Anda di halaman 1dari 4

Nomor : 445/ /9.2.2.

1/UKP/PKM-TA/2019
Revisi : 0
Berlaku Tanggal : 2019

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


TENTANG

VARISELA

Ditetapkan
KEPALA UPT PUSKESMAS
TANJUNG AUR

Nazaruddin, SE, MM
NIP 197403031994021004

DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAHAT


UPT PUSKESMAS TANJUNG AUR
Jl. Lintas Sumatera KM.45 Ds.TanjungAur SMS Center: 081366599393
Email : puskeskimteng@yahoo.com
KIKIM TENGAH–31451
VARISELA
No. ICD-10 : B01.9 Varicella without complication (Varicella NOS)

No. dokumen : 445/ /9.2.2.1/UKP/PKM-TA/2019

No. Revisi : 0
SOP
Tanggal terbit : 2019

Halaman : 1/3

UPT PUSKESMAS Nazaruddin, S.E, M.M


TANJUNG AUR NIP 197403031994021004

Varisela adalah infeksi akut primer oleh virus Varicella zooster yang menyerang kulit dan
mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di
1. Pengertian
bagian sentral tubuh. Masa inkubasi 14-21 hari. Penularan melalui udara (air-borne) dan
kontak langsung.
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan kasus varisela bagi pasien di Puskesmas Tanjung
2. Tujuan
Aur.

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Tanjung Aur


NOMOR: 445/ /SK/UKP/2019 tentang Layanan Klinis di Puskesmas Tanjung Aur.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02 Tahun 2015 Tentang
4. Referensi
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.

Hasil Anamnesis (Subjective)


Keluhan
Demam, malaise, dan nyeri kepala. Kemudian disusul timbulnya lesi kulit berupa papul
eritem yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. Biasanya disertai rasa
gatal.

Faktor Risiko
1. Anak-anak.
2. Riwayat kontak dengan penderita varisela.
3. Keadaan imunodefisiensi.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang sederhana (Objective)


Pemeriksaan Fisik
Tanda Patognomonis
5. Prosedur/ Erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi
Langkah-langkah vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear drops). Vesikel akan menjadi
keruh dan kemudian menjadi krusta. Sementara proses ini berlangsung, timbul lagi vesikel-
vesikel baru yang menimbulkan gambaran polimorfik khas untuk varisela. Penyebaran
terjadi secara sentrifugal, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut, dan saluran
napas atas.
Penegakan Diagnostik (Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding
1. Variola
2. Herpes simpleks disseminata
3. Coxsackievirus
4. Rickettsialpox

Komplikasi
Pneumonia, ensefalitis, hepatitis, terutama terjadi pada pasien dengan gangguan imun.
Varisela pada kehamilan berisiko untuk menyebabkan infeksi intrauterin pada janin,
menyebabkan sindrom varisela kongenital.

Penatalaksanaan komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
1. Gesekan kulit perlu dihindari agar tidak mengakibatkan pecahnya vesikel. Selain itu,
dilakukan pemberian nutrisi TKTP, istirahat dan mencegah kontak dengan orang lain.
2. Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi. Aspirin dihindari karena dapat
menyebabkan Reye’s syndrome.
3. Losio kalamin dapat diberikan untuk mengurangi gatal.
4. Pengobatan antivirus oral, antara lain:
a. Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x 20 mg/kgBB (dosis maksimal
800 mg), atau
b. Valasiklovir: dewasa 3 x 1000 mg/hari.
Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif diberikan pada 24 jam pertama
setelah timbul lesi.

Konseling dan Edukasi


Memberitahu pasien dan keluarga:
a. Varisela merupakan penyakit yang self-limiting pada anak yang imunokompeten.
b. Komplikasi yang ringan dapat berupa infeksi bakteri sekunder. Oleh karena itu, pasien
sebaiknya menjaga kebersihan tubuh.
c. Penderita sebaiknya dikarantina untuk mencegah penularan.

Prognosis
Prognosis pada pasien dengan imunokompeten adalah bonam, sedangkan pada pasien
dengan imunokompromais, prognosis menjadi dubia ad bonam.

Hasil Anamnesis (Subjective)


Pasien masuk ke Keluhan: demam, malaise, dan nyeri kepala. Kemudian disusul
ruangan poli timbulnya lesi kulit berupa papul eritem yang dalam waktu
beberapa jam berubah menjadi vesikel dan disertai rasa gatal.

Hasil Pemeriksaan Fisik (Objective)


Erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa
jam berubah menjadi vesikel khas berupa tetesan embun (tear
drops). Vesikel akan menjadi keruh dan kemudian menjadi krusta.

6. Bagan Alir
Penegakan Diagnostik (Assessment)
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik

Penatalaksanaan komprehensif (Plan)


Medikamentosa
Pengobatan antivirus oral, antara lain:
a. Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x 20 mg/kgBB
Pasien ke ruang (dosis maksimal 800 mg), atau
obat b. Valasiklovir: dewasa 3 x 1000 mg/hari.
Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif diberikan
pada 24 jam pertama setelah timbul lesi.
a.
Kriteria Rujukan
7. Hal-hal yang perlu
1. Terdapat gangguan imunitas
diperhatikan
2. Mengalami komplikasi yang berat seperti pneumonia, ensefalitis, dan hepatitis.
1. Ruang Pendaftaran/Rekam Medis
2. Poli umum
8. Unit terkait
3. Poli MTBS
4. Poli Lansia

9. Dokumen terkait Rekam Medis

No. Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Perubahan


10. Rekam historis
perubahan