Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

PENYEBAB KEGAGALAN WIRAUSAHAAN

Disusun:

1. Nadila Okti Fariza (1614301024)


2. Indana Zulfa (1614301025)
3. Nesia Dwi Agustina (1614301026)
4. Adhaini Widiyawati (1614301027)
5. Ningsih (1614301028)
6. Addinatul Muqtadiroh (1614301029)
7. Dandy Putra Surya (1614301030)
8. Feby Dwi Jayanti (1614301031)
9. Fictor Yusman Agung (1614301032)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES TANJUNGKARANG

D IV KEPERAWATAN TANJUNGKARANG

TAHUN AJARAN 2017/2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT karena Berkat dan rida-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang Berjudul “
Penyebab Kegagalan Wirausaha”.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Kewirausahaan. Dalam


pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu dari segi
penulisan, isi dan lain sebagainya. Maka untuk kesempurnaan makalah ini
penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran dari Ibu guna perbaikan
untuk pembuatan makalah yang akan datang.

Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga


tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca.
.

Bandar Lampung, Oktober 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR SAMPUL ................................................................................ i

KATA PENGANTAR .............................................................................. ii

DAFTAR ISI ............................................................................................. iii

I. PENDAHULUAN . ............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang . ............................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ......................................................................... 1
1.3. Tujuan. .......................................................................................... 2
II. PEMBAHASAN. ................................................................................. 3

2.1 Pengukuran Wirausaha.................................................................. 3


2.2 Pengertian Kegagalan Wirausaha.. ............................................... 4
2.3. Penyebab Kegagalan Wirausaha ................................................... 4

2.4 Cara Mengatasi Kegagalan Wirausaha ......................................... 12

III. PENUTUP . ........................................................................................ 15

3.1. Kesimpulan . ................................................................................. 15

3.2. Saran . ............................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap wirausaha tentu tidak menginginkan kegagalan. Motivasi untuk


mengagapai kesuksesan harusnya terus menjadi pendorong bagi para wirausaha
agar membekali diri sehingga menjadi wirausaha yang tangguh.Memasuki dunia
wirausaha memang tidaklah semudah merencanakan dan mengimpikan
kesuksesannya.

Ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi yang seringkali membuat kita
harus memilih diantara 2 pilihan; tetap berjuang untuk menghadapi tantangan
tersebut atau malah menyerah dan mengubur semua mimpi untuk menjadi
wirausahawan sukses.

Di antara sekian banyak wirausahawan, mungkin hanya segelintir yang tetap


berjuang untuk menghadapi tantangan tersebut dan melanjutkan usahanya,
sementara sebagian besar lainnya memilih untuk menutup buku.Namun pada
umumnya, mereka yang memilih pilihan pertama itulah yang akan meraih
kesuksesan sesuai dengan kerja keras yang mereka lakukan.

Mungkin kita semua sering bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menyebabkan


kegagalan itu bisa terjadi dan mengapa tantangan berwirausaha itu begitu sulit
untuk dihadapi.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa pengertian wirausaha?
1.2.2 Apa pengertian kegagalan wirausaha?
1.2.3 Apa saja penyebab kegagalan wirausaha?
1.2.4 Bagaimana cara mengatasi kegagalan dalam Wirausaha ?

1
1.3 Tujuan
1.3.1 Mahasiswa memahami pengertian wirausaha
1.3.2 Mahasiswa memahami pengertian kegagalan wirausaha
1.3.3 Mahasiswa memahami penyebab kegagalan wirausaha
1.3.4 Mahasiswa memahami cara mengatasi kegagaan dalam wirausaha.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Wirausaha

wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan


mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali
produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk
pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan
operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.
Beberapa pengertian wirausaha adalah sebagai Berikut:

a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha


sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali
produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk
pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan
operasinya.
b. Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan
fungsinya untuk melakukan inovasi atau kombinasi-kombinasi yang baru
untuk sebuah inovasi.
c. Wirausaha, yaitu melakukan sebuah proses yang disebut creative
destruction (pengrusakan yang kreatif) untuk menghasilkan suatu nilai
tambah (added value) guna menghasilkan nilai yang lebih tinggi, sehingga
inti dari keterampilan wirausaha adalah kreativitas.
d. Wirausaha adalah orang yang berani mengusahakan suatu pekerjaan baik
untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.
e. Menurut Richard Cantillon (1755), entrepreneurial is an innovator and
individual developing something unique and new (wirausaha adalah
seorang penemu dan individu yang membangun sesuatu yang unik dan
baru).

3
2.2 Pengertian kegagalan wirausaha
Kegagalan wirausaha adalah ketidakmampuan seseorang atau kelompok
dalam menjalankan usaha nya. Apabila seseorang menyerah dari kegagalan
berarti dia tidak tahu bahwa kesukesesan sudah sangat dekat. Ketidakmampua
dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan di sebabkan karena
sikap wirausaha yang kurang menghadapi dan melakukan perubahan dan
tidak ada nya kemauan untuk terus mencoba dalam usahanya itu sendiri.

2.3 Faktor Kegagalan Wirausaha Menurut Para Ahli


a. Menurut Zimmere
Zimmere seorang praktisi kewirausahaan telah mengidentifikasi
setidaknya ada delapan faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya
kegagalan bagi wirausaha dalam mempertahankan kelangsungan hidup
usahanya (Suryana, 2003:44-45), yakni:
 Tidak kompeten dalam manajerial
Kapabilitas atau kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola
usaha menjadi faktor penyebab utama kesuksesan seorang
wirausaha. Karena itu, tidak memiliki kemampuan ini akan
justru mengakibatkan kegagalan dalam menjalankan aktivitas
usaha sesuai pengelolaan yang tepat.
 Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan
Kemampuan mengkoordinasikan, mengelola SDM, serta
kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan idealnya
membutuhkan pengalaman dan bukan sekedar mengetahui atau
memiliki ilmunya.
 Kurang dapat mengendalikan keuangan
Agar seorang wirausaha dapat berhasil dengan baik, faktor
penyebab kegagalan wirausaha yang utama dalam keuangan
adalah memelihara aliran kas. Yaitu mengatur pengeluaran dan
penerimaan secara cermat serta dapat memilah yang mana
kekayaan usaha dan mana kekayaan pribadi.
 Kegagalan dalam perencanaan

4
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan,
perencanaan yang belum matang akan berakibat pada timbulnya
masalah atau kesulitan dalam mengimplementasikan sejumlah
tindakan.
 Lokasi yang kurang memadai
Inilah pentingnya memilih lokasi yang strategis. Sehandal
apapun kemampuan bisnis atau sepopuler apapun suatu jenis
usaha, jika lokasi tidak strategis maka akan menyulitkan seorang
wirausaha dalam mempertahankan atau mengembangkan
usahanya. Dampak dari pemilihan lokasi yang tidak tepat ini
adalah operasional usaha yang kurang efisien.
 Kurangnya pengawasan peralatan
Pengawasan erat hubungannya dengan efisiensi dan efektifitas.
Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak
efisien dan efektif.
 Kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Sikap setengah-setengah terhadap usaha dapat mengakibatkan
usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap
setengah hati, peluang gagal menjadi besar.
 Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi
kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melaksanakan
perubahan,tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil.
Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila
berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan
setiap waktu. Sebab usaha haruslah berjalan dinamis dan tidak
statis. Kondisi lingkungan bisnis berfluktuasi. Ada masa-masa
pertumbuhan, masa-masa booming. Ada pula kondisi jenuh
hingga seorang wirausaha dapat saja berhenti beroperasi jika
tidak mampu mensiasati setiap kondisi bisnis yang terjadi.

5
b. Menurut Alex S. Nitisemito
Tokoh lain yang mengidentifikasi penyebab kegagalan usaha adalah
Alex S. Notosemito yang tertuang dalam bukunya yaitu seri perusahaan
kecil. Menurutnya penyebab kegagalan usaha adalah sebagai berikut:
 Pengusaha tersebut tidak atau kurang ulet serta cepat putus asa.
 Pengusaha kurang tekun dan kurang teliti dalam menjalankan
usahanya.
 Tingkat inisiatif dan kreatif dalam mengembangkan usahanya
kurang.
 Pengusaha ini juga tidak jujur serta tidak tepat dengan janji yang
telah dibuatnya sendiri. Jadi, jangan menjadi pengusaha yang
tidak jujur ya, karena justru tingkat kegagalannya akan semakin
besar. Mungkin sekali dua kali konsumen tidak tahu namun
semakin hari konsumen akan tahu dan tidak ingin membeli
produk yang anda jual karena anda tidak jujur.
 Keliru saat memilih bidang usaha, biasanya ini dirasakan oleh
pengusaha yang menjalankan bisnis warisan keluarga dimana
memang sudah menjadi kewajibannya untuk menjalankan bisnis
tersebut padahal sebenarnya orang tersebut tidak memiliki minat
dan passion dengan jenis bisnis yang dilakoninya tersebut.
 Memulai usaha dengan meninjam modal dari pihak ketiga
namun sebenarnya orang tersebut tidak memiliki pengalaman
dalam hal pinjam-meminjam. Jadi, memulai usaha dengan modal
orang lain itu sah saja namun jika anda belum mengetahui segala
bentuk konsekuensi dari pinjaman seperti bunga dan jatuh
temponya anda akan merasa repot sendiri nantinya.
 Membuka usaha tanpa pertimbangan yang matang terlebih
dahulu, Produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan permintaan
konsumen, sangat penting untuk membuka usaha yang telah
direncanakand dengan matang baik itu dari produknya,
pengelolaannya, pemasarannya dll.

6
 Membuka usaha dengan modal kredit yang tidak
dipertimbangkan sebelumnya, seperti yang telah disinggung
sebelumnya bahwa setiap pinjaman pasti memiliki konsekuensi
dan anda harus benar-benar memperhatikan hal ini dengan baik.
 Produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan selera para
konsumen.
 Pelayanan yang diberikan kepad para konsumen tidak sesuai atau
tidak memuaskan.
 Terlalu banyak mendapatkan piutang yang tidak segera
dibayarkan sehingga membuat aliran kas mandek.
 Kesalahan dalam menghitung aspek keuangan, oleh karena itu
untuk menempatkan orang di bagian ini sebaiknya anda
menempatkan orang yang terpercaya dan sudah berpengalaman
sebelumnya.
 Kesalahan karena menyamakan perusahaan dengan badan sosial,
memang tidak salah ketika anda menyumbang orang lain namun
anda juga harus memperhatikan diri sendiri supaya tidak terjadi
kekurangan.
 Terjadi kerancuan dalam hal prive dari pemilik perusahaan
sehingga keuangan menjadi rancu.
 Terjadi kemacetan atau masalah di dalam masalah aliran dana
kas.
 Pemilik perusahaan tidak melakukan pengawasan dan evaluasi
dengan baik pada usaha yang dijalankannya.

c. Penyebab kegagalan usaha menurut karakaya dan kobu


Menurut karakaya dan kobu mengelompokkan penyebab kegagalan
berdasarkan tiga hal berikut ini yaitu:
1. Kelompok yang pertama berkaitan dengan produk yang dihasilkan
dan pasar yang ditargetkan, dalam hal ini meliputi:
 Terjadi kesalahan saat launching produk dimana waktunya tidak
tepat.

7
 Desain produk tidak sesuai dengan kebutuhan dan minat dari
masyarakat.
 Strategi pemasaran yang digunakan tidak tepat sehingga salah
target dan jumlahnya tidak sesuai dengan yang telah
direncanakan sebelumnya.
 Pengusaha tidak mampu melakukan identifikasi pada usaha
yang telah dijalankannya.
2. Kelompok kedua berkaitan dengan masalah keuangan .
 Terjadi kesalahan perhitungan dana dimana dana yang
diestimasikan terlalu kecil padahal kenyataannya dana yang
diperlukan lebih besar.
 Perusahaan terlalu awal melakukan pinjaman dalam jumlah
besar padahal kebutuhannya tidak sebanyak dana yang dipinjam.

3. Kelompok ketiga berkaitan dengan masalah managemen .


 Pemilik usaha terlalu banyak bersikap nepotisme, dimana jika
dalam perusahaan terlalu banyak orag sendiri akan membuat
keadaan menjadi sungkan dan pemilik usaha tidak akan bisa
tegas pada bawahannya.
 Perusahaan memiliki sumber daya manusia yang tidak kuat dan
tidak kompeten dalam bidangnya.
 Tidak menggunakan kerja sama padahal kerja sama merupakan
hal yang sangat penting di dalam organisasi

d. Penyebab kegagalan usaha menurut Tersptra dan Olson


Tersptra dan Olson mendefinisikan penyebab kegagalan usaha adalah
sebagai berikut :
1. Untuk para pengusaha baru biasanya akan sangat sulit mencari
sumber dana karena banyak penyewa dana belum percaya
2. Terjadi beberapa masalah terutama pada pangsa pasar yang tidak
sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

8
3. Terjadi kemandekan dalam proses pengembangan produk sehingga
produk akan stagnan saja.
4. Proses produksi atau masalah manajerial yang masih kacau.
5. Biasanya dalam perusahaan baru akan berhadapan dengan masalah
akan menggunakan tenaga professional dan telah berpengalaman
namun gajinya tinggi dan pastinya akan membebani masalah
keuangan atau menggunakan tenaga baru namun pengalamannya
masih sedikit namun belum dapat dipastikan kinerjanya.
6. Para pengusaha baru ini tidak memiliki pengalaman dalam
mengatur sumber daya manusia yang dimiliki sehingga managerial
jadi bertambah kacau.
7. Jika terjadi gejolak ekonomi maka perusahaan baru ini akan
berfikir dahulu apakah akan tetap meneruskan usahanya atau
berhenti saja.

e. Penyebab kegagalan usaha menurut Erkki K. Laitenein


1. Terlalu yakin dengan laba besar pada tahun pertama berjalan
sehingga jika prediksi tersebut tidak sesuai maka pengusaha akan
putus asa.
2. Pengusaha baru biasanya tidak mau melakukan usaha jika dana
yang dimilikinya tidak besar.
3. Banyak hal yang belum dipikirkan dengan matang pada awalnya
sehingga membuat kekacauan pada saat usaha telah dijalankan.

f. Penyebab kegagalan usaha secara umum


1. Kepekaan terhadap lingkungan sekitar sangat kurang.
Pengusaha yang merasa dirinya telah berhasil biasanya lupa dengan
kondisi lingkungan sekitar. Anda terlalu terfokus pada usaha Anda
saja. Padahal usaha Anda itu maju dan berkembang juga karena
dukungan lingkungan sekitarnya. Ketidakpekaan Anda menangkap
isu di sekitar lingkungan Anda ini yang berakibat fatal. Jadi untuk
menghindari hal demikian, pengusaha wajib buka mata dan telinga

9
lebar-lebar untuk menangkap informasi apapun yang berguna bagi
usahanya. Contoh paling mudah yaitu kritikan dari lingkungan
sekitar mengenai usaha Anda. Artinya, bisa jadi dalam kritikan
tersebut terdapat solusi-solusi yang Anda butuhkan. Misalnya usaha
Anda ini kurang diminati masyarakat sekitar. Mau tidak mau kritikan
masyarakat itu harus diperhatikan. Kemudian Anda mencari cara
supaya kritikan itu dapat Anda selesaikan dengan baik. Lingkungan
sekitar seringkali justru menyumbangkan peluang buat Anda. Jika
Anda mampu menangkap peluang tersebut, tidak menutup
kemungkinan usaha Anda menjadi semakin maju. Jadi bagi seorang
pengusaha yang tidak ingin gagal harus mengindahkan kepekaan
terhadap lingkungan sekitar. Jika terdapat indikasi yang
membahayakan bisnis Anda, maka Anda harus segera membuat
langkah antisipasinya. Sebaliknya apabila Anda mendapatkan
indikasi yang menguntungkan bisnis Anda, maka Anda harus segera
menangkap peluang bisnis tersebut secepatnya

2. Pancaindra tumpul karena dimanjakan fasilitas hiburan.


Pada saat Anda menikmati hiburan, pancaindra Anda hanya terfokus
pada kesenangan yang Anda dapat saja. Padahal sebagai pengusaha
Anda memerlukan pancaindra untuk membaca dan memanfaatkan
peluang bisnis setiap saat. Jika Anda terlarut dalam hiburan, dapat
dipastikan pancaindra Anda pun tidak akan bekerja untuk
menghasilkan peluang usaha. Hiburan itu perlu, namun bagi Anda
seorang pengusaha yang lebih tepat sebenarnya rekreasi. Dengan cara
rekreasi, pikiran dan perasaan bisa menjadi segar kembali bahkan
selama dalam rekreasi tersebut otak kreatif Anda dapat menghasilkan
suatu karya yang baik.

3. Pendidikan dari keluarga berorientasi pada keberhasilan.


pendidikan formal, namun tidak mengembangkan bakat dan
kemampuan anak. Pada dasarnya pendidikan formal memiliki

10
kelemahan mendasar. Kelemahan pendidikan formal yaitu sifatnya
yang teoritis dan memandang peserta didik sebagai robot yang bisa
diprogram dengan kurikulum. Pendidikan formal mengajarkan teori-
teori, tidak mengajarkan cara bertahan hidup. Padahal selepas
menempuh pendidikan, Anda dituntut untuk bertahan hidup dengan
atau tanpa teori. Keluarga-keluarga di Indonesia masih
menomorsatukan pendidikan formal sebagai satu-satunya cara untuk
mencerdaskan anak. Padahal banyak upaya dapat dilakukan untuk
mencerdaskan anak. Pendidikan formal seringkali hanya membuat
anak menjadi pintar akan tetapi belum tentu cerdas. Karena
kecerdasan itu dipengaruhi oleh keterampilan yang dia miliki. Setiap
manusia memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Jadi
tidak bisa disamaratakan seperti robot yang deprogram oleh sekolah
dengan kurikulumnya. Jika pendidikan formal bisa Anda tempuh di
sekolah atau perguruan tinggi, seharusnya di keluarga Anda
mendapatkan pendidikan untuk mengembangkan bakat dan
kemampuan Anda sendiri. Dengan cara ini tentunya hasil yang didapat
akan lebih optimal. Kecerdasan dengan keterampilan inilah yang akan
membawa Anda menjadi pengusaha besar.

4. Budaya etos kerja yang rendah dan suka mengeluh.


Budaya ini sebenarnya bukan budaya asli orang Indonesia. Tetapi
budaya warisan kolonial yang memang sengaja diciptakan supaya
Anda tidak bisa maju dan berkembang. Namun karena sudah
membudaya, akhirnya Anda lebih banyak yang terseret ke dalamnya.
Jika Anda sudah mengetahui bahwa selama ini menjadi korban dari
budaya etos kerja yang diciptakan kolonial, maka segeralah
melakukan perubahan agar tidak semakin terjeremus dalam budaya
seperti ini. Terlebih jika Anda berkecimpung di dunia bisnis. Budaya
etos kerja ini tidak bisa diperlihara terlalu lama. Ketahuilah bahwa
usaha tidak bisa dibesarkan dengan cara bermalas-malasan. Usaha
harus dibangun dengan kerja keras. Itulah sebabnya mengapa

11
pengusaha memiliki kebiasaan bangun lebih pagi dan tidur lebih
malam daripada pegawai. Jangan biarkan budaya dan tradisi kolonial
mempengaruhi Anda. Yakinlah Anda juga mempunyai kesempatan
untuk membangun perusahaan besar.

2.4 Cara Mengatasi Kegagalan Wirausaha


1. Menyisihkan Uang dalam Pemasaran
Usaha anda mungkin akan gagal, jika anda tidak menyisihkan
waktu dan uang untuk pemasaran usaha kecil anda. Internet menawarkan
banyak peluang gratis untuk pemasaran/iklan usaha anda. Lihatlah banyak
situs yang menawarkan tayangan iklan gratis, manfaatkanlah untuk usaha
anda. Atau dapat membuat blog gratis untuk menjaring lebih banyak orang
untuk melihat dan membeli produk anda.
Jangan mengandalkan pemasaran bebas/offline, karena mungkin
tidak berkelanjutan. Anda harus menekan biaya pemasaran anda juga,
karena usaha anda baru tumbuh. Menyisihkan uang sebesar lima persen
atau lebih dari penjualan kotor untuk pemasaran dapat menghindari usaha
anda dari kegagalan. Pemasaran memegang penting dalam peningkatan
penjualan dan menciptakan merek untuk usaha anda.
2. Menulis Rencana Pemasaran
Sebuah rencana pemasaran ini bisa dibilang lebih penting daripada
rencana usaha, dan merupakan kunci untuk mencegah kegagalan usaha
kecil. Anda punya usaha bagus, tetapi tanpa pelanggan atau klien yang
bersedia dan mampu untuk membeli produk atau jasa anda. Pemasaran
yang efektif mendatangkan calon pelanggan untuk Anda, yang berarti
Anda akan dapat mendapatkan uang dan membayar semua biaya
operasional anda.
Menulis rencana pemasaran mengharuskan Anda untuk melakukan
survey bisnis dan memikirkan strategi yang dapat membantu usaha anda
berkembang. Anda juga dapat melihat keinginan orang, trend, yang lagi
hot dan lainnya. Seperti film paling populer, selebritis yang lagi hot, dapat
anda masukan dalam rencana pemasaran atau desain produk baru anda.

12
3. Pemasaran secara berkelanjutan
Pemasaran tidak hanya satu kali, tetapi harus berkelanjutan bahkan
anda harus melakukan setiap hari. Luangkan waktu dalam sehari untuk
pemasaran usaha kecil anda, tanpa anda mengganggu usaha kecil anda.
Jika anda mempunyai blog gratis sedapat mungkin update dengan artikel-
artikel baru, bisa dengan menjawab setiap pertanyaan yang sering muncul
ketika anda melayani pelanggan atau beberapa pengakuan tulus dari
pelanggan atas produk atau jasa anda. Pasar setiap hari terus berkembang
dan tumbuh. Baik pengusaha baru maupun lama siap bersaing dengan
pasar potensial anda. Kecuali jika anda tidak mempunyai pesaing dalam
usaha anda, anda boleh berhenti dalam pemasaran usaha kecil anda.
Pemasaran secara berkelanjutan akan menjamin usaha anda tidak
mengalami kegagalan.
4. Berkonsentrasi pada satu usaha
Jika Anda punya semangat kewirausahaan, Anda mungkin tipe
orang yang bisa melakukan 50 hal yang berbeda untuk 50 orang yang
berbeda. Karena anda dapat mengenal dan mengatasi karakter pelanggan.
Batasi bakat dan kemampuan untuk satu usaha untuk saat ini. Setiap usaha
harus fokus hanya pada satu jenis usaha. Anda dapat mempertahankan
usaha kecil Anda lagi dengan hal ini, dan usaha akan tetap bertahan dan
tumbuh. Jika anda telah siap untuk mengembangkan usaha baru lagi yang
memerlukan tenaga, uang lebih banyak, mendapatkan bantuan modal
usaha kecil, dan anda siap untuk rencana bisnis baru tanpa menganggu
usaha lama, silakan anda mengembangkan usaha baru.
5. Pisahkan uang untuk usaha dengan uang pribadi.
Anda harus dapat memisahkan uang untuk usaha dengan uang
pribadi anda. Pisahkan juga urusan usaha dengan urusan pribadi. Buatlah
aturan yang harus anda patuhi. Kapan mengambil penghasilan usaha?
Berapa persen yang harus anda ambil atas keuntungan usaha. Bila anda
ingin usaha anda sukses jangan sekali-kali mengambil uang usaha untuk
kepentingan pribadi, hal ini akan menyebabkan kegagalan usaha anda.
Bekerja keras pada usaha Anda untuk menghindari kesalahan umum yang
menyebabkan kegagalan usaha kecil. Anda tidak dapat menjamin
keberhasilan, tetapi Anda harus melakukan semua yang dapat Anda
lakukan untuk sukses.

Menurut William O. Uraneck, cara untuk menghindari kegagalan


dalam wirausaha adalah sebagai berikut:

13
1. Untuk menaggulangi masalah maka kita harus memahami betul letak
persoalan. Perhatikanlah dengan teliti, maka kita akan siap
menanggulanginya.
2. Kita harus memiliki semangat yang meluap dan cara berpikir yang positif
untuk menunjang kreatifitas. Dan tetaplah berusaha sambil tersenyum.
3. Semakin cepat kita memecahkan masalah tersebut, maka hasilnya akan
semakin baik. Sebab semakin kecil kegagalan yang akan terjadi kelak.
4. Cobalah meminta bantuan pengalaman dan pendapat orang lain. Mintalah
pertolongan mereka ketika memerlukan. Ambillah manfaat dari orang-
orang yang pernah menghadapi masalah yang sama.
5. Kita tidak boleh pasrah sebelum menemukan segala segi dari kegagalan
itu. Atasilah segala sebab kegagalan secara menyeluruh.
6. Pikirkan masalah itu matang-matang dengan daya cipta yang
kreatif.Pandanglah ke depan dengan pemecahan masalah kita. Jadikan
sebagai batu loncatan ke arah yang lebih baik.

14
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan
mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali
produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan
produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk
menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.
Kegagalan wirausaha adalah ketidakmampuan seseorang atau kelompok
dalam menjalankan usaha nya. Apabila seseorang menyerah dari kegagalan berarti
dia tidak tahu bahwa kesukesesan sudah sangat dekat.
Faktor Kegagalan Wirausaha Menurut Para Ahli :
1. Menurut Zimmere
2. Menurut Alex S. Nitisemito
3. Penyebab kegagalan usaha menurut karakaya dan kobu
4. Penyebab kegagalan usaha menurut Tersptra dan Olson
5. Penyebab kegagalan usaha menurut Erkki K. Laitenein
6. Penyebab kegagalan usaha secara umum

3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya
penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan makalah faktor penyebab
kegagalan usaha dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat
dipertanggung jawabkan.

15
DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompasiana.com/sup_andi/faktor-faktor-penyebab-kegagalan-
seorang-dalam-berwirausaha_5529c31d6ea834a602552d19

Diakses tanggal 5 Oktober 2017

https://dosenekonomi.com/bisnis/penyebab-usaha-bangkrut

Diakses tanggal 5 Oktober 2017

https://www.slideshare.net/rekaandika-faktor-penyebab-kegagalan-dan-
keberhasilan-wirausaha/

Diakses tanggal 5 Oktober 2017

https://cobah-ajah.blogspot.com/2012/05/faktor-penyebab-keberhasilan-dan-
kegagalan-wirausaha/

Diakses tanggal 5 Oktober 2017

16
17