03-04-18 10:22

2NF BENTUK NORMAL KEDUA

SEKOLAH-TINGKATAN SEKOLAH- TINGKATAN ADIWIYATA

Sk Id Id
Id Nama Kode Sk Sk Tingkat Tingkat User
Alamat Email Telepon Pernyataan tingkat Tingkat Tgl_input Approve Tgl_approve
Sekolah Sekolah Pos Akreditasi kurikulum Sekolah Adiwiyata Approve
Kepsek sekolah Adiwiyata
21-10-
Jl.Merbabu 21-10-2018
20607159 SDN 1 1 CILEDUG SD Akre.jpg Kuri.jpg Keps.jpg Sd01 SDN Ko1 Kota 2018 N Staff
raya 15:22
15:22
21-10-
Jl.Cipondoh 21-10-2018
20604358 SMPN 3 3 CILEDUG SD rgrre.jpg bfri.jpg Kerg.jpg Smp01 SMPN Nas1 Nasional 2018 N Staff
makmur 15:22
15:22

SEKOLAH
Id Nama Alamat Kode Email Telepon Sk Sk Sk Tgl_input Approve Tgl_approve User
Sekolah Sekolah Pos Akreditasi kurikulum Pernyataan Approve
Kepsek
20607159 SDN 1 Jl.Merbabu 1 CILEDUG SD Akre.jpg Kuri.jpg Keps.jpg 21-10- N 21-10-2018 Staff
raya 2018 15:22
15:22
20604358 SMPN 3 Jl.Cipondoh 3 CILEDUG SD rgrre.jpg bfri.jpg Kerg.jpg 21-10- N 21-10-2018 Staff
makmur 2018 15:22
15:22

TINGKAT SEKOLAH
Id tingkat sekolah Tingkat Tgl_input
Sekolah
Sd01 SDN 21-10-2018 15:22
Smp01 SMPN 21-10-2018 15:22

TINGKAT ADIWIYATA
Id Tingkat Tingkat Tgl_input
Adiwiyata Adiwiyata
Ko1 Kota 21-10-2018 15:22
Nas1 Nasional 21-10-2018 15:22
144

DOKUMEN
Id Tingkat Dokumen Dokumen Doumen Dokumen Approve Verifikasi Validasi Tgl_Input Tgl_Approve Tgl_Verifikasi Tgl_Validasi User User User User
dokumen Adiwiyata Sarpras Kurikulum Partisipasi Kebijakan Input Approve Verifikasi Validasi
1 Kota Dok1.rar Dok2.rar Dok3.rar Dok4.rar N N N 21-10- 21-10-2018 21-10-2018 21-10-2018 Sekolah Staff Kasi Kabid
2018 15:22 15:22 15:22
08:22

JADWAL
Id Jadwal Jadwal Pembinaan Jadwal Penilaian Keterangan Sekolah User Input Tgl_input
1 22 Juli 2018 22 September 2018 08.00 s/d 14.00 SDN 1 Tangerang Staff 21-07-2018 10:22

INFORMASI
Id Informasi Judul Informasi Isi Informasi Tgl_input Tgl_Update User Input
1 Sekolah adiwiyata kota tangerang Pelaksanaan kegiatan adiwiyata 02-02-18 10:22 02-02-18 10:22 Staff

USER
Id User Nama User level Username Password tgl_input tgl_update
1 Staff Adiwiyata Staff StaffAdiwiyata Sdskd7e9o38ry3sfhlsiflhilefsifhli33 03-04-18 10:22 03-04-18 10:22

3NF BENTUK NORMAL KETIGA


SEKOLAH
Id Nama Alamat Kode Email Telepon Sk Sk Sk Tgl_input Approve Tgl_approve User
Sekolah Sekolah Pos Akreditasi kurikulum Pernyataan Approve
Kepsek
20607159 SDN 1 Jl.Merbabu 1 CILEDUG SD Akre.jpg Kuri.jpg Keps.jpg 21-10- N 21-10-2018 Staff
raya 2018 15:22
15:22
20604358 SMPN 3 Jl.Cipondoh 3 CILEDUG SD rgrre.jpg bfri.jpg Kerg.jpg 21-10- N 21-10-2018 Staff
makmur 2018 15:22
15:22

CITRA ADIWIYATA- KATEGORI CITRA ADIWIYATA


Id citra Id sekolah Foto citra nama citra Tgl_input tgl_update Kategori citra adiwiyata
adiwiyata

CITRA ADIWIYATA
Id citra Id sekolah Foto citra nama citra Tgl_input tgl_update
adiwiyata

KATEGORI CITRA ADIWIYATA


Id kategori citra adiwiyata Kategori citra adiwiyata Tgl_input tgl_update

TINGKAT SEKOLAH
Id tingkat sekolah Tingkat Tgl_input
Sekolah
Sd01 SDN 21-10-2018 15:22
Smp01 SMPN 21-10-2018 15:22
145

TINGKAT ADIWIYATA
Id Tingkat Tingkat Tgl_input
Adiwiyata Adiwiyata
Ko1 Kota 21-10-2018 15:22
Nas1 Nasional 21-10-2018 15:22

DOKUMEN
Id Tingkat Dokumen Dokumen Doumen Dokumen Approve Verifikasi Validasi Tgl_Input Tgl_Approve Tgl_Verifikasi Tgl_Validasi User User User User
dokumen Adiwiyata Sarpras Kurikulum Partisipasi Kebijakan Input Approve Verifikasi Validasi
1 Kota Dok1.rar Dok2.rar Dok3.rar Dok4.rar N N N 21-10- 21-10-2018 21-10-2018 21-10-2018 Sekolah Staff Kasi Kabid
2018 15:22 15:22 15:22
08:22

JADWAL
Id Jadwal Jadwal Pembinaan Jadwal Penilaian Keterangan Sekolah User Input Tgl_input
1 22 Juli 2018 22 September 2018 08.00 s/d 14.00 SDN 1 Tangerang Staff 21-07-2018 10:22

INFORMASI
Id Informasi Judul Informasi Isi Informasi Tgl_input Tgl_Update User Input
1 Sekolah adiwiyata kota tangerang Pelaksanaan kegiatan adiwiyata 02-02-18 10:22 02-02-18 10:22 Staff

USER
Id User Nama User level Username Password tgl_input tgl_update
1 Staff Adiwiyata Staff StaffAdiwiyata Sdskd7e9o38ry3sfhlsiflhilefsifhli33 03-04-18 10:22 03-04-18 10:22
146

4.2.2.2 Skema Database

Gambar 4.43 Skema Database


147

4.2.2.3 Spesifikasi Database

1. Tabel User

Nama Tabel : User

Tipe Tabel : Master

Primary Key : Id_user

Tabel 4.24 Spesifikasi Database User

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Id_user Int 11 Id user

Nama_user Varchar 100 Nama user

Level Int 11 Level setiap user

Username Varchar 100 Username

Password Varchar 100 Password

Tgl_input Timestamp - Tanggal data dibuat

Tgl_update Timestamp - Tanggal data diperbarui

2. Tabel Sekolah

Nama Tabel : Sekolah

Tipe Tabel : Master

Primary Key : Npsn_sekolah

Tabel 4.25 Spesifikasi Database Tabel Sekolah

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Npsn_sekolah Varchar 11

nama_Sekolah Varchar 100 Nama sekolah


148

Id_tingkat_sekolah Int 11 Id tingkat sekolah

Id_upt Int 11 Id upt

Alamat Text - Alamat sekolah

X Varchar 20 Letak koordinat

Y Varchar 20 Letak koordinat

Kode_pos Int 11 Kode pos sekolah

Email Varchar 100 Email sekolah

Telepon Varchar 100 Nomor telepon sekolah

Password Varchar 100

Tgl_input Timestamp - Tanggal input

Sk_akreditasi Varchar 100 Sk akreditasi sekolah

Sk_kurikulum Varchar 100 Sk kurikulum sekolah

Sk_peryataan_kepsek Varchar 100 Sk pernyataan kepsek

Verifikasi Enum ‘N’,’Y’ Status verifikasi

Keterangan_akun Text - Keterangan

3. Tabel Jadwal

Nama Tabel : jadwal

Tipe Tabel : Master

Primary Key : Id_jadwal

Tabel 4.26 Spesifikasi Database Tabel Jadwal

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Id_jadwal Int 11 Id jadwal


149

Jadwal_pembinaan Date - Jadwal pembinaan

Jadwal_penilaian Date - Jadwal penilaian

Keterangan Text - Keterangan tambahan

Id_sekolah Int 11 Id sekolah

Id_user Int 11 Id user

Tgl_input Timestamp Tanggal input

4. Tabel UPT

Nama Tabel : UPT

Tipe Tabel : Master

Primary Key : Id_upt

Tabel 4.27 Spesifikasi Database Tabel UPT

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Id_upt Int 11 Id upt

Nama_upt Varchar 100 Nama upt

Tgl_input Timestamp - Tanggal input


150

5. Tabel Tingkat Sekolah

Nama Tabel : Tingkat Sekolah

Tipe Tabel : Master

Primary Key : Id_tingkat_sekolah

Tabel 4.28 Spesifikasi Database Tabel Tingkat Sekolah

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Id_tingkat_sekolah Int 11 Id tingkat sekolah

Nama_tingkat_sekolah Varchar 100 Nama tingkat sekolah

Tgl_input Timestamp - Tanggal input

6. Tabel Tingkat Adiwiyata

Nama Tabel : Tingkat Adiwiyata

Tipe Tabel : Master

Primary Key : Id_tingkat_sekolah

Tabel 4.29 Spesifikasi Database Tabel Tingkat Adiwiyata

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Id_tingkat_adiwiyata Int 11 Id tingkat adiwiyata

Nama_tingkat_adiwiyata Varchar 100 Nama tingkat adiwiyata

Tgl_input Timestamp - Tanggal input


151

7. Tabel Dokumen

Nama Tabel : Dokumen

Tipe Tabel : Transaksi

Primary Key : Id_dokumen

Tabel 4.30 Spesifikasi Database Tabel Dokumen

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Id_dokumen Int 11 Id dokumen

Id_tingkat_adiwiyata Int 11 Id tingkat adiwiyata

Dokumen_sarpras Varchar 50 Dokumen sarpras

Nilai_sarpras Int 11

Dokumen_kurikulum Varchar 50 Dokumen kurikulum

Nilai_kurikulum Int 11

Dokumen_partisipasi Varchar 50 Dokumen partisipasi

Nilai_partisipasi Int 11

Dokumen_kebijakan Varchar 50 Dokumen kebijakan

Nilai_kebijakan Int 11

Sk_adiwiyata Varchar 50 Sk adiwiyata

Berita_acara Varchar 50

Approve_dokumen Enum ‘N’,’Y’ Status approve

Verifikasi_dokumen Enum ‘N’,’Y’ Status verifikasi

Validasi_dokumen Enum ‘N’,’Y’ Status validasi

Tgl_approve Timestamp - Tanggal approve

Tgl_verifikasi Timestamp - Tanggal verifikasi


152

Tgl_validasi Timestamp - Tanggal validasi

Id_sekolah Int 11 Id sekolah

Id_user_approve Int 11 Id user yg meng approve

Id_user_verifikasi Int 11 Id user yang memverifikasi

Id_user_validasi Int 11 Id user yang memvalidasi

Keterangan_tolak Text - Keterangan ditolak

8. Tabel Citra Adiwiyata

Nama Tabel : Citra Adiwiyata

Tipe Tabel : Master

Primary Key : Id_citra_adiwiyata

Tabel 4.31 Spesifikasi Database Tabel Citra Adiwiyata

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Id_citra_adiwiyata Int 11 Id citra adiwiyata

Foto_citra Varchar 50 Foto adiwiyata

Id_sekolah Int 11 Nama citra adiwiyata

Tgl_input Timestamp - Tanggal upload

Id_citra_kategori Int 11 Id sekolah

Verifikasi Enum ‘N’,’Y’ Verifikasi


153

9. Tabel Informasi

Nama Tabel : Informasi

Tipe Tabel : Master

Primary Key : Id_informasi

Tabel 4.32 Spesifikasi Database Tabel Informasi

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Id_informasi Int 11 Id informasi

Judul_informasi Text - Judul informasi

Isi_informasi Text - Isi informasi

Image Varchar 100 Gambar

Tgl_input Timestamp - Tanggal input

Tgl_update Timestamp - Tanggal memperbarui

Id_user Int 11 Id user


154

4.2.3 Desain Interface

4.2.3.1 Struktur menu

Dalam tahapan ini ialah membuat tampilan rancangan

interface untuk memudahkan dalam pembangunan sistem sesuai

dengan level aksesnya:

1. Struktur Menu Admin

Gambar 4.44 Struktur Menu Admin


155

2. Struktur Menu Staff Adiwiyata

Gambar 4.45 Struktur Menu Staff Adiwiyata


156

3. Struktur Menu Kasi Perencanaan Lingkungan

Gambar 4.46 Struktur Menu Kasi Perencanaan Lingkungan


157

4. Struktur Menu Kabid Tata Lingkungan

Gambar 4.47 Struktur Menu Kabid Tata Lingkungan


158

5. Struktur Menu Sekolah

Gambar 4.48 Struktur Menu Sekolah


159

6. Struktur Menu Publik

Gambar 4.49 Struktur Menu Publik

4.2.3.2 User Interface

1. Desain Interface Login

Gambar 4.50 Desain Interface Login


160

2. Desain Interface Kelola User

Gambar 4.51 Desain Interface Kelola User

Gambar 4.52 Desain Interface Kelola User Tambah


161

3. Desain Interface Registrasi

Gambar 4.53 Desain Interface Registrasi

4. Desain Interface Verifikasi Registrasi

Gambar 4.54 Desain Interface Verifikasi Registrasi


162

5. Desain Interface Kelola Jadwal

Gambar 4.55 Desain Interface Kelola Jadwal

Gambar 4.56 Desain Interface Kelola Jadwal Tambah


163

6. Desain Interface Lihat Jadwal

Gambar 4.57 Desain Interface Lihat Jadwal

7. Desain interface Upload dokumen

Gambar 4.58 Desain interface Upload dokumen tambah


164

Gambar 4.59 Desain interface Upload dokumen tambah

8. Desain Interface Verifikasi dokumen

Gambar 4.60 Verifikasi dokumen


165

9. Desain Interface Validasi Dokumen

Gambar 4.61 Desain Interface Validasi Dokumen

10. Desain Interface Kelola Tingkat Sekolah

Gambar 4.62 Desain Interface Kelola Tingkat Sekolah


166

Gambar 4.63 Desain Interface Kelola Tingkat Sekolah

11. Desain Interface Kelola tingkat adiwiyata

Gambar 4.64 Desain Interface Kelola tingkat adiwiyata


167

Gambar 4.65 Desain Interface Kelola tingkat adiwiyata Tambah

12. Desain Interface Kelola UPT

Gambar 4.66 Desain Interface Kelola UPT


168

Gambar 4.67 Desain Interface Kelola UPT Tambah

13. Desain Interface Lihat lokasi sekolah program adiwiyata

Gambar 4.68 Desain Interface Lihat lokasi sekolah program adiwiyata


169

14. Desain Interface Citra adiwiyata

Gambar 4.69 Desain Interface Citra adiwiyata


15. Desain Interface Lihat citra

Gambar 4.70 Desain Interface Lihat citra


170

16. Desain Interface Kelola informasi

Gambar 4.71 Desain Interface Kelola informasi

Gambar 4.72 Desain Interface Kelola informasi


171

17. Desain Interface Lihat informasi

Gambar 4.73 Desain Interface Lihat informasi

18. Desain Interface Logout

Gambar 4.74 Desain Interface Logout


172

4.3 Implementation

4.3.1 Pengembangan Sistem

a. Google API

Adalah layanan google untuk menambahkan fitur google maps pada sistem

informasi spasial berbasis web sekolah program adiwiyata ini .

b. Coding

Proses pembuatan kode yang digunakan dalam sistem informasi spasial

pada sekolah adiwiyata adalah web dengan bahasa pemrograman PHP untuk

pengelolaan data non-spasial dan javascript untuk menghubungkan dengan data

spasial dari Arcgis . Pada proses ini peneliti dibantu oleh beberapa tools untuk

memudahkan proses pembuatan kode, antara lain:

1. Spesifikasi Hardware

a. Processor Intel Core i5-7200U, 3.16 GHz

b. Memory 4 GB

c. VGA Nvidia Geforce 930mx

2. Tools yang digunakan

a. PHP

b. MYSQL

c. XAMPP
173

4.3.2 Pengujian

Tabel 4.33 Tabel Pengujian Black Box


No Nama Proses Aktor Aksi Hasil yang Hasil
.
Login Diharapkan
1 Login Admin, Staff Login dengan User berhasil masuk
Adiwiyata, username dan ke dalam sistem dan
Kasi password yang menampilkan
Perencanaan valid halaman beranda
Lingkungan, sesuai level user.
OK
Kabid Tata
kingkungan

2 Login Tenaga Login dengan Tenaga Administrasi


Administrasi Username dan Sekolah berhasil
Sekolah password yang masuk ke dalam OK
valid sistem dan
menampilkan
halaman beranda
sekolah

Kelola Data User


3 Menampilkan Admin Membuka Halaman Admin dapat
Menu Data Data User dengan membaca data user
User memilih menu user OK

4 Tambah Data Admin Menambahkan data Admin dapat


User user baru dengan menambahkan data
membuka dan user baru OK
mengisi form
tambah user

5 Edit Data User Admin Merubah data user Admin dapat


dengan memilih merubah data user
tombol edit pada OK
data user yang
diinginkan
174

6 Hapus User Admin Menghapus data Admin dapat


user dengan memilih menghapus data user
tomboh hapus pada OK
data user yang
diinginkan

Registrasi
7 Registrasi Tenaga Sekolah memilih Sekolah berhasil
Administrasi menu registrasi mendaftar dan
Sekolah untuk mendaftar mendapatkan akun OK
sebagai sekolah
adiwiyata

Verifikasi Registrasi

8 Verifikasi Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff berhasil


Registrasi Adiwiyata memilih menu memverifikasi akun
sekolah untuk sekolah dan sekolah OK
melakukan mendapatkan akun
verifikasi akun
sekolah adiwiyata

Kelola jadwal
9 Menampilkan Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata
Menu Jadwal Adiwiyata memilih menu dapat membaca data
jadwal untuk sekolah untuk OK
membaca dilakukan
penjadwalan sekolah penjadwalan

10 Tambah Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Jadwal Adiwiyata memilih tombol berhasil memberikan
tambah dan mengisi jadwal kepada
form jadwal untuk sekolah OK
memberikan
penjadwalan kepada
sekolah
175

11 Edit jadwal Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Adiwiyata memilih menu edit berhasil melakukan
jadwal dan mengisi perubahan jadwal
perubahan jadwal kepada sekolah OK
kepada sekolah

12 Hapus Jadwal Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Adiwiyata memilih tombol berhasil menghapus
hapus pada jadwal jadwal OK
yang ada pada daftar
sekolah

Lihat Jadwal
13 Lihat Jadwal Tenaga User memilih menu User dapat membaca
Administrasi jadwal untuk data jadwal
Sekolah, Kasi membaca jadwal
Perencanaan OK
Lingkungan,
Kabid Tata
kingkungan

Upload Dokumen Adiwiyata

14 Upload Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Dokumen Adiwiyata memilih menu dapat melakukan
Adiwiyata upload dokumen dan upload dokumen
melakukan upload adiwiyata
dokumen Adiwiyata OK

Verifikasi Dokumen Adiwiyata


176

15 Verifikasi Kasi Kasi Perencanaan Kasi Perencanaan


Dokumen Perencanaan Lingkungan Lingkungan dapat
Adiwiyata Lingkungan memilih menu melakukan verifikasi
sekolah dan memilih dokumen Adiwiyata
menu verifikasi OK
untuk melakukan
verifikasi pada
dokumen Adiwiyata

Validasi Dokumen Adiwiyata

16 Validasi Kabid Tata Kabid Tata Kabid Tata


Dokumen Lingkungan Lingkungan Lingkugan dapat
Adiwiyata memilih menu melakukan validasi
sekolah dan memilih dokumen Adiwiyata
tombol validasi OK
untuk melakukan
validasi pada
dokumen Adiwiyata

Kelola Tingkat Sekolah


17 Menampilkan Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata
Menu Tingkat Adiwiyata memilih menu dapat membaca data
Sekolah tingkat sekolah tingkat sekolah
untuk menampilkan OK
data tingkat sekolah

18 Tambah Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Tingkat Adiwiyata memilih tombol dapat menambahkan
Sekolah tambah dan mengisi data tingkat sekolah
form untuk mengisi OK
data tingkat sekolah
dan disimpan
kedalam sistem
177

19 Edit Tingkat Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Sekolah Adiwiyata memilih tombol edit dapat melakukan
dan mengisi form perubahan data
untuk melakukan tingkat sekolah OK
perubahan data pada
tingkat sekolah

20 Hapus Tingkat Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Sekolah Adiwiyata memilih tombol dapat melakukan
hapus untuk penghapusan data
melakukan tingkat sekolah OK
penghapusan pada
data tingkat sekolah

Kelola Tingkat Adiwiyata

21 Menampilkan Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Menu Tingkat Adiwiyata memilih menu dapat membaca data
Adiwiyata tingkat Adiwiyata tingkat Adiwiyata OK
untuk menampilkan
data tingkat
Adiwiyata
22 Tambah Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata
Tingkat Adiwiyata memilih tombol dapat menambahkan
Adiwiyata tambah dan mengisi data tingkat
form untuk mengisi Adiwiyata OK
data tingkat
Adiwiyata dan
disimpan kedalam
sistem

23 Edit Tingkat Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Adiwiyata Adiwiyata memilih tombol edit dapat melakukan
dan mengisi form perubahan data
untuk melakukan tingkat Adiwiyata OK
perubahan data pada
tingkat Adiwiyata
178

24 Hapus Tingkat Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Adiwiyata Adiwiyata memilih tombol dapat melakukan
hapus untuk penghapusan data
melakukan tingkat Adiwiyata OK
penghapusan pada
data tingkat
Adiwiyata

Kelola UPT
25 Menampilkan Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata
UPT Adiwiyata memilih menu UPT dapat membaca data
untuk menampilkan UPT OK
data UPT

26 Tambah UPT Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Adiwiyata memilih tombol dapat menambahkan
tambah dan mengisi data UPT
form untuk mengisi OK
data UPT dan
disimpan kedalam
sistem

27 Edit UPT Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Adiwiyata memilih tombol edit dapat melakukan
dan mengisi form perubahan data UPT
untuk melakukan OK
perubahan data pada
data UPT

28 Hapus UPT Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Adiwiyata memilih tombol dapat melakukan
hapus untuk penghapusan data OK
melakukan UPT
penghapusan pada
data UPT

Lihat Lokasi Sekolah Adiwiyata


179

29 Menampilkan Admin, Staff User memilih menu User dapat melihat


Menu Lokasi Adiwiyata, lokasi sekolah lokasi sekolah
Sekolah Kasi adiwiyata untuk adiwiyata
Adiwiyata Perencanaan menampilkan
Lingkungan, sekolah adiwiyata
Kabid Tata dalam bentuk peta,
OK
Lingkungan dan user memilih
filter yang
diinginkan

Update Citra Adiwiyata


30 Update Citra Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata
Adiwiyata Adiwiyata memilih menu citra Sekolah berhasil
Adowiyata dan melakukan upload
melakukan upload foto citra Adiwiyata OK
foto

Lihat Citra Adiwiyata

31 Menampilkan Admin, Staff User memilih menu User berhasil


Menu Citra Adiwiyata, sekolah dan memilih membaca citra
Adiwiyata Kasi tombol citra untuk Adiwiyata
Perencanaan menampilkan foto
Lingkungan, citra Adiwiyata OK
Kabid Tata
Lingkungan,
Tenaga
Administrasi
Sekolah

Kelola Informasi
36 Menampilkan Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata
Menu Adiwiyata memilih menu dapat membaca data
Informasi informasi untuk informasi OK
menampilkan data
informasi
180

37 Tambah Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Informasi Adiwiyata memilih tombol dapat menambahkan
tambah dan mengisi informasi
form untuk mengisi OK
informasi dan
disimpan kedalam
sistem

38 Edit Informasi Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Adiwiyata memilih tombol edit dapat melakukan
dan mengisi form perubahan data
untuk melakukan informasi OK
perubahan data pada
data informasi

39 Hapus Admin, Staff Staff Adiwiyata Staff Adiwiyata


Informasi Adiwiyata memilih tombol dapat melakukan
hapus untuk penghapusan data OK
melakukan informasi
penghapusan pada
data informasi

Lihat Informasi
40 Menampilkan Admin, Staff User memilih menu User berhasil
Menu Adiwiyata, informasi lalu sistem membaca informasi
Informasi Kasi akan menampilkan
Perencanaan informasi
Lingkungan, OK
Kabid Tata
Lingkungan,
Tenaga
Administrasi
Sekolah

Logout
181

41 Logout Admin, Staff Logout dengan User keluar dari


Adiwiyata, memilih menu sistem dan kembali
Kasi logout pada halaman utama
Perencanaan
Lingkungan, OK
Kabid Tata
Lingkungan,
Tenaga
Administrasi
Sekolah
5. BAB 5

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang sudah diuraikan pada bab-bab

sebelumnya, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan dari penelitian

mengenai Pengembangan Sistem Informasi Spasial Berbasis Web pada Sekolah

Program Adiwiyata adalah sebagai berikut:

1. Tersedianya Sistem Informasi Spasial Sekolah Program Adiwiyata yang

dapat menampilkan informasi hasil dari program adiwiyata dan

koordinat sekolah program adiwiyata di wilayah Kota Tangerang dalam

bentuk peta digital.

2. Menghadirkan Aplikasi yang dapat menyimpan dokumen Adiwiyata yang

terintegrasi ke dalam database dan melakukan proses verifikasi dokumen

oleh Kasi Perencanaan Lingkungan dan kemudian dilakukan validasi

oleh Kepala Tata Lingkungan.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dan analisis yang telah dilakukan, maka penulis

memberikan saran sebagai berikut:

1. Sistem Informasi Spasial Sekolah Program Adiwiyata dapat diterapkan

pada Adiwiyata tingkat provinsi ,Adiwiyata tingkat nasional maupun

182
183

Adiwiyata tingkat mandiri.

2. Dalam Sistem Informasi Spasial Sekolah Program Adiwiyata

ditambahkan fitur perhitungan penilaian pada dokumen sekolah

adiwiyata untuk memudahkan proses tim adiwiyata mendapatkan hasil

penilaian .
DAFTAR PUSTAKA

Arief, M. R. (2011). Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP dan MySQL.

Yogyakarta: ANDI.

Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. (2016). Buku Petunjuk Praktis Program

Adiwiyata. Tangerang.

Bakosurtanal. (2005). Definisi Peta Digital. Bogor: Badan Koordinasi Survey dan

Pemetaan Nasional.

Daryanto. (2001). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Dennis, A., Wixom, B. H., & Tegarden, D. (2012). System Analysis Design UML

Version 2.0 Fourth Edition. Hoboken: John Wiley & Sons, Inc.

Ekadinata, A., Dewi, S., Hadi, D. P., Nugroho, D. K., & Johana, F. (2008). SISTEM

INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH MENGGUNAKAN

ILWIS OPEN SOURCE. Bogor: ICRAF Southeast Asia.

Gunawan, T. (2007). Fakta dan Konsep Geografi. Jakarta: Inter Plus.

Hidayatullah, P., & Kawistara, K. J. (2013). Pemrograman Web : Studi Kasus Web

Sistem Informasi Akademik. Bandung: Informatika.

Kementrian Lingkungan Hidup. (2013). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup

Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan

Program Adiwiyata.

Kementrian Lingkungan Hidup. (2019). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup

Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan

Program Adiwiyata.

184
185

Kendall, J. E. (2010). Analisis dan Perancangan Sistem. Jakarta: Indeks.

Kendall, K. E., & Kendall, J. E. (2011). System Analysis and Design Eight Edition.

New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Miswar, D. (2012). Kartografi Tematik. Bandar lampung: Anugerah Utama Raharja.

Mulyanto, A. (2009). Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Nazir, M. (2009). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Oetomo, B. S. (2006). Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi.

Yogyakarta.

Prahasta, E. (2009). Sistem Informasi Geografis : Konsep-Konsep Dasar (Perspektif

Geodesi dan Geomatika). Bandung: Informatika.

Pressman, R. S., & Maxim, B. R. (2015). Software Engineering: A Practitioner’s

Approach Eighth Edition. New York: McGraw-Hill.

Raharjo, B., Heryanto, I., & Rosdiana, E. (2014). Modul Pemrograman WEB (HTML,

PHP & MySQL). Bandung: Modula.

Rainer, R. K., & Cegielski, C. G. (2011). Introduction to Information Systems. (3rd

Edition). USA: John Wiley & Sons.

Saputro, D. (2010). Sistem Informasi Pemesanan Kamar Pada Hotel Wisnu

Prambanan Yogyakarta. Yogyakarta: AMIKOM Yogyakarta.

Sugiarti, Y. (2013). Analisis & Perancangan UML (Unified Modeling Language)

Generated VB.6.0. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Whitten, J. L., & Bentley, L. D. (2007). Systems Analysis and Deisgn Methods. New

York: McGraw-Hill.
186

Yulianto, A. A., Gartina, I., Astuti, R., Dewi, S., Sari, S. K., & Witanti, W. (2009).

Analisis dan Desain Sistem Informasi. Bandung: Politeknik Telkom Bandung.


xxv

LAMPIRAN-LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

HASIL WAWANCARA

Hari/Tanggal : Rabu, 18 Oktober 2017

Narasumber : Bapak Joko ( Kepala Program Adiwiyata )

Ibu Annisa ( bagian Adiwiyata )

Ibu Nurul ( Tim Penilai Adiwiyata )

Penanya : Gilang Agung Nusantara

Hasil : Mengetahui Proses bisnis yang berjalan dan mengetahui masalah

yang dihadapi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang

1. Apa itu program adiwiyata yang di gagasi dinas lingkungan

hidup kepada sekolah ?

Jawab : Program Adiwiyata pada sekolah adalah program dinas lingkungan

hidup untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan melalui

edukasi berbasis lingkungan, mengembangkan sumber daya, siswa

guru, warga sekolah, dan mengedukasi merancang anggaran biaya

operasional sekolah menjadi lebih efektif , program adiwiyata

sendiri dilakukan dengan tahapan berjenjang dari tingkat kota,

tingkat provinsi, tingkat nasional dan tingkat mandiri.


xxvi

2. Bagaimana proses adiwiyata dimulai ?

Jawab : Sekolah mengusulkan mengikuti program adiwiyata kepada kami

dengan membawa berkas persyaratan, selanjutnya setelah sekolah

yang memenuhi syarat sebagai calon sekolah adiwiyata tim kami

memberikan penjadwalan proses pembinaan dan proses penilaian,

pada pembinaan tim adiwiyata, pengawas sekolah pihak upt

pendidikan datang ke lingkungan sekolah dan melakukan

pembinaan kepada siswa, guru dan warga sekolah, pada penilaian

nanti hanya tim adiwiyata melakukan penilaian langsung dengan

melakukan pengecekan hasil dari adiwiyata berupa bukti fisik dan

bukti dokumentasi.

3. Bagaimana proses pengawasan dan penilaian adiwiyata pada sekolah yang

dilakukan oleh tim adiwiyata ?

Jawab : proses pengawasan dilakukan setelah dilakukannya pembinaan,

mengawasi pengerjaan dokumen,pengerjaan sarana prasarana

sekolah dan metode pembelajaran adiwiyata yang dilakukan pada

lingkungan sekolah, pengawasan dilakukan oleh kami tim

adiwiyata, upt pendidikan dan pengawas sekolah demi terus

berjalannya program adiwiyata pada sekolah , dan proses penilaian

adiwiyata dilakukan oleh tim adiwiyata dengan melakukan

pemeriksaan pada dokumen, pemeriksaan bukti fisik sarana

prasarana dan pemeriksaan pada pengetahuan sumber dayanya (

siswa, guru, warga sekolah ).


xxvii

4. Apakah proses kegiatan adiwiyata didokumentasikan ?

Jawab : iya setiap proses selalu di dokumentasikan, seperti berkas usulan

sekolah, penjadwalan, kegiatan pembelajaran adiwiyata,

pendokumentasian sarana prasarana yang nantinya dokumen

tersebut dibagi menjadi 4 kriteria dokumen dan dimasukkan ke

dalam aplikasi macro excel.

5. Apakah ada kendala dalam proses adiwiyata tersebut ?

Jawab : kendala pada proses pengusulan karena sekolah harus datang

langsung ke dinas dan membawa bukti persyaratan, pemberian

jadwal pada sekolah karena makin banyaknya minat sekolah

mengikuti adiwiyata proses pembagian jadwal sedikit rumit karna

harus pintar mengatur jadwal agar tidak terjadi bentrok, proses

pengumpulan dokumen adiwiyata sekolah masih harus mengantar

dokumen macro adiwiyata ke dinas.

6. Apakah dengan sistem yang sudah berjalan ini sudah ada upaya perbaikan untuk

mengatasi pelayanan pada program adiwiyata ?

Jawab : Sudah, untuk mengatasi masalah-masalah tersebut kami

membentuk kordinator adiwiyata pada sekolah di setiap wilayah,

namun langkah tersebut belum terlalu membantu karena setiap

keputusan dikembalikan kepada dinas dan jika masih ada kesalahan

pada proses adiwiyata kordinator masih harus datang langsung ke

dinas.
xxviii

7. Terkait dengan masalah tersebut apa yang dibutuhkan untuk meminimalisir hal

Tersebut ?

Jawab : Untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di dinas lingkungan

hidup pada program adiwiyata, maka dibutuhkan sistem yang

terintegrasi antara dinas lingkungan hidup dan sekolah yang

mengikuti program adiwiyata, sehingga meminimalisir terjadinya

kehilangan data maupun redudansi data dan memudahkan proses

adiwiyata, dan di butuhkan sistem yang dapat mengawasi program

adiwiyata

8. harapan yang ingin dicapai dengan adanya aplikasi yang akan dibangun ini ?

Jawab : Saya berharap dengan adanya aplikasi ini dapat mempermudah

pengelolaan data dan pengelolaan dokumen adiwiyata, informasi

yang disajikan menjadi lebih akurat dan real-time sehingga proses

pembinaan, penilaian dan laporan kepada dinas menjadi lebih

mudah dan berjalan lancer.


xxix

LAMPIRAN 2

TAMPILAN APLIKASI WEBSITE

1. Halaman login

2. Halaman Home
xxx

3. Halaman Edit User

4. Halaman Edit Password


xxxi

5. Halaman List Sekolah

6. Halaman Jadwal
xxxii

7. Halaman Registrasi Sekolah

8. Halaman List Sekolah


xxxiii

9. Halaman List Tingkat Adiwiyata

10. Halaman List UPT


xxxiv

11. Halaman Informasi

12. Halaman Profil Sekolah


xxxv

13. Halaman Upload Dokumen

14. Halaman Peta Sekolah Adiwiyata


xxxvi

LAMPIRAN 3

CONTOH SOURCE CODE

<?php

defined('BASEPATH') OR exit('No direct script access allowed');

class Login extends CI_Controller {

public function index()

$this->load->view('login');

function sekolah()

$email = $this->input->post('npsn_sekolah');

$password = $this->input->post('password');

$login = $this->m_adiwiyata->login_sekolah($email, md5($password));

if ($login == 1)

$row = $this->m_adiwiyata->data_login_sekolah($email,

md5($password));

$data = array(

'logged' => TRUE,

'tipe' => 'sekolah',

'level' => '',


xxxvii

'id_user' => $row['npsn_sekolah'],

'nama' => $row['nama_sekolah'],

);

$this->session->set_userdata($data);

echo"success";

else

echo"error";

function internal()

$email = $this->input->post('username');

$password = $this->input->post('password');

$login = $this->m_adiwiyata->login_internal($email, md5($password));

if ($login == 1)

$row = $this->m_adiwiyata->data_login_internal($email,

md5($password));

$data = array(

'logged' => TRUE,


xxxviii

'tipe' => 'internal',

'level' => $row['level'],

'id_user' => $row['id_user'],

'nama' => $row['nama_user'],

);

$this->session->set_userdata($data);

echo"success";

else

echo"error";

function out()

$this->session->sess_destroy();

redirect('login');

}
xxxix
xl
xli
xlii
xliii
xliv
xlv
xlvi