Anda di halaman 1dari 7

Nama : Nadella Septriyani

NIM : 11718202624
Soal!
1. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang tujuan, peran dan manfaat supervisi
pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia!
2. Jelaskan perbedaan peran pengawas dan kepala sekolah sebagai supervisor!
3. Persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor di dalam menjalankan
tugasnya, baik sebagai kepala sekolah maupun seorang pengawas!
4. Sebutkan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor!
5. Mengapa supervisi pendidikan di Indonesia tidak memberikan dampak yang
signifikan untuk meningkatkan profesional guru sebagai profesi?

Jawaban!
1. Tujuan, peran dan manfaat dari supervisi pendidikan.
a) Tujuan supervisi pendidikan
1) Tujuan Umum
Tujuan supervisi sejalan dengan tujuan pendidikan, baik tujuan umum
maupun tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian, seorang supervisor
memang harus seorang yang banyak pengetahuan dan pengalamannya dari
orang yang disupervisinya, karena tujuan pendidikan di sekolah juga menyangkut
tujuan pendidikan secara umum.
Seorang supervisor tidak bekerja dalam kekosongan, ia harus selalu jeli
melihat jauh ke depan terhadap apa saja yang dilakukannya. Guru adalah
ujung tombak sekolah dalam melaksanakan misinya dimana bila tombaknya
bengkok tentu tujuan pendidikan akan meleset dari yang telah ditetapkan.
b) Tujuan Khusus (operasional)
1) Membantu guru agar lebih mengerti/menyadari tujuan-
tujuan pendidikan di sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan
itu.
2) Membantu guru agar mereka lebih menyadari dan mengertikebutuhan
dan masalah-masalah yang dihadapi siswanya.
3) Membantu guru mengadakan diagnosa secara kritis, dankesulitan-kesulitan
mengajar dan belajar murid serta menolong mereka merencanakan perbaikan
4) Memperbesar kasadaran guru terhadap tata kerja yang demokratis dan kooperatif
serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong
5) Membantu guru meningkatkan kemampuan penampilannya dimuka kelas
6) Membantu guru untuk lebih memanfaatkan pengalaman- pengalamannya sendiri
7) Memperkenalkan guru atau karyawan baru kepada situasidan kondisi sekolah dan
profesinya
8) Menghindarkan guru dari segala tuntutan yang di luar batas kemampuan dan
kewenangannya, baik tuntutan dari dalammaupun dari luar sekolah
9) Membantu guru dalam menggunakan alat-alat pelajaran modern.
10) Membantu guru dalam menilai kemajuan secara tepat
11) Membantu guru memanfaatkan sumber-sumber belajar dan pengalaman belajar
murid

b) Manfaat Supervisi Pendidikan


1) Mampu menemukan kegiatan yang sudah sesuai dengan tujuan;
2) Mampu menemukan kegiatan yang belum sesuai dengan tujuan;
3) Mampu memberikan keterangan tentang apa yang perlu dibenahi terlebih
dahulu (yang diprioritaskan);
4) Mampu mengetahui petugas-petugas, seperti guru, kepala sekolah,
pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah yang perlu di tatar;
5) Mampu mengetahui petugas yang perlu diganti;
6) Mampu mengetahui buku-buku yang tidak sesuai dengan tujuan
pengajaran;
7) Mampu mengetahui kelemahan kurikulum;
8) Mampu meningkatkan mutu proses belajar mengajar; dan
9) Mampu mempertahankan sesuatu yang sudah baik.
2. Perbedaan peran pengawas dengan kepala sekolah sebagai supervisor, yaitu:
a) Peran pengawas
Kewajiban pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas adalah:
1) Menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan,
melaksakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan dan
membimbing dan melatih profesional guru;
2) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi
secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni;
3) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama dan
etika; dan
4) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
Tugas pengawas pada pengawasan akademik dan manajerial pada satuan
pendidikan meliputi:
1) Penyusunan program pengawasan,
2) pelaksanaan pembinaan,
3) pemantauan pelaksanaan delapan standar pendidikan,
4) penilaian,
5) pembimbingan dan pelatihan professional Guru,
6) evaluasi pelaksanaan program pengawasan, dan
7) tugas kepengawasan di daerah khusus.
b) Kepala sekolah sebagai supervisor
Kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa ia harus meneliti, mencari dan
menentukan syarat-syarat mana saja yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya.
Kepala sekolah harus dapat meneliti syarat-syarat mana yang telah ada dan
tercukupi, dan mana yang belum ada atau kurang secara maksimal.
3. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor di dalam menjalankan
tugasnya, baik sebagai kepala sekolah maupun seorang pengawas, adalah:
Seorang supervisor memiliki beberapa macam keterampilan yang
berhubungan dengan posisinya sebagai supervisor. Beberapa keterampilan itu
antara lain :
a) Keterampilan dalam kepemimpinan (leadership)
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjalin hubungan yang
harmonis dengan yang dipimpin.
 Working on : wibawa (power on)
 Working for : pembantu bagi orang yang disupervisi
 Working mithin : bersama-sama
b) Keterampilan dalam proses kelompok.
Supervisor harus terampil :
 Membangkitkan semangat kerjasama
 Merumuskan tujuan
 Merencanakan bersama
 Mengambil keputusan bersama
 Menciptakan tanggung jawab bersama
 Menilai dan merivisi bersama
c) Keterampilan dalam hubungan insani (human relation)
Supervisor tidak semata-mata berurusan dengan aspek meteril tetapi berhadapan
dengan manusia-manusia yang berbeda perilaku.
 Hubungan pribadi : pribadi orang yang bersangkutan
 Hubungan fungsionil : fungsi yang dijalankan seseorang
 Hubungan instrumental : didasarkan atas pandangan memperalat bawahan
 Hubungan konsensionil : didsarkan atas kebiasaan atau kelaziman yang
berlaku.
d) Keterampilan dalam administrasi personal
Supervisor harus terampil :
 Menyeleksi anggota/karyawan baru
 Mengorientasi anggota/karyawan baru
 Menempatkan dan menugaskan sesuai kecakapan
 Membina
e) Keterampilan dalam evaluasi (evaluation)
 Merumuskan tujuan dan norma-norma
 Mengumpukan fakta-fakta perubahan
 Menterapkan criteria dan menyusun pertimbangan
 Merevisi rencana yang disusun

4. Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor, yaitu:


a) hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif.
b) harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap dan mungkin prasangka
guru-guru/pegawai sekolah
c) harus didasarkan atas hubungan profesional, bukan atas dasar hubungan
pribadi.
d) Supervisi tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil dan tidak boleh lekas
merasa kecewa.
e) Supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter).
f) Supervisi tidak boleh bersifat mencari kesalahan dan kekurangan.
g) Supervisi harus didasarkan pada keadaan yang riil dan sebenarnya.
h) Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya.
i) Supervisi hendaknya juga bersifat preventif, korektif dan kooperatif.

5. Supervisi pendidikan di Indonesia tidak memberikan dampak yang signifikan untuk


meningkatkan profesional guru sebagai profesi, karena tidak menampakan sisi
profesionalisme kerja yang baik, yang seharusnya Sebagai supervisor harus
menunjukan karakteristik professional sebagai berikut:
a) Menerangkan topik yang diajarkan dengan baik
Membantu guru mengadakan diagnosa secara kritis, dan kesulitan-kesulitan
mengajar dan belajar murid serta menolong mereka merencanakan perbaikan
Tujuan ini akan terwujud terutama apabila guru telah menemukan
pokok persoalan, apakah itu datang dari dirinya sendiri atau dari murid, dan bila
guru sudah menemukan pokok persoalannya ia harus dapat secara tepat
merencanakan perbaikan pengajaran (remedial teaching).
b) Menerangkan dengan jelas dan logis
Kenyataan di lapangan, adalah masih banyaknya guru yang terpaku pada
tugas rutin, yaitu mengajar dari jam ke jam dan dari kelaske kelas lain, tanpa
sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari tujuan yang besar, di
mana mata pelajaran hanya sebagai alat.
Banyak guru yang hanya mengutamakan menyelesaikan tugas dengan
tujuan-tujuan jangka pendek, padahal jauh di depannya ada tujuan yang lebih
utama, yaitu pencapaian tujuan pendidikan. Misalnya, apakah guru tahu apa
tujuan pengajaran tata bahasa bagi hidup anak?
c) Menyampaikan materi dengan sistematis
Penampilan mengajar memang tidak semata ditentukan oleh penguasaan
bahan, tapi apabila guru sudah menguasai bahan adalah modal yang pertama,
namun tak sedikit guru yang mempunyai modal tapi tak dapat
mengembangkannya, karena ia tidak tahu bagaimana cara membelanjakannya,
apalagi ada guru yang terlalu berlebihan dalam menyampaikan materi (bahan),
ia justru tenggelam dalam materi. Guru yang seperti ini sering tampak kacau di
muka kelas, karena ia asyik dengan dirinya sendiri, sedangkan murid tak tahu
apa yang harus diperhatikan dan dipelajari.
d) Mempunyai kemampuan ekspresi diri
Membantu guru untuk lebih memanfaatkan ekspresi diri/pengalaman-
pengalamannya sendiri. Pengalaman adalah guru yang paling berharga, dan akan
menjadi suatu hal yang amat berharga apabila guru disadarkan
dengan pengalamannya sendiri memberikan petunjuk yang amat bijaksana
dalam memecahkan persoalan pengajaran di kelas, apalagi guru yang telah lama
mengajar, pasti mempunyai segudang pengalaman yang dapat dipilihnya untuk
menghadapi persoalan yang baru. Misalnya, guru yang berpengalaman
menghadapi siswa yang nakal, akan lunak bagi menghadapi siswa yang nakal,
karena ia (guru) sudah mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh
anak yang nakal tersebut (dalam mencari pemecahan masalah).
e) Mempunyai kemampuan membangkitkan motivasi belajar siswa
Membantu guru agar mereka lebih menyadari dan mengerti kebutuhan dan
masalah-masalah yang dihadapi siswanya.
Sistem klasikal memang mempunyai kelemahan, namun itu bukanlah
hambatan atau alasan guru tidak bisa berbuat banyak bagi siswanya. Misalnya,
menyamaratakan kemampuan siswa di satu kelas, mengabaikan hambatan-
hambatan yang bersifat pribadi. Anak pada usia sekolah, terutama di Indonesia
banyak menghadapi masalah, baik yang bersumber dari dirinya maupun dari
keluarga danlingkungannya, karena itu mereka perlu diperhatikan secara khusus, sebab
kalau tidak demikian guru akan menganggap siswa bodoh, padahal bukan itu
masalahnya
f) Mempunyai kemampuan membuat rencana program pembelajaran (RPP)
Artinya guru harus dapat melakukan pengukuran yang tepat, sehingga ia dapat
meningkatkan kemajuan program pembelajaran. Karena dengan mengetahui hal itu guru dapat
menilai dirinya sendiri, dan akan dapat memberikan nilai objektif kepada murid, dengan
demikian kemajuan pembelajaran dapat dicapai dengan efektif dan efisien

Anda mungkin juga menyukai