Anda di halaman 1dari 9

212 Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 3, No.

2, Desember 2015 hlm 212-220

TEKNOLOGI 4G-LTE DAN TANTANGAN


KONVERGENSI MEDIA DI INDONESIA

Ilham Gemiharto
Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

ABSTRAK

Tulisan ini membahas tentang kemunculan teknologi 4G-LTE di Indonesia dan tantangan konvergensi me-
dia di Indonesia, dimana pada saat ini teknologi 4G-LTE mulai diterapkan di Indonesia, khususnya kawasan
Jabodetabek sejak 2013 yang lalu. Kecepatan bandwith koneksi Internet dengan menggunakan teknologi
4G-LTE yang konon mampu mencapai 10 kali lipat kecepatan akses 3G mendorong penerapan konvergensi
media di Indonesia. Kemunculan teknologi 4G-LTE membuka kesempatan luas bagi munculnya media-me-
dia baru di Indonesia dan memberikan tantangan untuk melakukan konvergensi media yang telah ada. Kha-
layak cukup memiliki satu perangkat dengan teknologi 4G-LTE untuk mengakses semua bentuk komunikasi
nirkabel dan semua bentuk media massa yang ada saat ini. Tipe penelitian menggunakan interpretatif kual-
itatif. Fokus penelitian ini adalah analisis isi pada pemberitaan mengenai penerapan teknologi 4G LTE di
Indonesia dan konvergensi media dalam kurun waktu satu tahun terakhir (November 2013 – Oktober 2014)
pada media online Kompas Tekno. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi dengan
paradigma atau pendekatan konstruksionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis wacana model
Krippendorff yang mencoba mengungkapkan nilai-nilai (values) yang berkembang dalam pemikiran pem-
buat teks untuk memberikan informasi atau wawasan tentang sesuatu hal yang prinsipil yang disampaikan
secara tidak langsung.

Kata-kata kunci: Teknologi 4G-LTE, konvergensi media, kompas tekno, analisis isi

4G-LTE TECHNOLOGY AND CHALLENGES OF MEDIA CONVERGENCE


IN INDONESIA

ABSTRACT

This paper discusses the emergence of 4G-LTE technology and the challenges of media convergence in Indo-
nesia, where the 4G-LTE technology, especially in the Greater Jakarta area, since 2013 began to be applied.
Bandwidth speed of Internet connection using 4G-LTE technology supposedly capable of reaching 10 times
the speed of 3G access, encourages the application of media convergence in Indonesia. The emergence of
4G-LTE technology opens vast opportunities for the emergence of new media in Indonesia and provide a
challenge to existing media convergence. Audiences just need to have one device with 4G-LTE technology
to access all forms of wireless communications and media that exist today.This research uses qualitative
interpretative. The focus of this research is the analysis of the content of the news regarding the application
of 4G LTE technology and the convergence of media in Indonesia within one year period (November 2013
- October 2014) in Kompas Tekno online media. The data analysis technique used is content analysis in con-
structionist approach. This study uses discourse analysis approach of Krippendorff models, which tries to
express the values that developed in the minds of the text producer in order to provide information or insight
on principle thing conveyed indirectly.

Keywords: 4G-LTE Technology, media convergence, kompas tekno, content analysis

Korespondensi: Ilham Gemiharto, S.Sos, M.Si. Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Ko-
munikasi Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Bandung-Sumedang Km.21. Email: ilham265@gmail.com
TEKNOLOGI 4G-LTE DAN TANTANGAN KONVERGENSI MEDIA DI INDONESIA 213

PENDAHULUAN dan 3.5G, adalah teknologi terbaru komunikasi


data nirkabel. Tujuan dari LTE adalah untuk
Sejak memasuki milenium baru yang meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan
ditandai dengan kemunculan Internet sebagai data nirkabel yang telah dikembangkan
saluran dan media komunikasi yang terus pada awal milenium baru. Sistem antarmuka
berkembang hingga saat ini, terjadi perubahan nirkabel 4G-LTE ini berbeda dengan jaringan
kebiasaan khalayak dalam mengonsumsi 3G dan 3.5G sehingga harus dioperasikan
media tradisional seperti surat kabar dan pada spektrum yang terpisah. Koneksi Internet
radio yang semakin menurun intensitasnya. dengan menggunakan teknologi 4G-LTE
Saat ini sudah sulit menemukan suatu rumah mampu mencapai kecepatan akses data untuk
tangga yang masih memiliki radio transistor mengunduh (download) hingga 300 Mbps dan
dual band sekaligus berlangganan surat kabar untuk menggunggah (upload) 75 Mbps.
harian. Sebaliknya, nyaris tidak ditemukan Layanan akses data menggunakan
suatu rumah tangga tanpa kehadiran televisi Teknologi 4G-LTE pertama kali disediakan
dan perangkat yang memiliki koneksi Internet, oleh Tella Sonera dan Ericsson di Swedia
seperti telepon seluler atau modem Internet. pada tahun 2009. Kecepatan akses datanya
Penemuan tersebut memiliki arti bahwa kini mencapai 42,78 Mbps untuk mengunduh dan
pesaing surat kabar dan radio itu bukanlah 5,30 Mbps untuk mengunggah. Sejak saat itu
surat kabar atau radio lainnya, namun televisi, teknologi 4G-LTE secara luas digunakan oleh
Internet dan smartphone (telepon pintar). berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Salah satu survei yang dilakukan AGB Di Indonesia, layanan akses data menggunakan
Nielsen pada tahun 2010 menemukan bahwa teknologi 4G-LTE diluncurkan pada 14
konsumsi khalayak terhadap surat kabar dan November 2013 oleh perusahaan Internux,
radio mengalami penurunan yang gradual dalam melalui produknya yaitu Bolt yang menawarkan
jangka waktu lima tahun terakhir, dan semakin kecepatan akses Internet hingga 75 Mbps.
menurun pada akhir tahun 2013. Survei tersebut Untuk menyelenggarakan layanan teknologi
sampai pada kesimpulan tren komunikasi 4G-LTE, Internux mengeluarkan investasi
massa saat ini menghadapi fakta bahwa time is senilai 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,3
flat while choices are multiplied, atau pilihan triliun untuk menyewa menara BTS hingga
aktivitas semakin kompleks sementara waktu menyediakan perangkat mobile wi-fi di pasar.
yang dimiliki oleh manusia tetap 24 jam sehari. Selanjutnya Kementerian Komunikasi dan
Dalam sehari manusia menjalankan berbagai Informatika mengeluarkan lisensi Broadband
macam aktivitas, baik personal maupun sosial. Wireless Access (BWA) dengan teknologi 4G-
Di antara berbagai macam aktivitas tersebut, LTE kepada First Media, Berca, IM2, dan
hanya sebagian waktu yang digunakan untuk Jasnita, meskipun hanya diizinkan menggelar
mengonsumsi media, apalagi media koran atau layanan data (Internet) dengan jangkauan
radio. Dengan kata lain, waktu yang dimiliki layanan masih di wilayah Jabodetabek.
manusia untuk mengonsumsi media menjadi Teknologi 4G-LTE telah menjadi salah satu
semakin terbatas. Pilihan aktivitas yang semakin topik pemberitaan yang mendapat perhatian
kaya dengan waktu yang terbatas berujung publik sepanjang tahun 2014 khususnya dalam
pada tuntutan kebutuhan manusia akan media 3 (tiga) bulan terakhir yaitu bulan Juli-Oktober
yang bersifat mudah, mobile, dan aplikatif. 2014. Begitu pula isu mengenai konvergensi
Manusia membutuhkan media multifungsi media telah begitu mengemuka di kalangan
yang mampu melewati batas-batas ruang dan akademi dan praktisi komunikasi massa.
waktu, yang dapat digunakan kapanpun dan di Salah satu alasannya adalah kecepatan akses
manapun. Pada akhirnya, muncul konvergensi data yang dimiliki teknologi 4G-LTE media
media sebagai teknologi media yang menjawab yang jauh diatas kecepatan akses data saat ini
tantangan kebutuhan tersebut. memberikan peluang yang sangat luas untuk
Teknologi LTE atau Long Term Evolution, kemunculan media-media baru dan tantangan
lebih dikenal dengan sebutan teknologi 4G-LTE konvergensi media bagi media yang telah ada.
untuk membedakannya dengan teknologi 3G Analisis penelitian dilakukan terhadap
214 Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 3, No. 2, Desember 2015 hlm 212-220

media online yaitu Kompas Tekno yang membatasi tentang apa saja yang akan dibahas
beralamat di www.tekno.kompas.com. Tipe dalam penelitian. Sehingga diharapkan peneliti
penelitian menggunakan interpretatif kualitatif. mendapat kesimpulan yang lebih mendalam
Fokus penelitian ini adalah analisis isi pada dan terfokus. Penelitian dilakukan terhadap
pemberitaan mengenai penerapan teknologi 4G data yang didapat sebagai data penelitian berupa
LTE dan konvergensi media di Indonesia dalam pemberitaan mengenai teknologi 4G-LTE dan
kurun waktu setahun terakhir pada media online konvergensi media di Indonesia yang dimuat
Kompas Tekno. Teknik analisis data yang dalam media online Kompas Tekno dalam
digunakan adalah metode analisis isi dengan kurun waktu setahun terakhir yaitu sejak
paradigma atau pendekatan konstruksionis. November 2013 hingga Oktober 2014.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Sumber data penelitian yaitu sumber subjek
Analisis wacana model Krippendorff yang darimana data diperoleh. Atau dengan kata lain
mencoba mengungkapkan nilai-nilai (values) sumber data adalah sumber dimana peneliti
yang berkembang dalam pemikiran pembuat mendapat data terkait pemberitaan mengenai
teks untuk memberikan informasi atau teknologi 4G-LTE dan konvergensi media
wawasan tentang sesuatu hal yang prinsipil di Indonesia. Berdasarkan jenis penelitian,
yang disampaikan secara tidak langsung. maka sumber data dalam penelitian ini adalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka pemberitaan mengenai teknologi 4G-LTE dan
terdapat masalah penelitian yang dituangkan konvergensi media di Indonesia dalam kurun
dalam bentuk rumusan masalah sebagai berikut: waktu setahun terakhir yaitu sejak November
(1) Bagaimana kesesuaian isi dengan fakta 2013 hingga Oktober 2014. Data dikumpulkan
yang ada dalam pemberitaan yang dilakukan dengan cara mengakses media online Kompas
media online Kompas Tekno mengenai Tekno dan mengumpulkan berita terkait
teknologi 4G-LTE dan konvergensi media teknologi 4G-LTE dan konvergensi media di
di Indonesia? dan (2) Bagaimana konstruksi Indonesia.
wacana yang dilakukan media online Kompas Dalam penelitian ini jenis data yang
Tekno dalam memberitakan teknologi 4G-LTE digunakan peneliti adalah data primer
dan konvergensi media di Indonesia? berupa berita tentang teknologi 4G-LTE
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam dan konvergensi media di Indonesia mulai
penelitian ini adalah untuk mengetahui November 2013 hingga Oktober 2014 dan
kesesuaian isi dengan fakta yang ada dalam data sekunder berupa data yang diperoleh dari
pemberitaan yang dilakukan media online situs-situs berita online (website), jurnal-jurnal
Kompas Tekno mengenai teknologi 4G-LTE komunikasi, serta buku-buku yang relevan
dan konvergensi media di Indonesia dan dengan penelitian ini.
untuk mengetahui konstruksi wacana yang Teknik analisis data dalam penelitian ini
dilakukan media online Kompas Tekno menggunakan konsep isi yang menekankan pada
dalam memberitakan teknologi 4G-LTE dan penonjolan kerangka pemikiran, perspektif,
konvergensi media di Indonesia. dan konsep tentang memaknai pemberitaan
media online Kompas Tekno tentang teknologi
METODE PENELITIAN 4G-LTE dan konvergensi media di Indonesia
mulai November 2013 hingga Oktober 2014.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Menganalisis berita pemberitaan media
metode analisis interpretatif kualitatif online Kompas Tekno tentang teknologi 4G-
dengan pendekatan analisis wacana model LTE dan konvergensi media di Indonesia mulai
Krippendorff yang mencoba mengungkapkan November 2013 hingga Oktober 2014. Data
nilai-nilai (values) yang berkembang dalam yang telah terkumpul akan dianalisis secara
pemikiran pembuat teks untuk memberikan kualitatif yaitu dengan menggunakan metode
informasi atau wawasan tentang sesuatu hal Krippendorff yaitu digambarkan dengan kata-
yang prinsipil yang disampaikan secara tidak kata atau kalimat dengan menggunakan
langsung. instrumen analisis isi dengan model melalui
Fokus penelitian dimaksudkan untuk perangkat yang digunakan.
TEKNOLOGI 4G-LTE DAN TANTANGAN KONVERGENSI MEDIA DI INDONESIA 215

HASIL DAN PEMBAHASAN terkombinasinya berbagai jenis media, yang


sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda
Teknologi Informasi adalah suatu teknolo- (misalnya, komputer, televisi, radio, dan surat
gi yang digunakan untuk mengolah data, ter- kabar), ke dalam sebuah media tunggal.
masuk memproses, mendapatkan, menyusun, Gerakan konvergensi media tumbuh
menyimpan, dan memanipulasi data dalam
berkat adanya kemajuan teknologi akhir-
berbagai cara untuk menghasilkan informasi
akhir ini, khususnya dari munculnya Internet
yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan,
dan digitalisasi informasi. Konvergensi
akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk
media ini menyatukan ”tiga-C” (computing,
keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan
communication, dan content). Jika dijabarkan
dan merupakan informasi yang strategis untuk
di level perusahaan, maka konvergensi ini
pengambilan keputusan. Teknologi ini menggu-
menyatukan perusahaan-perusahaan yang
nakan seperangkat komputer untuk mengolah
bergerak di bidang informasi (komputer),
data, sistem jaringan untuk menghubungkan
satu komputer dengan komputer yang lainnya jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten
sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi teleko- (penerbit buku, surat kabar, majalah, stasiun TV,
munikasi digunakan agar data dapat disebar dan radio, musik, film, dan hiburan). Contoh yang
diakses secara global. mudah kita lihat adalah salah satu produknya,
Long Term Evolution atau yang biasa dis- sebagai hasil perkembangan terkini pada
ingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi teknologi mobile. Handphone yang Anda miliki
akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis sekarang bisa melakukan fungsi kalkulator, juga
pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA bisa untuk menonton siaran TV, mendengarkan
namun harus dioperasikan melalui spektrum siaran radio, membaca surat kabar online,
nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu menerima dan mengirim e-mail, memotret,
mengunduh (download) hingga kecepatan 300 merekam suara, merekam gambar video, selain
Mbps dan mengunggah (upload) hingga kece- tentunya untuk menelepon dan mengirim SMS.
patan 75 Mbps. Pengombinasianfungsi-fungsidaribeberapa
LTE kemudian dipasarkan dengan nama 4G piranti ke dalam satu mekanisme ini disebut
LTE sebagai penerus jaringan 3G. LTE bahkan juga konvergensi piranti (device convergence).
diklaim sebagai jaringan nirkabel yang paling Konvergensi media memungkinkan para
cepat pertumbuhannya. LTE adalah teknologi profesional di bidang media massa untuk
yang didaulat akan menggantikan UMTS/HS- menyampaikan berita dan menghadirkan
DPA (3.5G). LTE diperkirakan akan menjadi informasi dan hiburan, dengan menggunakan
standarisasi telepon selular secara global yang berbagai macam media. Komunikasi yang
pertama. Walaupun dipasarkan sebagai teknolo- sudah dikonvergensikan menyediakan berbagai
gi 4G, LTE yang dipasarkan sekarang belum macam alat untuk penyampaian berita dan
dapat disebut sebagai teknologi 4G sepenuhn- memungkinkan konsumen untuk memilih
ya. Di Indonesia, operator pertama yang meng- tingkat interaktivitasnya, seraya mereka bisa
gunakan teknologi 4G ini adalah Bolt yang mengarahkan sendiri penyampaian kontennya.
diluncurkan oleh PT. Internux pada tanggal 14 Konvergensi media memungkinkan audiens
November 2013. (khalayak) media massa untuk berinteraksi
Kata “konvergensi” sering digunakan dengan media massa dan bahkan mengisi
untuk merujuk ke berbagai proses yang konten media massa. Audiens sekarang dapat
berbeda, sehingga terkadang menimbulkan mengontrol kapan, di mana dan bagaimana
kebingungan. Konvergensi media adalah mereka mengakses dan berhubungan dengan
penggabungan atau menyatunya saluran-saluran informasi, dalam berbagai jenisnya. Jurnalisme
keluar (outlet) komunikasi massa, seperti media konvergensi melibatkan kerjasama antara
cetak, radio, televisi, Internet, bersama dengan jurnalis media cetak, media siar, dan media
teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, Web (online) untuk menghasilkan berita terbaik
melalui berbagai platform presentasi digital. yang dimungkinkan, dengan menggunakan
Dalam perumusan yang lebih sederhana, berbagai sistem penyampaian (delivery).
konvergensi media adalah bergabungnya atau Konvergensi telah terjadi pada dua aspek
216 Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 3, No. 2, Desember 2015 hlm 212-220

utama: teknologi dan industri. Pada aspek luar diri wartawan. Realitas yang riil itulah
teknologi, konten kreatif telah dikonversikan ke yang akan diseleksi oleh wartawan kemudian
dalam bentuk–bentuk digital standar-industri, dibentuk dalam sebuah berita, (Eriyanto, 2007:
untuk disampaikan melalui jejaring pita lebar 100).
(broadband) atau tanpa-kabel (wireless), Asumsi dasar dalam pendekatan
untuk ditampilkan di berbagai komputer atau konstruktivis ini adalah realitas itu tidak
piranti-piranti seperti-komputer, mulai dari dibentuk secara ilmiah, namun tidak juga turun
telepon seluler sampai PDA (personal digital karena campur tangan Tuhan. Tapi sebaliknya,
assistant), hingga ke alat perekam video ia dibentuk dan dikonstruksi. Jadi fakta
digital (DVR, digital video recorder) yang merupakan konstruksi atas realitas, Kebenaran
terhubung ke pesawat televisi. Pada aspek suatu fakta bersifat relatif, berlaku sesuai
industri perusahaan-perusahaan yang melintasi konteks tertentu (Eriyanto, 2002: 23).
spektrum bisnis, mulai dari perusahaan media Dengan demikian, realitas yang sama bisa
ke telekomunikasi sampai teknologi, telah ditanggapi, dimaknai dan dikonstruksi secara
menyatu dan membentuk aliansi-aliansi berbeda-beda oleh semua orang. Karena, setiap
strategis untuk mengembangkan model-model orang mempunyai pengalaman, preferensi,
bisnis baru, yang dapat meraih keuntungan pendidikan tertentu dan lingkungan pergaulan
dari ekspektasi konsumen yang sedang tumbuh atau sosial tertentu, dimana kesemua itu
terhadap konten media yang disesuaikan dengan suatu saat akan digunakan untuk menafsirkan
permintaan (on-demand). Sejumlah analis realitas sosial yang ada disekelilingnya dengan
industri memandang, konvergensi media ini konstruksinya masing-masing.
menandai memudarnya ”media lama” seperti Paradigma Konstruksionis memandang
media cetak dan media siar, serta bangkitnya realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang
”media baru,” yang perkembangannya masih natural, tetapi terbentuk dari hasil konstruksi.
berlangsung dinamis saat ini. Karenanya, konsentrasi analisis pada paradigma
Proses konstruksi realitas dalam media konstruksionis adalah menemukan bagaimana
massa dimulai dengan adanya realitas pertama peristiwa atau realitas tersebut dikonstruksi,
berupa keadaan, benda, pikiran, orang, dengan cara apa konstruksi itu dibentuk. Dalam
peristiwa, dan sebagainya. Secara umum sistem studi komunikasi, paradigma konstruksionis
komunikasi adalah faktor yang mempengaruhi ini sering sekali disebut sebagai paradigma
seseorang dalam membuat wacana. Secara produksi dan pertukaran makna. Ia sering
tidak langsung, dinamika internal dan eksternal dilawankan dengan paradigma positivis atau
sangat mempengaruhi proses konstruksi. Ini paradigma transmisi.
juga menunjukan bahwa pembentukan wacana Paradigma Konstruktivisme menolak
tidak berada pada ruang vakum. pandangan positivisme yang memisahkan subjek
Pengaruh tersebut bisa datang dari pribadi dengan objek komunikasi. Dalam pandangan
dalam bentuk kepentingan idealis, ideologis, konstruktivisme, bahasa tidak lagi hanya
dan sebagainya maupun dari kepentingan dilihat sebagai alat untuk memahami realitas
eksternal dari khalayak sasaran sebagai pasar, objektif belaka dan dipisahkan dari subjek
sponsor, dan sebagainya. Menurut Fishman ada sebagai penyampai pesan. Konstruktivisme
dua kecenderungan bagaimana proses produksi justru menganggap subjek (komunikan/
berita dilihat. Pandangan pertama sering disebut decoder) sebagai faktor sentral dalam kegiatan
sebagai pandangan seleksi berita (selectivity komunikasi serta hubungan-hubungan sosial.
of news). Seleksi ini berasal dari wartawan di Media adalah agen konstruksi. Pandangan
lapangan yang akan memilih mana yang penting konstruksionis mempunyai posisi yang berbeda
dan mana yang tidak penting. dibandingkan positivis dalam melihat media.
Setelah masuk ke tangan redaktur, berita Dalam pandangan konstruksionis, media
itu akan diseleksi lagi dan disunting dengan bukanlah sekedar saluran yang bebas, ia juga
menekankan bagian mana yang perlu ditambah. subjek yang mengkonstruksi realitas, lengkap
Pandangan ini mengandaikan seolah-olah dengan pandangan, bias, dan pemihakannya.
ada realitas yang benar-benar riil yang ada di Disini media dipandang sebagai agen Tabel 1
TEKNOLOGI 4G-LTE DAN TANTANGAN KONVERGENSI MEDIA DI INDONESIA 217

Daftar Judul Berita di Kompas Tekno


No. Tanggal Judul Berita Subjek Kategori
Berita Wacana
1. 23 November 3G Rampung, Indonesia Sambut 4G 4G-LTE Positif
2013 LTE
2. 14 November 4G LTE Resmi Hadir di Indonesia 4G-LTE Positif
2013
3. 3 Desember 2013 Konvergensi, Solusi IT Tingkatkan Konvergensi Positif
Efisien Media
4. 10 Desember Frekuensi Lebih Rendah Lebih Baik 4G-LTE Positif
2013 Untuk 4G LTE
5. 15 Desember UU Konvergensi Jangan Berpihak Pada Konvergensi Negatif
2013 Kepentingan Bisnis Media
6. 9 Januari 2014 Dilema Penyelenggaraan 4G-LTE di 4G-LTE Negatif
Indonesia
7. 14 Maret 2014 700 MHz, Frekuensi Emas untuk 4G 4G-LTE Positif
LTE
8. 5 April 2014 Regulasi Konvergensi Menuju Konvergensi Positif
Digitalisasi Informasi Disiapkan Media
9. 25 Mei 2014 Internet 4G 700 MHz Paling Cepat 4G-LTE Positif
Tahun 2018
10. 26 Mei 2014 Kompas Gelar Gathering Konvergensi Konvergensi Positif
Media Media
11. 26 Mei 2014 Tercengang dengan Teknologi Konvergensi Positif
Augmented Reality Media
12. 2 Juli 2014 Pemerintah Resmi Tinjau Ulang RUU 4G-LTE Negatif
Konvergensi
13. 7 Juli 2014 Konvergensi Media Jangan Abaikan Konvergensi Negatif
Konten Media
14. 23 September Menjajal Kecepatan 4G-LTE di Jakarta 4G-LTE Positif
2014
15. 6 Oktober 2014 Pelaku Industri Kreatif Antusias 4G-LTE Positif
Sambut 4G
16. 27 Oktober 2014 4G Sudah “Mengetuk Pintu” Indonesia 4G-LTE Positif
17. 29 Oktober 2014 Operator Gelar 4G-LTE, yang Penting 4G-LTE Negatif
Patuh Aturan
18. 30 Oktober 2014 4G Juga Ditunggu untuk Kulkas dan 4G-LTE Positif
TV
konstruksi sosial yang mendefinisikan realitas. Pandangan semacam ini menolak argumen
218 Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 3, No. 2, Desember 2015 hlm 212-220

yang menyatakan media seolah-olah sebagai artikel berita. Kelebihan tersebut memudahkan
tempat saluran bebas. Berita yang kita baca khalayak dalam mendapatkan berita teraktual,
bukan hanya menggambarkan realitas, bukan namun di sisi lain seringkali kurang memenuhi
hanya menunjukkan pendapat sumber berita, kaidah-kaidah penulisan artikel berita yang
melainkan juga konstruksi dari media itu sendiri. lengkap, misalnya dalam melengkapi unsur
Lewat berbagai instrumen yang dimilikinya, 5W+1H yang menjadi syarat kelengkapan
media ikut membentuk realitas yang tersaji penulisan artikel berita. Hal ini terjadi dalam
dalam pemberitaan. media online tidak ada fungsi editor, karena
Pada halaman sebelumnya, dapat dilihat reporter sekaligus menjadi editor, namun
hasil analisis mengenai pemberitaan media kekurangan ini dapat ditutupi dengan frekuensi
online Kompas Tekno tentang teknologi 4G- pemberitaan yang kontinyu bahkan masif
LTE dan konvergensi media di Indonesia tentang satu topik, selain itu sewaktu-waktu
mulai November 2013 hingga Oktober 2014. dapat diganti atau dihapus apabila dirasa banyak
memuat kesalahan dalam penulisannya.
Tabel 2 Rekapitulasi Berita Mengenai Konvergensi Berita yang dimuat Kompas Tekno
Media mengenai 4G-LTE masih mengangkat isu
mengenai kesiapan operator telekomunikasi di
Kategori Indonesia menyelenggarakan layanan berbasis
No Jumlah Presentase
Framing 4G-LTE. Meskipun layanan 4G-LTE sudah
1 Positif 4 67% dibuka sejak tahun lalu, namun cakupannya
2 Negatif 2 33% masih sangat terbatas, yaitu hanya kawasan
Jabodetabek saja. Begitu pula kualitas layanan
Total 6 100% masih belum memenuhi kecepatan yang
diharapkan karena berbagai faktor seperti
Tabel 3 Rekapitulasi Berita Mengenai Teknologi 4G- kondisi geografis, infrastruktur jaringan, dan
LTE regulasi dari Kemenkominfo yang hanya
mengizinkan layanan teknologi 4G-LTE untuk
Kategori komunikasi data saja dan bukan untuk voice
No Jumlah Presentase call. Misalnya kecepatan tertinggi yang mampu
Framing
diraih Bolt maupun First Media secara realtime
1 Positif 9 75% masih dibawah 42 Mbps. Kemudian harga
layanan juga masih terhitung mahal, yaitu 2,97
2 Negatif 3 25%
juta untuk paket Infinite.
Total 12 100% Sementara itu pemberitaan Kompas Tekno
mengenai konvergensi media masih membahas
Perbandingan Proporsi pemberitaan seputar Undang-Undang Konvergensi Media
mengenai Teknologi 4G LTE dan Konvergensi dan konsep konvergensi media yang paling
Media di atas menunjukkan bahwa secara tepat untuk diadaptasi di Indonesia. Selain itu,
kuantitas Teknologi 4G LTE lebih banyak kendala pengadaan infrastruktur yang masih
diberitakan, bahkan jumlahnya dua kali lipat mahal menjadi kendala bagi media-media
yaitu menjadi topik dalam 12 berita daripada mainstream untuk melakukan konvergensi.
pemberitaan mengenai Konvergensi Media. Dengan kondisi seperti itu hanya media yang
Isi dari keseluruhan berita mengenai teknologi ditopang dengan struktur finansial yang kuat
4G-LTE di Indonesia lebih kepada sisi positifnya yang akan segera melaksanakan konvergensi.
yaitu sebanyak 75% dari total keseluruhan berita Dilihat dari keseluruhan hasil analisis yang
mengenai teknologi 4G-LTE. Sementara berita dilakukan, peneliti menemukan beberapa artikel
mengenai Konvergensi Media di Indonesia, berita terkait teknologi 4G-LTE dan konvergensi
hanya 6 (enam) berita dengan wacana positif media di Indonesia yang dimuat pada media
sebanyak 67% oleh Kompas Tekno. online Kompas Tekno memperlihatkan
Media online memiliki kelebihan dalam kekurangan dalam unsur 5W+1H. Masih
hal kecepatan penyampaian dalam suatu ditemukan beberapa berita yang dimuat dengan
TEKNOLOGI 4G-LTE DAN TANTANGAN KONVERGENSI MEDIA DI INDONESIA 219

hanya menggunakan satu narasumber untuk pemberitaan, sejak sebelum diluncurkannya


beberapa kutipan dalam satu artikel berita tanpa teknologi 4G-LTE pada bulan November 2013,
memerhatikan keberimbangan informasi dan Kompas Tekno telah memberitakan teknologi
data. Namun ada pula kutipan yang berbeda 4G-LTE sejak tahun 2010. Sementara isu
sudut pandang dalam berita lainnya. mengenai konvergensi media baru diangkat
Dalam artikel berita yang membahas sejak setahun terakhir. Hal-hal diatas telah
masalah teknologi 4G-LTE dan konvergensi membuktikan jika Kompas Tekno telah
media di Indonesia, Kompas Tekno berusaha menganggap berita tentang penerapan teknologi
memuat pernyataan narasumber yang 4G-LTE di Indonesia merupakan sesuatu yang
kompeten. Kompas Tekno tetap menjaga penting untuk diberitakan.
kualitas berita yang memuat kutipan dari ahli Dalam pandangan kontruksionis, media
teknologi komunikasi, meskipun terkadang bukanlah sekedar saluran yang bebas, ia juga
Tidak menyebutkan narasumber yang dikutip subjek yang mengkonstruksi realitas, lengkap
pernyataannya. dengan pandangan, bias, dan pemihakannya.
Jika ditinjau dari analisis isi menurut Begitupun dengan Kompas Tekno, dipandang
Klaus Krippendorff, dapat dilihat bahwa media sebagai agen konstruksi sosial yang
mempunyai pengaruh terhadap khalayak dalam mendefinisikan realitas. Jadi fakta merupakan
pemberitaan. Hal tersebut dikatakan sebagai konstruksi atas realitas, kebenaran suatu fakta
agenda setting media. Secara singkat agenda bersifat relatif, berlaku sesuai konteks tertentu.
setting media dapat dikatakan jika media Meskipun demikian realitas media yang
memberikan tekanan pada suatu peristiwa, semu tidak berlaku di pemberitaan mengenai
maka media itu akan mempengaruhi khalayak penerapan teknologi 4G-LTE dan konvergensi
untuk menganggapnya penting. Jadi apa yang media di Indonesia. Kompas Tekno tetap
dianggap penting oleh media, maka penting berusaha mengajak pembacanya untuk lebih
juga bagi khalayak. Sebaliknya apa yang tidak dekat dengan realitas yang sesungguhnya.
penting bagi media maka khalayak menganggap
tidak penting juga, bahkan menjadi tidak terlihat SIMPULAN
sama sekali.
Dari pengamatan yang ada, maka dapat Berdasarkan hasil analisis isi berita tentang
diketahui jika Kompas Tekno telah melakukan penerapan teknologi 4G-LTE dan konvergensi
agenda setting dalam pemberitaannya. Hal media di Indonesia yang dilakukan oleh
tersebut dilihat dari beberapa acuan yang Kompas Tekno dalam kurun waktu satu tahun
meliputi penempatan dan proporsi pemberitaan, sejak November 2013 hingga Oktober 2014,
lamanya pemberitaan, isu yang sifatnya sedang maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
hangat, sampai kepada tingkat kredibilitas Seperti pengalaman sebelumnya dalam
media yang mengangkat isu tersebut. Namun penerapan teknologi 3G yang diluncurkan pada
proporsi pemberitaan merupakan aspek yang tahun 2003, namun mulai umum digunakan di
paling menonjol dalam agenda setting yang Indonesia setelah 6 tahun kemudian yaitu pada
dilakukan Kompas Tekno. Porsi pemberitaan tahun 2009. Nampaknya begitu pula dengan
yang lebih banyak memberitakan mengenai penerapan teknologi 4G-LTE di Indonesia.
teknologi 4G-LTE dibandingkan dengan Meskipun telah diperkenalkan pada tahun
konvergensi media di Indonesia menunjukkan 2009 di Swedia, namun nampaknya masih
bahwa Kompas Tekno ingin menggambarkan memerlukan waktu untuk digunakan secara
bahwa isu mengenai teknologi 4G-LTE luas di Indonesia. Paling tiga diperlukan 3
lebih diminati khalayak daripada tantangan hingga 5 tahun ke depan untuk membangun
konvergensi media di Indonesia. infrastruktur teknologi 4G-LTE di Indonesia,
Kemudian Kompas Tekno juga seringkali dan memberikan layanan komunikasi berbasis
mengemas judul-judul artikel berita dengan 4G-LTE yang lebih terjangkau secara ekonomi.
kalimat yang menarik khalayak, yang akhirnya Penerapan konvergensi media dengan
merasa perlu untuk membaca lebih jauh menggunakan teknologi 4G-LTE masih
isi berita. Bahkan jika berbicara lamanya terkendala masalah biaya yang mahal dan
220 Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 3, No. 2, Desember 2015 hlm 212-220

kualitas jaringan yang masih terbatas, sehingga DAFTAR PUSTAKA


hanya media-media dengan fondasi keuangan
yang kuat yang dapat melakukannya. Selain Craig, R. (2005). Online journalism; reporting,
itu praktisi media masih menanti keputusan writing and editing for new media. USA:
pemerintah mengenai Undang-Undang Thomson Wadsworth.
Konvergensi. Duhe, S. F., Mortimer, M. & Chow, S. S.
Penentuan isi berita yang dilakukan oleh (2004). Convergence in TV newsrooms: a
media online Kompas Tekno dilakukan dengan nationwide look, Convergence vol 10 no.
cara antara lain: pemilihan sumber berita, 2.
pemilihan kutipan dari sumber berita, dan Eriyanto. (2001). Analisa wacana dengan
menempatkan gambar yang mendukung isi analisis teks media. Yogyakarta: LKIS.
pemberitaan. . (2002). Analisis framing: konstruksi,
Media online Kompas Tekno disengaja atau ideologi dan politik media. Yogyakarta:
tidak telah melakukan proses agenda setting. LKIS.
Hal tersebut terlihat melalui cara Kompas Krippendorff, K. (2000). Analisis isi,
Tekno mengangkat isu yang sedang hangat dan pengantar toeri dan metodologi. Jakarta:
intensitas pemberitaannya. Utan Kayu.
Dari hasil analisis isi terlihat bahwa Lister, D., Giddings, G., & Kelly. (2009). New
kebijakan media memberikan dampak pada media: a critical introduction. New York:
proporsi dan intensitas pemberitaan oleh media. Taylor & Francis e-Library.
Hal ini menunjukkan bahwa objektivitas media Littlejohn, S. W. (1999). Theories of humam
dipengaruhi oleh kebijakan media. communcation. London: Wadswotrth
Sesuai dengan kesimpulan diatas, maka Publishing Company.
penulis memberikan saran-saran sebagai Nurudin. (2003). Komunikasi massa. Malang:
berikut: (1) Media sebagai alat penyampaian CESPUR.
pesan haruslah selalu menjaga agar berita selalu Rakhmat, J. (1994). Psikologi komunikasi.
sesuai dengan fakta dalam menyampaikan Bandung: Remaja Rosdakarya.
pemberitaan, (2) Kompas Tekno sebagai salah Santana, K, S. (2005). Jurnalisme kontemporer.
satu media online di Indonesia harus tetap Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
memerhatikan netralitas dan objektivitas media. Sobur, A. (2002). Analisis teks media: suatu
Namun kaidah-kaidah penulisan artikel berita pengantar analisis wacana, analisis
yang lengkap, misalnya kekurangan dalam semiotika, dan analisis framing. Bandung:
melengkapi unsur 5W+1H harus berusaha Remaja Rosdakarya.
diperbaiki, dan (3) Dari hasil penelitian ini Uchjana, O. (2003). Ilmu, teori dan filsafat
disarankan agar masyarakat lebih jeli dalam komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
memaknai setiap informasi yang terkandung Vivian, J. (2008). Teori komunikasi massa ed.8.
di dalam sebuah berita. Karena bisa saja Jakarta: Kencana.
informasi tersebut merupakan hasil konstruksi Wiryanto. (2005). Pengantar ilmu komunikasi.
dari wartawan dan tidak sesuai dengan realitas Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
yang sebenarnya. Pengaruh yang diterima
media kadang membuat pergeseran makna yang
mestinya disadari dengan baik oleh masyarakat.