Anda di halaman 1dari 4

SPESIFIKASI TEKNIS UMUM

Program : Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan


Pekerjaan : Pembersihan Parit dan Penggalian Parit Perkebunan (Kec.
Sinaboi)
Dinas : Dinas Perkebunan Kab. Rokan Hilir.
Tahun Anggaran : 2014

PEKERJAAN PENDAHULUAN

1. Sebelum memulai pekerjaan pemborong harus memberitahu direksi lapangan


dari Dinas Perkebunan Kab. Rokan Hilir yang telah ditunjuk, serta Lurah/Kepada
Desa dan Camat setempat.
2. Kontraktor berkewajiban untuk mengukur untuk menentukan Existing berkaitan
dengan kondisi lapangan/lokasi rencana kerja dan membuat gambar kerja (Shop
Drawing) pada awal pekerjaan (0 %).
3. Pembersihan lokasi dilaksanakan sesuai dengan ukuran areal yang ditetapkan di
dalam gambar rencana, semua bekas-bekas pembuangan/sampah-sampah harus
dibebaskan dari lokasi (areal) yang ditetapkan.
4. Pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik, rapi dan benar sesuai dengan
ketentuan-ketentuan dalam bestek ini/syarat-syarat teknis/gambar rencana serta
mengikuti petunjuk-petunjuk dari Konsultan Pengawas dan Direksi teknis. Semua
persyaratan dan ukuran bahan yang ditentukan dalam Bestek ini wajib dipenuhi oleh
pemborong yang bersangkutan.
5. Pihak pemborong harus melaksanakan pengukuran secara bersama dengan pihak
Pemimpin Kegiatan, Direksi Teknik dan Konsultan Pengawas yang bersangkutan,
kemudian memasang patok-patok yang kuat dan kokoh serta diberi tanda dengan cat
merah dengan jarak tiap-tiap patok 50 m’
6. Pemborong diwajibkan memasang papan nama kegiatan dengan baik, jelas dan
benar. Bahan yang digunakan adalah papan dengan dilapisi seng yang diberi warna
dasar putih dan diberi tulisan dengan warna hitam. Tulisan yang tercantum adalah
sebagai berikut : Nama Kegiatan, Nama Pekerjaan, Harga borongan, Jangka waktu
pelaksanaan, Konsultan Pengawas/Direksi, Kontraktor/Pemborong, Waktu mulai
pelaksanaan. Papan nama kegiatan tersebut dipasang pada dua buah tiang kayu
ukuran 5/7 cm yang ditanam kuat kedalam tanah.
7. Pemborong diwajibkan memuat dan memasang rambu-rambu pengaman lalu
lintas sebelum melakukan pekerjaan.
8. Mobilisasi alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
9. Jika memungkinkan pada setiap akhir bulan diadakan rapat untuk membahas
permasalahan pekerjaan yang timbul di lapangan.
10. Pada akhir bulan membuat laporan kemajuan pekerjaan yang diperoleh dari
hasil laporan tiap-tiap minggu pekerjaan di lapangan.

PEKERJAAN LAND CLEARING

1. Pekerjaan Lend Clearing (Pembersihan lokasi) harus dilakukan oleh kontraktor


pelaksana sebelum pekerjaan galian dimulai dan dikerjakan disepanjang jalur
rencana tapak untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan.
2. Penyiapan badan jalan dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga
manusia dan alat bantu lainnya.

PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN

1. Sebelum pekerjaan galian/normalisasi dilakukan terlebih dahulu dilakukan


pembersihan terhadap gulma disepanjang rencana galian
2. Galian dilakukan disepanjang rencana tapak dengan dimensi galian sebagaimana
yang tertera pada gambar rencana dengan menggunakan alat berat (Excavator)
dengan spesifikasi sesuai kebutuhan lapangan.
3. Tanah hasil galian untuk tanggul ditempatkan pada sisi kiri/kanan dari saluran sesuai
dengan petunjuk pengawas dengan jarak dari tepi saluran 1 M meter.
4. Tanah hasil galian tersebut kemudian dibentuk/diratakan serta dipadatkan dengan
menggunakan alat penggali (Excavator) yang berfungsi sebagai Jalan. Dimensi dan
ukuran Jalan yang dibuat harus sesuai dengan gambar kerja yang tertera dalam
dokumen lelang.
5. Sebagai kontrol terhadap hasil pekerjaan baik elevasi maupun kuantitas dari
pekerjaan galian maka kontraktor diwajibkan melakukan pengukuran pada awal
pekerjaan (0 %) dan pada akhir Pekerjaan (100 %) dan diketahui oleh Direksi dan
Konsultan Pengawas.

PEKERJAAN LAIN-LAIN

1. Kontraktor harus membuat laporan hasil pekerjaan yang meliputi laporan harian dan
mingguan yang mencakup item kegiatan dilapangan serta kuantitas pekerjaan yang
dituangkan dalam bentuk progress kerja dan pengukuran serta penggambaran
sebagai hasil pekerjaan (As Built Drawing) pada akhir pekerjaan (100 %).
2. Kontraktor harus melakukan pengambilan foto dokumentasi terhadap pekerjaan.
Pengambilan foto-foto pekerjaan untuk dokumentasi terdiri dari beberapa arah yang
diatur oleh pengawas lapangan/Direksi.
 Semua klise foto (negatifnya) tersebut harus dikumpulkan dan dikirimkan ke
Kantor Dinas bersangkutan sebagai dokumen.
 Foto-foto dalam keadaan 0% harus diambil sebelum pekerjaan dimulai beserta
ada papan pengenal kegiatan.
 Foto fisik untuk tiap-tiap pengambilan termijn
 Foto fisik secara keseluruhan setelah pekerjaan 100%
 Bahan-bahan laporan harian/mingguan dan bulanan setiap kali pengambilan
termijn harus disampaikan kekantor Dinas bersangkutan oleh pemborong
setelah diperiksa dan disetujui oleh konsultan pengawas yang menyatakan
kelancaran pekerjaan.
3. Pekerjaan Ukuran
Pemborong bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan menurut
ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar-gambar dan bestek ini, pemborong
juga berkewajiban memberitahukan kepada pengawas/ Direksi pada setiap
selisihnya yang didapatnya dalam bestek atau gambar.

4. Alat-Alat Dan Pesawat Pengukur


 Selama pekerjaan berlangsung pemborong harus menyediakan alat ukur/alat
pendukung lainnya untuk direksi guna memeriksa dan pengukuran seperlunya.
 Direksi dapat memberikan perintah kepada pemborong, tanpa mengganti
kerugian atau ongkos untuk pelaksanaan pengukuran-pengukuran guna
kepentingan pekerjaan.
5. Pemeliharaan dan pembersihan halaman
Selama pekerjaan berlangsung, kontraktor harus memelihara kebersihan halaman
kerja, umpamanya menyingkirkan kelebihan dan pembuangan sampah-sampah dan
lain-lain hingga Direksi menyetujuinya.

SERAH TERIMA PEKERJAAN

1. Dalam rangka serah terima pekerjaan, akan diadakan peninjauan bersama-sama ke


lapangan. Serah terima pekerjaan dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu :
a. Serah terima pertama untuk memastikan bahwa semua
pekerjaan telah selesai dilaksanakan dengan baik oleh pemborong, memenuhi
syarat yang tercantum dalam dokumen kontrak serta dilakukan pemeriksaan oleh
team PHO
b. Serah terima kedua dapat dilaksanakan setelah selesai masa
pemeliharaan yang ditetapkan berakhir dan pemborong berkewajiban untuk
melakukan semua pekerjaan pembetulan/penyempurnaan/ pembersihan saluran
dan tanggul dengan baik dan sempurna. Penyerahan kedua pekerjaan dilakukan
penelitian oleh team FHO yang ditunjuk
2. Jika dalam proses serah terima pekerjaan tersebut masih memuat
sebagian/keseluruhan pekerjaan belum baik/lengkap maka adalah merupakan
kewajiban pemborong untuk memperbaiki dengan biaya ditanggung oleh
pemborong.
3. Pada saat serah terima pekerjaan, pemborong wajib menyerahkan : 2 (dua) set
dokumen terlaksana, Dokumen-dokumen resmi dan hasil (seperti : surat berita
acara) sesuai yang disyaratkan.