Anda di halaman 1dari 4

PENGUKURAN DASAR LISTRIK

A. Tujuan
1. Untuk menentukan hambatan suatu resistor dengan metode
a mengukur langsung dengan multimeter
b menggunakan rumus
2. Untuk membuktikan hukum ohm secara kuantitatif.
3. Untuk memahami sifat-sifat hubungan resistor yang dirangkaikan secara seri dan
paralel.

B. Dasar Teori
Peristiwa-peristiwa yang mengawali penemuan baterai sangat menarik, karena
bukan saja penemuan ini penting, tetapi juga menimbulkan debat antara Volta dan Huigi
Galvani (1737-1798) yang pada akhirnya melibatkan banyak ilmuwan dunia yang
lainnya. Pada tahun 1780-an, Galvani seorang profesor pada Universitas Bologna
(dianggap merupakan universitas tertua di dunia ), melakukan serangkaian eksperimen
yang panjang mengenai penegangan otot kaki katak melalui listrik yang dihasilkan oleh
mesin listrik statis. Galvani menemukan bahwa penegangan otot dapat ditimbulkan
dengan cara-cara yang lain, ketika sebuah kait kuningan ditekan ke arah saraf tulang
belakang katak tersebut dan kemudian digantungkan pada rel besi yang juga menyentuh
katak, otot kaki kembali akan menegang.
Ia menemukan bahwa fenomena ini terjadi pula untuk pasangan logam lainnya.
Galvani percaya bahwa sumber muatan listrik ada pada otot katak atau saraf itu sendiri
dan kabel hanya mentransmisikan muatan ke titik-titik yang sesuai dan saat ia
menerbitkan hasil pekerjaanya ini tahun 1791, ia menamakannya”listrik Hewan”. Volta,
di Universitas Pavia yang berjarak 200 km dari Universitas Bologna, merasa skeptis akan
hasil pekerjaan Galvani. Walaupun ia segera melanjutkan dan memperluas eksperimen
tersebut, Volta masih meragukan mengenai listrik hewan. Bahkan ia mulai percaya bahwa
sumber listrik bukan pada hewan itu sendiri, tetapi pada kontak antara kedua logam. Volta
mengumumkan pandangannya dan segera memiliki banyak pengikut, walaupun yang lain
masih berpihak pada Galvani.
Volta segera menyadari bahwa konduktor yang lembab, seperti otot katak atau embun
pada titik temu dua logam yang berbeda, penting agar rangkaian efektif. Ia juga melihat
bahwa otot katak yang tegang tersebut merupakan instrumen yang ada telah
dikembangkannya sendiri bersama yang lain. Yang paling penting, ia mengenali bahwa
jawaban tegas untuk Galvani hanya bisa diberikan jika kaki katak yang sensitif diganti
dengan detektor anorganik, sehingga untuk menguatkan pandangannya bahwa kontak
antara dua logam yang tidak samalah yang menyebabkan otot katak menegang, Volta
harus menghubungkan kedua logam yang tidak sam tersebut secara langsung ke
elektroskop dan mengamati pemisahan keping-keping yang menunjukkan beda potensial.
Hal ini ternyata sulit karena sebagian besar elektroskop sensitifnya jauh kurang peka
dibanding otot katak. Tetapi sukses yang akhirnya didapat dari eksperimen ini
mempertahankan teori Volt.
Penelitian volta menemukan bahwa kombinasi-kombinasi logam tertentu
menghasilkan efek yang lebih besar dari yang lain dan dengan mengunakan
pengukurannya ia membuat daftar dengan ukuran keefektifan. Ia menemukan bahwa
karbon dapat digunakan untuk menggantikan salah satu logam tersebut. Volta kemudian
menyusun apa yang kemudian menjadi sumbangan terbesarnya terhadap sains. Diantara
piringan seng dan piringan perak ia meletakan selembar kain atau kertas yang sudah
direndam dalam larutan gaaram atau asam cair dan menumpukan “sebuah baterai”
dengan pemasangan yang sedemikian rupa, satu diatas yang lain baterai ini menghasilkan
beda potensial yang jauh lebih tinggi. Ketika lembaran logam yang dihubungkan kedua
ujung tumpukan tersebut didekatkan dihasilkan sebuah percikan. Volta telah merancang
dan membuat baterai listrik yang pertama. Rancangan kedua dikenal sebagai “mahkota
mangkuk-mangkuk”.
Volta mengumumkan penemuan besar ini pada tahun 1800. Walaupun bisa
menghasilkan muatan yang cukup besar potensial yang dihasilkan oleh baterai volta
masih lemah dibandingkan dengan yang dihasilka oleh mesinfriksi terbaik pada masa itu
mesin elektrostatik merupakan alat yang memiliki potensial tinggi dan muatan rendah.
Tetapi baterai mempunyai kelebihan besar bisa memperbaharui sendiri, ia dapat
menghasilkan aliran muatan listrik terus-menerus untuk periode waktu yang relatif sama.
Tidak lama kemudian dibuat baterai yang lebih kuat.
Setelah penemuan baterai listrik volta, para ilmuwan akhirnya melihat bahwa baterai
menghasilkan listrik dengan mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Saat ini
tersedia berbagai macam set listrik dan baterai, dari baterai senter hingga penyimpanan
pada mobil. Baterai yang paling sederhana terdiri dari dua keping atau batang yang dibuat
dari logam yang berbeda, dimana salah satunya merupakan karbon yang disebut
elektroda. Elektroda-elektroda dimasukkan pada elektrolit seperti asam cair. Alat seperti
ini umumnya disebut set listrik, dan beberapa set digabungkan untuk membentuk baterai
ataupun saat ini satu sel listrik sudah dapat dikatakan baterai. Reaksi kimia yang terlibat
pada sebagian besar listrik cukup rumit.(Douglas, C, Giancoli. 2001).
Arus listrik terdapat dalam area ketika muatan listrik total dipindahkan dari satu titik
ke titik yang lain dalam area tersebut. Baterai adalah sumber energi listrik. Jika baterai
tidak mengalami kehilangan energi dalam, maka beda potensial diantara terminal-
terminalnya disebut gaya listrik atau (ggl) baterai kecuali dinyatakan berbeda, dapat di
asumsikan bahwa tegangan jepit dari suatu baterai sama dengan gaya gerak listriknya
(Frederick J Eugene Nech. 2007).
Arus adalah sembarang gerakan muatan dari satu daerah ke daerah lainnya. Dalam
situasi elektrostatis medan listrik itu adalah nol dimanapun di dalam konduktor dan tidak
ada arus. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa semua muatan didalam konduktor itu diam.
Dalam logam biasa seperti tembaga atau aluminium, sejumlah elektron bebas bergerak
didalam material konduksi itu. Elektron-elekton bebas ini bergerak secara acak dalam
segala arah, agak mneyerupai molekul-molekul sebuah gas tetapi dengan laju yang lebih
besar. (Hugh. D Young dan Roger. A. Freedman. 2004).
Jika terminal-terminal baterai dihubungkan dengan jalur penghantar yang kontinue
didapatkan rangkaian listrik sebagai berikut.
Pada rangkaian, baterai digambarkan dengan simbol :

Garis yang lebih panjang pada


simbol ini menyatakan terminal
positif dan yang lebig pendek
adalah terminal negatif. Alat yang diberi daya oleh baterai bisa berupa bola lampu (yang hanya
merupakan kawat halus didalam bola kaca hampa udara), pemanas, radio, dan sebagainya. Ketika
rangkaian, dari satu terminal baterai ke yang lainnya. Aliran muatan seperti ini disebut arus
listrik. Lebih tepat lagi, arus

G. Kesimpulan
Berdasarkan pada kegiatan percobaan yang telah dilakukan dan perolehan data-data yang
telah dilakukan perhitungan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1. Hambatan pada resistor dapat ditentukan dengan :
a. Menggunakan multimeter sehingga dapat diketahui R pada percobaan hukum ohm =4,7Ω,
R pada rangkaian seri = 9,4 Ω dan R pada rangkaian seri paralel = 7,1 Ω.
b. Menggunakan rumus, dimana pada pada percobaan hukum ohm diperoleh R1 = 3,8 Ω, R2
= 4,4 Ω dan R3 = 3,1 Ω, untuk rangkaian seri diperoleh R1 =10Ω, R2= 8,3Ω dan R3 =8,8
Ω

2. Membuktikan hukum ohm yang V berbunyi hambatan berbanding lurus dengan


R
tegangan dan berbanding terbalik I dengan kuat arus (), maka diperoleh data
V1=1,75 V, I1=0,45 A, sehingga R1=3,8 Ω, V2 = 3,50 V, I2=0,80 A, sehingga
R2 = 4,4 Ω, v3 =5,50 V, I3= 1,75 V sehingga R3 =3,1 Ω. Seri ; V1= 2,50 V, I1=0,25 A,
sehingga diperoleh R1=10 Ω, V2=3,75 V, I2=0,45 A, sehingga R2= 8,3 Ω, V3=5,75
V,I3=0,65 A sehingga R3=8,8 Ω.

3. Sifat resistor yang dihubungkan secara 1 seri adalah memperbesar hambatan, dimana
Rs=R1+R2 dan sifat resistor yang Rp
R
R21 dihubungkan secara paralel adalah
meminimalkan hambatan, dimana =+.