Anda di halaman 1dari 45

MAKALAH KOSMETOLOGI

Penuli

dAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i

KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii

DAFTAR ISI....................................................................................................... iii

Sejarah kosmetologi dan kosmetika.................................................................... 1

Hubungan struktur, sifat fisika kimia dengan proses absorbsi, distribusi dan

ekstresi obat ....................................................................................................... 8

Kulit ................................................................................................................... 16

Rambut ................................................................................................................ 30

Kuku.................................................................................................................... 37
Dalam sejarah kosmetologi dan kosmetika, ilmu kedokteran telah ikut mengambil
peranan sejak zaman kuno. Data-data diperoleh ,dari penyelidikan antropologi, aerkologi, dan
etnologi di Mesir dan India dengan ditemukannya salep-salep aromatik, bahan-bahan pengawet
mayat dan lain-lain yang dapat dianggap sebagai bentuk awal dari kosmetika. Seorang bapak
ilmu kedokteran HIPPOCRATES (460 — 370 S.M.) dan kawan-kawan telah membuat resep-
resep kosmetika dan menghubungkannya dengan ilmu kedokteran. Ilmu Kedokteran bertambah
luas dan kosmetologi terus berkembang, maka diadakan pemisahan kosmetologi dari Ilmu
Kedokteran (HENRI de NODEVILI 1260 — 1325), dikenal 2 bentuk kosmetika :
1. Kosmetika untuk merias (decoratio)
2. Kosmetika untuk pengobatan kelainan patologi kulit.
GOODMAN, H. (1936), seorang dermatolog telah mempelajari secara mendalam tentang
kosmetika baik mengenai sifat sifat fisika, kimia, fisiologi dari bahan-bahannya, maupun tentang
pemakaian dan akibat akibatnya pada kulit. Penulis mengemukakan perlunya latar belakang
dermatologi dalam masalah kosmetika, yang , pengetahuan yang lengkap tentang kulit dan
fungsinya, pengalaman yang luas tentang penggunaan dan pemakaian remedial kosmetika pada
kulit, penelitian lebih jauh tentang berbagai efek bahan-bahan kosmetika terhadap kulit.
Pada tahun 1700 — 1900 kosmetika dibagi menjadi :
1. Cosmetic decorative yang lebih banyak melibatkan ahli kecantikan.
2. Cosmetic treatment yang berhubungan dengan ilmu kedokteran dan beberapa ilmu
pengetahuan lainnya seperti dermatologi, farmakologi, kesehatan gigi dan lain-lain.
Pada abad modern ini kosmetologi dan kosmetika telah melibatkan banyak profesi,
seperti dokter ahli kulit, ahli farmasi, ahli kimia, ahli biokimia, ahli mikrobiologi, ahli
fotobiologi, ahli imunologi, ahli kecantikan dan lain-lain.

PENGERTIAN KOSMETIKA
Menurut FEDERAL FOOD AND COSMETIC ACT (1958) sesuai dengan definisi dalam
Peraturan Menteri Kesehatan R.I. No.220/Men Kes/Per/IX/76. Kosmetika adalah bahan atau
campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada,
dimasukkan dalam, dipergunakan pada badan manusia dengan maksud untuk membersihkan,
memelihara, menambah daya tank dan mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat. Zat
tersebut tidak boleh mengganggu faal kulit atau kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dalam
definisi ini jelas dibedakan antara kosmetika dengan obat yang dapat mempengaruhi struktur dan
faal tubuh.
Kosmetika tradisional
Kosmetika tradisional adalah kosmetika yang terdiri dari bahan-bahan yang berasal dari
alam dan diolah secara tradisional. Di samping itu, terdapat kosmetika semi-tradisional, yaitu
kosmetika tradisional yang pengolahannya dilakukan secara modern dengan mencampurkan zat-
zat kimia sintetik ke dalamnya. Seperti bahan pengawet, pengemulsi dan lain-lain. Kegunaan
kosmetika ini dalam ilmu kedokteran baik untuk pemeliharaan kesehatan kulit maupun untuk
pengobatan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

PENGGOLONGAN KOSMETIKA
Banyaknya kosmetika yang beredar dengan segala macam bentuk dan nama, telah
membingungkan baik para pemakai maupun pihak-pihak lain yang berperan serta di dalamnya.
Untuk itu para ahli berusaha mengelompokkan kosmetika sesederhana mungkin. Tetapi
penggolongan yang dibuat masing-masing ahli ternyata tidak mina satu dengan lainnya, sehingga
terdapat beberapa bentuk penggolongan sebagai berikut :
Penggolongan menurut Peraturan Menteri Kesehatan R.I. berdasarkan kegunaan dan
lokalisasi pemakaian pada tubuh, kosmetika digolongkan menjadi 13 golongan:
1. Preparat untuk bayi; minyak bayi, bedak bayi, dan lainlain.
2. Preparat untuk mandi; minyak mandi, bath capsules, dan lain-lain.
3. Preparat untuk mata; maskara, eye shadow, dan lain-lain.
4. Preparat wangi-wangian; parfum, toilet water dan lainlain.
5. Preparat untuk rambut; cat rambut, hairspray, pengeriting rambut
6. Preparat pewarna rambut; cat rambut, hairbleach, dan lain-lain.
7. Preparat make up (kecuali mata); pemerah bibir, pemerah pipi, bedak muka
8. Preparat untuk kebersihan mulut; mouth washes, pasta gigi, breath freshener
9. Preparat untuk kebersihan badan; deodoran, feminism hygiene spray dan
10. Preparat kuku; cat kuku, krem dan lotion kuku, dan lain-lain.
11. Preparat cukur; sabun cukur, after shave lotion, dan lain-lain.
12. Preparat perawatan kulit; pembersih, pelernbab, pelindung dan lain-lain.
13. Preparat untuk suntan dan sunscreen; suntan gel, sunscreen foundation
Penggolongan menurut NATER, Y.P. dan kawan-kawan berdasarkan kegunaannya.
1. Higiene tubuh : sabun, sampo, cleansing.
2. Rias : make up, hair color.
3. Wangi-wangian : deodorant, parfum, after shave.
4. Proteksi : sunscreen dan lain-lain.
Pembagian yang dipakai di Bagian Kosmetologi Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin,
berdasarkan kegunaan dan cara bekerjanya kosmetika dibagi dalam kelompok:
1. Kosmetika pemeliharaan dan perawatan kulit terdiri dari :
a. Pembersih (cleansing) : pembersih dengan bahan dasar air (face tonic, skin freshener dan
lain-lain), pembersih dengan bahan dasar minyak (cleansing cream, cleansing milk, dan lain-
lain), pembersih dengan bahan dasar padat (masker).
b. Pelembab (moisturizing) : cold cream, night cream, moisturizing, base make up dan lain-
lain.
c. Pelindung (protecting) : sunscreen, foundation cream, dan lain-lain.
d. Penipis (thinning) : bubuk peeling dan lain-lain.
2. Kosmetika rias (decorated cosmetic) : kosmetika yang dipakai untuk make up seperti :
pemerah pipi, pemerah bibir, eye shadow dan lain-lain.
3. Kosmetika wangi-wangian : parfum, cologne, deodoran, vaginal spray, after shave dan
lain-lain.

KEGUNAAN / FUNGSI
Pembagian yang dipakai di Bagian Kosmetologi Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin,
berdasarkan kegunaan dan cara bekerjanya kosmetika dibagi dalam kelompok:
1. Kosmetika pemeliharaan dan perawatan kulit terdiri dari :
a. Pembersih (cleansing)
b. Pelembab (moisturizing)
c. Pelindung (protecting)
d. Penipis (thinning)
2. Kosmetika wangi-wangian
3. Kosmetika rambut
4. kosmetika kuku
KEGUNAAN UNTUK KESEHATAN KULIT
Dari definisi dan pembagian kosmetika, jelas bahwa tujuan pemakaian kosmetika adalah
pemeliharaan/perawatan, penambahan daya tarik/rias dan menambah bau-bauan. Sebagai bagian
dari tubuh, kulit mendapat porsi yang paling besar dar tujuan tersebut. Sudah barang tentu ketiga
tujuan penggunaan kosmetika tidak boleh mengganggu kulit pada khususnya dan kesehatan
tubuh pada umumnya. Dengan demikian pengetahuan tentang kesehatan bagi semua pihak yang
tersangkut paut (involve) : baik produsen, distributor maupun konsumen, merupakan hal dasar
yang mutlak dimiliki agar tujuan mulia dari kosmetika tidak salah arah. Untuk kesehatan kulit,
kegunaan kosmetika terutama terletak pada kemampuan perawatan dan pemeliharaannya. Kulit
harus dibersihkan, karena kulit selalu terpapar (expose) pada lingkungan luar yang penuh polusi
di samping adanya kotoran dari tubuh sendiri yang keluar lewat alat-alat sekretoar (lemak,
keringat dan keratinisasi). Untuk hal ini dapat dilakukan dengan berbagai bahan pembersih, air,
minyak atau padat. Harus diingat bahwa derajat kebersihan dari kulit dari setiap manusia tidak
sama satu sama lainnya, tergantung dari faktor endogen dan eksogen tadi.
Kosmetika pembersih dengan bahan dasar air, seperti air mawar, mungkin tidak dapat
melarutkan semua kotoran yang melekat di kulit kita. Oleh karena itulah dibuat orang kosmetika
dengan bahan dasar air + alkohol atau air + sabun. Kosmetik pembersih dengan bahan dasar
minyak seperti oil of Ulan atau minyak bayi banyak dipakai untuk melarutkan bahan-bahan
kotoran yang larut dalam minyak. Bila ingin tak terlalu lengket (sesak) dapat digunakan
kosmetika pembersih dengan bahan dasar minyak + air, seperti krem pembersih. Kosmetika
pembersih dengan bahan dasar padat, meskipun jarang digunakan; tetapi dapat ditemui. Kulit
yang kurang lembab/berminyak atau kering dapat diberikan kosmetika pelembab berupa minyak
atau kombinasinya dengan air. Secara alamiah sebenarnya kulit membentuk skin surface lipid
yang berguna untuk proteksi terhadap penguapan air dari sel-sel kulit (in sensible water loss
perspiration). Pada keadaan-keadaan tertentu (tua, udara kering), minyak permukaan ini
berkurang. Kosmetika pelembab dan pelindung kulit biasanya berbentuk bahan dasar minyak
yang berguna untuk menambah minyak permukaan kulit yang kurang seperti seperti terdapat
pada moisturising cream, night cream dan sebagainya. Pada orang-orang di mana kulit masih
menggambarkan kemampuannya untuk membentuk minyak permukaan kulit dengan baik atau
bahkan berlebih -lebihan, kosmetika pelembab ini tentu tidak banyak gunanya. Kulit adalah
pagar terluar dari tubuh yang melindungi tubuh dari berbagai pengaruh/ trauma luar yang dapat
merusakkannya, seperti sinar matahari, panas, tekanan, tarikan, goresan, zat-zat kimia, kuman-
kuman penyakit, jamur dan sebagainya. Kosmetika pelindung terhadap sinar matahari
(sunscreen) adalah kosmetika yang mengandung zat yang menahan komponen sinar matahari
yang dapat merusakkan kulit yaitu U.V.B. ( : 2900 A — 310 A). Tabir sinar matahari yang biasa
dipakai adalah : PABA, ester salisilat, ester asam antranilat, asetofenon, tanin, fenol dan
sebagainya. Perlindungan terhadap cuaca dingin maupun panas adalah sama dengan
perlindungan terhadap kehilangan air dari kulit. Dengan kosmetika yang sama sekaligus dapat
pula dilindungi kulit terhadap debu zat kimia yang dapat bereaksi merusakkan kulit. Sampai saat
ini belum dikembangkan kosmetika yang dapat melindungi kulit terhadap sinar radioaktif.
Kosmetika pelindung terhadap trauma mekanik bersifat sebagai pelumas kulit (lubricants).
Kadang-kadang kulit perlu pula ditipiskan. Lapisan sel tanduk, lapisan kulit terluar,
secara alamiah akan diganti lapis perlapis dalam waktu kira-kira 3 minggu. Pada
keadaankeadaan tertentu, lapisan ini tetap melekat, umpamanya oleh adanya kotoran, minyak,
keringat yang terlalu banyak, sehingga terlihat kesan seolah-olah kulit tersebut tebal. Adanya
iritasi kronis dapat pula menebalkan kulit dengan secara setempat. Kosmetika penipis kulit
(thinning) biasanya mengandung bahan-bahan serbuk dengan partikel -partikel besar yang kita
gosokkan ke kulit akan bekerja sebagai sikat amplas.

Bahan – bahan Yang Dapat Digunakan Sebagai Kosmetik Tradisional


Untuk Kesehatan Kulit :
a. RUMPUT LAUT
Rumput laut dikenal pertama kali oleh bangsa Cina kira-kira 2700 SM, digunakan untuk
sayuran dan obat-obatan. Tahun 65 SM, bangsa Romawi menggunakannya sebagai bahan baku
kosmetik. Rumput laut mengandung berbagai vitamin dalam konsentrasi tinggi seperti vitamin
D, K, Karotenoid (prekursor vitamin A), vitamin B kompleks dan tokoferol. Kandungan
polisakarida yang tinggi dan sebanding dengan glukan (polimer glukosa) dan polisakarida
tersulfasi menunjukkan kerja melembabkan dan kerja higroskopik. Begitu kayanya kandungan
rumput laut, sehingga dimanfatkan dalam kosmetik untuk menormalkan tegangan kulit,
epitelisasi kulit, dan memberi nutrisi pada kulit.
b. BAWANG PUTIH
Selain sebagai pelengkap atau penyedap masakan, bawang putih memiliki manfaat yang
besar bagi kesehatan. Dengan mengkonsumsi bawang putih setiap hari, kita dapat mengurangi
resiko kanker dan penyakit jantung. Berikut ini khasiat utama yang terkandung dalam bawang
putih yaitu melumpuhkan radikal bebas yang mengganggu sistem kekebalan tubuh.
c. WORTEL
Mengatasi luka bakar, Wortel ditumbuk hingga halus dan dioleskan pada luka bakar. Lakukan
sesering mungkin sampai luka tidak terasa panas.

CONTOH PRODUK DIPASARAN DAN FORMULA UMUMNYA

a. Sabun Pepaya
Pepaya sangat kaya akan minyak esensial dan vitamin menstabilkan melembabkan dan
meremajakan kulit. kaya akan vitamin C dan anti-oksidan. Pepaya mengandung enzim papain,
yaitu enzim yang sangat membantu mengangkat sel kulit mati.
b. Sabun Almond
Almond banyak digunakan di kosmetik karena almond membantu membuka pori-pori kulit dan
membantu membersihkan sel kulit mati. Cukup 5 gram per 500gram sabun saja diperlukan untuk
membuat kulit menjadi lembut, Almond mudah diperoleh di toko-toko bahan kue, supermarket,
dan pasar tradisional.
Setelah masuk ke tubuh melalui cara tertentu (oral, parenteral, anal, dermal, dll) obat
akan mengalami proses absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi.
Tiga Fasa yang menentukan terjadinya aktivitas biologis obat adalah :
1. Fasa farmasetik
Meliputi proses pabrikasi, penganturan dosis, formulasi, bentuk sediaan, pemecahan bentuk
sediaan dan terlarutnya obat aktif. Fasa ini berperan dalam ketersediaan obat untuk dapat
diabsorpsi ke tubuh.
2. Fasa Farmakokinetik
Meliputi proses absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi obat (ADME). Fasa ini berperan
dalam ketersediaan obat untuk mencapai jaringan sasaran (target) atau reseptor sehingga dapat
menimbulkan respons biologis.
3. Fasa Farmakodinamik
Fasa terjadinya interaksi obat-reseptor dalam jaringan sasaran. Fasa ini berperan dalam
timbulnya respons biologis obat.
Setelah obat bebas masuk ke peredaran darah, kemungkinan mengalami proses-proses
sebagai berikut :
1. Obat disimpan dalam depo jaringan
2. Obat terikat oleh protein plasma, terutama albumin
3. Obat aktif yang dalam bentuk bebas berinteraksi dengan reseptor sel khas dan menimbulkan
respons biologis.
4. Obat mengalami metabolisme dengan beberapa jalur kemungkinan yaitu:
a. Obat yang mula-mula tidak aktif, setelah mengalami metabolisme akan menghasilkan
senyawa aktif, kemudian berinteraksi dengan reseptor dan menimbulkan respons biologis
(bioaktivasi)
b. Obat aktif akan dimetabolisis menjadi metabolit yang lebih polar dan tidak aktif, kemudian
diekskresikan (bioinaktivasi)
c. Obat aktif akan dimetabolisis menghasilkan metabolit yang bersifat toksik (biotoksifikasi)
5. Obat dalam bentuk bebas langsung diekskresikan.

Setelah masuk ke sistem peredaran darah, hanya sebagian kecil molekul obat yang tetap
utuh dan mencapai reseptor pada jaringan sasaran. Sebagian besar obat berubah atau terikat pada
biopolimer. Tempat dimana obat berubah atau terikat sehingga tidak dapat mencapai reseptor
disebut sisi kehilangan (site of loss). Contoh sisi kehilangan: protein darah, depo-depo
penyimpanan, sistem enzim yang dapat menyebabkan perubahan metabolisme obat dari bentuk
aktif menjadi bentuk tidak aktif dan proses ekskresi obat baik sebelum maupun sesudah proses
metabolisme.

Hubungan Struktur, Sifat Kimia Fisika dengan Proses Absorpsi Obat


Proses absorpsi merupakan dasar yang penting dalam menentukan aktivitas farmakologis
obat. Kegagalan ata kehilangan obat selama proses absorpsi akan mempengaruhi efek obat dan
menyebabkan kegagalan pengobatan.

1. Absorpsi Obat melalui Saluran Cerna


Pada pemberian secara oral, sebelum obat masuk ke peredaran darah dan didistribusikan ke
seluruh tubuh, terlebih dulu harus mengalami proses absorpsi pada saluran cerna.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses absorpsi obat pada saluran cerna antara lain:
- Bentuk sediaan
- Sifat kimia fisika
- Cara pemberian
- Faktor biologis
- Faktor-faktor lain seperti umur, diet (makanan), adanya interaksi obat dengan senyawa
lain dan adanya penyakit tertentu.
Absorpsi obat melalui saluran cerna terutama tergantung pada ukuran partikel molekul obat,
kelarutan obat dalam lemak/air dan derajat ionisasi.
2. Absorpsi Obat melalui Mata
Bila suatu obat diberikan secara setempat pada mata, sebagian diabsorpsi melalui membran
konjungtiva dan sebagian lagi melalui kornea. Kecepatan penetrasi tergantung pada derajat
ionisasi dan koefisien partisi obat. Bentuk yang tidak terionisasi dan mudah larut dalam lemak
cepat diabsorpsi oleh membran mata. Penetrasi obat yang bersifat asam lemah lebih cepat dalam
suasana asam karena dalam suasana tersebut bentuk tidak terionisasinya besar sehingga mudah
menembus membran mata. Untuk obat yang bersifat basa lemah penetrasi lebih cepat dalam
suasana basa.
3. Absorpsi Obat melalui Paru
Obat anestesi sistemik yang diberikan secara inhalasi akan diabsorpsi melalui epitel paru dan
membran mukosa saluran napas. Krena mempunyai luas permukaan besar maka absorpsi melalui
buluh darah paru berjalan dengan cepat.
Absorpsi obat melalui paru tergantung pada:
- Kadar obat dalam alveoli
- Koefisien partisi gas/darah
- Kecepatan aliran darah paru
4. Absorpsi Obat melalui Kulit
Absorpsi obat melalui kulit sangat tergantung pada kelarutan obat dalam lemak karena epidermis
kulit berfungsi sebagai membran lemak biologis.
Gambar Proses Absorpsi dan Distribusi Obat

Gambar Fasa Kerja Obat


Hubungan Struktur, Kimia Fisika dengan Proses Ekskresi Obat
1. Ekskresi obat melalui Paru
Obat yang diekskresikan melalui paru terutama obat yang digunakan secara
inhalasi. Sifat fisik yang menentukan kecepatan ekskresi obat melalui paru adalah koefisien
partisi darah/udara.
2. Ekskresi obat melalui Ginjal
Ekskresi obat melalui Ginjal melibatkan tiga proses:
- Penyaringan Glomerulus
- Absorpsi Kembali secara Pasif pada Tubulus Ginjal
- Sekresi Pengangkutan Aktif pada Tubulus Ginjal
3. Ekskresi Obat melalui Empedu
Obat dengan berat molekul lebih dari 150 dan obat yang telah dimetabolisis menjadi
senyawa yang lebih polar, dapat diekskresikan dari hati, melewati empedu menuju ke usus
dengan mekanisme pegangkutan aktif. Obat tersebut biasanya dalam bentuk terkonjugasi dengan
asam glukuronat, asam sulfat atau glisin. Di usus bentuk terkonjugat tersebut secara langsung
diekskresikan melaui tinja, atau dapat mengalami proses hidrolisis oleh enzim atau bakteri usus
menjadi senyawa yang bersifat non polar, sehingga diabsorpsi kembali ke plasma darah, kembali
ke hati, dimetabolisis, dikeluarkan lagi melaui empedu menuju ke usus,demikian seterusnya
sehingga merupakan suatu siklus yang dinamakan siklus enterohepatik. Siklus ini menyebabkan
masa kerja obat menjadi lebih panjang.
Hubungan struktur dan proses Metabolisme Obat
Proses metabolisme dapat mempengaruhi aktovitas biologis, masa kerja dan toksisitas
obat sehingga pengetahuan tentang metabolisme obat dan senyawa organik asing lain
(xenobiotika).

Suatu obat dapat menimbulkan respons biologis dengan melalui dua jalur, yaitu:
a. Obat aktif setelah masuk ke peredaran darah, langsung berinteraksi dengan reseptor dan
menimbulkan respons biologis.
b. Pra-obat setelah masuk ke peredaran darah mengalami proses metabolisme menjadi obat
aktif, berinteraksi dengan reseptor dan menimbulkan respons biologis (bioaktivasi).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Metabolisme Obat
1. Faktor Genetik atau Keturunan
Perbedaan individu pada proses metabolisme sejumlah obat kadang-kadang terjadi dalam
sistem kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik atau keturunan ikut berperan
terhadap adanya perbedaan kecepatan metabolism obat.
2. Perbedaan Spesies dan Galur
Pada proses metabolisme obat, perubahan kimia yang terjadi pada spesies dan galur
kemungkinan sama atau sedikit berbeda, tetapi kadang-kadang ada perbedaan yang cukup besar
pada reaksi metabolismenya. Pengamatan pengaruh perbedaan dilakukan terhadap tipe resksi
metabolik atau perbedaan kualitatif dan pada kecepatan metabolisme atau perbedaan kuantitatif.
3. Perbedaan Jenis kelamin
Pada beberapa spesies binatang menunjukkan ada pengaruh jenis kelamin terhadap
kecepatan metabolisme obat.
4. Perbedaan Umur
Bayi dalam kandungan dan bayi yang baru lahir jumlah enzim-enzim mikrosom hati yang
diperlukan untuk memetabolisme obat relatif masih sedikit sehingga sangat peka terhadap obat.
5. Penghambatan Enzim Metabolisme
Pemberian terlebih dahulu atau secara bersama-sama suatu senyawa yang menghambat
kerja enzim-enzim metabolisme dapat meningkatkan intensitas efek obat, memperpanjang masa
kerja obat dan kemungkinan juga meningkatkan efek samping dan toksisitas.
6. Induksi Enzim Metabolisme
Peningkatan aktivitas enzim metabolisme obat-obat tertentu atau proses induksi enzim
mempercepat proses metabolisme dan menurunkan kadar obat bebas dalam plasma sehingga
efek farmakologis obat menurun dan masa kerjanya menjadi lebih singkat. Induksi enzim juga
mempengaruhi toksisitas beberapa obat karena dapat meningkatkan metabolisme dan
pembentukan metabolit reaktif.
7. Faktor lain-lain
Diet makanan, keadaan kekurangan gizi, ganguan keseimbangan hormon, kehamilan,
pengikatan obat oleh protein plasma, distribusi obat dalam jaringan dan keadaan patologis hati.
Tempat Metabolisme Obat
Perubahan kimia obat dalam tubuh terutama terjadi pada jaringan dan organ-organ seperti
hati, ginjal, paru dan saluran cerna. Hati adalah organ tubuh yang merupakan tempat utama
metabolisme obat oleh karena mengandung lebih banyak enzim-enzim metabolisme dibanding
organ lain. Setelah pemberian secara oral, obat diserap oleh saluran cerna, masuk keperedaran
darah dan kemudian ke hati melalui efek lintas pertama. Aliran darah yang membawa obat atau
senyawa organik asing melewati sel-sel hati secara perlahan-lahan dan termetabolisis menjadi
senyawa yang mudah larut dalam air kemudian diekskresikan melalui urin.
Kulit merupakan lapisan pelindung tubuh yang sempurna terhadap pengaruh luar, baik
pengaruh fisik maupun pengaruh kimia. Kulit pun menyongkong penampilan dan kepribadian
seseorang. Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh bagian tubuh,
membungkus daging dan organ-organ yang ada didalamnya. Luas kulit pada manusia rata-rata +
2 meter persegi denganberat 10 kg jika ditimbang dengan lemaknya atau 4 kg jika tanpa lemak
atau beratnya sekitar 16 % dari berat badan seseorang.
Kulit memiliki fungsi melindungi bagian tubuh dari berbagai macam gangguan dan
rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti
pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel kulit ari
yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat serta
pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultra violet matahari.
STRUKTUR KULIT
Struktur kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu : kulit ari (epidermis), sebagai lapisan yang
paling luar, kulit jangat (dermis, korium ataukutis) dan jaringan penyambung di bawah kulit (tela
subkutanea,hipodermis atau subkutis). Sebagai gambaran, penampang lintang dan visualisasi
struktur lapisan kulit tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
Kulit Ari (epidermis)
Epidermis merupakan bagian kulit paling luar, yang dapat berfungsi melindungi, berupa
gangguan yang bersifat panas, misalnya radiasi, sengatan sinar ultra violet; gangguan infeksi luar
terutama kuman/ bakteri maupun jamur. serta menjaga keseimbangan tubuh terhadap
lingkungan.
Ketebalan epidermis berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal
berukuran 1 milimeter misalnya pada telapak tangan dan telapak kaki, dan yang paling tipis
berukuran 0,1 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi dan perut. Sel-sel epidermis
disebut keratinosit.Epidermis melekat erat pada dermis karena secara fungsional epidermis
memperoleh zat-zat makanan dan cairan antar sel dari plasma yang merembes melalui dinding-
dinding kapiler dermis ke dalam epidermis. Pada epidermis dibedakan atas lima lapisan kulit,
yaitu :
a) Lapisan tanduk (stratum corneum), merupakan lapisan epidermisyang paling atas, dan
menutupi semua lapisan epiderma lebih ke dalam. Lapisan tanduk terdiri atas beberapa lapis sel
pipih, tidak memiliki inti, tidak mengalami proses metabolisme, tidak berwarna dan sangat
sedikit mengandung air.
Pada telapak tangan dan telapak kaki jumlah baris keratinosit jauh lebih banyak, karena di
bagian ini lapisan tanduk jauh lebih tebal.Lapisan tanduk ini sebagian besar terdiri atas keratin
yaitu sejenis protein yang tidak larut dalam air dan sangat resisten terhadap bahan-bahan kimia.
Lapisan ini dikenal dengan lapisan horny, terdiri dari milyaran sel pipih yang mudah terlepas dan
digantikan oleh sel yang baru setiap 4 minggu, karena usia setiap sel biasanya hanya 28 hari
Pada saat terlepas, kondisi kulit akan terasa sedikit kasar sampai muncul lapisan baru.
Proses pembaruan lapisan tanduk, terus berlangsung sepanjang hidup, menjadikan kulit
ari memiliki self repairing capacity atau kemampuan memperbaiki diri. Bertambahnya usia
dapat menyebabkan proses keratinisasi berjalan lebih lambat. Ketika usia mencapai sekitar 60
tahunan, proses keratinisasi, membutuhkan waktu sekitar 45 - 50 hari, akibatnya lapisan tanduk
yang sudah menjadi lebih kasar, lebih kering, lebih tebal, timbul bercak-bercak putih karena
melanosit lambat bekerja dan penyebaran melanintidak lagi merata serta tidak lagi cepat
digantikan oleh lapisan tanduk baru.
b) Lapisan bening (stratum lucidum) disebut juga lapisan barrier, terletak tepat di bawah
lapisan tanduk, dan dianggap sebagaipenyambung lapisan tanduk dengan lapisan berbutir.
Lapisanbening terdiri dari protoplasma sel-sel jernih yang kecil-kecil, tipisdan bersifat translusen
sehingga dapat dilewati sinar (tembuscahaya). Lapisan ini sangat tampak jelas pada telapak
tangan dantelapak kaki. Proses keratinisasi bermula dari lapisan bening.\
c) Lapisan berbutir (stratum granulosum) tersusun oleh sel-sel keratinosit berbentuk kumparan
yang mengandung butir-butir di dalam protoplasmanya, berbutir kasa dan berinti mengkerut.
Lapisan ini tampak paling jelas pada kulit telapak tangan dan telapak kaki.
d) Lapisan benih (stratum germinativum atau stratum basale) merupakan lapisan terbawah
epidermis, dibentuk oleh satu baris sel torak (silinder) dengan kedudukan tegak lurus terhadap
permukaan dermis. Alas sel-sel torak ini bergerigi dan bersatu dengan laminabasalis di
bawahnya. Lamina basalis yaitu struktur halus yang membatasi epidermis dengan
dermis.Pengaruh lamina basalis cukup besar terhadap pengaturan metabolisme demo-epidermal
dan fungsi-fungsi vital kulit.Di dalam lapisan ini sel-sel epidermis bertambah banyak melalui
mitosis dan sel-sel tadi bergeser ke lapisan-lapisan lebih atas, akhirnya menjadi sel tanduk. Di
dalam lapisan benih terdapat pula sel-sel bening (clear cells, melanoblasatau melanosit) pembuat
pigmen melanin kulit.

Kulit Jagat (Dermis)


Kulit jangat atau dermismenjadi tempat ujung saraf perasa, tempat keberadaan kandung
rambut, kelenjar keringat dan kelenjar-kelenjar palit atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh
darah dan getah bening, dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili).
Sel-sel umbi rambut yang berada di dasar kandung rambut, terus-menerus membelah
dalam membentuk batang rambut.Kelenjar palit yang menempel di saluran kandung rambut,
menghasilkan minyak yang mencapai permukaan kulit melalui muara kandungrambut.Kulit
jangat sering disebut kulit sebenarnya dan 95 % kulit jangat membentuk ketebalan
kulit.Ketebalan rata-rata kulit jangat diperkirakan antara 1 - 2 mm dan yang paling tipis terdapat
di kelopak mata serta yang paling tebal terdapat di telapak tangan dan telapak kaki.Susunan
dasar kulit jangat dibentuk oleh serat-serat, matriksinterfibrilar yang menyerupai selai dan sel-
sel.
Keberadaan ujung-ujung saraf perasa dalam kulit jangat,memungkinkan membedakan
berbagai rangsangan dari luar.Masingmasing saraf perasa memiliki fungsi tertentu, seperti saraf
dengan fungsi mendeteksi rasa sakit, sentuhan, tekanan, panas, dan dingin.Saraf perasa juga
memungkinkan segera bereaksi terhadap hal-halyang dapat merugikan diri kita. Jika kita
mendadak menjadi sangat takut atau sangat tegang, otot penegak rambut yang menempel di
kandung rambut, akan mengerut dan menjadikan bulu roma atau bulu kuduk berdiri. Kelenjar
palit yan menempel di kandung rambut memproduksi minyak untuk melumasi permukaan kulit
dan batang rambut.Sekresi minyaknya dikeluarkan melalui muara kandung rambut.Kelenjar
keringat menghasilkan cairan keringat yang dikeluarkan ke permukaan kulit melalui pori-pori
kulit.
Di dalam lapisan kulit jangat terdapat dua macam kelenjar yaitu kelenjar keringat dan kelenjar
palit.
a. Kelenjar keringat
Kelenjar keringat terdiri dari fundus (bagian yang melingkar) dan duet yaitu saluran
semacam pipa yang bermuara pada permukaan kulit membentuk pori-pori keringat. Semua
bagian tubuh dilengkapi dengan kelenjar keringat dan lebih banyak terdapat dipermukaantelapak
tangan, telapak kaki, kening dan di bawah ketiak. Kelenjar keringat mengatur suhu badan dan
membantu membuang sisa-sisa pencernaan dari tubuh.Kegiatannya terutama dirangsang oleh
panas, latihan jasmani, emosi dan obat-obat tertentu.
b. Kelenjar palit
Kelenjar palit terletak pada bagian atas kulit jangat berdekatan dengan kandung rambut
terdiri dari gelembung-gelembung kecil yang bermuara ke dalam kandung rambut
(folikel).Folikel rambut mengeluarkan lemak yang meminyaki kulit dan menjaga kelunakan
rambut.Kelenjar palit membentuk sebum atau urap kulit.Terkecuali pada telapak tangan dan
telapak kaki, kelenjar palit terdapat di semua bagian tubuh terutama pada bagian muka.
Pada umumnya, satu batang rambut hanya mempunyai satu kelenjar palit atau kelenjar
sebasea yang bermuara pada saluran folikel rambut.Pada kulit kepala, kelenjar palit atau kelenjar
sebasea menghasilkan minyak untuk melumasi rambut dan kulit kepala.Pada kebotakan orang
dewasa, ditemukan bahwa kelenjar palit atau kelenjar sebasea membesar sedangkan folikel
rambut mengecil. Pada kulit badan termasuk pada bagian wajah, jikaproduksi minyak dari
kelenjar palit atau kelenjar sebasea berlebihan, maka kulit akan lebih berminyak sehingga
memudahkantimbulnya jerawat.

Jaringan Subkutan (Subkutis atau Hipodermis)


Lapisan ini terutama mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan limfe, saraf-saraf
yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit.Cabang-cabang dari pembuluh-pembuluh dan
saraf-saraf menuju lapisan kulit jangat.Jaringan ikat bawah kulit berfungsi sebagaibantalan atau
penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh dan sebagai
cadangan makanan.Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi sepanjang kontur tubuh,
paling tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak mata. Jika usia menjadi tua,
kinerja liposit dalam jaringan ikat bawah kulit juga menurun. Bagian tubuh yang sebelumnya
berisi banyak lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit akan mengendur serta makin
kehilangan kontur.
FUNGSI KULIT
Kulit mempunyai berbagai fungsi yaitu sebagai berikut :
1. Pelindung atau proteksi
Epidermis terutama lapisan tanduk berguna untuk menutupi jaringanjaringan tubuh di
sebelah dalam dan melindungi tubuh dari pengaruhpengaruhluar seperti luka dan serangan
kuman. Lapisan paling luardari kulit ari diselubungi dengan lapisan tipis lemak, yang
menjadikankulit tahan air.Kulit dapat menahan suhu tubuh, menahan luka-lukakecil, mencegah
zat kimia dan bakteri masuk ke dalam tubuh sertamenghalau rangsang-rangsang fisik seperti
sinar ultraviolet darimatahari.
2. Penerima rangsang
Kulit sangat peka terhadap berbagai rangsang sensorik yangberhubungan dengan sakit,
suhu panas atau dingin, tekanan, rabaan,dan getaran.Kulit sebagai alat perasa dirasakan melalui
ujung-ujungsaraf sensasi.
3. Pengatur panas atau thermoregulasi
Kulit mengatur suhu tubuh melalui dilatasi dan konstruksi pembuluh kapiler serta melalui
respirasi yang keduanya dipengaruhi saraf otonom. Tubuh yang sehat memiliki suhu tetap kira-
kira 98,6 derajat Farenheit atau sekitar 36,50C. Ketika terjadi perubahan pada suhuluar, darah
dan kelenjar keringat kulit mengadakan penyesuaian seperlunya dalam fungsinya masing-
masing.Pengatur panas adalahs alah satu fungsi kulit sebagai organ antara tubuh dan lingkungan.
Panas akan hilang dengan penguapan keringat.
4. Pengeluaran (ekskresi)
Kulit mengeluarkan zat-zat tertentu yaitu keringat dari kelenjar-kelenjarkeringat yang
dikeluarkan melalui pori-pori keringat dengan membawagaram, yodium dan zat kimia
lainnya.Air yang dikeluarkan melalui kulittidak saja disalurkan melalui keringat tetapi juga
melalui penguapan airtransepidermis sebagai pembentukan keringat yang tidak disadari.
5. Penyimpanan
Kulit dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar lemak. Kulit berfungsi sebagai alat
penampung air dan lemak yang dapat melepaskannya bilamana diperlukan. Kulit dan jaringan di
bawahnya bekerja sebagai tempat penyimpanan air, jaringan adipose di bawah kulit merupakan
tempat penyimpanan lemak yang utama pada tubuh.
6. Penyerapan terbatas
Kulit dapat menyerap zat-zat tertentu, terutama zat-zat yang larutdalam lemak dapat
diserap ke dalam kulit. Hormon yang terdapat pada krim muka dapat masuk melalui kulit dan
mempengaruhi lapisankulit pada tingkatan yang sangat tipis.Penyerapan terjadi melaluimuara
kandung rambut dan masuk ke dalam saluran kelenjar palit,merembes melalui dinding pembuluh
darah ke dalam peredaran darahkemudian ke berbagai organ tubuh lainnya.

JENIS JENIS KULIT


Pada umumnya jenis kulit manusia dapat dikelompokkan menjadi :

1. Kulit Normal
Kulit normal cenderung mudah dirawat.Kelenjar minyak (sebaceousgland) pada kulit
normal biasanya ‘tidak bandel’, karena minyak(sebum) yang dikeluarkan seimbang, tidak
berlebihan ataupunkekurangan. Meski demikian, kulit normal tetap harus dirawat agarsenantiasa
bersih, kencang, lembut dan segar. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran pada kulit normal dapat
menjadi jerawat. Selainitu kulit yang tidak terawat akan mudah mengalami penuaan diniseperti
keriput dan tampilannya pun tampak lelah.
Ciri-ciri kulit normal adalah kulit lembut, lembab berembun, segardan bercahaya, halus
dan mulus, tanpa jerawat, elastis, serta tidakterlihat minyak yang berlebihan juga tidak terlihat
kering.Meskipun jika dilihat sepintas tidak bermasalah, kulit normaltetap harus dijaga dan
dirawat dengan baik, karena jika tidak dirawat, kekenyalan dan kelembaban kulit normal akan
terganggu,terjadi penumpukan kulit mati dan kotoran dapat menyebabkantimbulnya jerawat.
2. Kulit Berminyak
Kulit berminyak banyak dialami oleh wanita di daerah tropis. Karenapengaruh hormonal,
kulit berminyak biasa dijumpai pada remaja puteriusia sekitar 2 tahunan, meski ada juga pada
wanita usia 30-40 tahunyang mengalaminya. Penyebab kulit berminyak adalah karena
kelenjarminyak (sebaceous gland) sangat produktif, hingga tidak mampumengontrol jumlah
minyak (sebum) yang harus dikeluarkan.Sebaceaous gland pada kulit berminyak yang biasanya
terletak dilapisan dermis, mudah terpicu untuk bekerja lebih aktif.
3. Kulit Kering
Kulit kering memiliki karakteristik yang cukup merepotkan bagipemiliknya, karena pada
umumnya kulit kering menimbulkan efek yangtidak segar pada kulit, dan kulitpun cenderung
terlihat berkeriput.Kulit kering memiliki kadar minyak atau sebum yang sangatrendah dan
cenderung sensitif, sehingga terlihat parched karena kulittidak mampu mempertahankan
kelembabannya. Ciri dari kulit keringadalah kulit terasa kaku seperti tertarik setelah mencuci
muka dan akanmereda setelah dilapisi dengan krim pelembab. Kondisi kulit dapatmenjadi lebih
buruk apabila terkena angin, perubahan cuaca dari dinginke panas atau sebaliknya.Garis atau
kerutan sekitar pipi, mata dansekitar bibir dapat muncul dengan mudah pada wajah yang
berkulitkering.
4. Kulit Sensitif
Diagnosis kulit sensitif didasarkan atas gejala-gejala penambahanwarna, dan reaksi cepat
terhadap rangsangan. Kulit sensitif biasanyalebih tipis dari jenis kulit lain sehingga sangat peka
terhadap hal-halyang bisa menimbulkan alergi (allergen). Pembuluh darah kapiler danujung
saraf pada kulit sensitif terletak sangat dekat dengan permukaankulit.Jika terkena allergen,
reaksinya pun sangat cepat.
Bentuk-bentuk reaksi pada kulit sensitif biasanya berupa bercakmerah, gatal, iritasi
hingga luka yang jika tidak dirawat secara baik danbenar akan berdampak serius. Warna
kemerahan pada kulit sensitive disebabkan allergen memacu pembuluh darah dan
memperbanyakaliran darah ke permukaan kulit.Berdasarkan sifatnya tadi, perawatankulit sensitif
ditujukan untuk melindungi kulit serta mengurangi danmenanggulangi iritasi.
Kulit sensitif seringkali tidak dapat diamati secara langsung, diperlukan bantuan dokter kulit atau
dermatolog untuk memeriksanyadalam tes alergi-imunologi. Dalam pemeriksaan alergi,
biasanya pasienakan diberi beberapa allergen untuk mengetahui kadar sensitivitas kulit.Kulit
sensitif memiliki ciri-ciri sebagai berikut : mudah alergi, cepatbereaksi terhadap allergen, mudah
iritasi dan terluka, tekstur kulit tipis,pembuluh darah kapiler dan ujung saraf berada sangat dekat
denganpermukaan kulit sehingga kulit mudah terlihat kemerahan.
Faktor-faktor yang dapat menjadi allergen bagi kulit sensitif antaralain : makanan yang
pedas dan berbumbu tajam, kafein, nikotin danminuman beralkohol, niasin atau vitamin B3,
kandungan parfum danpewarna dalam kosmetika, sinar ultraviolet dan gangguan stres.
Kulitsensitif berbeda dengan kulit reaktif.Meski timbul bercak kemerahanatau gatal-gatal akibat
penggunaan kosmetika tertentu, belum tentumenjadi gejala atau tanda kulit sensitif.
Kemungkinan bercakkemerahan tadi hanya menandakan iritasi ringan, yang akan hilangsendiri.
Kulit reaktif seperti ini dapat menjadi sensitif jika iritasikemudian meluas dan sukar
sembuh.Untuk membedakannya perludilakukan tes alergi-imunologi oleh dokter kulit.

KELAINAN-KELAINAN KULIT
a. Jerawat(akne)
Masalah paling sering terjadi pada kulit berminyak adalah jerawat,meskipun tidak
tertutup kemungkinan timbul pada jenis kulit lain.Pada dasarnya jerawat disebabkan oleh
tumbuhnya kotoran dan selkulit mati yang mengakibatkan folikel dan pertumbuhan
sebumterhambat.Produksi minyak pada kulit biasanya disalurkan melaluifolikel rambut. Kotoran
atau sel kulit mati yang tidak dibersihkanakan menyumbat saluran ini hingga minyak yang ke
luar akanbertumpuk dan menjadi komedo. Jika terkena bakteri akne, komedoakan menjadi
jerawat.
Jerawat atau akne adalah suatu penyakit radang yangmengenai susunan pilosebaseus
yaitu kelenjar palit denganfolikel rambutnya.Jerawat sangat umum terdapat pada anak-anakmasa
pubertas dan dianggap fisiologis oleh karena perubahanhormonal.Timbunan lemak di bawah
kulit ini selain membuat kulitkasar, tidak rata juga tidak enak dipandang
mata.Penderitaumumnya mempunyai jenis kulit berminyak. Kulit kasar akan makinmenjadi,
pada kulit yang kurang memproduksi minyak, sepertimereka yang termasuk kategori berkulit
kering. Selain perubahanhormonal, kesalahan memilih kosmetik juga dapat
menyebabkantimbulnya jerawat.
Kurang lebih 90% remaja, wanita dan pria terkena jerawatdan biasanya menghilang
sebelum usia mencapai 20 tahun tetapidapat pula berlangsung terus. Perkecualian, jerawat juga
seringdialami oleh wanita dewasa yang menjadi akseptor KB dengan pilbahkan pada wanita saat
memasuki masa menopause.
Jerawat timbul di daerah sebore yaitu daerah kulit yangmengandung lebih banyak kelenjar palit
di daerah kulit yang lain.Daerah sebore terdapat pada daerah hidung, pipi, dahi dan daguserta di
dada dan punggung.
b. Komedo
Komedo adalah nama ilmiah dari pori-pori yang tersumbat. Komedomerupakan sumbatan
lemak yang asalnya dari produksi lemaktubuh kita. Komedo sebagai bentuk permulaan jerawat
berupagumpalan massa atau sebum yang tersumbat di dalam saluransusunan pilosebaseus.
Sebum adalah salah satu kelenjar minyakyang dihasilkan kelenjar kulit yaitu kelenjar
sebasea.Ketika sel-selkulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit
tidakdibersihkan, maka sel-sel mati menumpuk di kulit, minyak dipermukaan kulit kemudian
menutup sel-sel kulit, maka terjadilahpenyumbatan. Bentuk komedo terdiri atas :
1) Komedo terbuka (black head) ditandai dengan :
a) Gumpalan sebum terlihat seperti titik-titik hitam dipermukaan kulit.
b) Permukaan tidak tertutup oleh epitel kulit.
c) Berhubungan langsung dengan udara di luar sehingga terjadi oksidasi dan pigmentasi. Black
head yang berhubungan dengan udara di luar, bersifat terbuka dan dapat keluar sendiri
2) Komedo tertutup (white head), ditandai dengan :
a) Massa sebum terlihat seperti tonjolan putih kekuning kuningan di bawah permukaan kulit.
b) Permukaannya tertutup oleh epitel kulit.
c) Tidak berhubungan dengan udara di luar.
White head tidak dapat ke luar sendiri karena tertutup oleh lapisan kulit tipis atau epitel.
C. Infeksi Jamur
Kelainan kulit karena infeksi jamur antara lain disebabkan oleh segolongan jamur
dermatofita (dermatofitosis), ragi candida (kandidosiskulit) dan jamur malassezia furtur.
Kelainan kulit karena infeksi jamur dapat berupa :
a. Panu
Panu adalah bentuk lain dari dermatofitosis yaitu infeksi jamurdangkal yang disebabkan
oleh fungus mallasezia furtur. Penyakitini tampak sebagai bercak-bercak yang kadang tersebar di
seluruhtubuh.Bercak ini dapat berwarna putih kelabu, kecoklat-coklatanatau kehitam-hitaman
yang disertai pengelupasan sisik-sisik halus.Panu banyak ditemukan di Indonesia terutama pada
mereka yangkurang memperhatikan kebersihan badan.Penyakit ini dapatmenyebabkan rasa gatal.
b. Kurap
Kurap merupakan dermatofitosisyang berupa infeksi kulit berbentukbulat-bulat besar
dengandiameter 3 - 4 cm, pinggirnyameninggi, dan berwarna merahsedang di bagian
tengahnyabersisik halus menimbul-kanrasa gatal.Kelainan ini dapatterjadi pada anak-anak,
remaja,hingga dewasa baik laki-lakimaupun perempuan. Kurap bias menular.
c. Tinea pedis (athlete’sfoot)
Tinea pedis adalah sejenispenyakit yang disebabkan olehjamur pada kaki terutama
padatelapak kaki dan sela-sela jarikaki.Tinea pedis banyak dijumpaipada laki-laki
dibandingkanpada wanita.Gambaranklinis yang terlihat, berbeda, dariperlunakan kulit di sela-
sela jari,pertandukan yang berlebihan,reaksi eksim, gelembung-gelembungsampai retak-retak
kulityang diiringi rasa sakit.

Mekanisme Pigmentasi

Warna kulit tergantung pada 3 (tiga) komponen menurut derajat yang bervariasi. Jaringan
memiliki warna inheren kekuningan akibat kandungan karoten. Adanya Hb beroksigen dalam
dasar kapiler dari dermis memberinya warna kemerahan. Dan warna kecoklatan sampai
kehitaman adalah akibat jumlah pigmen melanin yang bervariasi.
Warna kulit timbul dari perekrutan melanosom yang mengandung melanin, yang
dihasilkan oleh melanosit, ke dalam keratinosit-keratinosit pada epidermis, dan degradasinya
selanjutnya. pada orang-orang yang berpigmen gelap, melanosit menghasilkan lebih banyak
melanin, dan melanosom lebih besar dan mengandung banyak melanin, dan mengalami
degradasi lebih lambat dibanding pada orang yang berkulit lebih terang. Melanin dihasilkan
melalui hidroksilasi tirosin menjadi 3,4-dihidroksifenilalanin (DOPA) dengan menggunakan
enzim tirosin, yang selanjutnya mengoksidasi DIPA menjadi dopakuinon, mengarah pada
pembentukan melanin (eumelanin dan feomelanin).
Setelah melanin dibuat dalam melanosom, melanin selanjutnya bermigrasi ke dalam ujung-ujung
dendrit melanosit dengan menggunakan filamen miosin V dan “motor” dynein. Masing-masing
melanosit bersentuhan dengan beberapa keratinosit tetangga, membentuk sebuah “unit melanin
epidermal.” Melanin dalam melanosit kemudian direkrut ke dalam keratinosit lain dari unit
melanin epidermal, atau ke dalam dermis melalui sebuah proses yang masih belum dipahami
dengan baik. Beberapa mekanisme telah diusulkan untuk transfer melanin ini ke keratinosit
tetangga. Mekanisme pertama melibatkan fagositosis. Melanin dilepaskan ke dalam dermis
setelah kerusakan melanosit pada lapisan basal dan kemudian difagosit oleh melanofage.
Mekanisme transfermelanin lainnya yang diusulkan adalah endositosis. Proses ini melibatkan
melanosom yang dibuang secara langsung ke dalam ruang-ruang interseluler diikuti dengan
endositosis. Sementara peneliti lain menganggap bahwa inokulasi langsung atau injeksimelanin
ke dalam melanosit terjadi. Hipotesis akhir adalah bahwa transfer melanin terjadi melalui
penggabungan membran keratinosit-melanosit.

Terjadinya proses penuaan


Penuaan adalah proses biologi yang kompleks yang terjadi secara alami dimana kulit
mengalami penurunan dalam fungsi dan penampilannya karena faktor usia. Tanda-tanda penuaan
antara lain meningkatnya kekasaran kulit, pembentukan kerutan-kerutan, kehilangan elastisitas,
dan pembentukan pigmen.
Penuaan merupakan akibat dari penurunan kemampuan tubuh untuk memproduksi sel-sel
kulit yang baru. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan kolagen, dimana kolagen merupakan
bahan baku utama untuk memproduksi sel-sel kulit. Seiring dengan meningkatnya usia, maka
pembentukan kolagen secara alami oleh tubuh menjadi berkurang dan lambat, sehingga jumlah
kolagen yang diperlukan untuk membentuk sel kulit baru menjadi kurang.
Proses penuaan dapat dipengaruhi oleh faktor luar, seperti radiasi UV dari sinar matahari.
Radiasi tersebut menyebabkan pembentukan radikal bebas yang membahayakan sel kulit. Hasil
study ilmiah menyatakan bahwa sinar matahari dapat meningkatkan pembentukan enzim yang
merusak kolagen dan dalam waktu yang sama jumlah gen pembentuk kolagen berkurang.
Oleh karena itu, kolagen merupakan faktor utama yang berperan dalam proses melawan
penuaan. Dengan demikian, solusi untuk perawatan kulit dan mencegah penuaan dini adalah
dengan mengkonsumsi nutrisi untuk biosintesa kolagen. Nutrisi tersebut adalah kolagen serbuk
kolagen hidrolisat murni.yang merupakan 100% kolagen.
Rambut adalah sesuatu yang keluar dari dalam kulit dan kulit kepala, rambut tidak
mempunyai syaraf perasa, sehingga rambut tidak terasa sakit kalau dipangkas. Dengan adanya
rambut, selain berfungsi sebagai mahkota, juga berfungsi sebagai pelindung kepala dari panas
terik matahari, cuaca dingin. Rambut membutuhkan penataan dan perawatan secara teratur
supaya rambut tetap sehat, indah, dan berkilau.
Dalam menggunakan Kosmetika rambut dibutuhkan suatu ketelitian agar rambut tetap
sehat indah dan indah. Setiap ahli kecantikan, harus teliti dan tepat dalam menentukan analisa
dan diagnosa tentang keadaan kulit kepala dan rambut serta kelainan yang ada pada kulit dan
rambut tersebut. Oleh sebab itu seorang ahli kecantikan sangat perlu mempelajari ilmu tentang
kulit, kulit kepala dan rambut, ( Trycology ) Dengan mempelajari ilmu tentang kulit, kulit kepala
dan rambut, kita akan dapat memberikan analisa yang tepat dan dapat memberikan nasehat-
nasehat bagi langganan kita bila diperlukan untuk perbaikan dan perhatian dalam pemeliharan
serta perawatan agar rambut tetap sehat dan indah. Rambut yang kurang perawatan, akan mudah
mengalami kerusakan seperti rambut kusam, patah rontok bahkan dapat menimbulkan
kebotakan. Beberapa faktor penyebab rambut bermasalah diantaranya adalah kurang asupan
nutrisi, Infeksi kulit kepala, Flu berat, Masa pertumbuhan, Perawatan rambut yang salah serta
karena pengaruh obat-obatan tertentu.
Penyebab rambut rontok secara umum :
- Folikel rambut sangat sensitif terhadap lingkungan.
- Kondisi rambut kita sangat terpengaruh oleh lingkungan yang terpolusi seperti sekarang.
- Rambut yang rontok juga dapat disebabkan oleh stres, tegang, diet, sedang menjalani
pengobatan, sirkulasi darah yang buruk dan sakit fisik.
- Lebih jauh, pemakaian bahan kimia yang berlebih pada rambut akan berdampak buruk bagi
rambut.
Dengan situasi seperti ini, cara paling efektif adalah memberi nutrisi yang terus menerus
pada rambut dan kulit kepala. Perawatan rambut secara teratur, seperti:
a. Massage Rambut (Creambath)
b. Keramas Rambut (Shampoo)
c. Membilas Rambut (Conditioner)
d. Pemberian Tonic Rambut (Hair Tonic).
Susunan kimiawi rambut
a. Carbon : 50,65 %
b. Hydrogen : 6,36 %
c. Nitrogen : 17,14 %
d. Belerang ( sulfur) : 5 %
e. Oksigen : 20,85 %
Bagian- bagian rambut
a. Ujung rambut , berbentuk runcing terdapat pada rambut yang baru saja tumbuh
b. Batang rambut, merupakan bagian rambutyang berada di luar kulit, berupabenang halus
terdiri dari keratinatau sel-sel tanduk. Lapisan – lapisan batang rambut :
1. Cutikule / kulit ari / selaput rambut
Merupakan lapisan luar yang terdiri dari sel – sel tanduk yang pipih dan bening, tersusun bagian
bawah menutupi atasnya.
Fungsi kutikula :
a. Melindungi bagian dalam rambut
b. Memudahkan disasak karena kutikula yang tersusun dapat saling berpegangan.
c. Menyerap obat keriting dan cat rambut hingga ke korteks
Kutikula dapat rusak karena :
a. Over processing : kerja obat keriting yang kadaluarsa (over time)
b. Terlalu sering disasak
c. Kesalahan kosmetik rambut
d. Terlalu sering dicuci dengan shampo yang keras
2. Korteks / kulit rambut
Disusun oleh kumpulan seperti benang halus yang terdiri dari keratin (Sel tanduk). Tiap
helai benang halus disebut fibril, fibril terbentuk oleh molekul yang mengandung butiran pigmen
melanin. Pigmen rambut terdapat pada korteks.
3. Medulla / sumsum rambut
Terdiri dari zat yang tersusun sangat renggang yang membentuk jala, sehingga terdapat rongga
yang berisi udara.
c. Akar rambut, merupakan bagian rambutyang berada di dalam kulitdan tertanam miringdalam
lapisan dermis
- Struktur akar rambut :
1. Folicle, ialah saluran untuk tumbuhnya rambut yang menentukan besar, kecil, lurus dan
keritingnya rambut.
2. Dermis, ialah seluruh ruangan yang berada di bawah epidermis. 3. Bulp, yaitu bongkol
rambut yang memuat pigmen, pembuluh darah, papila dan folicle.
3. Epidermis, ialah lapisan kulit yang berada paling luar.
4. Arector muscle, ialah garis yang menghubungkan folicle dan kulit.
5. Papila, menghasilkan sel-sel, membentuk rambut-rambut baru yang lebih kuat. Pada papila
setiap rambut mempunyai pembuluh darah yang berbeda, yang bertugas untuk membawa
makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel rambut dalam papil.
6.Pigmen (warna rambut
7. Kelenjar minyak yang sangat dibutuhkan oleh rambut.
8.Pembuluh darah.
9. Akar rambut.
10. Kelenjar keringat.
11. Batang rambut.
12. Penampang akar rambut

Pembagian dan Umur Rambut


1.Rambut panjang, yaitu rambut yang tumbuh di atas kulit kepala. Rambut panjang ini berumur
antara 2-4 tahun
2. Rambut pendek, yaitu rambut pendek tumbuh pada bagian alis, lubang hidung, dan ujung
kelopak mata. Rambut ini berumur antara 4-5 bulan
3. Rambut vellus/lanugo, yaitu rambut yang tumbuh pada kulit di seluruh bagian tubuh. Rambut
ini lemas dan pendek
Warna rambut
Warna rambut ditentukan oleh pigmen melanin dii dalam rambut. Melanin terdapat
sebagai butir – butir dalam serabut – serabut tanduk kulit rambut dan diantaranya melanin ini
dapat doksidasikan dengan hidrogen peroksida (H2O2) menjadi senyawa yang tidak berwarna
(bleaching). Sehingga warna rambut akan lebih muda. Pigmen rambut dibentuk oleh melanosit
yang terdapat pada umbi rambut.
Fungsi Rambut
- Melindungi kepala dari benturan dan sinar matahari
- Sebagai mahkota
- Membentuk bingkai dari wajah
- Menambah keindahan dan garis warna pada wajah
Tekstur rambut
Dengan tekstur rambut dimaksudkan sifat – sifat rambut yang dapat ditentukan dengan
penglihatan, perabaan, dan pegangan. Pengertian ini meliputi :
1. Kelebatan rambut (densitas) : ditentukan secara praktis dengan melihat banyaknya batang
rambut yang terdapat pada satu kelompok rambut.
2. Tebal halusnya rambut : tebal halusnya rambut tergantung pada banyaknya zat tanduk pada
kulit rambut.
3. Kasar licinnya permukaan rambut : permukaan rambut lebih kasar, jika sisik – sisik selaput
rambut tidak terlalu rapat satu dengan yang lain
4. Kekuatan rambut : kekuatan rambut ditentukan dengan merenggangkan rambut sampai
putus.
5. Daya serap (porositas) : banyaknya cairan yang dapat diserap oleh rambut tergantung pada
keadaan selaput rambut dan kualitas keratin pada kulit rambut.
6. Daya bingkas (elastisitas) : elastisitas rambut berhubungan dengan susunan molekul keratin
yang teratur seperti spiral memanjang dalam kulit rambut dan dapat ditarik menjadi lurus tanpa
rambut putus.

Proses pertumbuhan rambut


1. Fase Anagen
Dimulai dari proses pembentukan folikel berasal dari epidermis ke arah dalam menuju lapisan
dermis, diikuti proses keratinisasi hingga terbentuk rambut, waktu 2 hingga 6 bulan.
2. Fase Katagen / masa istirahat
Rambut lama berada di tempatnya, tidak bekerja dan tidak berhubungan dengan papil rambut,
tidak terjadi pembentukan apapun waktu 2 – 3 minggu.
3. Fase telogen / masa pergantian
Papil rambut bekerja membentuk umbi baru dan mendorong rambut lama hingga lepas, waktu
100 hari.
Jenis-jenis kulit kepala dan rambut
1. Kulit kepala dan rambut normal
- Ciri-ciri kulit kepala normal:
a. Kelenjar palit bekerja dengan normal
b. Dapat menghasilkan sebum atau minyak untuk melumasi kulit kepala dan rambut dengan
normal
- Ciri-ciri rambut normal :
a. Daya elastisitas 20%
b. Jika diraba lembut dan halus
c. Bercahaya
d. Mudah ditata
2. Kulit kepala dan rambut kering
- Ciri-ciri kulit kepala kering :
a. Kelenjar palit kurang giat bekerja
b. Kurang menghasilkan sebum untuk melumasi kulit kepala dan rambut
- Ciri-ciri rambut kering :
a. Bersuara bila dipegang
b. Penampilan gesang dan kaku
c. Warna pirang/kemerahan/cahaya pudar
d. Rambut tipis, rapuh, ujung berbelah
e. Sering ditumbuhi ketombe atau sindap
3. Kulit kepala dan rambut berminyak
- Ciri-ciri kulit kepala berminyak :
1. Kelenjar palit sangat giat bekerja
2. Dapat menghasilkan sebum secara berlebihan
- Ciri-ciri rambut berminyak :
1. Rambut tumbuh lebat
2. Sangat elastis 40%-50%
3. Selalu basah dan lengket
4. Sering ditumbuhi ketombe atau sindap basah
Kelainan-kelainan pada kulit kepala dan rambut
1. Kelainan pada kulit kepala
· Sindap kering : terjadi karena pembentukan lapisan tanduk yang berlangsung sangat cepat
sehingga lapisan ini mengelupas membentuk sisik
- Sindap basah : Merupakan kelainan kulit yang menahun ditandai dengan terjadi bercak-bercak
yang berwarna kelabu karena penumpukan zat tanduk.
· Kurap : kelainan ini terjadi karena infeksi jamur. Dapat menyebabkan rambut mudah
patah antara akar dan batang rambut.
·Kadas : disebabkan infeksi jamur tertentu, gejalanya adalah terbentuknya keropeng-keropeng .
Dapat menyebabkan kebotakan permanen.
·Kutil : Kulit kepala berlipat-lipat sehingga menimbulkan gambaran seperti papan gilasan.
Kelainan ini disebabkan kulit kepala terlalu luas dan tebal, kerena jaringan ikat di bawah kulit
sangat jarang sehingga kulit tidak sempurna.
·Ros kepala : terjadi karena peradangan menahun , kulit menjadi merah dan tertutup sisik. Sisik
ini dapat berlemak, basah atau kering
·Kebotakan : disebabkan kerontokan rambut. Kerontokan rambut dapat terjadi sewaktu masa
katagen/ peralihan atau masa anagen/ siklus
2. Kelainan pada rambut
· Kelainan karena infeksi jamur : di batang rambut jamur dapat tumbuh hanya pada permukaan
saja atau menyusup ke dalam kulit rambut.
·Infeksi karena serangga : disebabkan oleh kutu kepala, karena kontak langsung. Pembasmian
kutu kepala ini dapat dilaksanakan dengan DDT atau gamesakan 1-2 % dicampur dengan talk.
Telur kutu dapat dilepaskan dari rambut dengan membasmi rambut dengan larutan cuka pekat,
biarkan semalam kemudian dicuci dan disisir serit.
· Kelainan rambut karena kerusakan zat tanduk Rambut pecah atau bercabang : Ujung- ujung
rambut terbelah secara memanjang, kelainan ini dapat terjadi secara terus menerus, kurang gizi
atau pemakaian kosmetika rambut terlalu keras
·Penyakit mutiara : Pada batang rambut terdapat bagian-bagian yang menebal, sehingga rambut
menjadi rapuh dan mudah patah. Penyebabnya pemakaian sikat yang keras, dan pencucian
rambut yang tidak bersih.
Kuku adalah bagian tubuh yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku tumbuh dari sel

mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung

jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah

melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara

kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratinprotein yang kaya akan

sulfur.

Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat

sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan

bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit.

Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih

cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh.

Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau

menderita anoreksianervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.

Fungsi kuku
Kuku mempunyai 2 fungsi utama. Fungsi pertama yang diketahui secara umum ialah
memberikan lebih sensitiviti terhadap deria sentuh. Ujung jari diliputi dengan reseptor yang
banyak yang membenarkan kita menerima maklumat dengan lebih efektif apabila kita
menyentuh sesuatu objek. Kuku bertindak sebagai penentang daya yang menambahkan lagi
sensitiviti kulit, walaupun pada kuku itu sendiri tidak mempunyai saraf reseptor.
Fungsi Perawatan Kuku
Merawat kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan
diri karena berbagai kuman dapat masuk kedalam tubuh melalui kuku. Oleh sebab itu, kuku
seharusnya tetap dalam keadaan sehat dan bersih.Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu
aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri, melalui kuku berbagai kuman dapat
masuk ke dalam tubuh, untuk itu seharusnya kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Secara
anatomis kuku terdiri atas dasar kuku, badan kuku, dinding kuku, kantung kuku, akar kuku, dan
lunula. Kondisi normal kuku ini dapat tcrlihat halus, tebal kurang lebih 0,5 mm, transparan, dasar
kuku berwarna warna merah muda.

Anatomi kuku
Kuku tersusun atas protein yang mengeras disebut keratin. Fungsinya sebagai pelindung
ujung jari tangan dan jari kaki. Lempeng kuku (LK) berbentuk empat persegi panjang, keras,
cembung ke arah lateral dan dorsal, transparan, terletak di dorsalo paling distal. LK terbentuk
dari bahan tanduk yang tumbuh ke arah dorsal untuk waktu yang tidak terbatas. Kecepatan
tumbuh kuku jari tangan: lebih kurang 0,1 mm/ hari, kuku jari kaki 1/3-1/2 kecepatan kuku jari
tangan. Tebal kuku tangan bervariasi 0,5 mm- 0,75mm, dan pada kaki dapat mencapai 1,0 mm.
LK terdiri dari tiga lapisan horizontal yang masing-masing adalah:
1.Lapisan dorsal tipis yang dibentuk oleh matriks bagian proksimal (1/3 bagian).
2. Lapisan intermediet yang dibentuk oleh matriks bagian distal (2/3 bagian).
3. Lapisan ventral yang dibentuk oleh lapisan tanduk dasar kuku dan hiponikium yang
mengandung keratin lunak.
Lunula atau bulan sabit terletak di proksimal LK. Lunula merupakan ujung akhir matriks
kuku. Warna putih lunula disebabkan epitel yang lebih tebal dari epitel kasar kuku dan kurang
melekatnya epitel dibawahnya sehingga transmisi warna pembuluh drah kurang dipancarkan.
Daerah di bawah LK disebut hiponikium. Alur kuku dan lipat kuku merupakan batas dan
pelindung kuku. Lipat kuku proksimal merupakan perluasan epidermis, bersama kuku yang
melindungi matriks kuku. Produk akhirnya adalah kutikel. Pada matriks kuku terdapat sel
melanosit.
Bagian-bagian kuku
1.Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.
2.Dinding kuku (nail wall) : merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan
atas.
3.Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
4.Alur kuku (nail groove) : merupakan celah antara dinding dan dasar kuku.
5.Akar kuku (nail root): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku.
6.Lempeng kuku (nail plate) : merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku.
7.Lunula : merupakan bagian lempeng kuku berwarna putih dekat akar kuku berbentuk bulan
sabit, sering tertutup oleh kulit.
8.Eponikium : merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupi bagian
permukaan lempeng kuku.
9. Hiponikium : merupakan dasar kuku, kulit ari di bawah kuku yang bebas (free edge) menebal.

Kelainan kuku manusia


1. Garis beau

Garis Beau yaitu alur transversal pada Lempeng Kuku yang akan bergerak Ice arah distal
mengikuti pertumbuhan kuku atau jika dilihat melintang, maka alur tersebut sejajar dengan
lanula. Alur ini terjadi disebabkan penyakit yang menyebabkan tertahannya pembentukan
Lempeng Kuku sementara oleh toksin atau penyakit sistemik. Pada sebagian besar kasus, alur
lebih sering dijumpai pada kuku ibu jari atau kuku jari kaki yang mungkin disebabkan karena
pertumbuhannya yang lebih lambat. Garis Beau fisiologis dapat dijumpai pada bayi usia 4– 10
minggu.
Beberapa keadaan yang dapat menimbulkan kelainan ini yaitu trombosis koroner, pneumonia,
fenomena Raynaud, defisiensi Fe, dermatitis, trauma, agent anti kanker, penyakit ginjal atau hati.
2. Koilonikia

Koilonikia atau disebut juga spoon nails yaitu bentuk normal bagian tengah Lempeng
Kuku menjadi datar atau cekung dengan pinggir lateral dan distal menghadap ke atas, sehingga
bentuk kuku seperti sendok. Lempeng Kuku dapat menebal atau menipis.
Koilonikia dapat merupakan kelainan yang didapat atau merupakan kelainan yang
diturunkan. Pada anak usia 1 atau 2 tahun pertama dapat dijumpai bentuk Lempeng Kuku seperti
ini, yang pada beberapa kasus menetap sampai dewasa tanpa adanya kelainan familial.
Tipisnya kuku dihubungkan dengan status nutrisi yang buruk (anemia defesiensi besi)
dan kurangnya intake asam amino yang mengandung sulfur.
Koilonikia dapat dijumpai pada beberapa keadaan yaitu penyakit diabetes, anemi defisiensi Fe,
pajanan asam kuat, hipotiroid, nail patella syndrome, Penyakit Raynaud (sebuah kondisi umum
yang mempengaruhi pasokan darah ke jari tangan dan kaki), hemochromatosis, SLE (lupus),
trauma parah pada matriks kuku, sindrom kuku-patela.
3. Wash Board Nails (Habit Tic Deformity)
Kelainan ini berupa alur transversal yang berdekatan tidak teratur dengan rigi-rigi di
tengah Lempeng kuku atau bentuk alur horisontal pada lempeng kuku.
Bentuk kuku seperti ini biasanya dijumpai pada kuku ibu jari. Seperti namanya, menyerupai
papan cuci dengan serangkaian pegunungan merata spasi di kuk Alur ini terjadi disebabkan
kebiasaan mendorong lipat kuku proksimal ke belakang dengan jari telunjuk atau gigi atau juga
karena menggosok kulit di balik kuku dapat menyebabkan kuku papan cuci Bila jarak lekuk
transversal sangat berdekatan satu sama lain maka terlihat sebagai alur memanjang di tengah
Lempeng Kuku.
4. Onikomadesis
Onikomadesis yaitu terlepasnya Lempeng Kuku secara sempurna mulai dari bagian
proksimal atau dari dasar kuku. Dikatakan kelainan ini terjadi akibat terhentinya pembentukan
keratin oleh matriks. Onikomadesis dapat bersifat familial atau didapat. Keadaan yang dapat
menimbulkan onikomadeasis yaitu distres intrauterin berat, diabetes, trauma matriks,
radiodermatitis, inflamasi lipat kuku proksimal, dan juga akibat efek samping obat asam valpoat
yang di gunakan sebagai obat epilepsi, nekrolisis epidermal toksik, stevevens jhonson syndrome,
kelainan Periode iskemia (Gagal jantung, iskemia perifer, Himalaya wandeling), Viral infeksi
(sindroma Kawasaki , campak,penyakit tangan kuku dan mulut)dan Penyakit dengan demam
tinggi atau penyakit parah (Malaria, drug fever, sepsis, demam berdarah).
2. Kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya dalam waktu lama baru luntur,
misalnya kosmetik pemutih kulit, cat rambut, dan pengeriting rambut.
Kosmetika dekoratif pada umumnya terdiri dari : 1) Bedak dasar ( Foundation adalah kosmetika
yang mengandung foundation cream dan bubuk bedak. Kosmetika ini berguna untuk
melindungi kulit dan berfungsi sebagai penolak sinar matahari.Disamping itu, dapat
menyehatkan kulit dan melembabkan kulit jika kulit kering. Bentuk foundation antara lain padat
( pancake ),cair ( liquid ), krim ( Crim ), dan stik/batang (stick )
2) Bedak (Face Powder ).
Bedak dapat berbentuk bedak bubuk (face powder ).Disamping sebagai kosmetika riasan, bedak
juga dapat melindungi kulit dari sinar matahari. Bedak dipakai sebagai sentuhan terakhir setelah
pemakaian alas bedak.
3) Cat bibir Adalah cat warna bibir yang dapat berbentuk batangan (stick)
,krim, atau cair, dimana yang paling dikenal adalah berbentuk batangan (lipstick).
4) Pemerah pipi (rouge/blush on)
Pemerah pipi dapat berbentuk krim dan bubuk dengan warna yang mencolok, umumnya merah
sampai coklat. Pemerah pipi ini dipakai pada kedua belah pipi diluar bedak agar pipi nampak
kemerah-merahan (bersemu merah) sehingga nampak sehat dan segar.
5) Pewarna kelopak mata (Eye Shadow)
Pewarna kelopak mata dapat berbentuk krim, bubuk, padat, dan cairan berguna untuk mewarnai
kelopak mata.
6) Pembuat garis mata ( Eyeliner ) Bentuk eyeliner
antara lain padat, pensil dan cair. Kosmetika ini mengandung lemak dan zat pewarna. Berfungsi
untuk mempertegas garis mata pada tepi kelopak mata atas dan bawah.
7) Maskara
Berguna untuk mewarnai bulu mata agar lebih tegas, lebih panjang dan lentik.
Peranan Zat Pewarna dalam Kosmetik Dekoratif
Dalam kosmetik dekoratif, zat pewarna memegang peranan sangat besar.
Zat warna untuk kosmetik dekoratif berasal dari berbagai kelompok :
1. Zat warna alam yang larut. Zat ini sekarang sudah jarang dipakai dalam kosmetik. Sebetulnya
dampak zat alam ini pada kulit lebih baik dari pada zat warna sintetis, tetapi
kekuatan pewarnaanya relatif lemah, tak tahan cahaya, dan relatif mahal. Misalnya carmine zat
warna merah yang diperoleh dari dari tubuh serangga coccus cacti yang dikeringkan , klorofil
daun-daun hijau, henna yang diekstraksi dari daun Lawsonia inermis carotene zat warna kuning.
2. Zat warna sintetis yang larut. Zat warna sintetis pertama kali disintetis dari anilin, sekarang
benzena, toluena, anthracene yang berfungsi sebagai produk awal bagi kebanyakan zat warna.
Sifat-sifat zat warna sintetis yang perlu diperhatikan antara lain :
a. Intensitas harus kuat sehingga jumlah sedikit pun sudah memberi warna.
b. Harus bisa larut dalam air, alkohol, minyak, atau salah satunya. Yang larut air untuk emulsi
O/W dan larut minyak untuk emulsi W/O. Yang larut air hampir selalu juga larut dalam alkohol
encer, gliserol, dan glikol. Yang larut minyak juga larut dalam benzena, karbon tetraklorida, dan
pelarut organik lainnya, kadang-kadang juga dalam alkohol tinggi. Tidak pernah ada zat warna
yang sekaligus larut dalam air dan minyak.
c. Sifat yang berhubungan dengan pH. Beberapa zat warna hanya larut dalam pH asam, lainnya
hanya dalam pH alkalis.

d. Kelekatan pada kulit atau rambut. Daya lekat berbagai zat warna pada kulit dan rambut
barbeda-beda. Terkadang kita memerlukan daya lekat besar seperti cat rambut, namun terkadang
kita menghindarinya misalnya untuk pemerah pipi.
e. Toksisitas. Yang toksis harus dihindari, tetapi ada derajat keamanannya.
3. Pigmen alam. Pigmen alam adalah pigmen warna pada tanah yang memang terdapat secara
alamiah, misalnya aluminium silikat, yang warnanya tergantung pada kandungan besi oksida
atau mangan oksidanya (misalnya kuning, coklat, merah bata, coklat tua). Zat warna ini murni,
sama sekali tidak berbahaya, penting untuk mewarnai bedak-krim dan make-up sticks
. Warnanya tidak seragam, tergantung asalnya, dan pada pemanasan kuat menghasilkan pigmen
warna baru. 4. Pigmen sintetis. besi oksida sintetis sering menggantikan zat warna alam.
Warnanya lebih intens dan lebih terang. Pilihan warnanya antara lain kuning, coklat sampai
merah, dan macam-macam violet. Pigmen sintetis putih seperti zinc oxida dan titanium oxida
termasuk dalam kelompok zat pewarna kosmetik yang terpenting. Zinc oxida tidak hanya
memainkan satu peran dalam pewarnaan kosmetik dekoratif, tetapi juga dalam preparat
kosmetik dan farmasi lainnya.
KOSMETIK DEKORATIF UNTUK RAMBUT
Hair brilliantine
Briliantine
adalah kosmetika berupa larutan encer atau kental, lembek dan padat, mengandung lemak atau
minyak, sehingga menjadikan rambut berkilau dan licin. Komposisi: -
Isoprofil 850 -
Paraffin cair 150

-
Paraffin dan zat warna secukupnya \
Hair Sparay
Hair spray adalah kosmetika yang digunakan pada rambut untuk mempertahankan bentuk
tataan rambut agar tetap pada letaknya tanpa mengurangi keindahan penataan akhir. Polimer
pembentuk Film merupakan bahan utama yang sering digunakan. Sediaan ini berupa kabut atau
disemprot.
Hair Cream
Hair cream adalah kosmetika yang digunakan untuk melemaskan rambut dan melicinkan rambut
sehingga rambut mudah diatur, lembut, berkilau dan dapat memberikan penampilan rapi dan
memberikan kesan sehat. Komposisi: - Parffin cair 250 - Malam 50 - Asam stearat 60 -Trietano
lamina 10 - Air 0,3 - Metil paraben 0,15 - Profil paraben 0,02 - Parfum secukupnya
Hair dyes
Hair dyes
adalah kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mewarnai rambut, baik
mengembalikan warna rambut asalnya atau warna lain. Komposisi: (zat warna alam/coklat
mahogani)
Hena, serbuk 400 Besi, serbuk 200
Kobalt nitrat 40
Pirigalol 20
Boraks 20
Amonium klorida
20 DEKORATIF WAJAH/MAKE UP 1. Pinsil Alis.
Pensil alis berfungsi untuk membentuk alis agar tampak serasi dengan wajah. 2. Lipstick
Make-up bibir cair modern terdiri dari bahan pembentuk lapisan/film dipermukaan bibir
misalnya cellulose acetate. 3. bedak.
Bedak hamper selalu berisi bahan-bahan dasar dengan sifat-sifat penutup yang paling efektif
yaitu zinc oxide dan titan dioxide, yang daya penutupnya tidak menurun jika terkena air atau
petrolatum Pelekat (adhesive) yang dapat melekatksn kosmetika ke kulit, seng, magnesium
stearat.
Talk merupakan komponen utama dari bedak wajah. Dalam beberapa formulasi dapat
mengandung talk 70-75%. KOSMETIK TRADISIONAL Kosmetika alamiah atau kosmetika asli
yang dapat dibuat sendiri langsung dari bahan bahan segar atau yang telah dikeringkan, buah-
buahan dan tanam-tanaman disekitar kita. Cara tradisional ini merupakan kebiasaan atau tradisi
yang diwariskan turun-temurun dari leluhur atau nenek moyang kita (Retno I.S. Tranggono,
1992: 30) PENGGOLONGAN Kosmetika Tradisional Murni
kosmetika yang berasal dari alam dan diolah secara tradisional. Jadi yang dimaksud dengan
kosmetika tradisional murni adalah kosmetika yang pembuatannya tanpa menggunakan bahan
kimia dan pengolahannya menggunakan cara yang sangat sederhana. Kosmetika tradisional
murni bisa diperoleh dari penjual jamu. Kosmetika yang termasuk kosmetika tradisional murni
misalnya bedak dingin.
Kosmetika Semi Tradisional kosmetika tradisional yang pengolahannya dilakukan secara
modern dengan mencampurkan bahan kimia, seperti bahan pengawet. Jadi yang dimaksud
kosmetika semi tradisional adalah kosmetika yang pembuatannya masih menggunakan bahan
yang bersasal dari alam, tetapi dengan memberikan tambahan bahan kimia sebagai pengawet dan
cara pengolahannya sudah dilakukan dengan menggunakan peralatan yang lebih canggih.
CONTOH: lulur, air mawar, masker

Materi diskusi : A.16


1. Sampo + kondisioner
2. Jenis sabun bentuk cair, padat, gel untuk tubuh
3. Odol
4. Hand body + krim
5. Kuku

1. Novia, riski, robeka, roy


2. Rika, fitriani, agustina, novianti
3. Juliati, hesti,megawati,normayani
4. Amira, dina,amril,dian
5. Nurhidaya, elisda, herlina,maximilimus.

-------ptt, mklh, komposisi/formula.


Bab 1. Pengantar Kosmetologi (halaman 1-8)

1. Pendahuluan (halaman 3-4)


Disini antara lain diuraikan tentang berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan kosmetik dan
definisi kosmetologi.

2. Sejarah Kosmetik (halaman 4-5)


Disini dibahas tentang perkembangan kosmetik dari masa lalu dan beberapa ahli yang dianggap
berjasa meletakkan dasar-dasar ilmu kosmetologi.

3. Sejarah Kosmetologi Medik di Indonesia (halaman 5-6)


Disini diceritakan tentang mulai dikembangkannya kosmetologi secara resmi di Indonesia pada
tahun 1970; yaitu dengan didirikannya Sub-Bagian Bedah Kulit dan Kosmetik pada Bagian Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI-RSCM oleh Dr.Retno I.S Trenggono dengan restu Kepala
Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI saat itu, yakni (almarhum) Prof.Dr.M.Djoewari.

4. Kosmetik, Obat, dan Medicated Cosmetics (halaman 6-7)


Disini dijelaskan tentang definisi kosmetik, obat, dan Medicated Cosmetics, juga tujuan utama
penggunaan kosmetik pada masyarakat modern.

5. Penggolongan Kosmetik (halaman 7-8)


Disini disebutkan penggolongan kosmetik menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI, menurut
sifat modern atau tradisionalnya, dan menurut kegunaannya bagi kulit.

Bab 2. Kosmetik dan Kulit (halaman 9-39)

A. Anatomi dan Fisiologi Kulit (halaman 11-33)


1. Struktur dan Fungsi Kulit (halaman 11-18)
a. Gambaran Umum Kulit (halaman 11-13)
Disini diterangkan tentang luas dan berat total kulit manusia, juga dua lapisan utama kulit
manusia.

b. Keratinisasi (halaman 13)


Disini dibahas tentang peranan sel-sel keratinosit dan Cell Turn Over Time.

c. Susunan Kimia Kulit dan Keratin (halaman 13-14)


Disini disebutkan komposisi struktur kimia sel-sel epidermis kulit manusia, yaitu: protein, lemak,
garam mineral, air dan bahan-bahan larut air, 22 asam amino yang ditemukan di dalam ekstrak
kulit, dan keratin sebagai penyusun utama rambut dan kuku manusia.

d. Susunan Pokok Kimia Protein (halaman 14-15)


Disini dijelaskan tentang berbagai molekul asam amino, seperti: gugus amino, gugus karboksil,
gugus amida, dan gugus "R".

e. Empat Tipe Ikatan dalam Keratin (halaman 15-16)


Disini diuraikan tentang empat tipe ikatan dalam keratin, yaitu: ikatan amida/peptida, ikatan
garam, ikatan hidogen, dan ikatan disulfida.

f. Kelenjar Keringat dan Perspirasi (halaman 16)


Disini dijelaskan tentang ciri-ciri dan identifikasi dua jenis kelenjar keringat, yaitu: kelenjar
keringat ekrin dan kelenjar keringat apokrin.

g. Kelenjar Sebasea dan Sebum (halaman 16-17)


Disini dijelaskan tentang sinonim, fungsi, identifikasi, dan distribusi kelenjar sebasea.

h. Pembuluh Darah (halaman 17)


Disini dijelaskan tentang mekanisme suplai darah di kulit dan faktor-faktor yang berperan untuk
kelangsungan hidup kulit manusia.
i. Limfe dan Saraf (halaman 17-18)
Disini dijelaskan tentang peranan serta mekanisme sistem limfe dan sistem saraf pada kulit.

2. Fisiologi dan Biokimia Kulit (halaman 18-26)


Disini dijelaskan berbagai mekanisme fisiologi dan biokimia pada kulit, yang meliputi:
a. Pernafasan Kulit
b. Mantel Asam Kulit
c. Fungsi Mantel Asam Kulit
d. Mantel Lemak Kulit
e. Sistem Pengaturan Air Kulit
f. Permeabilitas dan Penetrasi Kulit

3. Fungsi Biologik Kulit (halaman 26-27)


Disini diurikan tentang fungsi biologis kulit, yang meliputi:
a. Proteksi
b. Thermoregulasi
c. Persepsi Sensori
d. Absorbsi
e. Fungsi Lain
Fungsi lain kulit adalah dapat menggambarkan keadaan emosional seseorang dengan memerah,
memucat, atau kontraksi otot penegak rambut (halaman 27).

4. Warna Kulit (halaman 27-30)


a. Warna Kulit
Apa yang paling menentukan warna kulit manusia? Apa yang menyebabkan kulit menebal,
berwarna merah, merah kebiruan, coklat, opaque, putih kekuningan atau keabu-abuan? Temukan
jawabannya di buku ini, halaman 27.

b. Mekanisme Pigmentasi
Apa itu melanosom? Apa fungsinya? Dimana dibentuk? Ada berapa fase pembentukan
melanosom? Apa pula yang dimaksud eumelanin dan feomelanin? Temukan jawabannya di buku
ini, halaman 27-29.

c. Intensitas Warna Kulit


Apa saja yang menentukan intensitas warna kulit? Hormon apa saja yang berpengaruh pada
kulit? Temukan jawabannya di buku ini, halaman 29.

d. Sinar Matahari dan Melanogenesis


Bagaimana proses yang ditimbulkan sinar matahari sehingga kulit menjadi berwarna coklat?
Bagaimana pula cara menghindari efek negatif sinar surya? Temukan jawabannya di buku ini,
halaman 30.

5. Proses Menua pada Kulit


Bagaimana terjadinya proses penuaan, terutama pada kulit? Apa peranan vitamin C dan K untuk
kesehatan kulit? Temukan jawabannya di buku ini, halaman 30-31.
6. Metode Pemeriksaan Kulit (halaman 32-33)
a. Klasifikasi Kulit
Apa saja perbedaan kulit kering, kulit normal, dan kulit berminyak? Temukan jawabannya di
buku ini, halaman 32.

b. Metode Non Invasif


Apa saja nama sembilan alat yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan kulit dengan lebih
detail? Temukan jawabannya di buku ini, halaman 32-33.

B. Kosmetik, Rambut, dan Kuku (halaman 33-39)


Disini akan diuraikan tentang trichologi (ilmu tentang rambut), juga tentang fungsi dan fisiologi
kuku. Uraiannya meliputi:

1. Rambut
a. Anatomi Rambut
b. Pertumbuhan Rambut
c. Jumlah Rambut di Kepala
d. Bentuk Rambut
e. Warna Rambut
f. Kesehatan Rambut

2. Fungsi dan Struktur Kuku


* Fungsi dan Fisiologi Kuku

Bab 3. Reaksi Kulit terhadap Kosmetik (halaman 41-50)


Bab ini membahas tentang:

1. Empat Faktor Risiko yang Berpengaruh pada Kulit


(The Science of Beauty, Retno I.S Tranggono 1983)
Keempat faktor itu adalah:
a. Faktor manusia
b. Faktor kosmetik
c. Faktor lingkungan
d. Interaksi ketiga faktor tersebut
Uraian lebih lanjut dapat dibaca di buku ini, halaman 43-44.

2. Reaksi Negatif Kosmetik pada Kulit


Berbagai reaksi negatif yang disebabkan oleh kosmetik, antara lain:
a. Iritasi
b. Alergi
c. Fotosensitisasi
d. Jerawat (acne)
e. Intoksikasi
f. Penyumbatan fisik
Uraian lebih lengkap dapat dibaca di buku ini, halaman 44-45.
3. Daftar Kosmetik yang Dapat Menimbulkan Reaksi Negatif pada Kulit
Disini disebutkan delapan kosmetik yang bereaksi negatif terhadap kulit, yaitu:
a. Kosmetik pemutih kulit isi merkuri
b. Kosmetik pemutih kulit isi hidrokinon
c. Krim untuk wajah
d. Kosmetik tabir surya (Sunscreen)
e. Cat rambut
f. Parfum
g. Deodoran dan antiperspiran
h. Lipstick
Uraian lebih jelas dapat dibaca di buku ini, halaman 47-49.

4. Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Memproduksi Kosmetik


Bagian ini (halaman 49-50) penting diperhatikan untuk para produsen kosmetik.

Bab 4. Penyiapan Kosmetik (halaman 51-114)


Bagian ini khusus tentang membahas bahan, komposisi, cara pembuatan, preparat berbagai
macam kosmetik. Secara garis besar uraian bab ini meliputi:

A. Kosmetik Pembersih
1. Pendahuluan
2. Kosmetik Pembersih Kulit yang Didasarkan pada Air
3. Kosmetik Pembersih Kulit yang Didasarkan pada Surfaktan
4. Kosmetik Pembersih Kulit yang Didasarkan pada Minyak
5. Kosmetik Pembersih Kulit dalam Bentuk Padat (Solid Cleanser)
6. Kosmetik Pengampelas/Penipis Kulit
7. Kosmetik Pembersih Rambut dan Kulit Kepala

B. Kosmetik Pelembab dan Pelindung


1. Kosmetik Pelembab
2. Mengapa Kulit Perlu Dilembabkan?
3. Faktor yang Menyebabkan Dehidrasi Kulit
4. Macam-macam Kosmetik Pelembab Kulit
5. Kosmetik Pelindung
6. Preparat untuk Melindungi Kulit dari Radiasi Sinar Ultraviolet
Matahari
7. Preparat yang Melindungi Kulit dari Kelukaan secara Mekanis

C. Kosmetik Dekoratif
1. Pembagian Kosmetik Dekoratif
2. Peranan Zat Pewarna dalam Kosmetik Dekoratif
3. Perona Pipi (Rouge)
4. Eye Shadow
5. Maskara
6. Pensil Alis
7. Lipstik
8. Cat Kuku (Nail Lacquer)
9. Bedak (Face Powder)
10. Krim Dasar Bedak (Foundation Cream)
11. Alas Bedak (Foundation Make-Up)
12. Tata Rias Penutup Garis-garis Keriput
13. Kosmetik Dekoratif untuk Rambut

Bab 5. Kosmetik Medik (halaman 115-138)


Pembahasan pada bab ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Bahan Aktif
3. Bahan Kompleks yang Mengandung Bahan Aktif
4. Bahan Kompleks Alam secara Individual
5. Persyaratan Bagi Kosmetik Pengobatan
6. Preparat Khusus
7. Sistem Pengantaran (Vehicle System)

Bab 6. Aspek Mikrobiologis dan bahan Pengawet Kosmetik (halaman 139-162)


Pembahasan pada bab ini meliputi:
A. Aspek Mikrobiologis Kosmetik
1. Pendahuluan
2. Bakteri dan Jamur
3. Mikroorganisme pada Permukaan Kulit
4. Desinfektan
5. Kontaminasi Kosmetik oleh Mikroorganisme

B. Bahan Pengawet Kosmetik


1. Pendahuluan
2. Mengapa Diperlukan Pengawetan
3. Dua Bahan Pengawet yang Diawasi dengan Ketat
4. Efek Mikroorganisme pada Kesehatan
5. Empat Kategori Mikroorganisme
6. Lingkungan Hidup Mikroorganisme
7. Efek Bahan Pengawet
8. Peranan Bahan Pengawet pada PH
9. Kelarutan Pengawet
10. Efek Bahan yang Lain
11. Sifat-sifat Bahan Pengawet Ideal
12. Bahan-Bahan Pengawet

Bab 7. Tes Keamanan Kosmetik (halaman 163-176)


Pembahasan pada bab ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Patch Test
3. Open Test
4. Tes Potensi Iritasi pada Kulit
a. Draize Test
b. Freund's Complete Adjuvant Test (FCAT)
c. Guinea Pig Maximization Test (GPMT)
d. Buhler Test
e. Open Epicutaneous Test (OET)
5. Iritasi pada Mata
6. Phototoxicity
7. Tes Iritasi untuk Sabun dan Detergent Bars
8. Tes Toleransi terhadap Detergen dalam Sampo
9. Tes untuk Potensi Menimbulkan Komedo atau Jerawat

Bab 8. Bagaimana Memproduksi Kosmetik (halaman 177-190)


Inilah bagian yang membahas tentang fase-fase yang harus dilewati dalam memproduksi
kosmetik sebelum dipasarkan, meliputi:
1. Pemilihan Formula
2. Pemilihan Metode Pembuatan
3. Rencana Pembesaran Batch (Scale-Up)
4. Proses Produksi
5. Kontrol Kualitas (Quality Assurance)

Bab 9. Ringkasan CPKB sebagai Pedoman Kontrol Kualitas (halaman 191-210)


Bab ini menguraikan tentang ringkasan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) yang
ditetapkan oleh pemerintah, meliputi:
1. Ketentuan Umum
2. Personalia
3. Bangunan
4. Peralatan
5. Sanitasi dan Higiene
6. Produksi
7. Pengawasan Mutu
8. Inspeksi Diri
9. Penanganan terhadap Hasil Pengamatan, Keluhan, dan Laporan
Kosmetik yang Beredar
10. Dokumentasi

Daftar Gambar
Bagian ini memuat berbagai gambar tentang:
1. Penampang Melintang Batang Rambut
2. Fase Pertumbuhan Rambut
3. Mantel Asam Kulit
4. Distribusi, Ukuran, dan Jumlah Butir-butir Pigmen Melanin pada
Orang Kaukasia, Asia, dan Afrika
5. Proses Pembentukan Melanosom
6. Biosintesa Melanin di Dalam Melanosit
7. Daya Tembus Sinar Matahari ke Kulit
Daftar Pustaka
Daftar Penulis

***

Tentang Peresume
Dito Anurogo
- A student in School of Medicine, Sultan Agung Islamic University
(UNISSULA), Semarang, Central Java.
- A member of International Federation of Medical Students' Associations
(IFMSA).
- A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities
(CIMSA).

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com