Anda di halaman 1dari 5

AKUNTANSI SYARIAH

BAB IX: AKAD MURABAHAH

JAWABAN PERTANYAAN

1. Apakah dalam murabahah berlaku prinsip profit and loss sharing?


Dalam murabahah tidak berlaku prinsip profit and loss sharing, karena termasuk
dalam certainty contract yaitu suatu jenis kontrak transaksi dalam bisnis yang
memiliki kepastian keuntungan dan pendapatannya, baik dari segi jumlah dan
waktu penyerahannya. Masing-masing pihak yang terlibat dalam kontrak dapat
melakukan prediksi terhadap jumlah maupun waktu pembayaran. (hal. 174)

2. Bagaimanakah penentuan margin keuntungan? Apakah pembeli harus tahu margin


keuntungan yang diambil oleh penjual?
Keuntungan yang diinginkan bisa dinyatakan dalam jumlah tertentu (lump sum)
atau berdasarkan presentase tertentu, misalnya 20% atau 30% dari harga pokok
dan pembeli harus tahu margin keuntungan yang diambil penjual. (hal. 175)

3. Jika pembeli mengalami kesulitan keuangan untuk membayar murabahah


tangguh, apa yang dapat dilakukan oleh penjual?
Penjual (kreditur) dapat memberikan keringanan kepada pembeli (debitur) yang
mengalami kesulitan keuangan untuk membayar murabahah tangguh. Keringanan
dapat berupa menghapus sisa tagihan, membantu menjualkan obyek murabhah
pada pihak lain dan melakukan restrukurisasi piutang. Restrukturisasi piutang
dilakukan dalam bentuk:
a. Memberi potongan sisa tagihan, sehingga jumlah angsuran menjadi lebih
kecil
b. Melakukan penjadwalan ulang (rescheduling), dengan dilakukannya
rescheduling, jumlah tagihan yang terisa tetap (tidak boleh ditambah) dan
perpanjangan masa pembayaran disesuakan dengan kesepakatan kedua
pihak sehingga besarnya angsuran menjadi lebih kecil
c. Mengkonversi akad murabahah, dengan cara obyek murabahah dijual pada
kreditur sesuai dengan nilai pasar, kemudian dai uang yang ada digunakan
untuk melunasi sisa tagihan. Apabila ada kelebihan, kelebihan ini
digunakan sebagai uang meka akad ijarah atau sebagai bagian modal dari
akad mudharabah, musytarakah atau musyarakah. Apabila kurang,
kekuranganyya tetap menjadi utang debitur dan cara pembayarannya
disepakati bersama. (hal. 176)

4. Jika pembeli lalai membayar murabahah tangguh, dapatkah dibebankan denda?


Apabila pembeli tidak membayar karena lalai maka pengenaan denda
diperbolehkan. Namaun, denda ini tidak boleh diakui sebagai pendapatan penjual
tapi harus digunakan untuk dana kabjikan/social (dana qard) yang akan disalurkan
kepada orang yang membutuhkan. (hal. 176)

5. Bolehkah akad murabahah mengenakan uang muka? Bagaimana perlakuan atas


uang muka tersebut?
Penjual dapat meminta uang muka pembelian kepada pembeli sebagai bukti
keseriusan ingin membeli barang tersebut, uang muka menjadi bagian pelunasan
jika piutang murabahah disepakati. Apabila penjual telah membeli dan pembeli
membatalkannya, uang muka dapat digunakan untuk menutup kerugian si penjual
dengan dibatalkannya pesanan tersebut. Bila jumlahnya lebih keciil dibandingkan
jumlah kerugin yang harus ditanggung oleh penjual, penjual dapat meminta
kekurangannya, apabila berlebih pembeli berhak untuk mengambil sebagian uang
mukannya kembali. (hal. 176)
PENYELESAIN SOAL

1. Pencatatan oleh penjual:


Kas 100.000
Utang lain – uang muka 100.000

Aset Murabahah 300.000


Kas 300.000

Kas 300.000
Utang lain – uang muka 100.000
Aset Murabahah 300.000
Pendapatan margin murabahah 100.000

Pencatatn oleh pembeli:


Uang muka 100.000
Kas 100.000

Aset 400.000
Kas 300.000
Uang muka 100.000

2. Pencatatan oleh penjual:


Kas 100.000
Utang lain – uang muka 100.000

Aset Murabahah 300.000


Kas 300.000

Piutang murabahah 300.000


Utang lain – uang muka 100.000
Aset Murabahah 300.000
Pendapatan margin murabahah 100.000

Kas 300.000
Piutang murabahah 300.000
Pencatatan oleh pembeli:
Uang muka 100.000
Kas 100.000

Aset 400.000
Utang murabahah 300.000
Uang muka 100.000

Utang murabahah 300.000


Kas 300.000

3. Pencatatan oleh penjual:


Kas 50.000.000
Utang lain – uang muka 50.000.000

Aset Muurabahah 150.000.000


Kas 150.000.000

Piutang murabahah 125.000.000


Utang lain – uang muka 50.000.000
Aset Murabahah 150.000.000
Margin Murabahah Tangguhan 25.000.000

Kas 25.000.000
Piutang murabahah 25.000.000

Margin murabahah tangguhan 5.000.000


Pendapatan margin murabahah 5.000.000

Pencatatan oleh pembeli:


Uang muka 50.000.000
Kas 50.000.000

Asset 150.000.000
Beban murabahah tangguhan 25.000.000
Utang murabahah 125.000.000
Uang muka 50.000.000

Utang murabahah 25.000.000


Kas 25.000.000
Beban 5.000.000
Beban murabahah tangguhan 5.000.000