Anda di halaman 1dari 6

Menerapkan Prosedur Pencatatan Transaksi Pada Bukti Penjualan Kredit

Kegiatan Belajar 2: Menerapkan Prosedur Pencatatan Transaksi Pada Bukti


Penjualan Kredit
1. Pengertian Penjualan Kredit
Penjualan kredit merupakan transaksi penjualan dimana penjual
menyerahkan barang kepada pembeli, namun pembayarannya tidak secara
tunai, dalam arti untuk waktu tertentu penjual memiliki piutang kepada pembeli
(Mulyadi, 2013). Pengertian lain dikemukakan oleh Wibowo & Arif (2008)
bahwa penjualan kredit merupakan penjualan barang dengan kesepakatan
bahwa pembayaran akan dilakukan di waktu yang akan datang. Chen dan Yu
(2017) mengemukakan bahwa penjualan kredit terjadi ketika pembeli menunda
pembayaran untuk barang atau jasa yang dibeli. Berdasarkan beberapa
pengertian tersebut, bisa diketahui bahwa dalam transaksi penjualan kredit,
proses penerimaan barang dan pembayaran tidak berlangsung dalam satu
waktu. Pihak penjual mempunyai tagihan piutang kepada pihak pembeli, yang
jangka waktu pelunasannya disepakati oleh kedua belah pihak.
Perusahaan/penjual yang memberikan fasilitas penjualan kredit mempunyai
harapan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar, sedangkan pihak
pembeli bisa segera mendapatkan barang yang dibutuhkan tanpa harus
membayar tunai pada satu waktu.
2. Dokumen yang Digunakan dalam Penjualan Kredit
Beberapa dokumen diperlukan dalam penjualan kredit untuk
memudahkan proses transaksi. Dokumen utama dalam penjualan kredit adalah
surat order pengiriman dan faktur penjualan (invoice). Berikut penjelasan untuk
masing-masing dokumen:
a. Surat Order Pengiriman
Surat order pengiriman merupakan sebuah dokumen yang ditujukan
kepada bagian pengiriman untuk mengirimkan sejumlah barang kepada
pembeli. Spesifikasi, jumlah barang, nama dan alamat pembeli sudah
Menerapkan Prosedur Pencatatan Transaksi Pada Bukti Penjualan Kredit

tertera dalam dokumen tersebut. Berikut ditampilkan contoh surat order


pengiriman:

Gambar 4. Contoh Surat Order Pengiriman


Sumber Gambar: http://materiakuntansiuntuksmk.blogspot.co.id

b. Faktur Penjualan Kredit


Sama seperti dalam penjualan tunai, dalam penjualan kredit juga
diperlukan dokumen faktur penjualan (invoice). Faktur penjualan kredit
biasanya dibuat rangkap tiga, satu diberikan kepada pembeli, satu untuk
lampiran saat penagihan, sedangkan yang terakhir diarsipkan dalam buku
faktur. Adapun contoh faktur penjualan kredit adalah sebagai berikut:
Menerapkan Prosedur Pencatatan Transaksi Pada Bukti Penjualan Kredit

Gambar 5. Contoh Faktur Penjualan Kredit


Sumber Gambar: http://hardhost.info/

Form faktur penjualan kredit satu perusahaan dan perusahaan lain mungkin
saja berbeda, namun sebagian besar informasi yang disampaikan sama,
yaitu meliputi rincian daftar barang yang dibeli beserta harga dan jumlah
yang harus dibayarkan. Anda bisa mencari contoh faktur penjualan kredit
lain dan dengan menggunakan bantuan google search.
Menerapkan Prosedur Pencatatan Transaksi Pada Bukti Penjualan Kredit

c. Surat Penagihan
Satu dokumen yang membedakan dengan penjualan tunai adalah bahwa
dalam penjualan kredit terkadang diperlukan surat penagihan. Surat
penagihan ini hanya dikeluarkan apabila pelanggan belum membayar
piutang pada saat jatuh tempo, atau melakukan penunggakan pembayaran
piutang. Contoh surat penagihan ditampilkan dalam gambar di bawah ini:

Gambar 6. Contoh Surat Penagihan


Sumber Gambar: http://www.ilmu-ekonomi-id.com

3. Pencatatan Akuntansi
Pencatatan akuntansi pada penjualan tunai mengikuti prosedur
penerimaan kas, sedangkan pada penjualan tunai masuk pada jurnal penjualan.
Menerapkan Prosedur Pencatatan Transaksi Pada Bukti Penjualan Kredit

Adapun beberapa pencatatan akuntansi pada penjualan kredit adalah sebagai


berikut:

a. Jurnal Penjualan
Jurnal penjualan merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat
transaksi penjualan secara kredit (Purwanti & Nugraheni, 2001). Transaksi
penjualan kredit menyebabkan piutang dagang dan penjualan bertambah.
Contoh jurnal penjualan ditampilkan dalam gambar di bawah ini:

Gambar 7. Contoh Form Jurnal Penjualan


Sumber Gambar: http://www.akuntansilengkap.com

b. Kartu Piutang
Kartu piutang merupakan bentuk tagihan perusahaan kepada pelanggan
akibat adanya transaksi penjualan secara kredit. Catatan dalam kartu
piutang ini memuat rincian mutasi piutang perusahaan kepada para
pelanggannya. Adapun contoh kartu piutang ditampilkan dalam gambar di
bawah ini:
Menerapkan Prosedur Pencatatan Transaksi Pada Bukti Penjualan Kredit

Gambar 8. Contoh Kartu Piutang


Sumber Gambar: http://uktibintiarifah.blogspot.co.id

c. Kartu Persediaan
Sama halnya dengan penjualan tunai, pencatatan kartu persediaan juga
digunakan dalam penjualan kredit. Pencatatan kartu persediaan ini
diperlukan untuk mengetahui jumlah persediaan barang di perusahaan.
Contoh kartu persediaan barang bisa dilihat dalam materi kartu persediaan
barang pada transaksi penjualan tunai di atas.

Anda mungkin juga menyukai