Anda di halaman 1dari 13

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu dari hasil perdagangan adalah keadaan dimana ekspor lebih besar
dari pada impor atau sebaliknya. Angka tersebut dapat dilihat pada neraca
pembayaran yang dukeluarkan oleh Bank Indonesia di bagian neraca perdagangan.
Neraca dapat diartikan sebagau catatan yang berisi angka-angka aliran transaksi
antara dalam negeri dengan luar negeri, baik dalam ekspor impor penanaman modal
asing, utang piutang, maupun bantuan sukarela (hibah dan hadiah luar negeri) dalam
satu periode.

2.1 PENGERTIAN NERACA PEMBAYARAN

Neraca pembayaran adalah catatan dari semua transaksi ekonomi


internasional yang meliputi perdagangan, keuangan dan moneter antara penduduk
dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu tertentu, biasanya
satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus pembayaran (keluar dan masuk) untuk
suatu negara. Neraca pembayaran secara esensial merupakan sistem akuntansi yang
mengukur kinerja suatu negara. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan
berpasangan (double-entry bookkeeping system), yaitu; tiap transaksi dicatat satu
sebagai kredit dan satu lagi sebagai debit.

Neraca pembayaran adalah suatu pembukuan yang menunjukkan aliran


pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain ke dalam negeri, dan dari dalam
negeri ke negara-negara lain. Pembayaran-pembayaran yang dilakukan tersebut
meliputi (i) penerimaan dari ekspor dan pembayaran untuk impor barang dan jasa; (ii)
aliran masuk penanaman modal asing dan pembayaran penanaman modal ke luar
negeri; dan (iii) aliran ke luar dan lairan masuk modal jangka pendek (seperti
mendepositkan uang di luar negeri).

Transaksi ekonomi internasional yang dicatat dalam neraca pembayaran


internasional dapat digolongkan menjadi dua yaitu transaksi debit dan kredit.
1. Transaksi debit, merupakan transaksi yang berakibat pada bertambahnya
kewajiban bagi penduduk suatu negara yng memiliki neraca pembayaran
tersebut untuk melakukan pembayaran kepada penduduk lain. Sebagai contoh,
ketika indonesia membeli suatu barang dari Jepang, maka transaksi yng
dilakukan indonesia tersebut akan menimbulkan kewajiban untuk melakukan
pembayaran kepada pihak jepan, sehingga transaksi teressbut merupakan
transaksi debit.
2. Transaksi kredit, merupakan transaksi yang berakibat pada timbul atau
betambahnya hak bagi penduduk suatu negara yangmemiliki neraca
pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari negara yang
bersangkutan. Contohnya ketika menjual barang ke Amerika, maka transaksi
tersebut akan menimbulkan hak bagi Indonesia untuk memperoleh atau
menerima pembayaran dari pihak Amerika, sehingga transaksi tersebut
merupakan trasaksi kredit.

Transaksi yang dicatat sebagai kredit adalah arus masuk valuta. arus masuk
valuta adalah transaksi-transaksi yang mendatangkan valuta asing, yang merupakan
suatu peningkatan daya beli eksternal atau sumber dana. Sedangkan transaksi yang
dicatat sebagai debit adalah arus keluar valuta. Arus keluar valuta adalah transaksi-
transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing, yang merupakan suatu
penurunan daya beli eksternal atau penggunaan dana.
Neraca pembayaran suatu negara mencatat transaksi yang dilakukan oleh
penduduknya dengan penduduk negara yang lain. penduduk disini dalam artian
adalah :
1. Orang perorangan/individu
Orang perorangan yang tidak mewakili pemerintah suatu negara (misalnya
para turis) dianggap sebagai penduduk di mana mereka mempunyai tempat tinggal
tetap atau tempat dimana mereka memperoleh center of interest.
2. Badan hukum
Suatu Badan Hukum dianggap sebagai penduduk dari negara dimana Badan
Hukum tersebut memperoleh status sebagai Badan Hukum. Cabang-cabangnya yang
ada di luar negeri dianggap sebagai penduduk luar negeri.
3. Pemerintah
Badan-badan pemerintah adalah jelas sebagai penduduk dari negara yang
diwakilinya. Misalnya, para diplomat kedutaan besar dianggap sebagai penduduk dari
negara yang mereaka wakili. Transaksi yang mereka adakan di negara lain
merupakan transaksi ekonomi internasional.

Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan (balanced)


dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama. Kedua entries tersebut
dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal
nasional (dari mana kita memperoleh dana-dana/ daya beli, dan bagaimana kita
mengunakannya). Jadi, total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu negara
akan sama secara agregat; namun, dari komponen-komponen neraca pembayaran,
mungkin terdapat surplus dan defisit.

Defisit dalam neraca pembayaran menimbulkan beberapa akibat buruk


terhadap kegiatan dan kestabilan ekonomi negara. Defisit sebagai akibat impor yang
berlebihan akan mengakibatkan penurunan dalam negeri dengan barang impor. Harga
valuta asing akan meningkat dan menyebabkan harga-harga barang impor bertambah
mahal. Kegiatan ekonomi dalam negeri yang menurun mengurangi kegairahan
pengusaha-pengusaha untuk melakukan penanaman modal dan membangun kegiatan
usaha baru.

Dengan demikian, sama halnya dengan masalah pengangguran dan inflasi,


masalah defisit dalam neraca pembayaran dapat menimbulkan efek yang buruk ke
atas prestasi kegiatan ekonomi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Oleh
karenanya setiap negara harus berusaha menghindari berlakunya defisit dalam neraca
pembayaran.
Berdasarkan neraca pembayaran kita dapat mengetahui bahwa neraca dibagi
ke dalam beberapa transaksi ekonomi internasional. Secara garis besar transaksi
ekonomi internasional (luar negeri) atau pos-pos dasar suatu negara dapat dibedakan
sebagai berikut.
a. Transaksi Dagang (Trade Account)
Transaksi dagang adalah semua transaksi ekspor dan impor barang-barang
(merchandise) dan jasa-jasa. Transaksi dagang dibedakan menjadi transaksi barang
(visible trade) yang merupakan transaksi ekspor dan impor barang dagangan, dan
transaksi jasa (invisible trade) yang merupakan transaksi eskpor dan impor jasa.
Untuk transaksi ekspor dicatat di sisi kredit, sedangkan transaksi impor dicatat di sisi
debit.
b. Transaksi Pendapatan Modal (Income on Investment)
Transaksi pendapatan modal adalah semua transaksi penerimaan atau
pendapatan yang berasal dari penanaman modal di luar negeri serta penerimaan
pendapatan modal asing di negeri kita. Pendapatan tersebut dapat berupa bunga,
dividen, dan keuntungan lain. Penerimaan bunga dan dividen merupakan transaksi
kredit, sedangkan pembayaran bunga dan dividen kepada penduduk negara asing
merupakan transaksi debit.
c. Transaksi Unilateral (Unilateral Transaction)
Transaksi unilateral adalah transaksi sepihak atau transaksi satu arah, artinya
transaksi tersebut tidak menimbulkan kewajiban untuk membayar atas barang atau
bantuan yang diberikan. Berikut ini yang tergolong dalam transaksi unilateral adalah
hadiah (gift), bantuan (aid), dan transfer unilateral. Apabila suatu negara memberi
hadiah atau bantuan ke negara lain, maka transaksi ini termasuk transaksi debit.
Sebaliknya, jika suatu negara menerima hadiah atau bantuan dari negara lain,
termasuk dalam transaksi kredit.
d. Transaksi Penanaman Modal Langsung (Direct Investment)
Transaksi penanaman modal langsung adalah semua transaksi yang
berhubungan dengan jual beli saham dan jual beli perusahaan yang dilakukan oleh
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. Apabila terjadi pembelian
saham atau perusahaan dari tangan penduduk negara lain, maka pos direct investment
didebit, dan bila terjadi penjualan saham atau penduduk asing yang mendirikan
perusahaan di wilayah kekuasaannya, maka pos ini dikredit.
e. Transaksi Utang Piutang Jangka Panjang (Long Term Loan)
Transaksi utang piutang jangka panjang adalah semua transaksi kredit jangka
panjang yang pembayarannya lebih dari satu tahun. Sebagai contoh transaksi
penjualan obligasi kepada penduduk negara lain, menerima pembayaran kembali
pinjaman-pinjaman jangka panjang yang dipinjamkan kepada penduduk negara lain,
atau mendapatkan pinjaman jangka panjang dari negara lain, maka pos ini dicatat di
sebelah kredit, dan bila terjadi transaksi pembelian obligasi atau lainnya yang
berkaitan dengan utang piutang jangka panjang, maka pos ini dicatat di sebelah debit.
f. Transaksi Utang-piutang jangka pendek (Short Term Capita1)
Transaksi utang piutang jangka pendek adalah semua transaksi utang piutang
yang jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun. Transaksi ini umumnya terdiri atas
transaksi penarikan dan pembayaran surat-surat wesel.
g. Transaksi Lalu Lintas Moneter (Monetary Acomodating)
Transaksi lalu lintas moneter adalah pembayaran terhadap transaksi-
transaksi pada current account (transaksi perdagangan, pendapatan modal, dan
transaksi unilateral) dan investment account (transaksi penanaman modal langsung,
utang piutang jangka pendek, dan utang piutang jangka panjang). Apabila jumlah
pengeluaran current account dan investment account lebih besar daripada
penerimaannya, maka perbedaan tersebut merupakan defisit yang harus ditutup
dengan saldo kredit monetary acomodating.
Dari transaksi tersebut, maka transaksi ekonomi internasional
dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Transaksi Berjalan (Current Account)
Transaksi berjalan adalah semua transaksi ekspor dan impor barang-barang
dan jasa-jasa. Secara umum meliputi: transaksi perdagangan, transaksi pendapatan
modal dan transaksi unilateral.
b. Neraca Modal (Capital Account)
Neraca modal adalah neraca yang menunjukkan perubahan dalam harta
kekayaan (asset) suatu negara di luar negeri dan aset asing di suatu negara, di luar
aset cadangan pemerintah. Neraca modal meliputi: transaksi penanaman modal
langsung, transaksi utang piutang jangka panjang dan transaksi utang piutang jangka
pendek.
c. Selisih yang Belum Diperhitungkan (Error and Omissions)
Selisih yang belum diperhitungkan merupakan rekening penyeimbang
apabila nilai transaksi-transaksi kredit tidak sama persis dengan nilai transaksi debit.
Dengan adanya rekening selisih perhitungan ini, maka jumlah total nilai transaksi
kredit dari suatu Neraca Pembayaran Internasional (NPI) akan selalu sama dengan
transaksi debitnya.

2.2 Pengertian Surplus

Berikut ini penulis mencoba menampilkan mengenai pengertia surplus


dalam ilmu ekonomi. Surplus dalam ilmu ekonomi merupakan suatu hal yang harus
diwujudkan dalam setiap kegiatan ekonomi diberbagai segi baik dari segi ekonomi
kenegaraan, perusahaan maupun ekonomi dalam rumahtangga.Sebab tidak boleh
diingkari bahwa tidak ada satupun aktivitas yang akan dilakukan tanpa membutuhkan
keuangan sementara yang mengatur mengenai kebutuhan rumah tangga adalah
ekonomi. Sebab ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia
senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Makanya itu pengertian suplus adalah suatu kemutlakan harus dipahami


betul agar dapat menjadi suatu pelajaran bagaimana cara untuk menjadikan ekonomi
rumahtangga anda bisah menjadi senantiasa surplus dan minimal seimbang atau
balance. dn jangan menjadi defisit.

Pengertia Surplus ekonomi adalah istilah bisnis yang digunakan untuk


menggambarkan situasi yang berbeda. Definisi dasar dari surplus ekonomi adalah
bahwa aset keuangan dari suatu entitas, seperti, pasar bisnis, pemerintah individual,
atau, melebihi kewajiban keuangannya. Definisi dasar namun, hanya titik melompat-
off untuk menggambarkan berbagai bentuk surplus ekonomi.

Untuk surplus, individu ekonomi dapat dijelaskan dalam beberapa cara. Jika
seseorang memiliki sejumlah uang untuk hidup pada awal bulan, namun tidak
menghabiskan semuanya selama sebulan, nya anggaran surplus dengan jumlah yang
tersisa. Namun, surplus juga dapat digunakan untuk menggambarkan perbedaan
antara apa individu atau konsumen bersedia untuk membayar sesuatu, dibandingkan
apa yang sebenarnya dibayar. Jika seseorang bersedia untuk membeli sofa untuk
dolar US $ 800 (USD), tetapi menemukan model yang sama untuk $ 600 USD,
surplus ekonomi dikatakan $ 200 USD tidak menghabiskan bahwa konsumen
bersedia untuk menghabiskan. Dalam bisnis, surplus juga dapat menjadi sarana untuk
menjelaskan kekayaan bersih perusahaan dan tingkat keberhasilan. Selama waktu
tertentu, jika penghasilan perusahaan melebihi semua pengeluaran, termasuk tenaga
kerja, biaya produksi, transportasi, dan kerugian investasi, jumlah yang tersisa adalah
surplus ekonomi. Jumlah ini juga mendefinisikan bagaimana menguntungkan
perusahaan telah selama periode waktu. Jika penerimaan perusahaan sama satu juta
dolar, dan total pengeluaran sama dengan USD $ 500.000, USD $ 500.000 sisanya
dianggap keuntungan atau, dengan kata lain, surplus.

Dalam keuangan, bagaimanapun, istilah seperti kelebihan biasanya


memiliki aplikasi yang jauh lebih rumit. Misalnya, dalam pasokan dasar dan grafik
permintaan, bisa ada beberapa jenis surplus ekonomi yang terlibat. Selain surplus
konsumen, jumlah surplus produsen juga harus dipertimbangkan. Angka ini dicapai
oleh melebihi laba atas biaya operasional untuk pemasok.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-3 Departemen Pendidikan


Nasional Penerbit Balai Pustaka :

Surplus adalah jumlah yang melebihi hasil biasanya; berlebihan ; sisa.


a. Istilah surplus dalam ilmu ekonomi adalah sebagai berikut :
- Surplus Produsen adalah pendapatan tambahan yang diperoleh oleh seorang
produsen dari penerimaan harga suatu barang yang lebih tinggi dibandingkan
dengan harga yang sebenarnya telah dipersiapkan untuk ditawarkan.
Supply menggambarkan berbagai jumlah dimana produsen berkeinginan
untuk menjual pada harga yang berbeda-beda
Kurve Supply dapat juga dipakai untuk mengukur marginal (opportunity) cost
dari penjual dari penawarannya pada berbagai jumlah dari barang Market
- Surplus Konsumen adalah kepuasan atau kegunaan (utility) tambahan yang
diperoleh konsumen dari pembayaran harga suatu barang yang lebih rendah
dari harga yang konsumen bersedia membayarnya. Consumen membeli
barang sebab membuat mereka better off ( sejahtera) atau memberikan nilai
guna. Consumer Surplus mengukur berapa banyak ksejehateraan yang mereka
peroleh Consumer Surplus, Jumlah kemampuan membayar untuk barang
dikurangi jumlah aktual yang mereka bayarkan Kesejahteraan ekonomi dari
masyarakat diukur dengan jumlah consumer surplus dan producer surplus.
Efisiensi pasar (Market Efficiency) dicapai jika total surplus adalah
maksimum dan alokasi sumberdaya adalah efisien.

Pakar ekonomi dari institute for development of economics and finance


(Indef) Bhima Yudistira menilai turunnya nilai ekspor sebesar 4,51 persen secara
bulanan pada September 2017 lalu mencerminkan berkurangnya kualitas neraca
perdagangan. Karenanya, kendati perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar
1,76 miliar dolar AS, Bhima menilai surplus tersebut semu. "Bisa dibilang mengalami
surplus semu. Hal ini bukan faktor musiman, (tapi) karena penurunan ekspor bulan
september dipengaruhi oleh anjloknya pertumbuhan ekspor minyak kelapa sawit,"
kata dia, saat dihubungi Republika, Selasa (17/10).

Pada September lalu, nilai ekspor minyak kelapa sawit anjlok sebesar -9,06
persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara, jika membandingkan data tahunan
(year on year), pada September 2016 ekspor minyak kelapa sawit naik 4,11 persen
dibanding Agustus 2016. Menurut Bhima, anjloknya ekspor kelapa sawit ini dipicu
oleh adanya kebijakan baru di negara tujuan ekspor, terutama India dan Pakistan,
yang menaikkan tarif bea masuk. "Kedua negara tersebut bersikap lebih protektif
terhadap CPO asal Indonesia."

Sementara itu, Bhima melanjutkan, impor saat ini sedang mengalami fase
normalisasi, khususnya pada impor bahan baku dan barang modal. Setelah naik
signifikan di periode Juli lalu, impor kemudian turun pada periode September. BPS
mencatat, impor migas turun sebesar 3,79 persen secara bulanan. Sementara, impor
non migas turun sebesar 5,67 persen. Kendati begitu, Bhima mengatakan, kinerja
ekspor secara umum masih positif karena didorong oleh kenaikan harga komoditas
mentah. Ia memprediksi, sampai akhir tahun 2017 neraca perdagangan Indonesia
akan terus mengalami surplus. "Optimis surplusnya kembali berkualitas. Asalkan
kinerja ekspor lebih baik dari September," ujarnya.

2.3 Pengertian Defisit

Defisit secara harfiah berarti adalah kekurangan dalam kas keuangan .


Defisit biasa terjadi ketika suatu organisasi (biasanya pemerintah) memiliki
pengeluaran lebih banyak daripada penghasilan. Lawan dari defisit adalah surplus.
Dalam buku pengetahuan Ekonomi, Defisit adalah istilah dalam Neraca Perdagangan
dimana nilai ekspor suatu negara lebih kecil dari nilai impor suatu negara. Defisit
artinya ketidak seimbangan yang diakibatkan kekurangan atau status yang negatif.
secara umum, defisit mempunyai banyak arti. defisit dalam produksi beras artinya
produksi beras terlalu kecil dibandingkan dengan konsumsinya.

Defisit adalah lawan kata dari surplus, yang mana; surplus berarti bahwa
terjadi kelebihan dalam produk. Contohnya: produksi beras indonesia surplus 20 juta
ton. artinya bahwa produksi beras indonesia setelah dikurangi oleh konsumsinya
adalah berlebih 20 juta ton.
Defisit dalam bidang keuangan artinya ketidak seimbangan neraca keuangan
dikarenakan besarnya pengeluaran dibandingkan dengan pemasukan.

Defisit merupakan sumber dari hampir seluruh masalah keuangan.

Kenapa ?

Bisa kita lihat masalah keuangan merupakaan salah satu penyebab tersbesar
dari munculnya masalah-masalah keluarga. Dan, bila dirunut, penyebabnya hanya
satu, karena Pengeluaran Anda lebih besar daripada Pemasukan.

Dalam buku pengetahuan Ekonomi, Surplus adalah istilah dalam Neraca


Perdagangan dimana nilai ekspor suatu negara lebih besar dari nilai impor suatu
negara. Sedangkan Defisit adalah istilah dimana nilai ekspor suatu negara lebih kecil
dari nilai impor suatu negara. Contoh negara yang mengalami Surplus adalah China
saat ini.

2.3.1 Pengertian Surplus Defisit

Defisit atau surplus merupakan selisih antara penerimaan dan pengeluaran.


Pengeluaran yang melebihi penerimaan disebut defisit; sebaliknya, penerimaan yang
melebihi pengeluaran disebut surplus.

Neraca Pembayaran defisit, terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar


daripada jumlah penerimaan (transaksi kredit < transaksi debet). Suatu Negara jika
mengalami kelebihan impor dan kelebihan tersebut ditutup dengan menambah
pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan (stok) nasional maka Negara tersebut
sedang mengalami defisit total.

Neraca pembayaran surplus, adalah apabila jumlah penerimaan lebih besar


daripada jumlah pembayaran/ utang (transaksi kredit> transaksi debet).

2.3.2 Dampak Neraca Pembayaran Surplus Defisit


Dampak Neraca Pembayaran Surplus Secara ekonomi neraca pembayaran
yang surplus akan berpengaruh terhadap tingkat harga dalam negeri, yaitu
mempunyai pengaruh inflatoir mendorong/ menjurus kea rah kenaikan harga (inflasi).
Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan permintaan efektif.

2.3.3 Dampak Neraca Pembayaran Defisit

Apabila neraca pembayaran suatu Negara mengalami deficit, maka dampak


yang akan terjadi sebagai berikut:

1. Produsen dalam negeri tidak adapat bersaing dengan barang-


barang impor
2. Pendapatan Negara sedikit, sehingga utang Negara bertambah
besar
3. Perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga pengangguran
meningkat akibat dari PHK

Ketiga dampak di atas disebut pengaruh deflatoir yang mendorong/ menjurus


ke arah penurunan harga (deflasi).

2.3.4 Pengertian Surplus Seimbang

Neraca Pembayaran seimbang, adalah apabila jumlah pembayaran atau utang


sama dengan jumlah penerimaan (transaksi kredit = transaksi debet).

Dampak Neraca Pembayaran Seimbang

Neraca pembayaran yang seimbang tidak terlalu berpengaruh terhadap


kegiatan ekonomi suatu Negara. Sehingga apabila suatu Negara tidak dapat mencapai
surplus dalam neraca pembayaran, maka minimal harus dalam kondisi seimbang.
Dengan demikian akan dapat menghindari neraca pembayaran yang deficit (sumber :
Kamus Lengkap Ekonomi Edisi ke-2 Christopher Pass & Bryan Lowes, Penerbit
Erlangga).
Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2018 tercatat sebesar 0,12
miliar dollar AS. Angka tersebut membaik dibandingkan 0,76 miliar dollar AS pada
Januari 2018. Menurunnya defisit neraca perdagangan didorong surplus neraca
perdagangan nonmigas yang meningkat dan defisit neraca perdagangan migas yang
menurun. Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif Januari-Februari 2018,
neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit 0,87 miliar dollar AS. "Surplus neraca
perdagangan nonmigas pada Februari 2018 mencapai 0,75 miliar dollar AS, lebih
tinggi dibandingkan surplus bulan sebelumnya yang tercatat 0,18 miliar dollar AS,"
ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman dalam
pernyataannya, Kamis (15/3/2018). Peningkatan surplus neraca perdagangan
nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas sebesar 1,10 miliar
dollar AS secara bulaman (mtm) yang melampaui penurunan ekspor nonmigas
sebesar 0,52 miliar dollar AS (mtm). Secara kumulatif Januari-Februari 2018, neraca
perdagangan nonmigas tercatat surplus 0,93 miliar dollar AS, lebih rendah dari
kumulatif surplus periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,5 miliar
dollar AS. Penurunan kumulatif surplus tersebut terutama didorong peningkatan
impor nonmigas yang lebih besar dari peningkatan ekspor nonmigas. Peningkatan
impor nonmigas terutama disumbang kenaikan impor bahan baku, seperti bahan
bakar mineral dan plastik dan barang dari plastik, dan impor barang modal termasuk
mesin dan pesawat mekanik, serta mesin dan peralatan listrik. "Sementara itu,
peningkatan ekspor nonmigas terutama disumbang oleh kenaikan ekspor bahan bakar
mineral, bijih, kerak, dan abu logam, serta besi dan baja," jelas Agusman. Di sisi lain,
defisit neraca perdagangan migas menurun seiring meningkatnya ekspor di tengah
stabilnya impor. Defisit neraca perdagangan migas menurun dari 0,94 miliar dollar
AS pada Januari 2018 menjadi 0,87 miliar dollar AS pada Februari 2018.
Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi ekspor migas yang naik 0,07 miliar
dollar AS (mtm), terutama berupa ekspor minyak mentah. Secara kumulatif, neraca
perdagangan migas mengalami defisit 1,8 miliar dollar AS, relatif sama dengan
kumulatif defisit periode yang sama tahun 2017. BI, sebut Agusman, memandang
perkembangan neraca perdagangan pada Februari 2018 tetap positif dalam
mendukung kinerja perekonomian. Defisit pada neraca perdagangan tidak terlepas
dari peningkatan kegiatan produksi dan investasi, sejalan dengan berlanjutnya
perbaikan ekonomi domestik. "Ke depan, kinerja neraca perdagangan diperkirakan
terus membaik seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi dunia dan harga komoditas
global yang tetap tinggi. Perkembangan tersebut akan mendukung perbaikan prospek
pertumbuhan ekonomi dan kinerja transaksi berjalan," terang Agusman.