Anda di halaman 1dari 35

Kumpulan Soal-Soal Matematika Diskrit

1. Misalkan R adalah relasi pada himpunan URL (alamat Web) sedemikian sehingga xRy
jika dan hanya jika halaman Web pada x sama dengan halaman Web pada y.
Tunjukkan bahwa R adalah relasi kesetaraan
Jawaban :
syarat relasi kesetaraan: refleksif, setangkup, dan menghantar
R jelas refleksif sebab setiap halaman Web sama dengan halaman dirinya sendiri, jadi
(x, x)  R
R setangkup sebab jika halaman Web pada x sama dengan halaman Web pada y,
maka halaman Web pada y juga sama dengan halaman Web pada x, jadi (x,y)  R dan
(y, x)  R
R menghantar sebab jika halaman Web pada x sama dengan halaman Web pada y dan
halaman Web pada y sama dengan halaman Web pada z, maka halaman Web pada x
juga sama dengan halaman Web pada z.

2. Terdapat fungsi rekursif M(n) dengan definisi sebagai berikut


 n  10 , n  100
M ( n)  
M ( M (n  11)) , n  100

M (88)
Tentukan nilai: (a) M(99) dan (b) M (83)

Jawaban:
a. M(99) = M(M(110)) = M(100) = M(M(111)) = M(101) = 91
b. M(88) = M(M(99)) = M(91) = M(M(102)) = M(92) = M(M(103)) = M(93) = …..
= M(99) = 91
M(83) = M(M(94)) = M(M(M(105))) = M(M(95)) = M(M(106)) = M(M(96)) = ...
= M(M(99))= 91

=1

3. Didefinisikan relasi R pada N dengan (x, y) R jika dan hanya jika x – y adalah
kelipatan 2 atau kelipatan 3. Disertakan alasan tentukan apakah: R Refleksif,
Simetrik, Transitif, atau Tolak Setangkup?

Jawaban :
a. Tidak refleksif, Karena selisih bilangan yang sama selalu 0, dan 0 bukan
merupakan kelipatan 2 atau 3
b. Simetrik, karena a- b kelipatan 2 atau 3 maka b-a juga kelipatan 2 atau 3
c. Tidak transitif, Contoh: Bila a=8, b=4, dan c= 1 maka a-b akan menghasilkan
nilai 4 (benar kelipatan 2) dan b-c akan menghasilkan nilai 3 (benar kelipatan 3).

1
Namun a-c menghasilkan nilai 7 (bukan kelipatan 2 maupun 3), hal ini tidak
transitif
d. Tidak tolak setangkup, karena 4,2 dan 2,4 diterima tetapi 4 tidak sama dengan 2

4. Fungsi Chebysev adalah fungsi rekursif dengan dua peubah biangan bulat yang
didefinisikan sbb:
(i) Jika n = 0, maka T(n, x) = 1
(ii) Jika n = 1, maka T(n, x) = x
(iii) Jika n > 1, maka T(n, x) = 2xT(n – 1, x) – T(n – 2, x)
Tentukan nilai dari T(4,3)!

Jawaban:

T(0,3) = 1 T(1,3) = 3
T(2,3) = 2.3.T(1,3) – T(0,3) = 17
T(3,3) = 2.3.T(2,3) – T(1,3) = 99
T(4,3) = 2.3.T(3,3) – T(2,3) = 577

5. Misalkan R adalah relasi yang didefinisikan pada himpunan bilangan bulat, yaitu
R: x  y
(a) Apakah R refleksif (ya/tidak)? Alasan?
(b) Apakah R menghantar (ya/tidak)? Alasan?
(c) Apakah R setangkup (ya/tidak)? Alasan?
(d) Apakah R tolak-setangkup (ya/tidak)? Alasan?.

Jawaban :
a. Ya, karena untuk setiap x anggota bilangan bulat |x| ≤ |x| yang berarti (x, x)
anggota R.
b. Ya, karena untuk setiap x, y, z anggota himpunan bilangan bulat jika |x| ≤ |y| dan |
y| ≤ |z| maka |x| ≤ |z|.
c. Tidak. Ambil x = 3 dan y = 4. (3, 4) anggota R karena |3| ≤ |4| tetapi (4, 3) bukan
anggota R karena tidak benar bahwa |4| ≤ |3|.
d. Tidak. Ambil x = 3 dan y = -3. Diketahui bahwa (3, -3) dan (-3, 3) keduanya
anggota R namun 3  -3. Hal ini berarti relasi tersebut tidak tolak-setangkup.

6. Misalkan m adalah suatu bilangan bulat positif dengan m >1. Perlihatkan bahwa relasi
R, yang dalam hal ini R = {(a,b) | a ≡ b (mod m)} adalah relasi kesetaraan
(equivalence) pada himpunan bilangan bulat.

Jawaban:
R disebut relasi kesetaraan jika R refleksif, simetri, transitif.
Definisi: a ≡ b (mod m) jika dan hanya jika a – b habis dibagi m.
a. R refleksif karena a – a = 0 dan 0 habis dibagi m. Jadi a ≡ a (mod m) € R

2
b. R simetri karena jika a ≡ b (mod m) € R artinya a – b habis dibagi m, artinya:
a – b = km
–(a – b) = – km
b – a = –km
b – a habis dibagi m
Dari sini diperoleh b ≡ a (mod m) . Jadi jika a ≡ b (mod m) € R maka b ≡ a (mod
m) € R.
c. R transitif karena jika a ≡ b (mod m) € R dan b ≡ c (mod m) € R artinya
a – b dan b – c habis dibagi m
a – b = km dan
b – c = lm
Dijumlahkan a – b dan b – c diperoleh a – c = km + lm = (k + l)m
Dari sini diperoleh a ≡ c (mod m). Jadi jika a ≡ b (mod m) € R dan b ≡ c (mod m)
€ R maka a ≡ c (mod m) € R.
R refleksif, simetri, transitif. Jadi R relasi ekuivalen pada himpunan bilangan
bulat.

10. Diketahui fungsi f(x) = x2 + 1 dan g(x) = x + 2 adalah fungsi dari R → R.


a. Tentukan fungsi komposisi f o g dari R→ R.
b. Periksa apakah fungsi f o g merupakan fungsi injektif (satu-ke-satu), surjektif
(pada), bijektif (koresponden satu-ke-satu).
Jawaban:
a. Fungsi komposisi f o g = f(g(x))= (x + 2)2 +1 = x2 + 2x + 4 + 1 = x2 +4x+5
b. f o g bukan fungsi injektif karena ambil x = -3, f o g = (-3)2 +4(-3) + 5= 2 dan x
= -1, maka
f o g = (-1)2 + 4(-1) + 5 = 2. Jadi terdapat f o g(x1) = f o g(x2) untuk beberapa x1 ≠
x2.

f o g bukan fungsi surjektif karena daerah nilai fungsi x2 +4x+5 = (x + 2)2 +1 =


positif + positif = positif. R terdiri dari nilai-nilai negatif, nol, positif. Nilai-nilai
negatif dan nol tidak termasuk dalam daerah nilai fungsi. (atau dapat juga dilihat
dari diskriminan x2 +4x+5 yang bernilai D = 42 + 4(1)(5) = 36 > 0, yang berarti
fungsi f o g = x2 +4x+5 seluruhnay berada di atas sumbu-x (tidak berpotongan
dengan sumbu-x), dengan kata lain seluruh nilai fungsi adalah positif)

f o g bukan fungsi bijektif karena f o g bukan fungsi surjektif maupun injektif

11. Diketahui relasi S yang didefinisikan pada himpunan A = {a, b, c, d}. Relasi
direpresentasikan dalam graf berarah berikut ini:
a b

d c

3
a. Relasi S di atas tidak bersifat menghantar. Tambahkan busur tambahan yang
dimaksud sehingga S bersifat menghantar.

b. Jika didefinisikan bahwa Sn = S o S o … o S (sebanyak n kali), tentukan graf


berarah yang merepresentasikan S2 (graf berarah S yang digunakan adalah graf
pada gambar soal)
Jawaban :
a.

b. S2 = S o S

0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0
     
1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1
Ms  Ms =  1 = 1
0 1 0 1 0 1 0 0 1 1
     
1 0 1 0  1 0 1 0  1 0 1 1 
  

Berikut adalah gambar grap berarah yang merepresentasikan S2:

12. Diketahui relasi S yang didefinisikan pada himpunan A = {a, b, c, d}. Relasi
direpresentasikan dalam graf berarah berikut ini:
a b

d c

a. Jelaskan alasan mengapa relasi S di atas tidak bersifat menghantar.

4
b. Jika didefinisikan bahwa Sn = S o S o … o S (sebanyak n kali), tentukan matriks
yang merepresentasikan S2.
Jawaban :
a. karena terdapat busur dari b ke a dan dari a ke d, tetapi tidak ada busur dari b ke
d;
begitu pula terdapat busur dari a ke d dan dari d ke a, tetapi tidak ada busur dari
a ke a;
begitu pula terdapat busur dari d ke a dan dari a ke d, tetapi tidak ada busur dari
d ke d

0 0 1 1
 
1 1 1 0
b. MS = 
1 0 1 0
 
1 0 1 0 

0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0
     
1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1
Ms  Ms =  1 =
0 1 0 1 0 1 0  1 0 1 1
     
1 0 1 0  1 0 1 0  1 0 1 1 
  

13. Misalkan R adalah relasi yang didefinisikan pada himpunan bilangan bulat (integer),
yang dalam hal ini (x, y)  R jika x adalah kelipatan dari y. Tentukan apakah R
refleksif, setangkup, dan/atau menghantar dengan menyebutkan masing-masing
alasannya:
(i) refleksif (ya/tidak), alasan?
(ii) setangkup (ya/tidak), alasan?
(iii) menghantar (ya/tidak), alasan?
Jawaban:
Berdasarkan pernyataan “(x, y)  R jika x adalah kelipatan dari y” kita dapat
menuliskannya sebagai x = ky, k = 0, 1, 2, … Jadi (x, y) = (ky, y)  R.
a. R jelas refleksif sebab untuk k = 1, (y, y)  R. Misalnya, (4, 4), (5, 5), dst adalah
 R.
b. R tidak setangkup sebab x  y sehingga tidak mungkin y adalah kelipatan dari x
keculai jika x = y
c. R menghantar sebab jika x = ky dan y = mz, maka di sini x = kmz, sehingga x juga
kelipatan z. Contohnya, jika (8, 4)  R dan (4, 2)  R, maka (8, 2)  R

14. Diketahui dua buah relasi, R dan S, yang masing-masing didefinisikan pada himpunan
A = {a, b, c, d}. Masing-masing relasi direpresentasikan dalam graf berarah berikut
ini:

5
a b a b

d c d c
R S

(a) Tentukan apakah R dan S refleksif, setangkup, dan/atau menghantar. Jelaskan


alasannya.
(b) Tentukan graf berarah yang menyatakan R  S.

Jawaban:
a. - R tidak refleksif sebab pada simpul a, c, dan d tidak ada sisi loop
- R tidak setangkup sebab dari simpul a ke d ada sisi berarah, sedangkan dari d ke a
tidak ada. Begitu juga dari d ke c, dari c ke b, dan dari a ke b.
- R tidak menghantar sebab ada sisi dari b ke d dan sisi dari d ke c tetapi tidak ada
sisi dari b ke c

- S tidak refleksif sebab pada simpul a dan d tidak ada sisi loop
- S tidak setangkup sebab dari simpul b ke a ada sisi berarah, sedangkan dari a ke b
tidak ada. Begitu juga dari b ke c dan dari d ke c.
- S tidak menghantar sebab ada sisi dari c ke a dan sisi dari a ke d tetapi tidak ada
sisi dari c ke d

b. R = {(a,b), (a,d), (b,b), (b,d), (c,b), (c,a), (d,b), (d,c)}


S = {(a,d), (a,c), (b,a), (b,b), (b,c), (c,a),(c,c), (d,a), (d,c)}
R  S = {(a,b), (a,c), (b,a), (b,c), (b,d), (c,b), (c,c), (d,a), (d,b) }

Graf berarah yang merepresentasikan R  S:

a b

d c

15. Misalkan A  = m dan B = n. Berapa banyak fungsi yang dapat dibuat dari
himpunan A ke himpunan B? (Petunjuk: jawab soal ini dengan pendekatan
kombinatorial)

Jawaban:
Dari definisi fungsi, setiap elemen pada himpunan A harus mempunyai pemetaan ke
satu dan hanya satu elemen di himpunan B. Elemen pertama di A mempunyai n

6
kemungkinan peta di B, elemen kedua di A mempunyai n kemungkinan peta di B.
Begitu seterusnya sehingga jumlah fungsi yang dapat dibuat dari A ke B (dengan
menerapkan kaidah perkalian) adalah:

nnn…n (sebanyak m kali) atau nm buah.

16. Misalkan f adalah fungsi dari X = {0, 1, 2, 3, 4} ke X yang didefinisikan oleh f(x) = 4x
mod 5. Tuliskan f sebagai himpunan pasangan terurut. Apakah f fungsi satu-ke-satu
(one-to-one) atau dipetakan pada (onto)?

Jawaban:
x=0 f(0) = 4(0) mod 5 = 0
x=1 f(1) = 4(1) mod 5 = 4
x=2 f(0) = 4(2) mod 5 = 3
x=3 f(0) = 4(3) mod 5 = 2
x=4 f(0) = 4(4) mod 5 = 1

Jadi, f = {(0,0), (1,4), (2,3), (3,2), (4,1) }

Jelas fungsi f adalah fungsi satu-ke-satu karena tidak ada dua elemen di X yang
mempunyai peta yang sama di himpunan hasil. Fungsi f juga fungsi dipetakan pada
(onto) karena setiap elemen di X adalah peta dari himpunan daerah asal (yaitu X
juga). Dengan kata lain, f adalah fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu (bijective).

17. Misalkan R menyatakan relasi “2x/y adalah anggota bilangan bulat” dengan x dan y
anggota bilangan riil selain nol. Tentukan apakah relasi R:
a. Refleksif
b. Tolak-setangkup
c. Menghantar
Jawaban:
a. Untuk setiap x=y=a berlaku 2x/y = 2a/a = 2  bilangan bulat
R refleksif karena (a,a)  R
b. Ambil x=a dan y=2a, kita dapatkan 2x/y = 2a/2a = 1  bilangan bulat
Ambil x=2a dan y=a, kita dapatkan 2x/y = 4a/a = 4  bilangan bulat

R tidak tolak-setangkup karena terdapat bilangan x dan y dengan x≠y tetapi


(x,y)  R dan (y,x)  R
c. Pilih suatu x, y, z dengan ketentuan, 2x/y dan 2y/z adalah bilangan bulat ganjil.
Sehingga kita miliki (x,y)  R dan (y,z)  R
Selanjutnya kita periksa (x,z):

7
2x/z = 2x/y . y/z = ½ (2x/y).(2y/z) = ½ (suatu bil. ganjil).(suatu bil. ganjil) 
bukan bilangan bulat

R tidak menghantar karena terdapat suatu x, y, dan z sehingga (x,y)  R dan


(y,z)  R tetapi (x,z)R

18. Didefinisikan relasi R pada N dengan (x, y) R jika dan hanya jika x – y adalah
kelipatan 5. Jelaskan apakah relasi tersebut merupakan relasi kesetaraan.
Jawaban:
Suatu relasi merupakan relasi kesetaraan jika ia refleksif, setangkup dan menghantar.
a. Relasi tersebut jelas merupakan relasi refleksif, karena untuk setiap a pada N
maka 5|a-a atau 5|0. Sehingga untuk setiap a berlaku (a,a)  R.
b. Relasi tersebut merupakan relasi setangkup, karena jika (a,b)  R maka (b,a)  R
juga. Hal ini dapat diketahui dari, misalkan 5|(a-b), maka kita juga dapat
menyimpulkan bahwa 5|-(a-b) atau dalam kata lain 5|(b-a).
c. Relasi tersebut merupakan relasi menghantar, karena jika (a,b)  R dan (b,c)  R
maka (a,c)  R. Hal ini dapat diketahui dari :
Misalkan a-b=5m, dan b-c = 5n, dengan m,n  N, maka dengan mengurangi
kedua persamaan tersebut diperoleh a-c=5m-5n a-c = 5(m-n) atau dalam kata
lain 5|a-c. Sehingga (a,c) juga terdapat pada relasi R

karena relasi tersebut memenuhi ketiga syarat diatas, maka relasi tersebut
merupakan relasi kesetaraan.
19. Diketahui sebuah fungsi f : NN yang memiliki sifat f(a + b) = bf(a) + af(b) + ab.
Jika diketahui bahwa f(1) =1, tentukan f(11).

Jawaban:

Jadi,

20., Misalkan R adalah relasi {(1,2), (1,3), (2,3), (2,4), (3,1)} dan S adalah relasi {(2,1),
(3,1), (3,2), (4,2), (4,2)}. Tentukan SoR dan RoS.
1. SoR

8
SoR = {(1,1), (1,2), ), (2,1), (2,2)}

2. RoS

RoS = {(2,2), (2,3), (3,2), (3,3), (3,4), (4,3), (4,4)}

21. Misalkan A dan B himpunan, A  = m, B = n, dan m  n. Berapa banyak fungsi


satu-ke-satu (one-to-one) yang dapat dibuat dari himpunan A ke himpunan B?
(Petunjuk: jawab soal ini dengan pendekatan kombinatorial)

Jawaban:
Pada fungsi satu-ke-satu, setiap elemen di himpunan A hanya dipetakan ke satu
elemen di B dan tidak ada dua elemen himpunan A yang memiliki bayangan sama di
B.
Misalkan elemen-elemen himpunan A adalah a1, a2, …, am. Untuk a1 ada n pilihan
bayangan di B, untuk a2 ada n-1 pilihan bayangan di B (karena bayangan untuk a1
tidak dapat digunakan lagi) , …, untuk ak ada n - k + 1 pilihan bayangan di B, …,
untuk am ada n – m + 1 pilihan bayangan. Dengan kaidah perkalian, maka akan
terdapat sebanyak n(n – 1)(n – 2) … (n – m + 1) fungsi satu-ke-satu dari himpunan A
ke himpunan B.

22. Diketahui relasi S yang didefinisikan pada himpunan A = {a, b, c, d}. Relasi
direpesentasikan dalam graf berarah berikut ini:

9
a b

d c

a. Jelaskan alasan mengapa relasi S tidak bersifat menghantar. Tambahkan busur


tambahan yang dimaksud sehingga S bersifat menghantar.
b. Jika didefinisikan bahwa Sn = S o S o … o S (sebanyak n kali), tentukan matriks
dan graf berarah yang merepresentasikan S2 (graf berarah S yang digunakan
adalah graf pada gambar soal)
Jawaban:
a. Relasi S tidak menghantar karena terdapat busur (b,a) dan busur (a,d) tetapi
tidak terdapat busur (b,d). Begitu juga terdapat busur (c,a) dan busur (a,d) tetapi
tidak terdapat busur (c,d), terdapat busur (a,d) dan (d,a) tetapi tidak ada busur
kalang (a,a), terdapat busus (d,c) dan (c,d) tetapi tidak terdapat busur (d,d). Bila
busur-busur yang tidak ada tersebut ditambahkan, maka relasinya menjadi
gambar graf berarah berikut:
a b

d c

b. S2 = S o S

0 0 1 1  0 0 1 1 1 0 1 0
1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1
MS o S = MS . MS =  . 
1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1
    
1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1

a b

d c
23. Alif hendak membagikan 12 buah permen oleh-oleh dari Korea kepada kelima adiknya.
Jika setiap adik harus diberikan paling sedikit satu buah permen, ada berapa banyak cara
Alif untuk membagikan semua permennya?

Jawaban:

10
Permasalahan dapat dimodelkan sebagai mencari banyak penyelesaian dari
persamaan x1  x 2  x3  x 4  x5  12 dengan setiap x i merupakan bilangan asli.

Cara 1
Pencarian banyak solusi persamaan tersebut dapat diilustrasikan dengan mencari
banyak cara meletakkan 4 sekat (karena ada 4 tanda tambah) pada barisan 12 bintang
(dengan demikian akan ada 11 ruang yang dapat diisi sekat). Karena urutan
pemenpatan keempat sekat tidak diperhatikan, maka banyak cara menempatkan
keempat sekat adalah    411
11
4
!
!7!
 330 .

Untuk setiap bintang yang dibatasi sekat, menunjukkan nilai dari setiap x i .

Cara 2
Ubah setiap x i menjadi y i  xi  1 supaya solusi persamaan dapat berupa 0.
Persamaan baru menjadi y1  y 2  y3  y 4  y 5  7 untuk bilangan bulat nonnegatif y i
. Banyak kemungkinan solusinya ada  7  5 1
7      711
11
7
!
!4!
 330 .

24. Dalam suatu perusahaan,terdapat pekerja dengan inisial nama A,B,C,D.Perusahaan


tersebut akan membuat jadwal A,B,C dan D akan bekerja secara bergilir. Tentukan
banyak urutan bekerja yang dapat disusun dengan C selalu pada giliran pertama!

Jawaban:
Jika posisi /tempat pertama dapat diisi dengan r1 cara yang berbeda, tempat kedua
dengan r2 cara, dan seterusnya, sehingga langkah ke n ada r n cara, maka banyaknya
cara untuk mengisi n tempat yang tersedia adalah :
r1 x r2 x … x rn
Terdapat 4 urutan dimana urutan pertama selalu diisi oleh C
1. X. X. X.
dimana:
1 = posisi C
X pertama = 3 –> posisi selain C
X kedua = 3-1 = 2 –> posisi tersisa
X ketiga = 2 – 1 = 1 –> posisi tersisa terakhir
sehingga banyaknya urutan bekerja = 1 x 3 x 2 x 1 = 6

25. Di suatu laboratorium terdapat 4 berjana erlenmeyer untuk suatu percobaan.


a) Berapa kemungkinan cara mencampur 20 zat kimia jika 1 zat harus habis pada 1
erlenmeyer? Hitung jawaban anda! (asumsi bahwa kapasitas sebuah erlenmeyer dapat
menampung total 20 zat)
b) Jika awalnya 4 erlenmeyer sudah diisi masing-masing 2 zat, berapa kemungkinan cara
mencampur zat kimia?

11
Jawaban:
a. C(4+20-1,20) = 23!/(20!3!) =1771
b. C(4+12-1,12) = 15!/(12!3!)=455

26. Gambarkan contoh graf tak terhubung G yang memiliki 6 simpul dan 10 sisi.

Jawaban:
Berikut adalah G dengan 6 simpul dan 10 sisi. Terlihat bahwa 10 sisi yang dimilikinya
membentuk graf lengkap dengan 5 simpul:

27. Diketahui graf sebagai berikut, buktikan dengan teorema Kuratowski bahwa graf di atas
tidaklah planar

Jawaban:
Pertama-tama, hilangkan garis antara E dan F sehingga upagrafnya :

Lalu, hilangkan garis antara E dan C, sehingga upagrafnya :

12
Lalu, Hilangkan secara homeomorfik titik E

Rapikan graf, maka akan didapatkan :

Yang merupakan graf Kuratowski ke dua (K 3,3), karena graf tersebut mengandung
upagraf yang merupakan graf Kuratowski, maka menurut teorema Kuratowski graf di
atas terbukti tidak planar.

28. Apakah pasangan graf berikut merupakan isomorfik? Jika iya, tentukan pasangan dari tiap
titik yang sesuai.
a. b.

13
Jawaban:
a. Isomorfik,titik yang bersesuaian:
(a,1),(b,2),(c,3),(d,4),(e,5),(f,6),(g,7)
b. Bukan isomorfik

29. Apakah graf di bawah ini (direpresntasikan dengan matriks ketetanggaan):


a) Graf Euler?
b) Punya lintasan Euler?
c) Graf Hamilton?
0 1 1 0 0 1
 
1 0 1 0 1 1
1 1 0 1 1 0
 
0 0 1 0 1 1
0 1 1 1 0 1 

1 1 0 1 1 0 

Jelaskan alasan Anda! Jelaskan pula sifat dari lintasan atau sirkuit Euler dan Hamilton
untuk setiap jawaban anda!

Jawaban:
a. Bukan graf euler karena suatu graf adalah graf euler jika dan hanya jika setiap simpul
dalam graf berderajat genap, dapat dilihat ada 2 simpul yang berderajat ganjil (derajat 3)
b. Ya, karena terdapat 2 simpul berderajat ganjil.
c. Ya, karena derajat setiap simpul lebih besar atau sama dengan n/2 atau lebih besar sama
dengan dari 6/2 = 3

30. Berapa banyak cara yang dapat dilakukan untuk memilih 3 anggota sebuah UKM
dari 9 orang?

14
31. Proses pembuatan pohon Huffman dalam proses kompresi kalimat “Rahma dan Rara ada di
rumah ini” mengikuti aturan: simbol dengan peluang lebih kecil sebagai anak kiri (berlabel 0)
dan simbol dengan peluang lebih besar menjadi anak kanan berlabel 1. Tuliskan kode
Huffman untuk setiap huruf yang merepresentasikan kalimat diatas. (spasi diabaikan).
(20)
Jawaban:
Tabel frekuensi kemunculan tiap huruf tertera sebagai berikut:
Huruf Frekuensi
R 4/25
A 8/25
H 2/25
M 2/25
D 3/25
N 2/25
I 3/25
U 1/25

Pohon Huffman yang terbentuk diperlihatkan sebagai berikut:

MNDIUHRA

1
0

MNDI UHRA
0 1 1
0

MN DI UHR A
0 1
1 0 0
1
M D I R
N UH

0 1

U H

15
Dari konstruksi pohon diatas didapat hasil pengkodean tiap huruf sebagai berikut:

Huruf Frekuensi
R 101
A 11
H 1001
M 000
D 010
N 001
I 011
U 1000

32. Diberikan 4 buah koin yang identik antara satu dengan yang lainnya, namun ternyata satu di
antaranya adalah koin yang palsu. Koin yang palsu memiliki berat yang berbeda dengan koin
yang asli, namun tidak diketahui apakah koin palsu tersebut lebih berat / lebih ringan
daripada yang asli. Untuk menentukan mana yang palsu, diberikan sebuah timbangan, namun
hanya dapat digunakan sebanyak 3 kali penimbangan. Dengan menggunakan decision tree,
tentukan semua kemungkinan koin yang palsu berdasarkan penimbangan, dan apakah koin
palsu tersebut lebih berat / lebih ringan dari yang asli.
(20)
Jawaban:
Semua kemungkinan yang ada, dapat direpresentasikan menggunakan pohon keputusan di
bawah ini :

Dengan L artinya lighter (koin palsunya lebih ringan), dan H adalah heavier (koin
palsunya lebih berat). X menyatakan kondisi yang tidak mungkin terjadi.

33. Buat pohon pencarian biner (BST) sesuai urutan kamus untuk string berikut !
“integer”, “char”, “string”, “boolean”, “point”, “matrix”, “array”, “short”, “long”, “byte”,
“signed”, “unsigned”, “stack”
(15)
Jawaban:

16
34. Apakah T(n) = 2n.log(n2+1)+n2 log n merupakan O(n2 log n) ? Buktikan jawaban Anda!
(10)
Jawaban:
Misalkan, f(n) = 2n, g(n) = log(n2+1), h(n) = n2, i(n)=log n
f(n) = n + 5, maka f(n) = O(n)
Untuk g(n) = log(n2+1),
log(n2+1) <= log(2n2) = log 2 + log n2 = log 2 + 2 log n <= log n
maka g(n) = O(log n)
Untuk h(n) = n2 ,h(n) = O(n2)
Untuk i(n) = log n,h(n) = O(log n)

Notasi Big-O untuk T(n) = f(n)g(n) + h(n)i(n) = max(nlog n, n2log n) = O(n2 log
n)

35. Tentukan notasi O, Ω, dan untuk :


a. T(n) = 7n2 + 7n log n
b. T(n) = 2T(n – 1) + C, dengan C adalah konstanta dan T(n) bernilai 1 untuk n = 0.
(15)
Jawaban:
a. Karena 7n log n < 7n2, maka 7n2 + 7n log n < 14 n 2, dengan mengambil C = 14,
didapat :
7n2 + 7n log n = O(n2)
Karena 7n2 + 7n log n >7n2, untuk C = 7, didapat :
7n2 + 7n log n = Ω (n2)
Karena 7n2 + 7n log n = O(n2) dan 7n2 + 7n log n = Ω(n2), maka 7n2 + 7n log n
=Ө(n2)
b. T(n) = 2T(n-1) + C dengan C konstanta.
= 2*2T(n-2) + 2C=4*2T(n-3)+3C = 2n*T(0) + (n-1)C = O(2n) + O(n) = O(2n)

17
36. Berapa kali operasi perbandingan dan berapa kali operasi pertukaran dilakukan untuk
algoritma BubbleSort di bawah ini untuk kasus terburuk? Selanjutnya, nyatakan hasilnya
dalam notasi Big-Oh: (20)

procedure bubbleSort( A : list of sortable items )


n = length(A)
repeat
newn = 0
for i = 1 to n-1 inclusive do
if A[i-1] > A[i] then
swap(A[i-1], A[i])
newn = i
end if
end for
n = newn
until n = 0
end procedure

Jawaban: Pada kasus terburuk, semua elemen (kecuali elemen pertama) akan
”terlempar ke atas”. Jumlah perbandingan elemen (A[i-1] > A[i]) sama seperti
pada algoritma Selection Sort, yaitu:
T(n) = 1 + 2 + (n – 2) + (n – 1) = n(n – 1)/2 = O(n2)

Pada kasus terburuk, semua elemen mengalami pertukaran (swap(A[i-1], A[i]) ), yaitu
pada kondisi if A[i-1] > A[i] selalu true). Jumlah pertukaran itu sama dengan jumlah
operasi perbandingan yang terjadi:
T(n) = 1 + 2 + (n – 2) + (n – 1) = n(n – 1)/2 = O(n2)

37. Alif hendak membagikan 12 buah permen oleh-oleh dari Korea kepada kelima adiknya. Jika
setiap adik harus diberikan paling sedikit satu buah permen, ada berapa banyak cara Alif
untuk membagikan semua permennya?

Jawaban:
Permasalahan dapat dimodelkan sebagai mencari banyak penyelesaian dari
persamaan x1  x 2  x3  x 4  x5  12 dengan setiap x i merupakan bilangan asli.

Cara 1
Pencarian banyak solusi persamaan tersebut dapat diilustrasikan dengan mencari
banyak cara meletakkan 4 sekat (karena ada 4 tanda tambah) pada barisan 12 bintang
(dengan demikian akan ada 11 ruang yang dapat diisi sekat). Karena urutan
pemenpatan keempat sekat tidak diperhatikan, maka banyak cara menempatkan
keempat sekat adalah    411
11
4
!
!7!
 330 .

Untuk setiap bintang yang dibatasi sekat, menunjukkan nilai dari setiap x i .

Cara 2

18
Ubah setiap x i menjadi y i  xi  1 supaya solusi persamaan dapat berupa 0.
Persamaan baru menjadi y1  y 2  y3  y 4  y 5  7 untuk bilangan bulat nonnegatif y i
. Banyak kemungkinan solusinya ada  7  5 1
7      711
11
7
!
!4!
 330 .

38. Dalam suatu perusahaan,terdapat pekerja dengan inisial nama A,B,C,D.Perusahaan tersebut
akan membuat jadwal A,B,C dan D akan bekerja secara bergilir. Tentukan banyak urutan
bekerja yang dapat disusun dengan C selalu pada giliran pertama!

Jawaban:
Jika posisi /tempat pertama dapat diisi dengan r1 cara yang berbeda, tempat kedua
dengan r2 cara, dan seterusnya, sehingga langkah ke n ada r n cara, maka banyaknya
cara untuk mengisi n tempat yang tersedia adalah :
r1 x r2 x … x rn
Terdapat 4 urutan dimana urutan pertama selalu diisi oleh C
1. X. X. X.
dimana:
1 = posisi C
X pertama = 3 –> posisi selain C
X kedua = 3-1 = 2 –> posisi tersisa
X ketiga = 2 – 1 = 1 –> posisi tersisa terakhir
sehingga banyaknya urutan bekerja = 1 x 3 x 2 x 1 = 6

39. Di suatu laboratorium terdapat 4 berjana erlenmeyer untuk suatu percobaan.


c) Berapa kemungkinan cara mencampur 20 zat kimia jika 1 zat harus habis pada 1
erlenmeyer? Hitung jawaban anda! (asumsi bahwa kapasitas sebuah erlenmeyer dapat
menampung total 20 zat)
d) Jika awalnya 4 erlenmeyer sudah diisi masing-masing 2 zat, berapa kemungkinan cara
mencampur zat kimia?

Jawaban:
c. C(4+20-1,20) = 23!/(20!3!) =1771
d. C(4+12-1,12) = 15!/(12!3!)=455

40. Gambarkan contoh graf tak terhubung G yang memiliki 6 simpul dan 10 sisi.

Jawaban:
Berikut adalah G dengan 6 simpul dan 10 sisi. Terlihat bahwa 10 sisi yang dimilikinya
membentuk graf lengkap dengan 5 simpul:

19
10. Siswa di minta mengerjakan 9 dari 10 soal ulangan, tetapi soal 1-5 harus di
kerjakan. Banyaknya pilihan yang dapat diambil murid adalah.

Jawaban:
5C4 = 5!/4!(5-4)! = (5×4!)/4!1! = 5 cara

41. Diketahui graf sebagai berikut, buktikan dengan teorema Kuratowski bahwa graf di atas
tidaklah planar

Jawaban:
Pertama-tama, hilangkan garis antara E dan F sehingga upagrafnya :

Lalu, hilangkan garis antara E dan C, sehingga upagrafnya :

20
Lalu, Hilangkan secara homeomorfik titik E

Rapikan graf, maka akan didapatkan :

Yang merupakan graf Kuratowski ke dua (K 3,3), karena graf tersebut mengandung
upagraf yang merupakan graf Kuratowski, maka menurut teorema Kuratowski graf di
atas terbukti tidak planar.

42. Tentukan bilangan bulat yang jika dibagi 3 menyisakan 2, dibagi 4 menyisakan 3,
dan dibagi 5 menyisakan 4.
Jawaban :
Misalkan bilangan tersebut adalah x, maka
x  2(mod 3)
x  3(mod 4)
x  4(mod 5)
Atau ekivalen dengan,
x  2  3k1
x  3  4k 2
x  4  5k 3
2 + 3k1 = 3 + 4k2
1  4k 2
k1  , dengan mengisi k2 dengan 2 didapatkan
3
k1 = 3 + 4k2
x  2  3k1  2  3(3  4k 2 )  2  9  12k 2  11  12k 2
11  12k 2  4  5k 3

21
5k 3  7
k3 = , dengan mengisi k3 dengan 3 didapatkan
2
k2 = 5k3 + 4

x  11  12k 2  11  12(5k 3  4)  11  60k 3  48  59  60k 3


Maka, bilangan tersebut harus memenuhi x  59(mod 60)

43. Buktikan untuk setiap bilangan bulat positif n dan a, PBB(a, a + n) habis membagi n.
Jawaban :
Misalkan PBB(a, a + n) = d.
Maka d | a dan d | a + n
Dengan demikian d | a + n – a  d | n (terbukti)

44. Sebuah buku teks kuliah memiliki ISBN 0-135-0Y-1X1-0. Diketahui 2Y ≡ 5(mod 7).
Tentukan nilai X dan Y !
Jawaban :
2Y ≡ 5(mod 7)  Y = ½ (5 + 7k), untuk k sembarang bilangan bulat
Untuk nilai k =
0  Y = 2,5 (Y bukan bilangan bulat)
1 Y=6
2  Y = 9,5 (Y bukan bilangan bulat)
3  Y = 13 (Y > 10)
Dengan demikian, didapatkan nilai Y = 6
Kemudian pada kode ISBN berlaku:
9
(  iXi ) mod 11 = Karakter uji = 0
i 1
(1.0) + (2.1) + (3.3) + (4.5) + (5.0) + (6.Y) + (7.1) + (8.X) + (9.1)) mod 11 = 0
(83 + 8X) mod 11 =0
Karena 0 < X < 10, maka nilai X yang memenuhi adalah X = 2.
(83 + 8.2) mod 11 =0
99 mod 11 =0
Solusinya adalah X = 2 dan Y = 6

45. Tentukan PBB dari 60 dan 12 dengan teorema algoritma Euclidean ?

Jawab :
60 dibagi 12 mendapat hasil bagi 5 dan sisa 0.
m=5
n=0
sehingga mendapat nilai b menjadi habis
Maka PBB dari 60 dan 12 adalah nilai m yang terakhir yaitu 5
46. Tentukan (dengan menggunakan cara kombinasi lanjar atau aritmetika modular) salah
satu pasangan bilangan bulat (x, y) yang memenuhi 56x + 72y = 8.

22
Jawaban :
Solusi 1
56x + 72y = 8
7x + 9y = 1
9y = 1 – 7x
1  7x
y=
9
karena y bulat maka haruslah 1-7x  0 mod 9
7x  1 mod 9
-2x  10 mod 9
x  -5 mod 9
x  4 mod 9
1  7.4
Maka salah satu solusi adalah x = 4 dan dengan demikian y = = -3
9
Jadi (x, y) = (4, -3)

Solusi 2
Fpb(9, 7) = 1
Maka 7x + 9y = fpb(9, 7) = 1 memiliki solusi bulat x, y. (Bezout’s identity)
Dengan menggunakan algoritma Euclid diperoleh :
9 = 7. 1 + 2
7 = 2.3 + 1
2 = 1. 2

Dengan demikian kita dapat menuliskan fpb(9, 7) sebagai kombinasi linier dari 9 dan
7 sebagai berikut :
1 = 7 – 2.3
1 = 7 – (9 – 7.1) . 3
1 = 4.7 – 3.9
1 = 4.7 + (-3).9
Sehingga diperoleh x = 7 dan y = -3 sebagai salah satu solusi dari 56x + 72y = 40.

47. Tentukan semua solusi x bilangan bulat dari sistem kekongruenan: 2x  3 (mod 5)
dan 4x  2 (mod 6)
Jawaban :
(1) 2x  3 (mod 5)
2x  8 (mod 5)
x  4 (mod 5)
Maka misalkan x = 5k + 4 untuk k bilangan bulat

(2) 2x  1 (mod 3)
2(5k + 4)  1 (mod 3)
10k + 8  1(mod 3)
k + 2  1 (mod 3)

23
k  -1 (mod 3)
k  2 (mod 3)
Maka misalkan k = 3m + 2 untuk m bilangan bulat sehingga x = 5(3m + 2) + 4 =
15m+14

48. Buktikan jika, a  b(mod m) dan c  d (mod m) , maka berlaku hubungan


ac  bd (mod m) .
Jawaban :
a = b + k1m
c = d + k2m
maka
a x c = (b + k1m)(d + k2m)
ac = bd + bk2m + dk1m + k1k2m2
ac = bd + Km dengan K = bk2 + dk1 + k1k2m
ac  bd (mod m) (terbukti)

49. Apa perbedaan antara graf lingkaran dan graf roda serta berikan contohnya?

Graf lingkaran yaitu graf sederhana yang setiap simpulnya berderajat dua.
Contoh:

Graf roda merupakan graf yang diperoleh dengan cara menambahkan satu simpul
pada graf lingkaran Cn, dan menghubungkan simpul baru tersebut dengan semua
simpul pada graf lingkaran tersebut
Contoh:

50. Nyatakan PBB(350, 128) sebagai kombinasi lanjar dari 350 dan 128.
Jawaban :
350 = 2(128) + 94
128 = 1(94) + 34
94 = 2(34) + 26
34 = 1(26) + 8
26 = 3(8) + 2
8 = 4(2) + 0

24
Sisa pembagian terakhir sebelum 0 adalah 2, maka PBB(350, 128) = 2

Subtitusi :
2 = 26 - 3(8)
= 26 - 3(34 - 1(26))
= 4(26) - 3(34)
= 4(94 - 2(34)) - 3(34)
= 4(94) - 11(34)
= 4(94) - 11(128 - 1(94))
= 15(94) - 11(128)
= 15(350 - 2(128)) - 11(128)
= 15(350) - 41(128)

Jadi, kombinasi lanjar dari 350 dan 128 adalah 2 = 15(350) - 41(128)

51. Apakah pasangan graf berikut merupakan isomorfik? Jika iya, tentukan pasangan dari tiap
titik yang sesuai.
c. d.

Jawaban:
c. Isomorfik,titik yang bersesuaian:
(a,1),(b,2),(c,3),(d,4),(e,5),(f,6),(g,7)
d. Bukan isomorfik

52. Apakah graf di bawah ini (direpresntasikan dengan matriks ketetanggaan):


d) Graf Euler?
e) Punya lintasan Euler?
f) Graf Hamilton?

25
0 1 1 0 0 1
 
1 0 1 0 1 1
1 1 0 1 1 0
 
0 0 1 0 1 1
0 1 1 1 0 1 

1 1 0 1 1 0 

Jelaskan alasan Anda! Jelaskan pula sifat dari lintasan atau sirkuit Euler dan Hamilton
untuk setiap jawaban anda!
Jawaban:
d. Bukan graf euler karena suatu graf adalah graf euler jika dan hanya jika setiap simpul
dalam graf berderajat genap, dapat dilihat ada 2 simpul yang berderajat ganjil (derajat 3)
e. Ya, karena terdapat 2 simpul berderajat ganjil.
f. Ya, karena derajat setiap simpul lebih besar atau sama dengan n/2 atau lebih besar sama
dengan dari 6/2 = 3

53. Bentuklah pohon ekspresi dari (a-b)/((c+d)*e)

JAWABAN:

54. Diketahui penyataan sebagai berikut :


Suatu relasi R = {(1,1), (2, 3), (3, 2)} pada X = {1, 2, 3}. Tentukan apakah R
mempunyai sifat (a) refleksif (b) Simetris, ataukah (c) transitif.
Jawaban :
(a) R tidak refeksif, sebab 2 E X, tetapi (2, 2) E R
(b) R Simetris, sebab R"' ={(1, 1), (3, 2), (2, 3)} =R
(c) R tidak transitif, sebab (3, 2) E R dan (2, 3) E R ,
tetapi (3,) $. R

26
55. Dengan menggunakan algoritam Euclidean, tentukan PBB(182, 133), lalu
tentukan suatu pasangan bilangan bulat (x,y) yang memenuhi persamaan
182x+133y = 14.
Jawaban:
Kita tentukan dulu PBB(182,133) dengan algoritma Euclid:
182 = 1.133 + 49
133 = 2.49 + 35
49 = 1.35 + 14
35 = 2.14 + 7
14 = 2.7 + 0

 Kita dapatkan PBB(182,133) = 7


Kita cari suatu solusi kombinasi lanjar 182x+133y = PBB(182, 133) = 7.
Dengan membalik algoritma euclid:
7 = 35 – 2.14
= 35 – 2(49 – 1.35)
= -2.49 + 3.35
= -2.49 + 3(133 – 2.49)
= 3.133 – 8.49
= 3.133 – 8(182 – 133)
= -8.182 + 11.133
7 = -8.182 + 11.133

Kita dapatkan persamaan 182.(-8) + 133.(11) = 7


Dengan mengalikan kedua ruas dengan 2, kita peroleh 182.(-16) + 133.(22) = 14
Kita dapatkan suatu pasangan bilangan bulat (x,y) = (-16,22)

56. Bentuklah pohon ekspresi dari ((A+C)*B)/((D-E))

JAWABAN:

27
57. Gambarkan ke dalam pohon biner pencarian untuk data masukan dengan urutan
sbb: 50,32,18,40,60,52,5,25,70

58. Nyatakan relasi R = {(1,2), (2,1), (3,3), (1,1), (2,2)} pada X = {1, 2, 3} dalam
bentuk tabel, matriks, dan graf berarah
Jawab :
a. Menggunakan tabel;
A B
1 2
2 1
3 3
1 1
2 2

28
b. Menggunakan matriks
1 1 0
M A,B  1 1 0
0 0 1 

c. Menggunakan graf berarah

59. Misal x adalah suatu bilangan ganjil positif yang memenuhi 5x  7 (mod 9).
Tentukan nilai dari 2x mod 12.
Jawaban:
Ini adalah permasalahan CRT dengan 2 persamaan:
 x  1 (mod 2)  x = 2k1+1……….. (*)
 5x  7 (mod 9)
 2.5x  2.7 (mod 9) //kalikan kedua ruas dengan 5-1 mod 9, yaitu 2
 10x  14 (mod 9)
 x  5 (mod 9)
 2k1+1  5 (mod 9) //dari (*)
 2k1  4 (mod 9)
 5.2k1  5.4 (mod 9) // kedua ruas dengan 2-1 mod 9, yaitu 5
 10k1  20 (mod 9)
 k1  2 (mod 9)  k1 = 9k2+2……(**)
Akhirnya dari (*) dan (**), kita dapatkan:
x = 2k1+1 = 2(9k2+2)+1 = 18k2+4+1 = 18k2+5
 2x mod 12 = 2(18k2+5) mod 12 = 36 k2+10 mod 12 = 10

60. Dengan menggunakan algoritam Euclidean, tentukan PBB(182, 133), lalu tentukan
suatu pasangan bilangan bulat (x,y) yang memenuhi persamaan 182x+133y = 14.
Jawaban:
Kita tentukan dulu PBB(182,133) dengan algoritma Euclid:
182 = 1.133 + 49
133 = 2.49 + 35
49 = 1.35 + 14
35 = 2.14 + 7

29
14 = 2.7 + 0

 Kita dapatkan PBB(182,133) = 7


Kita cari suatu solusi kombinasi lanjar 182x+133y = PBB(182, 133) = 7.
Dengan membalik algoritma euclid:
7 = 35 – 2.14
= 35 – 2(49 – 1.35)
= -2.49 + 3.35
= -2.49 + 3(133 – 2.49)
= 3.133 – 8.49
= 3.133 – 8(182 – 133)
= -8.182 + 11.133
7 = -8.182 + 11.133

Kita dapatkan persamaan 182.(-8) + 133.(11) = 7


Dengan mengalikan kedua ruas dengan 2, kita peroleh 182.(-16) + 133.(22) = 14
Kita dapatkan suatu pasangan bilangan bulat (x,y) = (-16,22)

61. Tunjukkan bagaimana sekumpulan data dengan kunci-kunci sebagai berikut: 251,
375, 721, 333, 425, 17, 52, 145, 178, 105, 999, 2032, dan 1021 ditempatkan didalam
memori dengan menggunakan fungsi Hash dimana jumlah lokasi memori yang
tersedia berindeks 0-16.
Jawaban:
m=16-0+1=17
h(251) = 251 mod 17 = 13
h(375) = 375 mod 17 = 1
h(721) = 721 mod 17 = 7
h(333) = 333 mod 17 = 10
h(425) = 425 mod 17 = 0
h(17) = 17 mod 17 = 0
h(52) = 52 mod 17 = 1
h(145) = 145 mod 17 = 9
h(178) = 178 mod 17 = 8
h(105) = 105 mod 17 = 3
h(999) = 999 mod 17 = 13
h(2032) = 2032 mod 17 = 9
h(1021) = 1021 mod 17 = 1
425 375 17 105 52 1021 721 178 145 333 2032 251 999

30
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16

62. Tentukan semua bilangan bulat yang bila dibagi dengan 9 menyisakan 1, bila dibagi
11 menyisakan 3 dan bila dibagi 13 menyisakan 5.
Jawaban:
x 1 (mod 9)
x 3 (mod 11)
x 5 (mod 13)
x = 1 + 9k1
x = 3 + 11k2
1 + 9k1=3 + 11k2
k1 = 10 (mod 11)
x=1+9(10+11k2)
x 91 (mod 99)
91+99k2 5 (mod 13)
k2 = 12 (mod 13)
x=91+99(12 + 13k3)
x=1279 + 1287 k3
x (mod 1287)
misalkan m adalah bilangan bulat positif, maka semua bilangan bulat yang
memenuhi ketiga persamaan adalah sebagai berikut: x=1279 + 1287 m

63. Tunjukkan bahwa jika a, b, dan m adalah bilangan bulat sedmikian sehingga m  2
dan a  b (mod m), maka PBB(a, m) = PBB(b, m)
Jawaban:

64. Sebuah buku teks kuliah memiliki ISBN 135-08-2XY8-8. Diketahui 3Y ≡ 5 (mod
7). Tentukan nilai X dan Y !
Jawaban:
3Y ≡ 5 (mod 7)
 Y = (5 + 7k)/3, untuk k sembarang bilangan bulat
Untuk nilai k =
4  Y = 1,67 (Y bukan bilangan bulat)
5 Y=4 (Y bilangan bulat)
6  Y = 6,33 (Y bukan bilangan bulat)
7  Y = 8,67 (Y bukan bilangan bulat)
8  Y = 11 (Y > 10)

31
Dengan demikian, didapatkan nilai Y = 4

Kemudian pada kode ISBN berlaku:


9
(  iXi ) mod 11 = Karakter uji = 8
i 1
((1.1) + (2.3) + (3.5) + (4.0) + (5.8) + (6.2) + (7.X) + (8.Y) + (9.8)) mod 11
= 8
Substitusikan nilai Y dengan 4, diperoleh
(178 + 7X) mod 11 = 8
Karena 0 < X < 10, maka nilai X yang memenuhi adalah X = 4.
(178 + 7.4) mod 11 = 8
206 mod 11 =8
Solusinya adalah X = 4 dan Y = 4
65. Tentukan semua solusi x bilangan bulat dari sistem kekongruenan: 2x  1 (mod 7)
dan 4x  5 (mod 9)
Jawaban:
2x  1 (mod 7)
Kalikan kedua ruas dengan balikan 2 (mod 7) yaitu 4:
x  4 (mod 7)
Maka misalkan x = 7k + 4 untuk k bilangan bulat
(2) 4x  5 (mod 9)
4(7k + 4)  5 (mod 9)
28k + 16  5(mod 9)
27k + k + 16  5 (mod 9)
K+ 16  5 (mod 9)
K - 2 + 18  5 (mod 9)
K-2  5 (mod 9)
K  7 (mod 9)
Maka misalkan k = 9m + 7 untuk m bilangan bulat sehingga x = 7(9m + 7) + 4 =
63m + 53

66. Tentukan dua bilangan asli terkecil yang jika dibagi dengan 7 bersisa 3, dan jika
dibagi dengan 5 bersisa 2.(15)
Jawaban :
Misalkan x adalah bilangan yang dicari. Kita mempunyai bahwa x  3 mod 7 , atau
x  7 k  3 , k bilangan bulat. Jadi, 7 k  3  2 mod 5  7 k  1  4 mod 5 . Karena 3
adalah balikan (invers) dari 7 modulo 5, maka k  3.7 k  3.4  12  2 mod 5 . Dengan
demikian, k  5m  2 , m suatu bilangan bulat. Substitusikan ke persamaan awal,
diperoleh x  7(5m  2)  3  35m  17 . Jadi, x  17 mod 35 adalah solusi persoalan
yang diminta. Dengan demikian, dua bilangan asli yang memenuhi persoalan tersebut
adalah 17 dan 17+35=52.

32
67. Sebuah buku terbitan September 2008 memiliki ISBN 9X7-2309-97. Tentukan nilai X
dan karakter uji dari nomor ISBN tersebut jika diketahui 3X  2 (mod 5).

Jawaban :

→ , untuk k sebarang bilangan bulat


Untuk nilai k =
1 → X = 2/3
2→X=4
3 → X = 17/3
4 → X = 22/3
5→X=9
6 → X = 32/3
7 → X = 37/3
8 → X = 14
...dst
Dapat dilihat di atas, untuk k = 2, 5, 8, ... nilai X bulat, namun untuk kode ISBN di
atas, nilai X haruslah dalam rentang bilangan bulat 0-9, jadi nilai X yang memenuhi
adalah 4 dan 9.

Untuk mencari karakter uji, diketahui


9

 ix
i i
i mod 11 = karakter uji

Maka nilai karakter uji untuk :


1. kode ISBN 947-2309-97 dapat dicari sebagai berikut :

 ix
i i
i = 1(9) + 2(4) + 3(7) + 4(2) + 5(3) + 6(0) + 7(9) + 8(9) + 9(7) = 259

Jadi karakter uji untuk ISBN di atas = 259 mod 11 = 6

2. kode ISBN 997-2309-97 dapat dicari sebagai berikut :

 ix
i i
i = 1(9) + 2(9) + 3(7) + 4(2) + 5(3) + 6(0) + 7(9) + 8(9) + 9(7) = 269

Jadi karakter uji untuk ISBN di atas = 269 mod 11 = 5

68. Tentukan x dan y bilangan bulat yang memenuhi persamaan 312x + 70y = 2, lalu
hitunglah nilai dari : y mod x . (Petunjuk: gunakan algoritma Euclidean)

Jawaban :
Dengan menggunakan algoritma Euclid, ditemukan bahwa :

33
312 = 4.70 + 32 (i)
70 = 2.32 + 6 (ii)
32 = 5.6 + 2 (iii)
6 = 3.2 + 0 (iv)
Persamaan (iii) dapat dituliskan menjadi :
2 = 32 – 5.6 (v)

Persamaan (ii) dapat dituliskan menjadi :


6 = 70 – 2.32 (vi)

Sulihkan persamaan (vi) ke persamaan (v) :


2 = 32 – 5.(70 – 2.32)
2 = 32 – 5.70 + 10.32
2 = 11.32 – 5.70 (vii)

Persamaan (i) dapat dituliskan menjadi :


32 = 312 – 4.70 (viii)

Sulihkan persamaan (viii) ke persamaan (vii) :


2 = 11.(312 – 4.70) – 5.70
2 = 11.312 – 44.70 – 5.70
2 = 11.312 – 49.70 (ix)

Dari persamaan (ix) diketahui x dan y yang memenuhi adalah x = 11 dan y = -49,
sehingga :
y mod x = -49 mod 11 = 6

69. Tentukan bilangan bulat yang jika dibagi 3 menyisakan 2, dibagi 4 menyisakan 3, dan
dibagi 5 menyisakan 4.
Jawaban :
Misalkan bilangan tersebut adalah x, maka
x  2(mod 3)
x  3(mod 4)
x  4(mod 5)
Atau ekivalen dengan,
x  2  3k1
x  3  4k 2
x  4  5k 3
2 + 3k1 = 3 + 4k2
1  4k 2
k1  , dengan mengisi k2 dengan 2 didapatkan
3
k1 = 3 + 4k2
x  2  3k1  2  3(3  4k 2 )  2  9  12k 2  11  12k 2
11  12k 2  4  5k 3

34
5k 3  7
k3 = , dengan mengisi k3 dengan 3 didapatkan
2
k2 = 5k3 + 4

x  11  12k 2  11  12(5k 3  4)  11  60k 3  48  59  60k 3


Maka, bilangan tersebut harus memenuhi x  59(mod 60)

70. Buktikan untuk setiap bilangan bulat positif n dan a, PBB(a, a + n) habis membagi n.
Jawaban :
Misalkan PBB(a, a + n) = d.
Maka d | a dan d | a + n
Dengan demikian d | a + n – a  d | n (terbukti)

35