Anda di halaman 1dari 21

BAB III

PROSES KEPERAWATAN DAN PEMBAHASAN

3.1. Pengkajian Keperawatan Keluarga


3.1.Identitas Keluarga

a) Kepala Keluarga

Nama : Tn. F

Umur : 58 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Suku bangsa : Indonesia

Bahasa : Aceh, Indonesia

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Pango Raya

b) Komposisi Keluarga

No Nama L/P Umur Hub. Kel. Pekerjaan Pendidikan

1. Tn. F L 58 Ayah Wiraswasta SMA

2. Ny. L P 55 Ibu IRT SMA

3. An. F P 22 Adik Mahasiswa SMA

c) Identitas Pasien

Nama : An. J

Umur : 23 tahun

1
Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Suku bangsa : Indonesia

d) Tipe Keluarga

Tipe keluarga An. J merupakan tipe keluarga inti (nuclear family) yang terdiri

dari ayah, ibu dan anak yang tinggal dalam satu rumah

e) Status Sosial Ekonomi

Pendapatan Tn.F sebagai kepala keluarga tidak menentu dan Ny.L bekerja

sebagai ibu rumah tangga dan menjaga warung di depan rumah. Status sosial

ekonomi cukup.

f) Aktifitas Rekreasi Keluarga

An. J biasanya berkumpul bersama anggota keluarganya di ruang keluarga,

menonton dan berbincang-bincang bersama.

1. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga

a) Tahap perkembangan keluarga saat ini

Saat ini An. J berada dalam tahap perkembangan keluarga dengan saudara

usia dewasa muda (pelepasan) awal.

b) Tugas perkembangan keluarga

 Tugas perkembangan keluarga yang sudah terpenuhi:

Tugas perkembangan yang terpenuhi yaitu memenuhi kebutuhan

dan biaya kehidupan yang semakin meningkat termasuk biaya

kesehatan.

 Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:

2
Mempertahankan kesehatan setiap anggota keluarga

c) Riwayat keluarga inti

An. J sekarang dalam proses menjalani pengobatan penyakitnya yang

sudah berjalan selama 5 bulan,obat yang di minum adalah obat paket

yang di ambil dari puskesmas. Kondisi sekarang An.J masih terdapat

benjolan di leher.

d) Riwayat keluarga sebelumnya

Keluarga dari pihak ayah An.J ada riwayat penyakit tuberculosis

limfadenitis, sedangkan kedua orangg tuanya tidak ada.

3. Lingkungan

a) Karakteristik Rumah

Jenis rumah An. J adalah permanen yang merupakan milik sendiri luas

rumah 8 x 15, memiliki 3 kamar yaitu 1 kamar di sebelah kiri dan 2 kamar

sebelah kanan dan satu kamar mandi, penerangan menggunakan lampu

lisrtik, mempunyai jendela, kebersihan cukup baik, tidak ada saluran

pembuagan air limbah rumah tangga di buang di belakang rumah, sumber

air minum dari air sumur yang di masak dan kadang dari air galon, lantai

rumah menggunakan lantai dari semen, jamban leher angsa. serta sampah

biasanya di buang di tempat pembuangan sampah.

b) Karakteristik Tetangga

Tipe tempat tinggal adalah hunian baik dimana depan rumah An. J

merupakan jalan aspal, dan hubungan dengan tetangga sangatlah baik.

c) Mobilitas geografi keluarga

3
Keluarga An. J merupakan penduduk asli setempat dan tidak pernah

pindah rumah.

d) Sistem pendukung keluarga

Berobat menggunakan bpjs,keluarga sangat mendukung anggota keluarga

yang sedang sakit.

4. Struktur Keluarga

a) Pola komunikasi keluarga

Komunikasi yang ada di keluarga An.J berjalan dengan baik , jika ada

masalah selalu dibicarakan dan di musyawarahkan maka penentu

keputusan adalah Tn.F sebagai kepala keluarga

b) Struktur kekuatan keluarga

Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah Tn.F dengan meminta

pendapat pada anggota keluarga yang lain. Setiap anggota keluarga

berhak mengeluarkan pendapat, dan jika ada permasalahan keluarga

selalu membicarakan dan mencari solusinya dengan meaukan

musyawarah di dalam keluarga.

c) Struktur peran

Peran masing-masing keluarga :

 Tn. F berperan sebagai kepala keluarga yang bertugas untuk mencari

nafkah.

 Ny. L berperan sebagai istri, mengurus rumah tangga serta membantu

dengan bekerja menjaga warung di depan rumahnya.

 An. F yang masih tinggal dalam satu rumah sebagai mahasiswa

4
 An. N tinggal dalam satu rumah sebagai mahasiswa

d) Nilai dan norma keluarga

Dalam keluarga Tn. F selalu megajarkan tentang kesopanan kepada

anak-anaknya, terutama nilai kesopanan kepada orang yang lebih tua,

Ny.L juga menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak kecil kepada anak-

anaknya.

5. Fungsi Keluarga

a) Fungsi afektif

Keluarga Tn. F yang saling menyayangi dan peduli terhadap anggota

keluarga yang sakit khususnya An. J.

b) Fungsi sosialisasi

Tn.F dan Ny.L selalu mengajarkan dan menekankan pada keluarganya

bagaimana berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya

dalam kehidupan sehari-harinya di rumah dan lingkungan tempat

tinggalnya.

c) Fungsi reproduksi

Keluarga Tn. F khususnya Ny. L dahulu mengikuti Kb dan sekarang telah

berhenti ,mereka memiliki 3 orang anak berjenis kelamin perempuan.

d) Fungsi ekonomi

Tn. F mengatakan dari penghasilannya sendiri dan istri di rasa cukup untuk

memenuhi kebutuhan sehari-hari

e) Fungsi perawatan kesehatan keluarga

Masalah atau penyakit: Tb limfadenitis

5
 Kemampuan keluarga mengenal masalah

Keluarga Tn.F dalam hal kesehatan kurang mampu mengenal

masalah-masalah kesehatan, terbukti dengan ketidaktahuan keluarga

khususnya An.J tentang penyakit yang di derita sehingga hanya membeli

obat di pasar atau di warung terdekat, dan ketika penyakitnya belum

kunjung sembuh Tn.H dan keluarga baru berinisiatif memeriksakan An.J

ke puskesmas dan sampai saat ini sedang dalam proses pengobatan tetapi

Tn.F beserta keluarga juga sebenarnya belum terlalu paham mengenai

tuberculosis limfadenitis

 Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan yang

tepat

Keluarga Tn.F belum mampu mengambil keputusan mengenai akibat

 Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

Anggota keluarga sebelumnya kurang mengerti tentang tanda dan gejala

yang selama ini di perlihatkan dari An. J namun semenjak selesai

memeriksakan diri ke puskesmas, keluarga sekarang sudah

mengetahui dan obat yang harus selalu di minum An. J, namun belum

terlalu paham tentang penularan, pencegahan, dan perawatan untuk

penderita tuberculosis limfadenitis

 Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan/memelihara lingkungan

yang sehat untuk perawatan anggota keluarga yang sakit. Keluarga Tn. F

kurang mampu memodifikasi lingkungan terlihat dari pembuangan air

6
limbah di buang di belakang rumah, jendela jarang di buka, kebersihan

cukup bersih.

 Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di

masyarakat

Keluarga mampu menggunakan pelayanan kesehatan terbukti An. J

selalu pergi ke puskesmas untuk mengambil obat-obatan yang wajib

untuk diminum ketika obatnya telah habis.

6. Stres dan Koping Keluarga

a) Stressor jangka pendek dan jangka panjang

 Stressor jangka pendek (<6 bulan)

An. J memikirkan apakah penyakit tuberculosis limfadenitis yang

dideritanya dapat sembuh

 Stressor jangka Tb Limfa dan sekarang dalam proses pengobatan dan

berhararap setelah sembuh, penyakitnya ini tidak timbul lagi

b) Respon keluarag terhadap stressor dan mekanisme koping yang digunakan

 Respon keluarga terhadap stressor

Keluarga saling memberikan dukungan dan semangat pada anggota

keluarga yang memiliki masalah

 Strategi koping yang digunakan

Saat menghadapi masalah An. J berusaha menyelesaikan masalah

tersebut dengan melibatkan orang tua dan keluarganya

c) Strategi adaptasi disfungsional

7
An. J mengatakan dalam menghadapi masalah, keluarga tidak pernah putus

asa dan tidak pernah melapiaskan ke hal-hal yang merugikan diri sendiri dan

keluarga.

7. Pemeriksaan Fisik

DATA Bpk. F Ibu. L An. J An. F


TTV TD : 100/80 TD : 120/80 TD : 120/80 TD : 110/80
mmhg mmhg mmhg mmhg
RR : 24 RR: RR : RR : 20x/menit
X/menit 20x/menit 20x/menit N : 87x/menit
N: N: N:
80X/meni 82X/menit 91x/menit
Kepala  Bentuk  Bentuk  Bentuk  Bentuk
kepala: kepala: kepala: kepala:
mesoceph mesoceph mesocepha mesocephal
al al l  Rambut:
 Rambut:  Rambut:  Rambut: bergelomba
bersih, panjang, panjang, ng, bersih,
kusut bersih, bersih, panjang.
 Kulit beruban kusut
kepala:  Kulit
tidak ada kepala:
kelainan, tidak ada
tidak ada kelainan,
nyeri tidak ada
tekan, nyeri
rambut tekan,
tidak rambut
mudah tidak
tercabut. mudah
tercabut.

8
Aksila Tidak ada Tidak ada Pembengkak Tidak ada
pembengkak pembengkak an di leher, pembengkakan
an an ada nyeri
tekan
Dada  Bentuk  Bentuk  Bentuk  Bentuk
dada dada dada dada
simetris simetris simetris simetris kiri
kiri dan kiri dan kiri dan dan kanan
kanan kanan kanan  Warna kulit
 Warna  Warna  Warna sama
kulit sama kulit sama kulit sama dengan
dengan dengan dengan sekitarnya
sekitarny sekitarny sekitarnya  Tidak
a a  Tidak nampak
 Tidak  Tidak nampak adanya
nampak nampak adanya benjolan,
adanya adanya benjolan,  Irama
benjolan, benjolan,  Irama pernapasan
 Irama  Irama pernapasa ikut gerak
pernapasa pernapasa n ikut nafas
n ikut n ikut gerak
gerak gerak nafas
nafas nafas

9
Abdomen  Bentuk  Bentuk  Bentuk  Bentuk
simetris simetris simetris simetris
 Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada
oedema oedema oedema oedema
 Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada
nyeri nyeri nyeri nyeri tekan
tekan tekan tekan

Ekstremit  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada


as atas oedema oedema oedema oedema
pada pada pada pada
ekstremit ekstremit ekstremit ekstremitas
as atas as atas as atas atas

Ekstremit  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada


as bawah oedema oedema oedema oedema
pada pada pada pada
bawah ekstremit ekstremit ekstremitas
as bawah as bawah bawah

7. Harapan Keluarga

Keluarga berharap dengan mengonsumsi obat paket tuberculosis paru

secara teratur bisa dapat menyembuhkan penyakitnya.

3.2. Diagnosa Keperawatan

Hasil pemeriksaan terhadap An. J didapattkan diagnosa keperawatan sebagai

berikut:

10
1. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga

dalam merawat anggota keluarga dengan tuberkulosis limfadenitis.

2. Nyeri akut berhubungan dengan gangguan pada kulit dan ketidakmampuan

keluarga mengenal tuberkulusis limfadenitis, berhubungan dengan:

 Tidak ada yang menerangkan

 Interpretasi yang salah, tidak akurat

 Informasi yang didapat tidak lengkap

 Terbatasnya pengetahuan / kognitif

3. Resiko infeksi dan penyebaran infeksi berhubungan dengan kurang

pengetahuan anggota keluarga, berhubungan dengan:

 Daya tahan tubuh menurun, fungsi silia menurun, sekret yang menetap

 Kerusakan jaringan akibat infeksi yang menyebar

 Malnutrisi

 Terkontaminasi oleh lingkungan

 Kurang pengetahuan tentang infeksi kuman

3.3. Intervensi Keperawatan

Rencana Keperawatan
Diagnosa
No Kriteria Hasil
Keperawatan Tujuan Intervensi (NIC)
(NOC)

1. Hambatan Setelah dilakukan  Keluarga dan 1. Ketidakmampuan keluarga

mobilitas fisik pertemuan selama 3 penderita mengambil keputusan

berhubungan kali tatap muka mengerti apa terhadap masalah

dengan diharapkan masalah itutuberkulosis tuberkulosis limfadenitis

11
ketidakmampua mobilitas fisik dapat limfadenits,  Diskusikan dengan

n keluarga diminimalkan. penyebab, tanda, keluarga dalam

dalam merawat dan cara merawat mengambil keputusan

anggota anggota keluarga dengan tindakan masalah

keluarga dengan dengan masalah tuberkulosis limfadenitis

tuberkulosis tuberkulosis  Motivasi keluarga untuk

limfadenitis limfadenitis cepat mengambil

 Keluarga keputusan mengenai

mengerti akibat masalah tuberkulosis

bila penderita limfadenitis

tidak terawatt  Evaluasi kembali

 Keluarga bisa penjelasan yang telah

menyebutkan apa disampaikan

yang harus

dihindari oleh 2. Ketidakmampuan keluarga

penderita merawat anggota keluarga

dengan tuberkulosis

limfadenitis

 Diskusikan dengan

keluarga cara merawat

anggota keluarga dengan

tuberkulosis limfadenitis

12
 Evaluasi kembali

penjelasan yang telah

disampaikan

3. Ketidakmampuan keluarga

memodifikasikan

lingkungan untuk anggota

keluarga dengan

tuberkulosis limfadenitis

 Diskusikan dengan

keluarga bagaimana

lingkungan yang nyaman

bagi penderita

tuberkulosis limfadenitis

 Modifikasi lingkungan

keluarga untuk penderita

tuberkulosis limfadenitis

2. Nyeri akut Setelah dilakukan  Keluarga mampu 1. Kaji dan jelaskan mengenai

berhubungan tindakan 3 kali tatap mengenal penyakit yang diderita

dengan muka diharapkan rasa masalah 2. Berikan informasi

gangguan pada sakit pada pasien kesehatan pada menngenai

kulit dan

13
ketidakmampua telah terkontrol / tuberkulusis ketidaknyamanan sesuai

n keluarga hilang. limfadenitis kebutuhan

mengenal 3. Ajarkan pasien melakukan

tuberkulusis reposisi sesuai petunjuk,

limfadenitis misalnya semi

fowler,miring

4. Ajarkan pasien dan

keluarga menggunakan

teknik relaksasi misalnya

latihan napas dalam,

bimbingan imajinasi,

visualisasi

3. Resiko infeksi Setelah dilakukan Keluarga dan pasien 1. Kaji kemampuan belajar

dan penyebaran tindakan 3 kali tatap mampu mengetahui pasien dan keluarga

infeksi muka diharapkan resiko infeksi dan (misalnya; tingkat

berhubungan keluarga dan pasien penyebaran penyakit kecemasan, perhatian,

dengan kurang memahami dengan kelelahan, tingkat

pengetahuan baik kriteria penyakit partisipasi, lingkungan

anggota tuberkulosi yang memungkinkan,

keluarga limfadenitis. seberapa banyak yang telah

diketahui, media yang tepat

dan siapa yang dipercaya):

14
kemampuan belajar

berkaitan dengan keadaan

emosi dan kesiapan fisik.

Keberhasilan tergantung

pada sebatas mana

kemampuan pasien.

2. Ajarkan pasien dan

keluarga agar dapat

mengidentifikasi tanda-

tanda yang dapat

dilaporkan pada dokter

(misalnya; hemoptisis,

nyeri dada, demam,

kesulitan nafas, kehilangan

pendengaran, vertigo):

mengindikasikan

perkembangan penyakit

atau efek samping dari

pengobatan yang

membutuhkan evaluasi

secepatnya.

15
3. Beri penjelasan kepada

pasien dan keluarga agar

menekankan pentingnya

asupan diet TKTP (tinggi

kalori tinggi protein) dan

intake cairan yang adekuat:

mencukupi kebutuhan

metabolik, mengurangi

kelelahan, nyeri akut dll.

4. Berikan informasi yang

spesifik dalam bentuk

tulisan untuk pasien dan

keluarga (misalnya; jadwal

minum obat.

5. Peningkatan partisipasi

pasien dan keluarga untuk

mematuhi aturan terapi dan

mencegah terjadinya putus

obat. Jelaskan tentang efek

samping dari pengobatan

yang mungkin timbul

16
(misalnya; mulut kering,

konstipasi, gangguan

penglihatan, sakit kepala,

peningkatan tekanan darah:

dapat mencegah keraguan

terhadap pengobatan dan

meningkatkan kemampuan

klien untuk menjalani

terapi.

6. Review tentang cara

penularan dan resiko

kambuh kembali:

pengetahuan yang cukup

dapat mengurangi resiko

penularan/kambuh

kembali.

3.4. Implementasi Keperawatan

1. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga

dalam merawat anggota keluarga dengan tuberkulosis limfadenitis

Kunjungan pertama pada keluarga Tn. F penulis memperkenalkan diri serta

17
menyampaikan maksud dan tujuan dilanjutkan kontrak waktu. Setelah

keluarga tidak keberatan penulis melakukan pengkajian pada hari tersebut.

 Hari pertama penulis mengkaji pengetahuan keluarga Tn. F khususnya

An.J tentang penyakit Tuberkulosis limfadenitis hal ini dibuktikan saat

diberikan pertanyaan An. J bisa menjawab.

 Selanjutnya tentang gangguan mobilitas fisik pada An. J keluarga Tn. F

berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat An. J dengan

Tuberkulosis limfadenitis.

 Implementasi:

a) Menjelaskan kepada keluarga penyebab mobilitas fisik

b) Menjelaskan kepada keluarga tanda – tanda mobilitas fisik

c) Menjelaskan kepada keluarga akibat mobilitas fisik jika tidak segera

ditangani

d) Mengkaji kembali kemampuan keluarga dalam merawat

e) Mendemonstrasikan kembali cara merawat An. J

f) Memberi reinforcement atas perilaku positif kepada keluarga

g) Menjelaskan kepada keluarga pentingnya menjaga lingkungan.

2. Nyeri akut berhubungan dengan gangguan pada kulit dan ketidakmampuan

keluarga mengenal tuberkulusis limfadenitis

Kunjungan kerja waktu berikutnya, penulis menjelaskan terkait penyakit

tuberkulosis limfadenitis kepada seluruh anggota keluarga.

Implementasi:

18
a) Mengenal masalah kesehatan keluarga dengan tuberkulosis

limfadenitis

b) Menjelaskan penyebab, gejala, serta tanda penyakit tuberkulosis

limfadenitis, berupa nyeri pada kulit, timbulnya benjolan

c) Keluarga mengambil keputusan dengan merawat anggota keluarga

yang menderita tuberkulosis limfadenitis

3. Resiko infeksi dan penyebaran infeksi berhubungan dengan kurang

pengetahuan anggota keluarga.

Implementasi:

a) Menjelaskan akibat minum obat tuberkulosis limfadenitis yang tidak

teratur

b) Keluarga memodifikasi lingkungan dengan cara:

 membuka jendela agar sinar matahari masuk ke dalam rumah

 menjaga kebersihan rumah

 menjemur kasur dan bantal 1 minggu sekali

 mempunyai tempat sampah yang tertutup sehingga tidak

menimbulkan bau

 menjaga rumah agar bebas dari asap rokok

c) keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

 keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk konsultasi

 keluarga menggunakan fasilitas kesehatan untuk memperoleh

obat TB limfadenitis untuk An. J agar tidak putus minum obat.

19
1) Resiko infeksi dan penyebaran infeksi berhubungan dengan kurang

pengetahuan anggota keluarga

3.5. Evaluasi Keperawatan

Evaluasi keperawatan yang telah dilaksanakan yaitu:

1. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga

dalam merawat anggota keluarga dengan tuberkulosis limfadenitis.

 Keluarga sudah mampu mendemonstrasikan dalam merawat pasien An.J

 Rumah cukup bersih dan penampilan pasien cukup bersih

 Masalah teratasi

 Lanjutkan intervensi

2. Nyeri akut berhubungan dengan gangguan pada kulit dan ketidakmampuan

keluarga mengenal tuberkulusis limfadenitis

 An. J beserta keluarga mengatakan sudah mengetahui penyebab, tanda

dan gelaja TB limfadenitis

 Keluarga sudah mengetahui akibat lanjut TB limfadenitis bila tidak

diobati

 Masalah teratasi sebagian

 Lanjutkan intervensi

3. Resiko infeksi dan penyebaran infeksi berhubungan dengan kurang

pengetahuan anggota keluarga.

 Keluarga sudah mengetahui akibat lanjut TB limfadenitis bila tidak

diobati secara teratur

20
 Keluarga sudah mengetahui cara perawatan benjolan yang terdapat pada

leher pasien

 Keluarga sudah mengetahui cara memodifikasi lingkungan yang bersih

untuk penderita TB limfadenitis

 Keluarga dan An. J sudah mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan

kesehatan

 Masalah teratasi

 Intervensi dilanjutkan

21