Anda di halaman 1dari 2

GLOSARIUM

Mutawatir : Penyampain berita (hadis) dari satu orang kepada orang lain
secara bersambung dengan jalur yang banyak.
Mushaf : al-Qur'an
Kulli : Bersifat umum
Juz’i : Bersipaf parsial
Ijmali : Bersifat umum, global
Tafsil : Berifat detail
Ayat-ayat ahkam : Ayat-ayat al-Qur'an yang mengandung aspek hukum
Adam al-Harj : Tidak menyulitkan dan memberatkan
Taqlil al-Takalif : Menyedikitkan beban
Al-Tadrij fi al-Tasyri’ : Pelaksanaan secara bertahap, berangsur-angsur
Qaul : ucapan, pembicaraan
Fi’il : Perbuatan
Taqrir : Penetapan, pengakuan
Mu’akkid : Penguat,
Bayaan : Penjelasan
Tafsiil al-mujmal : Memberikan perincian ayat-ayat yang masih mujmal
(universal)
Taqyiid al-mutlaq : Membatasi kemutlakan, keumuman
Takhshish al-am : Mengkhususkan yang umum
Ijmak : sumber hukum Islam yang ketiga, kesepakatan para ulama
ahli ijtihad dari kalangan umat Muhammad setelah wafatnya
beliau saw. pada masa tertentu atas suatu perkara agama.
Ghairu mahdhah : Ibadat yang tidak langsung ditujukan kepada Allah swt.
Ulil amri : Pemerintah
Ijmak bayani, : Para mujtahid menyatakan pendapatnya dengan jelas dan
tegas, baik berupa ucapan maupun tulisan, ijmak sharih
Ijmak sukuti : Para mujtahid seluruh atau sebahagian mereka tidak menya-
takan pendapat dengan jelas dan tegas, tetapi mereka
berdiam diri saja atau tidak memberikan reaksi terhadap
suatu ketentuan hukum yang telah dikemukakan mujtahid
lain yang hidup di masanya.
Qat’i : Pasti, berkekuatan hukum kuat
Zanni : Kurang pasti, berkekuatan hukum di bawah qath’i
Jama’iy : Kolektif, rombongan
Sam’u : bersifat pendengaran, melalui pendengaran
Qiyas : Analogi; sumber hukum Islam yang keempat; menetapkan
hukum suatu kejadian atau peristiwa yang tidak ada dasar
nashnya dengan cara membandingkannya kepada suatu
kejadian atau peristiwa yang lain yang telah ditetapkan
hukumnya berdasarkan nash karena ada persamaan illat
antara kedua kejadian atau peristiwa itu.
Nash : Dalil al-Qur'an dan hadis
Khilafiyah : Perbedaan pendapat
Furuk : Cabang; sesuatu yang belum terdapat ketentuan hukumnya
Hukum asal : Hukum yang ditetapkan terhadap perbuatan yang sudah ada
ketetapan hukumnya dalam al-Qur'an atau hadis.
Illat : Sifat yang dijadikan dasar dalam menetapkan hukum sesuatu
Qiyas aulawi : Qiyas yang illat pada furuk lebih kuat daripada illat yang
terdapat pada asal.
Qiyas musawi : Qiyas yang setara antara illat pada furuk dengan illat pada
asal dalam kepatutannya menerima ketetapan hukum.
Qiyas adna : Qiyas yang illat pada furuk lebih rendah daripada illat yang
terdapat pada asal
Qiyas jalli : Qiyas yang illatnya ditetapkan oleh nash bersamaan dengan
hukum asal
Qiyas khafi : Qiyas yang illatnya tidak terdapat dalam nash
Qiyas syabah : Qiyas yang furuknya dapat diqiyaskan dengan dua asal atau
lebih, tetapi diambil asal yang lebih banyak persamaannya
dengan furuk.
Qiyas ma’na : Qiyas yang furuknya hanya disandarkan pada asal yang satu.