Anda di halaman 1dari 60

Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.

agama
 
Wasiatku (Sinar Agama):
"Bismillah: Yg perlu diingat adalah bahwa catatan2/dokumen2-ku ( Sinar
Agama) bisa digunakan (halal) untuk apa dan siapa saja serta dalam bentuk
apa saja asal berupa kebaikan dan tidak dibisniskan walau hanya seukuran
ongkos jalan/bensin/bus/dll (keculai biaya foto copy-nya saja atau cd/dvd
mentah-nya saja). Begitu pula tidak diedit dan tidak merubah namanya,
hingga yg kurang memahami tulisan atau maksudnya, bisa bertanya
langsung pada alfakir. Selain dari yang ditentukan di atas ini dimana juga
sering ditulis di berbagai catatan dan tulisan di fb ini, adalah tidak dihalalkan.
wassalam."

Makna Foto Profil Sinar Agama


Gambar itu memiliki beberapa maksud:

(1). Bermaksud imam Mahdi as. Karena di hdits sunni, ketika Jabin al-
Anshari ra bertanya kepada Nabi saww tentang imam-imam atau washi2
setelah beliau saww, lalu beliau saww menjwb ada 12 orang dan
menyebuntukan satu persatu nama2nya sampai kepada imam ke 12 yang
bernama Muhammad yang dijuluki al-Mahdi as, beliau saww mengatakan
bahwa yang ke 12 ini akan ghaib lama sekali hingga yang mau
mempercayainya terasa berat. Lalu Jabir ra bertanya, apakah ada
mamfaatnya dikala ghaib itu? Beliau saww menjwb: "Iya, seperti layaknya
matahari yang tertutup mendung." Yakni walau tidak bisa memberikan
kepemimpinan dan kepebimbingannya sejelas matahari karena diuber
umat Nabi saww sendiri,akan tetapi, masih bisa menyinari seperti matahari
yang ditutupi awan hingga cukup tidak membuat umat yang
mengimaninya, tidak jatuh ke jurang kesesatan.
(2). Itu dari sisi matahari yang ketutup mendungnya. Dari sisi subuhnya,
memiliki 2 makna:

(2-a). Jaman ini saya harapkan sebagai jaman menjelang datangnya imam
Mahdi as, yakni mengharap kehampiran-datangnya. Jd, ia adlah doa dan
harapan kita kepada Allah.

(2-b). Ana mengharap dan berdoa padaNya, supaya menjadikanku bagian


dari mukaddimah kehadiran beliau as itu. Karena itulah, kalau doa ini
makbul, maka akan bisa mengharap bahwa kita-kita bagian aktif dari
mukaddimah itu. Dalam hadits juga dikatakan bahwa di akhir jaman Qom
akan menjadi tempat ilmu dan fadhilah hingga negara2 barat dan timur
akan mengambil mamfaat dari padanya, hingga tidak satupun yang tidak
mendengar hak/kebenaran. Setelah itulah baru datang imam Mahdi as
sebagai penyebab turunnya bencana bagi yang tidak menerimanya. Karena

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   1 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Tuhan tidak akan mengadzab (memerangi) orang yang tidak menerima
kebenaran sementara ia belum dikenalkan kepada kebenaran itu.

Nah, ketika kebenaran itu syi'ah dan imam Mahdi as, maka kalau nanti
imam keluar dan tidak diterima oleh orang yang memeng tidak mendengar
kebenarannya, kewujudannya dan kebenaran ajarannya, maka sudah jelas
tidak boleh diperangi. Tetapi kalau sudah mendengar dengan dalil2
gamblan dan mudah, sebelum beliau as keluar, maka kalau nanti setelah
keluar, tidak menerimanya, maka jelas bisa diperangi. Karena sudah
dituruni hujjah, sebelumnya.

Nah, kita mengharap kepada Allah agar menjadikan kita bagian


daripadanya, yakni bagian mukaddimah2 itu.
(3). Sudah tentu makna ke tiga ini adlah makna yang sudah jelas, yaitu
bahwa saya tidak ingin dikenali di fb ini. Yang mungkin sampai akhir jaman
dan sampai aku mati (semoga Allah mengampuni dosa2ku). Karena ana
sendiri tidak yakin pada ketawadhuanku, keikhlasanku, ketidak egoanku,
keobyetifanku, ketidak cintaanku pada dunia penghoramatan ...dst.
disamping ingin membuat teman2 leluasa bertanya, berdebat tetapi
dengan bijak.

Walhasil, dari masalah-masalah pribadiku sendiri yang tidak aman, karena


satu ujung jarum saja kita riya', sombong, ...dst. maka sudah tidak lagi
bisa mengharapkan pahalanya, itupun kalau yang kita tulis itu sudah benar
....sampai kepaa masalah-masalah sosial, seperti membuat teman2 leluasa
bertanya dan berdebat.

Tetapi keleluasaan ini, bukan berarti saya tidak akan menjewirnya kalau
sampai mengulang beberapa kali hal-hal yang jelas dan sudah ada
catatannya. Karena jewera kakak kepada adiknya, yang dilakukan secara
Islami, merupakan hal yang juga bisa dikatakan kewajiban. Yakni diluar
umpatan dan semacamnya, kecuali kalau melecehkan peleceh, yang mana
itupun harus dilakukan karena Allah semata dan sesuai dengan hukum2Nya
yang ada.
Wassalam

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   2 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sebenarnya aku malu menulis ini:
Teman2 fb yg selalu kucintai dan kudoakan.
Kalau antum memang telah baik sangka pada alfakir ini
lalu telah sempat membaca tulisan2 alfakir
lalu terlihat kebenaran argumentnya secara gamblang,
maka kalau bisa, copy pastelah ke HP, komputer dan hafalan
antum.

Hingga dapat membantu menyinari teman2 lainnya dimana saja


antum menjumpai mereka.
Jangan berusaha jadi ustadz, karena hal itu bisa menyimpangkan
niat karena Allah kita kepada dunia fana ini (spt kehormatan,
amplop, harga diri dan semacamnya) tapi berusahalah menjadi
hamba dan budak Allah seutuhnya. Itu saja.

Jadi, belajar, berenung, menulis, ngesave, ngengopy paste dan


menghafal serta membantu yg lainnya, adalah salah satu dari
sekian ribu tanggung jawab yg harus dipikul untuk menjadi
budakNya secara utuh.

Afwan banget. Kutulis ini, karena banyaknya hamba2 Tuhan yg


harus disantuni dan banyaknya tanggung jawab yg harus kita
lakukan untuk menjadi budakNya yg diterimaNya.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   3 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
116. Hukum Jual – Beli Produk Zionist Oleh : Ustad Sinar AGama 8
=http://www.facebook.com/groups/210570692321068?view=doc&id=220479717
996832

190. Hukum Bisnis Multi Level Marketing (MLM) Oleh Ustad Sinar Agama 9
=http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/234534179924719/

228. Dalil Tentang Sedekah Meluaskan Rizki Oleh Ustad Sinar Agama
=http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/241210439257093/ 10

305. Hukum Bisnis Pakaian Oleh Ustad Sinar Agama =


11
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/273282686049868/

334. Hukum Sogok, Kredit Dan Bekerja Pada Kafirin Oleh Ustad Sinar Agama 12
=http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/268701533174650/

357. Hukum Membeli, Meminjam dan Menonton Kaset Bajakan


13
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/294556283922508/

397. Amalan Untuk Memulai Usaha Oleh Ustad Sinar Agama =


14
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/324618630916273

415. Amalan-Amalan Untuk Mendatangkan Rezki Oleh Ustad Sinar Agama =


15
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/326158897428913/

425. Hukum Beternak dan Budi Daya Ayam Untuk Berjudi Oleh Ustad Sinar Agama =
16
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/326164287428374/

484. Multi Level Marketing (MLM) Oleh Ustad Sinar Agama =


17
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/329732807071522/

532. Haram Menjual dan Memakan Binatang Laut Yang Tidak bersisik Oleh
20
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/331121360266000/

565. Saham dan Asuransi Oleh Ustad Sinar Agama =


22
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/342961635748639/

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   4 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
590. Menata Masa Yang Baik, Oleh Ustad Sinar Agama = 23
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/354018187976317/

678. Sedekah dan Tambah Rejeki, Oleh Ustad Sinar Agama =


http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/380024305375705/ 24

685. Ajimat, Oleh Ustad Sinar Agama =


http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/380034898707979/ 25

693. Bekerja dan Mendapat Upah Dari Hasil Pertanian Yang Bersengketa 30
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/380130812031721/

697. Hukum Boneka Berbentuk Hewan Oleh Ustad Sinar Agama = 31


http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/380135308697938/

698. Adab Jual Beli Oleh Ustad Sinar Agama = 32


http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/380137722031030/

707. Harta Syubhat, Haram dan Halal, Oleh Ustad Sinar Agama =
33
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/382083448503124/

759. Hukum Keuntungan dalam Niaga Oleh Ustad Sinar Agama =


35
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/390873737624095/

788. Hukum Mencari Nafkah Sebagai penghibur oleh Ustad Sinar Agama =
36
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/403118116399657/

1075. Kondisi Yang Dihalalkan dan Diharamkan Bisnis Valuta Asing


38
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/486524391392362/

1140. Khasiat Batu Permata Oleh Ustad Sinar Agama =


39
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/491323630912438

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   5 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
1156. Nilai Tukar Dalam Ekonomi Islam Oleh Ustad Sinar Agama = 41
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/496959340348867/

1167. Nilai Yang Harus Dibayar Atas Barang Yang Tertunda Pembayarannya
http://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/524455604265907/ 43

Menerima Harta yg Diduga dari MLM dan Honor yg dikhumusi


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/menerima-harta-yg-diduga-dari-mlm-dan-honor- 44
yg-dikhumusi/502685456448032

Harta dari Proit MLM


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/harta-dari-proit-mlm/501961136520464 45

Pinjam Meminjam dengan Bank Syariah


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/pinjam-meminjam-dengan-bank 47
syariah/500673519982559

Hukum Penggunaan Kartu Kredit


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/hukum-penggunaan-kartu- 49
kredit/498877290162182

Hukum Bekerja di Bank be-riba


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/hukum-bekerja-di-bank-be- 50
riba/497803310269580

Hukum memperdagangkan barang yg diharamkan kepada non-Syiah


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/hukum-memperdagangkan-barang-yg- 51
diharamkan-kepada-non-syiah/497802120269699

Hukum Istri yang Bekerja dalam Rumah Tangga


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/hukum-istri-yang-bekerja-dalam-rumah- 52
tangga/496785770371334

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   6 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Hukum menggunakan make-up dan parfum dan berbisnis-nya 53
http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/hukum-menggunakan-make-up-dan-parfum-
dan-berbisnis-nya/493018147414763

Hukum Bekerja di Bank Konvensional 54


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/hukum-bekerja-di-bank-
konvensional/488138677902710

Hukum Undian, ARisan dll 55


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/hukum-undian-arisan-dll/480769915306253

Kondisi Jatuhnya sesuatu yg berlebih2an menjadi haram


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/kondisi-jatuhnya-sesuatu-yg-berlebih2an- 56
menjadi-haram/503788266337751

Shalat di awal waktu adalah kunci tergapainya hajat 57


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/shalat-di-awal-waktu-adalah-kunci-tergapainya-
hajat/496744780375433

Seputar perantara/makelar suatu proyek/bisnis


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/seputar-perantaramakelar-suatu- 58
proyekbisnis/483303381719573

Mendulang Emas/Bahan Tambang di Sebuah Lahan


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/mendulang-emasbahan-tambang-di-sebuah- 59
lahan/483295008387077

Memburu Binatang dan dijadiakan sebagai bisnis (Gantungan Kunci Kupu2) 60


http://www.facebook.com/notes/sang-pencinta/memburu-binatang-dan-dijadiakan-sebagai-
bisnis-gantungan-kunci-kupu2/503794923003752

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   7 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Al Louna:
salam ustadz,semoga kebaikan selalu melimpahi ustadz...
insya allah...

ustadz louna pernah baca klo kita di haramakaan membeli atau lebih tepatnya
memanfaatkan semua produk dari USA dan ISRAEL,

bagaimana dengan PC,bukankah penemu PC menurut sejarah itu berkebangsaan


USA???...
lalu bagaimana nasib orang muslim USA,adakah ia juga tidak wajib kita akui??....

Sinar Agama:
Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Sebenarnya hukum aslinya itu seperti ini: "Diharamakaan jual beli dengan orang-
orang/negara-negara yang memerangi Islam dengan terang terangan dan membatu israil."

(2). Karena amerika itu adalah negara yang jelas-jelas memerangi Islam dengan terang-
terangan, maka jual beli dengannya adalah haram.

(3). Lalu siapa yang dimaksud dengan amerika disini? Jelas, pemerintah amerika. Jadi, kalau
produksi swasta, maka tidak termasuk yang diharamakaan.

(4). Tetapi untuk orang-orang israil, maka jual beli dengan semua masyarakatnya juga haram
sekalipun swasta. Karena setiap orang zionist yang tinggal disana adalah yang memerangi Islam
dengan terang-terangan, yakni menjajah muslim Palestina.

Panda Malik Al Asytar:


ustadz, maaf kalau kasusnya saya jual ke pihak ke tiga, yang ternyata me routing penjualan ke
israel.. (sebelumnya saya ngga tahu bahwa produk saya akan dijual ke israel)...bagaimana
hukumnya? makasih ustadz

Sinar Agama:

benar tidak apa-apa, sebelum kita yakin bahwa dia membantu peperangan amerika dengan
Islam, atau sebelum kita yakin bahwa ia membantu israel.
Yang sementara beredar dan yang saya pahami itu adalah haram membeli barang-barang
mereka. Tetapi kalau menjualnya, maka saya akan menanyakan lagi ke kantor Rahbar i-Allah.
Tetapi memang hati-hatinya dihindari, sebab fatwanya itu ana sudah lupa leterleknya, kalau
berupa "haram mu'amalah" atau "haram jual beli", maka kedua-duanya haram.Tetapi kalau
"haram syira'nya" atau "haram membeli", maka yang haram hanya membelinya.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   8 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Arina Rind:
Salam warohmah ustadh.. Apakah hukum Bisnis MlM itu, Afwan??

Sinar Agama:
SAlam dan trims pertanyaannya:MLM itu adalah haram hukumnya di syi'ah.
Rind: Begitu-lah fatwanya. Dan bukan hanya Rahbar hf. Dalam hal ini jangan bisa dikatakan
kesepakatan marja'. Begitu-lah fikihnya. Kalau dijelaskan sebab2 haramnya, maka hanya marja'
yang mampu menerangkan dan memahami. Kalau kita ini tidak akan bisa memahaminya.
Karena kita tidak belajar alatnya seperti ushulfikih yang tinggi dllnya.

Diantara dalilnya adalah bahwa dalam jual beli itu tidak ada kehendak yang sungguh-sungguh
untuk jual beli. Jadi, jual belinya itu sebenarnya main-main. Karena yang diinginkan adalah
keikutsertaan dalam sistem itu dan naiknya posisi bintangnya di kemudian hari.

Teman-teman bisa melihat berita abna tentang hal ini. Di sana ada dekat bahasan mengenai hal
tsb.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   9 
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Bintang Ali:
salam stad,
soal sedekah, jika anjuran sedekah itu justru akan meluaskan rizki kita, lalu bagaimana dalil akal
dan nash nya koq bisa bgitu?? bukan berarti ana penentang sedekah, ana cuman minta dalilnya
melalui ustdzi

syukron.

Sinar Agama:
Salam dan trims pertanyaannya:
Ketika Tuhan yang memberi rejeki antum mengatkan bahwa bersedekah itu melancarkan rejeki,
lalu apanya yang tidak bisa dipahami?!! Bukankah Ia sendiri yang mengatakannya, katakanlah
melalui Rasul saww?! Nah, ketika Ia sendiri yah , sudah tentu mudah dipami. Yakni Dia sendiri
yang akan melancarkannya buat antum. Apa suliatnya? Atau aku yang tidak paham pertanyaan
antum?

Sedang pelancaran rejeki itu sangat mudah bagiNya. Seperti memberikan ilhamnya kepada
antum untuk berbisnis itu dan tidak berbisnis ini. Atau memberikan ilhamNya pada calon syarikat
yang akan membuat rejeki antum lancar dst.

Karena itulah saya katakan bahwa doa itu termausk ikhtiar manusia. Dan doa itu berfungsi
pertongannya dalam ikhtiar-ikhtiar yang kita tidak tahu data-datanya secara lengkap. Misalnya
saya mau bisnis. Sudah tentu dengan ikhtiar. Dan dalam kaidah bisnis ini saya jarus
berhubungan dengan orang lain, baik sebagai partner atau pengguna bisnis saya (pembeli).
Tetapi saya kan tidak tahu batin orang. Jadi, bisa saja dalam memilih partner atau pembeli itu
saya salah hingga saya dikhianati. Karena itu saya berdoa padaNya, seperti terhindar dari orang-
orang khianat seperti itu. Dan, kalau doa saya diterima, maka ikhtiar usahanya, ihktiar doanya,
dan hasil doanyapun, adalah tergolong dari ikhtiar kita.

Nah, dalam sedekah ini juga demikian. Dia seperti doa yang terkabul. Membuat Tuhan
melancarkan rejeki kita dalam ikhtiar-ikhtiar kita itu dan ,bahkan hasil doa atau sedekah yang
berupa pelancaran inipun juga termasuk ikhtiar kita. Karena kita yang memintanya dengan
sedekah dan doa itu.

Kemudian, mengapa sedekah ini bisa lebih ampuh dari doa? Hal itu karena ia berupa doa yang
apulaikatif dan juga memancing doa yang menerima sedekah. Dan banyak lagi dimensi-dimensi
lainnya.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   10
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Zainab Naynawaa
Salam.

Ustad, jika berbisnis pakaian melalui fasilitas online yang harus mengikuti selera
konsumen dengan berbagai macam permintaan, jika ada diantara konsumen itu
minta pakaian bikini, langkah apakah yang harus di ambil ? Dalam fiqih, hukumnya
apa jika menjual baju-baju semacam bikini? Apakah boleh mempromosikan baju
dengan menyertakan orangnya?

Sinar Agama

Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Menjual apa saja sebagai alat haram, maka hukumnya juga haram. Baju yang tidak
menutup aurat itu (kecuali baju dalam yang mmg secara umum dipakai di dalam), maka
hukumnya haram.

(2) Mempromosikan baju halal hukumnya halal sekalipun dengan orangnya, akan tetapi tidak
bergaya dan tidak pula bermake-up.

Zainab Naynawaa:

Jika yang dijual baju-baju pada umumnya maksudnya bukan baju muslim hukumnya bagaimana,
ustad?

Sinar Agama :

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Jadi, ukurannya itu bukan baju umum atau tidak
umum, tapi menutup aurat atau tidak.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   11
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Anwar Latammu :

Asalaamualaikum ustad. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan


kepada ustad.

Saya mau bertanya.


1. Bagaimana hukumnya orang yg menyogok untuk mendapatkan pekerjaan?
2. Bgmna hukumnya tentang kredit barang?
3. Bolehkah kita makan disatu meja yang di situ ada makanan yang haram (dalam Ahlul Bayt),
meskpun kita tidak makan makanan haram tersebut?
4. Bolehkah kita bekerja pada satu perusahan yang mayoritas sahamnya dipegang oleh orang
yang bukan Islam ( keuntungan direksi sekian persen digunakan untuk membiaya kegiataan
agama mereka).

Arsip Sinar Agama :

http://www.facebook.com/100001317636057/posts/204890849564835
http://www.facebook.com/100001317636057/posts/194096357310951
http://www.facebook.com/100001317636057/posts/177389

Sinar Agama :

Salam dan trims pertanyaannya.


Jawaban berikut ini adalah ringkasan, merujuklah ke alamat yg dipasang Arsipku

(1). Kalau pekerjaan itu memag hak kita karena layak atau lulus tes, tapi kita dimintai uang oleh
para perampok masyarakat itu, maka tidak haram memberikannya asal tidak halal atau
meniatkan hadiah.

(2). Kredit barang tidak masalah alias halal.

(3). Kalau makanan haramnya itu tdk najis, makan di restoran yang menjual makanan haram
tapi tidak najis itu, tidak haram alias halal. Tapi kalau najis, seperti tuak/beer, dedeh (dibuat dari
darah), babi, ...dll, maka tdk boleh alias haram.

(4). Bekerja kepada orang kafir itu tidak dosa, kecuali pekerjaannya dari jenis dosa atau
langsung berupa syi'ar pada agama mereka (seperti membuat patung salib).

Hendra Abi Atikah :

Nambah sedikit ustd


(1). bagai mana jika seseorang mendapat pekerjaan (PNS) dari hasil suap, dia juga mengikuti
test (tidak di ketahui lulus atau tidak tanpa suap) bagaimana hukum pekerjaan & hasil dari dia
bekerja itu ustad ??
(2). Bagaimana jika semua sudah terjadi ustad?? misal ia telah bekerja selama 3thn,apa yang
harus ia lakukan??
(3). Bagai mana dengan hukum kredit modal dengan bank?

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   12
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Fatimah Zahra
Salam, ustad.
Apa hukum nya membeli kaset bajakan, meminjam nya dari teman, dan menonton
nya?

Sinar Agama :
Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Mungkin tergantung kasetnya, kaset apa dan tergantung pemiliknya.

(2). Kalau kaset itu haram, seperti lagu-lagu, maka sudah jelas haram membelinya walaupun
bukan bajakan, apalagi bajakan.

(3). Kalau kasetnya bukan haram, tapi pemiliknya kafir yang memerangi Islam secara terang-
terangan, seperti zionist dan amerika, maka haram membelinya karena menguatkan mereka
dalam menjajah palestina/muslim dan memerangi muslimin di seluruh dunia. Tapi halal saja
dicopy paste.

Tio Adjie :
@Ustad Sinar Agama, bagaimana kalau pemiliknya bukan Zionist dan isinya tidak haram, tapi CD
itu sangat diperlukan, seperti tentang CD komputer, kalau kita beli original sangat mahal,
bisakah kita copy paste?

Sinar Agama :
@Tio: Saya rasa jawabanku itu sudah cukup jelas, karena itu sesuaikan saja dengan kaidah di
atas, hingga tidak perlu menyabutkan satu persatu perusahaan yang ada di muka bumi ini.
Afwan.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   13
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Fatimah Zahra:

salam..

saya mohon kirim amalan buat saya utk memulai usaha. amalan plus riwayat amalan
tersebut. soal nya saya sudah jatuh bangun memulai usaha dengann berbagai
amalan tetapi selalu nihil.apa saja yang harus di lakukan sebelum memulai
usaha,terimakasih atas jawaban antum..izin kan adik saya Barry Wahab Shany Zahfa
menyimak...

Sinar Agama:

Salam dan trims permintaannya:

(1). Terharu sekali mendengar uasah gigihmu yang tidak kenal putus asa, karena Tuhan
menyukai orang ulet seperti kamu..

(2). Usaha itu harus diketahui dulu halal-haramnya. Kemudian, kalau sudah tahu halalnya, maka
tanya dan sini untuk mengertinya dengan baik, kalau blm tahu. Dan kalau sudah tahu, baru
memulainya dengan memilih partner dan lahan/pasar yang tepat. Walhasil harus seprofesional
mungkin.

(3). Kalau kamu syi'ah, maka bagus kalau bertawassul dulu, terutama kepada imam Mahdi as,
walau dengan hanya mengucap salam kepada beliau as dan berkata "Ya Imam Adrikni".

(4). Tentu saja, dalam hati harus ditanam keyakinan dan baik sangka pada Allah dan selalu
menyebut namaNya serta shalat pada Nabi saww dan Ahlulbaitnya as.

(5). Dalam hati juga harus ditanam baik sangka pada Tuhan, bahwa kalaulah baik, maka Ia
akan menolongmu dan kalau tidak maslahat maka Ia akan menlindungimu hingga pindah ke
usaha lainnya, atau tetap dalam keadaan kurang lancar.

(6). Untuk doanya, banyak sekali. Salah satunya doa imam Ali as yang saya ambil dari kitab al-
Shahiifatu al-Imaami Ali as adalah (bagusnya selalu baca bismillah ... dan shalawat): ‫ﻦ‬ ْ ‫ﺻ‬
ُ ‫ﻬﻢﱠ‬ ُ ‫اَﻟﻠﱠ‬
‫ﻦ‬
ْ َ‫ﻤﺪِ ﻣ‬
ْ ‫ﺤ‬
َ ِ‫ َﻓ ُﺎ ْﺑﺘَﻠﻰ ﺑ‬،َ‫ﻘﻚ‬
ِ ‫ﻄﻒَ ﺷِﺮارَ ﺧَ ْﻠ‬
ِ ‫ﺳﺘَ ْﻌ‬
ْ َ‫ وَ ا‬،َ‫ﺳ َﺘ ْﺮزِقَ ﻃﺎﻟِﺒﻲ رِ ْز ِﻗﻚ‬
ْ َ‫ َﻓﺎ‬،ِ‫ل ﺟﺎهﻲ ﺑِﺎ ْﻟِﺎﻗْﺘﺎر‬ ْ ‫ﺬ‬ ُ ‫ وَ ﻻ ﺗَ ْﺒ‬،ِ‫وَﺟْﻬﻲ ﺑِﺎ ْﻟﻴَﺴﺎر‬
ٍ‫ﻲ ء‬
ْ َ‫ ِاﱠﻧﻚَ ﻋَﻠﻰ ُآﻞﱢ ﺷ‬،ِ‫ﻦ وَراءِ ذِﻟﻚَ َوﻟِﻲﱡ ا ْﻟﺎِﻋْﻄﺎءِ وَ ا ْﻟﻤَ ْﻨﻊ‬
ْ ِ‫ وَ َا ْﻧﺖَ ﻣ‬،‫ﻦ ﻣَ َﻨﻌَﻨﻲ‬ ْ َ‫ﺬمﱢ ﻣ‬ َ ‫ وَ اَ ْﻓﺘَ ِﺘﻦَ ِﺑ‬،‫اَﻋْﻄﺎﻧﻲ‬
ٌ‫ﻗَﺪﻳﺮ‬.Wassalam

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   14
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Nanda Putri:
Salam Ustadz. Amalan-amalan apa saja yang dianjurkan untuk mendatangkan rezki
dan mencegah kefakiran. Apa betul ada prilaku-prilaku yang bisa mendatangkan
kemiskinan? (seperti. membakar kulit bawang?, membiarkan sarang laba-laba di
rumah? atau hanya tahayyul?). tks.

Sinar Agama:
salam dan trims pertanyaannya:

(1). Amalan2 atau kiat2 yang bisa mendatangkan rejeki, yang bisa diambil berbagai hadits-
hadits itu, banyak sekali, seperti:

- Amanah.
- Berani dalam berbisnis (tidak penakut).
- Bersih, rapi dan harum badan, baju dan tempat tinggalnya.
- Baik pada tetangga.
- Baik perangainya/akhlaknya.
- Mendoakan sesama mukminin.
- Silaturrahim (menyambung/saling mengunjungi keluarg/famili).
- Banyak istighfar.
- Banyak mengucapkan takbir.
- Baik pada keluarganya (seperti tidak bakhil dan menyantuni).
- Baik pada semua orang.
- Mempermudah urusan.
- Memberi makan orang.
- Bersedekah.
- Mengeluarkan zakat.
- Banyak berniat baik.
- Memakai cincin permata2 seperti aqiq, piruz, jamrud, rubbi.
- Tidak melakukan isyraf/mubadzdzir (seperti mem-buang2 energi listrik dll-nya, makanan, air ...
dst).
(2). Sedang yang bisa membuat seret/alot rejeki juga banyak. Misalnya, mubadzdzir:

- Khianat pada amanat (tidak amanat).


- Penakut dalam kerjanya/bisnisnya.
- Tamak.
- Pemalu (pemalu dalam kebenaran dalam hadits dikatakan sebagai ahmaq/bodoh).
- Maksiat.
- Zina.
- Mempersulit urusan (yang bisa dimudahkan).
- Mengambil/menahan harta orang lain.
- Mubadzdzir (disamping sebagai dosa besar).
- Saya pikir, semua lawan dari kiat2 yang bisa mendatangkan rejeki itu, adalah bisa membuat
tidak lancarnya rejeki.
Wassalam

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   15
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Haidar Dzulfiqar:
Salam..! Afwan Ustadz,kami mau bertanya tentang hukum berternak & budi daya
ayam bangkok untuk dijual. Bagaimana hukumnya Tadz? Mhn penjelasannya.
Terima Kasih. Salam.

Jack Marshal:
Sekalian ustad, teman saya ada yang ternak burung berkicau macam burung kenari untuk
diperdagangkan, apa hasilnya halal?.trims.

Sinar Agama:
Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Menjual ayam atau apa saja yang halal, hukumnya halal kecuali kalau kita tahu akan
digunakan untuk keharaman. Misalnya, menjual ayam bangkok adlah halal, tetapi kalau kita
tahu bahwa yang akan membelinya itu untuk dibuat judi aduan ayam, maka menjadi haram
menjualnya ke orang tsb.
(2). Burung kenari atau apa saja yang dijual untuk dinikmati keindahan warna atau bunyinya,
adalah halal. Karena menikmati seperti itu masih dibolehkan dalam agama. Tetapi kalau salah
satu pembelinya mau membuat keharaman, seperti judi atau apa saja yang haram, maka
menjual ke orang tsb menjadi haram.

Haidar Dzulfiqar:
Trims untuk jwbnnya Tadz. Klu blh kami brtnya 1 prtnyaan lg.Apkh kita prlu/harus/wjb
mnanyakan/ mengecek pd pmbelinya tsb untuk apkh ia membelinya? Trims&afwan.

Sinar Agama:
Tidak perlu bertanya, tetapi kalau diketahui baik secara khusus atau umum yang meyakinkan,
bahwa ayam jenis bangok akan dibuat judi dalam aduan, maka dilarang menjualnya.

Haidar Dzulfiqar:
Afwan Tadz, bisa lebih diperjelas lagi apa yang dimaksud dengann diketahui secara khusus dan
umum yang Ustadz maksudkan..?
Sinar Agama:
Khusus, maksudnya kita tahu si dia/pembeli itu mau menjadikan barang beliannya dari kita itu
sebagai alat judi atau haram2 lainnya.

Umum yang meyakinkan, maksudnya kita tidak tahu si pembeli itu mau berbuat apa, tetapi
secara umum yang meyakinkan barang tsb selalu dibuat alat judi atau alat haram lainnya.
Wassalam

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   16
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 

Abu Zahra Al Manshur:


Salaamun 'alaikum,
kayaknya ana paling getol bertanya nih pak ustad. Sebenarnya kalau nggak salah
ingat ana pernah baca fatwa rahbar tentang multi level marketing (MLM), namun
ana coba telusuri kembali sumber bacaan ana belum ketemu. Karena itu mohon
ma'af kalau seandainya pak ustad pernah ditanyai hal ini:
Bagaimana hukumnya MLM? Apakah mutlak haram atau tergantung bagaimana jenis
aturan mainnya?
kalau tidak mutlak haram (tidak semua haram), maka bagaimana cara menilai
haram ataukah mubah/halal?
Waktu diskusi dengan seorang kenalan ana, ana ditanya hal itu, dan menjawab
bahwa bisa halal dan bisa haram, tergantung bagaimana akad dan model aturan
mainnya. Kalau modelnya seperti arisan berantai atau apapun modelnya dengan
mencari anggota sebanyak2nya (skema piramida) maka itu haram. Tetapi kalau
modelnya memang "menjual" sesuatu kenapa tidak? Tetapi ana bilang ana cari tahu
dulu. Barangkali keliru. Mohon bantuannya pak ustad.
Sang Pecinta:
silahkan di httetapi://www.facebook.com/groups/210570692321068/doc/234534179924719/
httetapi://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=242555)

Sinar Agama:
salam dan trims pertanyaannya.

mlm itu mutlak keharamannya. yakni sistemnya yang diharamakaan.

(1). Ketika sistem mlm itu sudah haram maka barang yang ada itu dimiliki oleh penjual yang
merupakan anggota mlm itu secara haram dan batil. Artinya ia tidak berhak memili brg tsb baik
untuk dirinya atau dijual. Jd pembelian dari oleh kita yang hanya ingin brg tsb, juga tidak syah.

(2). Penjualan mlm itu harus lebih mahal dari biasanya karena keuntungannya harus dibagi ke
semua anggotanya. Barang yang harganya sktr katakanlah 20 persen harus
dijual 100%. Jd logika discon itu sepertinya bertentangan dengan sistem mlm itu sendiri.
(1). Untuk barang2 yang sudah dibeli itu, saya akan mintakan ijin -kalau bisa- ke kantor Rahbar
hf, i-Allah.

(2). Saya dari pragraf pertama itu sudah bingung terhadap koment antum ini. Yakni yang
berhubungan dengan harga mahal dan murah. Dimana di pragraf pertama antara beli di agen
MLM dan toko MLM dan di pragraf dua, antara beli barang murah dan mahal.

Saya curiga antum tidak memahami tulisan ana. Ana mengatakan bahwa barang yang berharga
20 persen dijual 100 persern itu, adalah barang yang sama. Bukan barang yang tidak mutu
dengan barang mutu. Ini yang pertama.

Yang ke dua, maksud ana adalah 20 persen dijual 100 persen itu, adalah barang yang sama
dalam arti, juga sama antara yang di eceran dan agen. Jadi, barang yang mestinya dijual 20
persen di eceran atau di agen, dijual 100 persen di eceran atau agen. Jadi, kalau
perbandingannya antara eceran dan agen MLM, maka sama saja bohong. Maksudnya, sudah

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   17
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
tentu di eceran MLM lebih mahal dengan di agen MLM (dengan menjadi agen anggota itu).
Tetapi yang saya maksud adalah barang yang semestinya dijual di pasar bebas (bukan toko
MLM), dengan harga 20 persen, akan dijual dengan sistem MLM ini menjadi 100 persen, karena
banyak keuntungan yang akan dibagi ke semua anggota agen MLMnya itu. Padahal, dengan
harga 20 persen itu (kalau dijual dengan sistem pasar biasa), perusahaan, agen pusat, agen
lokal dan para pengecernya sudah dapat untung semuanya. Karena keuntungan yang akan
diambil tidak telalu banyak karena tidak terlalu banyak pembagian untungnya, karena hanya
pada pengecer, agen lokal dan agen pusat. Tetapi kalau dengan MLM, dari ujung bintang
sampai ke bintang kejora (he he he ..gurau) atau bintang 7, atau bintang 8, atau Lion perak
atau Lion emas dan diamong ..., maka sudah pasti keuntungan yang dikandung di harga barang
20 persen itu dk akan mencukupi. Karena itu harga jualnya harus dinaikkan sebegitu rupa
sampai ke angka 100 persen itu. Jadi, untu kyang sudah dikandung di harga 20 persen itu,
masih harus ditambahi lagi 80 persen harga ugal2an. Karena perusahan harus memberi
keuntungan, kepada semua bintang2nya sesuai dengan ukuran kebintangannya, begitu pula
harus memberikan pesawat, vila, kapal pesiar, kunjungan ke berbagai negara ...... dst. Tlg
tangkap ruh tulisanku yang mungkin karena tidak pandai menulis, menjadi sulit dipahami.
Afwan.
Sang Pecinta:
Salah satu poin yang saya tangkap dari pertanyaan mas Abu: bolehkah kita membeli barang
Tupperware di Supermarket (tidak melalui MLM) ? catatan : harga sama antara di MLM dengan
harga Supermarket?
Dengan pembelian di MLM justru mendapat diskon (lebih murah 30%) sedangkan di pasaran
(Supermarket) lebih mahaal..
Socrates Mau ust. ingin urun rembuk..., kalau alasan pengharaman barang-barang yang dijual
oleh perusahaan yang menjual barang2nya dengan sistem MLM,padahal pada dasarnya barang2
tsb adalah halal. Bagaimanan halnya dengan Bank, hampir semua Bank melakukan sistem
bunga yang haram, apakah otomatis semua produk Bank tsb haram ? misalnya kita
menggunakan produk tabungan Bank tsb, berarti menabung di Bank tsb juga haram dong ust...
(walaupun kita tidak mengambil bunganya)...

Sinar Agama :
Coba antum perhatikan dengan teliti tulisan2 di atas itu. Saya rasa sudah bisa ditangkap.
Apapun barang itu, betapapun murahnya, kalau disalurkan lewat MLM, atau supermarketnya
MLM atau dijual di pasar oleh anggota MLM yang mendapat barang itu dsari sistem MLM, maka
semua itu tidak boleh dsan haram, karena kepemilikan dia itu tidak syah hingga kita beli.

Ke dua, barang MLM itu harus lebih mahal dari yang lainnya. Dalilnya tidak perlu saya ulang lagi.
Memang, kalau dari supermarket yang merupakan marketingnya MLM, sudah pasti dimahalin
lagi, karena hal itu berntuk promosi dari harga mahal dan super mahalnya MLM mereka. Super
mahal ini dapat diketahui dengan dalil2 di atasn itu (20% ke 100%).
Kalau produk banknya itu halal, maka kita bisa menggunakannya, seperti tabungan tdb. Kan
menabungnya tidak haram. Tetapi mereka menggunakan uang kita untuk rentenir, hal itu belum
pasti uang kita. Kalaulah uang kita, kita tidak halal dengan hal itu (tidak ridha) dan kita
menabung itu demi keamanan yang bisa dihitung dharurat.
Keharamannya itu bukan karena mahalnya. Saya hanya mengomentari perkataan bahwa beli di
MLM itu lebih murah dari tokonya. Jadi, murahnya MLM itu bisa jadi karena mempromosikan
MLMnya, dan sudah tntu sangat dijual mahal sekali eceran itu kalau sampai lebih mahal dari
MLM-nya.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   18
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Yang menyebabkan haramnya itu adalah alasan fikih mu'amalahnya yang tidak Islami, seperti
tidak serius dalam jual belinya, karena yang diseriusi adalah kemenjadianangotanya. Dan masih
ada belasan lagi alasan fikihnya yang dibahas oleh para mujtahid yang kita tidak akan memahmi
kecuali menghkahyalkannya saja.

Jadil barang2 MLM itu haram karena jual belinya batil karena tidak dengan sistem yang
disyahkan Islam. Itu saja. Anggap kek memang lebih murah, maka ia tetap batil dan haram,

Sedang harga agen yang lebih mahal dari pabrik, karena harus mengelurkan transportasi,
tenaga kerja, biaya2 lainnya, maka hal itu halal sekalipun anggap lebih mahal jauh dari harga
MLMnya (yang menurut saya sangat mustahil).
Wassalam

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   19
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Rudi Suwandi:
Salamun alaikum wr.wb.
Pak Ustad Sinar Agama yang sy hormati. Sy membaca arsip SA tentang halal haram
makanan dan Imam Ali melarang menjual dan memakan binatang laut yang tidak
bersisik. Pertanyaanya :
1. Redaksi hadisnya apakah larangan ke arah makruh atau jelas2 haram?
2. Jika benar2 haram, bukankah ini bertentangan dgn al anam 145?
Mhn tausiyahanyaa Pak Ustad.
Salam

Top of Form
Sinar Agama:
Salam dan trtims pertanyaannya:

(1). Benar yang dikatakan Pencinta bahwa dalam Ahlulbait as, yang bukan mujtahid diwajibkan
taklid kepada mujtahid. Karena tidak mampu masuk ke dalil Qur an dan haditsnya, karena untuk
menjadi mujtahid harus belajar skt 20-30 th dan lulus terus sebagaimana sudah sering
diterangkan.

(2). Kalau kita hanya berpedoman kepada ayat tsb, al-An'aam, 145, mk daging manusia jg tidak
disebkepadaan disitu. Apakah trus daging mansuai itu halal?

(3). Karena itulah memahami Qur an peerlu kepada Nabi ssaww dan imam Maksum as hingga
paham maknanya yang benar. Dan, karena untuk memahmi merka itu jg perlu kepada banyak
sekali kaidah, spg ushulfikih, bhs arab, hadits, rijal ...dst ... mk hanya mujtahidlah yang dpt
mamahminya. wassalam.
Rudi Suwandi :

Terima kasih sbelumnya kepada Pak Ustad dan Sang Pencinta atas jawabannya. Mhn maaf mo
nanya lg. Bukankah 20-30 tahun itu waktu kepada multi uuaaaaakeh topik? Kalo 1,2 topik
apakah selama itu? Pertanyaanya aku rubah aja, yaitu apa tafsir dr al anam 145? Mhn maaf
sebelmnya
Salam
Sinar Agama:
Rudi:

(1). Antum tidak memahmi tulisanku dg baik. Ketika dikatakan bahwa untuk memahami ayat itu
perlu kepada bahasa arab, kaidah ushulfikih ...dst yang diperlukan puluhan tahun belajar itu,
artinya, walaupun yang dibahas tu hanya satu ayat atau satu topik. Karna dalam satu ayat atau
topik atau hukum yang mau diambil atau disimpulkan itu, selalu memerlukan kepada kaidah2
tsb.

(2). Contoh dalam ayat ini. Hashr atau "pembatasan" dibagi kepada dua bagian: Hashr Hakiki
dan Hashr Idhafi (tidak hakiki). Hashr atau Pmebatasan Hakiki seperti "Tidak masuk surga
kecuali yang diridhai Tuhan." Sedang yang bukan hakiki, seperti "Aku tidak mau makan kecuali
kalau sudah lapar." Karena di kalimat ke dua ini, sebenarnya dia bukan benar2 tidak mau makan
kalau belum lapar. Tp bisa saja kalau ada perangsang lainnya, seperti ada lalapan yang menarik,
teman makan yang mengasikkan ...dst ..., mk ia akan makan walau tidak lapar. Walhasil,
Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   20
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
maksud perkataannya itu, tidak sungguh2 membatasi dg lapar saja baru ia akan makan.

Ayat ini termasuk yang ke dua. Karena banyak yang haram tidak disebut disini, seperti daging
manusia, daging orang hutan, daging anjing], kotorang manusia, kotoran binatang, kencing,
minuman keras ...dst yang jelas haram baik karena adanya ayat atau hal2 yang jelas dalam
hukum islam dari riwayat2 Nabi saww.

Karena itulah, mk ayat di atas itu bukan bermaksud membatasi dg hakiki hanya kepada yang
empat hal itu (bangkai, darah, babi dan binatang yang disembelih dg nama selain Allah). Jadi,
maksud ayat ini adalah ingin menolak makanan2 haram yang diharamkan oleh2 orang kafir
jahiliyyah yang dibarengi dg khurafat2 di masanya itu.

Kaidah ttg Pembatasa Hakiki dan Idhafi ini, baru satu saja dari sekian ratus atau bahkan ribu,
kaidah memahami bahasa arab dan ushulfikih.

wassalam.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   21
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Minan Ali:
Mungkin ini sudah pernah ditanyakan. Kalau sudah, tolong saya diberi tahu linknya. Tentang
main saham dan asuransi. Bagaimana pendapat fiqih jafari? (marja)

Salam sholawat. Terimakasih sebelumnya.

Sinar Agama :
Salam dan trims pertanyaannya: (1). Saham itu jelas boleh kalau bukan merupakan perusahaan
yang usahanya haram, seperti bank atau pemeruduksi barang yang tidak bisa diperjual belikan
(haram).

(2). Asuransi itu boleh-boleh saja asal tidak bersistem pemutaran uangnya dengan riba.
Minan Ali:
Kasus untuk asuransi unit-link (yang laris manis), duitnya diputar di saham yang entah apa dan
tidak bisa kita minta detilnya. Apa ketidakjelasan ini layak untuk kita husnudzoni?
Sinar Agama :
Minan: Saya tidak bisa pastikan.Karena hal tsb sudah urusan obyek hukumnya, bukan
hukumnya itu sendiri. Memang, kalau di negara Islam seperti di iran, mk sudah jelas bisa
dijadikan dasar hukum husnuzhzhan itu. Tp di Indonesia saya tidak bisa pastikan. Akan tetapi,
hanya sebagai kemungkinan, kalau sistem pembelian asuransinya tidak memakai sistem riba,
mk mungkin sudah cukup untuk dijadikan kehalalan membelinya. Tp ini hanya kemungkinannya
saja. Sekali lagi, saya tidak bisa memastkannya.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   22
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sang Pecinta:

Salam ust, bagaimana merancang masa depan (cita-cita) yang baik..indikatornya


apa saja?

Sinar Agama:
Salam dan trims pertanyaannya:

Secara global:

1- Harus memiliki arah akhir akhirat dari rancangan apapun yang ingin dicapai di dunia.

2- Memperbanyak ilmu agama, hingga tahu bagaimana merancang rancangan tsb hingga
bernafaskan ke-akhiratan dan benar-benar menuju ke kebaikan atau kejayaan akhirat.

3- Kalau belum berdiri di tampat yang boleh dikatakan mapan, maka terntukan dulu tempa
pijakan awal yang ingin dicapainya. Tentu saja dengan menyesuaikan dengan potensi dan
kemampuan yang ada kala itu.

4- Kalau sudah memiliki pijakan yang bagus dan duniawis-agamis, yakni sudah agak mapan
dunianya yang bernafaskan agama itu, maka dari situ bisa merancangnya lagi kepada situasi
yang lebih baik. Tentu dengan penyesuaian tarhadap agama dan kemampuannya.

5- Kalau stelah mapan itu mau banting setir ke arah dan bidang lain, maka hal itu juga tidak
terlarang secara duniawi atau ukhrawi. Karna itu, maka mencoba memprogram langkah2 awal,
dua, tiga ...dst .. adalah merupakan kemestian yang harus dilakukan dengan benar-benar
memperhatikan profesionalisme dan agamaisme.

Pendeknya:
Indikator terpenting dalam menyusun rancangan hidup yang baik itu adalah, profesional dalam
semua bidang dan tahapannya serta bernuansakan kepentingan ukhrawi.

wassalam.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   23
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Bismillah:
Sedekah dan Tambah Rejeki

Heri Widodo:
Ustad,apakah penjabaran dari hadis "pancinglah rezekidengann shodaqoh",
bagaimanadengann kaidah"Materi dibagi akan berkurang"?

SINAR AGAMA:
Salam dan trims pertanyaananya:

(1). Kan rejeki tidak mesti berupa harta. Dan kalau hanya harta, kan belum tentu yang
dipancing itu akan terpancing?

(2). Dan kalau juga terpancing dengan RidhaNya,maka rejeki yang sebelumnya itu sudah hilang
dan berkurang.

(3).tetapi kalau ilmu,dalam pada diberikan ia tidak hilang dan bahkan bertambah.

(4). Lagi pula memancing rejeki dengan shadaqoh itu adalah ajaran Islam yang tidak tinggi,
karena kemungkinan besar hanya akan mendapat rejeki atau bahkan hanya harapan mendpt
rejeki saja.tetapi karena derita bagi yang miskin itu lebih parah dari sedekah yang mengharap
tambahan,maka Islam juga menganjurkan shadaqah tersebut.

(5). Ajaran yang kalaulah tidak terlalu tinggi itu, bisa juga dimaknai sebagai penguat dan
pendukung bagi yang ada sifat kikirnya. Yakni Tuhan ingin mengatakan kepada
mereka, bahwa memberi shadaqah itu tidak akan membuat miskin dan bahkan Tuhan akan
menggantinyadengan yang lebih besar. Tentu saja, bisa berupa sihat, dan semacamnya.

wassalam.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   24
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Bismillah: Ajimat,

SINAR AGAMA ditandai di foto Yunus Abdullah. — bersama Malikul Amin Teuboh
Anabuki dan 42 lainnya.

Penyair Menawan:
Dinukil dari sejumlah ulama salaf bahwasanya mereka menulis ayat-ayat dari Al-Quran bagi
orang yang terkena gangguan sihir kemudian meminumkannya. Mujahid mengatakan, “Tidak
masalah Al-Quran ditulis dan dibasuhkan serta disiramkan kepada orang yang sakit.” Disebutkan
dari Ibnu Abbas, ia menyuruh agar dituliskan sesuatu yang bersumber dari Al-Quran pada
seorang wanita yang mengalami kesulitan dalam melahirkan kemudian dibasuh dan disiramkan.
Ayyub mengatakan, “Aku melihat Abu Qilabah menulis suatu ayat dari Al- Quran kemudian
membasuhnya dengan air dan mengguyurkannya kepada seorang yang menderita suatu
penyakit.” Dalam bukunya, Majmu’ al-Fatawa, Ibn Taimiyah mengatakan, “Mereka
menukil dari Ibnu Abbas bahwasanya dia menulis ayat-ayat dari Al-Quran dan dzikir, lantas
menyuruh agar disiramkan kepada orang yang menderita sakit. Ini berarti bahwa perbuatan
tersebut mengandung keberkahan. Imam Ahmad menetapkan bahwa ini dibolehkan.”
(Majmu’al- Fatawa: 12/599 dan Al-Fatawa al-Kubra: 5:74 masalah Apa yang Dilakukan pada
Mushaf Al-Quran Kuno jika Terobek). Kamis pukul 7:56 · Suka · 2

SINAR AGAMA:
Saya sebenarnya sudah melihat sepintas kiriman dan koment2 disini (hampir semuanya tidak
saya muat karena disamping akan menjadikan catatan ini kepanjangan,juga bahasanya saya
anggap tidak bagus).tetapikarena saya kurang tertarik pada bahasanya, yang banyak tidak
memakai bahasa yang menurut saya bagus,maka sengaja saya tidak mau
komentar.tetapikarena ada rasa kasihan,maka ana hanya akan memberikan isyarat2 saja:

(1). Syirik itu adalah menyukutukan Tuhan. Baik dalam dzatNya atau sifat2Nya. Mengatakan
Tuhan itu dua atau lebih, adalah syirik.begitu pula mensifati Tuhandengan sifat2 yang tidak
layak,seperti dapat dilihatdengan mata, benda, turun dari langitseperti turunnya Ibnu
Taimiyyah dari mimbar, menunjukkan betisnya di surga Supaya diakui sebagai Tuhan oleh
penduduk surga yang menolakNya (shahih Bukhari hadits ke: 7439) ... dst dimana semuanya itu
tidak layak. Karena itu, disamping ada tauhid dalam Dzat,juga ada tauhiddalam Sifat. Dan,
sudah tentu syirik, sebagai lawannya, jugadengan sendirinya terbagi pada syirikdalam Dzat dan
Sifat.

Yang termasuk syirik,jugaseperti menentang Tuhandalam hukum2Nya dan pemerintahanNya. Ini


yang disebutdengan syirikdalam pengaturan hukum sosial kemanusiaan dimana lawannya
adalah tauhid di dalam hal yang sama.

Yang termasuk syirik,seperti mengatakan bahwa selain Tuhan, ada yang memberikan efek
secara mandiri. Misalnya, dokter, obat, uang, kedudukan, tawassul, Qur an, ajimat/hirz, ... dst.
Karena itu, bagi yang meyakini semua itu, yaitu bahwa selain Allah itu memberikan efek secara
mandiri tanpa Tuhan,maka telah menjadi musyrik.

(2). Dalam Islam, banyak sekali yang secara lahiriah bisa dikatakan syirik,seperti rukuk dan
sujud ke Ka'bah, bertabarrukdengan Hajar Aswad, penyembuhan mata nabi Ya'qub asdengan
Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   25
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
baju nabi Yusuf as (tidak cukup doa), surat al-falaq yang bisa menolak sihir (padahal isinya doa
untuk sihir para wanita yang meniup tali), aqiq nabi Sulaiman as yang dapat mengontrol
kejahatan sihir dan jin dll, bertabarrukdengan rambut Nabi saww (Al-Siiratu al-Halabiyyati, jld.2,
hlm. 770), bertabarrukdengan mangkok bekas bibir Nabi saww ... dst.

Sampai2 ketika Nabi saww melakukan haji dan setelah menyembelih qurban, beliau saww
memanggil tukung cukur dan bersabda:

“Cukurlah rambutku yang bagian kanan dan berikan kepada Abi Thalhah untuk dibagi-bagikan
kepada masyarakat.” Setelah itu beliau berkata lagi kepada tukang cukur,“Cukurlah rambutku
bagian kiri dan berikan kepada Abu Thalhah supaya dibagi-bagikan kepada masyarakat.” (al-
Manaasik, karya Kermani)

Juga dikatakan bahwa Khalid bin Walid memiliki rambut bagian depan Nabi saww dan diletakkan
di topinya dimana dalam peperangan membuatnya selalu menang (kitab Tabarruku al-
Shahaabah, hlm. 8-9).

Diriwayatkan, ketika Muawiyah dalam keadaan sakaratulmaut, berwasiat agar dikafani dengan
baju Nabi saww, begitu pula sarung (kafan dalam) dan rida’-nya (kafan luar), dan kemudian
dikubur bersama rambut Nabi saww. Mungkin saja, wasiat ini merupakan penampilan, riya’ dan
kebohongan belaka. Akan tetapi membuktikan bahwa tabarruk adalah sesuatu yang umum di
kalangan kaum muslimin (Jaami’u al-Ushuul, jld. 4, hlm. 102). Dan karena riya’ adalah ingin
dipuji orang lain, maka harus dengan hal-hal yang baik di mata umum. Jadi, tabarruk itu adalah
hal yang umum dan bahkan baik di masyarakat. Dengan ini, maka wasiat di atas membuktikan
kebenaran tabarruk, pentj.

Para shahabat, demi mendapatkan tetesan wudhu Nabi saww untuk obat (karena kandungan
tabarruknya, pentj.), saling berebut dan bersitegang (shahih Bukhari, jld. 3, hlm. 35, hadits ke:
187; Tarikh Thabari, jld. 3, hlm. 475; dll)

Apakah para wahabi2 itu lebih pintar dari Bukhari sendiri yang telah mengumpulkan hadits2
shahih itu? Lalu mengapa wahabi2 itu tidak memusyrikkan Bukharidengan riwayatnya di atas
dan juga para shahabat dan Nabi saww ssendiri yang diam melihat kejadian itu?

Atau mengapa para wahabi itu tidak berani mensyirikkan Bukhari ketika ia meminum penuh
kekhusyukan dan membeli mangkok bekas bibir Nabi saww seharga 800.000 Dirham (Ibnu
Haajar dalam Fathu al-Baarii-nya, hlm. 101-103). Dirham adalah kepengan uang perak yang
beratnya sekitar 3 gram. Kalau perkepeng 2 gram saja, dan riwayatnya dianggap salah tulis
hingga mnejadi 800 kepeng saja,maka berarti Bukhari membeli makngkok tabarruk itu seharaga
1600 gram perak. Dan kalau harganya pergram 10.000 saja, sudah menjadi 16.000.000).

(3. Kalau meyakini keberefekan atau keberkahan dari benda atau apa saja selain Allah itu adalah
syirik,maka semua nabi-nabi pengajar kemusyikan. Misalnya, tongkat nabi Musa as, jemari
kanjeng Nabi saww yang mengeluarkan susu yang membelah bulan, baju nabi Yusuf as, cincin
aqiq nabi Sulaiman as ...dst yang tidak terhitungdalam Islam.

Mungkin para wahabi ini akan mengatakan bahwa semua itu adalah mu'jizat. Jawabnya, trus
apa arti syirik kalaubegitu? Apakah kalau mu'jizat tidak syirik dan kalau bukan mu'jizat itu syirik
sekalipun peruatannya adalah sama? Misalnya, apakah mengusir jin dan sihirdengan aqiq nabi
Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   26
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sulaiman as tidak syirik karena mu'jizat,tetapimengusir jin pakai Qur an dan hiriz (doa2 yang
ditulis seperti yang ada di tafsir2 sunniseperti al-Durru al-Mantsur, tafsir surat Isra' ayat 47, dll-
nya dan hiriz juga berupa doa2 yang dibaca yang terlalu banyak di hadits2 sunni pengajaran
Nabi sawwtentang doa2 ini yang untuk ini dan itu, padahal kalau menurut logika wahabi kan
tidak mesti berdoadalam bentuk yang diajari Nabi saww tersebut, padalah jelas2 Nabi saww
mengajari bentuk2 lafazhnya dan tidak bisa dirubah kalau ingin mustajab benar dan kalau
dirubah akan keluar dari pahala sunnah, setidaknya)??

Kalau bertabarruk atau meyakini keberefekan benda2dengan ijin Allah itu syirik,maka semua
abarruk para nabiseperti baju nabi Yusuf as yang sengaja dikirim ke nabi Ya'qub as untuk
menyembuhkan mata beliau as yang menjadi buta.dengan kata lain, kalau hakikat dari meyakini
keberefekan atau keberkahan benda2 itu adalah syirik,maka mukjizat itujuga syirik. Dan kalau
mu'jizad2 itu tidak syirik karena diyakini dari Tuhan,maka semua tabarruk lainnya dan
keberefekan hiriz yang dapat dilihat di hadits2 dan perbuatan para shahabat dan tabiitujuga
tidak syirik.

Dengan semua penjelasan itu,maka hiriz/ajimat yang berupa doa yang ditulis atau dibaca
(dikatakan hiriz dan bukan hanya doa, karena tidak bisa dirubah pengucapannya dimana kelau
dirubah akan menjadi doa biasa dan tidak mendapat pahala kesunnahan dan jaminan Nabi
saww akan kesembuhan dari penyakit atau sihir atau jin dll-nya itu),begitu pula tabarruk dan
menyembuhkan penyakit badan dan ruhdengan rambut Nabi saww, mangkok bekas bibir berkah
Nabi saww .... dst.... bukan kesyirikan sama sekali. Hali itu, karena kita sebagai muslim, jelas2
meyakini ketauhidan Tuhan dan keMaha Segala-gala-anNya. Artinya, semua muslimin yang
melakukan tabarruk dan hiriz itu dimana merupakan bagian ajaran agama, tidak melakukan
kesyirikan, karena semuanya meyakini bahwa semua itu bersumber dan berasal dari Allah
sebagaimana tangkat nabi Musa as, baju nabi Yusuf as, jemari kanjeng Nabi saww, ayat-ayat
Qur an ... dst, rambut Nabi saww, tetesan air wudhu Nabi saww... dst (Karena mukjizat
merupakan perantara Tuhan). wassalamu 'alaa man ittaba'a al-hudaa.

Raihana Sandhi:
Wah.. Wah zimat.. Siponari punya batu ajaib tuh pak ustad SINAR AGAMA.. Hehe.. Suatu benda
tidak dapat menyembuhkan penyakit apapun atau mengusir apapun!! Itu semua adl kekuasaan
dan atas kehendak Allah swt.. Suami gw kalau percaya ama zimat wah... Menyaingi ponari
kale... Zimat2 dtg sendiri mll mimpi! And bener2 dikasih ama tuh suara gaib.. Alhamdulilah kami
ndak percaya tuh... Dibuang dah tuh zimat.. karena km takut muncul syirik!!!!

SINAR AGAMA:
Aqeila: Kalau sekedar membuat pengakuan dan dakwa,maka wenak banget. Mbok disertakan
dalilnya. Bukankah anasudah menyebutkantentang tongkat Nabi Musa as, cincin nabi Sulaiman
as. Terlalu banyak dalil2 di sunni. Ahsan kamu musyrikkan saja Bukhari itu, karena jutaan uang
dipakai untuk membeli mangkok yang ada bekas bibir suci Nabi saww untuk bertabarruk dan
untuk obat.

SINAR AGAMA:
Raihana: Kamu mau percaya apa atau tidak percaya apa, itu ma ... urusan antum.tetapitlg baca
tulisankudengan baik. Kalau ajimat itu ada bimbingannnya di hadits dan ayat,makasudah jelas
itu dibolehkan dan falsafahnya adalah doa yang ditulis. Emangnya Tuhan menurunkan surat al-
Falaq itu untuk apa disamping memberi petunjuk. Emangnya Nabi saww bergurau ketika
Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   27
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
mengatakan surat tersebut bisa menolak sihir apa saja?

Bgni saja, kamu ini, yakni Islam kamu ini, didapat dari mana. Trus tanyakan, apa jaminan
kebenaran Islammu ini? Apakah kamusudah mempelajari semua ayat Qur andengan seluruh
pemaknaan Nabi saww? Trus dimanakah kamu belajar semua itu? Nah, kalau kamu hanya
belajar agama di sekolah2 SD< SMP ..dst itu,maka sudah jelas tidak akan mencukupi. Artinya,
kamu tidak akan bisa menjadi Islam yang standart yang, jangankan untuk orang lain, untuk
dirimu sendiri saja tidak bisa. Nah, kalau demikian halnya, lalu apakah kamu masih berhak
menerima dan menolak sesuatudalam Islam? Artinya, apakah perkataan2mu itusudahseperti
ayat dan riwayat.

Sayang kamu tidak mempelajari agamamudengan baik, karena ajimat2 ini terlalu banyak
ditulisdalam kitab-kitab sunni, baik tafsri atau kitab-kitab doa dan riwayat. Di ayat2jugaseperti
itu.

Coba baca lagi tulisan di atas itu. Nanti kamu akan tahu bahwa ajimat/doa-tertulis itu, atau
apa saja yang dijadikan tabarrukseperti tanah kubur Nabi oleh para shahabat,,,dll-nya, semua
itu tidak lain hanyalah sebagai tabarruk dan tawassul kepada Allah. Jadi, semuanya tidak ada
yang meyakini sebagai pengefek secara mandiri,tetapijustru Tuhan pengefeknya melalui nilai2
syi'ar agamaNya,seperti baju nabi Yusuf as, cincin nabi Sulaiman, Qur an, tanah kubur Nabi
saww .. dst. Semua itu ada hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya yang kembalinya
kepada promosi keTuhanan dan agamaNya.

Kalau berajimatdengan batu2 yang tidak diajarkan oleh Nabi saww,maka jelas halseperti itu,
tidak dibenarkan. Akan masuk syirik kalau diyakini sebagai pengefek secara mandiri, dan akan
masuk haram kalaupun diyakini sebagai perantara Tuhan. Karena Tuhan tidak mengajarkannya.

Ingat, kalau kamu mengkafirkan orang muslim,maka bisa membaliik kepada dirimu sendiri. Dan
syirik itu, bisa dikatagorikan sebagai kafir. Karena itu, kalaupun orang memakai ajimat yang
tidak diajarkan Islam sekalipun,tetapidia tidak meyakni sebagai pengefek mandiri,seperti yoga
yang mengambil energi alam (dimana ini tetap keliru dan tidak diajarkan Islam),maka pelakunya
tidak bisa dikatakan musyrik atau menyekutukan Tuhan dimana samadengan kafir. Karena ia
hanya salahdalam fikih dan aplikasi dan penerapan akidah,tetapitidak salahdalam akidahnya
sendiri. Dia tetap beriman kepada Allah dan kepengefekanNya secara mandiri, sementara ajimat
atau ajaran yang tidak Islami itu, dia yakini sebagai perantara kepada Allah.

Tentu saja, keperantaraan dari padahal-hal yang tidak diajarkan oleh Islam itu, harus tidak
sampai ke tingkat penyembahan,seperti yoga atau ajimat2 itu.tetapikalau sampai ke tingkat
penyembahan, walaupun tidak diyakini kepengefekan mendirinya,maka tetap saja syirik.
Sepertiorang-orang jahiliyyah yang menyembah patung untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Karena penyembahan ini, sekalipun masuk dan tergolong katagori fikih,tetapipeneyembahan ini
benar-benar hanya hak Allah semata. Karena itu, walau salah dalam fikih dan aplikatifnya, tetap
saja syirik. Bedadengan yoga dan ajimat yang salah, karena mereka tidak sampai menyembah.
Apalagi kalau ajimat yang memang ada tuntunannya di ayat dan riwayat. Yang terakhir ini, jelas
tidak salah secara akidah hingga karena itu tidak dapat dikatakan syirik, dan tidak salah
puladalam fikih hingga dapat dikatakan sesat.

Karena itu, jangan ikut2an wahabi yang kerjanya menstempel jidat orang dengan syirik dan
bid'ah. Karena di akhirat kelak, bisa kembali ke diri kamu sendiri. Kamu itu ada di dua pilihan,
Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   28
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
diam kalau tidak tahu agama, atau kalau ingin berpendapat,mk belajar yang spesifik dulu dan
seksama, yakni pelajari semua alirandalam Islam.
wassalam

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   29
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Dadin BluEs:

Salam Ustad..Bagaimana hukumnya apabila kita bekerja dan mendapat upah dari hasil
pertanian..yang..sebenarnya tanah itu masih di sengketakan oleh dua pihak yang merasa dan
berhak memiliki?apa hukumnya menerima upah dari bekerja di tanah tersebut?sedangkan yang
memberi pekerjaan dan mengupah kita adalah salah satu pihak dari yang bersengketa di
atas.Mohon penjelasannya ustad.Trims sebelumnya ustad atas pencerahannya

Sinar Agama:

Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Malsah antum ini bisa memeiliki berbagai kemungkinan.

(2). Kemungkinan pertama adalah tidak masalah kerja di situ dan menerima upahnya kalau, dari
sebelumnya secara uruf diketahui milik pemiliki yang sekarang ini dan tuntutan sengketa itu blm
diputusi oleh hakim. Artinya, antum sebagai pekerja tidak perlu ikuta campur uruasan sengketa
tsb sampai antum tahu benar (walau tanpa dicari tahu) bahwa penuntut itu mmg memiliki
bukti2 yang kuat secara hukum dan pengadilan, tetapi karena masih menunggu keputusan
pengadilan, maka masih ada di tangan penyewa tenaga antum ini.

(2). Tidak boleh kerja disitu, kalau mmg kehakiman memutuskan bahwa untuk sementara
menunggu keputusan pengadilan, tanah tidak boleh digarap.

Sebanarnya bisa puluhan atau bahkan ratusan kemungkinan terhadap masalah antum ini
dimana akan melahirkan hukum2nya tersendiri, apakah halal atau haram atau hatinya haram
...dst.

Jadi, pertanyaan antum ini blm bisa memberikan gambaran jelas terhadap hukumnya. Kalau ada
pekerjaan lain, maka sebaiknya cari pekerjaan lain demi mengambil jalan yang hati2.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   30
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Ahmad Bahagia:

salam..maaf ustad, apa hukumnya boneka, misalnya bentuk hewan atau tokoh kartun? mbelikan
untuk anak? dan hukum film kartun anak? terima kasih..

Sinar Agama:
Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Saya akan menjawab hukum boneka dan lukisan kartunnya, tidsak mau membahas porno
tidaknya bonekanya atau bagus tidaknya cerita film kartunnya. Karena yang saya pahami dari
pertanyaan antum adalah hukum membuat boneka, kartun dan membelinya serta memakai atau
menontonnya.

(2). Membuat patung atau boneka binatang dan manusia, kalau sempurna dan lengkap, maka
tidak boleh dan haram. Akan tetapi memakai dan menjualnya tidak diharamkan. Jadi yang
haram, hanyadalam membuatnya. Ingat kalau patungnya porno atau lambang agama lain, maka
jelas tidak boleh menjual dan memakainya (bah .... akhirnya dijawab juga masalah selain
masalah yang ditanyakan).

(3). Kalau gambar, maka mutlak tidak haram sekalipun sesempurna mungkin dari benda hidup
(binatang dan manusia). begitu pula gambar kartun dan semacamnya. Karena itu, boleh
membuatnya, menjualnya dan memakainya.

Tambahan: Untuk lain2nya, seperti ceritanya, kata2 yang dipakai, dan sejenisnya yang
menyangkut pengaruhnyadalam pendidikan dan perkembangan anak, maka sudah semestinya
orang tua memilih yang terbaik dan yang tidak mempengaruhi buruk perangai dan watak
seorang anak. Saya yakin dijauhkan dari berbagai kartun2 yang tidak Islami, sangat bagus
untuk perkembangan ruhani seorang anak.

wassalam.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   31
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Abdul GHofur:

assalamualaikum ustad ...mau tanya tentang adab jual beli ..1. apakah ada aturannya tentang
penempatan lokasi usaha ? seperti membuka usaha berdekatan ..2. jika kita menjual barang
produk negara kafir gmn ? seperti rahasia umum kl banyak dari produk negara bukan islam itu
banyak yang di gunakan sebagai modal tuk membunuh muslim ..terima kasih sebelumnya

Sinar Agama:

Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Adab jual beli itu sudah tentu ada, seperti tidak jual mahal, membolehkan ditawar, tidak
menjual barang2 di tempat yang gelap ...dst. Ini yang sunnahnya, tetapi yang lain2nya yang
haram dan wajibnya, biasanya dirincidalam fikih yang terinci. Karena itu, kalau kita bicara
hukum bisnis ini, maka bisa jadi akan terlalu amat panjang untuk ukuran komen. Jadi, tanyakan
saja sesuai dengan masalah yang antum hadapi atau yang akan dilakukan.

(2). Menjual produk kafir, kalau bukan makanan, maka biasanya tidak masalah kecuali kalau ia
diprosuksi oleh yang memerangi Islam terang2an seperti amerika dan israwl atau membantu
kedua kelompok itu.

Untuk makanan maka sudah dirinci juga di fikih. Misalnya, kalau makanannya tidak
mengandungi binatang yang perlu disembelih, dan tidak mengandungi barang najis, dan dibuat
tidak dengan tangan langsung tetapi dengan pabrik yang tidak disentuh dengan tangan .... dst.
maka hal itu bisa dihalalkan. Tentu saja, kalau tidak ada mudharat yang lain dan mmg terbukti,
bukan perkiraan dan semacamnya.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   32
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Bismillah: Harta Syubhat, Haram dan Halal

Putri Tujuh:

Salam. Ustad mau minta saran/penjelasan tentang apa-apa saja yang bisa kita
pergunakan dari uang subhat (dimanfaatkan unt diri sendiri/org lain)? Bisa kah kita
jadikan sedekah unt saudara2 kita (pecinta ahl bait)? Syukron. Semoga ustad sehat
slalu n dalam perlindunganNya. Amiiin.

Sinar Agama:
salam dan tirms pertanyaannya:

Syubhat itu yang tidak jelas halal dan haramnya. Hukumnya, biasanya halal. tetapi kalau mau
hati2 bisa diserahkan kepada orang lain atau kegiatan Islam.

Akan tetapi, yakinkan dulu kalau harta tsb benar-benar syubhat. Karena bisa saja ia adalah
haram. Dan kalau haram, maka memiliki hukumnya tersendiri.

Putri Tujuh:
nyambung lg ustad, bgmn klo harta yang tercampur antara halal dan haram (blm sampai 1 th
unt dikeluarkan khumusnya)? bgmn pula dengan hukum harta haram yang td dikatakan memiliki
hukumnya sendiri? Semoga ustad tidak jemu menjawab pertanyaan kami semua.

Sinar Agama: Tujuh:

(1). Harta haram, syubhat atau halal, harus jelas. Bisa saja dikatakan syubhat, padahal ia
haram, atau sebaliknya. begitu pula antara mereka dengan halal.

(2). Harta syubhat itu yang tidak jelas obyek hukum haram dan halalnya, bukan tidak jelas
hukumnya. Jadi, kita harus tahu hukum halal dan haram, baru bisa mengatakan bahwa syubhat
terhadap sesutu. Yaitu ketika tidak tahu apakah obyek tersebut termasuk hukum halal atau
haram yang diketahuinya itu.

(3). Memang syubhat huku itu ada, akan tetapi biasanya untuk mujtahid atau marja' yang tidak
mencapai titik yakin akan penelitian ayat dan riwayat yang ditelaahnya.

(4). Kalau selain mujtahid memiliki syubhat hukum, maka jelas karena ketidak tahuan pada
fatwa. Hal ini, jelas merupakan dosa kalau dilanjutkan perbuatannya itu tanpa merujuk dulu
kepada fatwa marja'nya.

(5). Ada lagi, syubhat seperti di poin 4 itu, akan tetapi tidak memiliki kesempatan untuk
bertanya dan mencari tahu, maka ia bisa beramal dengan yang hati2 (ihtiyaath).

(6).Coba antum memberi contoh harta syubhat seperti apa, maka saya bisa membatu
mengatakannya bahwa ia sebenarnya masuk bagian mana.

(7). Contoh kongkrit:


Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   33
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 

a- Harta syubhat seperti saya lupa dalam bisnis saya ini, telah melakukan penipuan/kebohongan
atau tidak. Sementara saya tahu bahwa bohong itu jelas dosa. Ini syubhat obyek hukum.
Karena itu, jalan terbaik adalah mengkhumusi seluruh penghasilannya itu sampai ke detik
ragunya itu tanpa menunggu penutupan tahun khumusnya.

b- Seperti (a), akan tetapi yang diragukan bukan bohongnya, karena sudah terjadi, tetapi pada
konsekwensinya. Yakni apakah bohong memberikan data salah tetapi ringan, seperti
mengatakan "wah kalau kamu menawar seperti itu, maka belum cukup untuk modalnya mas",
padahal sudah memberikan untung walau tidak banyak. Maka disini syubhat hukum.

Disini kalau ketahuan orangnya, maka kalau mau berbuat ahwat, maka minta kehalalannya atau
mengembalikan sebagian untungnya kepadanya. tetapi kalau tidak ketahuan orangnya, tetapi
ketahuan jumlah uangnya, maka kalau mau hati2 bisa mengambil sebagian uangnya itu dan
diserahkan kepada syi'ah yang fakir atau miskin. tetapi kalau tidak ketahuan orang dan jumlah
uangnya, maka disini baru dikhumusi.

................... dan seambrek contoh masalah yang bisa terjadi pada hukum harta syubhat ini.

c- Kalau tahu di harta kita ada harta haram, dan ketahuan jumlahnya, maka ia bukan harta
syubhat. Karena itu dipisahkan harta haramnya itu. Kalau ketahuan orangnya, maka
dikemblaikan. tetapi kalau tidak diketahui pemiliknya, maka diberikan ke orang syi'ah yang
miskin atau fakir.

Tapi kalau tidak ketahun orang dan jumlahnya, baru dikhumusi. Kalau ketahuan orangnya tetapi
tidak jumlahnya, maka bisa dicapai dengan berunding atau minta ridhanya.

wasalam.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   34
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Abdul GHofur:

salam ustad .. maaf jika banyak bertanya .....dalam berniaga pastilah kita mencari keuntungan ,
berapa persenkah keuntungan yang di anjurkan dalam islam ? ..apa kita harus mengikuti harga
pasar atau punya aturan sendiri ?..bagaimana hukum nya menaikkan harga sesuai keadaan ,
seperti sedang langka , sedang banyak yang mencari , atau di tempat keramaian ?wassalam dan
maaf sebelumnya

Sinar Agama :

Salam dan trims pertanyaannya:

SEcara global Islam mendukung harga2 yang normal. Karena itu dianjurkan untuk
menghargainya dengan harga2 normal itu. Dan bahkan menganjurkan di bawah harga normal
dan melunakan dengan menerima penawaran. Akan tetapi, tidak sampai ke tingkat wajib.
Karena itu, yang jadi patokan adalah harga normal pasar pada umumnya dan, memberikan hak
untuk mengembalikan kepada pembeli yang merasa ditipu dengan harga lebih dari yang lainnya.

Menaikkan barang dengan normal dan tidak berlebihan, tidak juga dilarang, misalnya karena di
keramaian atau langka. Akan tetapi, kalau yang langka itu makanan pokok, seperti beras dan
semacamnya,dianjurkan untuk menyantuni pembeli.

Tambahan:

Bertanya terhadap yang tidak diketahui itu, apalagi kalau fikih, adalah wajib dimana kalau tidak
ditanya menjadi haram dan dosa. Tentu saja kalau fikih tsb akan dilakukan. Karena itu, jangan
pernah sungkan. Justru sayalah yang sangat perlu ridha dan maaf antum semua dengan
berbagai kekuarangan yang ada, baik kekurangan materi atau bahasa yang baik. wassalam.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   35
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Abu Zahra Al Manshur:

salam wa rahmah pak ustad,ana mau tanya, bagaimana hukum halal/haramnya laki-laki yang
mencari nafkah sebagai penghibur (melawak) dengan cara bertingkah laku dan berpakaian
seperti wanita, tetapi sebenarnya dia lelaki normal (bukan banci)? Dan bagaimana hukumnya
kita yang menontonnya?

Sinar Agama :

Salam dan trims pertanyaannya:

Saya yakin tidak masalah bekerja seperti itu. Kalaulah harampun, maksimal hanya pakaiannya
saja. Karena dalam keadaan biasa, lelaki dilarang memakai pakaian wanita.

Penontonnya, jelas tidak ada masalah. Tentu kalau sekedar untuk menonton lawakannya dan
tertawanya. Bukan isi dari lawakannya yang mungkin saja berupa kebatilan dan/atau sasaran
lawakannya.

Abu Zahra Al Manshur :

Syukron jazakallaah pak ustad. Kalau boleh ana mau bertanya lagi (sekaligus mewakili teman
ana yang pernah bertanya kepada ana dan nggak tahu jawabnya):
bagaimana hukumnya seorang karyawan islam yang bekerja disebuah perusahaan milik seorang
kristen dimana pada setiap acara keagamaan mesti terlibat didalamnya sebagai tenaga desainer
poster dan booklet untuk acara keagamaan tersebut? Misalnya, bos meminta dibuatkan sebuah
poster yang isinya tentang memuji2 "tuhan mereka" sedangkan tenaga desaigner mestilah
merancang sendiri bagaimana bentuk dan kata-katanya (karena memang begitu tugasnya
sebagai perancang) berdasarkan instruksi secara garis besar dari bosnya. mau tidak mau dia
mesti berpikir seolah2 sebagai orang kristen dan mau tidak mau dalam penulisannya dia mesti
menyebut "tuhan yesus".

Jawaban ana waktu itu hanya bisa memberikan saran untuk mengingkari hal itu dalam hati, dan
bahwa ini hanyalah pekerjaan jangan sampai hal itu dibenarkan oleh hati, tetapi sambil ana
katakan mau mencari tahu jawabannya.

Syukron

Sinar Agama :

SAlam, pekerjaan tersebut , yakni mendesaign acara2 keagamaan itu, jelas haram karena
membantu kebatilan. tetapi bekerja di perusahaan tersebut , yaitu di pekerjaan2 yang tidak batil
dan haram, jelas tidak ada masalah. Karena itu, kalaulah hal itu, membatu acara2 agama
mereka itu harus dilakukan demi bertahanya, pekerjaannya di perusahaan tersebut , maka
jangan niatkan untuk membantu dan hanya keterpakasaan dan, jgn diniatkan sebagai kerja
karena bisa mempengaaruhi hasil uang dari perusahaan tersebut .

Jadi, batasi dosanya di membantu hal tersebut itu saja. Barangkali, dosanya akan berkurang
atau dimaafkan sama sekali, karena demi bertahannya pekerjaannya di perusahaan tersebut .
Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   36
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
tetapi saya yakin tetap haram. Karena itu saya hanya ingin membatasi keharamannya di
pekerjaan design ibadah itu saja dan mencoba meberi jalan supaya bayaran bulannya dari
perusahaan yang halal itu tidak menjadi haram atau bercampur haram. Keyakinan saya ini,
karena permintaan bantuan itu bisa ditolak dan kalau tidak bisa, maka bisa mencari pekerjaan
lain di perusahaan lain. Atau setidaknya, pengampunan dosa itu akan diwujudkan padanya kalau
ia dalam pada itu, mencari pekerjaan lain dengan serius. Dalam keadaan masih mencrinya itu,
maka keterpaksaan itu bisa dimaafkan.

Prinsipnya mudah. Kapan pekerjaan itu adalah haram/batil/sesat, maka jelas haram. begitu pula
membantu di hal-hal tersebut . begitu pula uangnya akan menjadi haram. Jadi yang yaram
bukan hanya pekerjaannya, tetapi juga bayarannya. tetapi bekerja pada orang kafir, maka yang
tidak diijinkan adalah menyajikan minuman keras dan babi, sebagaimana sudah pernah
ditanyakan sebelumnya. Tentu saja termasuk juga kebatiilan2 akidah dan agamanya.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   37
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sang Pencinta:

Salam, dikatakan bisnis valuta asing adalah boleh, termasuk dalam bisnis forex online dengan
segala instrumennya ust? misal: kita main valas dengan invest 3 juta, dalam sehari kita, dengan
ilmunya, kita bisa untung 500 ribu. Makin dalam ilmunya, makin tinggi untungnya, tentunya
dengan mengandung resiko yang tinggi pula? trims ust.

Sinar Agama :

Salam dan trims pertanyaannya: Iya seperti itu. Misalnya tahu kalau pecah perang di suriah,
dolar akan naik dibanding dengan rial saudi, lalu antum menjual dollar antum ke rial saudi
misalnya dengan harapan nanti kalau perang sudah usai, rial saudi akan meninggi lagi dan
dikala itu antum jual ke dollar.

Atau antum akan tahu kalau raja saudi yang sudah pingsan-pingsan itu mati, maka rial saudi
akan jatuh karena inport inport di saudi akan macet beberapa minggu. Lalu sekarang antum
siap-siap dolar untuk membeli rial nanti kalau sudah jatuh.

Atau antum tahu bahwa musim hujan depan di Indonesia akan banyak banjir lantaran hujan
yang melebihi batas kemampuan daya tampung penyerapan bumi indonesia yang sudah gundul.
Antum mengira akan ada bencana pertanian hingga akan banyak inport beras dimana dollar
akan menjadi naik. Lalu sekaang antum beli dollar tersebut untuk kemudian dijual nanti kalau
sudah waktunya. Tentu saja, antum tidak boleh mengharapkan bencana itu datang. Dan antum
juga tidak boleh menahan dolar manakala pasar muslimin memerlukannya dan kalau tidak dijual
diwaktu sebelum bencana itu pasar muslimin akan mengalama bencana ekonomi hingga akan
banyak muslimin yang menderita. Walhasil, kalau pasar sebelumnya tidak terganggu, dan antum
juga tidak mengaharapkan bencana itu datang, dan hanya siap-siap saja, maka hal seperti ini
juga masih boleh walau, mungkin yang jenis ini kurang bagus.
Saya tidak pandai bisnis, hanya melihat secara fikih dan filsafatnya saja, jadi kalau contohnya
lucu-lucu dan tidak benar, maka dimaafkan saja.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   38
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Fahmi Husein:

Salam Ustad, meneruskan pertanyaan di inbox, mengenai catatan antum tentang batu permata,
terima kasih sebelumnya kepada antum dan yang sudi membantu (sang pencinta biasanya)

Sinar Agama :

Salam dan trims pertanyaannya:

Ana dulu pernah merasa menulisnya. tetapi ketika Pencinta tidak menekukannya, maka saya
mencoba cari lagi dan, sepertinya memang belum tertulis dan hanya berupa jawaban pada salah
satu pertanyaan. Anggap saya memang tidak memulisnya, maka sekarang kubawakan disini.
Mamfaat batu-batu yang akan saya tulis ini, diambil dari hasits-hadits Nabi saww dan para imam
as.

Yang perlu diingat, bahwa kesebaban dari semua khasiat ini, adalah bukan kesebaban tunggal.
Jadi, perlu adanya sebab-sebab lain hingga mewujudkannya.

Batu-batu permata yang akan disebutkan ini, merupakan penjelasan tidak langsung dari ayat-
ayat Tuhan, seperti QS: 17: 44:

‫ﻪ‬
ُ ‫ﻢ ِإﻧﱠ‬
ْ ‫ﻬ‬
ُ َ‫ﺴﺒِﻴﺤ‬
ْ َ‫ﻔﻘَﻬُﻮنَ ﺗ‬
ْ َ‫ﻦ ﻟَﺎ ﺗ‬
ْ ِ‫ﻤﺪِﻩِ َوﻟَﻜ‬
ْ َ‫ﺢ ﺑِﺤ‬
ُ ‫ﻲءٍ ِإﻟﱠﺎ ُﻳﺴَﺒﱢ‬
ْ َ‫ﻦ ﺷ‬
ْ ِ‫ن ﻣ‬
ْ ِ‫ﻬﻦﱠ وَإ‬
ِ ‫ﻦ ﻓِﻴ‬
ْ َ‫ض َوﻣ‬
ُ ‫ﻊ وَا ْﻟَﺄ ْر‬
ُ ‫ت اﻟﺴﱠ ْﺒ‬
ُ ‫ﺴﻤَﺎوَا‬
‫ﻪ اﻟ ﱠ‬
ُ َ‫ﺢ ﻟ‬
ُ ‫ُﺗﺴَﺒﱢ‬
‫ﻏﻔُﻮرًا‬ َ ‫آَﺎنَ ﺣَﻠِﻴﻤًﺎ‬

"Bertasbih kepadaNya langit dan bumi dan apa-apa yang ada di keduanya. Tidaklah ada sesuatu
melainkan bertasbih dengan memujiNya, akan tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka.
SEsungguhnya Allah itu Maha Lembut dan Pemaaf."

Ketika tasbih-tasbih makhluk Tuhan itu bermacam-macam, maka masing-masing mencari


kesempurnaannya sendiri. Tikus dan babi bertasbih mencari kesempurnaannya dan berdoa
untuk kebaikanya. Begitu pula sapi dan kambing. Begitu pula batu-batu permata.

Tuhan Yang Maha Tahu dan Pemaaf, mengajarkan kepada Nabi saww tasbih dan doa-doa siapa-
apa yang cocok dan berkesesuaian untuk manusia dan kesempurnaannya walau hanya di dunia,
seperti rejeki, kesihatan dan kemudahan usaha.

Karena itu, melalui syariatnya, mewajibakan sesuatu dan mengharamkan yang lainnya.
Mensunnahkan sesuatu dan memakruhkan yang lainnya.

Ketika babi, tikus dan anjing diharamkan, karena kesempurnaan mereka bertentangan dengan
kebaikan manusia. Rejeki mereka yang berupa kotorang dan sampah, sangat merugikan
manusia. Karena itu, diharamkan olehNya atas manusia. tetapi kambing dan sapi, sebaliknya
hingga karenanya dihalalkan.

Batu-batu permata juga demikian. Tasbih dan doa-doa mereka, berkesesuaian dengan kebaikan
manusia. Karena itulah disunnahkan untuk dipakai. Dan Nabi saww menjelaskan keterhubungan
tasbih mereka dengan rejeki, perlindungan...dan seterusnya dari manusia. Karena itulah, maka
Nabi saww menjelaskan hal-hal di atas itu.
Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   39
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 

Yang perlu diingat, bahwa semua itu berupa doa dan tasbih. Jadi, ketika memakai batu-batu
permata itu, kita akan teriringi dengan tasbih dan doa bebatuan tersebut dimana kerkeselarasan
dengan kebaikan manusia.

Dengan semua penjelasan di atas itu, maka jelas Nabi saww tidak mengajarkan kemusyrikan.
Artinya tidak mengajarkan bahwa bebatuan itu yang memberi kita kesihatan dan rejeki dan
semacamnya itu. Akan tetapi tasbih dan doa-doa bebatuan itu yang memberikan efek kepada
manusia yang, biasa dikatakan berkah. Jadi, memakai bebatuan itu, seperti memakai hiriz dan
ajimat yang bertuliskan doa-doa dan tasbih dimakan kita dengan semua itu mengharap barakah
dari Allah dan pemberiannya, baik berupa rejeki, kesihatan, perlndungan, kemudahan dan
semacamnya.

Berikut ini adalah khasiat batu-batu permata itu yang diterangkan di hasits-hadits Nabi saww:

Yaqut Merah (rubbi) untuk kewibawaan. Aqiq Merah untuk penjagaan. Firuz untuk kemenangan
dan terjaga dari kemiskinan. Besi China untuk kekuatan. Aqiq (merah atau bukan) bisa
menghilangkan kesumpekan dan matinya dalam keadaan iman, terjaga dari cambukan dan
potong tangan serta luka/bacokan, terjaga dari kemiskinan, penjagan dari semua bala dan
segala keburukan, berpandangan jernih. Yaqut (merah atau bukan) menghindari kemiskinan.
Aqiq Yaman bisa menolak tipuan syethan. Zabarjad, memudahkan urusan. Jemerrud
menghindari kemiskinan. Yaqut kuning bisa menghindari kefakiran.

Untuk khasiat umum semua batu permata adalah, doanya mudah terkabul, melancarkan rejeki
dan, ini yang terpenting, adalah sunnah.

wassalam.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   40
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Merah Hitam:

assalamualaikum ustadz, penggunaan dinar -dirham itu suatu yang mutlak dalam perekonomian
Islam ?

Sinar Agama :

Salam dan trims pertanyaannya:

Sama sekali tidak seperti itu. Apapun nilai tukar, dibolehkan dalam Islam karena ekonomi Islam
itu dibangun di atas kesepakatan manusia itu sendiri.

Orang-orang wahabi, banyak berhasil kerena menipu orang-orang yang kebanyakannnya awam.
Seperti bahasa Arab itu bahasa Islam hingga yang berbahasa Arab itu adalah yang lebih tahu
Islam. Seperti, kepemimpinan dalam Islam itu Khilafah dan presiden itu bid'ah. Uang dalam
Islam itu adalah dirham dan dinar. Seperti baju Islam itu adalah gamis............dst.

Padahal, khilafah yang mereka buat itu lebih buruk dari kepresidenan. Karena kepresidenan
masih mending dengan pilihan rakyat sedang kekhalifaan mereka itu tidak beda dengan
kerajaan sama sekali.

Orang-orang seperti ini, tidak melihat hakikat Islam itu secara benar dan hakiki atau substansial.
Mereka hanya melihatnya dari luar. Inilah yang dikatakan Qur an sebagai orang-orang yang
menjual ayat-ayat dengan harga yang teramat sedkit.

Merah Hitam :

Penegasan,Jadi ustadz dinar dirham itu adalah mata uang yang dipakai orang Arab pada zaman
rasullullah? bukan dihukumi sunnah dalam muamalah? (Catatan ustad: Arab Saudi (pendukung
W) ngak pakai dinar-dirham ustadz, pakai riyal)

Sinar Agama :

Merah: Benar seperti itu.Yakni uang dinar dan dirham itu dipakai bahkan jauh2 sebelum
Rasulullah saww lahir. Tentang ala wahabi itu, bisa banyak bentuknya. Yakni wahabi atau yang
ala wahabi. Karena mereka juga tidak wajib taklid satu sama lain. Jadi, bisa saja ada wahabi
yang mencetuskan bahwa ekonomi Islam itu harus pakai dinar dan dirham. Karena bagi mereka,
membeli barang seperti kambing, dengan uang kertas, merupakan jual beli yang batal karena
yang satunya berupa kambing yang jelas memfaat dagingnya, tetapi di lain pihak berupa kertas
yang tidak ada harta materinya.

Merah Hitam :

nah, berkaitan dengan uang kertas adalah uang riba bagaimana ustadz, karena menurut mereka
uang kertas itu mengandung ketidaksetaraan dan karena adanya penundaaan pembayaran.
sedangkan dinar dirham bisa menghindarkan praktek riba tersebut.gimana ustadz
penjelasannya?

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   41
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sinar Agama :

Itulah yang saya katakan tentang ketidak pahaman mereka terhadap inti ajaran Islam. Sudah
tentu ketika dibayar dengan uang kertas, maka ia adalah uang kontan dan pembayaran
langsung seperti dirham dan dinar. Karena ekonomo itu adalah kesepakatan. Lebih parah lagi,
menghubungkan hal tersebut dengan riba, sungguh merupakan berjungki balikkan argumentasi
fikih. Karena riba itu adalah pinjam yang dengan pembayaran lebih. Ini jual beli kok dikatakan
riba? SEkalipun bagi mereka bahwa uang kertas itu untuk menjadi barang lain perlu waktu
sekalipun, maka tetap saja bukan riba karena bukan mu'amalah pinjaman tetapi jual beli. Lagi
pula uang yang akan dipakai itu kepada orang lain, bukan kepada yang pembeli pertamanya
yang membeli dari dia, sementara riba itu adalah pinjam ke A dan bayar ke A.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   42
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sang Pencinta ;

a. berapa jumlah yang harus dibayar, misal harga barang 10 tahun yang 1000 rupiah, apakah
sesuai dgn nominal waktu itu? b. apakah bisa saya menitipkan uang itu lewat saudaranya,
bukan lsg ke orangnya, cttn: saya belum ktm rumahnya.

Sinar Agama ;

SAlam:
Harga itu jelas harga waktu barang itu dibeli. Dan kalau ada saudaranya, tidak boleh diserahkan
ke orang miskin, dan harus minta alamat itu ke saudaranya, baik tlp dan semacamnya.

Ingat, kalau kondisi yang antum tanyakan itu berubah sedikit saja, atau tidak lengkap sedikit
saja, maka hukumnya bisa jauh berubah. Kalau ada saudaranya, maka jelas barang itu tidak
bisa diserahkan kepada orang miskin.

Karena itu, mohonku pada antum dan semua teman, kalau ada masalah fikih terapan yang mau
ditanyakan, maka tolong jangan luputkan apapun kondisi dan keadaan yang ada, supaya saya
semampunya dapat menerapkan hukum fikih dengan lebih baik dan tepat, i-Allah.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   43
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Arief Syofiandi

salam, ada titipan pertanyaan dari ikhwan ustadz, ia diberi uang oleh saudaranya yang non AB
sebesar 1 juta rupiah, apakah uang tersebut harus dikhumusi mengingat saudaranya tersebut
mendapatkan uang antara lain dari MLM dan usaha lainnya seperti kos-kosan, dagang
pulsa...Jika harus dikhumusi bagaimana solusinya sementara uang sekarang tersisa 500 rebu
lagi, karena yang 500 ribu oleh teman saya sudah dipake untuk menebus kalung yang
digadaikan..dan ikhwan temen saya ini termasuk kategori mendapat gaji 12 pas, artinya pas
tanggal 12 sudah habis, terkadang menulis sebagai sampingan dan apakah honor dari menulis
tersebut harus dikhumusi,,terima kasih atas kesabaran untuk menjawabnya dengan segera!

Sinar Agama SAlam dan trims pertanyaannya yg cukup mengharukan:

1- Kalau uang itu, terbukti swangat meyakinkan dari MLM, mk harus diberikan ke orang miskin
dan, dg katagori yg dijelaskan itu, mk berarti saudara penerima hadiah dari saudaranya itu mmg
tergolong fakir, jadi bisa dia ambil.

2- Kalau uang itu, diragukan dari MLM seluruhnya, mk tdk bisa dihukum dari MLM dan
hukumnya jelas halal2 saja untuk dirinya.

3- Kalau uang itu, diyakini dg bukti, bhw berupa campuran dari uang MLM dan yg lainnya, mk
mmg wajib dikhumusi, yaitu dikeluarkan 200.000-nya. Jadi, dari sisa 500.000 itu dikeluarkan
200.000, yakni khumus dari 1.000.000 (uang asalnya).

4- Kalau uang itu, diragukan ada campuran dari MLM atau tdk, sekalipun kita tahu banyak
caranya ia mencari uang dimana ada yg haram (MLM) dan ada yg halal dpt kos-kosan, mk jelas
halal dan tdk perlu diselidiki.

5- Kalau uang itu, dihukumi halal untuk dirinya sebagaimana sdh dijelaskan diatas, tp ada bukti
bhw ia dari pemasukan tahun lalu yg berarti blm dikhumusi, mk wajib dikhumusi.

6- Kalau uang itu, dihukumi halal untuk dirinya sebgaimana sdh dijelaskan di atas itu, tp tdk ada
bukti bahw ia uang dari penghasilan tahun lalu atau sebelum2nya dan dimungkinkan dari
penghasilan tahun ini atau apalagi ada bukti bhw ia dari penghasilan tahun ini, mk tdk perlu
dikeluarkan khumusnya.

wassalam

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   44
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sang Pencinta

Salam, ada yg bertanya, hasil pendapatan dari MLM itu diserahkan ke mana? ke Syiah yg
fakir/ke marja? mengingat MLM itu tdk boleh. trims ust. — with Sinar Agama.

Sinar Agama SAlam dan trims pertanyaannya:


Harta hasil MLM itu, kalau tdk diketahui datangnya dari siapa, mk termasuk harta haram yg tdk
ketahuan pemiliknya. Dg demikian, mk diberikan kepada orang syi'ah yg fakir/miskin.

Sinar Agama Wahjono: Kita semua mengikuti fatwa marja'. Dan MLM ini, di syi'ah diharamkan
oleh semua marja'. Dalilnya hanya mereka yg tahu dan dapat merasakannya. Salah satunya
adalah bhw orang yg ikut MLM tdk melakukan jual beli secara serius. Karena itu, jual-belinya
menjadi batal. Ketidak seriusan jula beli di MLM itu, karena orang yg membeli barang MLM
hanya untuk menjadi anggota dan meniti bintang2 yg ada hingga mendapatkan keuntungan.

Sdh tentu, barang yg dijual dg MLM ini akan jauh dari insaf. Karena barang yg mestinya satu
rupiah, bisa dijual menjadi puluhan atau ratusan rupiah karena keuntungannya akan dibagi terus
kepada semua anggota yg diatasnya sampai ke perusahaannya. Beda dg bisnis biasa yg menjual
barang satu rupiah hanya menjadi, misalnya, tiga rupiah. Karena satu rupiah itu sdh
menguntungkan perusahaan dan sisanya, yang dua rupiah itu, diberikan kepada ongkos kirim
dan penjual partai dan ecerannya. Beda dg kalau dijual melalui estafet puluhan dan dan ratusan
tahapan yg semuanya harus mendapat keuntungan dari penjualan tiap satu barangnya.

Wahjono Thok Mf
Kalo di melia tdk ada peringkat/bintang..dan perhitungan bonus adlh d htung dr omset yg
masuk ke pt..dan meski jauh d ats tp tdk ad omset maka tdk dpt upah,tdk smua estafet
mendapat upah
Harga barang sejenis yg beredar d luarann

Wahjono Thok Yg beberapa ada beredar d luaran jstru d atas harga yg d pasarkan oleh member
melia..bs d cek d apotik...

Sinar Agama Wahjono: Semua itu sdh dibahas di tempatnya. Hampir semua MLM itu tergantung
omset. Sdh tahu. Tp orang masuk ke MLM bukan karena mau dagang. Minimal jual belinya tdk
serius sebagai jual beli. Btw, ada belasan dalil ttg hal ini yg hanya diketahui mujtahid. Kita yg
taklid hanya mengikuti saja. Ringkasnya, bisnis spt itu, tdk ada dlm sistem Islam.

Untuk harga itu, yg ana sampaikan itu adalah hakikat, bukan adanya barang yg lebih mahal
kalau beli di luar sistem MLM. Karena mahal dan tidaknya itu, tergantung pada ada dan tidaknya
barang. Sdh tentu, orang yg akan beli di luar MLM akan dimahalin ooleh sistemnya itu, spy

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   45
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
orang tergantung pada MLM tsb. BUkan ini yg saya ceritakan ttg mahalnya barang. Tp dari
harga sesungguhnya sebelum turun ke pasar. Karena barang dari perusahaan itu, harus
menguntungkan untuk perusahaan dan semua member yg ada di mata rantai bintang2nya itu.
Jadi, kalau ada seribu orang, mk mereka semua harus dpt bagian hasil dari yg terjual. Nah,
keuntungan perusahaan ditambah keuntungan seribu orang, akan membuat barang itu menjadi
sangat mahal dari harga yg sesungguhnya dg keuntungan normal yg hanya dibagi tiga,
perusahaan, tenkulak dan pengecer.

Saya dulu pernah bertanya kepada teman yg punya perusahaan jamu terkenal di Indonesia dan
malaysia, mengapa tdk di-MLM-kan? Ia menjawab, akan menjadi sangat mahal harganya dari
harga sekarang ini.

Btw, kita hanya taklid dlm fikih kepada mujtahid.


http://www.facebook.com/sang.pecinta.90/posts/501437439906167?comment_id=5161591&off
set=0&total_comments=21

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   46
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Irsavone Sabit

Salam, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa boleh meminjam uang dibank selama tidak
ada lagi tempat meminjam yang tidak memakai bunga, nah bagaimana kalau kita meminjam
uang di bank syariah, kemudian pihak bank, memberikan pengembalian uang 100.000
rupiah/bulan dalam bentuk tabungan, apakah uang tersebut halal?

Sinar Agama SAlam dan trims pertanyaannya: Tp afwan saya blm paham. Bs diterangkan lebih
jauh, sekalian dg brp pinjamnya, brp harus bayarnya, dan mengapa bisa ada pengembalian tiap
bulan 100 ribu itu? trims.

Irsavone Sabit misalnya kita meminjam uang di bank syariah Empat Puluh Juta selama lima
tahun, dengan cicilan tiap bulannya pada bank kurang lebih Sembilan Ratus Ribu Rupiah tiap
bulannya, nah bank mengembalikan dalam bentuk tabungan sebesar seratus Ribu rupiah tiap
bulannya pada nasabah, kenapa dikembalikan seratus ribu rupiah, hal itu sudah ketentuan bank,
apakah uang pengembalian seratus ribu rupiah tersebut oleh bank pada nasabah halal?

Sinar Agama Trims pernjelasannya: Dg contoh yg antum berikan itu, berarti antum harus
mengembalikan pinjaman 40 jt itu sebesar 54 jt (900,000 x 12 x 5 = 54 jt). Jadi, antum harus
membayar bunga/riba sebesar 14 jt. Lalu bank mengembalikan kepada antum 100,000 sebulan
dimana akan menjadi 100,000x 12 x 5 = 6 jt. Dengan demikian, sebenarnya antum membayar
riba-nya itu sebesar 8 jt hasil dari 14 jt - 6 jt = 8 jt.

Dengan perhitungan itu, mk antum tdk memakan uang riba, tp uang antum sendiri yg
semestinya dibayarkan untuk ribanya itu. Yakni bagian dari uang antum yg mesti dibayarkan ke
bank.

Menurut saya, uang itu bukan uang riba, karena uang sendiri. Artinya, pembagian riba tp dari
riba yg kita bayarkan ke bank. Kalau riba itu dari pembayaran orang lain, mk jelas riba buat
antum.

Namun demikian, spy tdk bermasalah sama sekali, mk antum niatkan saja pada setian
pembarayan itu, bhw yg 100,000 itu hanya dititipkan saja ke bank. Yankni jgn diniatkan sebagai
pembarayan riba. Atau niatkan saja dari awal mmg sebagai tabungan antum.

Semua ini, kalau mmg pasti bhw bank syaria'ah itu tdk syari'ah, sebagaimana kita kira selama ini
seukuran sampainya informasi kepada kita dlm diskusi2 di fb ini. Tp kalau ternyata suatu saat
terbukri syari'ah, mk jelas 100,000 itu bisa dihitung sebgai bonus tambahan bagi hasil.

Vito Balataw Salam, sekedar informasi bank syariah apapun di indonesia tidak mungkin syariah,
karena semua bank baik non syariah (konvensional) maupun "syariah" dibawah naungan Bank
Indonesia (BI) yang menerapkan sistem keuangan Kapitalis/ribawi. Afwan

Sinar Agama Vito: Itu jg masalah buat bank syariah. Dulu, sekitar 20 tahun yg lalu, ketika awal2
bank syariah ini dipromosikan, bahkan ada yg berkata bhw dana yg masuk, tdk sepenuhnya
dialokasikan dg pemodalan mudharabah atau bagi hasil. Karena hal itu perlu kepada program yg
luas, serius dan dg penuh ketekunan dan perombakan ekonomi Indonesiia. Karena itu, katanya,
dana2 itu kebanyakannya masih diputar di bank yg bagian bukan syariahnya, yakni bank yg
manaungi bank syariah yg mmg bukan syariah itu.
Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   47
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 

Btw, menurut alfakir dlm penerapan pemahaman fikih Ahlulbait as, tdk menyentuh apapan
hasi/bunga-nya adalah kewajiban yg tdk bisa dianggap ringan mengingat dosa riba terlalu besar
buat manusia.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   48
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Fatimah Zahra

Salam. Saat ini ayah sdg sakit. Tentux butuh biaya utk pengobatan. Saya tarik tunai
uang pakai kartu kredit, Tentu nya berbunga. Yg saya mau tanyakan, apa kah dosa
membiayai pengobatan ayah saya dgn tarik tunai berbunga spt ini? Apa efek utk
spiritual ayah saya? Makasih sebelumx ustad.

Sinar Agama SAlam dan trims pertanyaannya: Kalau mengambil uang pakai kartu kredit
itu, niatkan untuk mengambil uang pokoknya. Karena itu, antum harus selau punya
catatan tersendiri mana2 yg pokok dan mana2 yg riba. Dan yg riba ini tdk bisa dipakai
sebagaimana maklum. Dan sdh menjadi hak syi'ah yg fakir atau miskin.

Fatimah Zahra Maksud nya ustad? Misal nya jika saya ambil 1juta, lalu saya wajib
gantikan 1.036.000. Riba nya kan 36ribu. Itu kan bukan buat saya, tp buat bank.

Sinar Agama Fatimah: Dasar aku tdk pernah punya kartu kredit, ya...kupahami
berbunga itu bhw si pemilik kartu yg mendapatkan bunga. Karena itu kujawab bhw
bunga itu mesti diberikan kepada syi'ah yg fakir/miskin dan waktu ambil uangnya
diniatkan ambil uang pokoknya. Tp kalau antum yg harus bayar bunga, mk ana kurang
jelas masalahnya. Kalau mmg benar2 antum yg bayar bunga, mk uangnya yg diambil itu
tetap halal, tp pekerjaan memberikan uang bunga itu yg haram. Tp bisa ada jalan
keluarnya. Yaitu, mmg tdk ada tempat lain yg memberikan pinjaman dan hatinya tetap
tdk rela dg sistem riba dan waktu memberikan ribanya itu.

Jadi, meminjam yg beriba, sekalipun haram, tp masih bisa dikeluarkan dari keharaman
dg dua syarat tsb. Pertama, terpaksa karena tdk ada tempat lain yg bisa dipinjami. Ke
dua, hatinya tetap tdk rela dg sistem tsb dan ketika memberikan bunganya.

Vito Balataw Salam ustad, afwan apakah ada ukuran tertentu sehingga kita bisa
mengambil kesimpulan bahwa tidak ada tempat lagi kita meminjam yg ga pakek bunga?
Misalnya 3 tempat/orang. Syukron

Sinar Agama Vito: Tdk ada batasannya. Saya pikir, kalau kita sdh tdk punya ide mau
pinjam ke siapa yg tdk ada bunganya, saya pikir sdh cukup bhw peminjaman yg beriba
itu sdh terpaksa. Tp coba2 dulu kepada yg kira2 bisa meminjamkan uangnya. Tp kalau
sdh diyakini tdk ada, karena mau pinjam banyak dan mau dikridit sampai 10 tahun
misalnya, atau 5 th misalnya, karena tdk mampu bayar cepat misalnya (walhasil banyak
misalnya nih), mk mungkin sdh cukup sebagai ukuran terpaksa. Btw, mencoba dulu,
tentu sangat dianjurkan akal spy kita tdk serta merta jatuh ke dlm haram

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   49
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sang Pencinta

Salam, ada yg bertanya, dikatakan bahwa bekerja di bank konvensional di bagian kredit/
bagian yg penting dlm bank adalah haram, nah penanya adalah manajer bank, yg
ditanyakan apakah ia lsg segera berhenti, atau dlm jangka waktu tertentu ia bisa
bekerja di sana sembari memilih dan mendapatkan pekerjaan lain atau gmn ust?
trims — with Sinar Agama.

Sinar Agama Salam dan trims pertanyaannya: Tentu saja segera berhenti. Dan kalau
hartanya dari hasil bank rabwai itu, mk perlu mengadakan shuluh/damai dg marja'nya.
Yakni melaporkan berpaa harta yg didapat dari riba itu, baik berupa uang atau barang
..dst...untuk dilihat mana2 yg bisa dipakai atau dihalalkan.

Sinar Agama Tentu saja kalau ia syi'ah. Tp kalau sunni, mk bisa bertanya ke ulama
sunni yg alim betul dan bukan orang yg suka harta. Tp sekalipun orang sunni, memakai
fikih syi'ah dlm hal ini, jelas lebih utama dan lebih benar. Karena unsurnya sma baik dari
sisi ribanya dan cara taubatnya. Hal ini saya katakan, karena takut ulama sunninyaiut
dari jenis ulama yg miring ke kanan dan ke kiri hingga tdk memberikan jalan keluar yg
benar.

Okti Ningrum Ustad bgmn dengan uang bunga dr uang yg kita tabung dibank dimana
niat nabungnya utk mengamankan uang gaji dan tdk diniatkan utk mencari kelebihan?
Apakah bisa kita sedekahkan saja?

Sinar Agama Okti: Benar yg dikatakan Sukainah dan Pencinta. Smg antum semua dan
saya yg hina ini, bisa mendapatkan ampunan dan RidhaNya, amin. Bgt pula untuk
teman2 yg lain, amin.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   50
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Nita Ahmad

Salam Ustd , Sepengetahuan saya saos tiram haram dikonsumsi dlm ajaran AB, yg ingin
saya tanyakan adalah bagaimana jika kita menjual bumbu yg didalamnya ada unsur
saos tiram tsb utk pelanggan sunny atau syiah.

Sinar Agama Salam dan trims pertanyaannya: Jelas tdk boleh dan haram uangnya, baik
dijual ke yang meghalalkan tiram atau apalagi yg mengharamkannya. Rahbar hf,
mengharamkan penjualan ikan haram atau barang haram itu, kepada yg menghalalkan
sekalipun.

Alam Di Keremangan salam ustad, jika ada yg memasak sayur yg di dalamnya ada cumi
dan tempe, apakah boleh hanya memakan tempenya saja dan mengambil kuahnya
saja? afwan

Sang Pencinta Alam, cumi, lele dan hewan tak bersisik lainnnya haram tapi tidak
menajiskan yg lain. Jadi tempe dan kuahnya bisa dimakan. Sila rujuk hal 3 file
pertama,https://www.dropbox.com/s/f0an71s8btlpps8/Kamus%20Makanan.pdf

Sang Pencinta Menambahkan ust, sila rujuk hal


42,https://www.dropbox.com/s/f0an71s8btlpps8/Kamus%20Makanan.pdf

Sinar Agama Alam: Kalau kuwahnya itu hitam, mk jelas tdk boleh mengambil
kuawahnya. Dan untuk tempenya, jg tdk boleh dimakan kalau ditempeli hitam2nya cumi
tsb. Tp kalau tdk ada hitam2nya, yakni hanya dicampur dg daging cuminya yg sdh
bersih dari racunnya itu, mk boleh mengambil tempenya. Tp untuk kuwahnya, sekalipun
secara lahir dibolehkan, tp lebih bagus merujuk ke uruf atau umumnya masyarakat
menilainya, apakah kuwah itu adalah kuwah cumi atau tdk. Kalau dikatakan kuwah
bercumi atau kuwah cumi, artinya, mengandung unsur cumi, mk sebaiknya jangan
dimakan.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   51
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Maya Zahra

salam ustadz, ada pertanyaan


jika istri bekerja, apakah ia hrs ijin suaminya untuk memberikan uang kpd ibunya (uang
gaji istri). krn ia bisa bekerja (keluar rumah) atas ijin suami untuk membantu kebutuhan
rumah tangga. dan apakah sama jika ia bekerja atas ijin suami tp tdk untuk membantu
keperluan RT (krn sdh cukup dr penghasilan suami), hanya untuk mengembangkan
potensi keilmuannya bgmn?

Sinar Agama Salam dan trims pertanyaannya: SEkedar memperjelas:

Kalaupun ada permintaan tdk langsung untuk membantu rumah tangganya, akan tetapi
sulit untuk memutlakkan bhw seluruh uangnya harus digunakan kepada kepentingan
rumah tangganya. Dan kalau hal itu ada,mk mungkin termasuk mengambil hak istrinya
yg berfungsi sebagai pemilik awal uang bayaran tsb. Karena, tdk mungkin dikatakan
bhw seluruh pendapatannya telah diikat dg penggunaan ke dlm rumah tangganya itu
secara penuh. Kecuali mmg tdk ada kelebihan dibanding belanja normalnya dlm
perbulannya.

Jadi, kalau ada kelebihan dari pemakaiannya itu dan orang tuanya memerlukan bantuan
tsb untuk nafkahnya, mk wajib si istri tsb untuk membantu orang tuanya. Tp kalau tdk
untuk nafkahnya karena mmg orang tuanya memilikinya, mk boleh2 saja memberinya tp
tdk wajib memberinya. Tp sebaiknya kalau ada tanda2 ketidak sukaan suaminya, mk
lebih baik ambil jalan kompromi spy tdk meretakkan rumah tangganya.

http://www.facebook.com/sinar.agama/posts/481981481855769

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   52
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Bismillah

Sang Pencinta

Salam, dikatakan perempuan tidak boleh menggunakan make-up dan parfum, hal ini
berlaku walo hanya utk resepsi nikah? bagaimana dgn bisnis parfum, lipstik dll kpd
perempuan non AB? apakah tidak boleh hukumnya? — with Sinar Agama.

Sinar Agama Salam dan trims pertanyaannya: Kalau tahu secara yakin akan dipakai dan
digunakan oleh pembeli perempuan yg akan dipakai untuk umum, yakni dipakai merias
diri untuk yg bukan muhrim, mk kita tdk boleh menjual kepadanya.

Wahyu Ibrahimmovich klo make celak g boleh ya? katanya sih asl mulanya dr darah Aba
Abdillah as.

Sinar Agama WAhyu, kalau lelaki tdk masalah, tp kalau perempuan dan hal itu terhitung
rias, mk tdk boleh terlihat lelaki yg bukan muhrim.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   53
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Afwan ustad,.. ana masih bingung bagaimana orang kerja di bank haram ? nanti kalo
gak ada karyawan bank kegiatan ekonomi ya lumpuh...

Sinar Agama Salam dan trims pertanyaannya:

Kerja di bank yg bersistem tdk Islam, spt menggunakan sistem riba, adalah haram.
Kerja di bank spt ini, baru bisa halal, kalau tdk termasuk bagian dari pekerjaan pinjam
meminjam dan peribaan itu, spt tukang tehnya, tukang kebunnya, dst. Tp kalau
berhubungan dg pinjam meminjam itu, baik langsung (spt penerima peminjam,
derektur...dst...) atau tidak (yg tdk langsung spt pengadaan komputernya, sistemnya,
listriknya ..dst), mk haram.

Dan orang yg kerja di bank yg tdk berhubungan dg pinjam meminjam itu, spt tukang
teh dan tukang sapu serta tukang kebun itu, sekalipun pekerjaannya halal, blm tentu
uang bayarannya jg halal. Kalau dibayar dg uang halal atau tdk tahu halal atau
tidaknya, mk halal. Tp kalau kita tahu dg yakin bhw dibayar dg uang haram, spt hasil
bunga2 itu, mk pasti haram.

Nah, kalau kita tdk tahu apakah dibayar dg uang halal atau haram itulah saya
mengatakan hati2nya, ketika mau ambil bayaran di rekening banknya, niatkan untuk
ambil yg halalnya spt uang asli atau modalnya yg ditanam orang2 untuk peribaan atau
pembungaan itu.

Sang Pencinta HA: Pendapatan bank tidak semuanya dari hasil bunga kredit/angsuran,
bank juga melakukan investasi spt saham (pasar modal), real estate dll

Sinar Agama Pencinta: Dilihat sistem saham pasar modalnya itu. Pertama, apa betul ia
melakukan itu dan berapa persen. Ke dua, siapa yg menjalankannya, apakah bank itu
sendiri atau anak bank. Kalau bank itu sendiri, mk hal tsb bisa halal kalau pasar modal
yg diikuti jg halal. Tp kalau anak bank, mk biasanya pembayaran anak bank itu, dg riba.
Kalau spt ini, mk tetap haram. Bgt pula real estate itu.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   54
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Assalamualaikum ustad

bagaimana hukumnya undian?Seperti kalo kita arisan atau doorprise seperti itu kan
selalu di undi pake dadu atau pake gulungan kertasapa boleh?Lalu hasil perolehannya
apakah bisa dikatakan halal?Contohnya:misalnya saya beli perangkat ektronik kemudian
setelah itu saya dapat undian dan setelah di undi saya dapat barang elektronik
lagiapakah hasil undian itu halal dan kalo hasil undian tsb saya jual lagi apa juga masih
halal?

Lalu apakah undian itu berarti sama dengan perjudian?

Syukran ustad

Sinar Agama Salam dan trims pertanyaannya:1- Undian itu boleh bahkan wajib, yaitu di
beberapa tempat yg tdk bisa dihindari, spt arisan tsb. Karena dg undian, mk perebutan
dan pertengkaran akan dpt dihindari.

2- Saya tdk paham doorprise, karena itu saya tdk bisa komentar mengenainya, kalau
bisa diterangkan dulu. Tp kalau sdh dipahami dg jawaban pertama itu, mk berarti sdh
terjawab.

3- Undian jg bisa dipakai ketika mau memberi hadiah kepada para siswa yg memiliki
nilai rata2 sembilan puluh sampai seratus misalnya.

4- Dalam riwayat dan fatwa dikatakan bhw undian atau qur'ah itu adalah mesti di
tempat2 yg musykil, yakni yg sulit menentukan dg penunjukan.

5- Yg dihasilkan dari undian, jelas halal. Tp kalau undiannya adalah judi, spt
memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan undiannya yg menjanjikan kelipatan
tertentu, mk hal ini judi dan haram.

6- Hasil dari contoh yg antum berikan itu adalahhalal.

7- Tidak semua undian itu judi dan haram sebagaimana di atas.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   55
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sang Pencinta

Salam, kapan berlebih2 dlm sesuatu itu jatuh ke tingkat haram, spt pakaian, makanan,
rumah dll? trims ust. — with Sinar Agama.

Sinar Agama Salam dan trims pertanyaannya: Mungkin sangat luas dan relatif. Tp
mungkin bebearpa hal ini bisa jadi pedoman:

1- Kalau Makanan:
a- Kalau makanannya sdh sesuai dg derajatnya (dilihat dari sisi aneka ragam dan mutu
makanannya), tp masih dilebihkan lagi sementara nilai lebihnya ini tdk dikhumusi.

b- Kalau makanannya sdh sesuai dg derajatnya, tp masih dilebihkan lagi sementara ada
tetangganya yg kelaparan atau familinya.

c- Bahkan kalau makanannya selalu diusahakan untuk sesuai dg derajatnya, sementara


tetangganya ada yg kelaparan, atau familinya.

2- Kalau Pakaian:
a- Sama dg point a di atas.

b- Sama dg point b di atas, tp masalahnya dlm kekurangan pakaian, bukan kelaparan.

c- Sama dgpoint c di atas, tp masalahnya dlm kekurangan pakaian, bukan kelaparan.

3- Kelau Rumah:
a- Ketika sdh mencukupinya, lalu membeli lagi tanpa mengeluarkan khumusnya.

4- Kalau Lain2nya:
Secara global sama dg point2 di atas itu.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   56
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Sang Pencinta

Salam, ada yang merikues doa utk memiliki rumah tingggal sendiri ust, trims —
with Sinar Agama.

Sinar Agama Salam dan trims permintaannya: I-Allah saya akan carikan, smg dapat. Tp
ada ilustrasi-nyata yg menarik sbb:

Ada seorang pemuda datang kepada salah satu ulama besar dan bertanya:

Pemuda: "Saya punya tiga kesulitan yg saya ingin mendapat kunci pembukanya dari
Anda"

Ulama: "Apa itu?"

Pemuda: "Pertama saya ingin mendapat pekerjaan yg layak"

Ulama: "Lakukanlah shalat di awal waktunya!"

Pemuda: "Yg ke dua, saya ingin mendapat pasangan yg baik"

Ulama: "Shalatlah di awal waktunya!"

Pemuda: "Yg ke tiga, saya ingin naik haji."

Ulama: "Shalatlah di awal waktunya!"

Pemuda: "Kok tiga kesulitan, tp satu kunci?"

Ulama: "Kunci ini adalah rajanya kunci."

Sinar Agama Terusan ilustrasi (karena ketinggalan):

Setelah pemuda itu pergi dan melaksanakan nasiha ulama tadi, mk alhamdulillah di
tahuna pertama ia sdh mendapatkan pekerjaan yg layak dan bagus. Di tahun ke duapun
ia menikah dg wanita yg baik sekali dan, di tahun ke tiga, ia menunaikan hajinya.
Alhadulillah.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   57
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Salam ..afwan ustdz ut mendapatkan proyek bisa gool kan bth seseorg sbg
pejembatan/perantara,dan org tsb yg mengetahui jmlh brpnya yg hrs dikeluarkan sbg
komisi dr komisi tsb sipelatara melebihkan ut dia ambil sbg upah jln, pertanyaannya
adlh ; !) apakah boleh sipelantara mengambil uang lbh dr jmlh tsb ut upah jln ?? 2) jk
proyek tsb dibidang sklh ut bs lolos sbg murid baru uang yg diminta tsb apakah boleh jk
dilebihkan ut upah jln ?? 3) dlm hal ini kita bekerja sbg pelantara tsb boleh tidak ??? 4)
jk pelantara tdk mengambil uang lbh ut drnya biasanya tdk dpt upah hanya sebts
ucapan trmksh sj jd dlm hal ini hkmnya gmn ???? wsslm

Sinar Agama SAlam dan trims pertanyaannya:1- Kalau perantara itu mmg kerjanya
sebagai perantara, mk ia bisa meminta ongkos darinya sesuai dg harga umum/wajar. Ini
hukum globalnya. Artinya blm tentu halal. Karena tergantung dia berperantara di bidang
apa dulu, apakah halal atau haram, atau apakah di bidang yg dibolehkan agama atau
tdk. Bgt jg siapa yg diperantarai dan dlm urusan apa. Jadi, hukum ini hanya hukum calo
biasa spt properti.

2- Menerima murid baru itu, kalau negeri, mk harus disesuaikan dg peraturan yg ada
dan jelas tdk boleh mengambil uang kecuali kalau perarturannya mmg harus mengambil
uang untuk sekolahnya (bukan untuk dirinya). Dan kalau mengambil uang untuk dirinya,
mk ini haram, bgt pula yg menjadi calonya.

Tp kalau sekolahnya swasta dan milik dirinya (bkn pegawai di sekolah itu), mk bisa saja
mengambil uang sesuai dg peraturan yg ia buat dan bisa jg si calo itu mengambil upah
dlm hal ini. Tp kalau uang itu diambil oleh dirinya sebagai pegawai dan bukan untuk
usaha sekolahnya itu, mk ini jg tdk boleh dan bgt pula yg menjadi calonya.

3- Sdh dijawab di atas.

4- Hukumnya ikut halal dan haramnya di atas. Jadi, sekalipun perantara itu tdk
mengambil uang, tetap saja haram kalau melakukan yg diharamkan di atas itu dan bgt
pula sebaliknya. Mmg perbuatannya yg haram ini, lebih ringan ketimbang perbuatan dan
uang yg haram karena bisa membatalkan ibadah2 yg di dalamnya terdapat uang haram
tsb.

Smg saya sdh benar memahmi pertanyaannya hingga boleh tdk bolehnya pekerjaan di
atas itu, jg benar di hadapanNya, amin. wassalam.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   58
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Assalaamu'alaikum !

Ust bagaimana hukum-hukumnya menurut Marja Sayyid Ali Khamanei mengenai


mendulang atau mencari emas bukan di tanah milik pribadi seperti tanah milik
seseorang atau perusahaan tertentu atau milik negara yang tidak dimanfaatkan oleh
pemilik. Atau bagamana pula jika tanah itu tidak tahu jelas pemiliknya karena tidak
dirawat seperti hutan, dll. Syukron

Sinar Agama Salam dan trims pertanyaannya:Kalau pekerjaan itu dilakukan dg ijin
pemiliknya, mk jelas tdk masalah. Tp kalau tdk dengan ijin, mk tdk boleh dilakukan.
Kalau tanahnya tdk jelas pemiliknya dlm arti di hutan yg secara umum mmg tdk ada
pemiliknya, mk tdk masalah. Tp kalau tanahnya di perkampungan atau sekitarnya yg
biasanya ada pemiliknya, mk jg tdk boleh sembarangan mendulang tanpa ijin.

Ingat, ketidak masalahan yg di hutan itu, harus pula disesuaikan dg peraturan setempat
dan tdk membuat kerusakan kepentingan umum.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   59
 
 
Harta, Berkerja dan Bisnis Sinar Agama: http://www.facebook.com/sinar.agama
 
Zahidiyah Ela Tursina Ustad Sinar Agama: Bagaimana klo beribadah karena suka,hobi ?
seperti halnya orang melakukan memancing ikan karena dia emng hobi memancing
ikan.

Sinar Agama Ela: Kalau hobi ibadahnya itu karena Allah, mk jelas bagus. Kalau mancing
karena ia memburu binatang, mk kalau karena kesenangan, diharamkan agama. Karena
hukum memburu itu adalah halal kalau tujuan utamanya untuk dimakan atau mencari
nafkah, bukan kesenangan.

Tentu saja kalau hoby-nya itu karena dirinya sendiri, mk akan mengurangi nilai
ibadahnya dan, bisa saja mengakibatkan hal yg parah. Misalnya, karena hoby shalat
malam atau membaca Qur an, hingga ketika ada orang perlu pertolongan, ia tdk
menolongnya disebabkan ibadah2nya itu.

Catatan Sinar Agama | Fan Page FB: Sinar Agama, Website: arsipsinaragama.com   60