Anda di halaman 1dari 8

ANEKA OLAHAN PISANG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN NILAI

JUAL PISANG DAN PENDAPATAN MASYARAKAT

Asep Sunandar, Raden Bambang Sumarsono,


Djum Djum Noor Benty, Nunung Nurjanah

Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145


Email: asep.sunandar.fip@um.ac.id

Abstract: Training activities and business assistance of various banana preparations is an effort
in order to increase the selling value of local products that will impact directly to the community’s
income. To achieve these objectives, this training uses training methods and business development
assistance. The result is that people become aware of the economic potential that exists in their
surroundings. The community has expertise in banana processing into various types of food, and
slowly but surely the income of the villagers continues to increase, which initially relies only on
agricultural income now getting additional results from skills.

Keywords: processed banana, banana selling value, community income

Abstrak: Kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha aneka olahan pisang merupakan sebuah
upaya dalam rangka meningkatkan nilai jual produk lokal yang akan berdampak secara langsung
kepada pendapatan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut pelatihan ini menggunakan
metode pelatihan dan pendampingan pengembangan usaha. Hasil yang diperoleh adalah
masyarakat menjadi sadar akan potensi ekonomi yang ada di lingkungan sekitarnya. Masyarakat
memiliki keahlian dalam pengolahan pisang menjadi aneka jenis makanan, dan secara perlahan
namun pasti pendapatan masyarakat desa menjadi terus meningkat yang awalnya mereka
hanya mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian kini mendapatkan tambahan dari hasil
keterampilan.

Kata kunci: olahan pisang, nilai jual pisang, pendapatan masyarakat

Pembangunan ekonomi yang tangguh adalah cara meningkatkan nilai jual produk lokal sehingga
pembangunan ekonomi yang berbasis potensi local, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
masyarakat menyadari potensi yang dimilikinya Upaya ini dilakukan untuk memperkuat dukungan
dan mereka dapat mengembangkan potensi tersebut pada program-program reguler penanganan
hingga menjadi keunggulan lokal. Ekonomi kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Semakin
kerakyatan sebagai salah satu teori pembanding dari kuatnya tatanan perekonomian di wilayah pedesaan
teori ekonomi capital menghendaki adanya peran akan mendorong teratasinya berbagai permasalahan
aktif masyarakat dalam pengembangan kegiatan social, seperti tingginya angka urbanisasi, angka
perekonomian yang real (Depkop dan PPK, 1995). kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan
Peran aktif tersebut pada akhirnya akan menjadi masyarakat.
kekuatan tersendiri sehingga tatanan perekonomian Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang Kabu-
rakyat tahan terhadap terpaan krisis ekonomi paten Malang merupakan sebuah desa yang
global (Depkop dan PPK, 1996). Pembangunan memiliki beragam potensi local. Terkhusus di dusun
ekonomi berbasis potensi local dilakukan dengan Selokurung, sebuah dusun yang luasnya sekitar 100
8
Sunandar, dkk, Aneka Olahan Pisang sebagai Upaya Meningkatkan Nilai... 9

hektar. Tanahnya subur dapat ditanami sayuran, Proses penyediaan energy yang singkat
kopi, duren dan pisang. Salah satu komoditas tersebut telah menjadikan pisang sebagai asupan
yang paling besar di dusun tersebut adalah pisang. karbohidrat utama para altlet. Selain menghasilkan
Luas lahan pisang kurang lebih mencapai 20 energy yang tinggi kandungan pisang juga
hektar. Dengan hasil perharinya kurang lebih 5 dapat menjaga tubuh agar selalu fit. Orang yang
ton. Pisang-pisang ini kebanyakan tidak diolah mengkonsumsi pisang kecendrungannya akan
oleh masyarakat, melainkan dijual mentah kepada lebih bugar dan beraktivitas dengan semangat.
pengepul. Pisang-pisang ini dibeli oleh pengepul Kandungan pisang yang memiliki banyak manfaat
dengan harga rata-rata Rp. 25.000,00 pertandon. ternyata tidak berdampak langsung kepada
Beberapa jenis pisang yang ada di desa Kaumrejo tingginya nilai ekonomi buah tersebut. Seperti
kebanyakan adalah pisang santan, pisang ijo dan yang diilustrasikan di atas nilai jual pisang di
pisang candi. Pisang santan panjangnya kurang petani sangat rendah. Para petani pada umumnya
lebih 10 cm. Satu tandon biasanya berisi 14 sisir. tidak memiliki jiwa entrepreneur sehingga mereka
Sedangkan pisang ijo panjangnya kurang lebih 15 kebanyakan menjaual langsung hasil tanamannya
cm, isinya 14 s.d. 16 sisir pertandon. Pisang candi, walaupun dengan nilai yang rendah. Hasil analisa
panjangnya kurang lebih 18 s.d. 20 cm, isinya 14 tersebut menjelaskan bahwa selain membutuhkan
s.d. 16 sisir pertandon. keterampilan dalam mengolah pisang, para petani
Tanaman pisang merupakan tanaman yang juga membutuhkan penjelasan dan pengembangan
cocok pada berbagai kondisi daerah, baik di daerah nilai-nilai kewirausahaan.
tropis maupun sub tropis tanaman tersebut dapat Wirausaha merupakan istilah yang diterje-
tumbuh dengan subur. Tumbuhan pisang pada mahkan dari kata entrepreneur. Dalam Bahasa
umumnya menyukai daerah alam terbuka yang Indonesia , pada awalnya dikenal istilah wiraswasta
cukup sinar matahari, cocok tumbuh didataran yang mempunyai arti berdiri di atas kekuatan sendiri.
rendah sampai pada ketinggian 1000 meter lebih Istilah tersebut kemudian berkembang menjadi
diatas permukaan laut. Pisang merupakan tumbuhan wirausaha, dan entrepreneurship diterjemahkan
yang tidak memiliki batang sejati, batang pohonnya menjadi kewirausahaan (Muhandri, 2005). Dari
terbentuk dari perkembangan dan pertumbuhan segi historis, kewirausahaan semula hanya seputar
pelepah-pelepah yang mengelilingi poros lunak kalangan dunia usaha saja. Kewirausahaan
panjang. Batang pisang yang sebenarnya terdapat dapat dianalogkan dengan orang yang berusaha,
pada bonggol yang tersembunyi di dalam tanah mempunyai pabrik, berdagang dan menjalankan
Pisang mempunyai kandungan gizi sangat aktivitas ekonomi lainnya. Pada masa selanjutnya,
baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi pembahasan tentang kewirausahaan semakin
dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang luas, tidak hanya berlaku dikalangan dunia usaha
kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, saja tetapi yang terjadi di lingkungan organisasi-
besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, organisasi non usaha maupun organisasi pemerintah.
yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif Mencermati berbagai kondisi dan tinjauan
sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi teori di atas program pelatihan dan pendampingan
otak. Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi pisang
setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal sangat relevan dilaksanakan di Dusun Selokurung
dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten
lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama Malang. Melalui kegiatan ini diharapkan potensi
(100 gram) hanya mengandung 54 kalori. Buah lokal yang belum teroptimalkan menjadi lebih
Pisang mengandung tiga jenis gula alami, yaitu optimal, dan berdampak kepada meningkatnya
sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan kesejahteraan petani. Program pengabdian yang
dengan FIBER, pisang juga memberikan tambahan dilaksanakan meliputi proses pengolahan aneka
sokongan energi yang langsung cukup banyak. macam makanan dari bahan baku pisang seperti
Penelitan telah membuktikan bahwa dengan hanya keripik pisang dengan aneka macam rasa seperti
dua buah pisang mendukung energi yang cukup rasa kopi, rasa keju, rasa coklat, rasa bawang. Dodol
untuk kuat selama 90 menit. pisang, sirup pisang, dan cake pisang. Beberapa
10 ABDIMAS PEDAGOGI, VOLUME 1 NOMOR 1, OKTOBER 2107: 8-15

aneka olahan tersebut ada yang sudah familiar di Dalam pembuatan cake pisang yang digunakan
masyarakat yaitu keripik pisang, namun keripik adalah pisang yang sudah matang (siap konsumsi)
yang dibuat masyarakat pada umumnya berasa karena pisang yang telah matang rasa, tekstur,
tawar dan manis. Sementara itu aneka olahan aromanya sudah sempurna dan tidak sepat. Jadi
lainnya masih asing. Misal dalam pembuatan sirop jika digunakan dalam pembuatan cake maka
pisang, pembuatan sirop pisang dilakukan dengan rasa pisang lebih menonjol, aroma pisang lebih
cara fermentasi dari pisang yang sudah sangat beraroma dan tekstur pisang yang matang lebih
matang. Sebagian masyarakat berpikiran pisang mudah di hancurkan.
yang sudah matang tidak menarik dan umumnya Bahannya adalah: telur 3 butir; gula 80 gram;
dibuang, padahal masih bisa dimanfaatkan menjadi quick 0,5 sdt; ovalet 0,5 sdt; tep terigu (prot.
sirop pisang. sedang) 80 gram; maizena 10 gram; susu full
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas cream 10 gram; pisang (matang siap konsumsi) 3
produk, program pelatihan aneka olahan pisang buah; dan margarine 80 gram. Cara membuatnya
menerapkan teknologi yang berbasis higenitas adalah: (1) siapkan loyang ukuran 20 cm x 10 cm,
dan menarik. Higenitas dilakukan dengan cara olesi dengan margarine, dan dan taburi dengan
mulai dari penyiapan bahan, pemrosesan bahan tepung terigu; (2) ayak tepung, maizena dan susu
menjadi makanan hingga pengemasan dilakukan full cream, dan campur menjadi satu; (3) haluskan
secara teratur dan bersih. Setelah proses produksi, pisang menggunakan garpu atau remas-remas
hasil olahan untuk selanjutnya dikemas dengan hingga pisang hancur; (4) panaskan margarine
menggunakan plastic transparan yang sudah hingga meleleh; (5) mixer telur, gula, quick dan
diberikan label. Pengepresan plastic pembungkus ovale hingga mengembang (buah berwarna putih
dilakukan dengan mesin siller. Produk yang dan halus); (6) masukkan pisang ke dalam adonan
sudah dikemas akhirnya akan memiliki beberapa yang sedang di mixer; (7) masukkan tepung terigu,
keunggulan yaitu rasa yang enak, kemasan yang dan aduk-aduk hingga tercampur semua; (8)
higenis dan menarik, serta vareasi hasil olahan masukkan margarine cair; (9) panaskan oven; (10)
yang beragam. Secara umum manfaat kegiatan masukkan adonan ke dalam cetakan; (11) oven
pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) dengan suhu 180 derajat selama 15 menit; (12)
masyarakat memiliki pemahaman dan pengetahuan keluarkan cake dari cetakan dan diinginkan; dan
tentang cara pengolahan pisang menjadi aneka (13) potong cake sesuai selera dan sajikan (cake
macam makanan; (2) meningkatnya nilai jual dapat disimpan selama 2 minggu dalam kemasan
pisang, serta termanfaatkannya buah pisang yang yang tertutup rapat).
semula dianggap tidak menarik (BS) menjadi
memiliki daya jual; (3) ibu-ibu PKK Dusun Selo Resep Pengolahan Dodol Pisang
Kurung memiliki kegiatan produktif; dan (4)
Jenis dan kriteria pisang yang digunakan
pemerintah desa mendapatkan alternatif program
sama dengan cake pisang. Bahannya adalah:
dalam memberdayakan masyarakat.
kelapa 4 butir (4 liter santan kental); gula merah
1 kg (disisir); gula pasir 400 gram; tepung ketan
METODE 500 gram (diencerkan); dan pisang 40 buah. Cara
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kaumrejo membuatnya adalah: (1) masak santan hingga
Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Teknik mengental dan berminyak; (2) masukkan gula
dan metode pembuatan olahan pisang diuraikan merah dan gula pasir, masak hingga santan sedikit
berikut ini: mengeluarkan minyak; (3) masukkan pisang
dan tepung ketan yang terlebih dahulu dicairkan
dengan sedikit air, aduk-aduk hingga adonan
Cake Pisang
tercampur rata; (4) masak dodol selama 4 jam,
Jenis pisang yang dapat digunakan dalam hingga adonan menjadi liat; (5) cetak dalam wadah
pembuatan cake, adalah: pisang raja talun; pisang dan biarkan hingga dingin; dan (6) potong-potong,
candi / tanduk; pisang kepok; dan pisang santan. bungkus dan sajikan (dodol dapat disimpan selama
2 minggu).
Sunandar, dkk, Aneka Olahan Pisang sebagai Upaya Meningkatkan Nilai... 11

Resep Pengolahan KERIPIK PISANG panasnya dapat diatur sesuai dengan ketebalan
plastik, hasil rekatan lebih rapi dan tidak mudah
Jenis pisang yang digunakan dalam
berlubang sehingga produk lebih tahan lama dalam
pembuatan keripik pisang sama dengan pisang
penyimpanan.
dalam pembuatan cake dan dodol, namun pisang
dalam pembuatan keripik pisang menggunakan
pisang yang sudah matangnamun belum diperam
(pisang mengkal) jadi teksturnya keras sehingga
mudah untuk di iris, dan jika digoreng keripik
tidak mudah gosong karena kandungan gula dalam
pisang masih rendah. Bahannya adalah: pisang 1
sisir; natrium bisulfit 1 gram (diencerkan dengan
air sebanyak 1 liter); dan garam secukupnya.
Macam-macam bumbu / rasa adalah gula; bawang;
kopi; keju; BBQ; dan jagung.
Cara membuatnya adalah: (1) kupas pisang,
iris-iris pisang dengan ketebalan 0,5 mm; (2) Gambar 1 Sealer
rendam irisan pisang ke dalam air yang telah di
campur Na Bisulfit selama 10 menit, supaya warna Bahan Kemasan Alumunium Foil
pisang tidak berubah (browning); (3) beri sedikit
garam supaya menjadi gurih; (4) goreng irisan Digunakan sebagai alat pengemas.
pisang dalam dalam minyak panas (usahakan Keunggulannya tidak mudah sobek, tidak
keripik terendam minyak) sehingga berwarna menyerap sinar matahari sehingga tidak mudah
kuning keemasan, dan keripik menjadi renyah; terkontaminasi dengan cahaya dan kedap udara
(5) tiriskan dan diinginkan; (6) beri bumbu sesuai sehingga keripik awet kerenyahannya dan tidak
dengan selera; (7) sajikan (masukkan dalam toples mudah tengik.
/ plastik supaya keripik tahan lama dan renyah);
dan (8) jika disimpan dalam wadah kedap udara,
maka keripik bisa tahan hingga 4 bulan.

Resep Pengolahan SIRUP PISANG


Jenis pisang yang digunakan adalah pisang
Ambon dan pisang Candi yang masak (siap
konsumsi). Karena pisang ambon dan pisang
candi memiliki kadar air yang cukup tinggi,
sehingga sangat cocok. Cara membuatnya adalah:
(1) siapkan toples ukuran besar, saringan kelapa,
kain putih untuk penyaring; (2) kupas pisang; (3)
iris pisang tipis; (4) susun di atas saringan kelapa, Gambar 2 Bahan Kemasan Alumunium Foil
laburi gula pasir; (5) susun lagi irisan pisang
taburi lagi dengan gulan pasir, dan seterusnya; dan Bahan Kemasan Plastik
(6) tutup dengan kain putih biarkan sari pisang Kadar ketebalan 0,09 mm, plastik lebih tebal
menetes kedalam toples hingga menjadi sirup. dan kaku. Keunggulannya tidak mudah sobek, isi
dalam kemasan dapat terlihat sehingga konsumen
Teknik dan Metode Pengemasan dapat mengetahui produk, kedap udara sehingga
Pengemasan dengan Sealer keripik awet kerenyahannya dan tidak mudah
tengik.
Sealer digunakan sebagai alat bantu
pengemasan. Keunggulan dari produk ini adalah
12 ABDIMAS PEDAGOGI, VOLUME 1 NOMOR 1, OKTOBER 2107: 8-15

Hasil dari kegiatan ini diperoleh kesepahaman


diantara tim pelaksana kegiatan, perangkat desa
dan mitra. Setelah diperoleh kesepahaman untuk
selanjutnya menyusun agenda kegiatan. Waktu
yang disepakati untuk pelaksanaan kegiatan dan
proses pendampingan bisa dilaksanak setiap hari
sabtu dan minggu. Waktu pelaksanaan dapat
dirubah apabali ada permintaan baik dari tim
pelaksana maupun dari mitra yang disebabkan
adanya kegiatan lain yang sangat penting dan tidak
mungkin ditinggalkan.

Pelatihan Aneka Olahan Pisang


Gambar 3 Bahan Kemasan Plastik
Kegiatan ini merupakan kegiatan utama dari
seluruh agenda proses pelatihan dan pendampingan
HASIL
aneka olahan pisang. Proses pelatihan dilaksanakan
Uji Coba Formula Pengolahan Pisang di suatu rumah yang disewa sebagai tempat
Kegiatan uji coba formula merupakan produksi aneka olahan pisang kelompok PKK
suatu tahapan pengujian terhadap formula yang Selo Kurung. Dalam proses kegiatan tersebut
akan dilatihkan kepada masyarakat. Kegiatan terjadi pembengkakan peserta yang awalnya terdiri
ini dilaksanakan di cafe warna yaitu sebuah dari satu kelompok mitra dengan jumlah anggota
laboratorium usaha Jurusan Teknologi Industri 10 orang, bertambah menjadi 22 orang. Dalam
Program Studi Tata Boga Universitas Negeri kegiatan tersebut tim pelaksana tidak bisa menolak
Malang. Proses uji coba ini dibantu oleh dua orang kehadiran ibu-ibu karena hal tersebut merupakan
mahasiswa program studi tata boga yaitu Sinta dan ekspresi dari antusiasme ibu-ibu yang sangat
Ayu. Kegiatan ini merupakan uji coba dari formula tinggi.
yang sudah diajukan dalam proposal. Proses awal kegiatan tersebut tim pelaksana
Hasil dari kegiatan ini adalah ditemukannya memberikan penjelasan tentang manfaat pengola-
beberapa langkah praktis dalam mengolah aneka han pisang, yang dilanjutkan dengan tahapan-taha-
macam makanan dari bahan baku pisang, yang pan pembuatan makanan dari bahan baku pisang.
diantaranya adalah pembuatan kripik pisang aneka Dalam proses praktek tersebut selalu diselingi
macam rasa, sirop pisang, dodol pisang, dan chake dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari
dari tepung pisang. Setelah dilakukan uji coba ibu-ibu peserta pelatihan. Setelah dipandang jelas
laboratorium selanjutnya disusun modul pelatihan, untuk selanjutnya ibu-ibu mempraktekkan sendiri
sebagai panduan dalam kegiatan pelatihan aneka proses pembuatan aneka macam makanan dari ba-
macam olahan pisang. Modul tersebut disusun han pisang secara bergantian. Jika memperhatikan
dengan bahasa yang praktis dengan tujuan antusiasme yang sangat tinggi, maka dapat dik-
mudah dipahami oleh ibu-ibu yang latar belakang etahui bahwa ke depan ibu-ibu dapat meneruskan
pendidikannya rata-rata SD dan SMP. kegiatan pengolahan anekan macam makanan ini
menjadi kerajinan rumahan (home industri).
Proses Pelaksanaan Sosialisasi Program Setelah dilaksanakan pelatihan pengolahan
aneka macam makanan dari bahan baku pisang
Kegiatan sosialisasi merupakan suatu tahapan untuk selanjutnya melatih ibu-ibu kelompok mitra
kegiatan yang bertujuan untuk menyampaikan proses pengemasan produk. Kegiatan pengemasan
maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan. Proses dilakukan dengan bahan kemasan plastik dan
sosialisasi yang dilaksanakan meliputi sosialisasi almunium voil dengan bantuan mesin pengepres.
terhadap perangkat desa dan sosialisasi terhadap Pengemasan dengan bahan plastic memiliki
kelompok PKK Selo Kurung sebagai mitra. keunggulan dimana makanan dapat dilihat dari luar
Sunandar, dkk, Aneka Olahan Pisang sebagai Upaya Meningkatkan Nilai... 13

sehingga lebih bisa menarik pembeli. Keunggulan utama, gagah, luhur, berani, teladan atau pejuang,
bahan kemasan almunium lebih kedap udara dan sedangkan kata “swasta” mempunyai arti berdiri di
terhindar dari bahan kimia yang merugikan. Atas atas kaki sendiri. Dengan kata lain wirausaha adalah
dasar hal tersebut dilakukan kombinasi kemasan keberanian untuk mengambil risiko, kreativitas dan
dengan dua bahan. Bahan plastik digunakan untuk keteladanan dalam menangani usaha yang dengan
makanan yang bentuk tampilannya menarik seperti berpijak pada kemaun dan kemampuan sendiri.
keripik, sedangkan dodol pisang dikemas dengan Kewirausahaan memperlihatkan satu kondisi
almunium voil, karena untuk menghindari kontak seseorang dengan sifat-sifat spesifiknya melakukan
kimiawi. sesuatu untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Sifat-sifat spesifik ini lebih dikenal dengan jiwa
Pendampiangan Pengembangan Usaha dan semangat kewirausahaan seperti, berani,
pantang menyerah, ulet, rajin, disiplin dan berbagai
Penanaman jiwa kewirausahaan merupakan
sikap mental yang memperlihatkan dorongan dari
proses pendampingan terhadap mitra, agar tetap
dalam untuk meraih sesuatu yang lebih baik atau
memiliki semangat dan jiwa kewirausahaan
lebih tinggi. Secara lebih definitif, kewirausahaan
yang tinggi. Seperti pada umumnya masyarakat
diartikan sebagai semangat sikap, perilaku dan
Indonesia biasanya menggebu-gebu pada saat
kemauan seseorang dalam menangani usaha atau
awal kegiatan namun untuk selanjutnya semangat
kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,
tersebut sering merosot. Mengantisipasi hal tersebut
menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi,
diagendakan suatu kegiatan pendampingan dengan
dan produk baru dengan meningkatkan efesiensi
misi utama memupuk dan meningkatkan semangat
dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih
kewirausahaan mitra.
baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih
Tahapan tersebut dilaksanakan dengan cara
besar (Depkop dan PPK, 1996).
menggandengkan mitra dengan pedagang dan
Buah pisang ternyata memiliki banyak
pengusaha oleh-oleh khas Kota Batu dan Kota
manfaat, secara khusus untuk kesehatan dari
Malang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
makanan berbahan dasar pisang diantaranya
memudahkan mitra dalam menyalurkan produk
mengurangi depresi karena pisang mengandung
hasil kerajinannya. Dalam proses pendampingan
tryptphan, sejenis protein yang diatur tubuh
ini telah bermitra dengan toko oleh-oleh.
menjadi serotonin, diketahui dapat membawa efek
relax, menambah suasana hati pada umumnya
PEMBAHASAN
menjadi lebih baik (Tristiyanto, 2009). Vitamin B6
Ruang lingkup penerapan kewirausahaan yang terkandung dapat mengontrol tingkat glukosa
yang tidak hanya pada dunia usaha saja memberi darah, sehingga dapat mempengaruhi kondisi tubuh
indikasi bahwa kewirausahaan memiliki nilai agar lebih baik. Mengatasi anemia Tingginya zat
umum atau universal (Prijambodo, 2000; Jurini, besi pada buah pisang dapat merangsang produksi
2003). Ditinjau dari pengertiannya, kewirausahaan hemoglobin (sel darah merah) dan membantu kasus
berasal dari kata wirausaha yang sepadan dengan penyakit anemia. Mengurangi tekanan darah, buah
kata wiraswasta. Dari sudut pandang bahasa, kata unik tropis ini mengandung zat potassium yang
wiraswasta berasal dari beberapa suku kata, yaitu cukup tinggi dan rendah garam, membuat tekanan
“wira” yang berarti berani, gagah, teladan; “swa” darah menjadi lebih baik. Sebuah perusahaan
berarti sendiri; dan “sta” berarti berdiri (Machfoedz Makanan dan Obat-obatan di Amerika Serikat
dan Machfoedz, 2005). Secara utuh lewiraswastaan mengklaim buah pisang dapat mengurangi risiko
mempunyai arti sifat-sifat keberanian, kemampuan dari tekanan darah tinggi dan penyakit stroke.
dan keteladanan dalam mengambil risiko, yang Menghindarkan dari penyakit pencernaan, pisang
bersumber pada kemampuan sendiri. Pendapat digunakan sebagai makan diet dalam mencegah
senada diungkapkan oleh Wiyono (2001) bahwa gangguan pencernaan, hal ini dikarenakan lembut/
kata wirausaha merupakan padanan dari istilah halusnya susunan/tekstur dari buah pisang tersebut.
“wiraswasta”, yang terdiri dari dua kata yaitu Hanya buah inilah yang dapat secara langsung
“wira” dan “swasta”. Kata “wira” mempunyai arti dimakan tanpa harus mengolahnya terlebih dahulu
dan juga menetralisir kelebihan zat asam.
14 ABDIMAS PEDAGOGI, VOLUME 1 NOMOR 1, OKTOBER 2107: 8-15

Selain memperhatikan proses pembuatan dan diantaranya adalah pembuatan kripik pisang aneka
pengemasan makanan, juga memperhatikan proses macam rasa, sirup pisang, dodol pisang dan chake
pemasaran produk. Secara teoritis tahapan tersebut dari tepung pisang. Hal ini dapat meningkatkan
dinamakan segmentasi pasar. Segmentasi pasar nilai jual pisang sebagai komoditas utama
adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat masyarakat Kaum Rejo. Kegiatan ini merupakan
heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan kegiatan utama dari seuruh agenda proses pelatihan
pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. dan pendampingan aneka olahan pisang. Proses
Dengan kata lain, segmentasi pasar adalah kegiatan awal kegiatan adalah tim pelaksana memberikan
membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang penjelasan tentang manfaat pengolahan pisang,
terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik, atau yang dilanjutkan dengan tahapan-tahapan
tingkah laku berbeda yang mungkin membutuhkan pembuatan makanan dari bahan baku pisang.
produk atau bauran pemasaran terpisah. Tidak Setelah dipandang jelas untuk selanjutnya ibu-
ada cara tunggal untuk membuat segmen pasar. ibu mempraktekkan sendiri proses pembuatan
Pemasar harus mencoba variabel segmentasi yang aneka macam makanan dari bahan pisang secara
berbeda, secara sendiri atau kombinasi untuk bergantian.
mencari cara terbaik untuk memetakan struktur Setelah dilaksanakan pelatihan pengolahan
pasar. Terdapat beberapa variabel utama yang aneka macam makanan dari bahan baku pisang
sering digunakan untuk menentukan segmentasi untuk selanjutnya dilatih proses pengemasan
pasar, yakni variabel geografik, domografik, produk kepada ibu-ibu kelompok mitra. Kegiatan
psikografik, dan tingkah laku tertentu. pengemasan dilakukan dengan bahan kemasan
Setelah mengikuti proses pelatihan dan plastik dan mesin pengepres. Terdapat perubahan
pendampingan masyarakat yang tergabung dalam bahan pengemas yang tadinya almunium voil
mitra memiliki cara pandang yang berbeda dari diganti dengan plastik dengan pertimbangan
masyarakat pada umumnya. Mereka menjadi makanan yang dikemas dengan plastik akan lebih
berpikiran wirausaha, segala potensi yang dimiliki menarik karena konsumen dapat melihat langsung
dikembangkan untuk kegiatan usaha. Berpandangan bentuk makanan yang disajikan. Penanaman jiwa
untuk menghasilkan produk makanan terbaik, kewirausahaan merupakan proses pendampingan
mulai dari rasa, kebersihan dan proses pengemasan terhadap mitra, agar tetap memiliki semangat
yang menarik. Sejauh ini hasil yang sudah dicapai dan jiwa kewirausahaan yang tinggi. Setelah
dari kegiatan pelatihan dan pendampingan proses pembimbingan para peserta nampak lebih
adalah munculnya kesadaran masyarakat untuk memahami bagaimana pengembangan usaha dan
mengembangkan kewirausahaan yang berbasis proses manajemen usaha. Kelemahan yang terlihat
pada potensi lokal, tumbuhnya rasa kebersamaan adalah adanya ketakutan mengalami kerugian
untuk berusaha dalam upaya meningkatkan taraf pada saat barang yang diproduksi tidak diminati
ekonomi masyarakat. Sementara itu beberapa hal pembeli.
yang belum tercapai adalah proses pengembangan
pasar dan pengembangan produk. Kendala Saran
yang dihadapi diantaranya jalur distribusi yang
Atas dasar kesimpulan yang telah
membutuhkan personel khusus, ibu-ibu yang
dikemukakan di atas, maka dapat direkomendasikan
mayoritas punya tanggungan keluarga tidak bisa
kepada Kepala Desa Kaum Rejo, hendaknya
memasarkan hasil produknya secara langsung
lebih memfokuskan terhadap pengembangan
(Muhandri, 2005).
potensi di daerahnya sehingga akan dapat
meningkatkan perekonomian warga Desa Kaum
SIMPULAN DAN SARAN Rejo pada umumnya dan Dusun Selokurung pada
Simpulan khususnya. Di samping itu kepala desa hendaknya
memberikan kesempatan dan kemudahan kepada
Hasil dari kegiatan ini adalah ditemukannya
warga masyarakat guna mengembangkan potensi
beberapa langkah praktis dalam mengolah aneka
dan kreatifitas, serta memberi dorongan spirit
macam makanan dari bahan baku pisang, yang
maju berprestasi dan berkembang sehingga terjadi
Sunandar, dkk, Aneka Olahan Pisang sebagai Upaya Meningkatkan Nilai... 15

peningkatan perekonomian warga masyarakat Machfoedz, M., dan Machfoedz, M. 2005.


secara optimal. Kewirausahaan, Metode, Manajemen, dan
Kepada Pemerintah Kabupaten Malang, Implementasi. Yogyakarta: BPFE.
hendaknya memanfaatkan hasil kegiatan ini Muhandri, T. 2005. Strategi Penciptaan Wirausaha
sebagai bahan pertimbangan dalam rangka (Pengusaha) Kecil Menengah yang Tangguh,
menyelenggarakan berbagai macam program (Online), (http://tumoutou.net/702_05123/
kegiatan pembinaan, pelatihan, serta pengembangan tjahja_m.html), diakses 10 Mei 2016.
kreativitas warga masyarakat Kabupaten Malang. Prijambodo. 2000. Kewirausahaan, Teori dan
Dan hendaknya pula memberikan kemudahan Penerapannya dalam Dunia Usaha dan
bagi warga masyarakat dalam ijin mendirikan Organisasi Pemerintah. Jakarta: STIA-LAN
usaha baru, dan bila perlu memberikan pinjaman Press.
modal usaha. Kepada Universitas Negeri Malang, Tristiyanto, E. 2009. Pisang Sikaya Mineral,
hasil kegiatan ini dapat dijadikan referensi bagi (Online), (http://eritristiyanto.wordpress.
Universitas Negeri Malang dalam hal ini Lembaga com/2010/03/28/pisang-si-kaya-mineral/),
Pengabdian Kepada Masyarakat dalam rangka diakses 28 Maret 2016.
mengambil kebijakan terkait kemitraan dengan Wiyono, B. B. 2001. Manajemen Kewirausahaan
masyarakat. dalam Pendidikan. Jurnal Manajemen
Pendidikan, 14(2), 143-153.
DAFTAR RUJUKAN
Depkop dan PPK. 1995. Manajemen Usaha Kecil.
Jakarta: Depkop dan PPK dan Lembaga
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
Depkop dan PPK. 1996. Petunjuk Teknis
Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan
Membudayakan Kewirausahaan. Jakarta:
Balitbang Depkop dan PPK.
Jurini, K. P. W. 2003. Menetapkan Segmentasi
Pasar. Jakarta: Direktorat Pendidikan
Menengah Kejuruan Dirjen Dikdasmen
Depdiknas.

Beri Nilai