Anda di halaman 1dari 23

PANDUAN

MAGANG INDUSTRI
BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN
TEACHING FACTORY

SMK NEGERI BALI MANDARA

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BALI


SMK NEGERI BALI MANDARA
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Program Teaching Factory merupakan salah satu langkah untuk


menjembatani kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha serta dunia
industri (DUDI) dan lulusan SMK. Program ini sangat bagus dalam
menyiapkan peserta didik dalam bersaing di dunia kerja.
SMKN Bali Mandara pada tahun ini memperoleh bantuan
pengembangan teaching factory. Tentu bantuan ini merupakan kesempatan
yang sangat berharga guna mengembangakan kompetensi peserta didik
sesuai kebutuhan DUDI nantinya. Program pengembangan teaching factory
SMKN Bali Mandara ini dilaksanakan dalam tujuh kegiatan utama, yakni (1)
sosialisasi dan penyusunan program implementasi teaching factory, (2)
penyelarasan kejuruan, (3) magang industri, (4) pembelajaran teaching
factory, (5) pembelajaran industri 4.0, (6) Pengondisian fasilitas dan Sarana
Prasarana teaching factory, dan (7)
Sosialisasi/Pembekalan/Koordinasi/Pameran. Dalam buku panduan ini,
dipaparkan khusus untuk kegiatan magang industri. Melalui buku panduan
ini, diharapkan kegiatan magang industry berjalan dengan maksimal sesuai
dengan program yang sudah dibuat.
Kubutambahan, 20 Juni 2019
Kepala SMK Negeri Bali Mandara

I Wayan Agustiana, S.Pd., M.Pd.


NIP 19810514 200312 1 005

i
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ....................................................................... i


Daftar Isi ................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................ 1


A. Latar Belakang .................................................................... 1
B. Dasar Hukum ..................................................................... 2
C. Tujuan ................................................................................ 4
D. Sasaran .............................................................................. 5
E. Manfaat .............................................................................. 6

BAB II PELAKSANAAN
A. Jenis Kegiatan .................................................................... 7
B. Waktu Pelaksanaan ........................................................... 7
C. Peserta ................................................................................ 8
C. Sarana dan Prasarana ........................................................ 9
D. Skenario dan Strategi Kegiatan ........................................... 9
E. Jadwal Kegiatan.................................................................. 10
F. Anggaran............................................................................. 14

BAB III PENUTUP .................................................................... 16

LAMPIRAN
Tata Tertib Administrasi, Disiplin, dan Hak............................. 18

ii
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam rangka menyiapkan tenaga kerja yang terampil,
pemerintah memberikan perhatian khusus untuk pengembangan
sekolah kejuruan. Orientasi sekolah kejuruan tentu berbeda
dengan sekolah menengah umum. Lulusan SMK diharapkan
mampu langsung bekerja, melanjutkan, atau berwirausaha.
Berhubungan dengan itu, tujuan pengembangan SMK yaitu (1)
menyiapkan siswa agar memiliki kepribadian yang bermoral dan
beretika sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan
memiliki keahlian yang andal di bidangnya, (2) Menyiapkan siswa
agar mampu menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi,
(3) menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang terampil
produktif untuk dapat mengisi lowongan kerja yang ada dan
mampu menciptakan lapangan kerja dan (4) memberikan peluang
masa depan lebih baik, jika tidak bisa melanjutkan ke jenjang
yang lebih tinggi.
Agar mampu mencapai tujuan tersebut, setiap satuan
pendidikan perlu merancang program sekolah yang bagus.
Penyelenggaraan pendidikan di SMK harus memberikan
kesempatan kepada peserta didik dalam mengembangkan
keterampilan secara maksimal pada bidangnya masing-masing. Di
samping itu, kompetensi yang dikuasai peserta didik harus sesuai
dengan kebutuhan DUDI. Untuk mewujudkan kondisi tersebut
SMKN Bali Mandara mengembangkan teaching factory (TeFa).

1
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
Program TeFa adalah suatu konsep pembelajaran di SMK
berbasis produksi atau jasa yang mengacu kepada standar dan
prosedur yang berlaku di industri. Program ini dilaksanakan
dalam suasana seperti layaknya industri. Implementasi TeFa di
SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara
kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.
Pelaksanaan TeFa menuntut keterlibatan mutlak pihak
industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil
pendidikan dari SMK. Di samping itu, guru sebagai ujung tombak
pendidikan perlu memahami betul model pembelajaran industri
4.0. Oleh karena itu, SMKN Bali Mandara dalam rangka
mengembangkan TeFa melaksanakan magang industri untuk
guru kompetensi keahlian TeFa.

B. Dasar Hukum
Dasar hukum penyelengaraan Magang Industri Bantuan
Pemerintah Pengembangan Teaching Factory ini yaitu
1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang
Pendanaan Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun
2010.

2
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2015 tentang
Pengembangan Sumber Daya Industri.
6. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dengan
perubahan terakhir melalui Peraturan Presiden Nomor 16
Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
7. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016
tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam
Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Sain Sumber Daya
Manusia Indonesia.
8. Peraturan Meteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34
Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.
9. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
06/D.D5/KK/2018 tengang Spektrum Keahlian Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.
10. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
07/D.D5/KK/2018 tengang Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.
11. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
646/D.D5/KR/2018 tentang Standar Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A),
Muatan Kewilayahan (B), Muatan Dasar Bidang Keahlian
(C1), Muatan Dasar Program Keahlian (C2), dan Muatan
Kompetensi Keahlian (C3).

3
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
12. Peraturan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor
1156/D5.3/KU/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Bantuan Pemerintah Teaching Factory Tahun 2019.
13. Perjanjian Kerjasama Bantuan Pengembangan Teaching
Factory Tahun Anggaran 2019 antara Pejabat Pembuat
Komitmen Kegiatan Pembinaan SMK Subdit Kurikulum
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan dan
Kepala SMK Negeri Bali Mandara Nomor
10027/D5.3/KU/2019.

C. Tujuan
Tujuan penyelengaraan Magang Industri Bantuan
Pemerintah Pengembangan Teaching Factory adalah sebagai
berikut.
1. Mampu menyusun nama guru magang dan uraian tugasnya
(magang dan membuat modul);
2. Mampu membuat perencanaan magang yang disusun calon
guru magang dan penetapan DUDI tempat magang;
3. Mampu membuat laporan magang dan draft modul
pembelajaran;
4. Mampu menyosialisasikan hasil magang dan modul
pembelajaran; dan

4
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
D. Sasaran
Sasaran Magang Industri Bantuan Pemerintah
Pengembangan Teaching Factory pada setiap kegiatan adalah
sebagai berikut.
1. Kegiatan Persiapan Program Magang Guru sasarannya yaitu
sembilan orang yang terdiri atas unsur pimpinan sekolah,
unsur Kompetensi Keahlian yang ditefakan termasuk guru
yang dicalonkan magang;
2. Kegiatan Koordinasi DUDI Tempat Magang sasarannya yaitu
(1) satu orang unsur DUDI mitra/calon guru magang dan (2)
sembilan orang yang terdiri atas unsur pimpinan sekolah,
unsur Kompetensi Keahlian yang ditefakan termasuk guru
yang dicalonkan magang;
3. Kegiatan Pelaksanaan Magang Guru (2 orang @ 1 bulan) dan
Draft Modul sasarannya yaitu dua orang Guru Kompetensi
Keahlian TeFa;
4. Kegiatan Diseminasi Hasil Magang sasarannya yaitu satu
orang pengawas pembina dan sepuluh orang yang terdiri atas
unsur pimpinan sekolah, unsur kompetensi keahlian prioritas,
dan guru yang telah menyelesaikan magang; dan
5. Finalisasi Modul Pembelajaran sasarannya yaitu satu orang
pengawas pembina dan sepuluh orang yang terdiri atas unsur
pimpinan sekolah, unsur kompetensi keahlian prioritas, dan
guru yang telah menyelesaikan magang.

5
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
E. Manfaat
Melalui Magang Industri Bantuan Pemerintah
Pengembangan Teaching Factory, dapat dikembangkan
kompetensi guru dengan pengalaman kerja nyata di DUDI yang
relevan dengan Kompetensi Keahlian yang akan ditefakan sebagai
acuan dan atau diterapkan pada tefa yang akan dikembangkan.

6
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
BAB II
PELAKSANAAN

A. Jenis Kegiatan
Jenis kegiatan Pembelajaran 4.0 Bantuan Pemerintah
Pengembangan Teaching Factory adalah sebagai berikut.
No. Jenis Kegiatan Bentuk Kegiatan
Persiapan program Workshop persiapan program
1
magang guru magang
Koordinasi DUDI tempat Workshop/koordinasi
2 magang pemagangan dengan dudi calon
tempat magang
Pelaksanaan Magang Magang kerja guru yang
Guru (2 orang @ 1 ditetapkan serta menyusun
bulan) dan Draft Modul draft modul pembelajaran,
3
selama 1 (satu) bulan pada
DUDI mitra/pasangan yang
telah ditetapkan
Diseminasi Hasil Workshop diseminasi hasil
Magang magang termasuk modul
4
pembelajaran kepada warga
sekolah
Finalisasi modul Finalisasi modul pembelajaran
5 pembelajaran berdasarkan masukan pada saat
workshop diseminasi

B. Waktu Pelaksanaan
Sesuai dengan rapat persiapan pelaksanaan kegiatan, waktu
pelaksanaan magang industri Bantuan Pemerintah
Pengembangan Teaching Factory adalah sebagai berikut.
1. Kegiatan Persiapan Program Magang Guru dilaksanakan
pada Kamis, 3 Juli 2019;
2. Kegiatan Koordinasi DUDI Tempat Magang dilaksanakan
pada Jumat, 12 Juli 2019 dan Senin, 22 Juli 2019;

7
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
3. Kegiatan Pelaksanaan Magang Guru (2 orang @ 1 bulan) dan
Draft Modul dilaksanakan selama 30 hari mengikuti jam
kerja DUDI dan dimulai dari 23 Juli 2019;
4. Kegiatan Diseminasi Hasil Magang dilaksanakan Sabtu, 31
Agustus 2019; dan
5. Finalisasi Modul Pembelajaran dilaksanakan pada Minggu, 1
Sepetember 2019.

C. Peserta
Peserta Magang Industri Bantuan Pemerintah
Pengembangan Teaching Factory pada setiap kegiatan adalah
sebagai berikut.
1. Kegiatan Persiapan Program Magang Guru pesertanya yaitu
sembilan orang yang terdiri atas unsur pimpinan sekolah,
unsur Kompetensi Keahlian yang ditefakan termasuk guru
yang dicalonkan magang;
2. Kegiatan Koordinasi DUDI Tempat Magang pesertanya yaitu (1)
satu orang unsur DUDI mitra/calon guru magang dan (2)
sembilan orang yang terdiri atas unsur pimpinan sekolah,
unsur Kompetensi Keahlian yang ditefakan termasuk guru
yang dicalonkan magang;
3. Kegiatan Pelaksanaan Magang Guru (2 orang @ 1 bulan) dan
Draft Modul pesertanya yaitu dua orang Guru Kompetensi
Keahlian TeFa;
4. Kegiatan Diseminasi Hasil Magang pesertanya yaitu satu orang
pengawas pembina dan sepuluh orang yang terdiri atas unsur
pimpinan sekolah, unsur kompetensi keahlian prioritas, dan
guru yang telah menyelesaikan magang; dan

8
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
5. Finalisasi Modul Pembelajaran pesertanya yaitu satu orang
pengawas pembina dan sepuluh orang yang terdiri atas unsur
pimpinan sekolah, unsur kompetensi keahlian prioritas, dan
guru yang telah menyelesaikan magang.

D. Sarana dan Prasarana


Agar Magang Industri Bantuan Pemerintah Pengembangan
Teaching Factory berjalan dengan maksimal, sarana dan
prasarana yang diperlukan yaitu sebagai berikut: ruang rakor,
LCD, layar, laptop, pengeras suara, dan alat tulis.

E. Skenario dan Strategi Kegiatan


Skenario dan strategi kegiatan Magang Industri Bantuan
Pemerintah Pengembangan Teaching Factory dapat dilihat pada
Gambar 2.1.
Persiapan Magang Pelaksanaan Tindak Lanjut: Output:
Guru: Magang Guru:
 Workshop persiapan  Workshop  Nama guru
program magang  Pelaksanaan diseminasi hasil magang dan
satu hari/kali, Magang Guru magang uraian tugas
mendiskusikan (2 orang @ 1 termasuk modul  Perencanaan
rancangan magang bulan) dan pembelajaran magang
 Workshop Draft Modul kepada warga  Laporan magang
/koordinasi sekolah; dan draft modul
pemagangan dengan  Finalisasi pembelajaran
DUDI calon tempat
magang dua
modul  Tersosialisasika
pembelajaran nnnya hasil
hari/kali
mendiskusikan dan berdasarkan magang dan
menyepakati masukan pada modul
rancangan magang saat workshop pembelajaran
diseminasi
Gambar 2.1 Bagan Skenario dan Strategi Kegiatan

9
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
Sesuai dengan bagan di atas, Magang Industri Bantuan
Pemerintah Pengembangan Teaching Factory akan diawali
dengan Workshop persiapan program magang 1 (satu)
hari/kali untuk mendiskusikan rancangan magang. Hasil
yang harus dicapai pada tahap ini yaitu nama guru magang
dan uraian tugas (magang dan membuat modul)
Selanjutnya, dilaksanakan Workshop/koordinasi
Pemagangan dengan DUDI calon tempat magang 2 (dua)
hari/kali mendiskusikan dan menyepakati rancangan
magang. Output kegitan ini adalah perencanaan magang
dibuat calon guru magang dan penetapan DUDI tempat
magang. Setelah tahap persiapan, magang guru
dilaksanakan selama satu bulan. Output yang diharapkan
yaitu laporan magang dan draft modul pembelajaran.
Kegiatan selanjutnya yaitu Workshop diseminasi hasil
magang termasuk modul pembelajaran kepada warga
sekolah dan finalisasi modul pembelajaran berdasarkan
masukan pada saat workshop diseminasi. Output kedua
kegiatan tersebut adalah tersosialisasikannnya hasil magang
dan modul pembelajaran.

10
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
F. Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan Magang Industri Bantuan Pemerintah
Pengembangan Teaching Factory dapat dilihat pada Tabel di
bawah ini.

Tabel 2.1 Jadwal Kegiatan Workshop Persiapan Program Magang


NO. KEGIATAN PIC WAKTU TEMPAT
Hari, Tanggal: Kamis, 3 Juli 2019
1. Pembukaan: Panitia 09.00- Ruang
a. Doa bersama 09.15 Pertemua
b. Sambutan Kepala Wita n SMKN
SMKN Bali Bali
Mandara Mandara
2. Diskusi rancangan Panitia 09.15-
program magang 10.15
3. Cofee break Panitia 10.15-
10.30
Wita
4. Lanjut diskusi Panitia 10.30-
rancangan program 11.30
magang Wita
5. Penyusunan nama Panitia 11.30-
guru magang 12.00
Wita
Istirahat untuk Panitia 12.00-
makan siang 13.00
Wita
6. Penyusunan tugas Panitia 13.00 -
guru magang 14.00
Wita
7. Penutupan Panitia 14.00-
14.15
Wita

11
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
Tabel 2.2 Jadwal Kegiata Workshop/koordinasi Pemagangan
dengan DUDI Calon Tempat Magang
NO. KEGIATAN PIC WAKTU TEMPAT
Hari, Tanggal: Jumat, 12 Juli 2019
1. Pembukaan: Panitia 09.00- Ruang
c. Doa bersama 09.15 Pertemua
d. Sambutan Kepala Wita n SMKN
SMKN Bali Bali
Mandara Mandara
2. Diskusi perencanaan Panitia 09.15-
magang 10.15
3. Cofee break Panitia 10.15-
10.30
Wita
4. Lanjut diskusi Panitia 10.30-
perencanaan magang 12.00
Wita
5. Istirahat untuk Panitia 12.00-
makan siang 13.00
Wita
6. Penyusunan Panitia 13.00 -
dokumen 14.00
perencanaan magang Wita
dan menetapan
tempat magang
7. Penutupan Panitia 14.00-
14.15
Wita

Tabel 2.3 Jadwal Pelaksanaan Magang Guru


NO. KEGIATAN PIC WAKTU TEMPAT
Hari, Tanggal: 23 Juli s.d. 29 Agustus
1. Pelaksanaan Guru Magang Sesuai DUDI
Magang Guru jam yang
dilaksanakan kerja telah
selama satu bulan DUDI ditetapka
dari rentangan n
tanggal 23 Juli s.d.
29 Agustus 2019

12
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
NO. KEGIATAN PIC WAKTU TEMPAT
8. Penutupan Panitia Sesuai
jam
kerja
DUDI

Tabel 2.4 Jadwal Kegiata Workshop Diseminasi Hasil Magang


Termasuk Modul Pembelajaran kepada Warga Sekolah
NO. KEGIATAN PIC WAKTU TEMPAT
Hari, Tanggal: Sabtu, 31 Agustus 2019
1. Pembukaan: Panitia 09.00- Ruang
a. Doa bersama 09.15 Pertemua
b. Sambutan Kepala Wita n SMKN
SMKN Bali Bali
Mandara Mandara
2. Presentasi hasil Guru 09.15-
magang oleh guru Magang 10.15
magang
3. Cofee break Panitia 10.15-
10.30
Wita
4. Diskusi dan tanya Guru 10.30-
jawab tentang hasil Magang 12.00
magang yang telah Wita
dipresentasikan
5. Istirahat untuk Panitia 12.00-
makan siang 13.00
Wita
6. Presentasi modul Guru 13.00 -
pembelajaran 4.0 Magang 14.00
yang telah disusun Wita
oleh guru magang
7. Diskusi dan tanya Guru 14.00-
jawab tentang modul Magang 15.00
pembelajaran 4.0 Wita
yang telah
dipresentasikan
8. Penutupan Panitia 15.00-
15.15
Wita
13
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
Tabel 2.5 Jadwal Kegiata Finalisasi Modul Pembelajaran
Berdasarkan Masukan saat Workshop Diseminasi
NO. KEGIATAN PIC WAKTU TEMPAT
Hari, Tanggal: Minggu 1 September 2019
1. Pembukaan: Panitia 09.00- Ruang
a. Doa bersama 09.15 Pertemua
b. Sambutan Kepala Wita n SMKN
SMKN Bali Bali
Mandara Mandara
2. Presentasi revisi Guru 09.15-
finalisasi modul Magang 10.15
pembelajaran
berdasarkan
masukan saat
workshop diseminasi
3. Cofee break Panitia 10.15-
10.30
Wita
4. Diskusi dan tanya Guru 10.30-
jawab Magang 12.00
Wita
5. Istirahat untuk Panitia 12.00-
makan siang 13.00
Wita
6. Finalisasi modul Guru 13.00 -
pembelajaran 4.0 Magang 14.00
Wita
7. Penutupan Panitia 14.00-
14.15
Wita

G. Anggaran
Seluruh biaya yang diperlukan untuk kegiatan ini
dibebankan pada Dana Bantuan Pemerintah untuk
Pengembangan Teaching Factory yang diterima SMK Negeri Bali
Mandara sesuai Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pengembangan
Teaching Factory antara Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan

14
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
Pembinaan SMK Subdit Kurikulum Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan sebagai Pihak Pertama dan SMK Negeri Bali
Mandara sebagai Pihak Kedua dengan nomor:
10027/D5.3/KU/2019 Tanggal 17 Mei 2019.

15
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
BAB III
PENUTUP

Demikian buku panduan Magang Guru Bantuan Pemerintah


Pengembangan Teaching Factory ini disusun. Buku ini
diharapkan bisa menjadi pedoman dalam pelaksanaan Magang
Guru Bantuan Pemerintah Pengembangan Teaching Factory
sehingga pelaksanaan magang berjalan dengan maksimal dan
dihasilkan modul pembelajaran yang baik. Kegiatan Magang Guru
Bantuan Pemerintah Pengembangan Teaching Factory ini akan
berjalan dengan maksimal jika semua pihak yang terlibat
memberikan kontribusi dan komitmen yang tinggi terhadap
program ini.

16
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
LAMPIRAN-LAMPIRAN

17
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
Lampiran Tata Tertib Administrasi, Disiplin, dan Hak

A. Tata Tertib Administrasi


Peserta segera melapor kepada panitia penyelenggara dan
menyerahkan berkas kelengkapan administrasi yang terdiri dari:
1. surat tugas yang ditandatangani oleh kepala sekolah,
2. biodata yang sudah diisi dan ditandatangani oleh yang
bersangkutan, dan

B. Disiplin
Berikut ini hal-hal yang berkaitan dengan kedisiplinan yang
harus dipatuhi oleh peserta kegiatan.
1. Peserta harus hadir 10 menit sebelum acara dimulai.
2. Peserta diwajibkan mengikuti seluruh acara dari awal sampai
akhir sebagaimana yang telah ditetapkan dalam jadwal
kegiatan.
3. Peserta diwajibkan mengisi daftar hadir sebelum acara
dimulai.
4. Pada saat kegiatan berlangsung, peserta diharapkan
menghidupkan nada dering senyap atau getar pada telpon
genggam/seluler.
5. Peserta diwajibkan memakai sepatu dan berpakaian rapih
dan sopan selama mengikuti kegiatan.
6. Peserta, panitia, dan narasumber dilarang merokok di dalam
ruangan ber-AC.
7. Peserta guru magang hadir sesuai jam kerja DUDI.

18
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
8. Peserta guru magang mematuhi tata tertib yang berlaku pada
DUDI.

C. Hak
Berikut Hak yang diperoleh oleh peserta Magang Guru
Bantuan Pemerintah Pengembangan Teaching Factory.
1. Unsur DUDI Mitra/Calon Guru Magang dan Pengawas Pembina
1) Memperoleh bahan-bahan yang telah disediakan oleh
panitia.
2) Memperoleh konsumsi yang telah disediakan oleh Panitia.
3) Memperoleh transportasi lokal sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
4) Memperoleh pelayanan medis standar minimal yang
disediakan oleh panitia sesuai dengan biaya yang tersedia
bagi peserta yang sakit.
2. Unsur Pimpinan Sekolah dan unsur kompetensi keahlian
Prioritas dan guru yang telah menyelesaikan magang
1) Memperoleh bahan-bahan yang telah disediakan oleh
panitia.
2) Memperoleh konsumsi yang telah disediakan oleh Panitia.
3) Memperoleh pelayanan medis standar minimal yang
disediakan oleh panitia sesuai dengan biaya yang tersedia
bagi peserta yang sakit.

19
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY
20
MAGANG INDUSTRI BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN TEACING FACTORY