Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA

Contoh 1

Penurunan kapasitas produksi pabrikan otomotif raksasa Jepang seperti Toyota, Honda dan
Suzuki, ikut memicu melorotnya order suku cadang dan …
(Suara merdeka, 30 April 2009)

Kerancuan kalimat di atas terdapat pada penggunaan kata “melorot”. Jika melihat
konteks kalimatnya, kata tersebut tidaklah tepat karena kata “melorot” identik dengan
pakaian, misalnya celana anak itu melorot. Seharusnya kata “melorot” dalam kalimat di atas
diganti dengan kata “menurun” sehingga menjadi Penurunan kapasitas produksi pabrikan
otomotif raksasa Jepang seperti Toyota, Honda dan Suzuki, ikut memicu menurunnya order
suku cadang dan …

Contoh 2

Buntutnya, tak terlalu banyak pekerjaan yang bisa digarap sehingga terjadi pengurangan
aktivitas dan volume produksi industry kecil yang mensupportnya. (Suara Merdeka, 30 April
2009)

Kerancuan kalimat di atas terdapat pada penggunaan kata “buntutnya”. Jika melihat
konteks kalimatnya, kata tersebut tidaklah tepat karena kata “buntut” identik dengan ekor
hewan dalam bahasa Jawa. Seharusnya kata “buntutnya” dalam kalimat di atas diganti
dengan kata “akhirnya” sehingga menjadi Akhirnya, tak terlalu banyak pekerjaan yang bisa
digarap sehingga terjadi pengurangan aktivitas dan volume produksi industry kecil yang
mensupportnya.

Contoh 3

Stasiun televisi memberikan kanal atas kejenuhan penonton pada sinetron.


(Suara Merdeka, 30 April 2009)

Kerancuan kalimat di atas terdapat pada penggunaan kata “kanal”. Jika melihat
konteks kalimatnya, kata tersebut tidaklah tepat karena kata “kanal” identik dengan aliran
sungai. Sedangkan yang dimaksud dalam kalimat di atas adalah saluran (channel) pada
televisi. Seharusnya kata “kanal” dalam kalimat di atas diganti dengan kata “tayangan
khusus” sehingga menjadi Stasiun televisi memberikan tayangan khusus atas kejenuhan
penonton pada sinetron.

Contoh 4

Kabinet Netanyahu yang seharusnya menyelenggarakan sidang pengesahan perjanjian itu


29 Oktober lalu, ditunda.

Kalimat di atas rancu karena tidak jelas apa yang ditunda, apakah kabinet Netanyahu
ataukah sidang pengesahan perjanjian yang ditunda. Letak kerancuan pada kalimat tersebut
ada pada kata “yang”. Perbaikan atas kalimat di atas adalah dengan menghilangkan kata
“yang” dan menambahkan kata “tapi” di depan kata ditunda. Dengan demikian kalimatnya
akan berubah menjadi Kabinet Netanyahu seharusnya menyelenggarakan sidang pengesahan
perjanjian itu pada 29 Oktober lalu, tapi ditunda.

Contoh 5

Sejak naiknya Megawati ke panggung politik, apalagi dengan jatuhnya Soeharto, telah
mengembalikan nama Bung Karno ke permukaan.

Kalimat tersebut tidak memiliki subyek sehingga tidak jelas siapa yang
mengembalikan nama Bung Karno ke permukaan. Karena, ada kata depan sejak di depan
naiknya Megawati ke panggung politik (yang mungkin dimaksudkan sebagai subyek oleh
penulisnya). Kata depan sejak merupakan penanda keterangan waktu. Perbaikan atas kalimat
tersebut adalah sebagai berikut.

a) Naiknya Megawati ke panggung politik, apalagi dengan jatuhnya Soeharto, telah


mengembalikan nama Bung Karno ke permukaan.

b) Sejak naiknya Megawati ke panggung politik, apalagi dengan jatuhnya Soeharto,


nama Bung Karno muncul kembali ke permukaan.

Contoh 6
Sumbangan kedua sekolah itu telah kami terima.

Kalimat di atas bermakna ganda (ambigu). Untuk menghindari ambiguitas makna,


kalimat tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.

a) Jika yang dimaksud ada dua kali sumbangan, ditulis Sumbangan yang kedua sekolah itu
telah kami terima.
b) Jika yang maksud ada dua sekolah yang menyumbang, ditulis Sumbangan kedua-
sekolah itu telah kami terima.

Contoh 7
Wanita yang telah ditemukan menjadi mayat tadi pagi terlihat berjalan-jalan di depan
warung seberang.

Kalimat ini menimbulkan tanda tanya, siapakah yang berjalan-jalan?. Wanita sebelum
menjadi mayat atau arwahnya? Kalimat tersebut harus diperbaiki menjadi

a) Wanita itu sebelum menjadi mayat terlihat berjalan-jalan di depan warung seberang tadi
pagi.
b) Wanita yang telah ditemukan menjadi mayat tadi pagi terlihat begentayangan di depan
warung seberang.

Contoh 8
Masalah-masalah yang pelik-pelik sudah dibicarakan oleh peserta kongres.

Pada contoh tersebut tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan dan termasuk silap
(errors), karena tidak efektif dan tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan. Ketidaksesuaian
dan ketidakefektifan kalimat terdapat pada penggunaan kata ulang yang berlebihan. Kalimat
tersebut akan menjadi tepat jika diperbaiki menjadi
a) Masalah yang pelik-pelik sudah dibicarakan oleh peserta kongres.
b) Masalah-masalah yang pelik sudah dibicarakan oleh peserta kongres.

Contoh 9
Sejumlah guru-guru dari Cirebon berunjuk rasa di DPR.

Pada contoh tersebut tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan dan termasuk silap (errors),
karena tidak efektif dan tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan. Ketidaksesuaian dan
ketidakefektifan kalimat terdapat pada penggunaan kata ulang yang berlebihan. Kalimat
tersebut akan menjadi tepat jika diperbaiki menjadi
a) Sejumlah guru dari Cirebon berunjuk rasa di DPR
b) Guru-guru dari Cirebon berunjuk rasa di DPR.
Contoh 10
Pada saat perkuliahan pendidikan kewarganegaraan berlangsung, dosen sedang
menjelaskan materi kewarganegaraan. Akan tetapi, tiba-tiba dosen tersebut memeberikan
wejangan kepada mahasiswa di luar materi kewarganegaraan. Dosen tersebut berkata,
“Kalian harus memiliki keterampilan berbicara yang bagus sebagai modal kalian menjadi
guru.”
Contoh tersebut termasuk selip (lapses) karena topik pembicaraan yang awalnya
membicarakan tentang materi kewarganegaraan, tiba-tiba dosen beralih memberi wejangan di
luar materi kewarganegaraan. Seandainya wejangan yang diberikan masih berkaitan dengan
materi kewarganegaraan, pastinya tidak akan terjadi selip.
TUGAS INDIVIDU

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA SURAT KABAR

Disusun guna memenuhi tugas Analisis Kesalahan Berbahasa

Dosen Pengampu: Ibu Suprapti

Oleh:

Nama : Afifatul Ishomah

NIM : 2101408124

Rombel : 04

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2010