Anda di halaman 1dari 19

SPESIFIKASI TEKNIS

SATUAN KERJA

: DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA MAKASSAR

KEGIATAN

: REHABILITASI/PEMELIHARAAN SEDANG/BERAT BANGUNAN MILIK PEMERINTAH

PEKERJAAN

: REHABILITASI WORKSHOP AMP BIDANG JALAN DAN JEMBATAN, KOMPLEKS PU JL. KERUNG-KERUNG

LOKASI

: JL. KERUNG-KERUNG MAKASSAR

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI

DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA MAKASSAR

TAHUN ANGGARAN 2019

1.

SPESIFIKASI

:

A. PEKERJAAN BETON

BAHAN

1.

Semen Portland (PC)

BANGUNAN

a. Persyaratan

-

KONSTRUKSI

Digunakan Portland Cement Tipe I menurut NI - 8 tahun 1972 dan memenuhi S - 400 menurut Standar Cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 tahun 1972).

- Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak diperkenankan pemakaiannnya sebagai bahan campuran.

- Penyimpanan harus sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen harus ditinggikan 30 cm dan tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar pemakaian semen dapat

dilakukan menurut urutan pengiriman.

2. Agregat (Pasir, kerikil atau batu pecah)

- Kerikil yang digunakan harus bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yang disyaratkan dalam PBI 1971.

- Untuk Beton mutu fc'= 12,2 Mpa (K -150),dan fc'=

21.7 Mpa (K-250)

- Penumpukan material kerikil dengan pasir harus dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material yang tepat.

- Untuk bahan agregat (halus dan kasar) dapat dipakai agregat alami atau buatan asal memenuhi syarat menurut PBI-1971

- Bila dianggap perlu, dapat dilakukan pengujian butiran dengan memperhatikan persyaratan PUBI-

1982.

- Agregat halus harus bersih, keras dan berbutir tajam, bebas dari lumpur, gumpalan tanah/lumpur, bahan organik lainnya yang dapat mengurangi atau merusakkan mutu beton.

- Agregat kasar harus bersih dan bebas dari bagian- bagian yang halus, mudah pecah, keropos, tipis atau panjang-panjang, bebas dari bahan-bahan organik atau dari substansi yang merusak.

3. A i r Air yang digunakan harus air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum.

4.

Besi beton. Besi beton yang digunakan adalah baja lunak dengan mutu

- Besi dia 8, 10, 12 dan 14 , Dimana besi tulangan polos dia 8 dipake untuk beugel. Dan untuk penulangan plat lantai menggunakan wiremesh M8.

Bahan campuran tambahan (additive) Pemakaian bahan tambahan kimiawi (concrete

admixture), kecuali yang disebutkan tegas di dalam RKS dan gambar harus mendapat izin tertulis dari Konsultan Pengawas. Untuk itu kontraktor diharuskan mengajukan permohonan tertulis dengan menyertakan analisa kimiawinya dan bukti pemakaian di Indonesia selama 5 tahun terakhir. Bahan campuran tambahan beton yang dipakai harus sesuai dengan iklim tropis

dan memenuhi persyaratan ASTM C-494 jenis B dan D

sekaligus sebagai pengurang air adukan dan penunda pengerasan awal.

Penggunaan additive harus sesuai dengan petunjuk dari pabrik. Pemakaian additive ini tidak boleh menyebabkan dikuranginya volume semen dalam adukan. Bahan tambahan yang mempercepat pengerasan awal sama sekali tidak boleh dipakai, sedangkan untuk beton kedap air dibawah tanah tidak boleh mempergunakan waterproofer yang mengandung garam.

Bekisting, Cetakan atau Acuan

- Bahan bekisting dapat dibuat dari papan kayu kelas III yang cukup kering dengan tebal minumum 3 cm atau multiplek tebal 18 mm, diperkuat dengan rangka-rangka penyangga, penyokong dll, sehingga mampu mendukung beton sampai selesai proses ikatan beton. Bekisting harus mampu pula untuk menahan getaran- getaran vibrator dan kejutan gaya-gaya lain tanpa berubah bentuk.

- Semua ukuran cetakan harus tepat sesuai dengan gambar dan sama disemua tempat untuk bentuk dan ukuran yang dikehendaki sama.

- Steiger cetakan beton harus dari kayu dolken diameter 8 cm atau pipa-pipa baja dan tidak diperkenankan mempergunakan bambu

Selimut beton Penepatan besi beton didalam cetakan tidak boleh menyinggung dinding atau dasar cetakan, serta harus mempunyai jarak tetap untuk setiap bagian-bagian konstruksi, apabila tidak ditentukan didalam gambar rencana, maka tebal selimut beton untuk satu sisi pada masing-masing konstruksi adalah sebagai berikut :

- Poer, Sloef, Kolom, Balok, Kolom Praktis, Ringbalk dan Plat Beton seukuran 3 cm s/d 5 cm.

Mutu beton

Mutu beton yang digunakan untuk pekerjaan struktur adalah, fc' = 21,7 Mpa (K-250) dan untuk beton praktis dipakai Beton Mutu fc' = 12,2 Mpa (K-150). Sebelum dilaksanakanya pekerjaan beton harus ada perhitungan

mix disain untuk komposisi campuran Mutu beton yang

akan dipakai sebagai pedoman untuk pekerjaan beton

tersebut.

Dan lain-lain Pada Bagian beton yang ada pekerjaan lanjutannya harus dibuatkan stek besi sepanjang 1m' atau menurut petunjuk direksi (pengawas Lapangan)

B. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR

a. Untuk pekerjaan batu kali yang berukuran maksimum 10 cm - 15 cm, dan tidak berpori.

b. Material untuk urugan, harus material yang sesuai untuk itu dan disetujui Direksi. Galian tambahan hanya boleh dikerjakan bila tidak ada material yang cukup baik untuk memenuhi kebutuhan seluruh pengurugan.

c. Material yang dalam keadaan basah, dimana kalau dalam keadaan kering dinyatakan dapat dipakai, harus dikeringkan lebih dahulu sebelum digunakan untuk timbunan.

d. Pasir yang digunakan terdiri dari butir-butir yang bersifat tajam dan keras, artinya tidak mudah hancur atau pecah akibat perubahan cuaca baik dari panas dan cuaca dingin (hujan).

e. Pengurugan dilakukan lapis demi lapis dan setiap lapisan harus dipadatkan sampai mancapai kepadatan yang disyaratkan. Lapisan dari material lepas selain dari material batu- batuan, tebal tiap lapisannya tidak boleh lebih dari 20 cm, kecuali kalau tersedia alat pemadat (Compaction Equipment) yang dapat memadatkan lebih dari 20 cm sampai mencapai kepadatan yang merata untuk seluruh tebalnya. Setelah kadar air diatur agar dapat dicapai kepadatan yang maksimum, material lepas harus segera dipadatkan sehingga mencapai kepadatan yang disyaratkan.

C. PEKERJAAN BATU, DINDING DAN LANTAI a. Persyaratan Bahan

1. Bata merah (Batu Merah) Bentuk standar batu bata adalah prisma empat persegi panjang, bersudut siku-siku dan tajam, permukaannya rata dan tidak menampakkan adanya retak-retak yang merugikan. Bata merah dibuat dari tanah liat dengan atau campuran bahan lainnya, yang dibakar pada suhu cukup tinggi hingga tidak hancur bila direndam air

2. P a s i r Harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras, butir-butir harus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti terik matahari dan hujan. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5 % berat

3. Semen dan Air Untuk persyaratan kedua bahan tersebut, mengikuti persyaratan yang telah digariskan pada pasal beton bertulang.

4. Sebelum pemasangan keramik maka didahului dengan pengurukan pasir dan rabat beton dengan mutu K 150.

5. Keramik Bahan lantai atau penutup lantai dan dinding serta lapisan selimut beton menggunakan keramik dimana keramik yang digunakan haruslah memeiliki bentuk yang rata apa bila keramik licin maupun kasar atau motif, keramik yang dipake adalah yang mempunyai mutu dan kwalitas yang sesuai dengan SNI. Ukuran

keramik yang digunakan adalah 20 cm x 20 cm, 20

cm x 40 cm keramik yang dipakai ex garuda atau

setara. 6. Untuk pemasangan/penempatan material tersebut disesuaikan dengan gambar bestek dan penunjukan direksi dan pengawas lapangan. 7. Bahan pasir, semen dan air mengikuti persyaratan yang telah digariskan dalam pasal beton bertulang. .Begitu pula dengan pekerjaan acian setelah dilakukan pekerjaan plasteran apabila pekerjaan plasteran telah kering betul barulah bagian dinding diaci. Dimana Semen yang digunakan merk ex. Tonasa.

8. Untuk

ACP

pekerjaan

dinding

partisi

lapis

,

(Alluminium Composite Panel) adalah lembaran kaku

kuat

Lembaran ACP biasanya diproduksi dengan ukuran ketebalan 1-10 mm dan lebar 1.200 1.600 mm. ACP

yang dipergunakan adalah dengan mutu yang baik

dan sesuai dengan kwalitas yang baik atau SNI.

tetapi

memiliki

berat

yang

relatif

ringan.

D. PEKERJAAN KUSEN, DAUN PINTU / JENDELA DAN RAILING

1. Untuk semua kusen pintu dan jendela, daun pintu, jendela Menggunakan kusen aluminium coklat dengan ukuran tertera pada gambar kerja

2. Ukuran Aluminium yang tertera dalam gambar merupakan ukuran terpasang.

3. Jalusi Pintu dan Jendela terbuat dari Aluminium.

4. Kaca dipakai :

- Kaca Polos T =5 mm

Ukuran type dan ketebalan kaca penempatanya harus sesuai dengan gambar bestek

5. Rangka Kusen Aluminium dipakai Uk. 4" dengan mutu yang baik.

6. Realling tangga yang digunakan adalah besi hollow yang padat dan sesuai dengan SNI

7. Untuk teralis pengaman jendela juga menggunakan besi hollow padat dan sesuai dengan SNI.

E. PEKERJAAN KUDA-KUDA, ATAP , DAN LESPLANK

- Semua peraturan - peraturan / normalisasi - normalisasi harus yang berlaku di Indonesia. - Pekerjaan Kuda-Kuda Baja Profil I WF 200.100.5,5.8 - Semua pekerjaan harus dilakukan oleh pekerjan yang professional dalam pengerjaan kuda-kuda baja Baja Profil I - Semua pekerjaan baut yang dimaksud adalah type A325-X (ulir terletak di luar bidang geser). Baut harus dilengkapi dengan 2 ring, masing-masing 1 buah pada kedua sisinya. Mutu pelat ring harus sesuai dengan mutu baut

- Bersertifikat SNI dan sertifikat ISO

- Bergaransi anti karat minimal 25 tahun

- Untuk pekerjaan atap menggunakan atap spandek T= 0,35 mm dengan mutu yang baik dan kwalitas yang sesuia standard serta bersertifikat, masalah warna spnadek yang digunakan akan disepakati dengan pihak yang berkepentingan.

- Untuk lesplank menggunakan berbahan GRC

berukuran 30 cm dengan kwalitas yang baik dan mutu yang baik bebas dari retak atau pecah-pecah dan tahan dengan segala cuaca (panas dan dingin).

- Pemasangan plafond :

E. PEKERJAAN PENGECATAN Bahan-bahan yang digunakan harus berkualitas baik, seperti :

1. Cat tembok sekualitas merk ex. Metrolite

2. Residu kualitas baik tidak luntur.

F. PEKERJAAN UTILITAS

1. Bahan - bahan yang digunakan sebagai berikut :

Kloset Duduk : ex. TOTO atau setara dengan standar SNI Kran Air Bersih dengan kwalitas yang baik dan dipersyaratkan. Floor Drain yang terbuat dari besi dan kuningan dengan kwalitas yang baik yang dipersyaratkan. Wastafel yang digunakan sesuai yang dipersyaratkan bentuk sempurna, tidak retak dan pecah-pecah.

2. Warna akan ditentukan kemudian dan pemasangan harus dengan persetujuan Direksi Pengawas

3. Semua material harus memenuhi ukuran, standard dan mudah didapatkan di pasaran, kecuali bila ditentukan lain.

4. Untuk jenis pipa adalah jenis PVC yang dia 3/4”, dan 4” untuk pemipaan yang meliputi pipa untuk air bersih, pipa untuk air kotor dan tinja dan pipa untuk penyambungan ke bak septi tank.

5. Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya, sesuai dengan yang telah disediakan oleh pabrik.

6. Barang yang dipakai adalah dari produk baru yang telah disyaratkan dalam uraian dan syarat-syarat dalam buku ini.

7. Kontraktor wajib melampirkan faktur pembelian dan asal usul barang pada setiap apabila diperlukan.

G. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

1. Persyaratan umum bahan Jenis kabel : NYY dan NYM yang dipergunakan adalah NYY ukuran 1 x 10 mm (penangkal petir ) dan NYM 3 x 2,5 mm untuk kabel sambungan listrik lainnya.

Pipa dan Fitting Lampu yang digunakan adalah lampu RM 2 x 18 watt dan lampu TL Downlight 7 watt, 13 watt Seluruh pengkabelan untuk penerangan dan stop kontak dalam pipa dan fitting-fitting High Impact Conduit PVC untuk dalam bangunan dan atau tertanam dalam tanah. Semua teknik pelaksanaan yaitu percabangan, pembelokan, pengetapan dan sebagainya harus menggunakan fitting-fitting yang sesuai yaitu socket.

a. Syarat syarat dasar

- Semua bahan atau peralatan harus baru dalam arti bukan barang bekas atau hasil perbaikan.

- Material atau peralatan harus mempunyai kapasitas atau rating yang cukup.

- Harus sesuai dengan spesifikasi/persyaratan.

- Kapasitas yang tercantum dalam gambar atau spesifikasi adalah minimum. Kontraktor boleh memilih kapasitas yang lebih besar dari yang diminta dengan syarat :

- Tidak boleh menyebabkan sistem menjadi lebih sulit.

- Tidak menyebabkan pertambahan bahan.

- Tidak meminta pertambahan ruang.

- Tidak menyebabkan adanya tambahan biaya.

- Tidak menurunkan mutu

b. Syarat syarat fisik

- Semua bahan atau peralatan dari kualifikasi atau tipe yang sama, diminta merek atau dibuat oleh pabrik yang sama.

- Dalam setiap hal, suatu bagian atau suku-suku cadang dari peralatan yang jumlahnya jelas ditentukan, maka jumlah tersebut harus tetap lengkap setiap kali peralatan tersebut diperlukan, sehingga merupakan unit yang lengkap.

- Apabila suatu bahan atau peralatan disebutkan pabrik pembuatnya atau mereknya, hal ini dimaksud untuk mengikat mutu, tipe perencanaan dan karakteristik

2. SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI DAN PERALATAN BANGUNAN

: A. PERALATAN UNTUK PEKERJAAN BAJA

1. Elektroda las / Mesin Las. Jika tidak disebutkan secara khusus di dalam gambar struktur, maka elektoda las yang digunakan adalah E70XX, sesuai dengan lokasi penggunaannya.

2. Dump Truck Dump Truk yang digunakan adalah kondisi yang layak jalan atau beroperasi agar mobilisasi material berjalan lancar.

4.

Mesin Bar Bender mesin yang berfungsi untuk membengkokan baja tulangan dengan sudut-sudut tertentu sesuai dengan gambar perencanaan. Cara penggunaan mesin ini sama mudahnya seperti mesin Bar Cutter.

5. Genset Kepanjangan dari generator set/mesin Genset adalah sebuah perangkat yang berfungsi menghasilkan daya listrik. Disebut sebagai generator set dengan pengertian adalah satu set peralatan gabungan dari dua perangkat berbeda yaitu engine dan generator atau alternator. Engine sebagai perangkat pemutar sedangkan generator atau alternator sebagai perangkat pembangkit listrik.

Jenis dan Spesifikasi Alat Tersebut diatas Adalah :

No.

Jenis

Kapasitas/

Kepemilikan

Kondisi

Unit

/ Status

1.

Mesin Genset

1 Unit/10kW

Milik / Sewa

Baik

(10.000 watt)

   

1300

2500

   

2.

Mesin Las

Watt/2unit

Milik / Sewa

Baik

3.

Dump Truck

4 m 3 /2 Unit

Milik / Sewa

Baik

4.

Scafolding

10 Set

Milik / Sewa

Baik

5.

Mesin Bar Bender/ Bar Cutter

2250

watt/1

Milik / Sewa

Baik

unit

3. SPESIFIKASI PROSES KEGIATAN

:

A. PENJELASAN UMUM KEGIATAN Dalam melaksanakan pekerjaan ini Kontraktor perlu memahami dan menghayati dengan sebaiknya seluruh item pekerjaan yaitu Gambar Kerja, rencana kerja dan Syarat-syarat Teknis

seperti diuraikan dalam buku ini. Didalam hal terdapat ketidakjelasan, perbedaan atau kesimpang siuran informasi di dalam pelaksanaan, kontraktor wajib mengadakan pertemuan dengan Direksi Pelaksanan untuk mendapatkan penjelasan

pelaksanaan.

B. LINGKUP PEKERJAAN DAN LOKASI Pekerjaan yang akan dilaksanakan ialah :

Rehabilitasi Workshop Amp Bidang Jalan Dan Jembatan, Kompleks Pu Jl. Kerung-Kerung Lingkup pekerjaan melaksananakan pekerjaan antara lain :

I. Persiapan

II.

Pekerjaan Pondasi Batu Kali

III.

Pekerjaan Beton

IV.

Pekerjaan Konstruksi Baja Profil

V.

Pekerjaan Dinding Tembok Dan Plesteran

VII.

Pekerjaan Instalasi Sanitasi Air

VIII.

Pekerjaan Railing

IX.

Pekerjaan Penutup Atap

X.

Pekerjaan Lantai Dan Dinding

XI.

Pekerjaan Instalasi Listrik Dan Lampu

XII.

Pekerjaan Pengecatan

C.

MEMULAI KERJA Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah tanggal Penunjukan atau Surat Perintah Kerja (SPK), Pihak Pemborong harus sudah memulai melaksanakan pekerjaan fisik secara nyata di

lapangan. Sebelum pelaksanaan dimaksud, Pemborong harus memberitahukan kepada Pihak ke Satu secara

tertulis.

D.

MOBILISASI

1. Transportasi peralatan kerja sesuai daftar alat- alat dan barang- barang yang diajukan dalam

penawaran, dari tempat pembuatannya (pabrik) ke lokasi dimana akan digunakan.

2. Pembuatan kantor pemborong, gudang dan lain-lain dilokasi pekerjaan untuk keperluan pekerjaan

3. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari sejak pemberitahuan memulai kerja, kontraktor/Pemborong harus menyerahkan program mobilisasi kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui.

D.

RENCANA KERJA

1. Sebelum mulai pelaksanaan pekerjaan di lapangan, kontraktor/pemborong wajib membuat rencana kerja pelaksanaan dari bagian-bagian pekejaan berupa BarChart dan S-Curve Bahan dan tenaga kerja

2. Rencana Kerja tersebut harus sudah mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi Pekerjaan, paling lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah Surat Keputusan Penunjukan (SPK) diterima Kontraktor/ Pemborong.

3. Kontraktor/Pemborong wajib memberikan salinan rencana keja rangkap 4 kepada Direksi Pekerjaan, 1 (satu) salinan Rencana Kerja harus ditempel pada dinding ruang kerja Kontraktor di lapangan yang selalu diikuti dengan grafik kemajuan/prestasi kerja.

4. Kontraktor harus selalu dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal rencana Kerja tersebut di atas.

5. Direksi Pekerjaan akan menilai prestasi pekerjaan berdasarkan rencana kerja tersebut.

F.

TENAGA DAN SARANA KERJA Kontraktor/Pemborong harus menyediakan tenaga kerja yang ahli, bahan- bahan, peralatan

berikut alat Bantu lainnya untuk melaksanakan bagian-bagian pekerjaan serta mengadakan pengamanan, pengawasan dan pemeliharaan terhadap bahan-bahan, alat-alat kerja maupun hasil pekerjaan selama masa pelaksanaan beriangsung sehingga seluruh pekerjaan selesai dengan sempurna sampai dengan diserah terimakan pekerjaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan.

1. TENAGA KERJA/TENAGA AHLI Tenaga Kerja dan Tenaga Ahli yang memadai dan berpengalaman dengan jenis dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan

2. PERALATAN Menyediakan alat-alat Bantu, seperti mesin las, alat-alat bor, alat-alat pengangkat dan pengangkut serta peralatan lain yang benar- benar diperlukan dalam pelaksanaan Pekerjaan ini.

3. PENYEDIAAN DAYA LISTRIK UNTUK BEKERJA Tenaga Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor selama masa pekerjaan. Penggunaan diesel untu pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas petunjuk Direksi Pekerjaan.

G. LAPORAN

1. Pelaksana lapangan setiap hari harus membuat Laporan Harian mengenai segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan/pekedaan, baik teknis maupun Administratif

2. Dalam pembuatan Laporan tersebut, pihak Kontraktor/Pemborong harus memberikan data-data yang diperlukan menurut data dan keadaan sebenamya

3. Pengawas Lapangan juga harus membuat Laporan mingguan dan Laporan bulanan secara rutin

4. Laporan-laporan tersebut diatas, harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk bahan monitoring dan proses pembayaran pekerjaan.

H. PENJELASAN SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

1. Bila terdapat gambar yang tidak sesuai dengan Rencana kerja dan Syarat syarat, maka harus dilaporkan kepada Direksi Pekerjaan dan selanjutnya akan dibahas bersama untuk ditentukan solusinya.

2. Untuk revisi-revisi pada lokasi, dan detail

gambar mungkin akan dilakukan didalam waktu Pelaksanaan Pekerjaan. Kontraktor

harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya

3. Shop drawing merupakan gambar detail pelaksanaan di lapangan yang harus dibuat oleh Kontraktor berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan dilapangan.Kontraktor wajib membuat shop drawing untuk detail khusus yang belum terangkup lengkap dalam Gambar Dokumen Kontrak maupun diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

I. KESEHATAN, KESELAMATAN DAN KEAMANAN KERJA

1. Kontraktor harus menjamin bahwa tempat kerja selalu tersedia cukup air minum bagi para pekerja.

2. Kontraktor harus menjamin pemeliharaan kesehatan di tempat pekerjaan, pencegahan dan pemberantasan penyakit dan menyediakan perlengkapan P3K yang cukup. Peti obat-obatan untuk P3K juga disediakan dan bila terjadi kecelakaan akibat kurang sempurna peralatan dan kelalaian, menjadi tanggung jawab kontraktor dalam arti kata yang luas.

3. Kontraktor dilarang mempekerjakan pekerja yang sedang sakit.

4. Kontraktor harus mengambil tindakan- tindakan pencegahan yang perlu dan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menjaga jangan sampai timbul kerusakan atau pelanggaran hukum, oleh atau diantara para pekerja atau Sub-Kontraktor dan memelihara keamanan, melindungi para penghuni dan barang milik disekitar tempat pekerjaan. Berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam bidang pemeliharaan kesehatan pekerja, kontraktor harus bertindak sesuai dengan semua peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang berlaku, Peraturan Pemerintahan setempat yang berkaitan dengan tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan.

5. Kontraktor harus menyediakan helm pengaman untuk semua pegawainya yang bertugas, tenaga kerja dan juga untuk pengawas pemberi tugas, dan itu menjadi tanggung jawab kontraktor untuk meyakini bahwa peraturan -peraturan keselamatan, termasuk memakai alat pengaman lainnya yang diperlukan.

6. Kontraktor harus mengesahkan adanya cukup penjagaan di tempat pekerjaan untuk menghindari terjadinya pencurian-pencurian terutama pada waktu orang-orang yang bekerja. Kontraktor harus memelihara gudang-gudang, ruangan-ruangan untuk menyimpan bahan-bahan dan alat-alat serta

pintu pintu nya yang jika dipandang pertu diperkuat diperbaiki/dipasang kunci. Untuk para penjaganya, kontraktor dapat mendirikan suatu tempat kediaman atas biaya kontraktor, dengan perjanjian bahwa tempat tersebut dapat harus dibongkar setelah selesai pekerjaan. Penjaga keamanan harus mendaftarkan diri kepada kantor seksi Polisi terdekat.

7. Kontraktor harus menjaga dan merawat semua harta benda milik orang lain atau pihak ke tiga disekitar lokasi pekerjaan.

8. Untuk kepentingan pengamanan dalam halaman kerja kontraktor, harus diadakan penerangan-penerangan lampu pada tempat- tempat tertentu atas biaya kontraktor.

9. Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan-bahan yang disimpan di dalam halaman pekerjaan baik terhadap bahaya pencurian maupun terhadap bahaya kebakaran, dan kerusakan yang disebabkan kurang sempurnanya pengamanan. Kontraktor diharuskan menyediakan tabung tabung pemadam kebakaran di lokasi kerja dan tempat-tempat yang mudah terjadinya bahaya kebakaran.

10.Kontraktor selama pelaksanaan harus menyediakan kotak obat obatan lengkap dengan isinya untuk pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. 11.Kontraktor harus menempatkan petugas keamanan untuk menjaga keamanan proyek baik barang barang milik Proyek, Kontraktor, maupun Direksi/Pengawas Lapangan.

No.

Jenis/Type pekerjaan

Identifikasi Bahaya

1.

Pekerjaan Baja

 

Perakitan komponen- komponen Baja (Erection)

Komponen jatuh

Sambungan lepas

Kapasitas Alat dan Berat Beban sesuai

Tali Sling putus

Tertimpa Benda Jatuh

Kestabilan barang yang diangkat

Jatuh dari ketinggian

Mesin las terbakar

Kestabilan alat angkat

Baut patah, dll Tertusuk benda tajam (misalnya Kawat dan Paku) luka ringan

Tertimpa Besi Baja WF luka berat

Terjatuh dari tempat kerja luka berat

Terjadinya gaya berlebihan pada gaya eksternal dan gaya geser (bearing force)

Batasan kekuatan pengunci mur baut (torque control)

Step/tahap penguncian mur-baut (sequence)

4. SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/ METODE PELAKSANAAN /KERJA

:Pekerjaan

Utama

yang

diuraikan

dalam

Metode

Pelaksaan Pekerjaan ini :

NO

JENIS PEKERJAAN UTAMA

1.

Pekerjaan Konstruksi Baja

1. PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA

1.

Pengelasan

a. Pengelasan harus dilaksanakan sesuai AWS atau AISC specification, baru dapat dilaksanakan dengan seijin pengawas, dan menggunakan mesin las listrik.

b. Kawat las yang dipakai adalah harus merk "Kobesteel" atau yang setaraf.

c. Pengelasan harus dikerjakan oleh tenaga

ahli dan berpengalaman.

d. Semua pekerjaan pengelasan harus rapi tanpa menimbulkan kerusakan-kerusakan pada beban bajanya.

e. Elektrode las yang dipergunakan harus disimpan pada tempat yang dapat tetap menjamin komposisi dan sifat-sifat dari electrode selama masa penyimpanan.

f. Pengelasan

pengaliran

yang rata dari cairan electrode tersebut.

g. Teknik atau cara pengelasan yang

dipergunakan harus memperlihatkan mutu

harus

menjamin

dan kualtias dari las yang dikerjakan.

h. Permukaan dari daerah yang akan dilas harus bebas dari kotoran yang memberi pengaruh besar pada kawat las. Permukaan yang akan dilas juga harus bersih dari aspal, cat, minyak, karat dan bekas-bekas potongan api yang kasar, bekas potongan api harus digurinda dengan rata. Kerak bekas pengelasan harus dibersihkan dan disikat.

i. Pengelasan tidak boleh dilakukan jika temperatur dari base metal lebih rendah 0F. Pada temperatur 0F, permukaan las

dari titik dimulainya las sampai sejauh 7.5

m juga dijaga temperaturnya sampai

dengan waktu pengelasan.

j. Pemberhentian las harus pada tempat yang ditentukan dan harus dijamin tidak akan berputar atau berbengkok.

k. Pada pekerjaan las dimana terjadi banyak lapisan las (pengelasan lebih dari satu kali), maka sebelum dilakukan pengelasan berikutnya lapis terdahulu harus dibersihkan dari kerak-kerak las atau slag

dan percikan-percikan logam yang ada. Lapisan las yang berpori-pori atau

dibuang sama

retak atau rusak harus sekali.

2. Sambungan

a. Sambungan-sambungan yang dibuat harus mampu memikul gaya-gaya yang bekerja, selain berguna untuk tempat pengikatan dan untuk menahan lenturan batang.

b. Hanya diperkenankan 1 (satu) sambungan dalam 1 (satu) bentang. Yang dimaksud dengan 1 bentang adalah panjang komponen batang baja dimana hanya ujung-ujungnya terdapat sambungan dengan menggunakan bolt.

c. Semua

harus

dilaksanakan dengan las tumpul atau full penetration butt weld.

penyambungan

profil

baja

3. Lubang-lubang Baut

a. Lubang-lubang baut harus benar-benar tepat dan sesuai dengan diameternya. Kontraktor tidak boleh merubah atau membuat lubang baru di lapangan tanpa seijin pengawas.

b. Pembuatan

baut

harus memakai bor. Untuk konstruksi yang

tipis (maksimum 10 mm), boleh memakai mesin pons. Membuat lubang baut dengan api sama sekali tidak diperkenankan.

c. Baut penyambung harus berkwalitas baik dan baru.

d. Diameter baut, panjang ulir harus sesuai dengan yang diperlukan. Mutu baut yang digunakan sesuai dengan yang tercantum dalam gambar perencanaan.

e. Lubang baut

mm

lubang

dibuat

maksimum

2

lebih besar dari diameter baut.

f. Pemasangan dan pengencangan baut harus

dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak

menimbulkan

torsi yang berlebihan pada baut yang akan mengurangi kekuatan baut itu sendiri. Untuk itu diharuskan menggunakan pengencang baut yang khusus dengan momentorsi yang sesuai dengan buku petunjuk untuk mengencangkan masing- masing baut.

momen

g. Panjang baut harus sedemikian rupa,

sehingga setelah dikencangkan

masih

terdapat paling sedikit 4

ulir

yang menonjol pada permukaan,

tanpa

menimbulkan

kerusakan pada

ulir

baut

tersebut.

masing-masing 1 buah pada kedua sisinya.

i. Untuk menjamin pengencangan baut yang dikehendaki, maka baut-baut yang sudah dikencangkan harus diberi tanda dengan cat, guna menghindari adanya baut yang tidak dapat dikencangkan.

4. Pemasangan percobaan atau Trial Erection

Bila dipandang perlu oleh MK, Kontraktor wajib melaksanakan pemasangan percobaan dari sebagian atau seluruh pekerjaan konstruksi. Komponen yang tidak cocok atau yang tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi dapat ditolak oleh MK dan pemasangan percobaan tidak boleh dibongkar tanpa persetujuan MK.

5. Pengecatan

a. Semua bahan konstruksi baja harus di cat. Permukaan profil harus dibersihkan dari semua debu, kotoran, minyak, gemuk dan sebagainya dengan cara mencuci dengan white spirit atau solvent lain yang cocok. Karat dan kerak harus dihilangkan dengan cara menggosok dengan wire brush mekanik.

2 jam setelah

b. Paling lambat

pembersihan ini, pengecatan dasar pertama

sudah harus dilakukan. Baja yang akan ditanam didalam beton tidak boleh dicat.

c. Sebelum mulai pengecatan, Kontraktor harus memberitahukan kepada pengawas untuk mendapatkan persetujuannya untuk aplikasi dari semua bahan cat.

d. Cat dasar pertama adalah cat zinchromat primer 2 (dua) kali di Workshop dengan menggunakan kuas (brush). Cat dasar ini setebal 2 (dua) kali 50 mikron.

e. Cat finish dilakukan 2 (dua) kali di lapangan setebal 30 mikron, setelah semua konstruksi selesai terpasang dengan menggunakan kuas (brush).

f. Cat dasar yang rusak pada waktu perakitan harus segera dicat ulang sesuai dengan persyaratan cat yang digunakan.

6. Grouting Untuk grouting disekitar angker dan dibagian bawah dari base plate dipakai Conbextra GP exFosroc atau yang setara setebal 2.5 cm. Pekerjaan ini harus menggunakan injection

pump.

7. Pemasangan Akhir atau Final Erection

a. Alat-alat untuk pemasangan harus sesuai untuk pekerjaannya dan harus dalam keadaanbaik. Bila dijumpai bagian-bagian konstruksi yang tidak dapat dipasang atau

ditempatkan sebagaimana mestinya sebagai

akibat dari kesalahan fabrikasi atau perubahan bentuk yang disebabkan penanganan, maka keadaaan itu harus segera dilaporkan kepada MK disertai dengan usulan cara perbaikannya. Cara perbaikan tersebut harus mendapat persetujuan dari MK sebelum dimulainya pekerjaan tersebut. Perbaikan harus dilakukan dihadapan MK. Biaya tambahan yang timbul akibat pekerjaan perbaikan tersebut adalah menjadi tanggungan Kontraktor. Meluruskan pelat dan siku atas bentuk lainnya dilaksanakan dengan cara yang disetujui. Pekerjaan baja harus kering sebagaimana mestinya, kantong air pada konstruksi yang tidak terlindungi dari cuaca harus diisi dengan bahan “Waterproofing” yang disetujui. Sabuk pengaman dan tali-tali harus digunakan oleh para pekerja pada saat bekerja ditempat yang tinggi, disamping pengaman yang berupa “platform” atau jaringan (“net”).

b. Setiap komponen diberi kode atau marking sesuai dengan gambar pemasangan sedemikian rupa sehingga memudahkan pemasangan.

c. Bagian profil baja harus diangkat dengan baik dan ikatan-ikatan sementara harus digunakan untuk mencegah tegangan- tegangan yang melewati tegangan izin. Ikatan-ikatan itu dibiarkan sampai konstruksi selesai. Sambungan-sambungan sementara dari baut harus diberikan kepada bagian konstruksi untuk menahan beban mati, angin dan tegangan-tegangan selama pembangunan.

d. Baut-baut, baut angker, baut hitam, baut kekuatan tinggi dan lain-lain harus dipasang sebagaimana mestinya sesuai dengan gambar detail. Baut kekuatan tinggi harus dikencangkan dengan kunci momen (torque wrench).

e. Pelat dasar kolam untuk kolom penunjang dan pelat perletakan untuk balok, balok penunjang dan yang sejenis harus dipasang dengan luas perletakan penuh setelah bagian pendukung ditempatkan secara baik dan tegak. Daerah dibawah pelat harus diberi adukan lembab atau kering yang tidak susut dan disetujui Konsultan atau MK.

f. Toleransi terhadapt penyimpangan kolom dari sumbu vertical tidak boleh lebih dari 1/1500 dari tinggi vertical kolom.

bahan baja profil, baut-baut, kawat las, cat dari produsen atau pabrik.

b. Bila tidak ada “Certificate Test”, maka Kintraktor harus melakukan pengujian atas baja profil, baut, kawat las di laboratorium.

c. Pengujian contoh harus disiapkan untuk tiap type dari pengelasan dan tiap type dari bahan yang akan di las. Pengujian bersifat merusak contoh dari produsen dan kualifikasi pengelasan harus diadakan sesuai dengan persyaratan ASTM A370.

d. Pengujian pengelasan yang tidak bersifat merusak. Khusus untuk bagian-bagiankonstruksi dengan ketebalan bagian yang dilas tidak lebih dari 2 cm, pemeriksaan mutu pengelasan dilakukan secara visual, bila ditemukan hal-hal yang meragukan, maka bagian tersebut harus diuji dengan standar

AWS.D.1.0.

Khusus untuk las tumpul bila dianggap perlu

oleh MK atau Konsultan harus dilakukan test ultrasonic atau radiographic.

Pengujian secara “Radiographic” harus sesuai dengan lampiran B dari AWS.D.1.0. Pengelasan dan operator pengelasan harus memberi tanda pengenal pada baja seperti ditentukan dengan tanda-tanda yang lengkap dan sempurna.

- Fasilitas Kontraktor sebaiknya menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan pengujian secara “Radiographic” termasuk sumber tenaga dari utilitas lainnya tanpa adanya tambahan biaya pada Pemberi Tugas.

- Perbaikan bagian las yang rusak :

Daerah las yang diketahui rusak melebihi standar yang ditentukan pada “AWS.D.1.0” dinyatakan oleh “Radiographic” harus diperbaiki dibawah pengawasan MK dan tambahan “Radiographic” dari daerah yang diperbaiki harus dibuat atas biaya Kontraktor.

Pemeriksaan dengan “Ultrasonic” untuk las dan teknik serta standar yang dipakai harus sesuai dengn lampiran C dari AWS.D.1.0 atau 75 : Ultrasonic Contact Examination or Weldments :

E273-68 : Ultrasonic Inspection of Longitudinal and Spiral Welds or Welded Pipe and Tubing (1974).

Cara pemeriksaan dengan “Partikel Magnetic” harus sesuai dengan ASTM

5

SPESIFIKASI

JABATAN

KERJA

KONSTRUKSI

E109.

Cara pemeriksaan dengan “Liquid Penetrant” harus sesuai dengan E109.

Semua lokasi pengujian harus dipilih oleh MK.

e. Jumlah pengujian

Jumlah pengujian yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor harus seperti yang ditentukan di lapangan oleh MK.

f. Pemeriksaan visual pengelasan harus dilakukan ketipa operator membuat las dan setelah pekerjaan diselesaikan. Setelah pengelasan diselesaikan, las harus disikat dengan sikat kawat dan dibersihkan merata sebelum MK membuat pemeriksaannya. Konsultan atau MK akan memberikan perhatian khusus pada permukaan yang pecah-pecah, permukaan yang porous, masuknya kerak-kerak las pada permukaan, potongan bawah, lewatan atau overlap, kantong udara dan ukuran lasnya. Pengelasan yang rusak harus diperbaiki sesuai dengan persyaratan AWS.D.1.0.

dari

g. Hasil

pengujian

laboratorium

atau

lapangan diserahkan pada MK secepatnya.

h. Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan atau las dan sebagainya, menjadi tanggung jawab Kontraktor.

9. Syarat-syarat Pengaman Pekerjaan

a. Bahan-bahan baja profil dihindarkan atau

dilindungi dari hujan dan lain-lain.

b. Baja yang sudah terpasang dilindungi dari kemungkinan cacat atau rusak yang diakibatkan oleh pekerjaan-pekerjaan lain.

c. Bila terjadi kerusakan, Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

Tenaga yang tercantum pada struktur organisasi akan di lakukan pembuktian pada saat Free Cost Meeting (FCM)

Daftar personil inti tenaga ahli/ teknis/ terampil minimal yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan:

 

Jabatan

Pendidika

   

No

dalam

n

Pengala

Sertifikat Keahlian

.

Pekerjaan

Terakhir

man

(Minimal)

1.

Pelaksana

SMK/SMA

Minimal 2

Pelaksana Bangunan gedung (TS051)

(Sederajat)

Thn

2.

Tenaga

SMK/SMA

Minimal 2

SKT Tukang Konstruksi baja dan Plat (TS 027)

Terampil

(Sederajat)

Thn

3.

Tenaga

SMK/SMA

Minimal 2

SKT Tukang cat bangunan (TA-014)

Terampil

(Sederajat)

Thn

4.

Tenaga

SMK/SMA

Minimal 2

SKT Tukang las (TM-028)

Terampil

(Sederajat)

Thn

5.

Petugas K3

SMK/SMA

Minimal 2

Memiliki sertifikat pelatihan K3 Konstruksi

(Sederajat)

Thn

7 SYARAT

PENYEDIA

1. Memiliki Izin usaha konstruksi bidang Bangunan Gedung Sub bidang Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Komersial

(BG004).

2. Memiliki 2 tenaga tetap sesuai SBU yang dipersyaratkan bersertifikat SKA Muda.

2. Tenaga tetap harus disertakan dengan bukti pajak PPH 1721.

3. Memiliki IUJK, TDP (masih berlaku), Akte Pendirian Perusahaan, NPWP dan SPT Tahun terakhir (thn 2018).

4. Mempunyai / menguasai tempat usaha berupa milik/sewa.

dan SPT Tahun terakhir (thn 2018). 4. Mempunyai / menguasai tempat usaha berupa milik/sewa. Nip :

Nip : 19691031 200312 1 001