Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN

PRAKTEK PENGALAMAN BERACARA



HALAMAN SAMPUL

Oleh :
Eko Noprianto
030090358

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK


UNIVERSITAS TERBUKA
2019

1
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ................................................................................................ 1
DAFTAR ISI ................................................................................................................ 2
KATA PENGANTAR ................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 4
A. Latar Belakang ....................................................................................................................... 4
B. Maksud dan Tujuan .............................................................................................................. 5
C. Tempat PPB ............................................................................................................................. 5
D. Jadwal PPB .............................................................................................................................. 5
BAB II TINJAUAN UMUM TEMPAT PPB ........................................................... 6
A. Kegiatan Umum ..................................................................................................................... 6
B. Proses Penanganan Perkara ............................................................................................. 8
1. Tahap penanganan kasus pidana ................................................................................................ 8
2. Tahap penanganan kasus Perdata .............................................................................................. 9
BAB III PELAKSANAAN PPB .............................................................................. 11
A. Observasi Proses Peradialan Kasus Pidana dan Perdata ..................................... 11
1. Observasi Proses Peradilan Kasus Pidana ........................................................................... 11
2. Observasi Proses Peradilan Kasus Perdata ......................................................................... 13
B. Simulasi Beracara Kasus Pidana ................................................................................... 16
C. Simulasi Beracara Kasus Perdata .................................................................................. 25
BAB IV KESIMPULAN .......................................................................................... 31
A. Kesimpulan ........................................................................................................................... 31
B. Saran – Saran ........................................................................................................................ 31
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 32

2
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat,
dan hidayahNya, saya dapat menyelesaikan Makalah ini yaitu tentang Tata Cara
Praktek Pengalaman Beracara Perkara Pidana dan Perdata di Pengadilan Negeri
Tarakan. Semoga dengan membaca makalah ini, para pembaca akan lebih
memahami Proses atau Tata Cara Praktek Persidangan Khususnya dalam Perkara
Pidana dan Perdata. Kritikan dan saran yang membangun untuk saya demi kemajuan
makalah ini sangat diharapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Tarakan, 13 Juni 2019

Penyusun

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aspek kompetensi praktis diperoleh melalui materi dalam bentuk mata kuliah
berpraktek maupun praktik kemahiran hukum seperti mata kuliah Hukum Acara
Perdata, Hukum Acara Pidana dan Arbitrase. Mata Kuliah ini mengajarkan
mahasiswa mengenai tata cara beracara di peradilan, mulai dari membuat surat kuasa,
gugatan/tuntutan, eksepsi, replik, duplik, pledoi, putusan dan lain-lain.
Pendidikan bidang Hukum pada Perguruan Tinggi di Indonesia sesuai
dengan standard pada pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
mencakup berbagai kompetensi, meliputi kompetensi pengetahuan/teoritik,
kompetensi keterampilan, dan sikap. Aspek kompetensi teoriti diperoleh dari proses
pembelajaran jarak jauh yang menjadi asupan pengetahuan sebagai panduan dan
landasan berfikir mahasiswa untuk menganalisis suatu permasalahan hukum. Untuk
memenuhi tuntutan aspek praktis tersebut, pendidikan di bidang hukum perlu
diberikan Praktik Pengalaman Lapangan merupakan kegiatan pembelajaran dengan
pengalaman (experiential learning) bagi mahasiswa untuk menerapkan berbagai
pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pembelajaran secara utuh dan terinegrasi
dalam situasi nyata.
Aspek kompetensi praktis di peroleh melalui materi dalam bentuk mata kuliah
berpraktek maupun praktik kemahiran hukum seperti mata kuliah Hukum Acara
Perdata, Hukum Acara Pidana. Kegiatan Praktik Beracara mengajarkan mahasiswa
mengenai tata cara beracara di Peradilan, mulai dari membuat surat kuasa,
gugatan/tuntutan, eksepsi, replik, duplik, pledoi, putusan, dan lain-lain.
Sehingga, praktek Beracara tersebut dirasa perlu untuk dilaksanakan. Selain
dapat aplikasi diri, juga dapat mengetahui secara langsung peran-peran di dalamnya,
untuk kemudian dapat menduduki jabatan tersebut. Misalnya : Bagaimana sebenarnya
tugas panitera dalam Pengadilan Negeri, Kemudian Majlis Hakim saat bertutur dan
menghadapi orang yang berperkara, dll. Maka, praktek ini perlu dilaksanakan,guna

4
menunjang kreatifitas diri dan kesiapan dalam bersaing di dunia hukum dan realita
kehidupan yang ada.
Pengalaman Praktik Beracara ialah kegiatan belajar mahasiswa yang
dilakukan mahasiswa dengan cara mengobservasi proses peradilan untuk masing-
masing 2 (dua) kasus yaitu kasus pidana dan perdata, dan membuat berkas-berkas
beracara kasus perdata tersebut secara simulatif.
B. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan Pengalaman Praktik Beracara (PPB) ini secara umum
untuk meningkatkan keahlian dan profesionalitas mahasiswa sesuai dengan
kompetensi yang ada dalam prodi/jurusan studi, serta mengembangkan ilmu dengan
praktek langsung di lapangan. Sedangkan maksud dan tujuan secara khusus,
Pengalaman Praktek Beracara ini, antara lain:
1. Untuk mengetahui proses peradilan perdata di Pengadilan Negeri Tarakan.
2. Untuk mendeskripsikan peradilan perdata di Pengadilan Negeri Tarakan.
3. Untuk mengetahui cara membuat berkas-berkas beracara kasus Perdata.
C. Tempat PPB
Tempat pelaksanaan Pengalaman Praktik Beracara (PPB) di laksanakan di
Pengadilan Negeri Tarakan yang beralamatkan di Jalan Diponegoro No. 99
Kelurahan Sebengkok Kecamaran Tarakan Tengah Kota Tarakan Kalimantan
Tengah.
D. Jadwal PPB
Jadwal pelaksanaan Praktik Pengalaman Beracara (PPB) dilakukan sesuai
dengan jadwal sidang yang dilakukan di Pengadilan Negeri Tarakan. Praktik
Pengalaman Beracara di lakukan selama kurang lebih dua bulan yakni bulan april
sampai dengan bulan juni, dengan mengikuti beberapa kali persidangan di
Pengadialan Negeri Tarakan. Laporan Praktik Pengalaman Beracara disusun setelah
observasi dilaksanakan.

5
BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PPB
A. Kegiatan Umum
Pengadilan Negeri Tarakan didirikan pada tahun 1961, yang pada waktu itu
disebut Pengadilan Negeri Balikpapan yang berdomisili di Tarakan karena
merupakan bagian/cabang (Zitting Plaats) dari Pengadilan Negeri Balikpapan yang
daerah hukumnya meliputi Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau. Sehubungan
dengan perkembangan zaman dan kemajuan masyarakat serta terpenuhinya syarat-
syarat untuk dibentuknya suatu Pengadilan Negeri maka pada tahun 1965,
dibentuklah Pengadilan Negeri Tarakan (sesuai SK. Menteri Kehakiman RI No. JB
1/5/9 tanggal 18 Pebruari 1965 – ditetapkan sebagai Pengadilan Negeri Klas III) yang
daerah hukumnya meliputi Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau. Berdasarkan
SK. Menteri Kehakiman RI No. JZP 1/1/4 tanggal 17 April 1970 Pengadilan Negeri
Tarakan ditingkatkan statusnya dari Pengadilan Negeri Klas III menjadi Pengadilan
Negeri Klas II, selanjutnya berdasarkan SK. Menteri Kehakiman RI No. JB 1/1/9
tanggal 30 Agustus 1977 status Pengadilan Negeri Tarakan ditingkatkan lagi menjadi
Pengadilan Negeri Klas II A. Berdasarkan SK. Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia RI No. M.01-AT.01.05 Tahun 2004 tanggal 27 Pebruari 2004 Pengadilan
Negeri Tarakan ditingkatkan statusnya menjadi Pengadilan Negeri Kelas I B.
Setelah beroperasi selama beberapa puluh tahun maka berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JS 4/4/19 tanggal 9 Juni 1979 dibentuklah
Pengadilan Negeri Tanjung Redeb di Kabupaten Berau, yang diresmikan oleh
Direktur Jenderal Pembinaan Badan Peradilan Umum Departemen Kehakiman RI
pada tanggal 10 Januari 1981, dengan demikian Pengadilan Negeri Tarakan dan
Pengadilan Negeri Tanjung Redeb terpisah. Setelah pemisahan tersebut maka daerah
hukum Pengadilan Negeri Tarakan hanya meliputi seluruh wilayah Kabupaten
Bulungan. Dengan perkembangan dan kemajuan Propinsi Kalimantan Timur (yang
luas wilayahnya 211.681,5 km persegi) pada umumnya serta Kabupaten Bulungan
(yang luas wilayahnya semula 75.216,90 km persegi) pada khususnya, serta adanya
aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, maka dipandang perlu meningkatkan

6
penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan
kemasyarakatan guna menjamin perkembangan dan kemajuan dimaksud pada masa
mendatang dengan memperhatikan perkembangan jumlah penduduk, luas wilayah,
potensi ekonomi, dan meningkatnya beban tugas serta volume kerja di bidang
penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kabupaten
Bulungan maka dibentuklah Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau sebagai
daerah pemekaran dari Kabupaten Bulungan berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999 Jo.
UU No. 7 Tahun 2000 tentang PEMBENTUKAN KABUPATEN NUNUKAN,
KABUPATEN MALINAU, KABUPATEN KUTAI BARAT, KABUPATEN
KUTAI TIMUR dan KOTA BONTANG, Untuk mendorong peningkatan pelayanan
di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, serta memberikan
kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah untuk menyelenggarakan Otonomi
Daerah. Untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum, keadilan dan
perasaan aman kepada setiap warga negara, maka mutlak diperlukan
lembaga/institusi penegak hukum antara lain berupa Pengadilan yang diharapkan
dapat melindungi hak asasi manusia, baik perseorangan maupun masyarakat dan
menjadi dasar dalam penegakan hukum, kepastian hukum, keadilan dan perasaan
aman bagi perseorangan maupun masyarakat.
Dalam mewujudkan tata kehidupan tersebut dan menjamin persamaan
kedudukan warga negara dalam hukum dan Pemerintahan diperlukan upaya untuk
menegakkan ketertiban, keadilan, kebenaran, dan kepastian hukum yang mampu
memberikan pengayoman kepada masyarakat. Guna peningkatan pelayanan hukum
kepada masyarakat dalam rangka kesempatan memperoleh keadilan dan untuk
tercapainya penyelesaian perkara berhubung dengan pesatnya perkembangan
pembangunan serta untuk membantu masyarakat yang mempunyai masalah hukum
agar masyarakat tahu dan menyadari tentang Hak dan kewajibannya, sekaligus dalam
rangka untuk lebih mewujudkan pemerataan kesempatan memperoleh keadilan dan
perlindungan hukum, maka melalui Keppres No. 14 Tahun 2005 tanggal 23 Mei 2005
telah dibentuk Pengadilan Negeri Nunukan dan Pengadilan Negeri Malinau yang
daerah hukumnya meliputi wilayah Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.

7
(Keppres No. 14 Tahun 2005 tanggal 23 Mei 2005 tentang Pembentukan Pengadilan
Negeri Lembata, Pengadilan Negeri Rote Ndao, Pengadilan Negeri Pelalawan,
Pengadilan Negeri Rokan Hilir, Pengadilan Negeri Nunukan dan Pengadilan Negeri
Malinau). Sebelum terbentuknya Pengadilan Negeri Nunukan (yang daerah
hukumnya meliputi seluruh wilayah Kab. Nunukan) dan Pengadilan Negeri Malinau
(yang daerah hukumnya meliputi seluruh wilayah Kab. Malinau), kedua Pengadilan
Negeri ini termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tarakan. ( selain Kota
Tarakan dan Kabupaten Bulungan). Peresmian gedung Pengadilan Negeri Nunukan
dan beroperasinya Pengadilan Negeri Malinau dilakukan oleh Ketua Mahkamah
Agung RI (Bagir Manan), pada tanggal 01 Maret 2006.
B. Proses Penanganan Perkara
1. Tahap penanganan kasus pidana
Ranah hukum pidana terbagi menjadi dua, yakni materiil dan formil. Secara
sederhana, perbedaan antara hukum pidana materiil dan hukum pidana formil terletak
pada dasar hukum yang mengaturnya. Hukum pidana materiil diatur dalam Kitab
Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan hukum pidana formil diatur dalam UU
Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana atau lazim disebut Kitab Undang-
undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Sejalan dengan namanya, KUHAP mengatur secara detail tata cara
penanganan kasus pidana yang terbagi dalam empat tahap.
Tahap pertama, penyelidikan yaitu serangkaian tindakan penyelidikan untuk
mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna
menentukan dapat atau tidak dilakukan penyidikan.
Tahap kedua, penyidikan yaitu serangkaian tindakan penyidik untuk mencari
serta mengumpulkan bukti dalam rangka membuat terang suatu tindak pidana,
termasuk untuk menemukan tersangka. Tahap pertama dan kedua merupakan ranah
kewenangan institusi Kepolisian, kecuali untuk beberapa jenis tindak pidana khusus
seperti korupsi yang merupakan ranah kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dalam hal, penyidik menilai tidak diperoleh bukti yang cukup, perbuatan yang
disangkakan bukan tindak pidana atau perkara ditutup demi hukum, maka akan

8
diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau lazim disingkat SP3. Jika
penyidik adalah Kepolisian, maka SP3 disampaikan kepada penuntut umum dan
tersangka atau keluarganya. Jika penyidik adalah penyidik pegawai negeri sipil
(PPNS), maka SP3 disampaikan kepada penyidik Kepolisian dan penuntut umum.
Tahap ketiga, penuntutan yaitu tindakan penuntut umum melimpahkan
perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dengan permintaan supaya
diperiksa dan diputus oleh hakim di sidang pengadilan. Pada tahap ini ranah
kewenangan pun beralih, dari institusi Kepolisian ke institusi Kejaksaan.
KUHAP memberikan kewenangan kepada Kejaksaan untuk memastikan apakah
penyidikan telah dilakukan secara benar. Jika terdapat kekurangan, Kejaksaan dapat
mengembalikan berkas ke Kepolisian untuk diperbaiki atau dilengkapi. Tetapi jika
sebaliknya, Kejaksaan harus segera melimpahkan perkara ke pengadilan negeri yang
berwenang.
Tahap keempat, pemeriksaan di pengadilan atau mengadili yaitu serangkaian
tindakan hakim untuk menerima, memeriksa dan memutus perkara pidana. Proses
pemeriksaan di pengadilan dapat dilakukan dengan acara cepat, singkat atau biasa
tergantung dari karakteristik kasusnya. Tahap ini merupakan tahap paling
menentukan dari keseluruhan proses hukum pidana.
Pada tahap ini jaksa penuntut umum yang didasarkan pada hasil penyelidikan dan
penyidikan Kepolisian berupaya membuktikan bahwa terdakwa bersalah melakukan
tindak pidana. Sebaliknya, terdakwa memiliki kesempatan untuk membela diri
sekaligus membantah dakwaan yang disusun oleh jaksa penuntut umum.
2. Tahap penanganan kasus Perdata
Semua kasus perdata dalam penyelesaiannya dapat di lakukan melaui non
litigasi, misalnya mediasi, konsiliasi, negosiasi, arbitrasi, tradisi/kebiasaan local,
kampanye dan loby
Tahap I: Persiapan non litigasi
1. Pengumpulan bukti-bukti dan saksi-saksi
2. Identifikasi para pihak
3. Menunjukkan mediator yang independent

9
4. Jika tidak ada kesepakatan para pihak maka dilanjutkan ke Proses Litigasi
Tahap II: Persiapan Litigasi:
1. Surat Kuasa jika diwakilkan kepada Advokat/Pengacara
2. Membuat gugatan
3. Mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama.
Tahap III:Persidangan di Pengadilan Negeri ataupun Pengadilan Agama :
1. Mendaftarkan gugatan ke bagian pendaftaran perdata di Pengadilan Negeri
dan Panitera jika di Pengadilan Agama.
2. Sidang Pertama: Upaya Perdamaian (jika telah dilakukan mediasi sebelum
sidang maka para pihak boleh tidak dilakukan mediasi di Pengadilan), waktu
perdamaian selama 40 hari atau tergantung kesepakatan para pihak.
3. Sidang Kedua: Pembacaan Gugatan oleh Penggugat.
4. Sidang Ketiga: Jawaban tergugat
5. Sidang keempat: Replik
6. Sidang Kelima: Duplik
7. Sidang Keenam: Pembuktian Tertulis dari Penggugat
8. Sidang Ketujuh: Pembuktian Tertulis dari Tergugat
9. Sidang Kedelapan: Pengajuan saksi dari Penggugat
10. Sidang Kesembilan: Pengajuan saksi dari Tergugat
11. Sidang kesepuluh: Kesimpulan kedua belah pihak
12. Sidang kesebelas: Putusan/Vonis majelis Hakim Tahap penanganan kasus
Perdata

10
BAB III
PELAKSANAAN PPB
A. Observasi Proses Peradialan Kasus Pidana dan Perdata
1. Observasi Proses Peradilan Kasus Pidana
a. Jenis Kasus
Tindak pidana pencurian yang melanggar pasal 362 KUHP .
b. Uraian Persidangan
Susunan peserta yang mengikuti persidangan :
Terdakwa : Gamis alias Raden dan Sudirman alias Sudir
Hakim Ketua Majelis : ( tidak terdengar )
Hakim Anggota : ( tidak terdengar )
Panitera Pengganti : ( tidak terdengar )
Jaksa : Patryani, SH,.MH
Setelah sidang dibuka dan terbuka untuk umum, hakim ketua majelis
memerintahan kepada jaksa penuntut umum untuk menghadapkan terdakwa ke
muka persidangan. Terdakwa maju ke depan persidangan dalam keadaan bebas.
Atas pertanyaan hakim ketua, terdakwa menyatakan dalam keadaan sehat serta
bersedia mengikuti persidangan dan penuntutan perkaranya pada hari itu.
Selanjutnya atas pertanyaan hakim ketua terdakwa mengaku
Terdakwa 1
Nama : Gamis alias Raden
Tempat Tanggal Lahir : Makassar, 25 Desember1990
Umur : 29 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Sopir Mobil
Terdakwa 2
Nama : Sudirman Alias Sudir
Tempat Tanggal Lahir : Kendari, 17 Maret 1980
Umur : 40 Tahun

11
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Atas pertanyaan hakim ketua, terdakwa menyatakan bahwa dalam perkara itu akan
menghadapi sendiri tanpa didampingi penasehat hukum. Selanjutnya hakim ketua
memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum untuk membacakan surat
tuntutannya tertanggal 23 Maret 2015, yang menyatakan bahwa terdakwa telah
melakukan tindak pidana pencurian yang melanggar pasal 362 KUHP .
Dalam surat dakwaan pada persidangan sebelumnya jaksa penuntut umum
menyatakan bahwa terdakwa secara terbukti melakukan tindak pidana pencurian
terhadap Arisnawati. Dalam perkara ini terdakwa mengambil barang milik
Arisnawati berupa satu motor Suzuki Satria (Hitam Merah) dengan kerugian
sebesar + Rp 12.000.000,- (Dua Belas Juta Rupiah).
Dalam persidangan ini, sebelum korban menjadi saksi maka saksi/korban harus
bersumpah untuk memberikan keterangan yang sebenarnya-benarnya dan untuk
membenarkan bahwa motor yang telah dicuri terdakwa benar-benar miliknya.
Dalam persidangan sebelumya, terdakwa juga telah mengakui perbuatannya.
Dalam persidangan ini jaksa memperlihatkan barang bukti yaitu berupa foto dari
motor korban dan telah diakui oleh saksi (korban ) bahwa motor yang dicuri
terdakwa benar-benar miliknya.
Selanjutnya jaksa penuntut umum menyatakan terdakwa Gamis alias Raden dan
Sudirman alias Sudir, secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah
melakukan tindak pidana pencurian, sebagaimana dakwaan jaksa penutut umum
melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian. Sebelum kasus ini ditutup
sementara, hakim ketua memberikan nasehat kepada korban/saksi agar lebih
berhati-hati dan tidak memarkirkan motornya ditempat- tempat yang rawan
pencurian.
Keputusan majelis hakim belum menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh
sebab itu, sidang ditutup dan akan dilanjutkan pekan depan yaitu pada tanggal 15
Mei 2019.

12
2. Observasi Proses Peradilan Kasus Perdata
a. Jenis Kasus
Jenis Perkara : Gugatan Waris dan Perbuatan Melawan Hukum
Nomor Pekara : 05/Pdt.G/2019/PN. Skh
Hakim : Moch. Koesnan S.H (Hakim Ketua)
Panitera : Ngadiri(Panitera Pengganti)
Pemohon/ Penggugat :
Nama : Mahanani
Alamat : Jl. Imam Bonjol 1/24, Rt 08 Rw II.
Kuasa Hukum Pemohon
Nama : Hariyadi Usman Jaka Sutapa, SHMH, Advokat
Alamat : Jl. Jend. Sudirman 1 No 9/A
b. Uraian Persidangan
Sidang Pertama :
1. Pada tanggal 4 Januari 2006 telah meninggal seorang perempuan yang
bernama Siti Mardiana (Kristen) dengan meninggalkan dua ahli waris
yairu:
a. Ir. Pudyo Semedi (Tergugat 1) selaku suami.
b. Mahanani Sesanti (Penggugat) selaku anak.
2. Harta waris yang ditinggalkan:
a. Sebidang tanah berikut bangunan diatasnya, tertuang Sertifikat
Hak milik No. 1892 luas + 1515 m2 GS No.345/1992 tertanggal
14-1-1993 atas nama Ny. Siti Mardiana Pudyo Semedi, terletak
di desa Madegondo, Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.
b. Setelah meninggalnya Ibu Siti M, tergugat 1 tanpa
sepengetahuan penggugat, membuat Surat Keterangan Warisan
tertanggal 11 Juli 2007 sebagai perseorangan yang seolah-olah
bahwa ahli waris hanyalah tergugat 1 tanpa mempedulikan
penggugat yang sama-sama Ahli Waris.
c. Selanjutnya dengan bekal keterangan warisan tersebut Tergugat 1

13
tanpa seijin Penggugat melakukan balik nama atas harta
peninggalan alm. Siti M tersebut.
d. Setelah tanah dan bangunan yang menjadi onjek sengketa menjadi
atas nama Tergugat 1, maka oleh tergugat satu dengan bantuan
Turut Tergugat 1 (Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional
Kab. Sukoharjo) objek sengketa tersebut dipecah atau dipisah
menjadi 5 bagian yaituL:
6.1.SHM No. 03993 lias + 165 m2
6.2.SHM No. 03994 lias + 164 m2
6.3.SHM No. 03995 lias + 154 m2
6.4.SHM No. 03996 lias + 162 m2
6.5.SHM No. 03997 lias + 567 m2
e. Setelah tanah dan bangunan objek sengketa itu dipecah oleh
tergugat 1 tanah-tanah tersebut dijual kepada sebagai berikut:
§ Tanah dengan angka 5.1. SHM No. 03993 lias + 165 m2 oleh
tergugat 1 dijual kepada Ny. Marta (tergugat II) jual beli
dilakukan dihadapan turut tergugat II. Selanjutnya oleh
tergugat II tanah tersebut dijual lagi kepada Tanto Dwi
Atmojo, SE (Tergugat III) jual beli dilakukan dihadapan
Turut Tergugat II.
§ Tanah dengan angka 5.2. SHM No. 03994 lias + 164 m2 oleh
tergugat I dijual kepada Swanti, SE (tergugat IV) jual beli
dilakukan dihadapan turut tergugat II.
§ Tanah angka 5.3.SHM No. 03995 lias + 154 m2 oleh
terrgugat I dijual
§ kepada Ny. Eko Hariyadi, SH (Tergugat V) jual beli
dilakukan dihadapan Turut Tergugat II.
§ Tanah dengan angka 5.4. SHM No. 03996 lias + 162 m2 oleh
tergugat I dijual kepada Dian Novita M (Tergugat VI) jual
beli dilakukan dihadapan Turut Tergugat II.

14
§ Tanah dengan angka 5.5. SHM No. 03997 lias + 567 m2 oleh
Tergugat I dijual kepada Novita Kusumasari (Tergugat
VII) jual beli dilakukan dihadapan Turut Tergugat II.
f. Bahwa jual beli tanah-tanah tersebut yang dilakukan Tergugat I
sebagai penjual dan Tergugat II, Tergugat IV, Tergugat V,
Tergugat VI, Tergugat VII sebagai pembeli adalah tanpa
sepengetahuan dan tanpa seijin Penggugat adalah merupakan
perbuatan melawan hukum oleh karena itu jual bali tersebut
adalah batal atau dibatalkan demi hukum. Demikian juga jual beli
yang dilakikan oleh Tergugat II sebagai penjual dan Tergugat III
sebagai pembeli adalah juga batal atau dibatalkan demi hukum.
g. Surat keterangan warisan yang dibuat oleh Tergugat I tanpa
mencantumkan Penggugat yang sama-sama ahli waris adalah
merupakan perbuatan melawan hukum oleh karenanya surat
keterangan waris no- tanggal 11/06/2007 yang dibuat oleh
tergugat I adalah batal atau dibatalkan demi hukum.
h. Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tergugat I adalah
berakibat timbulnya kerugian.
Kerugian material:
Kerugian Penggugat akibat tidak bekerja Rp. 100.000.000,-
Jasa Pengacara RP. 100.000.000
Kerugian Immateriil:
(Penggugat hidupnya tidak bersemangat, sakit-sakitan dan malu
dengan tetangga dan teman-teman) kerugian ditaksir
Rp100.000.000,-
Putusan yang dimohonkan penggugat:
o Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya
o Menyatakan sah dan berharga sita jaminan atas tanah dan
bangunan objek sengketa.
o Menyatakan bahwa surat keterangan warisan dan seluruh

15
jual beli yang dilakukan tergugat merupakan perbuatan
melawan hukum yang dapat mengakibatkan timbulnya
kerugian bagi penggugat oleh karenanya batal atau
dibatalkan demi hukum.
o Para tergugat agar menyerahkan tanah dan bangunan untuk
dibagi waris
bersama antara penggugat dan Tergugat I selaku wakil dari
alm. Siti M. 5. Menghukum Tergugat I untuk
membayar kerugian material dan immaterial sebesar
Rp 300.000.000,-
B. Simulasi Beracara Kasus Pidana
1. BAP
Pada hari ini Senin tanggal 13 Maret 2019 sekira jam 09.00 WITA Saya : ---
-------------------------- SUPRAPTA ADI S.H.----------------------
Pangkat Briptu NRP. 91024534, Jabatan Selaku Penyidik Pembantu pada
kantor tersebut di atas, berdasarkan Surat Keputusan Tarakan No. Pol :
Skep/11/III/2019, tanggal 17 Maret 2019, melakukan pemeriksaan terhadap
seorang laki-laki yang belum saya kenal mengaku bernama :------------------
GAMIS ALIAS RADEN -----------------Lahir di Makassar tanggal 25
Desember 1990, Umur 29 Tahun, Suku Bugis, Pekerjaan tukang ojek,
Pendidikan terakhir SMA Sederajat, Kewarganegaraan Indonesia, Agama
Islam, Alamat Jln. Tukad cendrawasih no.1 Tarakan. Dia ( GAMIS ALIAS
RADEN ) diperiksa dan didengar keterangannya sebagai Tersangka dalam
perkara Tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan, sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 365 KUHP, sehubungan dengan Laporan Polisi No. Pol. : LP
03/III/2019 Polresta Tarakan tanggal 13 Maret 2019 ---------------------Atas
pertanyaan yang diajukan Pemeriksa kepada yang diperiksa maka yang
diperiksa menjawab dan menerangkan sebagai berikut di bawah ini :----------
------------------------
PERTANYAAN JAWABAN
Bagaimanakah keadaan kesehatan Sdr sekarang ini, bersediakah Sdr
diperiksa dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya? -------
1. Ya saya bersedia,saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan
bersedia diperiksa serta memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.-----
-----------------------------------
Mengertikah Sdr sebabnya Sdr ditangkap dan dimintai keterangan oleh
Petugas Polisi saat sekarang ini?-----------------------------------------------------
-----------------------------------------------
2. Saya mengerti sebabnya saya ditangkap dan dimintai keterangan oleh

16
petugas polisi,sehubung saya telah melakukan perampokan dengan
kekerasan---------------------------------
Sudah pernahkah Sdr dihukum dalam perkara tindak pidana kejahatan atau
pelanggaran sebelum perkara ini, jika pernah dalam perkara apa? Jelaskan!--
--------------------------------------------------
-------3. Saya belum pernah dihukum dalam perkara tindak pidana ataupun
perkara pelanggaran lainnya.----------------------------------------------------------
------------------------------------------------
Dalam perkara yang dipersangkakan kepada Sdr sekarang ini yang mana
diancam hukuman diatas 5 (lima) tahun, untuk itu sesuai dengan Pasal 56
KUHAP diwajibkan kepada Sdr untuk didampingi oleh Penasihat Hukum,
apakah saat sekarang ini Sdr ada mempunyai penasihat hukum, Jika ada
sebutkan nama dan identitasnya serta dari mana penasihat hukum atau
pengacara Sdr tersebut, Jika tidak ada maka penyidik menyediakan
Penasihat Hukum untuk mendampingi Sdr, bagaimana selanjutnya?
--------4. Pada pemeriksaan sekarang ini Saya sudah didampingi oleh
seorang Penasihat Hukum yang bernama Patryani, SH,.MH yang berumur
46 Tahun yang berasal dari LBH Tarakan.------------------------------------------
---------------------------------------------------------------
Ceritakan riwayat hidup Sdr dengan singkat dan jelas? ————————
————————
--------5. Saya lahir di Makassar tanggal 25 Desember 1990. Saya anak
ketiga dari 4 (Empat) orang bersaudara diantaranya 3 (tiga) orang laki-laki 1
(satu) orang perempuan, ibu kandung saya bernama Nami dan Bapak saya
bernama Manto yang beralamat di Desa Senganan Kec. Penebel Kab.
Tabanan----------------------------------------------------------------
Pendidkan: Tamatan SMA
Kapan dan dimanakah Sdr ditangkap serta bersama siapa Sdr ditangkap, saat
ditangkap Sdr sedang mengapa dan siapakah yang melakukan penangkapan
terhadap Sdr ?-----------------------
------9. Saya ditangkap sendiri pada hari Senin 5 Maret 2019 sekitar jam
22.00 Wita di Jln. Imam Bojol Tarakan dan pada saat ditangkap saya sedang
bermain PES 2012. Yang menangkap saya adalah empat orang polisi.
Mereka menunjukan sebuah surat penangkapan dan saya berusaha untuk
kabur namun akhirnya saya berhasil diamankan dan diborgol lalu dibawa ke
atas mobil polisi.--------------------------------------
Adakah saksi yang meringankan Sdr dalam perkara yang dipersangkakan
kepada Sdr saat ini?---
-------10. Tidak ada---------------------------------------------------------------------
------------------------
Masih adakah keterangan lain yang perlu Sdr tambahkan atau jelaskan
sehubugan perkara ini?---
-------11. Semua keterangan yang saya berikan diatas sudah cukup dan tidak
ada lagi yang akan saya jelaskan atau tambahkan.---------------------------------
-----------------------------------------------

17
Sudah sebenar-benarnyakah semua keterangan yang Sdr berikan di atas dan
dalam hal memberikan keterangan tersebut apakah Sdr merasa dipaksa,
mendapat penekanan-penekanan atau anda dipengaruhi oleh orang lain
maupun oleh pemeriksa sendiri?--------------------------------
--------12. Semuanya telah saya terangkan dengan sebenar-benarnya tanpa
ada rasa paksaan, penekanan-penekanan dan juga tidak ada dipengaruhi oleh
orang lain maupun oleh pemeriksa sendiri dan apa yang saya terangkan
diatas adalah menurut apa yang saya lihat dan saya lakukan-
Setelah berita acara pemeriksaan tersangka ini selesai dibuat kemudian
dibaca sendiri oleh yang diperiksa (tersangka) dan yang diperiksa
menyatakan setuju serta membenarkan kemudian untuk menguatkannya
yang diperiksa turut membubuhkan tanda tangannya di bawah ini.-------------
----
Yang diperiksa / Tersangka
(M. DODY SUTRISNA)
----------Demikianlah Berita Acara Pemeriksaan tersangka ini dibuat dengan
sebenar-benarnya atas kekuatan sumpah jabatan kemudian ditutup dan
ditanda-tangani di Denpasar pada Hari dan tanggal tersebut diatas

2. Dakwaan
A. IDENTITAS TERDAKWA :
Nama lengkap : Gamis Alias Raden
Tempat lahir : Makassar
Umur/Tgl. Lahir : 29 tahun / 25 Desember 1990
Jenis Kelamin : Laki- laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Tukad cendrawasih no.1 Tarakan
Agama : Islam
Pekerjaan : Sopir Mobil
Pendidikan : SMA
B. PENAHANAN TERDAKWA :
Oleh Penyidik : Rutan sejak tgl. 5 Maret 2019 s/d Tgl.
30 Mei 2019
Diperpanjang oleh Penuntut Umum : sejak tgl. 1 Juni 2019 s/d Tgl. 15 Juni
2019

18
C. DAKWAAN :
PRIMAIR
---- Bahwa ia Terdakwa, GAMIS ALIAS RADEN, pada hari Kamis tanggal 9
Maret 2019 sekitar pukul 17.00 wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu
dalam bulan Maret 2019 bertempat di Dusun Krajan Tarakan atau setidak-
tidaknya pada suatu tempat lain yang temasuk Daerah Hukum Pengadilan
Negeri Tarakan secara tanpa hak dan melawan hukum dengan sengaja
melakukan pencurian, yang dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut
:
§ Bahwa pada waktu dan tempat seperti tersebut diatas, terdakwa ,
GAMIS ALIAS RADEN , sedang berjalan-jalan di pinggir sungai.
§ Bahwa terdakwa, GAMIS ALIAS RADEN, melihat dan mengetahui
ada sepeda motor di parker di tepi sungai dan tidak diketahui
pemiliknya.
§ Bahwa terdakwa, GAMIS ALIAS RADEN, kemudian mengambil
kunci T yang ada di sakunya, kemudian di masukkan ke lubang kunci
sepeda motor tersebut setelah agak dipaksakan dan akhirnya kunci
tersebut dapat digunakan. Kemudian Terdakwa , GAMIS ALIAS
RADEN , menuntun sepeda motor tersebut agak menjauh dari tepi
sungai agar bilamana di stater, bunyinya tidak terdengar oleh
pemiliknya.
§ Bahwa saksi, BAMBANG, yang kebetulan melintas pulang dari sawah
sempat melihat Terdakwa, GAMIS ALIAS RADEN, sedang menuntun
sepeda motor tersebut.
§ Bahwa tidak lama kemudian terdengar teriakan saksi korban ,
SOFYAN , “ Maling—maling—maling “ dan membuat warga sekitar
berhamburan keluar dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi dan
apa yang hilang, termasuk saksi , BAMBANG , juga ikut bertanya.
§ Bahwa atas petunjuk saksi , BAMBANG , diberitahukan kalau sepeda
motor milik saksi korban , SOFYAN , dibawa oleh terdakwa , GAMIS

19
ALIAS RADEN , kearah yang ditunjukkan oleh saksi , BAMBANG .

-------------Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana


dalam pasal 362 jo pasal 363 ayat ( 1 ) ke-5 KUHP
3. Surat Tuntutan
A. IDENTITAS TERDAKWA :
Nama lengkap : GAMIS ALIAS RADEN
Tempat lahir : Makassar
Umur/Tgl. Lahir : 29 tahun / 25 Desember 1990
Jenis Kelamin : Laki- laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Tukad cendrawasih no.1 Taraka
Agama : Islam
Pekerjaan : Sopir Mobil
Pendidikan : SMA
B. PENAHANAN TERDAKWA :
Oleh Penyidik : Rutan sejak tgl. 5 Maret 2019 s/d Tgl.
30 Mei 2019
Diperpanjang oleh Penuntut Umum : sejak tgl. 1 Juni 2019 s/d Tgl. 15 Juni
2019
C. DAKWAAN :
PRIMAIR
---- Bahwa ia Terdakwa, GAMIS ALIAS RADEN, pada hari Kamis tanggal 10
Nopember 2011 sekitar pukul 17.00 wib atau setidak-tidaknya pada suatu
waktu dalam bulan Nopember 2011 bertempat di Dusun Krajan Desa
Songgon Kec. Songgon Kab. Banyuwangi atau setidak-tidaknya pada suatu
tempat lain yang temasuk Daerah Hukum Pengadilan Negeri Banyuwangi,
secara tanpa hak dan melawan hukum dengan sengaja melakukan pencurian,
yang dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :
§ Bahwa pada waktu dan tempat seperti tersebut diatas, terdakwa ,

20
GAMIS ALIAS RADEN , sedang berjalan-jalan di pinggir sungai.
§ Bahwa terdakwa, GAMIS ALIAS RADEN, melihat dan mengetahui
ada sepeda motor di parker di tepi sungai dan tidak diketahui
pemiliknya.
§ Bahwa terdakwa, GAMIS ALIAS RADEN, kemudian mengambil
kunci T yang ada di sakunya, kemudian di masukkan ke lubang kunci
sepeda motor tersebut setelah agak dipaksakan dan akhirnya kunci
tersebut dapat digunakan. Kemudian Terdakwa , GAMIS ALIAS
RADEN , menuntun sepeda motor tersebut agak menjauh dari tepi
sungai agar bilamana di stater, bunyinya tidak terdengar oleh
pemiliknya.
§ Bahwa saksi, BAMBANG, yang kebetulan melintas pulang dari sawah
sempat melihat Terdakwa, GAMIS ALIAS RADEN, sedang menuntun
sepeda motor tersebut.
§ Bahwa tidak lama kemudian terdengar teriakan saksi korban ,
SOFYAN , “ Maling—maling—maling “ dan membuat warga sekitar
berhamburan keluar dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi dan apa
yang hilang, termasuk saksi , BAMBANG , juga ikut bertanya.
§ Bahwa atas petunjuk saksi , BAMBANG , diberitahukan kalau sepeda
motor milik saksi korban , SOFYAN , dibawa oleh terdakwa , GAMIS
ALIAS RADEN , kearah yang ditunjukkan oleh saksi , BAMBANG .
-------------Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana
dalam pasal 362 jo pasal 363 ayat ( 1 ) ke-5 KUHP
4. Pledoi
Tidak ada Pledoi
5. Replik
Sidang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarakan,
Yang Terhormat
Saudara Penasehat Hukum,
Yang Terhormat

21
Sebelumnya marilah kita bersama-sama memanjatkan Puji Syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya pada kita
semua, sehingga dapat bertemu di ruang sidang yang mulai ini dalam keadaan
sehat walafiat.
Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih pada sidang Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Tarakan yang memeriksa dan mengadili perkara ini, yang telah
memberikan kesempatan kepada kami, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini,
untuk mengajukan tanggapan atas pembelaan saudara penasehat hukum terdakwa
Gamis yang dihadapkan ke depan persidangan ini dengan dakwaan melakukan
tindak pidana Pencurian sebagai mana diatur dalam Pasal 362 jo 363 ayat (3)
KUHP.
Setelah kami mempelajari dan mencermati pembelaan saudara penasehat hukum
terdakwa Wahyudin, maka kami akan mengajukan tanggapan sebagai berikut:
1. Bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat dengan saudara Penasehat
Hukum yang dalam pembelaannya menyatakan bahwa Surat Dakwaan yang
dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum adalah eror in personal atau terdapat
kesalahan dalam penulisan nama terdakwa.
2. Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam penulisan surat dakwaan sudah sesuai
dan lengkap berdasarkan pada Pasal 143 ayat (2) huruf a KUHAP yang
berbunyi: “Penuntut Umum membuat Surat Dakwaan yang diberi tanggal
dan ditandatangani serta berisi Nama Lengkap, Tempat Tanggal lahir,
Umur, Jenis Kelamin, Kebangsaan, Tempat Tinggal, Agama, dan Pekerjaan
Terdakwa”.
3. Mengenai adanya perbedaan penulisan huruf Y dan I adalah merupakan
kesalahan pengetikan semata yang tidak berakibat batalnya Surat Dakwaan,
hal ini sesuai dengan Putusan H.R 17 Februari 1983 N.J 1939 No. 118
Kesalahan Nama.
4. Untuk segala sesuatu yang berkenaan dengan kesalahan penulisan nama itu
hanya eror printing saja.

22
5. Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam penulisan dakwaan berdasarkan tindak
pidana Pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 362 jo 363 ayat (3)
KUHP.
Pada Pasal 362 KUHP berbunyi: “Barang siapa mengambil sesuatu barang, yang
sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, yang sama sekali atau
sebagian termasuk kepunyaan orang lain, dengan maksud akan memiliki barang
dengan melawan hak, dihukum, karena pencurian, dengan hukuman penjara
selama-lamanya lima tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 900,-”
Pasal 363 ayat (3) KUHP berbunyi: “Pencurian pada waktu malam dalam sebuah
rumah atau perkarangan yang tertutup yang ada rumahnya, dilakukan oleh orang
yang ada disitu tiada dengan setahunya atau bertentangan dengan kemauannya
orang yang berhak (yang punya).
Majelis Hakim yang terhormat,
Saudara Penasehat Hukum yang terhormat,
Berdasarkan pada hal-hal yang telah kami uraikan di atas, maka kami selaku Jaksa
Penuntut Umum dalam perkara ini berkesimpulan dan berpendapat bahwa:
1. Surat Dakwaan dalam perkara ini sudah disusun secara cermat, jelas, dan
lengkap, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
2. Eksepsi dari Penasehat Hukum tidak ditopang oleh dasar-dasar hukum dan
argumentasi yang meyakinkan.
3. Dan dakwaan terhadap perkara tindak pidana Pencurian sebagaimana telah
diatur dalam Pasal 362 jo 363 ayat (3) KUHP.
Dengan demikian kami menyatakan tetap pada tuntutan pidana sebagaimana telah
kami bacakan pada sidang sebelumnya. Akhirnya, pertimbangan selanjutnya kami
serahkan sepenuhnya kepada Sidang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarakan
yang memeriksa dan mengadili perkara ini.
6. Duplik
Majelis Hakim Yang terhormat,
Jaksa Penuntut Umum yang kami Hormati,
Sebelumnya saya Penasehat Hukum Terdakwa GAMIS ALIAS RADEN

23
mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir di persidangan ini, terutama
pada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini, karena saya masih diberi
kesempatan untuk mengajukan tanggapan atas Replik Jaksa Penuntut Umum.
Dengan tanggapan atas tanggapan ini, saya sama sekali tidak bermasuk
memperlambat atau mempersulit jalannya persidangan, namun kesempatan yang
disediakan oleh prosedur hukum Acara Pidana ini kami tujukan semata-mata untuk
mencari kebenaran sejati untuk menegakkan hukum dan keadilan dalam perkara
ini.
Bahwa setelah mempelajari point-point replik dari Jaksa Penuntut Umum, maka
berikut kami akan memberikan tanggapan point demi point berikut:
1. Bahwa saya penasehat hukum tidak sependapat dengan Penuntut Umum
berkaitan dengan pembuktian unsur-unsur pasal 363 KUHP dengan dasar
pertimbangan sebagai berikut :
a. Bahwa Jaksa Penuntut Umum telah merekontruksi alat bukti penunjuk
secara subjektif, tidak terdapat fakta yang jelas mengenai kesaksian para
saksi yang menyatakan melihat terdakwa telah memasukkan racun ke
dalam makanan korban;
b. Bahwa keterangan saksi ADE SAPUTRA (tetangga/teman seprofesi
korban) tidak bisa dijadikan alat bukti karena saksi tidak menyaksikan
secara langsung peristiwa tersebut;
c. Berdasarkan kedua tanggapan yang telah diuraikan di atas maka
persolan apakah Terdakwa melakukan pembunuhan tersebut menjadi
tidak relevan;
2. Kami sangat setuju dengan Penuntut Umum bahwa masyarakat / warga
negara perlu mendapatkan perlindungan dari tindak kejahatan, namun pidana
hendaknya ditetapkan secara proposional dengan memperhatikan tujuan
pemidanaan yang lain yaitu penekanan jumlah kejahatan dan resosialisasi
waktu. Kami menilai bahwa dikaitkan dengan kondisi dan latar belakang
klien saya yaitu terdakwa GAMIS ALAS RADEN, maka penjatuhan
pidana badan berupa penjara selama 25 tahun adalah tidak rasional

24
dan bahkan tidak manusiawi karena justru bertentangan dengan
tujuan pemidanaan itu sendiri.
C. Simulasi Beracara Kasus Perdata
1. Somasi
Yang bertandatangan dibawah ini, : Hariyadi Usman Jaka Sutapa, SHMH,
Advokat, dan para Advokat pada HARIYADI LAW OFFICES, bertindak untuk
dan atas nama Klien Kami, : Mahanani (yang selanjutnya disebut Klien Kami)
berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 14 Maret 2019, dengan ini kami
sampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa Klien Kami adalah anak dari pasangan almarhum Siti
Mardiana (“almarhumah”) dan Mantaina (almarhum).
2. Bahwa almarhum semasa hidupnya menyerahkan dan
mempercayakan hartanya untuk dikelola oleh Saudara demi
kepentingan almarhum.
3. Bahwa dengan meninggalnya almarhum pada tanggal 11 Juni 2008,
maka Klien Kami berhak untuk dinyatakan sebagai ahli waris.
4. Bahwa Klien Kami berhak untuk mendapatkan rincian dan pembagian
mengenai harta yang diserahkan dan dipercayai almarhum untuk
dikelola oleh Saudara tersebut serta harta warisan lain yang ditinggalkan
oleh almarhum.
5. Bahwa sehubungan dengan rincian tersebut, Klien Kami berhak untuk
meng-klaim sebagian dari yang diserahkan dan dipercayai almarhum untuk
dikelola oleh Saudara tersebut serta harta warisan lain yang ditinggalkan
oleh almarhum.
Atas dasar tersebut diatas kami meminta dengan hormat kepada Saudara untuk
memberikan rincian serta pembagian mengenai harta yang diserahkan dan
dipercayai almarhum untuk dikelola oleh Saudara tersebut serta harta warisan
lain yang ditinggalkan oleh almarhum (harta benda yang masih tersisa
maupun yang sudah dipindah tangankan oleh Saudara), mengakui serta
membagikan dan menyerahkan apa yang menjadi hak klien kami.

25
Mengingat sangat krusialnya permasalahan ini dan untuk menjaga
hubungan Klien Kami dan Saudara, Kami meminta permasalahan ini agar dapat
diselesaikan segera dan tidak melewati dari tanggal 21 Juli 2008, dengan
menghubungi kami di alamat sebagaimana tertera pada kop surat ini. Dalam hal
permasalahan ini tidak dapat diselesaikan, maka klien kami akan melakukan
tindakan hukum baik perdata maupun pidana.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan pengertiannya kami ucapkan
terima kasih.

Hormat kami,
HARYADI LAW OFFICES
Hariyadi Usman Jaka Sutapa, SHMH, Advokat

2. Surat Kuasa
SURAT KUASA KHUSUS
No: 01/SKK/III/2019
Yang bertanda tangan dibwah ini :
1. Mahanani Binti H. Muhammad Soeharto umur 35 tahun, beragama Islam,
pekerjaan Apoteker, bertempat tinggal Jl. Sunan Kalijaga Nomor 02 RT. 01
RW. V Tarakan, sebagai PENGGUGAT.
Bersama ini memberi kuasa dengan hak substitusi kepada dan selanjutnya
memilih tempat kediaman hukum pada kantor kuasanya, yang tersebut dibawah
ini :
Hariyadi Usman Jaka Sutapa, SHMH, Advokat
—————————–KHUSUS—————————-
Untuk mewakili pemberi kuasa sepenuhnya sebagai PENGGUGAT dalam
perkara perdata kewarisan di Pengadilan Negeri Tarakan, melawan:
Ir. Pudyo Semedi bin Mallaka, umur 43 tahun, beragama islam, pekerjaan
Dagang, bertempat tinggal Jl. Borobudor Nomor 200 Rt. 06 RW Tarakan
sebagai TERGUGAT.

26
1. Untuk itu menerima kuasa membela hak-hak dan mengurus kepentingan-
kepentingan pemberi kuasa tentang perbuatan melawan hukum,
sehubungan dengan upaya penghalangan hak Penggugat untuk
mendapatkan hak waris yang dilakukan oleh Tergugat yang mana harta
warisan di ambil alih oleh Tergugat sepenuhnya;
2. Penerima kuasa boleh bertindak dalam hal hukum terhadap setiap orang
dan dalam segala persoalan yang berhubungan dengan perkara ini,
memiliki tempat kediaman hukum (domicilie), menghadap hakim dan
pembesar instansi Pemerintah;
3. Penerima kuasa boleh berperkara ke muka Pengadilan Negeri mengajukan
gugatan, memberikan jawaban, mengajukan dan menolak saksi-saksi,
menerima dan menolak perdamaian, memohon keputusan dan turunan
keputusan Pengadilan Negeri, memohon supaya keputusan Pengadilan
Negeri dijalankan;
4. Penerima kuasa boleh membuat dan menandatangani surat dan melakukan
segala apa yang perlu dan berguna untuk kepentingan pemberi kuasa, asal
tidak dilarang atau bertentangan atau melanggar Undang-Undang dan bila
perlu penerima kuasa dapat memindah tangankan kekuasaannya itu
sebagian atau sepenuhnya kepada orang lain (hal substitusi) dengan hak
untuk menarik kembali pemindahan kuasa yang telah diberikan itu;
5. Penerima kuasa boleh melakukan upaya hukum dari pengadilan tingkat
pertama sampai dengan tingkat kasasi demi membela hak-hak dan
kepentingan pemberi kuasa, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Demikian surat kuasa ini diberikan dengan hak retensi dan tidak dapat dicabut
kembali tanpa persetujuan tertulis dari penerima kuasa.
Tarakan, 10 Maret 2019

27
Penerima Kuasa

(Hariyadi Usman Jaka Sutapa, SHMH, Advokat)

Pemberi Kuasa

(Mahanani Binti H. Muhammad Soeharto)

3. Gugatan
SURAT GUGATAN
Nomor : 09/G/WRS/3/2019
Hal : GUGATAN WARIS

Kepada Yth
Ketua Pengadilan Negeri Kota Tarakan
Di
Tarakan

Dengan hormat, yang bertandatangan di bawah ini :

Hariyadi Usman Jaka Sutapa, SHMH, Advokat

Advokat dan konsultan hukum berkantor di Jl. Gajayana No. 50/B Kota
Tarakan Kalimantan Utara berdasarkan surat kuasa (surat kuasa khusus) Nomor
No: 01/SKK/III/2019 tanggal 10 Maret 2019 (Surat Kuasa terlampir), ini
bertindak untuk dan atas nama:
Mahanani Binti H. Muhammad Soeharto, umur 35, beragama Islam, pekerjaan
Ibu Rumah Tangga, bertempat tinggal Jl. Sunan Kalijaga Nomor 02 RT. 01
RW. V Tarakan, selanjutnya sebagai PENGGUGAT.
Yang dalam hal ini memilih berdomisili hukum di kantor kuasanya seperti yang

28
telah disebut di atas, yang selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT.
Dengan ini mengajukan gugatan terhadap:
Ir. Pudyo Semedi bin Mallaka, umur 43, beragama islam, pekerjaan Dagang,
bertempat tinggal Jl. Borobudor Nomor 200 Rt. 06 RW Tarakan yang
selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT.
4. Replik
Menolak semua jawaban para Tergugat dan Turut Tergugat, beserta alasannya.
5. Duplik
Duplik Turut tergugat 1:
Bahwa Turut Tergugat satu tatap berpegang teguh pada jawaban semula yakni
perkara tersebut Nebis In Idem. Dan menyangkut pendaftaran peralihan hak
atas tanah dalam perkara A quo kepada Turut Tergugat I sudah benar sesuai
prosedur. Duplik Tergugat dan Turut Tergugat lainnya:
Menolak replik penggugat:
Tetap berpegangan bahwa gugatan tersebut kabur, menyatakan Penggugat
bukan ahli waris, gugatan Nebis In Idem, menyatakan bahwa tidakan Tergugat
menjual tanah bukan merupakan tindakan melawan hukum karena Tergugat
merasa di ahli waris tunggal yang sah.
6. Kesimpulan
Persidangan perkara perdata No. 05/Pdt.G/2019/PN.Skh yang saya saksikan di
Pengadilan Negeri Sukoharjo pada Hari Rabu, 15 April 2019 adalah tentang
Gugatans Waris dan Perbuatan Melawan Hukum. Penggugat mengajukan
gugatan waris karena penggugat merasa berhak menjadi ahli waris alm. Siti
Mardiana. Penggugat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum yakni
karena tindakan para Tergugat yang telah menggunakan warisan untuk dirinya
sendiri (Penggugat1) tanpa mempedulikan penggugat.
Pada perkara tersebut penulis mengamati pada sidang ke lima, yakni dalam
agenda mengumpulkan bukti tertulis/surat oleh kedua belah pihak Penggugat
dan Tergugat. Sidang berjalan selama 20 menit. Sidang dilanjutkan minggu
depan dengan agenda pembuktian saksi dari pihak Penggugat.

29
Para pihak yang bersengketa mewakilkan para kuasa hukumnya dalam
beracara. Terdapat 3 kuasa hukum. Pertama satu orang dari pihak Penggugat,
satu orang kuasa hukum dari Turut Tergugat II, dan satu orang kuasa hukum
Tetgugat I-VII Turut Tergugat II & III yang diwakili seorang kuasa hukum.
Sidang perkara tersebut termasuk kompetensi relatif, dilaksanakan di PN
Tarakan karena objek sengketa berupa tanah terletak di daerah tersebut. Dalam
proses persidangannya juga telah menerapkan asas-asas hukum acara perdata.





























30
BAB IV
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Mahasiswa dituntut untuk dapat memahami setiap tugas dari masing masing
struktur yang ada dalam peradilan, dari mulai ketua dan wakil ketua, majelis hakim,
organisasi kepaniteraan, kesekretariatan, dan lain lain. Memahami bagaimana proses
berperkara dalam pengadilan agama, dan perjalanan perkara tersebut, dari mulai
masuknya perkara tersebut yang diajukan oleh para pencari keadilan sampai
dipersidangkan dan diputuskan serta di eksekusi. Bentuk Kegiatan Praktik Peradilan
Pidana dan Perdata adalah sebagai berikut :
Mengamati secara langsung fenomena yang berkaitan sekitar praktek
permasalahan yang dihadapi dilapangan yang ada di Pengadilan Negeri Tarakan,
Penerimaan Materi Pengenalan Struktur Pengadilan Negeri Bantul, Tanya Jawab
(Setelah menerima penyampaian materi), Menyaksikan Praktek Persidangan secara
langsung, Penyusunan Laporan. Setelah apa yang didapatkan, baik pengetahuan atau
pengalaman dalam proses berperkara di peradilan, diharapkan mahasiswa ketika lulus
dan masuk dalam lembaga peradilan bisa langsung menyesuaikan dan menjadi
mahasiswa yang kompeten dalam bidangnya.
B. Saran – Saran
Dalam pelaksanaan ini praktek pengalamna beracara ini ada bebearapa saran
saran yang dimaksudkan untuk memajukan kegiatan ini, adapu sara saran tersebut
adalah :
1. waktu pelaksanaan Praktek Pengalaman Beracara perlu di tambahkan
sehingga mahasiswa mahasiswa lebih mengamati secara detail setiap
proses yang ada.
2. Pemisahan kegiatan praktek pengalaman beracara sebaiknya dipisahakan
antara perkara pidana dengan perkara perdata.

31

DAFTAR PUSTAKA
Agus Prasetyo. 2012. Laporan Persidangan.
KUHAPerdata.
Lilik Mulyadi, S. M. (2006). Hukum Acara Pidana. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Mertokusumo, Sudikno. 2010. Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta :
Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

32