Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA EDUKASI (SAE)

CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)

OLEH :

HENDRIMINA MELGA HELINCE SUKI

NIM. 175070209111045

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2019
SATUAN ACARA EDUKASI (SAE)

MANAJEMEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)

Topik : Self Manajemen Chronic Kidney Diseases (CKD)


Sub Topik : Pola Diet Chronic Kidney Diseases (CKD)
Sasaran : Pasien dan keluarga CKD
Hari, Tanggal : 13 Mei 2019
Tempat : Ruang Rawat 27 RSSA Malang
Pelaksana : Hendrimina Melga Helince Suki
Waktu : Pukul 11.00 - 11.20 WIB

A. Tujuan

1. Tujuan Umum

Setelah diberikan edukasi selama 20 menit, diharapkan pasien mengerti dan


memahami tentang manajemen Chronic Kidney Diseases (CKD)

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti sesi edukasi selama 20 menit, diharapkan pasien mampu


memahami tentang Pola Diet Chronic Kidney Diseases (CKD) meliputi :

1. Pentingnya diet pada pasien CKD

2. Tujuan diet pada pasien CKD

3. Rekomendasi diet pasien CKD

4. Contoh Susunan Bahan Makanan Sehari untuk Pasien CKD

B. Metode

1. Diskusi
2. Tanya jawab

C. Media
1. Leaflet

D. Referensi

Muttaqin, A., & Sari, K. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem


Perkemihan. Jakarta: Salemba Medika.
Sapri, A. (2008). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan dalam
Mengurangi Asupan Cairan pada Panderita Gagal Ginjal Kronik yang
Menjalani Hemodialisa Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.
(online). http://www.dosctoc.com/docs/6849068/a, diakses pada 11 Maret
2016.
Smeltzer, S., & Bare. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:
EGC.
Sustineliya. 2013. Hubungan Pengetahuan tentang Asupan dan Cairan
Pengendalian Cairan terhadap Penambahan Berat Badan Pasien Gagal
Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa. Skripsi. Tidak dipublikasikan.
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau.
Suwitra K. Penyakit Ginjal Kronik. In: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, K SM,
Setiati S, editors: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5nd ed. Jakarta: Interna
Publishing; 2009.p.1035-40.

E. Plan of Action (POA)

Tindakan Aktivitas Implementasi

Step 1: Perawat Perawat menyebutkan nama dan profil dirinya


memperkenalkan
Establishing diri Selamat pagi Bu Dwi,
Trust Pagi juga sus,

Saya Herlyn, perawat yang dinas pagi hari ini


Iya sus,

Perawat Perawat menjelaskan perannya, apa yang bisa


menjelaskan dilakukan bagi penderita CKD
perannya
Saya Ingin berdiskusi dengan ibu tentang sakit
yang bapak derita saat ini, mungkin ada
masalah/kesulitan yang ditemui yang bisa saya
bantu disini.

Oh Iya Baiklah sus,,

Informed consent Meminta persetujuan pasien serta kontrak waktu


dan kontrak
Saya minta waktunya kira-kira 20 menit untuk
diskusi bisa buk dwi?

Iya, bisa sus

Menciptakan Menekankan kepada klien pentingnya keterbukaan


interaksi yang dan kejujuran selama sesi edukasi
“trust-honest”
Saya sangat mengharapkan bu dwi bisa luwes
cerita dan diskusi sama saya tentang sakit bapak
biar bisa dicari solusinya

Baik bu,

Step 2: Menyusun list Perawat membantu klien untuk mengidentifikasi


masalah yang akan kesulitan-kesulitan yang dialami klien
Assess dijadikan topik
Patien’s edukasi Ada pengetahuan dasar yang harus dipastikan oleh
Needs perawat
Boleh saya tau buk, sejak kapan bapak
terdiagnosa sakit inni , bu dwi sudah tahu apa
saja tentang gagal ginjal kronik?

Sejak saya dikasih tahu sakit ini saya banyak cari


tahu lewat google sus, yang saya tahu sakit saya
bisa disebabkan karena darah tinggi, kolesterol
juga tinggi,batu ginjal seperti bapak, juga karena
minum obat tertentu dalam waktu yang lama.Nah
bapak ini suka minum asam mefenamat tanpa
resep dokter. Terus kalau gejalanya seperti yang
bapak alami kaki sempat bengkak, sesak napas,
sakit kepala, cepat capek, juga air kencing sedikit
dan berdarah, napsu makan juga ngak ada sus.

Wah, sudah paham banyak ya buk tentang


sakitnya bapak, lalu pengobatannya bagaimana
buk?
Bapak sempat cuci darah kemarin 1x pas masuk
disini sus, terus dilarang makan-makanan seperti
pisang, bayam, kelapa muda, sama minum obat
dan kontrol rutin katanya. Tapi saya bingung
jadinya bapak saya kasi makan apa sus, smuanya
serba salah

Untuk memudahkan, pasien dapat dibimbing


untuk menulis list masalah

Oh seperti itu ya buk, selain itu, ada kesulitan


lain selama bu dwi merawat bapak jalani
pengobatan? Bisa ditulis disini aja pokok-pokok
masalahnya buk.

Iya sus, terus gimana soal cuci darah sus, akan


terus cuci darah kah sus? Saya juga pingin tahu
makanan yang harus bapak konsumsi dan hindari
yang mana saja masih belum paham saya?

Step 3: Mengarahkan klien Perawat membantu klien untuk memilih masalah


untuk menentukan yang dinilai paling berat/sulit
Setting topik yang dinilai
Priorities perlu untuk segera Baik buk, jadi dari yang sudah bu dwi tulis disini
And Time diatasi berarti kesulitan atau masalah yang ditemui
Frame yaitu tentang diet dan cuci darah ya buk

Iya sus..

Perawat dapat membantu klien melakukan


pembobotan masalah sesuai dengan urgensi
masalah tersebut
Nah dari masalah ini yang menurut buk dwi
paling berat dan mengganggu saat ini yang
mana?
Kalau saya pengen tahu diet yang benar untuk
bapak saja sus, biar pulang bisa saya ikuti.

Perawat membantu klien untuk menentukan waktu


yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah sesuai
topik yang disepakati
Menyusun deadline Baik bu eny, kalau begitu untuk pertemuan kali
pencapaian ini kita diskusi dulu diet yang benar untuk sakit
CKD ya buk
Iya Baiklah sus,,
Step 4: Memberikan Perawat menjelaskan tentang :
edukasi kepada
Delivering klien mengenai Pentingnya diet pada pasien CKD
The topik yang telah
Education Tujuan diet pada pasien CKD
disepakati
Contents Rekomendasi diet pasien CKD

Dan Contoh Susunan Bahan Makanan Sehari


untuk Pasien CKD

Baik, jadi buk dwi jadi pada prinsipnya diet


membantu meringankan kerja ginjal. Pada
penderita CKD ada beberapa diit yang dibatasi
seperti protein dan cairan ada juga pembatasan
pada asupan, natrium, dan kalium (Lampiran).

Nah Tujuan dari diet bagi penderita CKD adalah


untuk menjaga kadar elektrolit, mineral, dan
cairan dalam tubuh Anda tetap seimbang atau
terkontrol (Lampiran).

Untuk energi cukup, untuk protein rendah,


lemak, vitamin dan karbohidrat cukup,
sedangkan kalium, natrium, cairan itu dibatas
(Lampiran)

Ketika makan buah-buahan:


 Pilih buah persik, anggur, pir, ceri, apel,
berry, nanas, dan plum
 Pantangan: Batasi atau hindari jeruk dan
jus jeruk, nektarin, Kiwi, kismis, pisang,
melon, dan nektarin

Ketika makan sayuran:


 Pilih brokoli, kubis, wortel, kembang kol,
seledri, mentimun, terung, kacang hijau,
bawang, paprika, zucchini, dan labu kuning
 Pantangan : asparagus, alpukat, kentang,
tomat, labu air, alpukat, dan bayam (yang
telah di masak).
Dalam menjelaskan dapat digunakan berbagai
macam metode dan media seperti : diskusi,
demonstrasi, leaflet, video, dll.

Dalam diskusi perawat menyampaikan


reward/pujian kepada pasien saat menjawab
pertanyaan atau saat pasien memberi tanggapan
dan jangan pernah menyalahkan pasien bila ada
kesalahan atau jawaban yang tidak tepat

Perawat memberi Memastikan apakah pasien mengerti dengan


kesempatan kepada materi yang disampaikan dan sesuai kebutuhan
klien untuk
Dari apa yang saya jelaskan ini apakah bisa
menyampaikan
feedback dipahami buk dwi

Iya sus, bisa saya pahami, jadi seperti itu ya.

Benar bu

Oh iya ya sus.

Step 5: Perawat Perawat menanyakan kepada pasien kesulitan apa


mengevaluasi yang dialami saat implementasi?
Evaluation- implementasi
Re materi edukasi oleh Kira-kira dari penjelasan saya diet CKD ini
Evaluation- pasien kesulitan apa saja yang mungkin bu dwi hadapi
Follow Up nantinya dalam pelaksanaan?
Strategies
Nanti saya perhatikan dan lakukan sesuai
penjelasannya sus, sudah paham saya. Saya coba
terapkan sus.

Perawat melakukan Perawat memberikan solusi serta memodifikasi


rencana tindak teknik pembelajaran sebagaimana yang tercantum
lanjut atau pada STEP 4
modifikasi
pembelajaran Kalau demikian baik buk, nanti dicoba seperti
yang kita diskusikan lagi ya bu jika masih ada
yang belum dipahami
Iya baiklah sus,

Terminasi sesi Perawat mereview materi-materi penting yang


edukasi telah disampaikan

Dari diskusi tadi bisa bu dwi sebutkan kembali


tujuan diet pada pasien CKD

Bisa sus,

Benar sekali buk eny, jadi intinya penting untuk


menjaga komitmen dalam diet ya buk

Menutup sesi edukasi

Terima kasih Bu dwi atas waktu dan


kesediaannya dan semoga yang sudah kita
diskusikan dapat bermanfaat dan diterapkan.
Kalau ada kesulitan monggo kia diskusi lagi

Selamat pagi buk dwi..

Terimakasih banyak ya sus,, amin,,iya sus nanti


saya kontrol kembali
F. Lampiran Materi

POLA DIET BAGI PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)

A. Pentingnya Diet bagi Pasien CKD


Diet merupakan faktor penting bagi pasien yang menjalani hemodialisa mengingat adanya
efek uremia.Apabila ginjal tidak mampu mengekskresikan produk
akhir metabolisme, substansiyang bersifat asam ini akan menumpuk dalam serum
pasien dan bekerja sebagai racun. Gejala yang terjadi akibat penumpukan tersebut secara
kolektif dikenal dengan gejala uremik dan akanmempengaruhi setiap sistem tubuh. Lebih
banyak toksin yang menumpuk, lebih berat gejala yang timbul.
Diet rendah protein akan mengurangi penumpukan limbah nitrogen
dan dengan demikian meminimalkan gejala. Penumpukan cairan juga dapat
terjadi dan dapat mengakibatkan gagal jantung kongestif serta edema paru. Dengan
demikian pembatasan cairan juga merupakan bagian dari resep diet untuk pasien
ini. Selain protein dan cairan ada juga pembatasan pada asupan, natrium, dan
kalium (Dharma, 2015).

B. Tujuan Diet bagi Pasien CKD


Tujuan dari diet bagi penderita CKD adalah untuk menjaga kadar elektrolit,
mineral, dan cairan dalam tubuh Anda tetap seimbang atau terkontrol. Tujuan diet
bagi pasien gagal ginjal antara lain:
1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dengan
memperhitungkan sisa fungsi ginjal, agar tidak memberatkan kerja ginjal.
2. Mencegah dan menurunkan kadar ureum darah yang tinggi (uremia).
3. Mengatur keseimbangan cairan dan el ektrolit.
4. Mencegah atau mengurangi progresifitas gagal ginjal, dengan
memperlambat turunnya laju filtrasi glomerulus (Almatsier, 2006).

C. Syarat Diet bagi Pasien GGK


Pada pasien GGK sering terjadi mual, muntah, anoreksia, dan gangguan lain yang
menyebabkanasupan gizi tidak adekuat/tidak mencukupi. Syarat pemberian diet pada Gagal Ginjal
Kronik adalah (Almatsier, 2006):
- Energi cukup, yaitu 35 kkal/kg BB.

- Protein rendah, yaitu 0,6 – 0,75 gr/kg BB. Sebagian harus bernilai biologik tinggi.

Ada tiga jenis diet yang diberikan menurut berat badan pasien, yaitu :

 Diet Protein Rendah I : 30 gr protein diberikan kepada pasien dengan berat badan 50 kg.

 Diet Protein Rendah II : 35 gr protein diberikan kepada pasien dengan berat badan 60 kg.

 Diet Protein Rendah III : 40 gr protein diberikan kepada pasien dengan berat badan 65 kg.
Karena kebutuhan gizi pasien penyakit ginjal kronik sangat bergantung pada
keadaan dan berat badan perorangan, maka jumlah protein yang diberikan dapat
lebih tinggi atau lebih rendah daripada standar. Untuk protein yang rendah dapat
ditingkatkan dengan memberikan asam amino esensial murni.
- Lemak cukup, yaitu 20-30% dari kebutuhan total energi, diutamakan
lemak tidak jenuh ganda.
- Karbohidrat cukup, yaitu : kebutuhan energy total dikurangi yang
berasal dari protein dan lemak.
- Natrium dibatasi apabila ada hipertensi, edema, acites, oliguria, atau anuria,
jumlah natrium yang diberikan antara 1-3 g.
- Kalium dibatasi (60-70 mEq) apabila ada hiperkalemia (kalium darah > 5,5
mEq), oliguria, atau anuria.
- Cairan dibatasi yaitu sebanyak jumlah urine sehari (24 jam)
ditambah dengan pengeluaran cairan melalui keringat dan pernapasan (±500 ml).
- Vitamin cukup, bila perlu berikan suplemen piridoksin, asam folat, vitamin C,
vitamin D.

D. Rekomendasi Diet bagi Pasien CKD


1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi yang baik, sumbernya antara lain:
 Buah-buahan, roti, biji-bijian, dan sayuran. Makanan ini memberikan energi,
serta serat, mineral, dan vitamin.
 Permen, gula, madu, dan jelly. Jika diperlukan bisa mengkonsumsi makanan
penutup berkalori tinggi seperti kue, selama tetap membatasi makanan penutup
yang dibuat dari coklat, kacang, atau pisang.
2. Lemak
 Lemak bisa menjadi sumber kalori yang baik. Pastikan untuk menggunakan
monounsaturated dan polyunsaturated lemak, sumbernya dari minyak zaitun,
minyak canola, dan minyak safflower untuk melindungi kesehatan jantung.
3. Protein
 Diet rendah protein dapat membantu sebelum terutama pasien mendapatkan
terapi dialisis. Dokter atau ahli gizi mungkin merekomendasikan diet moderat
protein (1 gram protein per kilogram berat badan per hari). Setelah pasien mulai
dialisis, maka akan perlu makan lebih banyak protein. Diet tinggi protein dengan
ikan, unggas, atau telur setiap kali makan mungkin disarankan. Ini akan
membantu pasien untuk mengganti otot dan jaringan lain yang hilang. Orang-
orang yang menjalani dialisis harus makan 8-10 ons makanan tinggi protein
setiap hari. Dokter, ahli gizi, atau perawat akan menyarankan menambahkan
putih telur, telur bubuk putih, atau bubuk protein.
4. Kalsium dan Fosfor
 Mineral kalsium dan fosfor sebaiknya rutin diperiksa. Bahkan pada tahap awal
penyakit gagal ginjal kronis, tingkat fosfor dalam darah bisa terlalu tinggi. Hal
ini dapat menyebabkan:
 Kalsium rendah.
Hal ini menyebabkan tubuh untuk menarik kalsium dari tulang, sehingga
membuat tulang menjadi lebih lemah.
 Gatal
Pasien perlu membatasi makanan yang mengandung sejumlah besar fosfor.
Makanan ini termasuk susu, yogurt, dan keju. Beberapa makanan susu yang
rendah fosfor, termasuk margarin, mentega, krim keju, krim kental, keju ricotta,
keju brie, serbat, dan topping whipped nondairy.
Buah-buahan dan sayuran mengandung hanya sejumlah kecil fosfor, tetapi
mengandung banyak kalium. Pasien perlu untuk mengkonsumsi suplemen
kalsium untuk mencegah penyakit tulang, dan vitamin D untuk mengontrol
keseimbangan kalsium dan fosfor dalam tubuh Anda.
5. Cairan
Pada tahap awal gagal ginjal, pasien tidak perlu membatasi cairan yang
diminum. Namun, ketika kondisi semakin buruk, atau ketika sedang menjalani
dialisis, pasien sangat perlu untuk mengontrol jumlah cairan yang masuk ke
dalam tubuh. Di antara sesi dialisis, cairan dapat menumpuk dalam tubuh.
Terlalu banyak cairan akan menyebabkan sesak napas, sebuah keadaan darurat
yang memerlukan perhatian medis segera. Dokter dan perawat dialisis selalu
menjelaskan berapa banyak cairan yang boleh diminum oleh pasien hemodialisa
setiap harinya. Ahli gizi akan menyarankan untuk mengurangi konsumsi
makanan yang mengandung banyak air, seperti sup, es krim, anggur, melon,
selada, tomat, dan seledri.
Tips untuk menghindari haus berlebih meliputi:
 Hindari makanan asin
 Membekukan jus di nampan es batu dan makan seperti es krim (pasien tetap
harus menghitung es batu tersebut dalam jumlah batas cairan)
 Hindari keluar rumah saat cuaca panas

Berat badan yang meningkat secara tiba-tiba bisa berarti pasien minum terlalu
banyak cairan. Untuk pasien dialisis, komplikasi akibat kelebihan cairan antara lain:
 Tekanan darah tinggi
 Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (umumnya terjadi selama
hemodialisis)
 Sesak napas (dan dalam beberapa kasus, akibat adanya cairan di paru-paru)
 Masalah jantung, yang dapat mencakup denyut jantung cepat, otot-otot jantung
melemah dan pembesaran jantung / jantung bengkak.

6. Natrium / Sodium

Mengurangi natrium dalam diet akan membantu pasien untuk mengontrol tekanan
darah tinggi. Hal ini juga menjauhkan pasien dari rasa haus, dan mencegah
penumpukan cairan di dalam tubuh. Pasien perlu mengurangi natrium dalam diet,
caranya antara lain:
 Periksa semua label makanan untuk melihat berapa banyak garam atau natrium
yang terkandung di dalam makanan tersebut. Carilah produk dengan natrium
kurang dari 100 mg garam per porsi.
 Jangan menggunakan garam saat memasak, gunakan rempah lain yang aman
untuk menambah rasa makanan.
 Jangan menggunakan pengganti garam karena mengandung kalium. Orang
dengan penyakit gagal ginjal kronis juga perlu membatasi kalium.

7. Potassium / Kalium
 Tingkat kalium yang normal dapat membantu menjaga jantung Anda berdetak
terus. Namun, terlalu banyak kalium dapat menumpuk di dalam tubuh bila ginjal
tidak lagi berfungsi dengan baik. Kalium ditemukan di banyak kelompok
makanan, termasuk buah-buahan dan sayuran. Memilih makanan yang tepat dari
masing-masing kelompok makanan dapat membantu mengontrol kadar kalium.
Ketika makan buah-buahan:
 Pilih buah persik, anggur, pir, ceri, apel, berry, nanas, dan plum
 Pantangan: Batasi atau hindari jeruk dan jus jeruk, nektarin, Kiwi, kismis,
pisang, melon, dan nektarin

Ketika makan sayuran:


 Pilih brokoli, kubis, wortel, kembang kol, seledri, mentimun, terung, kacang
hijau, bawang, paprika, zucchini, dan labu kuning
 Pantangan : asparagus, alpukat, kentang, tomat, labu air, alpukat, dan bayam
(yang telah di masak).

8. Zat Besi
Orang dengan gagal ginjal kronis biasanya juga memiliki anemia sehingga
membutuhkan tambahan zat besi. Banyak makanan yang mengandung zat besi
(jeroan, daging sapi, ayam). Ahli gizi akan menyarankan mengenai makanan
dengan zat besi yang bisa dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal kronik yang
menjalani hemodialisa (Dharma, 2015).
Contoh Susunan Bahan Makanan Sehari
untuk Pasien CKD

Waktu Bahan makanan Berat URT


Pagi Beras 75 gr 1 gelas tim
Telur 50 gr 1 butir
Mezena 20 gr 4 sdm
Sayuran 50 gr ¾ gelas
Gula pasir 20 gr 2 sdm
Minyak 10 gr 1 sdm
Tepung susu whole 10 gr 2 sdm
Pukul Maizena 10 gr 2 sdm
10.00 Gula pasir 20 gr 2 sdm
Minyak 10 gr 1 sdm
Beras 75 gr 1 gelas tim
Daging 25 gr 1 potong kecil
Telur 25 gr ½ butir
Siang Sayuran 75 gr ¾ gelas
Buah 100gr 1 potong pepaya
Minyak 10 gr 1 sdm
gula pasir 10 gr 1 sdm
Pukul 16.00 Maizena 10 gr 1 sdm
Gula pasir 20 gr 2 sdm
Minyak 10 gr 1 sdm
Sore Beras 75 gr 1 gelas tim
Daging 25 gr 1 potong kecil
Telur 25 gr ½ butir
Sayuran 75 gr ¾ gelas
Buah 100 gr 1 potong papaya
Minyak 10 gr 1 sdm
Gula pasir 10 gr 1 sdm
Pukul 21.00 Tepung susu whole 20 gr 4 sdm
Gula pasir 20 gr 4 sdm

Dimana energi = 2000 kal; protein 40 gr; rendah garam


Pagi Siang Malam
< 10.00 10.00 < 16.00 16.00 < 20.00 20.00
- Nasi - Kue talam - Nasi - Agar-agar - Nasi - Susu
- Telur - Teh - Ikan - Teh manis - Daging
ceplok manis panggang bistik
- Tumis labu - Cah sayur - Sup sayur
siam - Pepaya - Pepaya
- Susu - Teh manis - Teh manis